Ice Boy [Chapter 9-C]

Hi 🙂 kali ini gue update Ice Boy dulu ^^

enjoy~

~~~~ ~~~~ ~~~~

9 – C

Ketika masih berkeliling mencari teman mereka, Jessica mendengar sesuatu. Ia berbalik dan mendapati seorang anak kecil yang tengah menangis.

Ia langsung berjalan menghampiri anak itu dan membungkuk. “Hei, kenapa kau menangis?”

Anak kecil itu berhenti sejenak dan mendongak. “I-ib-u.”

“Oh, kau tersesat?” tanyanya cemas.

Anak kecil itu kembali menangis.

“Sshh…kemarilah. Ayo kita cari ibumu.” Ia menggendong anak kecil itu dan berjalan di sekitar wilayah tersebut, mencari seorang ibu yang khawatir.

Sementara itu, Yul yang mengenakan headphonenya menyadari bahwa Jessica tak lagi berada di sampingnya.

“Jung?” ia memandang berkeliling untuk menemukan gadis itu namun ternyata sia-sia.

“Di mana dia?” ia mulai panik dan kembali ke tempat yang telah mereka lalui.

+++

“Terima kasih banyak. Kukira aku kehilangan dia.” Seorang wanita yang merasa lega berterima kasih padanya.

“Sama-sama, Ahjumma.” Jessica tersenyum.

“Hati-hati, jagoan.” Dengan lembut ia menepuk kepala anak laki-laki itu dan mereka berpamitan.

“Jung!” Yul berjalan menghampirinya.

“Oh, Yul!” Jessica berbalik dan melihat ke arahnya.

“Dari mana kau?” nada suaranya terdengar sedikit marah.

“Ada anak kecil yang tersesat dan aku menolong dia untuk mencari ibunya.”

“Anak kecil? Kau mengenalnya?”

“Tidak, tapi dia menangis jadi aku-”

“Aku tidak peduli apakah dia menangis! Kenapa kau tidak memberitahuku dulu? Bagaimana kalau preman-preman tadi melihatmu?” Yul menatapnya dengan tajam. Ia meninggikan suaranya sehingga orang-orang di sekitar mereka mulai memperhatikan.

Merasakan semua mata tertuju pada mereka, Jessica mendekatinya dengan hati-hati. “Tenanglah, Yul. Kenapa kau sangat marah?”

Menyadari bahwa ia telah meninggikan suaranya pada Jessica. Yul mengembuskan napas. Ia menutup matanya. Ketika ia membuka matanya kembali, ekspresinya berubah menjadi lembut. “Ayo.”

Tanpa diduga, ia meraih tangan Jessica. “Pegang tanganku dan jangan melepasnya.”

Jessica mengangguk perlahan.

Ketika mereka berjalan, Jessica tidak bisa menahan untuk melirik tangan mereka yang saling bergandengan. Akhirnya. Tangan yang sangat ingin ia genggam, sekarang berada di tangannya sendiri. Dan ia benar, tangan Yul terasa hangat dan lembut.

Mengenakan baju couple, membawa tas-tas belanjaan, mengomeliku di tempat umum seperti seorang pacar yang marah, dan ber-berpegangan tangan…sambil berjalan! Kita terlihat seperti pasangan sungguhan! Ia tersenyum memikirkannya.

Ia melirik Yul dan menggenggam tangannya lebih erat.

Andai saja kau mengizinkanku untuk menggenggam tanganmu, aku akan menggenggamnya selamanya…Yul.

~~~:~~~:~~~

“Jessi!”

“Tiff!”

Dengan tergesa-gesa Tiffany menghampiri sahabatnya begitu ia melihat mereka. Ia memeluk sahabatnya dengan sangat erat sehingga Yul harus melepaskan tangan Jessica.

Jessica merasa dingin setelah tangan mereka mendadak terpisah.

“Bagaimana keadaanmu, Jessi? Kau tidak apa-apa?”

“Ya, aku baik-baik saja.” Ia tersenyum.

“Ayo kita pergi. Kita hanya punya sisa waktu beberapa jam saja untuk kencan kita.” Tiffany menarik Jessica bersamanya.

“Tunggu, Tiff. Tas-tas belanjaanku.”

Tas-tas belanjaannya masih berada di tangan Yul.

Ia kembali berjalan menghampirinya dan Yul menyerahkan tas-tas itu padanya.

“Terima kasih.” Ia berterima kasih dan berdiri diam.

Keduanya tidak mengatakan apa pun. Mereka hanya berdiri dengan diam, tak satu pun dari mereka ingin mengatakan selamat tinggal.

Di sisi lain, Taeng menyadari tingkah laku sahabatnya dan menoleh ke Tiffany.

“Tippani!” katanya, agak meninggikan suaranya.

“Terima kasih. Aku benar-benar menikmati jalan-jalan bersamamu.” Ia tersenyum.

Tiffany balas tersenyum. “Aku juga, Tae Tae. Terima kasih untuk es krimnya.”

Yul dan Jessica memperhatikan teman mereka yang mengobrol dengan bahagia.

Mereka menatap Taeng dan Tiffany sejenak dan kembali menatap satu sama lain.

“Uh…sampai jumpa, Yul. A-aku juga menikmati ja-jalan-jalan denganmu.” Ia tersenyum malu-malu.

Yul tidak menanggapi. Ia hanya terus menatap gadis di hadapannya. Aku juga merasa senang.

“Ayo kita pergi, Jessi.” Tiffany membantu Jessica membawakan tas-tas belanjaannya dan menariknya pergi.

“Sampai jumpa, Taeng!” Jessica berpamitan pada Taeng.

Mereka lalu pergi, meninggalkan dua laki-laki itu.

“Sampai jumpa, Jung.” Gumam Yul dan menoleh pada Taeng.

Ia menyadari pipi bengkaknya. “Apa yang terjadi padamu?”

Taeng meraba pipinya dan cemberut. “Dia menamparku, teman.”

“Apa yang kau lakukan?” Yul mulai berjalan dan Taeng mengikuti di belakangnya.

“Aku tidak sengaja meraba pantatnya.”

“Apakah itu benar-benar tidak disengaja?”

Taeng melirik Yul dan tersenyum lebar. “Itu bukan salahku, tanganku memiliki pikirannya sendiri.”

Sahabatnya memutar bola matanya. “Byuntaeng.”

Taeng tersenyum lebih lebar. “Tapi kau tahu, teman. Rasanya lembut.”

Yul mengabaikannya dan terus berjalan.

“Aku ingin tahu apakah pantat Jessica lembut juga.”

Mendadak Yul berhenti berjalan menyebabkan Taeng menubruknya.

Taeng menatapnya dengan bingung.

“Jangan repot-repot ingin tahu. Dan lebih baik kau menjauh darinya.” Katanya dengan nada serius.

Taeng terkekeh dengan gugup. “Ahaha! Bercanda!”

~~~:~~~:~~~

“Aww, Jessi. Aku tidak begitu menikmati kencan kita.” Tiffany cemberut. “Semua ini salah preman-preman itu.”

Tidak mendengar tanggapan dari sabatnya, ia melihat ke arah Jessica. “Hei, apa kau mendengarkan?”

“Huh?” Jessica tersadar dari lamunannya. “Ya. Bagaimana kalo kita nonton film?” Ia melihat jam tangannya. “Kita masih punya waktu.”

“Kau mau nonton film? Oke!” jawab Tiffany antusias.

Mereka pergi ke bioskop.

“Jessi.”

“Hmm?”

“Menurutmu apakah mungkin jatuh cinta pada seseorang bahkan saat pertama kali bertemu?”

Jessica terkejut mendengar pertanyaan tak terduga dari sahabtanya dan menatapnya dengan tatapan menyelidik. “Apa kau merahasiakan sesuatu dariku, Tiff?”

Tiffany balas melihatnya. “Yah. aku sedang memberitahumu sekarang.”

Jessica tersenyum lebar.

“Yah, kurasa…aku menyukai dia.” Ungkap Tiffany.

“Begitukah?”

“Itu hanya pertemuan pertama kami, Jessi. Aku tidak terlalu mengenal dia.”

Tanpa diduga, Jessica mengecup pipi sahabatnya.

Tiffany terkejut. “Untuk apa itu?”

Jessica tersenyum. “Aku hanya ikut senang, Tiff. Kurasa kau dan Taeng akan menjadi pasangan yang cocok.”

“Begitukah?”

Mereka berdua tertawa.

“Jadi, kenapa kau menyukai dia? Apakah karena dia lucu?” Jessica menggandeng lengan Tiffany.

“Dia memiliki suara yang indah, Jessi.” tanpa sadar Tiffany tersenyum.

“Benarkah? Lebih indah dariku?”

“Hmm. Aku tidak bisa membandingkannya. Tapi kau benar-benar harus mendengarkan dia bernyanyi.”

~~~:~~~:~~~

“Kau mau pulang sekarang, teman?”

“Kita mampir ke The Bar dulu.”

“Oke.” Taeng berhenti di ‘The Bar’

Mereka masuk ke dalam dan duduk di bar dan memesan minuman.

Menyadari tingkah laku dan keinginan sahabatnya untuk minum semalaman, Taeng angkat bicara. “Kau ingin menceritakan sesuatu, teman?”

“Tidak ada yang harus aku ceritakan.”

Taeng menyeringai. “Kau menyukai dia, kan?”

Yul meneguk segelas minuman mereka.

Mereka tidak perlu menjelaskan masalah dengan panjang lebar ketika mereka mengobrol. Mereka dapat memahami satu sama lain.

“Tidak.” Katanya tegas.

“Kau yakin?” paksa Taeng.

“Dia terlalu menjengkelkan.”

“Tapi manis.” Taeng tersenyum lebar dan Yul tetap diam.

“Yul, apa kau…” Taeng kembali berbicara. “Takut?”

Itu adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawabnya.

“Hei kalian di sana! Kalian menikmati malam ini?” tiba-tiba, seorang wanita menghampiri mereka. Wanita itu duduk di samping Yul dan membelai rambutnya.

“Jangan ganggu aku.” Ia mendorong tangan wanita itu.

“Uhm…permisi, nona. Tapi temanku sedang tidak dalam suasana hati yang baik.” Taeng memberitahunya.

“Mmm. Aku lebih suka laki-laki yang seperti itu.” Wanita itu bergeser lebih dekat pada Yul.

“Pergilah.” Yul semakin jengkel.

Taeng langsung berdiri dan menghampiri wanita itu. “Nona, kau sungguh tidak akan menyukai dia dalam keadaan seperti ini. Ayolah, biar aku saja yang menemanimu.”

Taeng menarik wanita itu dari Yul, meninggalkan dia sendirian.

Yul menghela napas berat dan meneguk segelas alkohol lainnya.

Apakah aku takut?

~~~:~~~:~~~

Ponsel Jessica berdering.

“Halo?”

“Selamat malam, Sica!”

“Oh, Yoongie!”

“Apakah aku mengganggumu?”

“Tidak. Kau membutuhkan sesuatu?”

“Ya. Bisakah kau mengirimkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pekerjaan rumah kita?”

“Tentu saja.”

“Terima kasih, Sica.” Yoong mengakhiri panggilan.

Jessica menaruh ponselnya ke samping dan menghidupkan laptopnya.

Email sent.

Ia tersenyum puas.

jesSooyeon22: yoongie, kau sudah menerimanya?

YoonAlligator: ya, terima kasih.

jesSooyeon22: sama-sama.

Sebelum ia log out, ia memeriksa online list.

YoonAlligator

ChoiShikshin_24

SunnyBunny_12

brownie_bites

GingerbreaDukong

namelessuser

jurifet XD

SoShi009

kwon21yul

Ia tersenyum melihat username terakhir. Yul sedang online.

Ia tetap di kursinya dan mulai mengetik.

+++

jesSooyeon22: hai yul!

Yul menatap ke layar. Jangan pedulikan dia, Yul.

jesSooyeon22: selamat malam!

Ia berusaha mengabaikannya lagi. Tidak. Jangan pedulikan dia.

jesSooyeon22: apa yang kau lakukan sekarang?

jesSooyeon22: kenapa kau belum tidur?

Ia kembali menatap ke layar dan menghela napas berat, merasa kalah.

+++

kwon21yul is typing.

Jessica tersenyum dan menunggu balasannya.

kwon21yul: aku senang kau sampai rumah dengan selamat.

Dia khawatir? Mereka hanya sedang chat namun wajahnya memerah.

Ia tersenyum lebar dan membalasnya.

+++

jesSooyeon22: bagaimana dengan Taeng?

Taeng? Kenapa dia menanyakannya? Alis Yul berkerut.

jesSooyeon22: aku dengar dia ditampar Tiffany.

kwon21yul: dia baik-baik saja.

kwon21yul: lagipula dia sudah biasa seperti itu.

jesSooyeon22: biasa?

Yul memajukan tubuhnya ke meja dan menopang dagunya.

+++

kwon21yul: 🙂

Jessica menatap ke layar, tidak memercayai apa yang dilihatnya. Apakah dia baru saja tersenyum padaku?

Jantungnya berdebar-debar dan wajahnya memerah.

jesSooyeon22: 🙂

kwon21yul: jung.

Jessica tersenyum lebar.

jesSooyeon22: ya, yul?

kwon21yul: apa kau selalu seperti itu?

jesSooyeon22: apa maksudmu?

kwon21yul: Apa kau selalu merasa gelisah setiap berada di sekitar orang yang baru saja kau kenal? 

Huh? Alisnya berkerut.

kwon21yul: aku lihat kau selalu melamun dan tersipu setiap kali aku bersamamu.

Jessica terkesiap. Apa?

kwon21yul: tapi saat kau bersama orang lain, seperti teman-temanmu,

kwon21yul: kau merasa tenang.

kwon21yul: kenapa?

kwon21yul: apakah aku membuatmu gugup?

Jessica berhenti sejenak, memikirkan bagaimana cara membalasnya.

jesSooyeon22: yul, kau baik-baik saja?

jesSooyeon22: sepertinya banyak yang ingin kau katakan malam ini.

jesSooyeon22: dan tidak biasanya…kau seperti ini.

kwon21yul: jawab pertanyaanku.

Ia menggigit bibir bawahnya. Ia tidak tahu bahwa Yul sedikit mabuk, itulah sebabnya dia berbicara bertele-tele.

Bagaimana aku akan menjawabnya? Keningnya berkerut. Mungkin aku tidak akan menjawabnya. Ya, Jess. Jangan membalasnya.

Ia beranjak dari kursi dan hendak menutup laptopnya ketika ia melihat sebuah balasan.

kwon21yul: Aku sarankan kau harus menemui psikiater.

Apa?! Ia kembali duduk di kursinya dan menatap ke layar dengan cermat.

kwon21yul: Kurasa kau sakit jiwa.

Jessica terkesiap. “Aku sakit jiwa?!”

jesSooyeon22: tidak, aku tidak sakit jiwa.

kwon21yul: ya, kau sakit jiwa.

jesSooyeon22: tidak, aku tidak sakit jiwa!

jesSooyeon22: dan aku tidak mempunyai masalah kejiwaan!

kwon21yul: membela diri.

jesSooyeon22: AKU

jesSooyeon22: TIDAK

jesSooyeon22: SAKIT JIWA!

kwon21yul: YA

kwon21yul: KAU

kwon21yul: SAKIT JIWA.

Jessica menutup matanya sejenak dan menarik napas dengan jengkel ketika ia membuka matanya.

jesSooyeon22: AKU TIDAK MEMPUNYAI MASALAH KEJIWAAN YUL.

jesSooyeon22: DAN KAU INGIN TAHU KENAPA AKU SEPERTI INI SAAT AKU BERADA DI DEKATMU?

jesSooyeon22: ITU KARENA AKU MENYUKAIMU!

Ia bersandar di kursinya dan menyilangkan lengannya, mencoba menenangkan dirinya.

Lalu tiba-tiba hening.

“Kenapa dia tidak membalasnya?” ia membaca pesan terakhir untuk Yul.

jesSooyeon22: ITU KARENA AKU MENYUKAIMU!

Matanya terbelalak kaget. “Ya. Tuhan. Kenapa aku mengatakan itu padanya?!”

Ia beranjak dari kursinya dan berjalan mondar-mandir di kamarnya.

“Omo~ apa yang harus aku lakukan?” ia kembali menatap layar.

kwon21yul is typing.

“Oh tidak!” ia langsung menutup laptopnya dan berbaring di tempat tidurnya.

Ia menarik selimut hingga menutupi kepalanya, seolah-olah ada orang lain di kamarnya.

“Sekarang apa yang akan kau lakukan, Jess? Apa yang akan dia pikirkan? Bagaimana aku harus menghadapi dia?”

~~~:~~~:~~~

 TBC

credit : Juri @SSF

boiboi~

Advertisements

49 thoughts on “Ice Boy [Chapter 9-C]

  1. annyeong…

    bner bgt kata mu Tarra,klo meluluhkan hati ppany itu lebih gampang..buktinya dy langsung ke pelet ma taeng hahaiii…
    yul yul yul ohh jessica…
    mereka chattingan (again) hihihi…
    JessJung keceplosan bilang klo dy suka ma yuri??ayyyyeeee…..jingkrak-jingkrakk…
    ehh tp gimana reaksi yul yah??

  2. nyahaha sica keceplosannnn nah loe
    apa tanggapan yuri? penasaran ehm

    kyaa taeny uhuuy

    lanjut thor 🙂

  3. hahaha…unyu-unyu deh taeny 🙂
    eaaa,sica akhirnya mengakui suka ma yul walaupun keceplosan lewat chatting.
    tinggal ditunggu reaksi yul gmn ?

  4. Huaaa sica nembak yuls lwat e-mail …
    Greget bgt nie ma yulsic …
    Yul klo suka blang za jgn takut2 ….
    Gemes bgt liat moment yulsic N lucu pas yul jeles ma taeng sal sica …
    Lanjut thor ,,,
    mnrutku FF my J jga bgus tp mank lbh pda suka ice boy sal ea khan dah msux chapter greget2 gtu …
    Semangat thor …
    D tnggu bgt2 lanjutan ea …

  5. Mahahaha ..chapt ini konyol bget hahaha ku kira yul bkalan ngmong dia suka sica, eh ternyata ngmong yg m’nyebalkan hahaha .. 😀

    unghh JeTi always sweet,, aku sukaaa .. Hihi ..

    Hmm aku suka ko unn sama yg My J..chapt 1’y dtunggu lohh unn hihi annyeong~

  6. Aduh sica~eomma baik bgt ce, anx kcil jha ampe di tolongin nae u6 mau donk di tolongin{?} eomma….pi, tolong yah eomma jgn wat appa khawatir klo mau pergi tuh bilang dulu napa?

    Ehem..ehem…jd ice boys ne c’rita na yulsic ma taeny soosun yah… Trus seoyoon/ yoonnae e gimana??adakan??%mungkin kalo seoyoon w pikirin 6i pi, klo yoonnae siapa noh? Yoona ma loe??mimpi ja loe!!* hiks…hiks…eonnie jhat

    cie…cie…cie…eomma c’rita na ngakuin p’razan ne ma appa napa gak langsung jha eomma napa harus lewat e_mail% klo langsung pzt deh muka w dah kaya kepiting yg di rebus selama 7hari7abad ne yg gak langsung jha muka w dah kaya udang rebus % wiiih ngerebus na lama bgd eomma

    lanjuuuttt…
    Pay…pay…pay…chu~
    ~_^
    pelukciumyoonyulsic_masukinkantongDORAEMONbawapulangdehkePLUTOwatdijadiinSHOVENIR#poor#SONEdah pdsiapDEMOdidepantempatPEMBUANGANTINJAterdekatsambilbawaspandukTURUNKANhargaBBM,KAMIbutuhMAKAN%abaikanALIENsetresygMANIEEZZini% http://www.alienSETRESnanMANIEEZZZ@gheKELAPERAN.com

  7. Ckck .. Kirain akan masih mengingat tuh ‘pegangan tak sengaja’ nya.. Malah “ku rasa aku menyukainya” asyik juga noh pany bisa langsung luluh gara-gara suaranya tae *pastilah* haha *senyum sendiri dah* 🙂 🙂
    Hmm.. Yulsic saling keceplosan noh.. Kalau sica kebawa kesel, kalau yul kebawa mabok nya ckck
    Next chap? Gimana yah? Haha
    Eh masih lama ke part 10 thor tarra? Hehe
    My J ditunggu hehe

  8. haha jessica keceplosan …
    Pasti si yul nya tidur tuh..keke
    ah yulsic lucu..
    Taeny nya juga! 😀
    emmz yg ini lanjut yg My J jg lanjut …
    Fighting..!!!

  9. aku suka semua fanfic mu thor krn semuany yulsic heheheh
    sica menyatakn persaan ny….tpi yul lg mabok pst yul gk sdar klau sica blg suka k dia

  10. Annyeong ,,,,,,

    Yeeh,,,
    Jiah,, Ternyta Fany mnyukai pda pndangan pertama,,,kkkee
    Cieeeeh Taeng ,,,,

    Waah,, Sica tnpa sngaja ,,,
    Penasaran bgimna Yul nya,mungkin dia tanggapi dngan wajah datar ???
    Penasraaan,,,, dtunggu…

    Hhee, ttep Share yng MY J itu bneran aku suka,,,kkkee
    Pkoknya,,,
    SEMANGAAAAAT

  11. Hahaha, sica kecepl0san! Yul pnter bgt maen ktanya. Zmpe2 sica em0si trz ga nydar!
    Fany mlai nkzir tae neh yew! Ahay!

  12. Yuul, ngaku aja dah, kalau dirimu suka juga ama sica… Tapi jangan dulu deh, ntar kalo yul ngaku, mereka jadian dan hidup bahagia selamanya, tamat dong ff yg keren ini… Kekkekeke…. Makasih thor ff ini makin seru ajeeee…

  13. Wkwkwkkkk,,,
    Ngakak bagian chatt yulsic… 😀
    Ehh sica KECEPLOSAN,, bilng suka,,
    Jd ikut deg2an nih, yul bkal bles apa y????

    Tq thor^^

  14. fany suka nih ma tae?keke

    sica unnie mau donk cating ma unnie.hehehe
    hahaha msa sica yg nembak duluan?keceplosan lgi.hah
    mkin penasaran ama masa lalu ea yul.

  15. suka ma chattingan yulsic unyu2 gmn gtu hehe
    ppany tuh kan blm ap2 dah jatuh cinta ma taeng bru ktmu sehari haha
    moga next na yul nerima cinta na sica…
    hwaitaeng thor

  16. eh sica keceplosan… hahaha
    uh yul msih aja cuek ma sica, tpi aku yakin yul jga dah mulai suka noh ma sica… hehe

  17. yul udah ada rasa nih ma sica
    fany juga udah suka ma taeng
    sica kenapa bisa keceplosan sih
    gmana yah reaksi yul ?

  18. Hello, hello hhe ru nongol lagi
    asyik bnyk yulsic moment mumumu suka banget
    hohoo g dmn.mn taeng sll byun bru ktmu n knal aj udh pegang butt ppany kekeke v lucu jga dah, brdoa deh bwt taeny moga mkin dket n jdian
    omo??! Sica ngaku suka sama yul? Aisshh tp knp dy lgsug off..kan jdi penasaran sm blesn Yul
    lnjut 🙂

  19. Wkwkwkwkwkk… sica keceplosan (?) Ya? Wkwk
    Gue penasaran sama reaksinya yul. Seneng apa marah hahaha… aku rasa sih dia seneng2 aja dah haha..
    Huii.. taeny udah saling suka nih ceritanya hajaha
    Lanjut ㅋㅋㅋㅋ

  20. wah dsni Yul sprti seorg pcar yg protectiv :3
    tpi tk apalah 🙂
    akhirnya Fany demen jga ama Taeng 🙂
    Yul takut?? knp??
    wah mreka chat panjang lebar y 🙂
    oke dah langsung next part 🙂

  21. Yulsic mah sama” harus k psikiater..hahahahaaa
    Eh, agak nggak nyaman deh sama panggilan “bro” ntu,
    Cuma ngomeen lhoo Tar, jangan marah yaa..hehe

  22. matilah kau taeng ditangan yil klu berani2 pegang butt nya sica haaha
    fanny udh jatuh cinta aja sama taeng hehe
    yaelah sica, liat dulu kali jwbnnya malah langsung tutup laptop aaaahhhhhhh 😩😩😩😩

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s