Ice Boy [Chapter 9-A]

Hi Readers 🙂 long time no see eh?? miss me? no? aww you hurt me 😀 this is the special chapter 😉 hope you enjoy it

so check this out !!

~~~~ ~~~~ ~~~~

9 – A

“Selamat pagi, kawan.”

“Pagi.” Yul naik ke mobil Taeng.

Taeng menghidupkan mesin mobilnya dan menyalakan pemutar musik pelan-pelan.

“Kau mau pergi ke mana?” tanyanya.

“Ke mana saja.” Yul memasang sabuk pengamannya.

“Oke. Kita mampir ke Mal.” Taeng melajukan mobilnya.

“Jadi, Yul…” ia kembali memulai. “Apakah dia memberimu sesuatu yang special?”

“Dia membuatkanku kue.”

“Wow.” Taeng terkekeh. “Benarkah? Aku tidak menyangkanya.”

“Aku juga. Dan aku memberitahumu, Taeng. Itu adalah kue yang paling mengerikan yang pernah aku makan.”

Yul melihat Taeng dengan tidak masuk akal dan menggelengkan kepalanya.

Taeng mengangkat alisnya. “Tidakkah kau terlalu kasar?”

“Kenyataannya memang seperti itu. Bahkan perutnya sendiri tidak sanggup menahannya.”

“Ceritakan tentang itu.”

“Aku tidak menghabiskan kuenya. Dia memakan semua kue itu dan berakhir di klinik sekolah.”

Hening sejenak, kemudian Taeng tertawa terbahak-bahak.

“Kuenya seburuk itu?”

“Ya.” Jawab Yul pelan.

Ia mengingat keadaan lemah Jessica saat ia menggendongnya dan entah bagaimana pikiran itu membuatnya merasa tertekan.

“Bagaimana liburan keluargamu?” ia segera mengganti obrolan mereka.

“Menyenangkan.” Taeng tersenyum lebar namun senyum di wajahnya menghilang dengan cepat.

“Dan…” ia melanjutkan dengan ragu. “Di hari yang sama Ju Hyun datang dan dia ingin bertemu denganmu.”

Taeng melirik Yul dengan hati-hati namun ia melihat laki-laki itu menatap ke jendela, seperti tidak mendengar apa-apa.

“Dia datang kemari untuk berlibur.” Tambahnya setelah tidak mendengar tanggapan dari sahabatnya.

“Bagaimana keadaannya?” kata Yul tiba-tiba, masih menatap ke jendela.

Taeng tersenyum. “Dia sangat baik, Yul.”

Yul mengangguk padanya dan membiarkan keheningan menyelimuti mereka.

Ju Hyun-ah.

~~~:~~~:~~~

“Kau siap?”

“Tentu saja! Aku lebih dari siap.”

“Jadi, apa yang akan kita lakukan pertama?”

“SHOPPING!” mereka berdua memekik gembira.

Jessica dan Tiffany tengah berada di Mal; menikmati kencan mereka.

Mereka pergi ke toko pakaian lebih dulu, lalu pergi ke toko sepatu.

Setelah beberapa saat, mereka memasuki toko aksesoris, tas, dan parfum.

Setelah berbelanja, mereka pergi ke salon.

Mereka berdua memiliki potongan rambut berponi dengan warna dan gaya yang berbeda. Rambut Jessica berwarna coklat dengan beberapa gelombang di ujungnya sementara rambut Tiffany berwarna hitam lurus.

120713 TiffanyAY3k_fDCAAEwCbx.jpg large

 

Mereka membawa banyak tas belanjaan ketika mereka keluar dari salon. Mereka kerap tertawa seolah-olah mereka memiliki energi untuk seharian dan tampaknya mereka tidak akan kelelahan.

“Jessi, kita terlihat kembar.”

Mereka berdua tertawa.

“Tiff, ayo kita makan. Aku kelaparan.”

“Oke. Kita simpan tas-tas belanjaan ini di mobilku.”

Mereka berdua berjalan menuju pelataran parkir.

Ketika mereka berjalan menuju mobil Tiffany, empat laki-laki berpenampilan jahat tiba-tiba menghentikan mereka.

“Hei, wanita-wanita seksi! Apakah kalian membutuhkan bantuan?” tanya salah satu dari mereka.

Tiffany dan Jessica berhenti berjalan dan saling mendekat.

“T-Tidak terima kasih. Ka-Kami bisa mengurusnya.” Kata Jessica.

Mereka hendak pergi ketika salah satu dari laki-laki itu tiba-tiba menyambar lengan Jessica.

Laki-laki itu menyeringai dan mendekati Jessica. “Kenapa kau begitu terburu-buru?”

“Yah! Jangan sentuh dia!” Tiffany menarik Jessica menjauh dari laki-laki itu.

“Kenapa? Kau ingin aku menyentuhmu saja?”

Laki-laki yang lain tertawa.

“Maumu.” Tiffany memelototi mereka.

 ~~~:~~~:~~~

“Teman, ayo kita makan dulu. Aku lapar.”

Taeng dan Yul turun dari mobil.

“Oke.” Jawab Yul singkat.

Ketika berjalan menuju mal, mata Taeng menangkap sesuatu.

“Lihat. Kurasa mereka membutuhkan bantuan.” Ia menunjuk ke arah dua wanita yang dikelilingi empat laki-laki.

Yul melihat ke arah yang ditunjukkan Taeng.

Gadis berambut coklat terlihat ketakutan sementara gadis berambut hitam memelototi mereka.

“Jangan ikut campur dengan urusan orang lain.” Ia memalingkan pandangannya dari mereka dan mulai berjalan kembali.

“Tapi-” Taeng melihat ke arahnya dan kemudian kembali pada gadis-gadis itu.

Ia menatap mereka sejenak, menyadari gadis berambut coklat terlihat familiar untuknya.

“Yul!” panggilnya. “Bukankah itu Jeshika?”

Yul berhenti berjalan seketika dan melihat Taeng. “Di mana?”

“Salah satu dari mereka.”

Mengalihkan tatapannya pada mereka, ia memincingkan matanya.

“Itu memang dia.” Ia mengepalkan tangannya.

Melihat salah satu dari laki-laki itu menyentuh Jessica membuatnya mendidih marah.

Ia hendak menghampiri mereka namun Taeng segera menghentikannya.

“Tunggu. Kita tidak bisa menangani mereka. Mereka terlalu banyak untuk kita berdua.”

“Apa yang harus kita lakukan?” gumam Yuri, berusaha menenangkan dirinya.

“Aku punya rencana.”

~~~:~~~:~~~

“Ayolah. Bagaimana kalau kalian bergabung dengan kami hari ini? aku yakin kalian berdua akan menikmatinya?”

Salah satu dari laki-laki jahat itu menyeringai dan mendekat ke mereka.

Jessica dan Tiffany melangkah mundur.

“Hey teman-teman, wassup.” Seseorang menyela.

Jessica menoleh ke arah suara tersebut. “Taeng?”

Taeng berdiri di samping Tiffany semenatara Yul di samping Jessica.

“Maaf mengganggu kalian tapi aku rasa mereka tidak ingin pergi dengan kalian.” Taeng memberitahu mereka.

Salah satu dari laki-laki itu terlihat marah.

Ia mencengkeram kerah Taeng dan memelototinya. “Dan siapa kau berani-beraninya mengganggu kami?”

Taeng menelan ludah dengan gugup dan tersenyum masam.

Ia memincingkan matanya dan melihat ke belakang mereka. “Apa itu?”

Keempat laki-laki itu melihat ke belakang mereka dan Taeng memanfaatkan kesempatan itu untuk mendorong laki-laki yang memegangnya.

“Lari!” perintahnya.

Mereka berempat berlari secepat mungkin sementara empat laki-laki itu mengejar mereka.

“Teman! Kita…berpencar.” Taeng memberitahu Yul.

Yul mengangguk.

Ia menarik Jessica dengannya sementara Tiffany bersama Taeng.

Jessica membiarkan Yul menariknya namun Tiffany menolak. “Tunggu! Aku akan ikut Jessi!”

“Tidak. Akan lebih baik kalau kita berpencar seperti ini.” Taeng menggenggam lengan Tiffany erat-erat.

“Tapi-” tidak bisa melakukan apa-apa dengan situasi seperti itu. Tiffany membiarkan Taeng menariknya bersama dan melirik sahabatnya.

Melihat bahwa Tiffany akhirnya menurutinya, Taeng menyeringai. Aku berhutang padamu, Jeshika.

Mereka belok ke salah satu sudut dan menemukan tempat persembunyian.

Tidak mendengar suara apa pun lagi, Taeng mengembuskan napas. “Aku rasa…mereka…sudah pergi.”

Setelah mereka kembali bernapas dengan normal, mereka berdiri tegak.

“Uhm…maaf. Kau bisa melepasku sekarang.” Kata Tiffany.

Taeng masih memegang lengannya.

Ia tersenyum dan melepaskan tangannya. “Maaf.”

Tiffany mengabaikannya.

“Uh…hello sekshi lady! Namaku Kim Taeng.” Ia memperkenalkan dirinya sendiri.

Dia memanggilku apa? Tiffany memberikan ekspresi jijik padanya.

“Jadi, siapa namamu?”

“Tiffany.” Ucapnya singkat.

“Oh, Tippani. Nama yang indah.” Ia tersenyum lebar.

“Namaku Tiffany.” Ia memutar bola matanya.

“Ya, Tippani.”

“Terserah.” Tiffany mengeluarkan ponselnya dan menekan beberapa nomor.

“Huh?” ia melihat ponselnya dan mendapati ponselnya mati. “Apa?”

Taeng melihat ke arahnya. “Ada apa?”

“Baterai ponselku habis.”

“Oh.”

“Bisakah kau telepon temanmu?”

Taeng tersenyum. “Tentu saja.”

Ia mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor Yul.

Ia menatap kosong ke ponselnya.

“Apa?” tanya Tiffany.

“Oops. Aku juga lupa mengisinya.” Ia tersenyum meminta maaf.

“Kali ini apa? Bagaimana kita bisa menghubungi mereka?” kata Tiffany cemas.

Taeng mengangkat bahu.

Tiffany menghela napas dan mulai melangkah pergi.

“Kau mau pergi ke mana?” tanya Taeng.

“Ke mobilku. Mungkin mereka menunggu di sana.” Katanya tanpa melihat ke belakang.

“Tunggu aku!” Taeng segera mengikuti di belakangnya namun ia tersandung.

Ia jatuh berlutut dan tangannya meraih sesuatu untuk menahannya.

Rasanya lembut sehingga ia tidak bisa menahan untuk tidak mendongak.

Ia tersentak dan membelalakkan matanya, melihat bahwa ia meraba pantat Tiffany.

Ia langsung melihat Tiffany yang kini mengamuk marah.

“M-M-Maaf-”

*PLAK*

~~~:~~~:~~~

“Kurasa mereka kehilangan jejak.”

Yul mengintip dari tempat persembunyian mereka dan melihat ke arah Jessica.

Jessica berkeringat dan bernapas dengan terengah-engah.

Yul mengeluarkan saputangan dari sakunya dan melemparkannya ke Jessica.

Jessica sedikit terkejut dan melihat benda yang dilemparkan padanya. “Uh…terima kasih.”

“Kita hanya berlari beberapa meter dan kau sudah kelelahan.” Ejek Yul.

Ia mengeluarkan ponselnya dan memanggil seseorang.

“Silakan coba beberapa saat lagi…”

Ia kembali meletakkan ponselnya ke dalam saku dan menatap Jessica.

“Hei, bisakah kau menelepon temanmu? Tanyakan padanya di mana mereka sekarang.”

Jessica mengangguk dan mengeluarkan ponselnya.

“Silakan coba beberapa saat lagi…”

“Ponselnya mati.” Kata Jessica.

Yul menghela napas. “Kalian mau pergi ke mana sebelum dikepung preman-preman sialan itu?”

“Kami akan menaruh kantong-kantong ini ke mobil Tiffany.”

“Ayo kita pergi.”

“Uhm…kita mau pergi ke mana?”

“Ke mobil temanmu. Mungkin mereka menunggu kita di sana.”

“Tapi Yul…aku tidak begitu ingat di mana dia memarkirkan mobilnya.”

Yul menatapnya tidak percaya dan menghela napas. “Oke. Kalau begitu kita berkeliling. Mungkin kita bisa menemukan mereka.”

Jessica mengangguk dan membawa kantong-kantong belanjaannya.

Melihat bahwa Jessica sedikit kesusahan dengan kantong-kantong itu, Yul membawakannya untuknya.

Ia membawa semua kantong itu dengan satu tangan.

“Tidak, Yul. Kau tidak perlu-”

“Tidak apa-apa.” Katanya singkat.

“Terima kasih.” Jessica melihat padanya dan menemukan laki-laki itu menatap ke arahnya.

“Ngomong-ngomong, aku suka bajumu.” Yul berbalik dan mulai berjalan.

B-Bajuku? Jessica melihat ke dirinya sendiri.

Ia mengenakan baju Minnie Mouse putih.

Ia menatap Yul sejenak.

Lalu menatap dirinya.

Wajahnya bersinar seolah-olah ia baru saja bangun tidur.

“Dia memakai baju itu?” ia tersenyum.

Yul mengenakan baju Mickey Mouse hitam. Baju itu adalah hadiah ulang tahun darinya.

Ia segera mengikuti di belakang dan berjalan di samping Yul.

 “Aku senang baju ini sangat cocok denganmu.”

~~~:~~~:~~~

“Mereka tidak ada di sini.”

Tiffany menutup pintu mobilnya setelah meletakkan kantong-kantong belanjaannya di dalam.

“Kurasa kita harus berkeliling. Mungkin kita bisa menemukan mereka.” Saran Taeng, masih memegangi pipinya yang merah.

Tiffany melihat ke arahnya dan Taeng memberikan seulas senyum.

Tiffany mengabaikannya dan mulai berjalan menuju mal dengan Taeng yang masih mengikuti di belakangnya.

Setelah berjalan selama beberapa menit, Taeng berbicara. “Tippani, kau mau makan dulu? Kita sudah berjalan selama beberapa menit.”

Tiffany melihat ke arah Taeng dan laki-laki itu masih memiliki ekspresi yang sama di wajahnya..

Ia menghela napas dan menyetujuinya.

Mereka memasuki restoran terdekat dan duduk di meja yang kosong.

Taeng segera menarik kursi untuk Tiffany.

“Thanks.” Kata Tiffany singkat dan duduk.

Taeng duduk di hadapannya dan memesan makanan.

Saat menunggu pesanan mereka datang, Taeng kerap melihat Tiffany.

Di sisi lain, Tiffany tengah melihat ke semua penjuru kecuali Taeng dengan tangan yang terlipat di depan dadanya.

“Bisakah kau jauhkan tatapanmu dariku?” katanya, menatap Taeng dengan tajam.

Taeng tersenyum lebar. “Maaf. Kau hanya terlalu cantik untuk diabaikan.”

Tiffany memutar bola matanya.

“Tippani, bisakah kau tersenyum sedikit? Aku yakin kau akan terlihat jauh lebih cantik.”

Tiffany mengerutkan keningnya. “Bagaimana bisa aku tersenyum sementara aku tidak tahu di mana sahabatku sekarang?”

Taeng terkekeh. “Jangan mengkhawatirkan Jeshika. Temanku boleh saja terlihat berbahaya dan semacamnya tapi aku pastikan dia akan menjaga temanmu. Yul sangat perhatian, terutama kepada seorang gadis.”

“Semoga begitu. Karena jika sesuatu terjadi pada Jessi. Aku akan mencekik kalian berdua.” Ia memperingatkan.

Taeng tersenyum lemah.

“Kau memang cantik tapi…menakutkan.” Gumamnya pelan.

~~~:~~~:~~~

TBC

okay that’s it! gue bisa bayangin ekspresi para LockSmith baca part ini haha

btw author yang bikin ff ini belum update lagi dan gue gak tau kapan dia bakalan update 😦 so gue mau coba translate ff yang lain, ada yang mau request?? gue cuman suka royal family dan GenBen pastinya 😀

credit : Juri @SSF

boiboi~

Advertisements

47 thoughts on “Ice Boy [Chapter 9-A]

  1. ngakak wktu taeng jatuh….
    taeng jatuh pn bsa nyari tmpat yg enk + empuk y…..muantap
    cie….yulsic pkek bju kopel….
    siapa ju hyun tuh thor????
    request yulsic thor…klau gk yoonhyun

  2. annyeong…

    yeay,taeny udah ketemuan hohoho…
    tapi sayang ppany dingin ma taeng u,u..
    mungkin karna insiden taeng jatoh plus ‘aset berharga’ nya jd pegangan,makanya dy dingin kekekekk..
    mana taeng dpt cap 5 jari dr ppany,limited edition lagih hahaha…
    tp apakah Ju Hyun itu cinta pertama nya yuri?
    eh eh eh,aku request dund..
    request taeny pastinya,yayaya…

  3. tae memang ngga pernah jauh” dari kata byun dan dorky yahh ..

    cuuiiitt cuiiittt .. yulsic makin dekat aj dan aku suka 🙂 .. yulsic pke kaos couple psti unyu dehh …

    tpi yng menjadi pertanyaan siapa ju hyun?? knapa tae berterima kasih pda jessi??

    terserah author dehh judulny apa asalakan yulsic atw kwon’s family .. hehe

  4. Annyeong ,,,,,,,,,,,,,,,,

    Ciieeeeh,,,, TaeNy moment dtang juga ,,,, kkkekee
    Ksempetan tuh,, Taeng ,,, ckckck
    Tpi gk sngaja juga,,tpi berkesan juga, ya krena tepat …,,*apadah*

    Ju Hyun ?? Sesuatu nih,,kke
    Eeeh,, jodoh ya,Pke baju kopel ,,eehm….,,

    Hmmm, klo ini blom lnjut,,bgimna klo YoonHyun ,,, klo gak YoonHyun YulSic lgi,,,kkeee
    D tunggu aje deh,,,
    SEMANGAAAAAAT

  5. Thor tarra tahu ajah bikin locksmith senyum senyum sendiri haha

    Dasar taeng dimana mana mana ada ajah byun nya + dorky nya haha tapi gak bikin fany senyum yah? Wkwkw *kan yang empuk itu* #plakk

    Woah aku bener bener suka pas akspresi yul dia marah banget pas sica disnetuh haha .. Ditambah pake pakaian couple lagi wkwkw, aduh ckck

    Juhyun siapa thor tarra? 0.o

    Kalau bisa request pengen taeny thor tarra.. Hehe

  6. pagi.:)
    hahaha taeny nya lucu si taeng nya byun.kekeke
    yul mah bkn gereget aja yeah.hahaha
    huum pasti lama update lg nih.hiks
    yulsic yulsic aja lah.hehe

    thanks..:)

  7. Juhyun ntu mntannya yul kh ??
    Taeng gaool bgt di sni…
    Kyaaa ppany jgn galak2 ma taetae’a. Pke kaos soulmate walopun gk di sangaja ??
    Klo kta orng mh ntu jodoh… Cieeee yulsic..Assiieek daghh…
    Dadahh tara kecceeehh

  8. Haahaaha TaeNy gokil bgt nie …
    Tingkah ea taeng kya playboy euy …
    Jessica gx lri aja kcpean apa lgi lari ..xeexeexe ..
    Ju hyun thu jgn2 mantan ea yul ea ..
    Lanjut thor …

  9. taeng jatuh.a enak bener ya pas bgd si tempat yg empuk n nyaman hahaha
    eciieeee yulsic pke baju kopel…cocok deh mickey sma minnie….

  10. haha…taeng jatuh nya modus tuh…wkwkwk

    akhirnya ada taeny juga…’0′

    ciye yul..hahai udah mulai suka yah ama sica…ayo ngaku…ayo…’0′ #toel2dagu

    makne…dia ada apa ama yuri….>,<

  11. hahaha..ittu taeng bnr2 byun..walaupn gk disengja,tpi ttp aja taetae pegang *** pany.
    request ea??klo aku sich lebh suka yulsic.haha
    secara w yulsic shipper. 😀

  12. Ahahaha ciieee itu yulsic pake kaos couple hihihi pasti imut#nyengirlebar ..

    Ishh taengo benar2 yah(?), hahaha..

    Aku suka JeTi disini,, mereka serasi#keluar.dari.topik#hahaha ..

    Okeyy nice ff unn,, bkin atw translate yulsic lagi d0onkk, yang banyaak hihi ..

    Hehe Ttata unniee annyeong~

  13. Tae pasti sakit banget ya di tampar Tiffany:)
    ciee Yul pake baju dari Sica kyaknya Yul mulai merespon nih
    di tunggu lanjutannya:)

  14. Juh hyun tu sp ea? Phakah seohyun?atw nama laen naeshiksin??*authormuntah2bayanginnaeshiksintujuhyhun…kamarmayatsiapdihuni*phalaginituh

    Waaaaaah kayak na tae2 dpt rezeki nomplok noh bz nyentu butt na pphani…#ea rezeki wat tae2 musibah wat pphani xd…evil laugh…mood on

    biarpun msh dingin, pi yul~appa te2p mau nolongin sica~eomma bawain belanjaan na pula….uhhhhh….soooo coeeeeeettttt…*teriak2paketoakcolongan

    unn kayak na capt ini ko dikit bgt ea…#protesjhaloekalomaubikinsendiri

    dah ah cuap2 na
    pay…pay…chu~
    …~_^…
    %pelukciumyoonyulsicmasukinkantongbawapulangkepluto%poor%dikuburhidup2maSONE’S%abaikanalienanehini% http://Www.aliensetres@xelaluexis.com

  15. aaaaaa makin seruuu, taeng gokil abiss haha yakali jatoh megang pantatnya fanny-_- wkwk ecieee yulsic pake baju samaan? baju couple donggg,
    ff yulsic lagi ajaaa u,u hehe

  16. Hahaha, taeng kmu gtu bgt cih! Panynya jd ilfil kan. Mna blum2 uda byun lg. Hadeuh!
    Yey, yul pke ka0s dr sica. Tp sbenernya agk aneh jga ngbyangin yul yg super dingin gt pke ka0s gmbar micky. Hiihi…
    Mmm, krna ne uda yulsic gmna l0w yg slanjutnya taeny th0r. Ok?! RF jjang!

  17. haha taeny moment lucu, taeng genit ih….
    omo yulsic pake kaos kapel…cuiiiit
    klo aq mo yulsic lgi…yulsic jjang…

  18. ciee yulsic pake baju couplean, terus jalan berduaan lagi.. kayak pasangan kekasih aja.. yul perhatian banget yaa walaupun dingin dan cuek, tapi tetep keren kok oppa ❤
    taeng kesenengan tuh bisa megang butt fany :p
    upadate yg cepet ya thor :3

  19. Harap maklum sih ya, berapa kalipun ngajarin pelafalan “tiffany” tetep aja taeng bacanya “tippani”
    =D

    Ngahahaha XD
    taeng kesempatan aja ih megang-megang butt-nya ppany =,=
    aura byuntaeng emang cetar membahana ulala lah pokoknya :-p

  20. annyeong.. new reader here!!
    sorry baru komen disini soalnya klo komen dari awal kayanya udah kadaluwarsa (?) bgt… jadi komen disini yg masih fres #eh
    aduh taeng -_____- bisa2 tuh tangan jatuh ditempat yg tepat (?) hahaha lol xD
    gue suka gayanya yul yg dingin.. jadi bayangin yul jadi co dingin #melting >///<
    ah yulsic lama2 bikin gereget dah.. cptan jadian gih haha xD

  21. wk wk wk 😀
    bahkan Taeng tertwa krna crita lucu Yul ttg Sica yg x_x
    kebiasaan JeTi shopping 😀
    wah dsni TaeNy n YulSic main kejar”an ama preman 🙂
    wow Fany glak jga y ama Taeng :3
    ha ha ha 😀
    Taeng mendratakn tanganny di tempt yg slah tpi lmyan 😀
    dan kau mndpt cap 5 jari dri Fany 🙂
    xi xi xi gokil dah 😀
    next part 🙂

  22. Yaelaah, nape kagak ada gantle” ny dikit sih. Ada adegan buk..buk dikit gituu kan keren jadinya.. #banyak omong

    Yul keren deh ahh, Taeng ttep jadi pujaan hati gw..kekeke

  23. Taeng baru ketemu Ppany aja udah megang aset berharga Ppany, kaya nya empuk kaya jelly..
    Ciee Yul udah mulai prhatian sama Sica, trs makek baju pmberian Sica pula..

  24. Taeny emng ga jauh2 dr butts yaa aplg sii taeng…
    Yulsic always nicemoment♥
    Peluk cium buat kaka ipar gue kwonyul

  25. yaampun baru jg ketemu taeny, tp ga prnh ketinggalan byunnya yak wlaupun ga sengaja wkwkwkwk
    cie yulsic bajunya couple-an ahahhahhaha

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s