Ice Boy [Chapter 3]

Hi again 🙂 makasih loh ya buat commentnya.

———————–

“Donghae?”

“Jessica! Akhirnya, aku bisa bertemu denganmu lagi!” Donghae memeluknya erat-erat. “Apa kabar?”

“Sangat baik. Bagaimana denganmu?” ia tengah berbicara kepada laki-laki itu namun pandangannya melihat ke arah lain.

“Aku merindukanmu.” Jawabnya.

Jessica kembali melihat padanya. “Err…huh? Apa katamu?”

Donghae tertawa. “Aku bilang aku merindukanmu.” Ia memegang tangan Jessica dan tersenyum.

Jessica sedikit tersipu karena sikapya.

“Kau sudah sarapan? Ayo kita ke kantin, aku yang traktir.”

“Ah…tapi, Donghae.”

Donghae melirik jam tangannya. “Jangan khawatir, masih ada waktu. Aku memaksa.”

Tidak bisa memikirkan alasan lain, Jessica hanya membiarkan laki-laki itu membawanya pergi.

+++

15 menit sebelum kelas dimulai.

“Terima kasih untuk makanannya. Aku harus pergi sekarang.” Jessica beranjak dari kursinya.

“Kita pergi bersama.” Donghae juga berdiri.

“Tidak, tidak apa-apa. Uhm…aku harus pergi ke…perpustakaan dulu.”

“Begitu? Kalau begitu biarkan aku menemanimu.”

“Tidak, aku tidak-”

“Tidak apa-apa, Sica.” Donghae membawakan barang-barangnya. “Ayo.”

Jessica menyerah dan mengangguk.

Mereka tiba di perpustakaan. “Terima kasih, Donghae. Kau bisa pergi sekarang.”

Donghae tersenyum dan melambaikan tangan. “Sampai nanti, Sica.”

Jessica melirik jam tangannya. Masih tersisa sepuluh menit lagi.

Begitu Donghae pergi, Jessica langsung berjalan menaiki tangga. Ia berlari di sepanjang tangga menuju rooftop dan di sanalah ia menemukan laki-laki yang dicarinya.

Yul mengenakan kaus putih tanpa lengan dengan headphone di kepalanya.

Jessica melangkah lebih dekat ke arahnya tapi ia langsung menghentikan langkahnya.

Yul sedang menari dengan sepenuh hati. Gerakannya, poppingnya, dan body wave-nya yang seksi membuat gadis itu menontonnya dengan kagum.

Matanya tertutup, ia menari mengikuti irama musik dengan sepenuh hati. Mengakhiri rutinitas menarinya dengan sebuah putaran penuh, Yul berhenti dengan lembutnya. Ia menundukkan kepalanya, mengatur napasnya.

Di sisi lain, Jessica menatap ke arah Yul dan melihat butir-butir keringat yang bergulir dari wajah ke lehernya.

Apa yang aku pikirkan? Dengan gugup ia merapikan poninya dan mengipas-ngipas dirinya dengan tangannya, menghapus pikiran itu dari benaknya.

Mata Yul tiba-tiba terbuka dan melihat seorang gadis yang berdiri tidak jauh darinya.

Jessica membeku begitu ia melihat laki-laki yang terengah-engah itu menatap ke arahnya. “Er…uhm…maaf mengganggumu.”

Yul mengabaikannya dan berjalan menuju barang-barangnya.

Jessica mengikuti di belakangnya dengan hati-hati.

Yul mengambil botol air dan meneguknya.

“Aku lihat kau pergi ke sini tadi. Kupikir kau akan tidur lagi dan aku rasa aku harus datang kemari dan memeriksamu. Tapi sepertinya kau tidak sedang tidur.”

Yul tetap diam.

“Aku tidak tahu kau penari yang hebat.” Aku Jessica.

Yul mengabaikannya lagi dan mengeluarkan seragam dari tasnya.

Tanpa berkata apa-apa, ia membuka kausnya yang basah dan menyeka tubuh kecoklatannya.

Jessica agak terkejut namun ia menatap ke arahnya. Ia menelan ludah dengan gugup dan menggigit bibir bawahnya, melihat ternyata laki-laki itu memiliki tubuh yang sempurna.

Merasa seseorang sedang menatap ke arahnya, Yul berbalik dan memberikan tatapan dinginnya.

Jessica tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat ke arah ABSnya.

Melihat gadis itu melamun, Yul berdeham.

Jessica mendongak dan melihat Yul sedang menatap ke arahnya. Ia langsung menundukkan kepalanya dan memainkan jari-jarinya, merasa malu.

Yul berbalik sekali lagi, Jessica kembali menatapnya.

Ia melihat laki-laki itu memakai kaus dalam, seragam, dan dasinya. Ia merasa kagum melihat bagaimana cara Yul memasang dasinya. Tentu saja, apa lagi yang ia kira dari seorang anak yang berasal dari keluarga pengusaha?

Setelah Yul selesai mengganti pakaiannya, ia segera mengambil barang-barangnya dan berjalan menuju pintu, namun Jessica menariknya kembali.

“Apa?” tanyanya jengkel.

Jessica melihat sesuatu yang tidak ia sukai. “Masukkan seragammu.”

Seragam Yul tidak masuk ke dalam celananya.

“Tidak mau.” Ia mencoba untuk menarik lengannya dari genggaman Jessica namun genggamannya terlalu erat.

“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memasukkan seragammu. Ini kebijakan sekolah kami.” Katanya tegas.

Melihat bahwa Jessica tidak kunjung melepaskannya, Yul menjatuhkan barang-barangnya.

Jessica melepaskan genggamannya dan melihat Yul.

Yul balas menatapnya.

“Apa?” tanyanya.

“Apa kau benar-benar akan menontonku bertelanjang di depanmu?” kata Yul.

“Be-benar. Maaf.” Ia berbalik dan menunggu laki-laki itu selesai.

Menyadari laki-laki itu terlalu menghabiskan banyak waktu, Jessica berbicara. “Yul, kau sudah selesai?”

Tidak ada jawaban.

“Aku akan berbalik sekarang.” Ia berbalik dan tidak menemukan seorang pun.”

“Yul?” panggilnya.

Angin bertiup kencang.

Oh, bagus, kau ditipu olehnya, Jess.

Ia melirik jam tangannya dan matanya terbelalak kaget. Ia telah terlambat lima menit.

“Oh, tidak! Aku terlambat!” ia panik dan berlari menuruni tangga.

Ia memandang ke sekeliling koridor untuk memastikan apakah ada seseorang di sana namun ia tidak melihat seorang pun.

Ia berlari menuju kelas mereka.

Tidak repot-repot mengetuk, ia membanting pintu itu. Ia berjalan masuk, napasnya terengah-engah.

Semua orang di kelas tersebut mengalihkan perhatian mereka kepadanya; hampir semuanya terkejut.

“Maafkan saya, Ms. Lee. Saya sangat, sangat menyesal.” Ia membungkuk badan berulang-ulang pada guru mereka.

“Jessica? Saya terkejut kau terlambat.” Kata Ms. Lee.

Jessica tidak pernah terlambat. Jika ia pernah, itu karena seorang guru memintanya untuk melakukan sesuatu atau sekolahnya sedang mengadakan sebuah acara, tidak dalam keadaan seperti ini.

“Saya benar-benar minta maaf.” Ia kembali membungkukkan badanya.

Yul melirik ke arah Jessica dan menyadari bahwa gadis itu hampir menangis.

“Tidak apa-apa, Jessica. Kau tidak perlu meminta maaf lagi.” Ms. Lee tersenyum menenangkan. “Kau boleh duduk.”

Jessica mengangguk namun sebelum ia duduk, ia melihat ke arah Yul.

Jessica mendapati laki-laki itu sedang melihat ke arahnya sehingga laki-laki yang merasa bersalah itu memalingkan wajahnya.

+++

“Jessi, kau yakin kau tidak mau makan siang dengan kami?”

Ia mengangguk lemah. Bahkan ia sudah murung semenjak ia datang ke kelas.

“Sica, jangan terlalu mencemaskannya.” Yoong menenangkannya.

“Ya! Kau hanya terlambat. Ini bukan akhir dari dunia.” Tambah Soo.

Jessica melihat Soo dengan sedih. Ia benar-benar benci terlambat.

Mendengar komentar pacarnya, Sunny segera menutup mulutnya. “Kau tidak membantu.”

“Kalian bisa pergi duluan.” Kata Tiffany pada tiga temannya yang lain dan menoleh ke sahabatnya.

“Aku tidak pernah terlambat, Tiff. Aku seperti seorang siswa yang tidak bertanggung jawab.” Kata Jessica sambil cemberut.

“Tidak, kau tidak begitu. Jangan berkata seperti itu.” Tiffany memeluknya erat-erat, sebisa mungkin menenangkan sahabatnya. “Tunggu aku, oke? Aku akan membelikan makan siang untuk kita.”

Setelah semua temannya pergi, Jessica tidak bisa menahan tangisnya lagi. Ia merasa begitu marah sehingga ia mulai menangis diam-diam.

Ketika itu, Yul kembali ke kelas.

Ia melihat Jessica menangis dan memutuskan untuk memeriksanya.

Merasa seseorang memasuki kelas, Jessica langsung menegakkan posisi duduknya dan menyeka air matanya.

Yul berdiri di sampingnya. Ia merogoh saputangan dari sakunya dan menjatuhkannya di atas meja gadis itu.

Ia pergi ke tempat duduknya dan memasang headphonenya.

Jessica yang masih menenangkan dirinya, menatap saputangan yang tergeletak di atas mejanya.

Ia mengambil saputangan itu dan mencari orang yang meminjamkannya.

Ia hendak berdiri dan berterima kasih ketika seseorang tiba-tiba memasuki kelas.

“Jessi!”

Tiffany kembali dan duduk di sampingnya.

“Kau menangis?” tanyanya, melihat mata Jessica yang agak basah.

“Tidak, mataku kemasukan debu.” Jawabnya.

Tiffany menghela napas. “Aku mengenalmu, Jessi. Kumohon, jangan menangis.”

Tidak ingin membuat temannya khawatir, Jessica memasang seulas senyum.

Tiffany balas tersenyum kepadanya. “Ini, aku membeli makan siang. Ayo kita makan.”

+++

“Telepon aku saat kau tiba di rumah, oke?” Tiffany memeluknya.

“Dan lupakan apa yang terjadi hari ini. Jangan terlalu mencemaskannya.”

Jessica mengangguk lemah. Ia tidak begitu banyak berbicara sepanjang hari ini.

“Sampai jumpa, Sica.” Sunny, Soo, dan Yoong, juga berpamitan padanya.

Meskipun hari ini Jessica sedikit murung, ia tidak melupakan murid baru itu. Ia memandang ke sekeliling kelas dan melihat laki-laki itu meninggalkan ruangan.

“Yul!” Panggilnya dan berdiri di hadapannya.

“Ini. Terima kasih.” Ia mengulurkan saputangan milik laki-laki itu.

“Aku tidak membutuhkannya.”

“Tapi ini milikmu.”

“Sica!”

Jessica menolehkan kepalanya dan melihat Donghae berjalan ke arahnya, tersenyum lebar.

Donghae menatap wajahnya lebih dekat.

“Kau menangis?” tanyanya cemas.

Yul memperhatikan mereka; alisnya berkerut.

“Aku tidak apa-apa, Donghae.” Kata Jessica menenangkan.

“Kau yakin?” laki-laki yang khawatir itu memeluknya tiba-tiba.

Merasa sedikit tidak nyaman dengan hal itu, Yul memutuskan untuk pergi.

“Hey, Donghae!”

“Aku datang! Aku harus pergi sekarang. Hati-hati, Sica.”

Ketika Donghae menghilang dari pandangannya, Jessica berbalik. “Uhm…Yul-”

Tapi Yul sudah pergi.

Ia mendesah sedih. Aku bahkan belum mengucapkan sampai jumpa padanya.

Ia tahu Yul adalah alasan kenapa ia terlambat namun ia tidak bisa marah padanya. Ada sesuatu dengan laki-laki ini namun ia tidak dapat menjelaskannya.

~~~:~~~:~~~

Keesokan harinya.

Jessica tiba satu jam lebih awal di sekolah mereka. Ia benar-benar berencana untuk datang sepagi ini karena ia begitu frustasi dengan apa yang terjadi kemarin. Ia tiba di kelasnya dan menyadari bahwa ia orang pertama yang tiba di kelas. Matanya memandang ke sekeliling ruangan dan berhenti di salah satu kursi. Kursi itu adalah kursi orang yang ia ganggu beberapa hari terakhir ini. Ia mendudukkan dirinya di kursi itu dan tersenyum sendiri. Bangun sedikit lebih pagi membuatnya mengantuk. Tidak ada kerjaan lain, ia memutuskan untuk tidur. Ia meletakkan kepalanya di atas meja Yul, berasumsi bahwa ia dapat memimpikannya dan segera tertidur.

15 menit kemudian.

Yul adalah orang kedua yang datang ke kelas.

Ia datang sepagi ini karena ingin latihan menari lagi namun ia merasa malas dan memutuskan untuk langsung pergi ke kelas. Ia masuk ke dalam dan melihat seseorang tertidur lelap di atas mejanya. Yul hendak membangunkannya namun melihat mata gadis itu yang sedikir bengkak, ia membiarkannya untuk tidur lebih lama. Ia duduk di sampingnya. Melihat Jessica dalam keadaan seperti itu membuatnya merasa bersalah dengan apa yang terjadi kemarin.

Ia mengeluarkan secarik kertas dan menulis sesuatu. Ia melipat kertas itu dan dengan hati-hati ia meletakkan kertas itu di saku blazer Jessica.

Melihat gadis itu tertidur membuatnya mengantuk juga. Namun, dengan seseorang di kursinya, ia memutuskan untuk tidur di meja gadis itu. Supaya adil.

15 menit berlalu.

Jessica terbangun.

Ia beranjak dari duduknya dan menyadari ia tidak lagi sendirian di ruangan tersebut. Ia berjalan menuju mejanya dan mendapati seseorang yang ingin ia mimpikan, tertidur nyenyak di sana. Ia duduk di samping laki-laki itu.

Jessica tersenyum. Ia menumpukan kedua siku di atas meja dan mengamati laki-laki yang sedang tidur itu. Dengan wajah mereka yang sangat berdekatan, ia tidak bisa menahan diri untuk menatapnya. Ia melihat lidah laki-laki itu yang sedikit menjulur keluar.

Dia lucu sekali! Jessica terkekeh.

Ia membelai rambut hitam lembutnya dengan jarinya.

 

Dan berharap bahwa dialah alasan dibalik senyum itu.

+++

Dengan berlalunya waktu, siswa datang satu per satu.

Jessica membiarkan Yul tidur di atas mejanya untuk beberapa menit lagi.

“Selamat pagi, Jessi!”

“Selamat pagi, Sica!”

Tiffany dan Sunny tiba di kelas dan melihat seseorang duduk di meja temannya.

Jessica hanya tersenyum kepada mereka dan mengangkat bahunya.

“Permisi, Jessica Jung. Ms. Kim memanggilmu.” Seorang siswa memberitahunya.

“Baiklah. Terima kasih!” ia berjalan menuju pintu dan menoleh ke teman-temannya. “Tiff, Sunny-ah, aku serahkan kelas ini pada kalian sebentar.”

“Baiklah, Jessi. Serahkan pada kami.” Jawab Tiffany.

“Kenapa dia tidur di meja Sica?” tanya Sunny.

Tiffany mengangkat bahunya. “Tapi dia memang tukang tidur.”

+++

“Hey, Taecyeon, lihatlah. Si murid baru itu tidur di meja putrimu.”

Jika Lee Donghae mengejar Jessica selama hampir tiga tahun, laki-laki bernama Taecyeon ini mengejar-ngejarnya selama hampir setahun.

Jessica menolaknya juga, tapi mereka terlalu keras kepala untuk menjadi pacarnya.

Yah, siapa yang tidak mau? Jessica siswa paling populer di sekolah mereka dan mungkin, siswa yang paling dicintai oleh para siswa, guru, dan juga karyawan sekolah.

Dia cantik, ramah, bertanggung jawab, dan yang terpenting, perhatian. Benar-benar gadis yang sempurna.

Taecyeon mengalihkan tatapannya pada laki-laki yang tertidur di meja Jessica.

“Dia pikir dia siapa?” gumamnya tegas.

Matanya memandang ke sekeliling kelas dan melihat seorang siswa. “Yah, kau. Berikan bukumu.”

Merasa terancam olehnya, siswa kutu buku itu segera menyerahkan buku tebalnya.

Taecyeon melemparkan buku itu ke arah Yul dan tersenyum puas.

Yul terkejut, tapi ia tidak memekik kesakitan.

Ia hanya menggosok belakang kepalanya. Siapa yang berani mengganggu tidurku?!

Tapi ini memang sakit. Sangat sakit.

Ia menegakkan posisi duduknya dan menggosok matanya.

Setelah mengembalikan kesadarannya, ia berdiri dengan marah.

Tiffany dan Sunny yang sibuk mengobrol tidak mengetahui apa yang terjadi.

“Ada apa, Yul?” tanya Tiffany.

Yul mengabaikannya dan menatap ke arah sekelompok laki-laki yang sedang tertawa.

“Hai, seksi. Akulah yang melemparkan buku itu. Ada masalah?” Taecyeon menatap ke arahnya dengan cara menggoda.

Yul mengencangkan tinjunya. “Apa masalahmu?”

“Kau.” Taecyeon beranjak dari kursinya perlahan. “Kau lihat, kau berliur di atas meja putriku. Apa kau tidak tahu kalau tidak ada seorang pun yang berani duduk atau tidur di mejanya?”

Yul melangkah lebih dekat ke arahnya dan menatap matanya lekat-lekat. Dia marah, sangat marah.

“Apa? Kau ingin memukulku? Silakan, Kwon. Aku tidak takut.” Taecyeon mengencangkan tinjunya dan tiba-tiba memukul wajah Yul.

Yul terhuyung ke belakang namun ia segara kembali ke posisinya dan balas memukul Taecyeon.

Melihat dua laki-laki itu berkelahi, Tiffany dan Sunny panik.

“Astaga! Seseorang hentikan mereka!”

Mereka saling melayangkan pukulan dengan sengit sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menghentikan mereka.

Semua siswa di dalam ruangan tersebut menonton mereka berkelahi. Para siswa perempuan ketakutan sementara siswa laki-laki bersorak untuk mereka.

Ketika itu, Jessica kembali.

Ia terkesiap dan matanya terbelalak melihat kejadian tersebut. “Apa yang terjadi di sini?”

“Jessi! Tidak ada yang bisa menghentikan mereka.” Tiffany segera menghampirinya.

“Yah, kalian berdua! Hentikan!” teriak Jessica namun kedua laki-laki itu mengabaikannya dan terus berkelahi.

Sebagai ketua kelas, ia harus melakukan sesuatu.

Tanpa berpikir dua kali, ia menghampiri mereka dan mencoba menghentikan mereka. “Aku bilang, hentikan!”

Sayangnya, tanpa sengaja kedua laki-laki itu memukulnya, membuatnya jatuh tersungkur di lantai.

“Jessi! Sica!” Tiffany dan Sunny bergegas menghampirinya.

Kedua laki-laki itu berhenti dan menoleh ke arahnya.

Ketika itu, Ms. Lee datang. Ia terkejut melihat situasi di depannya; Jessica yang terduduk di lantai, Yul dan Taecyeon yang saling memegang kerah satu sama lain.

“Kalian bedua, pergi ke kantor kepala sekolah, SEKARANG!”

~~~:~~~:~~~

TBC

credit : jurifetXD @SSF

boiboi~

Advertisements

47 thoughts on “Ice Boy [Chapter 3]

  1. Annyeong 🙂 🙂
    Woah thor yul gak enak atau gimana tuh dengan haesica?? Haha
    Yah thor.. Jadi nanti ada beberapa pemain baru yah? Hehe semoga taeng termasuk 🙂
    Ditunggu lanjutannya 🙂

  2. Tinggalin jejak dulu ah… Haiii maf ya thor baru komen.. Sebenarnya reader baru juga sih baru ngikutin yg ice boy n baru komen sekarang, hehhehe.. Tp aku suka yul yg dingin, gantian sica yg ngejar2 yul.. Lanjut thor…

  3. annyeong…

    Yeah! Kau hanya terlambat.Ini bukan akhir dunia *sumpah ngakak*
    Soo kau bner” tak membantu sama skali yach..hahaha…
    Author plissss bgt hadirkan taeng buat ppany yah,pleaseeeeeeee *puppy eyes*

  4. Anyeong,,,,,
    Grrrrrr… Ngebayangin yul ngedance aja udh gmn gtu
    Kyaaa sica onnie byun. Tp gk pp ko. Ttp suka mo gmn jg
    Di tnggu nex’a yaaaaaaaaaa.

  5. Huhhh …
    Sica bner2 siswi teladan …
    Tlat bntar za mpe sgtu ea ..
    Klu q sie nyelonong msux za ..
    *plakk .. D tendang Guru#
    kerend thor ..
    D tnggu part 3B ea ..
    Semangat … !!!

  6. Waaahhh update lagi …

    yul appa udah keren, dingin, kaya, tampan , baik lagii .. hehe

    jessi eomma mkin gila aja nih ma yull …

    lnjutt thorr. .. jngan lama yahh diupdateny ..

  7. Kyaaa Yuri oppa keren sekalii *.*
    seo ama taeng bakal ada gak thor ?
    Kesian fany ama yoong menjomblo…:D

  8. thor kapan ni Yuri nya disatuin ma Sicanya???
    jadi kagak sabar…
    waah…ada donghae anaknya haji muhidin ni (sama2 nyebelin)#pletaaakkk#becandaaa..#
    ditunggu translate selanjutnya!!!!

  9. omo, yul tega amat sama sicababy…
    waah muncul donghae, bisa jdi pnghambat hbungan yulsic nich…
    next dtunggu thor, cemangaaat…

  10. hallo saya reader baru salam kenal ya thor..
    Maaf saya coment di sini aja ya.hehehe
    saya suka ff nya emmz keren lanjut fighting. 🙂

  11. yaampun jessi gue aja hampir tiap hari telat sekolah aja masih cengarcengir haha eh tp jessica bener2 pantang menyerah yaaa, gue kalo jadi jessica mah udah kit ati kali di cuekin mulu hehe so next part ditunggu thor 🙂

  12. sica udh kek ank tladan telat dkit aja nangis…pdhal klau aku tlat aku msok aja k klas tnp rsa malu#plak
    donghae udh nongol..ntr jgn2 yg akn nongol victoria lgi…

  13. Sica sgtu sedihny cm telat 5mnit2?? Ckckckk,,, good girl^^

    Ihh,, si donghae maen peluk2 aj sihhh!!! Geezzzzz…

    Yul mulai perhatian ke sica tp stay cool,, dsni sifat yulsic bnr2 terbalik yh? & itu yg mlah jd bkin penasaran,,
    D tunggu part slnjtny y,, mksh^^

  14. aku selalu menantikan ff mu thor, ngebayangin yuri nari popping dengan keringat bercucuran hua so sexy, tak sabar menunguu kedatangan tokoh baru.

  15. Annyeong ,,,,,,

    Aseeeek Update Cpett,,,,kkkeee~
    Wooh Byangin Yul dance Gtu ,psti bner” kreeeennn ,,, U,u
    *apaIni*
    Sica teladan ,,Telat Skali aja nangis,demi Si Ice Boy Kwon Yul,,,kkeee

    Wah Kira” Usha apa lgi yng d buat Sica ??? blum mnyerah kan ,,
    Penasaaraaaan,,,,,
    D tunggu next chapter nyaaah
    SEMANGAAAAAT

  16. Biasa nya sica unnie klo tlambat biasa2 aja tuh tp kalo d sini wahh sampe nangis sgala..emg beda bgt dr yg laen..
    Yul dingin bgt

  17. hmm…kayanya yuri terganggu ma haesicca 🙂
    eaa…sicca terpesona ma yul wktu dance,kekeke

    ditunggu kelanjutannya 😉
    fighting !

  18. Sica bener” luarbiasa.
    Dan yul waw. *mimisan
    dia buka baju depan sica omo!
    Aw! Aw!
    Oke setia menunggu selanjutnya.

  19. Liat yul ngdance pasti keren bgt, liatnya barang tak berkedip sekalipun kekeke
    Yahh hae mulai muncul, pst nti jd pnggngu yulsic hohoo
    ninggalin jejak dlu ah dsni -mw lnjut k part B hhe

  20. sejak h.muhidin nikah ama bos romlah..hahaha #peltaaaakk#makin ngaco azah#
    semangaaaaaaaaattt teruus pantang mundur..hehe

  21. aigooo….sica,cmn gra2 terlambat sedih ampe segitunya..kkkk^^.Aku aja yg sering telambt tiap hri tetap bahagia.haahaha 😀

  22. uwah Yul, kenapa kau meninggalkan Sica seperti itu dan mencoreng rekor tidak pernah terlambatnya 😥
    meskipun bgtu Sica tetap menyukaimuuuu

  23. sica ati2 ntar malem gabisa tidur ngebayangin absnya yuri mulu, secara abs nya yuri kan seksi ❤
    itu yuri kenapa langsung pergi pas ngeliat sica dipeluk donghae? cemburu kah?

  24. Sica bener2 siswa teladan, telat 5 menit aza ampe nangis2 gitu n BT seharian,,,
    Tp tetep ğªќ bisa marah ama yul,,,
    Sica baby mulai Pervet bih liat Abs nya kwon seobang,,, hihhihi

  25. ah Donghae knp kau mengajak Sica sarpan.,
    jdi gk ktemu deh Sica ama Yul.,
    wah Sica kau mrasa panas stlah mlihat Yul mnri??
    ha ha ha 😀
    Yul tetep stay cool brbrbrbr dingin banget dah 😀
    oke dah next part B|

  26. Bayangin yul abis dance terus toples begitu bikin ngiler #plak
    Sempurnaaa boo’..
    Tapi otak gw jadi kebagi” deh, bayangin scene ny jadi Taeny.. #dzigh #nyengir unyu (*¯︶¯*)
    Kabooor..

  27. aaaaaaa my princess kenak pukull T.T duh sakit pasti…. taecyeon krang ajar bgt lagi.. gue kepo ama lanjutannya ><

  28. Aiiiih sebel banget sama Dongek & Tecon..
    Apa yg dtulis Yul ke Sica ya?
    Trnyata Yul prhatian jga ya ttep dngan cara dingin..

  29. waah yul saingannya banyak ya, hati2 jgn dingin2 ama sica wkwkwkwk. waduh sica kena pukul mereka ckckckck

    sica klu di dunia nyata tuh ga gini ga gini hahahahaha. klu terlambat tuh biasa aja 😄

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s