Ice Boy [Chapter 13]

hehehe 😀

enjoy~

~~~~ ~~~~ ~~~~

XIII

 

“Selamat pagi, anak-anak. Bagaimana liburan kalian?”

Hari pertama sekolah di tahun baru tiba. Sejauh ini, semua yang Jessica lakukan berjalan dengan baik.

“Karena hari ini merupakan awal yang baru bagi kita semua, saya ingin kalian mempunyai pengaturan tempat duduk yang baru.” Ms. Lee mengumumkan.

Setengah dari murid-murid itu merasa antusias sementara setengah yang lain bersikap biasa-biasa saja.

“Semoga aku akan ditempatkan di samping Jessica!”

“Aku juga.”

“Baiklah, semua murid laki-laki.” Ms. Lee memulai. “Kalian semua, silahkan pergi keluar kelas dulu.”

Setelah semua murid perempuan memilih kursi tetap mereka yang baru, sekarang giliran para murid laki-laki yang memilih kursi mereka.

“Kalian semua boleh masuk sekarang.” Perintah Ms. Lee dan mereka mulai duduk di kursi yang telah mereka pilih.

“Aish, sudah kuduga! Dia akan duduk di depan!”

Hampir semua murid laki-laki merasa kecewa dengan teman sebangku baru mereka.

“Sicaaa!” sapa Yoong gembira.

Jessica duduk di barisan depan dengan Yoong di samping kanannya sementara kursi di samping kirinya kosong.

Pintu ruang kelas terbuka, menampilkan sosok Yul dengan wajah tanpa ekspresi.

“Oh, Mr. Kwon, kau datang tepat waktu. Kami membuat pengaturan tempat duduk yang baru.”

Ms. Lee memperhatikan laki-laki yang memasuki ruangan tersebut. “Dan kau akan duduk di samping…”

Matanya menjelajahi seisi ruangan dan berhenti di sebuah kursi kosong. “…Jessica.”

Jessica memandang Yul dan pandangan mereka bertemu.

Yul akan duduk di sampingku. Jessica merasa antusias. Sepanjang tahun ajaran ini!

Ketika Yul duduk, Jessica menyapanya dengan bahagia. “Selamat pagi, Yul.”

“Selamat pagi.”

Yul tidak melihat ke arahnya namun responnya membuat Jessica tersenyum.

 +++

“Sebelum saya mengakhiri pelajaran hari ini, saya ingin memberikan sedikit pekerjaan rumah untuk kalian.”

“Apa?! Ini baru saja hari pertama sekolah.” Seisi kelas menjadi cemberut dan Ms. Lee terkekeh.

“Jangan khawatir anak-anak. Kalian bisa mengerjakannya sendiri, atau kalian bisa bekerja sama dengan teman kalian.” Ms. Lee menenangkan.

“Saya ingin kalian melakukan beberapa penelitian tambahan mengenai topik yang kita bahas hari ini dan kumpulkan minggu depan, oke? Itu saja untuk hari ini. Selamat tahun baru.”

“Sica, ayo kita bekerja sama!” Yoong menoleh pada Jessica begitu guru mereka pergi.

Namun sebelum Jessica bisa menjawabnya, sahabatnya menyela. “Tidak, Yoongie. Kau akan mengerjakan PR ini denganku.”

“Apa?” Yoong melihat ke arah Tiffany dengan tatapan tidak masuk akal.

“Dia bisa mengerjakannya sendiri. Benar kan, Jessi?”

“Tapi-”

“Aku akan baik-baik saja, Yoong-ah.” Jessica tersenyum meminta maaf.

Yoong menghela napas dalam kekalahan sementara Tiffany memberikan eye-smile pada Jessica. “Terima kasih, Jessi!”

Saat keduanya pergi, Taecyeon mengambil kesempatan untuk berbicara padanya.

“Jessica!” sapanya gembira. “Kau sedang mencari partner?”

“Oh hai, Taecyeon!” Jessica tersenyum dan balas menyapa.

Taecyeon tersenyum. “Aku ingin menjadi partnermu, Princess.”

Taecyeon sebagai partnerku? Jessica menatap laki-laki itu sejenak. Ini tidak akan terlalu buruk, bukan?

“Ten-”

“Maaf, tapi dia sudah memiliki partner.” Sebuah suara memotong mereka dan mereka berdua menoleh.

Yul tengah menatap ke arah mereka. “Aku partnernya.”

“Apa?!” mata Taecyeon terbelalak dan menoleh pada Jessica. “Kau yakin dengan ini, Sica? Si tukang tidur ini menjadi partnermu?”

Jessica tidak menjawab dan hanya menatap pada Yul.

Taecyeon mencemooh. “Laki-laki ini malas! Dia tidak akan membantu apa-apa.”

“Maafkan aku, Taecyeon. Aku janji, lain kali aku akan menjadi partnermu.”

“Lain kali.” Taecyeon mengulang ucapannya dan menghela napas. “Berapa banyak lagi lain kali yang akan tersisa untukku, Princess?”

“Aku janji, Taecyeon.”

Taecyeon tidak bisa melakukan apa pun dengan hal itu dan hanya mengangguk dalam kekalahan. “Oke. Aku akan mengharapkan janji itu, Sica.”

Jessica tersenyum dan mengangguk sebagai balasan.

Setelah Taecyeon pergi, ia menolehkan tatapannya pada Yul yang terlihat tenang.

Jessica berdeham, ia memberengut. “Aku partnermu?”

Yul balas menatapnya. “Kenapa? Kau keberatan?”

“B-bukan begitu. Aku-”

“Jadi, kapan kau mau mengerjakannya?”

“Huh?” Jessica menatapnya tercengang. “Er…bagaimana dengan akhir minggu ini?”

“Di mana?”

“Apa kau tidak keberatan kalau di apartemenku?”

“Tentu. Di tempatmu.” Yul berbalik dan kembali ke kursinya.

Jessica tersenyum sendiri. Yul akan ada di apartemenku akhir minggu ini!

~~~:~~~:~~~

“Sica!”

Jessica berbalik dan melihat Donghae yang tengah berjalan ke arahnya.

“Jessica, aku sangat merindukanmu.” Donghae memeluknya dengan sangat erat, sedikit mengejutkannya.

“Bagaimana liburanmu?”

“Menyenangkan, Hae.” Jawab Jessica penuh semangat, mengingat sejauh ini tahun baru berjalan dengan baik.

“Sungguh? Aku berharap kita bisa menghabiskan liburan bersama-sama.” Donghae tersenyum padanya. “Karena kita sangat merindukan satu sama lain, bagaimana kalau kita pergi kencan akhir minggu ini?”

“Kencan?” Jessica mengangkat alisnya.

Dongahe mengangguk. “Aku mengajakmu berkencan, Jessica.”

“Oh. Maafkan aku, Donghae. Tapi aku sudah mempunyai rencana akhir minggu ini.”

“Begitukah? Rencana apa?”

“Aku akan mengerjakan beberapa PR.”

Raut wajah Donghae berbinar, ia tersenyum. “Aku bisa membantumu.”

“Ini tugas kelompok.”

“Oh. Siapa partnermu? Tiffany? Aku bisa meminta izinnya agar aku bisa membantumu.”

“Bukan, Hae. Bukan dia.” Jessica merasa tak enak.

“Siapa dia?”

“Aku.” Tiba-tiba Yul muncul dan berdiri di samping Jessica.

“Yul.” Jessica melihat ke arahnya, terkejut.

“Kau?” dahi Donghae berkerut dan ia menatap padanya.

“Ya. Aku partnernya.” Kata Yul tegas dan balas menatapnya.

Sekali lagi, suasana di sekitar mereka menjadi tegang.

Jessica mengamati mereka berdua dan menelan ludah dengan gugup. Oh tidak! Tidak lagi.

“Hei, laki-laki menyebalkan. Berhentilah mengganggu kamui.” Donghae mulai merasa jengkel.

“Kalau begitu berhentilah mengganggu dia,” balas Yul ketus. “ikan menjengkelkan.”

“Apa kau bilang?!” Donghae tak lagi bisa menahan kesabarannya dan mencengkeram kerah kemeja Yul erat-erat. “Apa kau benar-benar ingin cari masalah denganku?”

Jessica terkesiap dan matanya terbelalak melihat pemandangan itu.

Melihat keduanya akan mungkin terlibat perkelahian lagi, Jessica bergegas menahan lengan Donghae dan mencoba menenangkannya.

“Tolong hentikan, Hae.”

Donghae menahan dirinya dan perlahan melepaskan genggaman Jessica.

“Baiklah. Aku akan meneleponmu begitu kami selesai.” Jelas Jessica. “Ayo kita makan malam.”

Tatapannya berubah menjadi lembut. “Benarkah, Sica?”

Jessica mengangguk.

“Aku tidak keberatan. Aku akan mengajakmu makan malam.” Kata Donghae gembira dan Jessica sedikit tersenyum padanya.

“Aku tidak sabar untuk kencan makan malam kita nanti.” Donghae tiba-tiba kembali memeluknya.

Jessica membeku dibuatnya, dengan gugup ia melirik ke arah Yul.

Yul memalingkan muka dari mereka, merasa tidak nyaman dengan pemandangan itu.

“Aku harus pergi, Sica. Kau benar-benar membuatku bahagia.”

Setelah Donghae pergi, Jessica segera berbalik untuk mencari Yul.

“Yu-”

Namun laki-laki itu tak lagi berdiri di sana.

“Ke mana dia pergi?”

“Jessica?”

Mendengar namanya dipanggil, Jessica menoleh ke belakang. “Ms. Lee?”

Ms. Lee menghampirinya, wajahnya berseri-seri. “Kenapa kau masih di sini?”

“Uhm…sebenarnya, saya baru saja mau pulang.”

“Oh. Kau tidak bersama seseorang?”

Jessica memandang koridor, namun ia tetap tidak menemukan seseorang yang sedang dicarinya.

Ia mengangkat bahunya. “Saya rasa begitu.”

“Ikutlah denganku. Aku akan mengantarmu pulang.” Ms. Lee menawarkan.

“Terima kasih, Miss. Tapi tidak perlu.” Jessica menolak penawarannya.

“Kumohon,” Ms. Lee memaksa dan meraih tangannya. “Jessica.”

+++

“Anda tidak perlu mentraktir saya makan malam, Ms. Lee. Seharusnya Anda cukup membawa saya pulang.”

Jessica dan wali kelasnya kini duduk di sebuah kafe di dekat sekolah.

“Mohon tunggu sebentar, kami akan menyiapkan makanan Anda, Ma’am.”

Ms. Lee berterima kasih pada si pelayan yang pergi untuk mengambilkan pesanan mereka.

Ia melihat ke Jessica dan menyunggingkan seulas senyum meyakinkan. “Aku memaksa, Jessica. Lagipula. Aku selalu ingin mentraktirmu makan malam atau siang.”

“Oh…benarkah?”

“Kau sudah lama menjadi siswaku dan selama beberapa tahun belakang hingga saat ini kau selalu membantuku.” Jelasnya.

Jessica tersenyum. “Sudah menjadi tanggung jawab saya untuk membantu Anda, Ms. Lee.”

Ms. Lee balas tersenyum. “Terima kasih sudah menjadi siswa yang sangat bertanggungjawab, Jessica.”

“Ini makanan kalian.” Seorang pelayan menghampiri meja mereka dan menaruh pesanan mereka. “Selamat menikmati.”

Mereka berdua berterima kasih dan mulai makan.

“Jessica?” Ms. Lee berbicara.

“Ya, Miss?”

“Aku tidak tahu kalau Dongwook dekat dengan keluargamu.”

“Ya. Dia dekat dengan keluarga kami karena dia pernah tinggal di Amerika.”

“Oh.” Ms. Lee mencoba untuk tetap melanjutkan obrolan mereka. “Apakah sepupuku benar-benar terkenal saat itu?”

Jessica berhenti sejenak, mengingat kehidupan mereka di Amerika dulu.

“Wookie Oppa adalah pemain yang paling terkenal di kelompoknya.” Tanpa disadari Jessica tersenyum dan Ms. Lee menyadari hal itu.

Ms. Lee terkekeh. “Benarkah? Dia pasti mempunyai banyak fangirl dulu.”

Jessica tersenyum sedih. “Ya.”

“Sayangnya dia melepaskan karirnya demi seorang gadis.” Lanjut Ms. Lee.

“Melepaskan karirnya?” Jessica manjadi bingung dengan pernyataannya. “Bukankah dia pensiun?”

“Tidak. Dia bilang dia meninggalkan baseball hanya untuk mengejar seorang gadis.”

“Itulah kenapa dia pergi ke sini? Ke Korea?” Jessica semakin tertarik dengan topik ini.

Ms. Lee mengangguk. “Dia memberitahuku, empat tahun lalu, seseorang menyatakan cinta padanya, tapi dia menolaknya.”

Jessica menatapnya, dengan cermat mendengarkan apa yang ingin dikatakan Ms. Lee.

“Tapi kemudian, dia sadar kalau dia juga mempunyai perasaan untuknya.”

Ms. Lee menatap Jessica dengan lembut. “Sayangnya, gadis itu sudah pergi ke sini, ke Korea. Jadi dia memutuskan untuk mencarinya di sini.”

“Anda mengenal gadis itu? Apakah dia sudah menemukannya?”

“Mm…tidak. Aku tidak mengenalnya.” Ms. Lee menggeleng-gelengkan kepalanya. “Dan kurasa dia belum menemukannya.”

Oppa, apa kau mencariku? Tapi, kenapa? Kau bilang kau hanya menganggapku sebagai adikmu. 

Jessica menghela napas dan berhenti menyantap makanannya.

Ms. Lee menyadari tingkah laku muridnya dan menjadi khawatir. “Jessica, kau baik-baik saja?”

Jessica mendongak, tatapannya masih kosong. “Oh…y-ya. Saya tidak apa-apa.”

“Kau tidak menyukai makanannya?” tanya Ms. Lee.

“B-bukan begitu, saya menyukainya.” Agar gurunya tidak khawatir, Jessica tersenyum menenangkan. “Terima kasih untuk makan malamnya, Ms. Lee.”

“Tidak masalah. Aku senang kau menyukainya.”

~~~:~~~:~~~

Jessica berbaring di tempat tidurnya, matanya sedikit terbuka, menatap kosong pada langit-langit kamarnya.

Kenapa kau mengikutiku, Oppa? Apa kau ingin mengatakan sesuatu padaku? 

Sebuah hembusan napas keras keluar dari mulutnya.

Aku tidak mengerti. Mengangkat tangan kanannya, ia menyentuh bibirya. Kenapa kau menciumku? 

Ponselnya berdering, memotong pikirannya.

“Halo?”

“Sica.”

Jessica bangun dari tempat tidurnya. “Sunny-ah, kau membutuhkan sesuatu?”

“Apa kau punya waktu akhir minggu ini?”

“Oh, maaf, tapi aku sudah mempunyai rencana.”

“Begitukah? Baiklah. Fany bilang dia juga sibuk. Kurasa aku tidak punya pilihan selain mengajak Shikshin.”

“Aku benar-benar minta maaf, Sunny-ah.”

“Jangan khawatir, Sica. Aku tidak apa-apa.” Suaranya terdengar menenangkan yang mana membuat Jessica tersenyum.

“Maaf sudah mengganggumu, Sica. Selamat malam.” Sunny hendak menutup teleponnya ketika Jessica menghentikannya.

“Tunggu, Sunny-ah!”

“Hmm?”

“Kau sudah mau tidur?”

“Tidak. Aku belum mengantuk.”

“Oh, sama.” Jessica berusaha terdengar sepenuhnya terjaga.

“Aku tahu, bagaimana kalau kita mengobrol sebentar?”

“Kau mau mengobrol?” tanyanya.

“Ya. Kurasa sudah lama kita tidak mengobrol melalui telepon dan aku semacam merindukannya.”

Jessica tersenyum. “Kau benar. Lalu apa yang ingin kau bicarakan?”

“Sica.” Suara Sunny terdengar sedikit serius. “apa kau sedang jatuh cinta?”

Mata Jessica terbelalak mendengar pertanyaan tiba-tiba itu. “A-apa?”

“Kau tidak bisa tidur, kan? Kurasa itulah penyebabnya.”

“K-kurasa begitu.” Suaranya terdengar lembut. “Sunny-ah.”

“Hmm?”

“Apa kau pernah jatuh cinta…pada dua orang berbeda?”

“Yah…ya. Tapi dalam dua waktu berbeda.”

“Waktu berbeda?”

“Aku pernah mempunyai cinta pertamaku.”

“Dan orang itu adalah Shikshin?”

“Bukan.”

“Bukan? Tapi kukira Soo adalah pacar pertamamu?”

“Memang. Tapi aku mempunyai cintai pertama sebelum dia.”

“Oh.” Cinta pertama. “Kau masih memikirkan dia? Cinta pertamamu?”

“Sejujurnya, ya. Aku masih memikirkan dia. Tapi aku tidak lagi mempunyai perasaan untuknya.”

“Ya, aku bisa melihatnya.” Jessica tesenyum menyeringai dan ia bisa merasakan gadis itu memiliki ekspresi yang sama.

“Kurasa kita semua pernah merasakan cinta pertama kita, Sica. Tapi, cinta sejati adalah cinta yang sebenarnya.”

Cinta sejati? 

“Sica, apa kau ingat apa yang selalu kau katakan padaku sebelumnya?”

“Ne?”

“Ikuti kata hatimu.” 

Mendengar kata-kata itu, Jessica berhenti dan berpikir sejenak.

“Sica, apa pun yang terjadi, ingatlah selalu kalau kami ada di sini. Keluargamu mungkin jauh, tapi kami ada di sini untukmu, teman-temanmu.”

Peryataannya membuat Jessica merasa aman dan bahagia.

“Aku akan selalu mengingatnya.”

Jessica mendengar Sunny menguap di ujung lain. “Kurasa aku akan tidur sekarang. Selamat malam.”

“Terima kasih, Sunny-ah. Selamat malam.”

Jessica kembali menaruh ponselnya di sisi tempat tidur dan berbaring.

“Mungkin cinta pertama benar-benar tidak pernah mati.”

Tak berapa lama, ia perlahan memejamkan matanya.

“Tapi cinta sejati ada untuk selamanya.”

~~~:~~~:~~~

TBC

hey lemme break it down!! na~ nananana~ nanana~ love&girls 😀

credit : Juri @SSF

boiboi~

Advertisements

44 thoughts on “Ice Boy [Chapter 13]

  1. aku rada2 jengkel thor baca part ini .. gimana tidak .. setelah taecyeon yang menyebalkan itu muncul ehh malah ada donghae .. parahnya lagi ngajak kencan sica .. apa aih maunya?? belum lagi dongwook yng benet2 arrgghh ..

    aku harap sica eomma tdak akan kembali ke dongwook .. awas aja kalau sampe kembli ke dongwook ..

    okk lanjutt ..

    mau ikut sbmptn juga kan?? sukses yah thor

  2. annyeong…

    issshhh kerjaan Yul sekarang jadi tukang Ngagetin Jessica yah,mana dy juga suka nongol seenak jidat lagi ckckck…

    Hayoooo loh mang Wookie lagi ancang-ancang mau ‘ngemis’ cinta ma JessJung jadi nya cinta yg terbalik dong *lol sinetron kali tante..
    Yul JessJung na kasih garis polisi gih biar ga ada yg brani nemplok ma Jejess 😉

  3. Annyeong ,,,,,,,

    Wwaah,,, Saingan Yul nya bnyak amat siii,,,hhuu
    Tpi aseek dah, Yul dah mulai brani ini,,kkkee mskipun tmpang nya msih Dngin dah,,,,,,

    Wahh sica galau ,,,
    D tunggu aja next chapter nyaaaah,,,
    SEMANGAAAAAAAAT

  4. Wahhh gawat nihh…
    Kyanya sica mulai galau nih. Yul ato dongwook?
    Yeah yul lah. Kn cinta sejatinya sica yul. Dongwook ntu cinta pr1 nya sica kn ?
    Di tnggu yg MY J nya ya Taraa

  5. Sica mank bnyak yg muja2 ea …
    Q seneng nie d part nie si Yul dah trang2gan nunjukin kePosesifan ea ma sica …
    Xeexeexee …
    Semangat wat Yulsic moga cpet jdian …
    Bwat yul cpet nyatain cinta kmu ma sica ..
    Bwat sica jgn galau yg skrang kmu cinta tu Yul bkan si dongwook dya cma cinta yg lalu ..
    Xeexeexee …

  6. Bingung mau comen apa ya, byk amt yg ngrebutin sica, btw taengnya mana thor kok gak ada.. Dtunggu lanjutannya

  7. saingannya Yul banyak bgt dah
    berharap Sica gg balik ke “cinta pertama”nya
    tunggu lanjutannya thor:)

  8. kyaaaa
    yul udh mlai protect sma sica nih.
    tp sikapny msh dngin n jaim bgt dsni.

    mngkinkah yul cinta sjatiny sica?
    dan sica bkal lupain cinta prtamanya si dongwook?

  9. beeehhh.
    Yul gk maju”kalah lho ntar.haghag
    sica galau ya beb sini pilih aku aja ridho pokonya aku.haha

    tarra fighting…. 🙂

  10. seneng bner dah liat persaingan donghae yuri…
    dongwook terlambat menyadari persaan ny n disaat dia jumpa sica..sica malah suka yuri…
    semoga sica lbh milih yuri drpda dongwook…

  11. jessi, follow your heart nanti km akan tau sebenarnya cinta sama siapa.
    moga tuhan dan author membantu km menentukan perasaan km ya.
    tunggu lanjutan dan hwaiting.

  12. ya ampyun ni makin rumit aje, sica galau tingkat dewa., bgaimana prkmbngan yulsic ya, tpi yul dah mulai nglawan nich., bagus yul maju trus pntang mnyerah.. hahay
    lanjut lanjut, aduh akyu jg ga sabar mnunggu yg My J…
    hwaiting hwaiting!!

  13. Yul spertinya sdh mulai2 ambil tindak an, ahhh tp mash kurang agresif,.. Yahhh secara sica kan sperti kembang desa gtu, banyk nyang ngerubutin lahh,.
    A_YO yull,. Semangat ,. Author pasti bantu loe kog,.

  14. Aku malah langsung baca isi part nya .. Gak dilihat dulu judulnya. Eh, kenapa yul jadi dingin. Padahal Ice Boy -..-
    Hmm.. Taeyeon-donghae-dongwook. Ihh semoga gak pilihan diantara 3 itulah sicanya hehe. Cinta sejatimu hanya yul *asyik

  15. ko sica gampang bgt ngelakuin sesuatu untuk seseorang,,,,
    ama Taecyeon atau pun dong hae, dia selalu memberi harapan ama mereka,,,
    apa dia gak sadar klo itu bikin yul cemburu,,,,
    hadeeh,,,
    sica sebenernya yg kmu suka itu dong wook atau yl sih???
    pokonya harus yul…….
    gak boleh yg lain #abaikan….
    smangat tarra, lanjutkan….

  16. Klontang…klontang…krasakk…blughh…..jdar…jdor…jedagh…jedugh…brakk…..prankkkk….ciiiiiiiittt…..dzighhhh….pluuunggg….blup….blup….epekepekepek….

    Annyeong nae si trouble maker is come beck dari tetapa di leng semut…..da yg rindu nae kah???# da, gw rindu….. Rindu mau bullying loe…puass#

    Iiíiihhh…..sekarang appa ganti profesi ea???# MAKSUD L!!!# Ea dari member snsd ke nae appa trus tukang tidur eh sekaramg jd jelangkungggggggggggg% -______-%

    yoongie taec~ppa ngapain ngajak umma jd patner ce, nae cembrutu tae napa umma di ajak nae gak di ajak coba???? Si fishy lagi pake ngajak umma kencan di akhir pekan…YAA NAEFISHY NAE KAN MENGAJAK FISHY KENCAN LEBIH DULU NAPA SEKARANG FISHY MALAH NGAJAK UMMA OEH??!! MaU Selingkuh ea??? Awazz jha kalo berani nae bikin abonFISHY baru tau rasa!!!

    Unn,ko makin kesini makin lama ce update na?? Mau nae bantuin tag??# mg loe biza bantu pha??# ea bantu doa lah unn….#ea kirain…..-__-…..

    Pay…pay…chu~
    p_q

    http://www.ali3npluto@memberPIPS.com

  17. banyak tembok yang memisahkan yulsic -_-
    ayo sica, dipilih… dipilih… dipilih…

    lanjut thor,, hwaiting 🙂

  18. iyu yul cemnburu ya? hahaha..
    makanya langsung tembak sica dong biar bisa ngelarang sica hahaha
    sica milih dongwook apa yuri nih.. saran gue mending yuri kemana mana dah wkwkwkwk XD
    lanjut thor.. lanjut..

  19. wah nasib pasangan YulSic sdg baik 😀
    yah Sica kau membrikan Taec PHP kah ??
    tpi tak apalah.,
    yah cinta sejati untuk selamany 🙂
    wah Tarra FF translate-mu btul” DAEBAK 🙂
    di tunggu next partny 🙂
    sepetiny aku ngebut bcanya 🙂 😀

  20. Taecyeon, donghae, dongwook, odong-odong, sape lagiii udah ini??
    yul lama ye lola ny, tembak ajjh ngapa si sica ny. Ntar keduluan gw nyesel lhoo.. >3< #digampar yuri -_-///

  21. sumpah dech part ini bikin gondok banget,,
    gimana nggak gondok? secara,, pertama taecheon,, trus ikan, lalu ada dongwook,, trus nanti bakalan keluar siapa lagi?
    aish,,,
    yul udah mulai posesiv hahaah

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s