Ice Boy [Chapter 9-B]

HI readers 🙂 i’m back with another chapter.

enjoy~

~~~~ ~~~~ ~~~~

9 – B

 

Setelah beberapa menit berkeliling, Jessica merasa lapar. “Yul, bisakah kita makan dulu? Aku lapar.”

Yul berhenti berjalan dan menoleh padanya. “Kau mau makan di mana?”

Jessica tersenyum dan menarik Yul ke restoran American.

Yul boleh berasal dari keluarga kaya tapi ini pertama kalinya ia makan di restoran seperti ini.

Jessica duduk di kursi kosong dan Yul duduk di hadapannya.

“Kami memesan beef steak.” Kata Jessica pada si pelayan.

“Oke, nona. Mohon tunggu sebentar.”

Wanita itu berlalu dan Jessica melihat ke arah Yul.

“Yul.” Panggilnya dan tersenyum. “Menurutmu bagaimana penampilan baruku?”

Yul menolehkan tatapannya pada Jessica dan menatapnya sejenak.

Kau terlihat lebih cantik. “Kau terlihat seperti temanmu.”

“Tiffany? Kami memilih potongan yang sama.” Ia terkekeh. “Tapi siapa yang lebih cantik, aku atau dia?”

Yul terus menatapnya. “Dia.”

“Dia?” jawaban Yul membuatnya cemberut.

“Sahabat dia.” Gumam Yul.

“Huh?”

“Terima kasih sudah menunggu. Ini pesanan kalian.”

Pelayan itu meletakkan makanan mereka di atas meja. “Selamat menikmati.”

Yul mengambil peralatan makan dan mulai memotong steaknya.

Jessica terhibur melihat ekspresi laki-laki itu. Yul kesulitan memotong steaknya sehingga dahinya berkerut.

“Ini.” Jessica meletakkan piringnya di depan Yul dan mengambil piring laki-laki itu.

Steak yang diberikannya sudah terpotong menjadi beberapa potongan kecil.

“Terima kasih.” Kata Yul singkat dan mulai makan.

“Sama-sama, Yul.”

Suasana makan terasa hening sehingga Jessica memutuskan untuk memulai perbincangan. “Apakah ini pertama kalinya kau makan di sini?”

“Ya.”

“Tebak berapa kali aku pernah makan di sini?”

Yul mengangkat bahu.

“Sejujurnya, aku tidak bisa menghitungnya lagi.” Ia terkekeh. “Setiap kali aku dan Tiffany jalan-jalan, kami selalu makan di sini.” Tambahnya.

Yul mengangguk.

“Yul, sudah berapa lama kau dan Taeng saling mengenal?”

“Sejak kecil.”

“Benarkah? Itu sudah sangat lama. Aku dan Tiff sudah saling mengenal sejak empat tahun lalu; saat aku memutuskan untuk tinggal di sini di Korea.”

Yul mengangguk lagi dan melanjutkan makan.

Jessica tidak punya bahan obrolan lagi sehingga ia hanya membiarkan keheningan menyelimuti mereka.

“Kenapa kau memutuskan untuk datang ke sini?” tanya Yul tiba-tiba.

“Huh?” Jessica tidak menduga laki-laki itu akan menanyakan sesuatu padanya.

Yul menatap ke arahnya dan mengulang pertanyaannya. “Aku bilang, kenapa kau memutuskan untuk tinggal di Korea?”

Apakah dia benar-benar bertanya padaku? Jessica tersenyum padanya. “Oh. Uhm…masalah keuangan.”

“Seperti apa?”

“Orangtua kami tidak mampu membiayai sekolah aku dan adikku di Amerika jadi aku memutuskan untuk sekolah di sini saja.”

“Dan adikmu?”

“Sekarang dia melanjutkan sekolahnya di Amerika.”

Jadi dia membiarkan adiknya tinggal di Amerika sementara dia hidup bersusah payah di Korea sendirian?

Yul menatapnya lurus-lurus. Ia merasa sedikit kasihan padanya.

Jessica boleh terlihat bahagia dan semacamnya namun Yul bisa melihat kerinduan untuk tinggal bersama keluarganya di mata gadis itu.

“Hei, kau baik-baik saja?” tanyanya, melihat wajah gadis itu memerah.

Jessica mengipas-ngipas dirinya. “Uh…y-ya, a-aku baik-baik saja. Kurasa ACnya tidak cukup dingin.”

Yul mengangguk dan melanjutkan makannya.

Jessica mengembuskan napas lega. Tatapan laki-laki itu tidak lagi tertuju padanya.

Kenapa dia harus menatapku seperti itu?

Ia merapikan poninya dan kembali makan.

~~~:~~~:~~~

Ugh. Kapan laki-laki ini akan berhenti menatapku?

Taeng dan Tiffany kembali berkeliling mal setelah mereka makan. Taeng kerap melirik ke arah Tiffany. Tiba-tiba, Tiffany berhenti berjalan.

“Ada apa?” tanya Taeng.

Tiffany menatap lurus ke depan. “Itu mereka.”

“Huh?” Taeng melihat ke arah yang ditunjukkan Tiffany.

Itu adalah dua laki-laki yang mengejar mereka.

“Ayo kita sembunyi.” Taeng menarik Tiffany ke dalam toko musik.

“Pakai ini.” ia menyuruh Tiffany untuk memakai headphone.

Beberapa detik berlalu, Tiffany berbalik.

“Mereka sudah pergi.” Katanya.

Ia kembali meletakkan headphone di stan dan hendak keluar dari toko ketika tiba-tiba Taeng menariknya kembali.

“Tunggu, dengar ini.” ia kembali memakaikan headphone itu ke Tiffany dan menyambungkannya ke pemutar musik yang ia gunakan.

Sekarang mereka mendengarkan musik yang sama.

Ketika lagu dimainkan, Taeng ikut bernyanyi.

 Closer – Taeyeon

Haji motan mari neomu manhayo

Hanbeondo dangsineun deutji motaetjiman

Nae ape boyeojin nugungal amuna saranghal

Geureon sarameun anieyo

Begitu banyak hal yang tak bisa kukatakan

Kau tak pernah mendengar hal itu sebelumnya namun

Aku bukanlah seseorang yang bisa mencintai siapa pun yang kulihat

Sesangui geu manheun saramdeul soge

Naegen ojik geudaega boyeojyeotgie

Karena dari sekian banyak orang di dunia ini

Aku hanya dapat melihatmu

Geudaeman bomyeo seoinneungeollyo

I sarang huen nan jal moreugesseoyo

Aju eorin aiga hangsang geureohadeusi

Jigeum isungan ttaseuhi anajullaeyo

Aku berdiri di sini seolah-olah hanya kaulah yang kulihat

Setelah cinta ini, aku sungguh tak tahu apa yang akan terjadi

Seperti seorang anak kecil yang selalu begini,

Kini, akankah kau memelukku dengan hangat?

Lagu berakhir dan Taeng kembali meletakkan headphone itu di stan.

“Itu lagu kesukaanku. Indah bukan?”

Ia menoleh ke Tiffany dan pada saat ia menatap gadis itu, ia bisa merasakan jantungnya berhenti berdetak.

Tiffany menunjukkan eyesmile-nya. “Aku tidak tahu kau mempunyai suara yang indah, Tae-Tae.”

Tae-Tae? Taeng menatap padanya, mengagumi keindahan di depannya.

“Ayo kita pergi.”

Taeng baru tersadar kembali ketika ia mendengar suara Tiffany.

Ia mengangguk perlahan dan segera mengikuti di belakangnya.

~~~:~~~:~~~

“Terima kasih! Harap datang kembali.”

Jessica hendak keluar dari restoran dengan Yul ketika ia mendengar percekcokan dari salah satu meja.

Terlihat sebuah perselisihan di antara seorang pelayan dengan seorang pelanggan dari Amerika.

Jessica menghampiri mereka.

Excuse me, Sir. What’s wrong?” Jessica berbicara dalam Bahasa Inggris.

Yul dan si pelayan menatapnya kagum.

Laki-laki Amerika itu menoleh padanya. This meal has a cucumber on it and I’m allergic to cucumbers.”

Jessica terkekeh dalam hati dan mengangguk.

Ia menoleh ke si pelayan. “Unnie, dia bilang kau memberinya makanan yang ada mentimunnya tapi dia alergi mentimun.”

“Oh maafkan saya. Saya tidak tahu, Tuan. Saya akan menggantinya dengan yang baru; tanpa mentimun.” Si pelayan itu meminta maaf.

“Sir, she said she’ll just replace it with a new one; without any cucumbers.” Jelas Jessica.

Laki-laki itu menghela napas dan melihat ke arahnya. “Thank you, Miss.”

“You’re welcome, Sir. I’m glad to help. We’re going now.” Jessica tersenyum padanya dan menoleh pada Yul. “Ayo kita pergi, Yul.”

Mereka keluar dari restoran dengan berdampingan.

“Aww. Aku semakin merindukan tinggal di Amerika.” Tanpa sadar Jessica menggandeng lengan Yul saat mereka berjalan.

Yul terkejut dengan kedekatan mereka yang tiba-tiba.

Ia ingin memberitahu gadis itu bahwa dia menggandeng lengannya namun pada saat yang sama ia merasa tenang saat gadis itu berada di sampingnya sehingga Yul membiarkannya.

Tiba-tiba, Jessica berhenti berjalan.

Yul menatapnya bingung.

“Yul.” Ia menatap lurus ke depan. “Mereka di sini.”

Itu adalah kedua laki-laki yang mengejar mereka.

“Ayo kita sembunyi, cepat.” Jessica menarik Yul ke salah satu toko terdekat dan bersembunyi di antara pakaian-pakaian.

Yul mengambil beberapa pakaian dan menggunakannya untuk menutupi mereka.

Beberapa saat kemudian, ia mengintip dan menyadari preman-preman itu sudah pergi. “Mereka sudah pergi.”

Ia mendongak dan melihat orang-orang yang berada di dalam toko menatap mereka.

Ia menolehkan tatapannya pada Jessica.

Gadis itu tengah menutup mulutnya, menahan tawanya.

Yul melihat apa yang dipegangnya. Ia memegang sepasang lingerie hitam.

Ibu-ibu dan para wanita di dalam toko itu mulai bergosip.

“Aku harap suamiku akan melakukan sesuatu seperti itu untukku.”

“Gadis itu sangat beruntung untuk mempunyai seorang pacar seperti dia yang akan menemaninya berbelanja.”

Air muka Yul memerah. Ia segera meletakkan lingerie itu dan keluar dari toko.

Jessica mengikuti di belakangnya. Begitu mereka keluar, ia tertawa terbahak-bahak.

Yul memelototinya. “Menurutmu itu lucu?”

 “Maaf. Aku…tidak…bisa…menahannya. Kau terlihat…sangat lucu…saat…kau tersipu.” Katanya di sela tawanya.

Yul menatap padanya.

Ketika gadis itu sibuk tertawa terbahak-bahak, Yul menyadari sesuatu.

Yul merapikan poni Jessica, melihat rambut gadis itu sedikit berantakan.

Jessica berhenti tertawa dan kali ini gilirannya yang tersipu.

Yul menarik tangannya dan mulai berjalan pergi, meninggalkan Jessica tercengang.

“Hei, kau tidak ikut?”

Ia kembali tersadar ketika ia mendengar suara Yul. Ia langsung mengikutinya dan berjalan di sampingnya.

~~~:~~~:~~~

“Es krim!”

Taeng pergi ke sebuah kedai es krim dengan antusias dan memesan. Saat ia menunggu pesanannya, Tiffany menghampirinya.

Tiffany melihat ke arah Taeng dan mendapati pipi laki-laki itu masih merah. Dengan hati-hati ia menyentuh pipi Taeng dan mengusapnya perlahan.

Taeng menatapnya terkejut.

“Masih sakit?” tanya Tiffany cemas.

“Oh…ti-tidak. Aku baik-baik saja. Lagipula tadi itu lembut.” Ia tersenyum lebar.

Tiffany mengerutkan dahinya. “Apa?”

“Oh…Ma-maksudku te-telapak tanganmu lembut. Jadi itu tidak begitu membuatku sakit.” Ia tergagap.

Tiffany hanya mengangguk.

“Ini es krim Anda, Tuan.” Pria itu menyerahkan dua buah es krim padanya.

“Ini.” Taeng memberikan satu es krimnya pada Tiffany.

“Terima kasih, Tae-Tae.” Ia tersenyum.

Taeng terkekeh mendengar nama panggilan barunya.

“Mmm. Es krim ini enak.” Puji Tiffany.

“Tentu saja, ini es krim kesukaanku.”

Mereka berdua terkekeh.

“Apakah pacarmu tidak pernah membelikanmu es krim?” Taeng memulai percakapan.

“Aku tidak punya pacar.”

Taeng berhenti berjalan dan menatapnya tak percaya. “Apa kau sedang mempermainkanku?”

Tiffany cemberut dan balas menatapnya. “Kenapa juga aku mempermainkanmu?”

“Yah, kalau aku pacarmu, aku akan membelikanmu es krim setiap hari.” Kata Taeng acuh tak acuh dan melanjutkan langkahnya.

“Yah, aku tidak mau seorang pacar yang lebih pendek dariku.”

Taeng menggigit bibir bawanya, merasa terluka dengan apa yang dikatakan gadis itu. Memangnya kenapa dengan orang pendek?

Tiffany menyadari laki-laki itu terdiam sehingga ia melirik ke arahnya dan terkekeh. “Aku bercanda! Sebenarnya, kurasa orang pendek terlihat lebih menarik daripada orang tinggi.”

Mendengar pernyataan itu membuat raut wajah Taeng bersinar.

“Kau tahu, aku mempunyai banyak teman laki-laki yang tinggi tapi kurasa mereka tidak menarik.” Lanjutnya.

Tiffany menunjukkan eyesmile-nya dan itu membuat jantung Taeng berdebar-debar sehingga ia balas tersenyum.

“Kau mempunyai senyum yang indah, Tippani.”

~~~:~~~:~~~

TBC

okay, short update hehe.

credit : Juri @SSF

boiboi~

Advertisements

45 thoughts on “Ice Boy [Chapter 9-B]

  1. Oke thor tarra ditunggu teaser nya haha.. Tapi, siap cast nya yah? Hehe

    Woah akhirnya fany liatin eyesmile nya haha .. Dikit kasihan ke tae pas ada kata ‘lebih pendek dariku’ huhu tuh menusuk kayak nya #plakk# . Tapi akhirnya bisa senyum merona juga hahay

    Woah yul udah ehem ehem yah sama sica? Haha. Jadi gak kebayang noh yul pake lingeri itu wkwkwk~

    Ditunggu next nya 😀

  2. aih yul dikau brgumam mulu, napa kga d ungkapin aja langsung…kan jdi gemes…
    dah bnyak kmajuan nih yul…
    owhh dtnggu pisan teaser’y…

  3. annyeong…

    sumpah dah g kebayang gimana muka yul pas megang tu lingerine hahahha..
    pasti mendidih bgt..
    taenyyyyy so sweettt dah..like it
    dan juga d sini ppany lebih hangat dr sebelumnya,mungkin efek dr lagu closer hihihi..

  4. hahahaha
    tanpa sadar yul sperti ny mau blikan sica lingeri tuk MP mreka ntar…
    apa yg slah dgn org pendek…org pendek tu imut fany
    tdk sperti org tinggi yg kmu mksud#lirik yoonsoo

  5. Annyeong ,,,,,,,,

    Wwaaah d lanjt ternyta,,,kkkeee
    Aseeek dah YulSic And TaeNy Moment ..,,
    Ihh,, Ahjumma itu ,,ckckck
    Yul pst malu bnget dah tuh,,

    D tunggu deh Next Update nyaaah,,,
    SEMANGAAAAAT

  6. lala…yeye…lala…yeye…’0′ #4lay *plak

    jiah…keren..sweet moment….>,<

    jadi taeny ngumpet dr yulsic dan bagitu jg sebaliknya…hihi pada geje deh dasar bocah….XD

  7. Haaahaahaa ByunYul …
    Tryta ada baiknya 2 psangan ini d kjar2 preman Yulsic + Taeny jdi tmbh deket nie …
    Xeexeexee …
    Sweet bgt paz sica mtngin steak buat yul ..
    TaeNy jga sweet paz dngerin msik berdua …
    Lanjut thor …

  8. hahaha pasti malu banget si yuri
    taeng kuatkan dirimu, kau tetap cute walaupun PENDEK :p

    lanjut thor
    fighting 😀

  9. Mwahahaha ini mah jadi’y kya kencan yah dibanding cari temen’y yg ilang hahaha tapi ini lbih menarik hihi ..
    Taeny cute bangett,,
    n Yulsic so sweett bangeetz ngahaha aku suka aku suka ..
    Next chapt di tunggu ya unn,,
    oh ye ff bru’y sapa main cast’y unn? Yulsicc kah? Ah aku akan sgat bersemangat klaw bgitu,, hihi annyeong~

  10. akhemm tae dah mulai suka tuhma fany.kekekeke
    hubungan yulsic mkin baik.keke
    ayo jessica jung sooyeon,,luluhkan s gunung es kwon yul.hahahaha

  11. HAHAHAHAHAHAHAHA…..XD…nae gak bz bayangin noh expresi muka na appa sæt tau ntu ligerie…wah pzt lucu abiz_biz noh, bukti na ahjumma2 jha pd ngeliatin..ngiler mungkin…BWAHAHAHAHAHAHA….^_~#silakan jha loe ng’tawain appa loe s’puas loe tinggal liat jha besok, nama loe masih t’rcantum gak jd anx w????# jgn donk appa!!% nae langsung diem nahan k’tawa

    cie…cie…cie…sica~eomma dah b’rani p’gang2 yul~appa neh yeee….eheeem…^^#phaan sih nae eomma kan cuma gandeng tangan na doank, jgn sirik deh….iri aja ce

    Tae2…nae u6 mau donk tiap hari di b’liin es cream, pi nae gak mau jd pacar tae2 yaaaah nae cuma mau es cream na jha ea…ea…ea…¤_¤…%pasangwajahinnocentygcantikmanizcutelucuimoetcoolnanmenggemaskan,queenofaegyolewaaaaattt#poor#naedibuangkejurangygpalingdalammasunny%apadehinialienaneh

    unn…kayak na di part ne banyak kepiting rebus{?} ea unn…#MAK_SUD_EL

    gak da maksud hehehe xdxdxd….dah ahh cuap2 na..capek k’laparan pula%idih malah curhat GaJe

    Pay…pay…chu~
    ~_^
    %pelukciumyoonyulsic~masukinkantongwatdibawakeplutosbgshovenir#poor#naeDIDEMOSONEdid’pankuburanterdekat#apaansihnialiensarapsatuni%abaikan% http://www.aliemsarap@lagikelaperan.com

  12. Sweeetttt sweeeetttt…
    hrus bertrimaksh ke preman2 ny deh,, gra2 mreka jd ada yulsic n taeny moment kn,,*apadeh*
    Lnjt thor,, tq^^

  13. wah akhirnya Fany menunjukan eyesmile-ny.,
    dan Taeng ha ha ha kau terpukau pda Fany 🙂
    ha ha ha 😀 Yul kau memegang lingerie 🙂
    wah psangan TaeNy makin akrab jja 🙂
    oke langsung next part 🙂

  14. Tippani???
    logat uri taenggo emang begitu dah..ckck
    Ppany cpet bener ngasih nickname ama taeng, barusan juga kasih cap lima jari, udah main elus” ajjh..hoho
    Yeeay locksmith, bersoraklaah #bletak

  15. taeny so sweet~
    sampe kena serangan jantung, impotensi gangguan pikiran dan jiwa, saking manisnya moment mereka #dzigg

  16. Yul udah punya kemajuan, udah mulai mau ngomong + mau nanya lg, wah kemajuan yg pesat..
    Ceileee Taeny lg poling in lop..

  17. yaampun taeng, lidahnya emang ga bisa manggil dgn bener jeshika & tippany wkwkwk
    yaampun gue ngakak yul megang baju … omg wkwkwk
    hahaha taeny udh deket aja

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s