Ice Boy [Chapter 1]

It’s been awhile 😦 i’m sorry, too lazy to write 😀

~~~ ~~~~ ~~~

PART 1

.

Ketika pertama kali bertemu dengan seseorang, beberapa orang akan berpikir bahwa pertemuan mereka adalah untuk tujuan hidup mereka sendiri.

“Hey Tiff, cepatlah!”

Gadis berambut coklat berjalan dengan langkah kecil namun cepat, berjalan terburu-buru di sepanjang koridor sekolah bersama sahabatnya, Tiffany, yang berusaha untuk mengejarnya.

Hari pertama sekolah di semester baru, di Sekolah Menengah Atas Seoul.

“Tenanglah, Jessi! Ini masih sangat pagi”

“Ya, aku tidak ingin terlambat”

‘Tidak pernah berlari seberapa telat pun kau’ tidak termasuk dalam daftar motto hidupnya. Jessica menghargai waktunya dan saat ini bukanlah pengecualian.

Ia terus melirik Tiffany hingga tidak menyadari ia sedang berjalan diatas lantai yang basah.

Omo! Ia menutup matanya, mengira akan merasakan sakit akibat terjatuh di lantai.

Huh? Ia merasakan genggaman lembut di lengannya. Seseorang telah menangkapnya.

Ia mengerjap-ngerjapkan matanya dan mendapati seorang laki-laki tinggi menahannya dari belakang.

“Hati-hati.” Laki-laki itu membantunya berdiri dan segera pergi dari pandangannya, meninggalkannya tercengang. Siapa laki-laki itu?

Jessi. Kenapa kau berhenti? Kupikir kau tidak ingin terlambat?” kata Tiffany. Jessica tersadar dari lamunannya, mengerjap-ngerjapkan matanya dan kembali berjalan.

Hampir semua siswa yang berada di koridor menyapa mereka.

“Selamat pagi, Jessica!”

“Hai, Tiffany!”

Jessica dan Tiffany tersenyum sambil berjalan menghampiri seseorang dan menyapanya.

“Selamat pagi, Sunny-ah!”

“Di mana Soo, dia masih belum datang?” Tanya Jessica kepada temannya yang bertubuh pendek namun periang.

“Dia di kantin dengan Yoong.”

“Sepagi ini?” Sunny mengangguk.

“Tapi kurasa temannya lebih hot darinya.”

Beberapa saat kemudian, Soo dan Yoong, teman mereka yang bertubuh tinggi kurus tiba di kelas dengan burger di tangan.

Sunny mendengar obrolan mereka dan menanyai pacarnya. “Siapa yang lebih hot?” Sunny mengangkat sebelah alisnya dan melipat kedua tangannya.

“Uhm…uh…burger ini hot. K-kau mau?” Laki-laki yang lebih tinggi itu tergagap dan menawarkan makanannya.

Ketiga temannya geleng-geleng kepala melihat kejadian tersebut. Sunny dan Soo sudah berpacaran selama hampir satu tahun dan kejadian seperti ini bukanlah hal yang baru bagi mereka. Kelima orang itu telah bersahabat selama tiga tahun sehingga mereka sangat dekat dan saling mengenal satu sama lain.

“Teman-teman, pergi ke tempat duduk kalian. Ms. Lee di sini.” Jessica, sebagai siswa yang bertanggung jawab, memberitahu teman sekelasnya yang segera duduk di kursi mereka.

Para siswa menyapa Ms. Lee segera setelah ia memasuki kelas. Ia tersenyum. “Sebelum kita memulai pelajaran, saya ingin mengenalkan teman baru kalian.”

“Kita punya murid baru?”

“Seorang laki-laki?”

“Aku dengar dia tampan.”

“Mr. Kwon, masuklah.” Panggil Ms. Lee.

Seorang laki-laki tinggi bertampang dingin memasuki kelas. Rambutnya lurus pendek dan berkulit kecoklatan. Seragamnya sangat cocok dengannya dan sebuah headphone yang tergantung di lehernya.

Semua mata tertuju padanya. Namun, tatapan mereka tidak bertahan lama. Aura dingin dari laki-laki baru itu terlalu kuat.

Mereka mengalihkan pandangan mereka dari laki-laki itu kecuali seseorang yang duduk di barisan depan.

Dia laki-laki yang tadi. Jessica tetap memandanginya.

“Dengar, semuanya. Dia Kwon Yul.” kata Ms. Lee.

“Kwon Yul?”

“Dia seorang Kwon?”

“Ya, kalian pernah mendengarnya bukan? Dia adalah cucu dari pengusaha terkaya di Korea. Jadi, tolong jaga dia.” Lanjut guru mereka.

“Baiklah, Mr. Kwon. Kau boleh duduk sekarang.” Katanya dan melihat ke Jessica. “Jessica, saya serahkan padamu.”

Murid baru itu berjalan melewatinya dan duduk di belakang.

+++

“Waktunya makan siang!” teriak teman mereka yang paling tinggi.

Segera setelah bel berbunyi, siswa-siswa berhamburan keluar, meninggalkan kelas yang hampir kosong.

“Yah, Shikshin, kau tidak perlu berteriak seperti itu.” Kata Jessica.

“Maaf.” Soo menggaruk kepalanya meminta maaf dan mencari pacarnya.

Siswa baru itu meletakkan kepalanya dengan tangannya yang terlipat di atas meja.

Yul tengah tertidur sementara Sunny mengamatinya. “Fany-ah, Sica! Lihat dia. Dia terlihat tenang dan tampan ketika dia tertidur.”

“Kau benar.” Kata Tiffany.

“Dan Fany-ah, dia wangi.” Sunny mengendus aroma tubuh Yul dan yang lainnya melakukan hal yang sama.

“Yah, apa yang kalian lakukan?” Tanya Jessica.

“Jessi, dia benar-benar wangi.” Seulas senyum tersungging di bibir Tiffany.

Dua laki-laki yang tengah bersama mereka mendengar obrolan mereka dan mulai mengendus aroma tubuh laki-laki yang sedang tidur itu.

“Teman-teman, hentikan.” Pinta Jessica. Ia merasa seolah-olah mereka mengganggu laki-laki itu.

“Hmm. Aku ingin tahu parfum apa yang dia gunakan.” Kata Yoong.

“Kita harus bertanya padannya.” Tambah Soo.

“Yah. sehingga Sunny akan lebih jatuh cinta padamu.” Kata Yoong dengan tawa dan disetujui Soo.

Sunny memutar bola matanya dan mengabaikan mereka. “Ayo Fany-ah. Aku lapar.” Ia menarik Tiffany bersamanya dan keluar dari kelas.

“Apakah menurutmu dia marah?” gumam Soo.

Yoong mengangkat bahu. “Menurutmu?”

“Yah, kurasa…aku juga lapar. Ayo.” Kedua laki-laki itu juga keluar dari kelas, meninggalkan Jessica sendiri.

Karena ia hanya satu-satunya orang yang ditinggal bersama laki-laki yang sedang tidur itu, ia memutuskan untuk memeriksa apakah yang dikatakan teman-temannya itu benar.

Ia mendekatkan wajahnya ke arah laki-laki itu dan mengendusnya. Aroma tubuh laki-laki itu tanpa sadar membuat bibirnya membentuk seulas senyum.

Menyadari apa yang sedang dilakukannya, ia lekas berdiri dan mundur. Apa yang kau lakukan, Jess?

Ia melihatnya dan tersenyum sekali lagi. Tapi dia benar-benar wangi.

Ia baru saja hendak mengusap rambut laki-laki itu ketika ia mendengar suara Yoong dari luar kelas. “Hei Sica, kau tidak ikut?”

“Aku datang!”

Ia melirik Yul untuk terakhir kalinya sebelum pergi.

+++

Setelah istirahat makan siang, Sunny melihat teman sekelas mereka masih tertidur.

“Hei, lihat. Pangeran wangi itu masih tidur.”

“Kau benar.” Tiffany tidak memercayainya. “Jessica, bangunkan dia. Kelas berikutnya akan dimulai dalam lima menit lagi.”

“Err…maaf.” Jessica menyentuh laki-laki yang tengah tidur itu tapi ia tidak berhasil sama sekali.

Ia kembali mencobanya, kali ini sedikit lebih keras. “Kwon Yul, bangunlah.”

Yul mengangkat kepalanya perlahan. Ia menggosok-gosok matanya dan menatap orang yang telah membangunkannya.

Jessica tersenyum padanya tapi ia malah kembali menatapnya dengan tatapan dingin.

“Maaf telah mengganggumu tapi kelas kita akan dimulai dalam lima menit lagi.”

Yul mengabaikannya dan memasang headphonenya.

Melihat bahwa laki-laki ini telah mengerti apa yang ia katakan, Jessica kembali ke tempat duduknya.

Teman-temannya melihat apa yang terjadi.

“Kau tahu, aku lebih menyukainya ketika dia tidur.” Kata Sunny dan Tiffany menyetujuinya.

Jessica melirik laki-laki itu sekilas. Ia mendapati laki-laki itu sedang melihat ke arahnya dan tidak mengalihkan pandangannya.

+++

“Akhirnya! Waktunya pulang!”

Bel berdering sekali lagi dan kegiatan pembelajaran telas selesai.

“Yah, Shikshin, bisakah kau pelankan suaramu?” kata Jessica.

“Maaf, aku tidak bisa menahannya.”

“Jessi, kau yakin kau tidak akan pulang dengan kita?”

“Ya. Ms. Lee bilang dia membutuhkan bantuanku.”

“Baiklah.”

Teman-temannya berpamitan dengannya.

Jessica sedang menghapus papan tulis ketika ia melihat Yul keluar dari kelas dengan headphone di kepalanya. Ia bergegas menghampiri tepat di hadapannya dan tersenyum kepadanya.

Melihat bahwa Jessica ingin mengatakan sesuatu padanya, Yul melepaskan headphonenya.

“Apa?” Tanyanya dengan suara pelan.

“Kwon Yul, benar? Aku Jessica Jung.” Ia memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya.

Laki-laki itu menatapnya tanpa ekspresi, tidak bergerak sedikit pun.

Ia kembali menarik tangannya dengan sedikit kekecewaan. “Aku ketua OSIS di sekolah ini, jadi jika kau membutuhkan sesuatu, jangan ragu untuk menghubungiku.”

Yul mengangguk singkat, melangkahkan kakinya untuk pergi.

“Tunggu!” Jessica menghentikannya, memegang salah satu lengannya namun segera dilepaskannya. “Terima kasih.”

Yul memasang ekspresi bingung di wajahnya.

“Terima kasih telah memeluk- maksudku, terima kasih telah menyelamatkanku tadi.” Kata Jessica.

Alisnya berkerut dan berpikir sejenak.

“Kau tidak ingat? Kau tahu, tadi? Sebelum kelas dimulai?” jelasnya.

Laki-laki itu tidak mengucapkan sepatah kata pun dan menggelengkan kepalanya.

“Baiklah.” Jessica menghela napas berat dan melambaikan tangannya kepada laki-laki itu. “Bye, Yul! Sampai jumpa besok!”

~~~:~~~:~~~

Keesokan harinya di sekolah.

Jessica melihat sekeliling kelasnya dan menyadari kursi murid baru itu kosong.

Ia melirik jam tangannya. Dia terlambat sepuluh menit.

Tatapannya tetap tertuju ke pintu kelas, berharap pintu itu akan segera terbuka dan menampilkan laki-laki tinggi bertampang dingin.

Ia menghela napas dan duduk bersandar ke sandaran kursinya.

Perasaan yang ia miliki untuk laki-laki itu sejak pertama mereka bertemu tidak bisa dijelaskan.

Jessica tidak tahu apakah itu karena kepeduliannya sebagai Ketua Osis atau karena sesuatu yang lain. Ia mulai merasa perhatian seperti ini kepada laki-laki itu.

“Jessica, bisakah kau ambilkan catatan saya di ruang guru? Saya lupa membawanya.” Pinta Ms. Lee tiba-tiba.

Siswa-siswa tidak terlihat di mana pun karena pelajaran tengah berlangsung ketika ia keluar dari ruang kelas.

Ketika dalam perjalanannya ke ruang guru, tiba-tiba ia mendengar suara pelan. Suara yang berasal dari sejenis music player lebih tepatnya.

Suara itu sangat, sangat pelan. Namun, ia masih bisa mendengarnya karena koridor sekolah sedang sepi.

Ia mendengarkan suara itu lebih teliti, mencoba menemukan dari mana suara itu berasal.

Jessica berhenti di sebuah pojok kosong di mana tangga menuju rooftop berada dan ia melihat seseorang duduk di langkan.

Siapa yang berani bolos di jam-jam sekarang? Pikirnya, alisnya berkerut.

Ia berjalan menghampiri orang itu dan di sanalah ia menemukan laki-laki itu.

Orang yang sangat ingin ia lihat sepanjang hari.

“Yul?”

~~~:~~~:~~~

TBC

okay that’s it, what do you think? do you like it?

please comment so i’ll know your opinions about this fanfic

credit : jurifetXD @SSF

boiboi~

Advertisements

56 thoughts on “Ice Boy [Chapter 1]

  1. annyeong aku new reader
    aigoo yul ga usah sok cool deh meskipun kamu emang cool (?) hehehe
    ditunggu chap selanjut.a thor

  2. Anyeong …
    Wow krend nie …
    Sya bner2 haus akan FF Yulsic …
    Sdkt trobti stlah bca FF nie ..
    Xeexeexee ….
    D tnggu lnjtannya thor …
    Yulsic JJANG …

  3. Annyeong ,,,,,,,,
    Wwaaw,,, tenyta author udh comeBack,,,,,kereen Thor,aku Suka…,,kkkee~

    Yul Seorng ‘Ice Boy’ ,, jadi Sandang Ice Yng Sica Punya untuk skrang bepndah ke seobang nya,,,,U,u
    *apadahh
    – – – –
    Menarik thor,,
    D Tunggu Next Chapter nyaaah,,,
    SEMANGAAAAAT

  4. DWAR…DZING..DOR..DOR….***** (ceritanya kembang api-_-“)

    jiah…author comeback…yulsic yah…dwar…sifat dinginnya sica nyasar ke yul…o,O

    taeng ga ada yah thor…?! u,u

  5. annyeong thor,,new readers salm kenal… 😀

    akhirnya nemu ff yulsic jugha..*lapkeringet-_-
    yul disini dingin banget,bahkan ngalahin ice princess..kkkk^^
    ff ea bagus..di tunggu lanjutan ea thor..Hwaiting!!!

  6. nice story 🙂
    disini yul yg punya ice glare-nya sicca,jd kebalik intinya…kekeke
    okey,ditunggu kelanjutannya…

    hwaiting 😉

  7. Yulsic yey! Kren
    suka thor,
    we gk pandai ngomen.
    Yang jelas bagus! Yey! dan we suka yey!
    Thanks nice update thor yey!!!
    Salam kenal

  8. annyeong .. new reader imnida .. salam kenal ya^^ ..

    kereenn .. bacanya kerasa beda .. biasanyakan yang ice itu sica eomma tapi sekarang malah yul appa yang super dinginnya ..

    ngga sabar nungguin next part nya ..

    lanjutt yahh thorr .. Fighting!!!

  9. Annyeong i’m new reader 🙂
    Woah aura sica semua ada di yul nih da sebaliknya 🙂 hehe
    Hmm,, penasaran buat next chap nya thor 🙂 ditunggu 😀

  10. halooo,,aku reader baru…
    pencinta ff Yulsic..hehe
    ceritanya beda, biasanya sica yg dingin. sekarang giliran Yul yg dingin..
    cerita makin seru ada siKembar Tukang Makan sooyoon..hehe
    ditunggu kelanjutannya, semangaaaat….

  11. akh yulsic nih yeeah, ini tukeran sifat ama jessie yah? ekh yah tapi kalau menurutku sh gak tukeran sifat karna ini sifat asli yul, akhir 2 ini sering liat yuri bersikap dingin dengan wajah datarnya. XD

  12. Annyeong, new reader imnida^^
    jadi Yul yg jadi si ice boy? hmm gimana ya kira-kira pas Jessica di cuekin Yul mulu~

  13. aku dteng bwt RC.,
    sprtinya aku trtarik dgn judul FF ini mkanya aku langsung bca FF ini.,
    WOW.,, dsini sprtinya kebalik tuh sifatny biasany jga yg ice tu Sica.,
    tpi oke dah Yul tetep keren dan Sica sptiny mulai tertarik sma Yul pda pandangan prtma.,
    next part.., biar menjawab penasaranku., 🙂

  14. Waaaaoooww…
    Yul semua nih yang endominasi di sini..hohoho
    Taeng mana?? #Eetdaah ni anak -_-///

    Translate ny rapi kok thor, sukaa..
    Mau lanjut lagi, anyeooong wuussshhh….

  15. ffnya baguuuussss… gue bingung. jess ketua osis ato apa?? prasaan disuruh2 mulu. yulsic tukar posisi. greget klo yul yg jd Ice prince kek gini.,><

  16. oh pantas… kaya pernah baca ini ff sebelumnya.. ternyata translate-an ff nya si jurifet! XD ahahahahaha..
    boleh lah… gotta catching up all the chap then 🙂

  17. Wahh~ okay.. Salam kenal ne author… Izin baca d sini…
    Gw pernah baca ff d sn.. But, gw ga coment.. Gw pikir lg ‘masa ga koment d ff bagus kek gini.. So, mari jd rekan yg baik

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s