Ice Boy [Chapter 6]

Hi…i’m back, kaget gak sih yang muncul ternyata malah Dongwook bukan Taeng? haha banyak yang bilang YulSic nya seiprit, tapi kalo udah baca yang ini pasti greget deh haha

enjoy~

~~~ ~~~ ~~~ ~~~

Part – 6

“Sampai jumpa, hati-hati.”

Kelas untuk hari ini telah berakhir.

Dongwook berdiri di luar ruang kelas, menunggu seseorang.

“Sooyeon-ah!” panggilnya begitu ia melihat Jessica keluar dari ruangan.

“Kau mau pulang? Ayo, aku antar kau pulang.” Katanya.

“Ah, tidak terima kasih Opp- uh Mister. Masih ada yang harus saya kerjakan. Mungkin lain kali.” Jessica tersenyum.

“Oke. Hati-hati.”

“Anda juga, Mister. Sampai jumpa.”

“Sampai jumpa.” Ia berpamitan dan pergi.

“Hmm…Mister Lee sungguh perhatian.” Kata Sunny.

Dia memang perhatian.

“Ya. Aku ingin tahu apakah dia sudah punya pacar.” Tambah Tiffany.

Aku juga ingin tahu.

Jessica mengembuskan napas dan menghapus pikiran itu dari benaknya.

“Di mana Yoong dan Soo?” tanyanya, menyadari kedua teman laki-lakinya tidak terlihat.

“Mereka sedang latihan dance.” Jawab Sunny.

“Oh.”

“Ayo kita pergi, bunny. Sampai jumpa Jessi, hati-hati.”

Mereka saling berpelukan dan berpamitan.

~~~ ~~~ ~~~

“Terima kasih telah membantu saya lagi, Jessica.” Ms. Lee tersenyum.

“Tidak masalah, Miss.” Jessica balas tersenyum.

“Hati-hati di jalan.”

Jessica mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan.

Ia melirik jam tangannya.

Ia berjalan melewati aula dan mendengar suara berisik.

Mereka masih di sini?

Karena sudah larut, ia memutuskan untuk menunggu teman-temannya.

Ia keluar dari gedung sekolah dan duduk di salah satu bangku.

Beberapa menit kemudian, ia melihat Tacyeon keluar dan laki-laki itu melihatnya juga.

“Sica? Kau masih di sini?”

Jessica mengangguk. “Selesai berlatih?”

“Ya.”

Lalu Donghae juga keluar dan ia melihat Jessica. “Sica!” Ia berjalan mendekat.

Sebelum ia bahkan bisa mengucapkan sepatah kata, Taecyeon menyela. “Sica, ayo. Aku antar kau pulang. Kau bisa menumpang di motorku.”

Donghae memelototinya. “Tidak, motor terlalu berbahaya. Kau ikut denganku saja, Sica. Aku bawa mobil. Lebih nyaman dan aman.”

Kali ini giliran Taecyeon yang memelototinya.

Merasakan suasana yang mulai memanas, Jessica angkat bicara. “Terima kasih tapi maaf, aku sedang menunggu teman-temanku.”

Melihat kedua laki-laki itu kecewa, ia segera menambahkan. “Mungkin lain kali.”

Begitu kedua laki-laki itu pergi, seseorang keluar dari gedung sekolah. Orang itulah yang dapat membuatnya melupakan segalanya, bahkan teman-temannya.

Jessica hendak memanggil laki-laki itu namun ia melihat orang lain di belakangnya.

“Tunggu Yul!” Hyoyeon berjalan di sampingnya.

Jessica tetap diam. Hyoyeon?

Ia menggelengkan kepalanya dan menepis pikiran-pikiran itu.

Ia memasang seulas senyum dan berjalan menghampiri mereka.

“Hai teman-teman!” sapanya.

Hyoyeon berbalik. “Oh Jessica!”

“Halo! Kim Hyoyeon, benar?” tanya Jessica.

“Ya.” Hyoyeon mengangguk dan tersenyum padanya.

Jessica balas tersenyum. “Senang bertemu denganmu.”

Jessica melihat ke arah Yul dan menyapanya. “Hai Yul!”

“Hai.” Jawab Yul singkat tanpa melihat ke arahnya.

Jessica tersenyum. “Uhm…apakah kalian keberatan kalau aku bergabung?”

“Tidak, tidak apa-apa. The more, the merrier (semakin banyak semakin meriah).” Jawab Hyoyeon.

“Terima kasih.” Katanya dan kembali melihat ke arah Yul. “Bagaimana latihannya, Yul?”

“Sangat melelahkan tapi kami menikmatinya. Bukan begitu Yul?” sela Hyoyeon.

Yul menganggukkan kepalanya.

 “Senang kau menikmatinya.” Kata Jessica pelan.

Melihat kedua orang itu terlihat asyik dengan kehadiran satu sama lain, Jessica tidak bisa melakukan apa pun kecuali tersenyum dan mengangguk.

Yoong dan Soo keluar dari gedung.

“Hey, bukankah itu Sica?”

“Itu dia.”

Mereka melihat Jessica dan berjalan menghampirinya.

“Sica!” panggil mereka.

Jessica berhenti berjalan dan berbalik. Yul dan Hyoyeon melakukan hal yang sama.

“Hai!” sapa dua laki-laki itu.

“Bolehkah kami bergabung?” tanya Yoong.

“Tentu.”

Mereka berlima berjalan bersama.

“Aku tidak menyangka latihan menari akan selelah ini.” Kata Yoong.

“Ya. Hyoyeon, kau benar-benar pantas untuk menjadi ketua klub dance. Aku tidak tahu kau penari yang hebat.” Puji Soo.

Hyoyeon tersenyum kepada mereka. “Ya, aku benar-benar penari yang hebat. Menari adalah keinginan besarku.”

Mereka bertiga terus mengobrol.

Jessica menyadari Yul tidak berbicara dan dia berjalan sendirian.

Ia pergi ke samping Yul.

“Kukira latihannya sangat melelahkan tapi kau tidak terlihat kelelahan.” Jessica angkat bicara sambil menatap lurus ke dapan.

Yul tetap diam dan melanjutkan langkahnya.

Jessica melihat ke arahnya. Aku rasa kau terlalu lelah…untuk berbicara.

Ia terkekeh memikirkannya dan ia melihat ke bawah.

Matanya mendarat ke tangan Yul.

Tangan Yul berayun seolah mengundang Jessica untuk memegangnya.

Ia melirik ke arah Yul lalu kembali melihat ke tangannya. Aku ingin memegangnya.

Ia melihat ke sisi berlawanan dan dengan perlahan menggerakkan tangannya mendekati tangan Yul.

Punggung tangan mereka bersentuhan.

Dengan lembut Jessica memegang tangan laki-laki itu dan menunggu reaksinya.

Tidak ada tanggapan.

Ia tersenyum dan menggenggam tangannya lebih erat.

“Kau tahu, Sica. Kalau Sunny bunny melihat kita seperti ini, dia pasti akan membunuhku.” Jessica mendengar suara Soo.

Ia menoleh ke arahnya dan melihat tangan mereka bergandengan. “Yah! kenapa kau memegang tanganku?”

“Permisi? Kau sendiri yang lebih dulu memegang tanganku. Aku tidak tahu kau memiliki perasaan padaku, Sica. Maaf, kau mungkin gadis yang sempurna tapi aku sangat mencintai bunny-ku.” Katanya dalam sekali helaan napas.

“Terserah.” Jessica memutar bola matanya dan melepaskan tangan Soo dengan kasar.

Ia melihat berkeliling. Di sisi lain, Yul tengah berjalan dengan Hyoyeon disampingnya.

Ia mengembuskan napas berat.

“Sica, jika kau menginginkan seseorang memegang tanganmu, kenapa kau tidak memiliki seorang pacar sehingga kau tidak akan memegang tangan orang lain lagi tanpa seizin mereka.” Saran Soo.

Jessica mengabaikan pernyataannya dan melanjutkan langkahnya.

Menyadari temannya menjadi sedikit murung, Yoong pergi ke samping Jessica dan memegang tangannya.

Jessica sedikit terkejut dan melihat ke arahnya.

“Kenapa? Aku lihat tidak ada yang salah dengan ini. Lagipula kita berteman dan kita berdua tidak punya pacar.” Yoong tersenyum padanya.

Merasa temannya sedang menenangkannya, Jessica balas tersenyum dan melepaskan tangan Yoong.

Ia beralih menggandeng lengannya.

“Yah! Hentikan! Kalian membuatku merindukan bunny-ku.” Sela Soo, namun mereka mengabaikannya.

“Kyaa~ mereka terlihat sangat cocok. Aku ingin tahu apakah mereka berpacaran.” Hyoyeon melihat ke arah mereka.

Yul mendengarnya dan melihat ke arah mereka juga.

Ia memperhatikan mereka sejenak dan memalingkan wajahnya.

~~~ ~~~ ~~~

“Yoong, aku lapar. Ayo kita makan.” Perut Soo keroncongan.

Mereka berlima berada di halte bus sekarang.

“Oke, aku juga lapar.” Tambah Yoong.

“Oh, bolehkah aku bergabung dengan kalian? Aku juga mau makan.” Hyoyeon mendengar mereka.

“Tentu. Bagaimana denganmu kawan?” tanya Yoong pada Yul.

“Tidak terima kasih. Aku belum lapar.” Jawabnya.

“Oke. Sampai nanti.”

Sebelum mereka pergi, Jessica tiba-tiba berbicara. “Uh…aku tidak akan ikut dengan kalian.”

“Huh? Kenapa?” tanya Yoong.

“Uhm…aku benar-benar harus pulang. Banyak hal yang masih harus kukerjakan.”

“Ayolah, Sica. Kita hanya akan pergi makan lalu kami akan mengantarmu pulang.” Yoong memaksa.

“Tidak apa-apa, sungguh. Aku hanya akan makan di rumah.”

“Kau yakin?” tanya Soo.

“Ya.” Ia mengangguk. “Lagipula, masih ada Yul di sini.”

Ia tersenyum pada Yul yang tetap diam dan terlihat bosan.

Yoong menghela napas. “Oke. Kalau kau bilang begitu.”

Ia berbalik ke Yul. “Dan kawan, jaga teman kami. Pastikan kau mengantar dia pulang dengan selamat.

Yul tidak merespon.

Mereka berpamitan, meninggalkan Jessica dan Yul sendiri.

Yul melihat ke arahnya.

Jessica memberikan tatapan bingung. “Apa?”

Yul mengabaikannya. Ia berjalan ke trotoar dan memanggil Taxi.

Ia membuka pintu belakang taxi tersebut.

“Masuklah.” Pintanya.

“Kau akan mengantarku pulang?” tanya Jessica antusias.

“Tidak. Pulang saja sendiri.”

“Tapi kau sudah janji pada teman-temanku untuk mengantarku pulang dengan selamat.”

Yul hendak berjalan pergi namun Jessica segera menggenggam lengannya dan menariknya masuk ke dalam taxi.

“Yah!” Yul mencoba melepaskan genggamannya namun Jessica segera menutup dan mengunci pintu taxi itu.

“Ahjussi, tolong antar kami ke apartemen 9Genies.”

Pengemudi taxi itu mengangguk dan melajukan mobilnya.

~~~ ~~~ ~~~

Keheningan menyelimuti perjalanan mereka.

Jessica kerap melirik ke arah Yul. Ia tidak ingin kesempatan ini terbuang sia-sia sehingga ia memikirkan sebuah rencana.

Yul tengah sibuk menatap keluar jendela ketika ia merasakan beban di bahunya. Ia melihat ke sampingnya dan menemukan Jessica yang bersandar padanya dengan mata tertutup.

Yul merasa jengkel sehingga ia mendorongnya.

Jessica membiarkan kepalanya tersandar di sandaran kursinya, menampakkan lehernya yang putih mulus.

Pengemudi taxi itu melihatnya dari kaca spion.

Yul menyadarinya. Ia berdeham dan memelototi si pengemudi taxi.

Merasa terintimidasi dengan tatapan Yul, pengemudi taxi itu menelan ludah dengan gugup dan mengalihkan pandangannya.

Merasa sangat terganggu dengan posisi tidak nyaman Jessica, dengan perlahan Yul kembali menyandarkan kepala Jessica ke bahunya.

Jessica tersenyum sendiri.

Ia bergeser lebih dekat dengan Yul dan memeluk lengannya.

Yul mencoba sedikit menjauh namun Jessica menggenggam erat lengannya.

Ia menyerah dan membiarkan gadis itu tidur seperti itu.

~~~ ~~~ ~~~

“Hei, kita sudah sampai.” Yul menyikutnya.

Taxi itu berhenti di depan apartemen Jessica namun ia masih tertidur di bahu Yul.

“Bangun.” Yul kembali mencoba tapi gadis itu tidak bereaksi.

“Uh…Tuan, jika Anda mau, saya bisa menggendongnya.” Saran pengemudi taxi itu tiba-tiba.

“Tidak perlu. Aku bisa menggendongnya.” Kata Yul dingin.

Ia membuka pintu mobil dan menggendong Jessica di punggungnya.

“Aish. Dari semua waktu, kenapa kau harus tertidur sekarang?” gumamnya.

Mereka tiba di depan pintu apartemen dan Yul mencari kunci apartemen di dalam tas Jessica. “Di mana kuncinya?”

“Di saku celanaku.”

Ia mendengar Jessica berbicara dan segera berhenti mencari kuncinya.

“Jung, kau sudah bangun?” tanyanya.

Jessica menampar dirinya dalam hati. Omo~ Tidak, aku masih tidur.

Ia memeluk Yul erat-erat dan berpura-pura mendengkur.

Yul menghela napas jengkel.

“Yah!” Ia menggoyangkan Jessica namun gadis itu tetap diam.

Menyadari bahwa sedari tadi Jessica sudah bangun, Yul menurunkannya.

Jessica merentangkan kedua tangannya dan pura-pura menguap.

Ia menggosok-gosok matanya dan melihat berkeliling. “Oh, kita sudah sampai?”

Ia memasang ekspresi polos terbaiknya.

Yul mendengus. “Kau membuang-buang waktuku.”

Ia melemparkan tas Jessica ke arahnya dan pergi berlalu.

“Sampai jumpa Yul! Terima kasih sudah mengantarku pulang dengan selamat! Hati-hati!” ia masih terduduk dan memperhatikan punggung Yul yang semakin menjauh.

Ia memeluk tasnya dan tersenyum.

Sudah seharian dan mereka juga baru selesai berlatih tadi tapi kenapa dia masih wangi? Jessica terkekeh.

Ia berdiri dan membuka pintu apartemennya.

Ia mengempaskan tubuhnya di sofa dan menatap langit-langit apartemennya. Kenapa kau berbicara, Jess? Mungkin jika kau tidak berbicara, sekarang Yul mungkin akan menggendongmu sepanjang jalan menuju kamarmu.

Ia tersenyum sekali lagi dan menutup matanya.

~~~ ~~~ ~~~

 TBC

gue minta do’anya sama semua reader disini supaya bisa LULUS UN dengan nilai yang baik, do’a yang ikhlas insya Allah akan dikabulkan. Aamiin 🙂

okay that’s it, gue mau hiatus UN dulu ya 😀 i’ll be back next week 😛

credit : Juri @SSF

boiboi~

Advertisements

50 thoughts on “Ice Boy [Chapter 6]

  1. haha sica ngegemesin ato keganjenan ya…lucu pas malah pgang tngan soo., soo’y jg ke PD’an…
    semangat trus sica dapetin yul…

    zemangat bwt UN’y, m0ga dpet nilai yg memuaskn…Amieen…

  2. annyeong…

    ssica ohh ssica…
    pengen megang tangan yul tp g kesampean,mlh berakhir dgn megang tangan soo saking pengen nya HAAHAHAH..
    sumpah deh aneh bgt yul manggil ssica dgn sbutan Jung,brasa yul lg manggil Krys wkwkwk…

    semoga UN na lancar ya + lulus dgn hasil yg FANTASTIC,amiin..GOOD LUCK n FIGHTING!!

  3. part ini bikin ngakak..
    Duh sica km ada”saja bisa y salah pegang.hahaha
    yulsic bkn gereget y si yul g berubah”ini..
    Okey saya doa’a in semoga un nya lancar dpt nilai sempurna..
    Semangat ya bwt km..

  4. Haha.. Aduh jadi senyum senyum sendiri juga kekek ckck memerah nih muka #plakk
    Woah.. Bener tuh kalau bunny lihat tangan soo dipegang sica bisa berabe hehe
    Kalau saja sica gak bangun pasti beneran tuh dianterin kekamar hahahah
    Ditunggu nih next chap nya thor tarra 🙂
    Ng! Dido’oain juga koq semoga sukses dan mendapatkan nilai ‘terbaik’ aminn
    Taeng mana? #plakk hehe bercanda thor tarra 🙂

  5. Wahh sica gue suka gaya loe…yul jgn trllu dingin ma sica loe kyk na nnti byk saingan,
    Okey gue do’a kan thor lulus un..amienn…

  6. haha i like this part, malu banget tuh salah megang tangan orang, sica never give up ! haha yul tetep yah ngirit suara dan jaim abisss. oh iya gue do’ain thor supaya un nya lancar sukses dan hasilnya sesuai yg diinginkan 🙂 #amin

  7. seneng bgt liat moment YulSic
    Sica kok jadi ganjen gitu ya
    Yul please deh jangan dingin gitu kek
    di tunggu lanjutannya thor

  8. sica pantang menyerah bwt ngdapatin yul…
    mudah2an yul cepet cair sipat nyeh..hehe
    tetap semangaaaaaaaaaaaattt thor ^^

  9. Annyeong ,,,,,,

    Yeyeeeee,,,, akhirnya Tuh,YulSic ,,,,
    Lmyan bnyakan,,,kkeee
    Ihhh,, Sica bner” yeh,senyum” sndiri jdinya,,,,
    Tpi Bkin ktawa dah,udh ksempetan juga d gndong Yul,eeh Mlah ngmong ,,,kkkee
    Oke,d tunggu Next Chapter nyaaaah,,,,
    Daaaaaan ,smoga Sukses UN Nya dpet Nilai bgus,,,
    SEMANGAAAAAT

  10. hahahaha..sica..caranmu untuk menarik simpati yul aneh banget.wkwkwkw
    ittu msa org tdr ngomong??harusnya sicababy diem aja..biar yul oppa bawa ke kamr.*plaaak!!
    tarra mau UN ea??oke mdh2an lu”s dengan nilai yg memuaskan.Amiin…
    jngn lma2 ya hiatusnya.. 🙂

  11. Huaa~ ketinggalan part sbelumnya. Mf y lgsug coment dsni hehe
    semangat terus buat sica.. Kekeke lucu bgt sma usaha-usaha dy dketin yul. Anjayy itu supir taxi mesum juga hohoo untung yul cpet brtindak
    g nygka bnyk cast baru yg brmnculan psti nti rumit konfliknya. Okelahh semangat juga buat authornya semoga sukses n LULUS #aminnn~~

  12. Sica payah, pura2 nya gagal.
    Coba klo dia ğªќ bilang kuncinya dmn,,,
    Tp dia cuek aza, pura2 polos pas ketauan boongnya,,,
    Hihihihihi
    Yulsic Jjang…

  13. wah ternyata Yul dpt mengalihkan duniany Sica 😀
    haduh Sica knp kau jdi salah genggam tangan org x_x
    ha ha ha 😀 bgian part Sica ama Soo gokil banget 😀
    yah Sica blang jja kau mau nemenin Yul., gk usah pkai alasan sgla
    wk wk wk 😀
    wah Sica rencnamu oke jga tuh 🙂
    Moment YulSic DAEBAK
    next part ..,

  14. Sicaa ganjen ny naujubilaahh..
    Masa tidur masih smpet” ny jawab..hahahaa

    Taeeng, gw kangeeenn.. hiks

  15. hahaha rencana jess boleh ditiru deh tu udah diater pulang trus digendong lagi ama pujaan hati lol… yoong keknya ada rasa jg ama jess u,u

  16. njiirr maksud hati pgn pegang tgn yul, tp tak disangka tgn soo yg ke pegang wkwkwk gila gue klu jd sic malu bgt. Ini sica agresif bgt disini. Yaampun sica minum apa sih bisa jd begini 😂

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s