Ice Boy [Chapter 7]

Hi……..!!! it’s me! glad to see my blog  and my lovely readers again *lied 😀 i’m back with a big surprise for you all 😉 want to know????

so check this out !!

~~~~ ~~~~ ~~~~~

Part 7

“Hai Yul!”

“Selamat pagi, Yul!”

“Yul Oppa!”

Yul tengah berjalan di sepanjang koridor sekolah dengan banyak murid yang menyapanya.

Ia terkejut namun ia mengabaikan mereka.

“Yul!” Seseorang memanggilnya namun ia mengabaikan gadis itu.

Jessica segera mengikuti di belakangnya.

Ia mendongak ke arah Yul. “Selamat pagi, Yul!”

Yul tidak menanggapi dan melanjutkan langkahnya.

Apakah dia marah? Jessica mengira laki-laki itu marah atas apa yang dilakukannya tadi malam.

Namun kemudian ia menyingkirkan pikiran itu karena bagaimanapun Yul tetap laki-laki dingin.

“Selamat pagi!” sapa Jessica begitu mereka tiba di ruang kelas.

Semua siswa di dalam ruang kelas menoleh dan melihat ke arahnya dengan pandangan tidak biasa, khususnya para laki-laki.

Merasa ada yang aneh, ia menanyakan apa yang terjadi pada mereka.

“Jessi!” Tiffany berjalan ke arahnya dan menariknya menuju kursinya.

“Lihat.” Ia menunjuk meja Jessica.

Mata Jessica melebar begitu ia melihat mejanya. Sebuah bunga mawar merah dengan sebuah catatan di sampingnya tergelatak di atas meja.

“Apa ini?” tanyanya.

“Aku rasa dari pengagum rahasiamu.” Sunny tersenyum.

“Dari siapa?”

“Kalau itu kami tidak tahu. Kami sudah menanyakannya kepada teman sekelas kita tapi tidak seorang pun tahu dari siapa bunga ini berasal.” Jawab Yoong.

“Mungkin dia dari kelas lain dan dia datang lebih pagi sehingga tidak ada yang bisa melihat dia.” Tambah Soo.

Jessica mengambilnya dan membaca catatannya.

Untukmu, Ketua Jung.

Ia tersenyum.

“Ooh~ Jessi punya pengagum baru.” Goda Tiffany.

“Aku kasihan pada laki-laki itu. Aku yakin dia akan menolaknya.” Tambah Soo dan yang lainnya setuju.

“Oke, cukup. Kembalilah ke kursi kalian. Ms. Lee akan segera datang.”

Sebelum Jessica duduk di kursinya, ia melihat ke arah Yul.

Ia mendapati laki-laki itu sedang menatap padanya sehingga ia tersenyum pada laki-laki itu.

Yul tetap menatap ke arah Jessica dengan raut wajah yang tak berubah.

~~~ ~~~ ~~~

“Jessi, kalau kau mau aku akan menunggumu.” Usul Tiffany.

“Tidak perlu, Tiff. Lagipula, aku rasa kau tidak bisa menungguku selama tiga jam.”

Tiffany menghela napas. “Baiklah. Hati-hati dan telepon aku kalau kau sudah sampai rumah.”

“Ya.”

Mereka berpelukan.

“Sampai jumpa teman-teman!” Jessica berpamitan pada teman-temannya.

Jessica berjalan di koridor sekolah menuju kantor Ms. Lee.

“Sooyeon-ah?” seseorang memanggilnya.

Jessica berbalik ke arah suara itu. “Oh, Mister!”

“Kenapa kau masih di sini?” tanya Dongwook.

“Ms. Lee membutuhkan bantuan saya.”

“Oh. Apakah Noona menyusahkanmu?”

Jessica terkekeh. “Tidak. Lagipula, sudah pekerjaan saya untuk membantu guru-guru.”

Dongwook tertawa. “Wow Sooyeonie! Menjadi murid yang rajin, eh?”

Jessica memutar bola matanya. “Terserah, Mister.”

“Ayolah, pembelajaran sudah selesai. Panggil saja aku Oppa.”

“Oke, WOOKIE Oppa.” Ia menekankan namanya.

Dongwook tertawa kecil. “Lebih baik. Aku merindukan panggilan itu darimu.”

Jessica tersipu dan tidak tahu kenapa.

“Omong-omong, sampai jam berapa kau akan berada di sini?” tanyanya lagi.

“Uhm…aku rasa sampai sekitar pukul 8 malam.”

“8 malam? Itu terlalu larut. Aku harap aku tidak punya janji malam ini sehingga aku bisa mengantarmu pulang.” Katanya sedih.

“Tidak apa-apa, Oppa. Lagipula aku sudah biasa pulang malam.” Ia tersenyum menenangkan.

Dongwook balas tersenyum. “Hati-hati di jalan, oke?”

“Pasti.”

“Sampai jumpa Sooyeon.” Dongwook memeluknya.

“Sampai jumpa Wookie Oppa. Hati-hati juga.” Jessica balas memeluknya.

~~~ ~~~ ~~~

“Jessica, biarkan saya mengantarmu pulang.”

Jessica baru saja selesai membantu mengerjakan dokumen-dokumen Ms. Lee.

“Terima kasih Miss, tapi tidak perlu. Saya bisa pulang sendiri.” Ia tersenyum menenangkan.

“Tapi ini sudah larut. Kau yakin?”

Jessica mengangguk.

“Oke. Omong-omong, terima kasih sudah membantu saya lagi dan maaf sudah menyita waktumu.”

“Tidak masalah.” Ia berdiri dan membungkuk.

Ia berpamitan lalu keluar dari ruangan.

Koridor sekolah sangat sepi, tidak ada pencahayaan dan itu sedikit membuatnya takut.

Saat berjalan menuju tangga, ia mendengar beberapa langkah kaki dari belakang.

Ia behenti sejenak dan mendengarkan suara itu.

Lalu ia tidak mendengar apa-apa sehingga ia melanjutkan langkahnya.

Lagi, ia mendengar suara langkah kaki; terdengar seperti langkah kaki itu sedang mengikutinya.

Ia berhenti tiba-tiba namun ia tidak berani berbalik.

“Ya Tuhan, siapa pun kau, ambil saja semua barang-barangku atau lakukan apa saja yang kau mau padaku tapi kumohon…jangan memberiku mentimun!” ia memohon.

Tiba-tiba, seseorang mengambil barang-barangnya.

“Aaaaah! Aaaahh~” ia mengeluarkan teriakan lumba-lumbanya.

“Yah! kau tidak bisa lebih keras?” kata suara itu jengkel.

Mendengar suara yang sangat sangat akrab, Jessica berhenti berteriak dan menoleh ke arah suara itu.

“Y-Yul?”

Yul tengah berdiri di belakangnya. Ia memegang barang-barang Jessica dengan tangannya yang bebas menutup telinganya.

“Kau membuatku takut!” ia memukul lengan laki-laki itu. “Kenapa kau masih di sini?”

Yul mengabaikannya dan berlalu dengan barang-barang Jessica di tangannya.

“Hei, tunggu!”

*Flashback*

“Kau masih belum mau pulang?”

“Belum. Aku akan di sini dulu sebentar.”

“Oke. Sampai jumpa, Yul!” Hyoyeon keluar dari auditorium.

Mereka berdua berlatih rutinitas dance mereka di auditorium begitu kelas mereka selesai.

Beberapa menit kemudian, Yul keluar dari ruangan.

Ketika ia tengah berjalan di koridor yang remang-remang, ia melihat seseorang yang akrab.

~~~ ~~~ ~~~

“Tunggu!” Jessica berusaha menyusulnya.

Mereka berada di tempat parkir.

Yul membuka pintu mobilnya untuk Jessica. “Masuklah.”

“Ah, tidak usah Yul. Aku hanya akan pulang naik taxi.” Jessica menolak tawarannya.

“Sudah sangat larut naik taxi sendirian.” Katanya dengan nada serius.

“Kalau begitu aku akan naik bus.”

Yul menatapnya sejenak kemudian menghela napas. “Oke.”

Ia menutup pintu mobilnya dan kembali menyerahkan barang-barang Jessica.

Oke? pikir Jessica.

Ia akan sangat MENYUKAINYA jika Yul akan mengantarnya pulang. Ia hanya berpura-pura tidak tertarik sehingga ia tidak terlalu jelas terlihat menyukainya.

Yul masuk ke mobilnya. Ia mengenakan sabuk pengaman dan menyalakan mesin mobilnya.

Sebelum ia sempat melajukan mobilnya, Jessica segera membuka pintu sisi penumpang dan masuk.

“Uh…k-karena kau SANGAT memaksa, a-aku rasa a-aku membiarkanmu mengantarku pulang.” Ia melihat ke arah Yul dan tersenyum.

Yul menggumamkan sesuatu namun Jessica terlalu sibuk mengkhayal sehingga ia tidak mendengar laki-laki itu dengan jelas.

“Huh?” tanyanya.

Tidak ingin mengulangnya lagi, Yul mencondongkan tubuhnya ke arah Jessica.

Omo~ apa yang akan dia lakukan? Apakah dia akan menciumku?

Yul merentangkan tangan kirinya di depan Jessica.

Oh, bukankah dia terlalu cepat? Aku belum siap untuk hal seperti ini.

Ia menutup matanya rapat-rapat dan menunggu apa yang akan dilakukan Yul.

Tiba-tiba, ia marasakan mobilnya bergerak. Eh?

Ia membuka matanya perlahan dan melihat Yul.

Laki-laki itu berada di kursinya, mengemudi dalam diam.

Ia melihat dirinya sendiri dan menyadari sabuk pengamannya terpasang. Oh, dia hanya memasangkan sabuk pengaman.

Ia mengembuskan napas lega dan mengipas-ngipasi dirinya sendiri. Aku benar-benar terlalu banyak berpikir akhir-akhir ini.

~~~ ~~~ ~~~

Jessica marasa bosan.

Perjalanan mereka sangat hening sehingga ia memutuskan untuk berbicara.

“Aku tidak tahu kau punya mobil. Kenapa kau pulang berjalan kaki kemarin malam?”

Jessica menunggu jawabannya namun sia-sia.

Aku tidak membawanya.

Ia melihat-lihat mobil Yul dan melihat ponselnya di dudukan.

“Oh, kyeopta~ Kau suka Mickey Mouse? Lucunya!”

Tidak ada tanggapan.

Bisakah aku menjadi Minnie Mouse-mu? Jessi Mouse. Hmm, tidak buruk. Jessica terkekeh diam-diam.

Ia lanjut mengamati mobil Yul. Ia menyadari seluruh interior mobil laki-laki itu berwarna hitam.

“Apakah warna kesukaanmu, hitam? Warna kesukaanku putih. Wow, kita benar-benar berlawanan.”

Yul tetap diam.

Dan mereka bilang, berlawanan itu menarik. Ia terkekeh lagi.

Jessica tidak tahu tapi Yul mendapatinya tersenyum.

Apanya yang lucu? Ia mengerutkan alisnya dan fokus menyetir.

Jessica melirik Yul.

 “Kenapa kau tidak berbicara?” tanyanya.

Tidak ada yang harus aku bicarakan.

“Sesulit itu kah bebicara padaku?” tanyanya lagi.

Ya, kau terlalu berisik.

Melihat bahwa Yul tidak kunjung berbicara padanya, ia menghela napas dan mencari sesuatu yang bisa menghiburnya.

Ia menemukan pemutar musik mobilnya menyala.

♫ | Gee – 소녀시대 | ♫

Wajahnya tiba-tiba bersinar.

“Oh, kau mendengarkan lagu mereka juga? Mereka artis favoritku!” teriaknya.

Ia memutarnya dan bernyanyi bersama.

“Listen Yul! ♪” ia memulainya.

“My first love story. ♪” ia melihat ke arah laki-laki itu namun Yul terlalu fokus ke jalanan.

“My angel and my girls… My sunshine! Oh, oh, let’s go! ♪”

Ia hanya membiarkan Yul mengabaikannya dan terus bernyanyi.

“Neomu neomu meotjyeo nooni nooni booshuh soomeul moht shigettsuh ddeuleeneun gul… ♪

Gee gee gee gee baby baby baby… Gee gee gee-

“Hey! Kenapa kau mematikan lagunya?”

Ia hendak memutar lagunya kembali tapi Yul segera meraih tangannya; hal itu membuat Jessica diam.

Ia menatap tangan mereka.

Suasana di dalam mobil terasa dingin namun tangan laki-laki itu hangat. Tangannya sangat hangat sehingga Jessica tidak ingin dia melepaskannya.

“Jangan sentuh apa pun lagi.” Ia memperingatkannya, menatap ke arahnya.

Jessica mengangguk perlahan dan tetap diam.

Yul melepaskan tangannya dan kembali terpaku ke jalanan.

Jessica menyentuh tangannya dan menghadap ke jendela, mencoba menyembunyikan senyum di wajahnya.

Aku harap kau tidak melepaskannya.

Mobil mereka berhenti tiba-tiba.

Yul turun dari mobil.

Huh? Jessica ingin tahu kenapa Yul berhenti. Tempat itu tidak dikenalinya.

Ia memperhatikan Yul berjalan ke sisinya. Dia terlihat kecewa.

Ia membukakan pintu untuk Jessica. “Turun.”

Merasa bahwa Yul merasa jengkel padanya, ia meminta maaf. “Maafkan aku, Yul. Aku janji, aku tidak akan menyentuh apa pun di mobilmu lagi dan aku akan tetap diam. Kumohon jangan tinggalkan aku di sini. Aku tidak mengenal tempat ini.”

Tidak ingin mengulanginya lagi, Yul melepas sabuk pengamannya dan menariknya keluar.

“Kumohon, Yul.”

Yul meninggalkannya sendiri tapi ia tidak kembali ke dalam mobilnya. Ia malah pergi ke sebuah restoran.

Jessica tercengang.

“Tunggu!” ia segera mengikuti laki-laki itu di belakang.

“Maaf kami sudah tutup~ Oh, hei Yul!”

“Berikan kami dua mangkuk Naengmyun.”

“Yul, kau tidak lihat tanda di luar? Restorannya sudah tutup.” Jessica memberitahunya.

Yul mengabaikannya dan duduk di salah satu meja.

Jessica menghela napas dan duduk di hadapan Yul.

“Hei teman, wassup?” seorang laki-laki muda duduk di samping Yul.

Yul mengangguk padanya.

“Dan siapa wanita cantik ini? pacarmu?” laki-laki itu melirik Jessica lalu kembali melihat ke arah Yul.

Yul menatap dingin padanya.

Laki-laki itu tertawa gugup. “Tentu saja bukan! AHAHAHA!”

Ia berdeham. “Omong-omong, Nona. Namaku Kim Taeng. Sahabat laki-laki dingin ini dan pemilik restoran ini.”

Sahabatnya? “Hai! Aku Jessica Jung. Senang bertemu denganmu.” Ia tersenyum padanya.

“Ooh~ Jeshika. Nama yang indah.” Pujinya.

“Terima kasih.” Jessica tersenyum malu-malu.

Yul menatap mereka. Melihat sahabatnya tengah menggoda Jessica, ia mendorong laki-laki itu.

“Hei, ambilkan pesanan kami.” Perintahnya.

 “Kenapa harus aku? Aku manajer di sini.” Balas Taeng.

“Aku tidak peduli. Pergilah.” Kata Yul dingin.

Taeng mendesis.

Ia melihat ke arah Jessica. “Permisi sebentar. Aku rasa seseorang sedang cem-”

Ia merasakan tatapan Yul padanya.

“Lapar. Seseorang sedang lapar.” Ia mempermisikan dirinya dan segera pergi.

Jessica terkekeh dan melihat ke Yul. “Temanmu lucu.”

Yul mengabaikannya dan menatap ke jendela.

Tapi kau jauh lebih menawan.

~~~ ~~~ ~~~

“Naengmyun ini enak.” Puji Jessica.

“Tentu saja, ini restoranku.” Kata Taeyeon mengagungkan.

“Kau pemiliknya; bukan chef-nya.” Sela Yul.

“Tapi aku lah yang mempekerjakan chef-nya.” Seru Taeyeon.

Jessica tertawa pada mereka berdua.

Tiba-tiba, ponsel Yul berdering. Ia merogoh sakunya dan menjawab teleponnya.

“Ya?” ia mempermisikan dirinya dan keluar dari restoran.

Melihat bahwa ini kesempatan untuk berbicara dengan Jessica, Taeng berbicara. “Uhm…Jeshika.”

“Hmm?” ia melihat ke arah Taeng.

“Apa hubunganmu dengan Yul?”

“Aku teman sekelasnya.”

“Teman sekelasnya? Tidak lebih dari itu?” Taeng mengangkat alisnya.

“Hmm. Temannya? Aku tidak yakin.” Jessica mengangkat bahu.

Taeng terkekeh. “Kau tidak yakin? Yah, aku tidak bisa menyalahkanmu.”

Jessica tersenyum. “Kenapa kau bertanya?”

“Tidak apa-apa, aku hanya ingin tahu. Kau lihat, aku rasa ini pertama kalinya Yul membawa seseorang bersamanya ke sini.”

“Benarkah?”

Taeng mengangguk. “Biasanya, dia mampir ke sini sendiri.”

“Oh.”

Taeng melihat ke arahnya dan tersenyum. “Kau menyukai temanku, kan?”

Jessica terkejut mendengar pertanyaannya. Belum ada yang menanyakannya hal itu dan Taeng adalah yang pertama.

“H-Huh? Aku uh…aku…”

Taeng tersenyum lebar. “Aku mengetahuinya!”

Jessica menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Aku mengetahuinya dari cara kau memandang dia. Tatapanmu terlihat seperti kau sedang menelanjanginya.”

Jessica mendongak tiba-tiba. “Apa?! Tidak, aku tidak seperti itu!”

Pipinya sekarang memerah.

Taeng terhibur dengan ekspresinya. “Tenanglah. Aku hanya bercanda.”

Jessica memalingkan wajahnya, merasa sedikit malu.

Taeng terkekeh. “Ngomong-ngomong, karena kau SANGAT menyukai temanku, aku akan memberitahumu rahasia dia.”

“Rahasia?” tiba-tiba Jessica merasa tertarik.

Taeng mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke meja. “Apa kau tahu kapan Yul merasa sangat bahagia?”

Jessica menggelengkan kepalanya.

“Itu ketika dia merayakan hari ulang tahunnya dengan orang lain.”

Jessica merasa hal itu tidak masuk akal. “Tentu saja, semua orang merasa seperti itu. Aku juga akan merasa bahagia saat aku bisa merayakan ulang tahunku.”

Taeng menyetujuinya. “Ya, itu benar tapi keadaan Yul berbeda.”

Jessica menyadari Taeng berubah serius.

“Yul berasal dari keluarga sibuk. Mereka sangat sibuk sehingga mereka tidak lagi punya waktu untuk dia. Mereka bahkan tidak punya waktu untuk merayakan ulang tahunnya.”

Mendengar pernyataan itu, Jessica tiba-tiba merasa muram. Ia merasa kasihan pada Yul.

“Kapan pun ulang tahun Yul datang, dia akan meneleponku dan memintaku untuk merayakannya dengannya.”

*Flashback*

“Hei Taeng, jam berapa ini?”

Taeng melihat jam tangannya. “Jam 10 malam.”

“Jadi inilah saatnya. Salah satu hari yang paling bahagia di hidupku akan berakhir.”

Yul melihat Taeng dan menepuk pundaknya. “Terima kasih sudah ikut denganku.”

“Tidak masalah, kawan. Tahun depan lagi?”

“Tentu.” Yul mengangguk.

*End of Flashback*

“Itulah kenapa dia selalu kesepian.” Gumam Jessica.

“Mungkin itu salah satu alasannya. Kau tahu Jeshika, ketika dia masih muda, Yul tidak benar-benar dingin. Dia seorang Kkabyul dulu.”

“Kkabyul?” Jessica melihat Taeng tidak percaya.

“Ya. Dia anak yang jahil dan selalu tertawa. Dunianya terbalik…”

“Hei Jung, ayo kita pergi. Sudah semakin larut.” Yul kembali.

Jessica melihat ke arahnya dan mengangguk. “Oke.”

Ia berdiri dari kursinya. “Uh…terima kasih Taeng. Senang bertemu denganmu.”

Taeng berdiri juga. “Ya, tentu. Senang bertemu denganmu juga.”

Ia memeluk Jessica dan membisikkan sesuatu ke telinganya. “Ulang tahunnya tanggal 5 Desember.”

Yul menatap mereka dan mengerutkan alisnya.

Ia berdeham. “Sampai jumpa, Taeng.”

Mereka saling melepaskan pelukan.

“Sampai jumpa, kawan. Bawa Jeshika lagi ke sini.” Ia tersenyum dan berpamitan.

Ketika berjalan menuju mobil Yul, Jessica kerap memikirkan apa yang telah ia dan Taeng bicarakan.

5 Desember. “Minggu depan?!” ia berteriak tiba-tiba.

Yul berhenti berjalan dan melihatnya ragu-ragu.

Jessica balas melihat laki-laki itu. “Oh aku lupa. masih banyak yang harus aku kerjakan minggu depan.”

Yul mengabaikannya dan melanjutkan langkahnya.

Jessica menghela napas lega. Apa yang akan aku berikan?

~~~ ~~~ ~~~

Yul dan Jessica kini berdiri di depan pintu apartemen Jessica.

Yul hendak berbalik dan pergi ketika tiba-tiba Jessica menariknya kembali dan memeluknya.

Yul berdiri membeku. Sudah lama ia tidak merasakan pelukan yang hangat seperti itu. Ia bahkan tidak begitu ingat kapan terakhir kali seseorang memeluknya. Ia ingin mendorong gadis itu namun ia tidak bisa.

Jessica menutup matanya dan memeluknya lebih erat.

Selama hidupmu kau pasti kesepian.

Jessica melepaskan pelukannya kemudian mengecup pipi laki-laki itu sesaat.

Tapi jangan khawatir. Aku akan selalu berada di sampingmu dan mulai dari sekarang kau tidak akan kesepian.

Ciuman itu. Itu adalah pertama kalinya seorang gadis pernah menciumnya. Karena aura dinginnya, tidak ada seorang pun yang berani untuk menciumnya atau bahkan berada dekat dengannya.

Mereka saling bertatapan.

Yul tidak tahu apa yang terjadi dengannya tapi jantungnya berdegup kencang.

“Terima kasih sudah mengantarku pulang.” Jessica tersenyum padanya.

Yul tidak menanggapi melainkan tetap menatap padanya.

“Selamat malam dan hati-hati.”  Jessica membuka pintu apartemennya dan masuk ke dalam, meninggalkan Yul yang masih diam berdiri.

Ia meletakkan tangan di dadanya dan berusaha menenangkan dirinya.

Ia menatap ke arah pintu sejenak.

Ia menggelengkan kepalanya dan segera berjalan menuju mobilnya dan pergi.

~~~ ~~~ ~~~

Yul adalah tukang tidur. Ya.

Tapi malam ini, ia bahkan tidak bisa menutup matanya.

Ia berusaha untuk tenang dan menutup matanya perlahan.

Tidur…

Tidur…

Tidur…

Jung.

Ia membuka matanya dan duduk di tempat tidurnya.

Ia meletakkan tangannya di pipi di mana Jessica menciumnya.

Ia menghela napas berat dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Aish. Jangan ganggu aku.

Sementara menunggu benaknya lelah berpikir, ia bangkit dari kasurnya dan memutuskan untuk memeriksa email-nya.

~~~ ~~~ ~~~

Mata Jessica ingin tertutup namun ia berusaha semampunya untuk tidak tertidur.

Saat ini ia sedang membereskan beberapa dokumen di laptopnya.

Tiba-tiba, sebuah kotak pesan muncul.

kwon21yul is online.

kwon21yul. Ia menguap dan kembali mengetik.

“Yul?!” ia berteriak tiba-tiba.

Raut wajahnya bersinar seolah-olah ia baru saja bangun tidur.

~~~ ~~~ ~~~

Yul hendak mematikan laptopnya ketika sebuah kotak pesan muncul.

jesSooyeon22: hai Yul!

Ia membaca pesan itu dan mengerutkan alisnya. jesSooyeon?

“Wookie Oppa?” “Sooyeon-ah?”

“Jung?” ia kembali bersandar di kursinya dan menatap ke layar.

~~~ ~~~ ~~~

Beberapa detik telah berlalu, Jessica cemberut. “Kenapa kau tidak membalasnya?”

Ia kembali mengetik.

jesSooyeon22: kenapa kau belum tidur?

kwon21yul is typing.

Jessica seketika tersenyum dan menunggu balasannya.

kwon21yul: bagaimana denganmu?

jesSooyeon22 : masih ada beberapa dokumen yang harus aku selesaikan.

jesSooyeon22 : tidak bisa tidur?

kwon21yul : begitulah.

jesSooyeon22 : mungkin kau sedang memikirkan seseorang.

kwon21yul : mungkin.

Apakah itu aku? Jessica tersenyum lebar.

jesSooyeon22 : apa kau peduli dengan orang itu?

kwon21yul: tidak.

jesSooyeon22 : kenapa tidak?

kwon21yul : aku tidak peduli dengan orang lain.

jesSooyeon22 : bagaimana kau bisa berkata seperti itu? L

kwon21yul : semua orang adalah orang asing.

jesSooyeon22 : tidak semuanya. Kebanyakan dari mereka adalah teman-temanmu.

kwon21yul : mereka semua sama, keluarga atau bukan.

jesSooyeon22 : tidak mereka tidak sama.

jesSooyeon22 : kalau kau melihatnya lebih dekat, kau akan mengetahui ada seseorang yang sangat peduli padamu.

Yul menatap pada layar.

jesSooyeon22: yul?

 

jesSooyeon22 : kau masih di sana?

Beberapa menit kemudian.

kwon21yul is offline.

“Huh?” Jessica cemberut sedih. “Mungkin dia tidak suka apa yang aku katakan.”

Ia selesai mengorganisir dokumen-dokumennya dan pergi tidur.

Ia tersenyum dan menutup matanya. Aku sangat peduli padamu.

Ia memeluk bantalanya dan segera terlelap.

~~~ ~~~ ~~~

Ponsel Yul berdering. Ia mengangkat teleponnya.

“Ya?”

“Yow Yul!”

“Apa yang kau inginkan?”

“Apakah aku mengganggumu?”

“Tidak.”

“Kau yakin?”

“Katakan saja, Taeng.” Kata Yul jengkel.

Ia mendengar Taeng tertawa di sisi lain. “Oke, kawan. Santai.”

Taeng berdeham. “Aku menelepon untuk memberitahumu kalau aku tidak bisa bersamamu minggu depan.”

“…”

“Keluargaku merencananakan liburan.”

“Aku mengerti.”

“Maafkan aku, teman. Aku tidak bisa menemanimu di hari ulang tahunmu.”

“Tidak apa-apa. Aku rasa kau sudah melakukan banyak hal untukku selama beberapa tahun belakangan ini.”

“Tapi aku janji, kita akan merayakannya akhir minggu ini.”

“aku akan menantinya.”

“Aku benar-benar minta maaf, Yul. Selamat malam.”

“Selamat malam.” Ia menutup teleponnya dan kembali meletakkannya di atas meja.

Ia melirik laptopnya.

jesSooyeon22: yul?

jesSooyeon22 : kau masih di sana?

 

You are offline.

Ia kembali duduk.

You are online.

jesSooyeon22: aku rasa kau sudah tidur sekarang.

jesSooyeon22: terima kasih sudah chat denganku.

jesSooyeon22: goodnight yul!

jesSooyeon22: have a good jam! ♥

jesSooyeon22 is offline.

Yul menghela napas. Ia menutup laptopnya dan pergi tidur.

Ia menutup matanya dan segera terlelap.

kwon21yul: goodnight jung.

~~~ ~~~ ~~~

 

 

TBC

okay, how was it ??? have fun ?? Yup TAENG is here everyone *clap *clap *cheer 😀 is that what y’all waiting for ? comment please, i wanna know the reaction about this chap ^^

btw thanks banget buat yang udah do’a-in gue kemaren dan semoga do’a tulus kalian dikabulkan. Aamiin

credit : Juri @SSF

boiboi~

Advertisements

52 thoughts on “Ice Boy [Chapter 7]

  1. taeng!! muncul juga akhirnya 😀 puas banget sama part ini, yulsicnya full 🙂 ada taeng 🙂 ulalaaaa 😀 thanks for update 🙂 Oh iya un ketunda ga thor? un sekarang kacau bgt-_- semoga tahun dpn dihapuskan #amin hahaha btw lo jurusan apaan thor?

      • oh gue kira ipa, iya nih jadi ngeri taun depan begimana-_- di sklh gue masa pas ujian fisika ada yg pusing,muntah, pingsan malahan sampe ada yg dibawa ke rumah sakit. gila!! sarap! sesusah itukah fisikanya-_- kasian pdhl katanya dia baru ngerjain 5 soal :” pdhl pinter juga. banyak yg nangis udahannya, katanya tipe soalnya tuh jauh beda sama yg tahun kemaren. baru tahun ini ada kasus selebay itu di sklh-_- #ciiaat curhat *sorry jadi nyepam hahaha emosi abisnya, kan kasian:| #gapenting #skipdah-___-

      • gue males Kimia Fisika kalo IPA :D, dibawa santai aja lagi..hadapi semua dengan senyuman *senyumanmiris
        di Bahasa juga ada Jepang kemarin, dan anehnya Jepang lebih gampang dari Inggris -__-” taun depan mah gak bakal ada ujian keknya ahaha

  2. Mumpung besok sampai minggu UN lagi free jadi sempatin deh baca ffmu ..

    yeeeeyyy taeng oppa udah nongol tuhh. . tapi btw umurnya berapa yah? koq ngga skul sih??

    biasanyakan orang itu kalau ketemu pnjahat pasti bilngnya silahkan ambil semua barangku yang pnting jangan nyakitin aku .. lah ini?? malah relah disakitin sala tidak dikasi timun .. wkwkwk

    yul appa sica eomma makinn dekat nihh .. hehe .. sica eomma fighting yahh!!! jangan nyerah tuk lelehin ice prince ..

    lanjutt thor .. mau cepat atw lambat terserah deh asalkan ngepostnya bukan hari senin atw selasa nnti yah thor. .

    mudah”an angkatan tahun ini Lulus 100% .. amiiinnnn ..

  3. Amin~ cheonma^^
    semoga dpet hasil yang bagus juga ya 🙂

    sumpah bahagia banget n like like pisan lah sma part ini, ciyee yulsic pulang bareng kekeke
    bnyak moment yulsic 😀
    ayoo sica eomma bkin moment spesial di ultahnya yul appa #pasti bakalan so sweet apalagi yul@ udh mulai ekhm ekhmm haha 😀
    dtggu part slnjutnya^^

  4. Yeayyy …
    Kombek nie thor …
    Aihh sweet bgt sie Yulsic mlem2 chettng2gan berdua …
    Xeexeexe …
    Bca nie FF q senyum2 sndiri nie ..
    Xeexeexee …
    Lnjut thor ..
    Penasaran ciyus …
    Gomawo dah update …

  5. waah..sepertinya ada alasan kenapeh yul jadi dingin, selain kesepian dari keluarga nyeh..
    sica bakal ngasih apeh ya ma Mas Yul???hehehe
    lanjut semangat ^^

  6. Anyeong ,,,,,,,

    Wawwwww,,,
    Puas bca nya nih Chapter,,kkkeee
    Yul Sudah mulai Cair brapa persen??kkee

    Kim Taeng Udh muncuul,,^^
    Dan,ksian bnget khidupan si Ice Boy,tpi siapa Seseorang itu ???????
    Yeyeee,, Moment YulSic Sweet..,,

    Mkin penasran Next Chap nyah,,,,
    SEMANGAAAAAAT

  7. annyeong…

    YEAY!!BIG SURPRISE!!!
    TAENG MUNCUL!!!HORRAAAAYYY #nariharlemshake#
    jd ppany bkl punya pasangan nih,aseeekk…
    Jung dirimu konyol sangat,lebih baik smua barangnya d rampok,drpd d kasih timun wkwkwk…mungkin phobia nya udah akut bgt kali ya hahaha..

  8. yeah udah balik gmn un nya lancar…
    Ciye yulsic seru ya bikin gemez aja..
    Ah udah nongol taeng nya keceh tah..hahaha

    Thank you dh update.

  9. Yulsic moment muantaaapppsss…
    taeng datang LS senang,, aq pun LS jg,,
    Yulsic taeny polepelll deh… 🙂
    Tq thor,,

  10. uuyyeeey yulsic moment so suuiiit…
    kcian yul slalu ksepian, nyantai yul pas ulang yg akn dtang pasti sica kasih terswiit and special…
    ok dlanjut, semangaat…

  11. yeeeeeeew, taeng dateeng!
    Kpan ktmu fanynya?
    Yul, trnyt kacian bgt hdupmu. Ksepian ya? Tp tenang, pzt sbentar lg kmu ga bkal ksepian lg. Kan jung uda dtg. Lnjut th0r!

  12. akhirnya taetae uncul juga, *jump* menantikan dia cukup lama hehe, semoga sica dapat menemani yuri di hari ultahnya.

  13. kyaaaaaaaa taeng muncul..*jogetbarengfany.
    yul mulai suka nich ma sica?*akhemmm..thank for update tara..tara jjang!!

  14. Annyong , wah telat saya baru tau ff ini
    Cuuuuuuute sekali JJ ❤
    Yulsic udah jadian aja , kelamaan , ahahahhahaha
    Yul sok jual mahal aja , nice ff author

  15. wah., pengagum? co cweet jga tuh pengagumny Sica 🙂
    Yul selain dingin ekspresi wajahny slalu datar y -,-
    yah Sica kau akan membrikan apa sja asalkn org itu tdk membrimu timun.,??
    itu lucu ha ha ha 😀
    wah Yul sprtiny kau hrs k THT untuk memeriksa telingamu 😀
    ah Sica kau jga jual mahal tpi akhirnya kau mau jgakan 😀
    wah Sica kau ska berpkir yg mnrik ttg dirimu dan Yul 🙂
    xi xi xi., 🙂
    akhirnya Taeng kluar jga dri sarangny 🙂
    wah Taeng kau memang org yg pengertian 🙂
    wah Sica kau membuat Yul membeku dgn prbuatanmu 🙂
    next part 🙂

  16. Yeeeaayy..
    Taeng ny nongol, #nari hula-hula

    Eh itu akal”n taeng ajjh kan yah biar yul bareng sica pas ultah??
    aah Taeng emang baek deh #kesimpulan sendiri -_-///

  17. aaaaaaaakkkk my beb taeng muncul>< critanya taeng mak comlang YS. duh taeng ketemu tiff donk.. cieee yul udah rada2 nih

  18. Yeaaaaah akhirnya Taeng nongol jga, Taeng ttep sama dork nya..
    Yul giliran diajak chat aja baru di mau ngmong coba secara langsung, msih curiga sama Yul jngan2 dy gagap, hiihi..

  19. Akhir ya taeng muncul juga setelah 6 chapter hahahaha

    Yul padahal suka sama sica tapi malu-malu gitu. Moga aja next chap makin banyak part yulsic

  20. Yulsic moment ♥.
    Hoi taenh udh muncul siap2 ppany-aah.
    Yul sumpah klo ad laki cuek.ny kaya lu udh gue banting.
    Sok2 cuek ntr juga mau sendiri ma jenong.
    Jenong fighting!!

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s