Ice Boy [Chapter 2]

Hi…it’s me again 😀

————————

Laki-laki itu mengenakan headphonenya dan matanya tertutup.

Jessica berdeham. “Hei.”

Melihat bahwa Yul mungkin tidak mendengarnya, ia mengambil pemutar musik di saku laki-laki itu dan mematikannya.

Huh? Mendengar tidak ada musik, Yul membuka matanya dan mendapati Jessica yang tengah memegang pemutar musiknya.

“Apa yang kau lakukan?” katanya jengkel dan merebut benda itu dari tangan Jessica.

“Maaf, kukira kau sedang tidur.” Jessica meminta maaf.

Yul memalingkan muka darinya dan melepaskan headphonenya.

“Yul, seharusnya kau tidak mendengarkan musik dengan volume sekeras tadi. Kau bisa merusak pendengaranmu.” Kata Jessica perhatian.

Apakah dia mengkhawatirkan telinganya, atau laki-laki itu?

Yul tetap diam.

“Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan di sini? Kau tidak akan menghadiri kelas?” Jessica melirik jam tangannya. “Kau sudah telat 20 menit.”

Aku telat? Sial. Yul bergegas turun dari langkan dan berlari.

“Jangan berlari di koridor!”

+++

“Laki-laki berambut hitam, saya tidak mengizinkan siswa tidur di kelas saya.”

Seorang guru pria dari kelas berikutnya melihat Yul tertidur di mejanya.

“Yah! Kau tidak mendengar saya?!” ia meraih penghapus papan tulis dan melemparkannya ke arah siswa yang tengah tertidur itu.

“Argh!”

Mengerang kesakitan, Yul berdiri dan menggosok kepalanya. “Siapa yang melakukan itu?!”

Teman-teman sekelasnya menatap ke arahnya. Beberapa siswa terlihat menahan tawa mereka; beberapa siswa hanya diam.

Namun, seseorang mengkhawatirkannya.

“Mr. Kwon, saya tidak peduli dengan latar belakang keluargamu. Keluar dari sini jika kau hanya akan tidur di kelas saya.”

Menyadari bahwa Mr. Oh lah yang melemparkan penghapus itu ke arahnya, Yul memberikan tatapan dingin.

Oh, tidak. Kumohon jangan lakukan hal yang bodoh. Pikir Jessica cemas.

“Maaf.” Kata laki-laki yang marah itu setengah hati.

“Tukang tidur.” Gumam Yoong dan tertawa, mengakibatkan sepotong kapur terlempar ke arahnya.

“Ouch! Apa salah saya, Pak?” keluhnya.

“Diamlah.”

Yoong cemberut kecewa dan tetap diam.

Bel pertanda istirahat makan siang berbunyi.

Yul bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pintu.

“Yul!” panggil Jessica; salah satu teman laki-lakinya melihat ke arah mereka. “Kepalamu tidak apa-apa? Kalau kau mau aku bisa mengantarmu ke klinik.”

“Aku tidak butuh bantuanmu.”

Jessica menghela napas. Yul segera pergi dari pandangannya.

“Sica!” panggil Yoong. “Bagaimana denganku? Kau tidak akan menanyakan apakah aku terluka atau semacamnya?”

“Kenapa aku harus?” katanya acuh tak acuh.

“Sungguh?” Yoong mengangkat sebelah alisnya, ia benar-benar terkejut.

“Yoong-ah, kau hanya terlempari sepotong kapur.” Jelasnya.

“Jadi sekarang dia lebih penting daripada aku.” Ia cemberut.

Melihat tingkah laku temannya, Jessica terkekeh.

“Hentikan, Yoongie. Jangan khawatir, Tiff akan mentraktirmu makan siang.” Ia pergi ke sisi Yoong dan menggandeng lengannya.

“Eh?” Tiffany bereaksi, tidak tahu kenapa dirinya terlibat dalam obrolan mereka.

“Ayolah, Tiff. Bukan berarti kau tidak mampu mentraktir kita makan siang.” Kata Jessica.

“Apa boleh buat?”

“Yeay!” seru Jessica dan Yoong.

“Yah, Fany! Bagaimana denganku?” Soo tiba-tiba menyela.

Tiffany mengangkat bahu. “Yah, kau punya bunny-mu.”

“Tapi akulah yang selalu membelikan dia makan siang, kurasa aku mulai bangkrut.”

“Apa kau bilang? Kau lah yang sering membeli dan memakannya.” Balas Sunny.

“Tapi aku menggunakan uangku sendiri.” Belanya.

Merasa terluka dengan apa yang dikatakan pacarnya, Sunny cemberut dan melipat tangannya.

Soo terkekeh melihat tingkah laku pacarnya. “Apakah bunny-ku marah? Maaf, aku hanya bercanda.”

Ia memegang tangannya dan menciumnya perlahan. “Tentu saja, aku akan membelikan apa pun untuk bunny-ku.”

“Benarkah?” wajah Sunny tiba-tiba berubah cerah.

Soo tersenyum lebar dan mengangguk. “Ayo, aku lapar.” Ia menarik Sunny bersamanya dan keluar dari kelas.

Ketiga temannya yang tersisa geleng-geleng kepala mendengar gombalan teman mereka.

“Ayo. Aku juga lapar.”

+++

Kantin sekolah tidak terlalu ramai.

Jessica terus memandang ke sekitar, mencari seseorang. Apakah dia tidak akan makan siang?

“Ini, Sooyoungie. Katakan aah!”

“Aah!”

Mereka duduk di salah satu meja paling besar dan Sunny tengah menyuapi pacarnya dengan senang hati.

“Aww. Kuharap aku punya pacar juga.” Kata Tiffany, merasa iri melihat keromantisan temannya.

“Seperti Soo?” tanya Yoong.

Jessica tertawa dan pasangan yang kasmaran itu mengabaikan mereka.

“Ya, siapa pun boleh. Selama aku mencintainya.” Tiffany menunjukkan eye smile-nya.

“Apa yang terjadi pada pengagummu di kelas 6-D?” tanya Yoong.

“Aku menolaknya.” Kata Tiffany acuh tak acuh.

“Benarkah? Aku belum pernah mendengarnya. Kenapa kau menolak dia?” Jessica melihat kepadanya.

“Aku tidak menyukainya. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri.”

“Oh.” Yoong dan Jessica mengangguk bersamaan.

“Bagaimana denganmu, Jessi? Bagaimana hubunganmu dengan Donghae?” Tiffany balas bertanya.

“Ya. Kapan kau akan menjawabnya Sica?” tambah Yoong pelan.

Lee Donghae telah mengejar-ngejar Jessica selama hampir tiga tahun dan mereka berada di kelas yang sama sejak saat itu. Kecuali tahun pelajaran sekarang.

Jessica menolaknya dua tahun yang lalu namun laki-laki itu terlalu bersikeras dan tidak menyerah. Donghae terus mengganggunya hingga Jessica sendiri yang akhirnya menyerah.

“Aku tidak tahu.” Ia mengembuskan napas. “Donghae selalu menjagaku dan semacamnya tapi dia bukan tipe idealku.”

“Tentu saja! Tipe ideal Jessica adalah laki-laki Amerika.” Aku Tiffany.

“Laki-laki Amerika?” Yoong benar-benar tidak mengetahui hal itu.

“Ya. Dia pernah bilang padaku ketika aku menanyakan seperti apa tipe idealnya.”

“Aku benar-benar bilang begitu?” tanya Jessica, tidak percaya dengan tanggapannya.

“Ya, kenapa? Apakah sekarang sudah berubah?”

Jessica tetap diam, berpikir.

“Mungkin sudah berubah. Mungkin sekarang dia menyukai laki-laki Korea.” Kata Yoong, menunjukkan tawa alligator yang khas.

Mungkin. Secara tidak sadar Jessica tersenyum dan sahabatnya menyadari hal itu.

Tipe ideal bukanlah tipe ideal lagi ketika kau menemukan idamanmu.

Selama mereka mengobrol, hanya ada seseorang yang berada dalam benak Jessica.

Laki-laki dingin, tukang tidur, dan pemalas.

~~~:~~~:~~~

Waktu terasa berlalu begitu lamban. Saat-saat malas dan membosankan bagi sebagian besar orang di dalam kelas.

Jessica tetap melirik ke arah pintu, menunggu kedatangan seseorang.

Dia terlambat lagi. Ia menghela napas untuk yang kesekian kalinya. Hari bahkan belum dimulai.

Sepuluh menit telah berlalu sejak kelas mereka dimulai dan gadis itu terus mengetuk-ngetukkan kakinya tidak sabar.

Ms. Lee menyadari tingkah laku muridnya. “Jessica, ada apa?”

Semua teman kelasnya termasuk sahabat-sahabatnya melirik ke arahnya.

“Err…Ms. Lee, bolehkah saya pergi ke kamar kecil?” tanyanya.

“Ya, silakan.”

Koridor terlihat sepi.

Jessica berdiri di depan pintu dan menunggu Yul.

Lima menit telah berlalu, masih tidak ada tanda-tanda dia akan datang.

Mungkin dia tidak akan datang hari ini.

Ia menyerah dan hendak membuka pintu ketika sebuah ide terlintas dalam benaknya.

Berlari di sepanjang koridor, kakinya membawanya ke tempat di mana ia menemukan laki-laki itu beristirahat sebelumnya.

Ia benar. Yul ada di sana. Terlihat sedang tertidur.

Lagi.

Yul bersandar pada langkan tapi ada sesuatu yang berbeda dari yang ia lihat kemarin. Yul tidak mengenakan headphonenya.

Jessica menyunggingkan seulas senyum dan tanpa sadar tangannya menyapu poni laki-laki itu.

Sentuhannya membangunkan laki-laki itu dan mata laki-laki itu pun menatap ke arahnya.

Menit telah berlalu ketika ia tersesat dalam sepasang mata indah coklat malas itu. Mata itu yang ingin ia lihat sejak hari dimulai.

“Aku telah lagi?” tanyanya dengan suara serak.

Suara serak itu yang ingin telinganya dengar juga.

Yul menggaruk kepalanya dengan frustasi dan berjalan dengan Jessica mengikuti di belakangnya.

Ms. Lee melihat murid barunya baru saja datang ketika mereka tiba di kelas mereka. “Kau terlambat lagi.”

Ia membungkuk sedikit.

“Mr. Kwon, jika kau terus datang terlambat, saya rasa saya harus membawamu ke ruang kepala sekolah.” Jelas Ms. Lee.

“Maaf.” Kata Yul singkat dan pergi ke tempat duduknya.

Jessica pergi ke tempat duduknya juga, melihat Yul dengan cemas.

“Sampai jumpa, Miss!”

Yul menguap ketika kelas pertama mereka berakhir. Matanya ingin tertutup namun ia berusaha untuk tidak tertidur.

Jessica, yang sejak tadi terus meliriknya, menyadari hal itu dan menghampirinya.

“Ini.” Ia menyerahkan sebuah permen mint. “Permen ini akan membantumu untuk tetap terjaga.”

Ia meraih tangan Yul dan menyodorkan permen itu kepadanya.

“Jangan buat Mr. Oh marah lagi.” Katanya dengan seulas senyuman dan kembali ke tempat duduknya.

Kenapa gadis ini sangat peduli kepadanya? Kepedulian itu tidak ditanggapi Yul.

Dengan malas ia membuka bungkus permen itu dan memakannya.

Pelajaran demi pelajaran berlalu dengan santai dan berakhir dengan cepat.

“Ayo, Je- di mana Jessi?”

Mereka memandang ke sekitar namun temannya yang satu itu tidak terlihat di mana-mana.

Ia telah berada di luar kelas, mencari seseorang.

“Di sini kau rupanya.” Jessica pergi ke ruang loker di koridor dan menemukan seseorang yang dicarinya. “Yul!”

Saat ia menutup lokernya, Yul melihat Jessica yang tersenyum kepadanya. Dia lagi? Kenapa dia terus menggangguku?

Ia berbalik, memutuskan untuk pergi, namun Jessica segera meraih lengannya.

Melihat bahwa masih terdapat banyak siswa yang berlalu-lalang di wilayah tersebut, Jessica menariknya dan membawanya ke sebuah pojok sepi di mana tidak ada seorang pun kecuali mereka berdua.

Melepaskan pegangannya, dengan hati-hati ia bertanya, “Yul, apa kau punya masalah?”

“Apa maksudmu?”

“Kulihat kau selalu tidur setiap pagi itulah kenapa kau selalu datang terlambat ke kelas.”

“Kenapa kau peduli?” tanyanya dingin.

Jessica tersenyum mendengar nada dinginnya.

“Sebagai ketua OSIS, aku harus menjaga rekan siswaku, khususnya pendatang baru. Sudah menjadi kewajibanku untuk membantumu.” Jelasnya.

“Dengar, Jung.” Yul melangkah lebih dekat ke arahnya. “Ini masalah pribadiku jadi berhentilah menggangguku.”

Ia mengeluarkan tatapan dinginnya kemudian pergi.

Jung? Apakah dia baru saja berbicara padaku? Jessica tersenyum lebar.

Itu adalah pertama kalinya Yul setanggap itu padanya dan ia merasa sangat bahagia bahkan jika hanya dalam waktu singkat.

Ia melihat laki-laki itu pergi dan berteriak, “Hei! Ingat kau bisa berbicara padaku jika kau punya masalah! Aku akan membantumu!”

Yul melanjutkan langkahnya.

“Bye, Yul! Sampai jumpa besok!”

“Di sini kau rupanya, jessi! Dari mana saja kau? Kita mencarimu.”

“Hai, Tiff!”

“Ayo, mereka menunggu kita di luar.”

“Baiklah.” Jessica memegang tangan Tiffany kemudian pergi.

Mendengar langkah kaki yang semakin menjauh, Yul berhenti berjalan. Tatapannya terarah pada Jessica dan Tiffany.

Ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menatapnya.

Gadis itu benar-benar keras kepala.

Ia pergi ke tempat sampah terdekat dan melemparkan bungkus permen itu.

~~~:~~~:~~~

“Selamat pagi, Jessica!”

Ketika ia berjalan di sepanjang koridor sekolah, beberapa siswa dari kelas berbeda, laki-laki dan perempuan, menyapanya.

“Selamat pagi!” sapanya dengan seulas senyum manis.

“Hai, Sica!”

“Hai, selamat pagi!”

“Selamat pagi, Jung.”

“Selamat pa-”

Ia menghentikan langkahnya. Jung?

Seulas senyum otomatis tersungging di bibirnya, mengingat hanya ada satu orang yang memanggilnya ‘Jung.’

Ia berbalik untuk menyapa orang itu, namun sayangnya, ia tidak menemukan laki-laki itu.

Ia melirik jam tangannya. Masih tersisa setengah jam lagi sebelum kelas dimulai.

Dia tidak akan datang sepagi ini. Mungkin aku hanya berhalusinasi.

Ia menjernihkan pikirannya dan kembali berjalan, melewati tempat di mana ia selalu menemukan laki-laki itu.

Ia mencarinya di sana namun ia tidak melihat seorang pun.

Tenggelam dalam pikirannya, ia melihat laki-laki berambut hitam berjalan menaiki tangga menuju rooftop.

Wajahnya bersinar. Ia berlari menuju tangga namun ia menabrak seseorang.

“Oh, maafkan aku!” ia meminta maaf.

“Sica?”

 ~~~ ~~~ ~~~

TBC

Gimana? Gimana? Comment Please!! 😀

see you later guys 🙂

credit : jurifetXD @SSF

boiboi~

Advertisements

51 thoughts on “Ice Boy [Chapter 2]

  1. hwaaa kereennn …

    Huuffttt yul appa bener” tukaran sifat dengan sica eomma .. hehehe ..

    taeyeon oppa ohh taeyeon oppa .. kamu dimana?? tiffany berharap punya kekasih tuhh … hehe

    Lnjutt yee thorr .. Fighting!!!

  2. Yul dingin,tpi saya tau sbenernya dia jga care sama sica. .kkeke
    fany pengin punya pcr jga?? Ikutan take me out aja lahk. .wkwk sabar ppany, tae.a blum ada/ emang gk ada. .ho

  3. Sifat na jessica koq pindah ke yul dingin na tukang tidur na ma malas na..tp dgn sifat tu yul klihatan WOW

  4. Annyeong 🙂
    Huah bener-bener kebalik yah? Hehe
    Kalau tuh sica tahu permen nya dibuang gimana? Sedih donk 😦
    Thor taeyeon gak ada yah? Hehe
    Ditunggu lanjutannya 🙂

  5. Annyeong #new reader 😀
    huaa~ yul dsni bner” beda dri biasanya
    jdi sica yg lebih agresif(?) hha
    semangat chingu lanjutnya
    aq tggu next partnya ya~
    pensaran kisah slnjutnya
    kajja sica berjuang! kekeke 😀
    yul seobang jgn lama-lama ya so cool.nya 😀

  6. Waaah, ini benar2 berbalik yah. Yul-nya super duingiiin bgt. Sicanya agresif. Kayaknya bakal seru neh. Lnjt th0r!

  7. Annyeong …..,,,,

    Waaah aseek D lnjut ..,,kkkeee~
    Wwoh, Yul Bner” dngin ,, Sica Bner” udh Lope nih sma Yul,,kkke~~
    Spertinya Ice Yul Sdah mlai sdikit Mncair,,,, U,u
    Penasran ,, D tunggu Next Chapter nyaaah,,,,
    SEMANGAAAAAAT

  8. permen dari sica di buang-_-“…. wkwkw…Soo lo mah bikin ngakak..kirain yoong suka ama sica rh engga yah…thor..taeng mana..’0′

  9. Kwon seobang jgn cuekin Sicababy ea donk …
    Xeexeexee …
    Semanagat buat sica cairkan hati Ice Prince mu …
    Haahaahaa …
    Lanjut thor …
    Yulsic JJANG …

  10. HAHAHA.. nice fic!
    tapi akan lebih bgus lagi jika taeyeon nongol dan jdi pacarnya pany.. MUAHAHA..

    Hwaiting!

  11. huwaaaa yul oppa keyyyeeeen(?)..gantian nich sica yg ngejar2??
    tukang tidur,dinging..wah ini mh sifat ea sica unnie pisan.*apaini?

  12. Yul mzih dngin aj dah akh,,
    sica perhatian bgt denkk!!! Jd mauuu *apeudeh*

    D tunggu lnjt ny thor,, mksh

  13. Setuju.. bagus nih fanfic.. saya udah baca di soshified.. biasanya kan yang kita tahu.. image ice udah melekat di Jessica, sekarang gantian si Yuri yang jadi ice..

  14. ah yul oppa sifat dinginmu cooL abiz…..
    sica trpesona saat pndangan prtama sama yul…sica fightiiing…

    dilanjut, hwaitiiiing……..

  15. sifat yg biasanya ada d jessi, jadi kebalik sekarang. adanya d yuri, sifat yuri ada d jessi..
    makin penasaran ma kelanjutannya…Semangaaaaaaaaaaaaattttt thor ^^

  16. annyeong…

    new reader ikut gabung hehehe…

    yuri itu copy an ssica bgt ya sifat na…
    dingin,sleepyhead,lazy boy..
    yah bisa d bilang yuri itu ssica versi cowo haahaha…

  17. yuri yg selalu lucu n dorky jd ice n cool,,,,
    sica yg slalu ice n cool jd ceria n periang, semangat…
    sukaaaa….
    daebak,,,,,
    ayo min lanjutkan…..

  18. sifatnya yul kok kayak sifatnya sica banget? apa emang tukeran? biasanya kan si yul yang ngejar2 sica tapi ini gantian sica yg ngejar2 yul, hahaha daebak thor 😀

  19. wah sepertiny aku tertinggal jauh di link ini.,
    banyak sekali yg hrs aku bca.,
    tpi sprtinya mnrik.,
    wah Sica btul” care sma Yul 🙂
    wah Yoong pingin banget dpt perhatian Sica 🙂
    psangan SooSun slalu kocak 😀
    poor Donghae kau di tolak Sica., tpi kau tak menyerah??
    Tarra-sshi kau memang JJANG
    next part 🙂

  20. Sider jamur??? Hahahaa
    Untuung gw punya sifat kayak kembaran gw Taeng, jadi rajin komen..hihi #apabanget dah -_-///

    Sifat yul, sica banget yaahh..
    Taeng manaaaa??? #Tetep yee

  21. ceritanya skrng neh yul yg jd ice prince nya,,,biasanya kan si ice princess…

    wahh…giliran sica neh yg ngejar” yul oppa….
    sukses ya sicababy….fighting…:D

  22. Haha lucu ini yul kebalikan sama sica wkakaka jd tukang molor,so lazy boy. Hayo hayo yul ngapain nih thor ngantuk mulu xD ohh jd skg type idealnya sica macem kek kwon yul 😀

  23. ini harusnya nama ff nya “sifat yang tertukar” hahahaha. Sica perhatian bgt sama yul ampe segitunya 😍 Fanny mau punya pacar, siapa yg bakal jd pacarnya nanti ._.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s