Ice Boy [Chapter 8]

Update update 🙂 gak pada bosen kan liat gue lagi ?? pada penasaran kan gimana ultah Yul kali ini ??

enjoy~

~~~~  ~~~~ ~~~~

Part 8

Jessica berjalan di sepanjang koridor sekolah dengan seulas senyum terpampang di wajahnya. Kegembiraan tentang hari ini menyelimuti benaknya. Ia benar-benar berencana untuk datang ke sekolah pagi-pagi sekali.

Ia berjalan di tangga menuju rooftop, membawa sebuah kotak di tangannya. Begitu ia sampai di tempat itu, ia terkejut melihat Yul di sana.

Dia sudah ada di sini?

Yul tengah duduk di pojokan. Keringat membasahi tubuhnya dan napasnya berat; sepertinya ia baru saja selesai latihan menari.

Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jessica mengerutkan dahinya.

Ia tidak menduga Yul akan berada di sini sepagi ini dan ini bukan bagian dari rencananya.

Ia menghela napas. Aku rasa aku harus melakukannya sekarang.

Yul menutup matanya dan beristirihat sejenak.

“Saeng-il chukahamnida, saeng-il chukahamnida… ♪”

Yul perlahan membuka matanya.

“Saranghaneun Kwon Yul-ah… ♪”

Ia melihat Jessica berjalan ke arahnya dengan membawa kue di tangannya.

“Saeng-il chukahamnida… ♪”

Jessica berlutut dan meletakkan kue itu di depan Yul. “Happy Birthday, Yul!”

Bagaimana dia tahu? Yul terkejut, SANGAT terkejut.

“Ayo Yul, make a wish!” Ia menatap gadis di depannya.

“Cepatlah! Lilinnya meleleh!” perintahnya.

Yul memalingkan wajahnya.

“Sowoneul malhaebwa~ ♪”

Tidak ada tanggapan.

Jessica cemberut. “Oke, kalau kau tidak mau, aku rasa aku saja yang akan membuat permohonan.”

Ia menutup matanya da Yul mengambil kesempatan untuk kembali melihat padanya.

“Aku harap Yul akan bahagia sekarang, nanti, dan selamanya.”

Ia tersenyum.

Ia membuka matanya dan hendak meniup lilin itu ketika ia mendapati lilin itu sudah tertiup.

Ia melihat Yul. “Kenapa kau meniupnya?”

“Angin.”

“Bagaimana dengan permohonanku?”

Jessica cemberut dan Yul merasa tindakan itu sangat lucu sehingga ia terus menatap ke arahnya.

“Omong-omong, ini.” ia menyerahkan sebuah garpu kepadanya. “Ayo kita makan bersama.”

Ia duduk di samping laki-laki itu dan meletakkan kuenya di antara mereka.

Yul tidak mengambil garpunya. Ia malah memalingkan wajahnya.

Mungkin dia tidak suka kue.

“Uh…apakah kuenya terlalu kecil? Aku sudah berusaha semampuku untuk menemukan toko kue pagi-pagi sekali tapi mereka masih tutup. Jadi akhirnya aku membuat kue ini sendiri.”

Dia membuatnya? Meski tidak terlihat jelas, Yul sangat senang, lebih senang lagi karena Jessica benar-benar berusaha keras.

“Haruskah aku menyuapimu?” Jessica mengambil sesendok kue dan meletakkannya di depan mulut Yul.

Yul mengunci bibirnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ayolah, ini tidak seburuk itu.” Seharusnya.

Dengan paksa Jessica mendorong kue itu ke mulutnya sehingga Yul tidak punya pilihan lain selain membuka mulutnya.

Ia memakan kue itu perlahan.

“Bagaimana?” tanyanya antusias.

Yul memasang ekspresi yang tidak dapat dijelaskan di wajahnya.

Ia berdiri dan segera pergi, meninggalkan Jessica tercengang. “Yul! Kau mau pergi ke mana?”

“Apanya yang salah dengan kue ini?” ia memakan sepotong kuenya dan menelannya.

Ia mengangkat bahu. “Rasanya tidak enak tapi kue ini masih bisa dimakan.”

Ia menghela napas.

Tidak ingin menyia-nyiakan kuenya, ia menghabiskan semuanya.

~~~ ~~~ ~~~

“Selamat pagi, Jessi!” sapa Tiffany.

“Selamat pagi, Tiff!” ia tersenyum. “Di mana Yoong dan Soo?”

“Di kantin.”

“Oh.” Ia duduk di kursinya.

Ketika menunggu kelas mereka dimulai, tiba-tiba ia merasa pusing.

“Tiff.” Ia menyambar tangan Tiffany dan mengusap perutnya.

Menyadari sahabatnya berkeringat dan matanya tertutup, Tiffany bertanya dengan cemas. “Jessi, ada apa?”

Jessica memegang tangan Tiffany erat-erat dan mencengkeram perutnya.

“Apakah perutmu sakit?”

Ia mengangguk lemah.

“Sunny! Bantu aku bawa Jessi ke klinik!” Tiffany berdiri.

Mereka hendak membantu Jessica berdiri ketika mereka mendapati Yul sudah menggendongnya.

“Tidak apa-apa, aku akan membawanya.” Ia memberitahu mereka.

Ia menggendong Jessica di sepanjang jalan menuju klinik dengan teman-temannya mengikuti di belakang.

“Tahan.” Ia melirik Jessica di lengannya dan mempercepat langkahnya.

~~~ ~~~ ~~~

Jessica terbaring di salah satu tempat tidur klinik dengan teman-temannya mengelilinginya.

“Apa yang terjadi dengan Jessi, Suster Joy?”

“Apakah dia akan baik-baik saja?”

“Dia sedikit keracunan makanan. Tapi jangan khawatir, dia sudah tidak apa-apa sekarang.” Jawab Suster Joy. “Dia hanya butuh istirahat.”

“Keracunan makanan?”

“Apa yang kau makan, Jessi?”

“Aku membuat kue pagi tadi dan aku memakannya.” Jawab Jessica lemah.

Dia memakannya? Serius? Yul berdiri di pojok dengan tangannya yang terlipat di depan dada.

“Kau…”

“…membuat kue?”

Kata teman-temannya tidak percaya.

“Kenapa kalian terdengar seperti itu adalah hal mengerikan untuk aku lakukan?” Jessica cemberut.

“Memang mengerikan.” Tiffany dan Sunny terkekeh.

Tiba-tiba, pintu terbuka dengan keras, menampilkan Dongwook dengan raut cemas. “Sooyeon? Apa yang terjadi?”

Ia berlari ke samping Jessica. “Apa kau baik-baik saja? Bagian mana yang sakit? Apakah semuanya baik-baik saja?”

Terlalu berlebihan. Yul memutar bola matanya dan meninggalkan klinik.

Jessica tetap diam dan melihat Yul meninggalkan ruangan.

Ia menatap ke pintu.

“Uh…Mister Lee, jangan khawatir. Jessi baik-baik saja sekarang.” Tiffany memberitahunya.

Dongwook menghela napas lega. “Kau membuatku khawatir, Sooyeon-ah.”

Bel sekolah berdering.

Sunny dan Dongwook meninggalkan klinik, meninggalkan Tiffany sendiri.

“Tiff, kau tidak pergi ke kelas?” tanya Jessica.

“Aku izin, Jess. Miss Lee bilang kau butuh seseorang untuk menjagamu.” Tiffany berjalan mendekatinya.

“Aku baik-baik saja. Lagipula, ada Suster Joy yang menjagaku.”

“Ya, ada Suster di sini tapi dia juga sibuk menjaga klinik.”

“Kau yakin tidak apa-apa untuk tidak menghadiri kelas?”

“Tentu saja! Ini lebih dari tidak apa-apa untukku.” Ia duduk di samping sahabatnya dan tersenyum.

Jessica balas tersenyum.

“Sebenarnya Jessi, aku merasa sedikit ngantuk. Bolehkah aku berbaring di sampingmu?”

“Tentu.” Jessica bergeser sedikit, memberikan ruang untuk Tiffany.

Tiffany berbaring dan memeluk sahabatnya. “Aku merindukanmu, Jessi.”

Jessica terkekeh. “Kita bertemu setiap hari, Tiff.”

“Ya. Tapi aku rindu jalan-jalan dengan hanya kita berdua.”

Jessica balas memeluknya. “Aku juga merindukanmu.”

“Kau terlalu sibuk akhir-akhir ini.”

“Bagaimana kalau kita pergi shopping akhir minggu ini? aku rasa aku ada waktu.”

Wajah Tiffany tiba-tiba bersinar. “Benarkah?”

Jessica melihat ke arahnya dan mengangguk.

“Yeay! Itu kencan, Jessi!”

“Kencan.”

Mereka berdua terkekeh.

~~~ ~~~ ~~~

“Sica, bagaimana perasaanmu?”

“Tidak pernah sebaik ini, Yoong. Terima kasih.” Jessica tersenyum padanya.

“Aku dengar kau keracunan makanan…dengan masakanmu sendiri.” Soo tertawa.

“Tidak lucu, kawan. Aku harap kau lah yang sakit karena kau Shikshin di sini.” Yoong memelototinya.

Soo memberinya ‘merong’. “Maumu.”

“Ngomong-ngomong, Sica. Ini.” Sunny memberikan sebuah mawar putih dengan sebuah catatan.

“Apa ini??”

“Kami melihatnya di mejamu. Aku rasa bunga ini datang dari orang yang sama yang memberimu mawar merah sebelumnya.”

Jessica membaca catatannya.

Sebuah mawar putih untukmu.

P. S. aku harap kau baik-baik saja sekarang. Tolong lebih perhatikan kesehatanmu.

Ia tersenyum.

“Hmm. Pengagummu sungguh perhatian. Aku ingin tahu siapa dia.” Kata Tiffany.

“Aku tidak memahami laki-laki seperti itu. Maksudku, kenapa mereka tidak menampakkan diri mereka sendiri daripada memberimu sebuah bunga mawar dengan beberapa catatan membosankan?”

“Mungkin karena dia belum mempunyai keberanian untuk menghadapi Jessi.”

“Ya. Dan Soo, tidak semua laki-laki sepertimu. Menunjukkan cintamu untuk pacarmu secara terang-terangan.” Yoong memutar bola matanya.

“Tentu saja! Kenapa aku harus menyembunyikan perasaanku? Aku sangat mencintai bunny-ku.” Ia merangkulkan lengannya di bahu Sunny.

Sunny melihat ke arahnya dan tersenyum. “Aku juga mencintaimu.”

Mereka mencondongkan tubuh lebih dekat dan merapatkan bibir mereka.

“Yah! kalian berdua! Get a room.” teman-teman mereka mengomel.

Soo menarik diri dan balas berteriak. “Tapi ini juga RUANGAN!”

~~~ ~~~ ~~~

Mereka berlima kini berjalan di koridor sekolah.

“Sooyeon!”

Jessica berbalik. “Oppa?”

Dongwook menghampiri mereka. “Kau sudah baikan?”

Ia tersenyum dan mengangguk.

“Baguslah. Kau mau pulang? Ayo, aku antar kau pulang.”

“Uhm…”

“Ayolah, Sooyeonie. Banyak yang harus kita bicarakan dan ini adalah satu-satunya kesempatan yang kita punya.”

Setelah memikirkannya sejenak, ia mengangguk. “Oke.”

Ia berbalik ke teman-temannya. “Maaf teman-teman, aku tidak bisa ikut dengan kalian.”

“Tidak apa-apa Jessi. Hati-hati, oke?” Tiffany memeluknya dan ia berpamitan kepada teman-temannya yang lain.

“Jadi, ayo kita pergi?” Dongwook tersenyum.

“Uhm…Oppa, ada yang harus aku lakukan dulu. Bisakah kau menungguku di bawah? Hanya sebentar.”

 “Tentu.” Ia pergi dan Jessica berjalan menuju loker di koridor.

~~~ ~~~ ~~~

Yul turun dari rooftop.

Ia pergi ke lokernya dan merapikan barang-barangnya.

Ia melihat sebuah kotak biru di dalam lokernya dan mengambilnya.

Terdapat sebuah catatan menempel di atasnya.

Tidak ada orang asing; hanya teman-teman yang belum pernah kau temui.

Happy Birthday, Kwon! Jung di sini, selalu melayanimu.

Ia meletakkan kotak itu di dalam tasnya.

Ponselnya bergetar.

Taeng: bagaimana harimu, kawan? Aku benar-benar minta maaf aku tidak bisa bersamamu hari ini. Tapi aku punya hadiah untukmu. Kau menyukai hadiahnya? Apakah dia baik-baik saja? Happy Birthday, Yul!

‘Apakah dia baik-baik saja?’

Ia menatap ponselnya.

“Jadi, kau lah yang memberitahunya.” Ia menyeringai.

Ia menutup pintu lokernya dan pergi.

Yul: terima kasih untuk hadiahnya, teman. Sejauh ini hadiah ini yang terbaik.

 ~~~ ~~~ ~~~

Dongwook dan Jessica kini berjalan di pelataran parkir.

Ia membukakan pintu penumpang untuk Jessica.

Jessica tersenyum padanya. Sebelum ia masuk, matanya menangkap sesuatu.

Itu mobil Yul! Dia masih di sini?

Dongwook melihat Jessica berhenti. “Ada apa?”

Ia kembali tersadar dan mengelengkan kepalanya. “Tidak apa-apa.”

Dongwook tersenyum dan menutup pintunya ketika Jessica masuk.

Ia pergi ke kursinya dan melaju pergi.

“Sooyeon-ah, kau mau makan di mana?” tanyanya.

“Dukong Restaurant.”

“Oke.”

~~~ ~~~ ~~~

“Selamat sore, Nona, Tuan. Kalian mau pesan apa?” tanya seorang pelayan.

“Aku pesan Jajangmyun. Bagaimana denganmu, Sooyeon?” kata Dongwook.

“Aku pesan Naengmyun.”

“Oke.” Wanita itu tersenyum dan mencatat pesanan mereka.

“Uh…permisi, di mana Taeng?” tanya Jessica tiba-tiba.

“Mr. Kim? Maafkan saya nona tapi dia tidak ada di sini. Saat ini dia sedang dalam perjalanan keluarga.” Jawabnya.

“Oh, begitukah? Terima kasih.”

“Permisi sebentar.” Wanita itu mempermisikan dirinya untuk mengambil pesanan mereka.

“Siapa Taeng?” Dongwook melihatnya.

“Oh, dia pemilik restoran ini.”

“Temanmu?”

“Ya.” Jessica tesenyum.

Ia terkekeh. “Oh, jadi Sooyeonie bersikap ramah sekarang.”

“Aku sudah berubah, Oppa. Aku bukan lagi Sooyeon yang dingin dan malas yang pernah kau kenal.”

Ia terkekeh lagi. “Aku mengerti.”

Tapi apakah perasaan Sooyeon sudah berubah juga?

 ~~~ ~~~ ~~~

Beberapa menit kemudian, seseorang memasuki restoran.

“Selamat sore, Tuan Yul!” sapa seorang pelayan.

“Tolong berikan aku semangkuk Naengmyun.”

Jessica mendengar seseorang menyebut nama Yul sehingga ia melihat ke arah pintu dan melihat laki-laki itu di sana.

Bibirnya seketika menyunggingkan seulas senyum.

“Yul!” panggilnya dan melambaikan tangan ke arahnya.

Yul hendak balas menyapanya ketika ia melihat seseorang sedang bersamanya.

“Hei, Kwon Yul!” Dongwook juga melambaikan tangannya ke arah Yul.

Yul mengabaikan mereka dan pergi ke salah satu meja yang jauh dengan mereka.

“Hmm. Kwon Yul benar-benar sombong.” Kata Dongwook.

Jessica tidak menanggapi namun ia tetap melihat ke arah Yul.

Dia duduk di pojok sambil membelakangi mereka.

Dongwook terus mengobrol dengan Jessica namun perhatian gadis itu tengah bersama seseorang.

“Permisi sebentar. Aku harus pergi ke kamar kecil.” Kata Dongwook.

Jessica mengangguk. “Oke, Oppa.”

Begitu Dongwook pergi, ia mengembalikan tatapannya pada Yul tapi laki-laki itu tidak terlihat.

“Huh? Ke mana dia pergi?”

Ia melihat berkeliling dan menemukan laki-laki itu berdiri di sampingnya.

Ia sedikit terkejut dan meletakkan tangannya di dada. “Apa yang kau lakukan di sini?”

Yul menatapnya.

Ia meletakkan salah satu tangannya di meja dan membungkuk sedikit, mencondongkan tubuhnya lebih dekat dengan Jessica.

Mata mereka kini sejajar.

Jessica sedikit tersipu dengan kedekatan mereka. Omo~ kau terlalu dekat. Bisakah kau sedikit menjauh?

Ia menelan ludah dengan gugup dan menahan napasnya.

“Terima kasih, Jessica.” Kata Yul singkat.

Ia berdiri tegak dan pergi, meninggalkan Jessica menatap kosong ke depan.

Jessica? Itu mungkin suara termanis yang pernah ia dengar dari laki-laki itu.

Ia baru tersadar dari lamunannya ketika ia mendengar suara.

“Maaf sudah membuatmu menunggu.”

Ia menatap Dongwook dengan kosong dan laki-laki itu menyadari wajah Jessica sedikit merah.

“Sooyeon-ah, kau tidak apa-apa?”

Ia tidak mengalihkan pandangannya dari laki-laki itu.

“Hei, Sooyeonie.” Ia menjentikkan jarinya di depan Jessica.

“Uh…huh? Oh, ya, ya. Semuanya baik-baik saja, Oppa.” Jawabnya seketika.

Ia tersenyum padanya. “Oke, ayo kita pergi. Kau harus istirahat. Sudah semakin larut.”

Jessica mengangguk dan meninggalkan restoran.

Jessica. Ia tersenyum. Dengan senang hati, Yul.

~~~ ~~~ ~~~

 TBC

okay itu aja yang bisa gue kasih buat kalian 🙂 makasih yang udah pada comment di part sebelumnya i really appreciate it. 🙂

credit: Juri @SSF

boiboi~

Advertisements

50 thoughts on “Ice Boy [Chapter 8]

  1. wow…es nya mulai mencair sedikit demi sedikit..yul udah bisa buka dikit hatinya bwt sica..
    lanjuuut thor, semangat…

  2. Annyeong ,,,,,
    *smogaCommentGak ilang*

    – – – – – –
    Nice Chapter ,,,kkkeeee
    Hhaaaahaa,, Sica kracunan mkanan buatan sndiri,mngkinkah ktuker kali antara gula dan deterjen ,, U,u
    Kyaaaaaaa# Ice Yul udh mncair,mskipun sedikit demi sdkit
    Lama lama mnjadi bukit*laaah Apa Ini *

    D tunggu next chapter nyaaah,,,,
    SEMANGAAAAAT

  3. Lol….
    Sica keracunan kue buatan nya sendiri.
    Wkwkwkw
    aku mengharapkan taeny thor…
    Fany… Kasian banget pas bilang dia kangen sica.
    Aw… Aku langsung kebayang taeng..
    #LSkumat

  4. Tara unniee ..
    Ahahaha chapt inii DAEBAKK ngahaha sweet bgetz yulsic’y, pipi ku smpai keram bCa m0ment mreka ..
    Ngahaha

    oya jgan bilang kLw dongwook punya ‘RASA’ sma sica unnie .. Dan jangan bilang kLw yg slalu kzih mawar itu y0ong,, iia kann unn, aaargh ..

    Oya, aku suka JeTi m0ment’y, sweet like a candy ngahaha aku suka aku suka ..

    Hahaha 🙂

  5. Sica masa keracunan sama makanannya sendiri dahxD
    cieeeeeee Yul kyaknya udah ngerespon Sica deh,moga moga mereka cepet jadian:)
    di tunggu lanjutannya thor:D

  6. Ceilah …
    Yulsic banyak kmjuan nie …
    Xeexeexee …
    Sie sica yul baru ngomong terima ksih jessica dah sneng ea nauzubillah …
    Xeeexeeexee …
    Lanjut lanjut lanjut …
    D tnggu bgt lnjutan ea …

  7. Wow.. Mulai mencair nih ice boy nya wahahah
    Eh, tadi napa yul langsung ngibrit(?) ajah pas makan kue buatan sica? Apa tak enak? Haha
    Hmm,, dongwook punya sebuah perasaan yang dulu dirasain sica nih? Ckck moga jangan atuh kan, yul akan mencair haha
    Ng! Bro wkwk panggilan sehari-hari noh #plakk
    Ditunggu next nya 🙂
    O ya thor tarra dichap kemaren komenku masuk gak sich? Koq diperiksa-periksa kagak ada hehe

  8. annyeong…

    aaseeekkk ssica ngerayain ultah yuri euuyyy hehehe…
    juga sikap yuri sedikit lebih baik ma ssica #hanya dikit.
    mana dy ngucapin trima kasih n manggil nama jessica ‘not jung’..
    mungkin efek dari make a wish na ssica kali yah hahahha..

  9. amiiinnn thorr .. mudah”an tahun ini 100% LULUS .. gomawo yahh^^
    setidaknya dengan author update sedikit ngurangin stress ..

    ihh yul appa malu” tapi mau .. hihihi

    makasih buat tae oppa karena berkat tae oppa sica eomma yul appa ada sedikit peningkatan ..

    gimana sihh katanya fany mau ngejagain sica eomma tapi ini malah ikutan baring ..

    lanjut thor ..

  10. HYeyeyeyeyeye….. Yul~appa jjang!!!
    Kayak na da yg cembrutu noh,walau gak di pelihatin.hehehe xd#evil laugh

    OMO….SICA~UMMA Cieee wajahmu me2rah abis di apain tuh gk mungkin gegara yul~appa kan??#abis dicium naeshiksin ea#poor% http://www.ngarep@exis.com

    sica~eomma please jgn wat makanan papun lagi, tuh jha dah beracun untung senjata makan tuan!!! Dah ahh cuap cuap kaya beo ea mau insyaf dulu#gak da yg nanya x

    pay…pay…tebar kisseu dulu ahh chu~…#pelukciumyoonyulsicmasukinkantongbawapulangkerumahwatdijadiinshovenir#poor#ditendangtae2keplanetplutobrgyoonyulsic..mauuuuuu…¤_¤…#pasangwajahmupengyginocentygberbinar2ygcantikmanizcutelucupolosnanmenggemaskan,queenofaegyolewaaaaaaaattttt#poor#dikuburhidup2masunny

    OMO!!!!

  11. OMMOOO…. Smpah so sweet bgt. Yul blng ntu ulang tahun yg trbaik. Jessica lo bgmne msa keracunan mknn sendiri ??? Tp gkk pp, dng onnie bknin yull oppa kue aja ntu udh jd point buat lo
    Ahh poko’a Keren lh ni ff.
    Taraaaa di lanjut ya ?
    Kya’a w so akrab bgt ma lo tara.

  12. Hadeuh sicaa, bza2nya kracunan makanan sendiri. Pzti tdi yul lari untuk memuntahkanya yah?
    D0ngwook nksir sica ya? Andwe, sica jgn mau. Pkoknya kjar truz yul! Zmpe dpet!

  13. Oww..
    Yulsic!!!!
    Wae???!!!!
    Yul… Ayolah..
    Masa kalah sma dongwook jelek??
    Kan u lbh ganteng!!
    D’tunggu lanjutan’a

  14. kyaaaaaaaaaa yulsssiiiiiiiiiiic
    kyaaaaaaaaaaaaaaaa….
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa yul oppaaaaaaaaaaaaaaa.*histeris.
    ayo tara lanjutkan.d tunggu next chap ea…
    tenang aja aku gk prnh bosan.hihi

  15. si yul udah agak lumayan yeye..
    Hahaha jessica keracunan makanan buatan’a sendiri dooh untung yul cuma makan dikit doang..wkwk

    🙂 thanks you 🙂

  16. mulai meleleh ni si yuri 🙂 tapi dongwook ganggu moment yulsic -_-
    sica keracunan makanannya sendiri :p

    ditunggu next chapternya ^^

  17. ya ampun mpe part 8 msh aj dingin aj yul na kpn djadiin pacaran tuh mrka b2 thor??
    sica sbnrna kmu suka yul ga cey?klo suka jgn dkt2 dund ma dong wook kan yul na cmbru??
    kykna yoona deh yg ksh mawar k sica??
    thor blm ad moment taeny ya???

  18. lucu sica keracunan makanan yang ia buat kekekekekeke, wuah hati yul sepertinya udah mulai meleleh nih~ jangan sampai dongwook suka ama sica~ gak mau

  19. hua…..’0′ kenapa komen gue tadi subuh ga ada….-_-” #tendangdonwok

    yoong pasti yoong dah yang jadi penggemar rahasia si jejes…’0′

    cie yul mulai ada rasa ni yeh… 😛

    Taeny nya kapan nih…>,<

  20. Ngakakkk gilee,, 😀
    sica keracunan mskan sndri,,,hahahaaaa

    Eh? Yulsic &JeTy moment na maniss aj itu,, 😉
    D tunggu part slnjtny y thor^^

  21. Hello reader baru..
    Izin bookmark yaw..
    Karakter sica disini pantang menyerah ya kalo di ff laen dia manja banget.

  22. Sica,,,
    Ko bisa keracunan makanan yg dibuat sendiri,,,
    Yul keren bgt, gendong sica ke klinik…
    Kwon n Jung Daebak…

  23. wah Yul unltah n Sica mau bkin kejutan 🙂
    psti rsa kuenya sangat aneh smpai Yul kyk gtu 🙂
    dan gra” kue buatan sndri Sica msuk UKS deh
    cup cup cup -,- #poor Sica
    ha ha ha 🙂 hal yg sangat mengerikan ktika kau memasak sesuatu 🙂
    wah Taeng kau membrikan hadiah yg WOW pda Yul
    next part 🙂

  24. Ciyeeee Yulsic mah siuut bangeet #suuuiit kalee -_-///
    Taeng, yaoloh baru juga nongol kemaren. Udah pegi lagi..ckck
    Tegaaa…T^T

  25. Huaaaaa,, makin deket ajja tuh si seobang,,, duuhhhh bisabis nya keracunan makanan yg di buat sendiri,,hahah
    Seobang kenapa suka bete klo Jung di perhatiin cwo laen

  26. Sica keracunan kue buatannya sendiri, wkwkwk pantesan Yul ga mau makan lg trs nunjukin ekpresi abtrak lg..
    Ciee Yul udah mulai meleleh nih, ya itu jga brkat Taeng yg ngasih tau Sica..

  27. jgn blg penggemar sica nambah lagi yg suk kirim bunga -,- Yaampun!
    Wah, hadiah terbaik ya yul, cieee cieee wkwk
    Huuuhh, sica terlalu ramah sama semua cowok .-. jdnya bnyk cowo salah sangka sama perhatiannya huhuhu

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s