Ice Boy [Chapter 4]

Hi. .it’s me again

~~~ ~~~ ~~~ ~~~

“Kalian bisa pergi duluan.”

“Baiklah, Sica. Kami akan menunggumu di kantin.” Kata Yoong.

Jessica memandang ke sekeliling ruangan dan melihat Yul duduk di kursinya, kepalanya ditundukkan.

Tidak ada seorang pun kecuali mereka berdua di dalam ruangan tersebut.

“Yul, kau sudah pergi ke klinik?”

“Jangan ganggu aku.” Gumamnya dingin.

“Kalau kau tidak segera mengobatinya, lukamu akan semakin parah.” Katanya cemas.

Yul merasa jengkel dengan kehadirannya. Ia beranjak dari kursinya dan mulai berjalan menjauh dari gadis itu.

“Tunggu!” Jessica bersikeras dan meraih lengannya. “Kalau kau mau, aku bisa mengantarmu ke klinik.”

“JANGAN GANGGU AKU!” serunya.

Saat itu Yul benar-benar marah sehingga ia berteriak padanya.

Dengan kasar ia menarik lengannya dari genggaman Jessica dan keluar dari ruangan.

Jessica terkejut. Ia bener-benar terkejut. Tapi itu tidak membuatnya menyerah.

Ia mengembuskan napas.

Aku tahu kau seperti itu hanya karena kau memiliki masalah, Yul. Kenapa kau tidak mau menceritakannya padaku.

+++

Yul berjalan tanpa tujuan di sekitar koridor, menenangkan dirinya.

Ia benar-benar merasa terganggu dengan luka-luka dan memar-memar di wajahnya sehingga ia memutuskan untuk pergi ke klinik.

Pintu klinik itu sedikit terbuka.

Ketika ia hendak membukanya lebih lebar ia melihat seseorang di dalam.

Jessica sedang mengobati luka Taecyeon.

Hanya mereka berdua yang berada di dalam ruangan tersebut.

Yul merasa sedikit tidak nyaman dengan pemandangan di depannya.

“Kau tahu, Jessica. Kalau kau selalu mengobatiku seperti ini, aku lebih baik dipukuli setiap hari.” Aku Taecyeon dengan seulas senyum puas di wajahnya.

Jessica tetap diam; sedikit tersipu oleh kata-katanya.

Alis Yul berkerut. Ia langsung menutup pintu klinik and menjauh dari tempat tersebut.

+++

“Kwon Yul.”

Kelas mereka yang selanjutnya tiba dan Ms. Kim sedang memeriksa kehadiran mereka.

“Kwon Yul?” ulangnya.

Yul belum kembali.

Mungkin dia masih marah. Pikir Jessica ketika ia mendapati meja laki-laki itu kosong.

“Dia tidak ada di sini? Saya melihatnya tadi.” Gumam Ms. Kim.

“Permisi, Bu.” Ketua kelas itu mendengarnya dan menyelanya. “Kalau Ibu mau, saya akan mencarinya. Mungkin dia ada di klinik.”

“Oh, kau tidak keberatan?”

“Tidak.” Jawabnya dengan seulas senyum.

Tentu saja, ia SAMA SEKALI tidak keberatan.

“Baiklah kalau begitu. Tolong cari dia.” Kata Ms. Kim.

Jessica segera berdiri dan meminta izin.

Ketika akhirnya ia keluar dari ruangan, ia berhenti sejenak. “Sekarang, di mana dia?”

Pertama ia pergi ke tempat di mana Yul mungkin berada sekarang, klinik sekolah.

Ia mengetuk pintu klinik itu.

“Masuklah!” seru suara dari dalam.

Ia membuka pintu klinik dan menyapa. “Hai, suster Joy.”

“Jessica.” Sapa suster sekolah itu. “Saya minta maaf. Saya dengar kau datang kemari tapi saat itu saya sedang makan siang. Apakah semuanya baik-baik saja?”

“Ya, sekarang semuanya sudah baik-baik saja. Saya dengan seorang siswa tadi dan saya sudah mengobati lukanya.” Jelasnya.

“Oh, begitu? Terima kasih telah membantu pekerjaanku. Kau butuh bantuan?”

“Err…apakah seorang murid baru lewat ke sini?” tanyanya.

“Hmm. Maksudmu, Kwon Yul? Tidak, saya belum melihatnya.” Jawab suster Joy.

“Oh.” Jessica mengangguk. Sangat keras kepala.

“Dan satu hal lagi, suster. Bolehkah saya meminjam alat pertolongan pertama dan beberapa kantong es?” tambahnya.

“Tentu. Silakan.”

“Terima kasih!” Jessica mengambil semua yang dibutuhkannya dan meninggalkan klinik.

Ia berpikir sejenak sebelum berjalan ke koridor.

Hanya ada dua tempat yang mungkin didatangi Yul; apakah itu tempat di mana mereka selalu bertemu di pagi hari, atau di rooftop.

+++

Yul berada di rooftop, beristirahat.

Ia menyentuh wajahnya dan meringis kesakitan. “Laki-laki itu memukulku dengan sangat keras.”

“Apakah itu menyakitkan?” suara seseorang menyelanya.

Yul mendongak. Suara itu membuatnya terkejut.

Ia mendapati Jessica berdiri di sampingnya.

Tangannya membawa kantong es dan alat pertolongan pertama.

“Sedang apa kau di sini?” gumamnya dan memalingkan wajahnya.

“Ms. Kim memintaku untuk mencarimu.”

“Bilang padanya kalau aku sudah pulang.”

Jessica tersenyum. “Bagaimana bisa aku memberitahu dia kalau kau sudah pulang ketika kau masih di sini?”

Yul mengabaikannya.

Jessica duduk di sampingnya dan menempelkan kantong es itu ke wajah memarnya.

Tapi Yul mendorong tangannya. “Ck. Jangan ganggu aku.”

Tanpa diduga Jessica menyubit pipinya, jelas tidak menyukai sikap laki-laki itu kepadanya.

“Aaah! Yah!” laki-laki yang jengkel itu memelototinya.

“Kalau kau terus bergerak, aku akan menamparmu.” Ancamnya.

Luka-luka dan memar-memar di wajahnya benar-benar semakin menyakitinya sehingga ia tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan gadis itu mengobatinya.

Jessica menolehkan kepala laki-laki itu ke arahnya; Yul menghadapnya.

Dan itu adalah hal yang tidak pernah ingin ia lakukan.

Mata Yul kini menatap kepadanya.

Ia mencoba mengabaikannya namun tatapan laki-laki itu terlalu mengganggu.

Wajahnya mulai terasa panas.

Terlalu terganggu dengan tatapannya, Jessica mencoba berbicara. “Y-Yul, bolehkah aku tahu kenapa kau dan Taecyeon berkelahi?”

“Bukan urusanmu.” Jawabnya singkat dan memalingkan wajahnya.

Jessica cemberut. “Kurasa kau tidak mendengar apa yang aku katakan kemarin-kemarin.”

Yul melirik ke arahnya.

“Bukankah aku bilang saat kau memiliki masalah, jangan ragu untuk menghampiriku. Kau bahkan tidak berbicara padaku.” Tambahnya.

“Aku tidak punya masalah.” Katanya dingin.

“Aigoo~ sangat dingin namun sangat hot.” Gumam Jessica pelan.

“Apa?” tanyanya.

“Huh? Aku tidak bilang apa-apa. Astaga, Yul! Kurasa otakmu juga rusak, karena kau mendengar hal-hal aneh. Taecyeon pasti memukulmu dengan sangat keras.”

Yul mendengus dan berdiri.

“Hei, aku belum selesai mengobatinya.” Ia mencoba untuk menghentikannya namun Yul sudah pergi.

Ia mengembuskan napas berat. Ugh…kenapa aku mengatakan itu?

Lalu ia terkekeh. Tapi itu memang benar. “Kau sangat dingin tapi sangat hot.”

+++

“Ayo kita pergi teman-teman!” seru Jessica antusias.

Teman-temannya terkejut melihat semangatnya.

Tidak seperti kemarin, seharian ini ia lebih banyak berbicara dan tersenyum.

“Ada apa dengannya?” tanya Yoong ke Tiffany.

Tiffany mengangkat bahunya.

“Aku tidak tahu seseorang akan sangat bahagia ketika mereka terdorong ditengah perkelahian.” Goda Soo.

Jessica hanya tersenyum lebar kepada mereka dan memasukkan tangannya ke saku blazernya.

Salah satu tangannya menyentuh sesuatu di dalam saku.

Mengeluarkannya, ia menemukan sebuah catatan.

Maaf.

“Maaf?” ia berpikir sejenak dan kembali memeriksa sakunya.

Ia menemukan sebuah permen mint. Permen yang sama yang pernah ia berikan kepada Yul.

Wajahnya berseri-seri dan ia kembali melihat ke ruang kelas.

Tapi Yul sudah tidak ada di sana.

Ia segera keluar dari ruangan dan mencari keberadaan laki-laki itu.

“Yul!” panggilnya.

Mendengar suara yang sangat dikenalnya, Yul tidak berhenti berjalan dan memasang headphonenya, pura-pura tidak mendengarnya.

“Kwon Yul!” Jessica mempercepat langkahnya dan berhenti tepat di hadapan laki-laki itu.

Yul menarik napas perlahan dan melepas headphonenya. “Sekarang apa lagi?”

“Itu bukan salahmu. Kau tidak perlu meminta maaf.” Akunya.

Untuk sejenak Yul merasa bingung, lalu ia melihat secarik kertas dan permen di tangannya.

“Aku tahu.” Ucapnya pendek dan jawabannya membuat Jessica terkekeh pelan.

“Sampai jumpa besok, Yul.”

Yul berjalan melewatinya lalu berhenti sejenak.

“Bye.” Balasnya tanpa menolehkan kepalanya lalu kembali berjalan.

Jessica menatap kepergiannya dan tersenyum lebar. “Bye, Kwon Yul!”

~~~:~~~:~~~

Keesokan paginya.

“Hey.” Ia menyikut lembut laki-laki itu.

Yul terlihat tidur di tempat biasa Jessica menemukannya.

Sudah menjadi kebiasaan Jessica untuk melewati tempat itu setiap pagi sebelum kelas dimulai. Begitu ia tiba di sekolah, ia akan pergi ke tempat itu lebih dulu dan membangunkan pangeran tidurnya.

“Bangunlah, Yul. Kita akan terlambat.”

Yul mengerjap-ngerjapkan matanya dan hal pertama yang dilihatnya adalah teman sekelas yang bertanggung jawab dan keras kepala, tersenyum ke arahnya.

Ia meraih lengan gadis itu dan menariknya lebih dekat kepadanya, membuat gadis itu tersipu oleh tindakannya yang tiba-tiba.

Wajah mereka sangat dekat sehingga wajah gadis itu memerah.

Yul melirik pada jam di tangan gadis itu dan melepaskan genggamannya.

Ia berdiri dan meninggalkannya tanpa kata, meninggalkan Jessica sendirian.

Jessica masih tercengang. Menatap pergelangan tangannya, ia tersenyum malu.

Ia sangat mengharapkan Yul memegangnya seperti itu.

Ia berbalik dan mengikuti di belakang Yul.

Dalam perjalanan menuju kelas mereka, Jessica melihat papan buletin sekilas dan melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.

“YUUUL!” teriaknya keras-keras.

Laki-laki itu berhenti dan menoleh.

Semua siswa di wilayah tersebut sekarang melihat ke arahnya.

Sadar akan tatapan tidak nyaman pada dirinya, Yul mengabaikan ketua osis mereka dan melanjutkan langkahnya.

“Yah, tunggu!” Jessica menariknya kembali ke papan buletin dan menunjuk ke salah satu pengumuman. “Lihat!”

Ia melihat ke arah yang ditunjukkan Jessica dan membacanya.

Menari seolah-olah tak ada seorang pun yang menonton…

Who: (open to) ALL Students

What: Dance Audition for the Dance Club

Where: Auditorium

“Just bring your music piece and show us what you’ve got!”

“Kau akan mengikutinya, kan, Yul?” Jessica bersikeras.

“Tidak.” Jawabnya singkat dan mulai berjalan.

“Kenapa tidak? Kau penari yang hebat.” Jessica mengikuti di belakangnya dan terus mengganggunya hingga mereka tiba di kelas mereka. “Ayolah, Yul. Ini kesempatanmu. Jangan sia-siakan bakat yang kau miliki.”

“Sica, kau sudah melihat pengumuman di papan buletin? Shikshin dan aku akan mengikuti audisinya.” Yoong memberitahunya.

“Oh, benarkah? Itu bagus! Aku ingin tahu SIAPA LAGI yang akan bergabung.” Ia sengaja meninggikan suaranya agar Yul mendengarnya.

Sayangnya, laki-laki itu mengabaikannya.

Yul memasang headphonenya dan menjatuhkan diri di kursinya.

Melihat Yul tidak mendengarkannya, Jessica mengembuskan napas dan duduk di kursinya.

+++

“Ayo kita pergi, Jessi.”

Jessica mengangguk namun sebelum ia pergi, ia memeriksa ruangan.

Ia merasa kecewa ketika Yul sudah pergi.

“Ada apa?” Tiffany mendengarnya mengembuskan napas.

Ia menggelengkan kepalanya.

“Kau yakin?”

Ia mengangguk.

Tiffany memegang tangannya dan tersenyum kepadanya.

Tidak ingin membuat sahabatnya khawatir, Jessica balas tersenyum.

“Kau akan menonton audisi kami, kan?” tanya Yoong tiba-tiba.

“Kurasa tidak. Saat itu kita ada kelas.” Jawab Sunny.

“Kalau begitu bilang saja pada Ms. Lee kalau kalian ingin menonton audisi. Aku yakin dia tidak bisa berkata tidak pada siswa kesukaannya. Bukan begitu, Sica?” Soo tersenyum lebar ke arahnya.

“Kita lihat saja nanti.”

+++

Yul menutup pintu lokernya.Ia berjalan di koridor dan melewati papan buletin.Ia tidak melihat seorang siswa pun di sana.

Sebuah poster menarik perhatiannya.

Ia menghela napas dan berpikir sejenak. Haruskah aku bergabung?

Yul tidak tahu kenapa ia ingin mengikuti audisi tersebut. Ia tidak yakin apakah itu karena menari merupakan kegemarannya, atau itu karena seseorang.

“Ini.” Seseorang memberikan pulpen.

Ia menoleh ke sampingnya dan melihat seorang gadis tersenyum ke arahnya.

“Kau ingin mengikuti audisi, kan?” katanya.

Yul mengalihkan tatapannya pada gadis itu, lalu pada pulpen di tangannya.

“Ayolah, coba saja. Lagipula kau tidak akan rugi.” Tambahnya.

Akhirnya ia mengambil pulpen itu dan menuliskan namanya.

12. Kwon Yul 6 – A

“Aku dengar audisi tahun ini akan sangat ketat. Berusahalah sebaik-sebaiknya dan semoga beruntung. Hwaiting~” gadis itu memberikan pose ‘hwaiting’ dan pergi.

Yul melihat kepergiannya dan mengembuskan napas.

Apakah aku melakukan hal yang benar?

~~~:~~~:~~~

Hari audisi.

“Kenapa kelas saya sangat suram hari ini?” Wali kelas mereka menyadarinya begitu ia memasuki ruang kelas.

“Kami ingin menonton audisi dance.” Jawab salah satu siswa.

“Ya, Bu. Beberapa teman sekelas kita mengikutinya.”

“Dan mereka membutuhkan dukungan kami.”

Ms. Lee tersenyum. “Bolehkah saya tahu dari kelas saya siapa saja yang mengikutinya?”

“Im Yoong and Choi Soo.”

“Ock Taecyeon, juga.”

“Aku dengar Kwon Yul mengikutinya juga.”

Tiba-tiba Jessica merasa antusias setelah mendengar namanya.

Ia menoleh ke salah satu teman sekeslanya dengan ekspresi terkejut. “Kwon Yul?”

Siswa itu mengangguk.

Ia sudah tahu Yul belum juga datang dan ia pikir laki-laki itu hanya terlambat.

Ia tidak tahu kalau laki-laki itu mendaftar audisi.

Ia melihat ke arah Ms. Lee. “Uhm…Ms. Lee, bolehkah kami menonton audisinya? Teman-teman sekelas kami benar-benar membutuhkan dukungan kami, kami mohon.”

Jessica merapatkan kedua tangannya dan menunjukkan aegyo terbaiknya kepada Ms. Lee.

Ms. Lee terkekeh. Tentu saja, sebagai siswa yang paling disukainya, ia tidak bisa berkata tidak kepada Jessica.

“Baiklah. Tapi, pastikan-”

Sebelum ia dapat menyelesaikan kalimatnya, semua siswanya segera menghilang dari ruang kelas.

“Aigoo~ anak-anak ini…”

+++

“Terima kasih. Selanjutnya, nomor 12.”

Yul berjalan ke tengah panggung. Ia mengenakan kaus hitam tanpa lengan dan celana pendek hitam.

“Silakan perkenalkan dirimu.”

“Kwon Yul. kelas 6-A.”

“Oh, kau si murid baru. Baiklah, tunjukkan kemampuanmu.”

Mungkin tidak terlihat jelas namun Yul benar-benar gugup. Itu adalah kali pertamanya menari di tempat umum.

Ia melihat ke tempat duduk penonton dan mencari seseorang yang dapat menenangkannya.

Sebagian besar teman sekelasnya berada di sana namun ia tidak menemukan orang yang dicarinya.

Ia mengembuskan napas.

Ia berbalik dan menutup matanya.

Aku bisa melakukannya. 

~~~:~~~:~~~

TBC

okay that’s it. aigoo~ silent readers nya malah tambah banyak ckckck ok lah makasih ya udah ngeramein wp ini 🙂 and satu lagi don’t call me author just call me Tarra 😀

gue bakalan sering update sebelum hiatus UN nanti. 😀

credit : jurifetXD @SSF

boiboi~

Advertisements

53 thoughts on “Ice Boy [Chapter 4]

  1. Aigooo yul keren sekali *.*
    sica sica semangat ya ngejar2 yul nya^^

    cepet lanjut ya ‘Tarra’…kekekeke~xD

  2. wkekeekekekek…………….. Ahhh sicaaa perhatianmu membuat hatiku meleleh, ternyata lebih susah melumerkan hati yuri daripda hatinya sica.. Hahahaha

  3. annyeong…

    aku stuju bgt,klo yuri itu sangat dingin tp juga sangat hot…hihihi
    ssica pantang menyerah bgt yach buat ng deketin yuri,bisa d bilang ssica itu bermental baja *aduh

  4. Aii aiii …
    Gemes nie liat Yulsic msi mlu2 kucing …
    Si muka kotax mank sox jagoan ea.. Maen mukul2 kwon seobang …
    Yulsic jjang …
    Gomawo wat author ea yg dah nymptn update …
    Lanjut .. Semangat !!!

  5. Aigoo sica pantang menyerah banget 🙂 #semangat terus jung 😀
    itu juga si taecyeon ngpain cri mslh sma Yul hohoo
    asyikk moment yulsic dsni bkin gregett
    mumumuu :* buat author wkwk
    next partnya jgn lma.lama ne~ 🙂

  6. Akh,,, so sweet bgt.nih crita..
    Lucu. Jessica di sn jd manis bgt. Trs yul mlh lebih dingin sih tp udh mulai ngerespon sicca Ah pko’e seru bgt dh.
    Di tnggu nexnya yaa 🙂

  7. yeay cepet updatenya 😀 yuri gengsian abisss tapi tetep kece u,u okee lanjut terus ya 😀 oh sukses juga buat un nya tarra wkwk #ciatt kayak sok deket gitu ga sih kalo manggil nama wkwkw lo un gue libur u,u hehe *evillaugh*

    • sok deket yah ? fineeee *nangis di tengah jalan* *elap ingus ke taeng* #skip gapapalah kalo nanti lama, gue tetep nunggu kok tar #ciaa”tar” #apaansihgue-_-

  8. Bener2 ice boy
    Kirain judul’a ice boy yg jadi cwok’a jessica, tau’a tetep yuri
    Taecyeon apaan sih
    D’tunggu lanjutan’a

  9. waduh abang yul, udah kaya frezer aja dingin banget…
    hadeuh nambah lagi ni keturunan h.muhidin, abang taecyeon #becanda#
    makin penasaran ma kelanjutannya,,mudah2an cepet updatenya, gak pake lama..hoho
    semangaaaaaaaaaaaaattttttttttttttttt…

  10. Annyeong ,,,,,,

    Ini Chapter bkin aku susah comment ,,, U,u
    Ntahlah knpa bisa ,,kkeee
    Tpi saingan Brtambah lagi ya Taec,,,U,u

    Wwwaah,, Byangin nya bkin senyum” Sndiri,,,kkee ternyta Sica Gk mnyerah,,,,
    Yeah,,, Yul ‘ dingin Tapi Hot ‘ ,,,

    D tunggu Next chapter nyaah thor,,
    Eeh, Tarra,,,,kkee
    SEMANGAAAAAT

  11. sica pantang mnyerah y…agresif sngat sica…bner kta soo mna ada org yg d dorong mrasa snang..
    kpn nih yul brskap hangat k sica tar…
    lanjut y tar

  12. Annyeong 🙂 🙂
    Ckck baru kali ini sica tak pernah kenal dengan kata menyerah ckck. Apa lagi noh tentang yul haha *geleng.geleng
    Oke thor aku panggil thor tarra ajah gak apa kan? Hehe
    Ditunggu lanjutannya thor..
    And..
    Ng! Hehe selalu menunggu pemain baru laennya thor tarra. Terutama taeng *masih 🙂

  13. okke tarra pertama aku ucapkan terima kasih sudah update cepat keren banget, igh teac rasanya saya pengen mukul dia, dia membuat wajah prince yul luka dan memar oke ini sangat lebay, thanks udah update chapter ini good luck for UN OK

  14. hubungan yulsic setidaknya ada sedikit kemajuan walaupun hanya 0,1% ..

    sumpahh .. yull cool bangett .. gw suka banget .. bener” namja impian .. hehe

    lamjutt thorr .. Fighting!!

  15. suka karakter yuri di sini begitu cool.. hahaha
    jessica semangat sekali ngejar yul jadi gereget bgt liat yulsic..
    Eh sblm nya kaya nya pernar kesini deh aku.
    Okey lanjutkan fighting.
    Satu lg makasih. 🙂

  16. Okeh deh tarra,, heheheee,,
    Sblm hiatus selesain dlu yaa story na,, *modus*

    Yul lambat Bªªãäåηgέ† deh cair ny,, msih cool aje,,
    Ayoo sicababy taklukan soebang mu,,*apadeh*

    D tunggu part slnjtny,, mksh tarra^^

  17. ekhemm….yul udh mulai tertarik nich ma sicababy??
    buktinya gk enak tuh liat sicababy ama taecyeon.kkkkkk^^
    jdi penasaran,,knpa yul sikap ea jdi dingin??atau yul tukeran tmpt ma sica??
    ff ea keren..c0z sekarn giliran yul yg jual mahal.haha
    semangat buat tarra…fighting!!!

  18. Yul dingin bgt sih ama sica,,,
    Suka deh ama sikapnya sica,,,
    Ayo sica semangat, buat yul klepek2,,, hehehheh

  19. Yul akhirnya kau mrasa brslh pda Sica..,
    wah Sica kau mengamati Yul smpai sdekat itu., 🙂
    Yah Yul kau mengambil gelarny Sica sbgai tukang tdr skr 😀
    wow Sica ternyata banyak yg naksir yah 🙂 😀
    wah Sica kau sangat bersemangat 😀
    next part 🙂

  20. Tarra???
    arra, gw panggil tarra ajjh deh..haha
    Yul emang gk punya masalah, dy cuman lagi pusing aajh gegara gw tolak kemaren.. #cih
    Udah ah, gw mau nyari Taeng dulu.
    Bubaay..

  21. hahaha yul nyariin sapa?? jess kah? kedudukan jess dikelas ajib bener. dg merapatkan tangan dan dibumbui sedikit tmpg unyu kata yes langsung diproleh. lanjut ke sebelah deh

  22. Kaka gue mukanya tebel yaa udh dicuekin berkali2, klo gue digituin org udh gue cabik2 buang kejurang ntu org. Hufft…
    Yul emng hot, duo soo&yoong cute yaa ♥

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s