Ice Boy [Chapter 14]

enjoy~

~~~ ~~~~ ~

XIV

 

“Selamat pagi, Jessica!”

“Selamat pagi!” Jessica balas menyapa dengan seulas senyum di bibirnya.

Begitu ia memasuki ruang kelas mereka dan berjalan ke mejanya, hal pertama yang dilihatnya adalah sebuah catatan dan setangkai mawar merah di sampingnya.

Bagaimana liburanmu, Ketua Jung? 

Kau tidak pernah tahu betapa besar rinduku padamu.

Dia melakukannya lagi. Jessica tersipu melihat semua itu.

Ia melirik ke sampingnya dan melihat Yul yang sudah duduk di kursinya.

Oh, Dia ada di sini? “Selamat pagi, Yul!” sapanya.

Yul memandangnya sekilas tanpa mengatakan apa pun.

Tidak mendapat respon, Jessica tak ambil pusing dan duduk di kursinya. Ada apa dengan dia?

“Hai, Sica!”

Jessica melirik ke sampingnya. “Selamat pagi, Yoongie!”

~~~:~~~:~~~

“Sica, kami mau pergi ke kantin.”

“Oke.” Jessica tersenyum pada sahabatnya.

Setelah mengemasi barang-barangnya, ia menoleh ke sampingnya.

“Di mana dia?” ia cemberut setelah mengetahui Yul tidak lagi berada di dalam ruang kelas.

“Mungkin dia ada di rooftop lagi.” Ia tersenyum sendiri dan berjalan menju koridor.

“Sooyeon-ah!”

Jessica berhenti berjalan dan melirik ke sekitar. Oppa?

Dongwook tengah berjalan ke arahnya.

“Sooyeonie!” Dongwook tersenyum padanya.

“Uh…hai, Mister.” Sapa Jessica, menundukkan kepalanya. Ugh. Kenapa aku gugup?

“Kau mau pergi makan siang?”

“Ya.”

“Aku juga. Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” tanyanya, tetap tersenyum.

“Uh…”

Dongwook meraih tangan Jessica. “Ayo.”

“T-Tapi-” Jessica tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya membiarkan pria itu membawanya pergi.

“Sooyeon-ah, kau carikan meja untuk kita sementara aku akan memesan makanan, oke?”

Jessica mengangguk lemah. “Oke.”

Ia menemukan sebuah meja kosong dan duduk di salah satu kursi.

Setelah beberapa saat, Dongwook muncul dengan nampan yang penuh dengan banyak makanan.

“Maaf sudah membuatmu menunggu.” Ia menaruh nampan itu dan duduk di kursinya, berhadapan dengan Jessica.

“Oppa, kurasa makanan ini terlalu banyak untuk kita berdua.” Kata Jessica, terkejut dengan banyaknya makanan yang dibeli Dongwook untuk makan siang mereka.

“Kau tidak menyukainya?” ia membuat ekspresi murung. “Tapi aku tidak mau kau kelaparan.”

Jessica melihat ekspresi lucunya dan hal itu membuatnya terkekeh. “Hentikan, Oppa. Aku menyukai makanannya. Aku hanya merasa ini terlalu banyak.”

“Benarkah? Kau menyukainya?” pernyataan Jessica membuatnya berseri-seri.

Dia sama seperti Ms. Lee. Jessica tersenyum padanya. “Ya. Terima kasih, Oppa.”

“Tidak masalah.” Dongwook balas tersenyum. “Ayo makan.”

+++

“Kurasa mereka sedang berkencan.” 

“Begitukah? Tapi, dia terlalu tua untuk Jessica. Dan dia guru kita.” 

“Harus kukatakan, itu bukan masalah besar karena dia hanya mengajar untuk sementara di sini.”

Sekelompok tukang gossip berjalan melewati ruang loker di mana Yuri tengah sibuk mengemas barang-barangnya.

“Jessica benar-benar hebat. Hampir semua laki-laki di sekolah kita tergila-gila padanya.” 

“Ya. Dan bayangkan itu Mister Lee.”

“Yah, aku tidak bisa menyalahkan mereka. Jessica sangat sempurna, dia benar-benar gadis idaman.” 

“Kudengar Mister Lee dekat dengan keluarganya.”

“Benarkah?  Itulah kenapa mereka terlihat bahagia saat makan siang bersama di kantin.”

Yul bergegas menutup lokernya dan berjalan menjauh dari area itu.

“Oppa!” terdengar suara yang memanggilnya di koridor.

Yul berhenti berjalan dan melihat Seohyun yang tersenyum padanya.

“Hai, Yul Oppa! Kau sudah makan siang?”

Yul menggelengkan kepalanya sedikit.

“Bagus! Ayo kita makan siang bersama!” ia menggandeng lengan kiri Yul dan pergi ke kantin sekolah.

Mereka duduk di sebuah meja kosong dan mulai memesan makan siang mereka.

“Juhyun-ah.” Yul berbicara.

“Ya, Oppa?”
“Apa kau menyukai seseorang?”

“A-Apa?” Seohyun sedikit kaget mendengar pertanyaannya.

“Maksudku, apa kau mulai menyukai seseorang yang belajar di sini? Seorang siswa lebih tepatnya.”

Seohyun berhenti makan. Ia menatap Yul sejenak, lalu tertawa.

Dahi Yul berkerut melihat ekspresinya. “Apa?”

Seohyun berseri-seri. “Aku tidak salah dengar, kan? Kwon Yul Oppa berbicara tentang menyukai seseorang padaku?”

“Kenapa? Anehkah?” Yul cemberut sementara Seohyun tersenyum.

“Tidak, tidak aneh. Hanya saja, ini pertama kalinya Oppa membicarakan hal seperti itu padaku.”

“Benarkah?” gumam Yul pelan, menatap ke makanannya.

Seohyun mengangkat bahu. “Yah, untuk menjawab pertanyaanmu, tidak, aku tidak menyukai seseorang.”

Yul mendongak dan kembali bertanya padanya. “Bagaimana kalau kau menyukai seseorang? Apa kau akan mengejarnya?”

“Hmm…kurasa begitu.”

“Tapi kau seorang guru di sini. Kau mungkin akan terlibat dalam hubungan murid-guru.”

“Oppa.” Seohyun menatapnya dan mengangkat sebelah alisnya. “Jangan lupa, aku hanya bekerja paruh waktu di sini. Aku bukan seorang professor, aku hanya seorang guru.”

“Meskipun begitu.” Yul bersikeras.

“Yah, kau benar, Oppa.” Pada akhirnya Seohyun setuju dan tersenyum padanya. “Kita lihat saja apakah aku akan menyukai seseorang atau tidak. Dan Oppa akan menjadi orang pertama yang mengetahuinya.”

“Jangan coba-coba menyembunyikan apa pun dariku, Juhyun.”  Yul tersenyum lebar.

“Tentu saja.” Mereka berdua terkekeh.

“Bagaimana denganmu, Oppa?”

“Hmm?”

“Apa kau menyukai seseorang?” Seohyun mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke meja mereka dan menatap Yul dengan tatapan menyelidik.

“A-Apa?” tiba-tiba, Yul merasa tidak nyaman.

“Wah~ aku belum pernah melihatmu tersipu, Oppa.” Seohyun mulai tertawa.

“A-aku tidak tersipu.” Yul memalingkan wajanya dan mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Ya, kau tersipu.” Goda Seohyun.

“Tidak.”

“Oke. Kalau begitu.” Seohyun menahan dirinya untuk tidak menggodanya dan menatapnya. “Tapi, bolehkah aku tahu siapa orang itu?”

Yul menatapnya dengan pandangan bertanya. “Siapa apanya?”

“Orang yang oppa sukai. Siapa dia?”

“Aku tidak menyukai seseorang.” Yul kembali makan untuk menyibukkan dirinya.

Seohyun menyipitkan matanya dan kembali bertanya padanya. “Kau yakin?”

“Seo Juhyun, kalau kau tidak mau berhenti. Aku akan membeli burger untuk kita.” Gumam Yul dengan nada serius.

“Ayo kita habiskan makan siangnya.” Seohyun langsung  menghentikan obrolan mereka dan melirik jam tangannya. “Cepatlah. Istirahat makan siangnya hampir selesai.”

Yul menatapnya dan tersenyum menyeringai. “Jadi, kau masih tidak suka burger.” 

~~~:~~~:~~~

“Yul-ah!”

Jessica berjalan di sampingnya begitu mereka keluar dari ruangan.

“Kau pergi ke mana tadi? Aku mencarimu.”

“Aku makan siang dengan seseorang.” Jawabnya dengan nada yang hampir datar.

Jessica melihat ke arahnya dan cemberut. “Seseorang?”

“Juhyun.”

“Oh, Seohyun-ah!” lalu ekspresinya berubah seketika.

Jessica kembali melihat ke arahnya. Kali ini, dengan seulas senyum di wajahnya.

“Aku tidak sabar ingin segera besok!” Jessica berteriak; kegembiraan terdengar dalam suaranya. “Bagaimana denganmu, Yul? Kau tidak senang?”

“Apanya yang menyenangkan dengan mengerjakan PR?”

Mendengar jawabanya, Jessica memutar bola matanya. Aish. Masih dingin seperti biasanya. Aku bahkan tidak membicarakan tentang PR.

Mereka berdua terus berjalan melalui pelataran parkir.

Berhenti di samping mobil Yul, Jessica berpamitan duluan. “Hati-hati, Yul. Sampai bertemu besok.”

Jung Sooyeon!

Mendengar suara yang sangat familiar, keduanya menoleh.

“Oppa!” panggil Jessica ketika Dongwook berdiri di depan mereka.

Dongwook tersenyum pada mereka dan menoleh pada Jessica. “Kau mau pulang? Ayo, aku antar kau pulang.”

Jessica hendak pergi dengannya namun Yul langsung menyela. “Hei, Jung.”

“Ya?” ia melihat ke Yul dan menunggu apa yang ingin dibicarakannya.

“Kita harus membahas materi untuk PR kita besok.” Katanya.

“Huh?”

Tanpa memberi jawaban pada pandangan bertanya Jessica, Yul membuka pintu sisi penumpang untuknya.

Jessica tetap berdiri diam, menatapnya tercengang.

“Masuklah.”  perintahnya

Apa yang dia lakukan? Jessica menoleh pada Dongwook dan membungkuk dengan beribu maaf. “Maafkan aku, Oppa. Aku tidak bisa pergi denganmu malam ini.”

Dongwook tersenyum padanya. “Tidak apa-apa. Hati-hati di jalan.”

“Baiklah.” Jessica kembali tersenyum padanya sebelum naik ke mobil Yul.

Yul menutup pintu mobilnya dan sebelum pergi ke sisi pengemudi, Dongwook memanggilnya. “Yul.”

Yul menatap padanya.

“Bawa Jessica pulang dengan selamat.”

Apakah dia memerintahku? “Kau tidak perlu menyuruhku.” Jawab Yul ketus.

Dongwook terkekeh, “Aku hanya memastikan.”

“Dah, Sooyeonie!” Dongwook melambaikan tangan padanya dan Jessica balas melambai.

Yul memasuki mobilnya dan melaju pergi.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Jessica.

“Tidak ada.”

“A-Apa?!” Jessica melihat ke arahnya, mulutnya melongo kaget.

“Aku hanya ingin menjauhkanmu dari pria tua itu.”

Apa?! Pria tua?!  Alis Jessica berkerut, ia memelototinya.

“Yah, Kwon Yul! Dia gurumu! Hormati dia!” omelnya, membuat orang di sampingnya terdiam.

Menyadari bahwa dirinya telah meninggikan suaranya, Jessica bersandar di kursinya dan menghela napas.

“Kenapa kau ingin aku menjauh dari Oppa?” tanyanya, nada suaranya masih terdengar jengkel.

“Beberapa siswa dari kelas lain melihatmu makan siang dengan dia dan mereka mulai membicarakanmu.” Yul memberi tahu dengan hati-hati.

“Kami hanya makan siang. Kurasa tidak ada salahnya.”

“Mereka mengira kalian berdua…berkencan.” Gumam Yul pelan.

“A-Apa? K-Kami tidak berkencan!” Jessica membela diri. Yah…kita tidak berkencan, bukan?

Jessica menghela napas dan melirik ke jendela. “Lagipula,”  ia melanjutkan. “Aku tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan. Aku sudah mengenal Dongwook Oppa cukup lama.”

“Kau mungkin tidak peduli, tapi aku peduli.”

Mendengar kata-kata itu darinya, Jessica mengalihkan tatapannya pada Yul.

“Sudah sampai.” Gumamnya, masih duduk di kursinya.

Melihat bahwa Yul tidak akan membukakan pintu untuknya, ia melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil.

“T-Terima kasih sudah mengantarku pulang.”

Jessica tidak menerima jawaban.

Setelah ia menutup pintu, mobil Yul segera melaju pergi, meninggalkan Jessica yang berdiri sendirian di depan apartemennya.

“Apakah dia marah?” ia menarik napas. “Aku tidak bermaksud untuk berteriak padanya.”

~~~:~~~:~~~

Beberapa jam telah berlalu dan ia berbaring di tempat tidurnya, berpikir.

Kenapa dia menyebut Dongwook Oppa dengan sebutan itu? Jessica menghela napas. Lagi.

Sudah beberapa menit berlalu sejak dirinya mencoba memejamkan matanya, namun sepertinya ia tak kunjung mengantuk.

Mungkin aku harus meminta maaf padanya. Jessica bangkit dari tempat tidurnya dan menyalakan laptopnya.

jesSooyeon22:  ITU KARENA AKU MENYUKAIMU!

Ia melihat pesan terakhir yang dikirim pada Yul. “Hmm…itu sudah lama.”

Jessica menggulirkan layarnya ke bawah. “Tapi di mana balasannya? Kukira dia sedang mengetik saat aku menutup laptopku.”

Ia mengangkat bahu dan memeriksa online list. “Mungkin dia menghapusnya.”

ChoiShikshin_24

SunnyBunny_12

todayisMYday

jurifet XD

SoShi009

WoodSic

someones_girl

“Mungkin dia sudah tidur.” Ia cemberut, melihat Yul tidak ada dalam online list. “Aku hanya akan mengirimkan pesan padanya.”

jesSooyeon22: maafkan aku, Yul.

jesSooyeon22: aku tidak bermaksud berteriak padamu tadi.

jesSooyeon22: selamat malam.

Ketika pesannya terkirim, ia memutuskan untuk kembali ke tempat tidur, namun ia mendengar nada pesan masuk dari laptopnya.

kwon21yul:  kenapa kau belum tidur?

Mata Jessica terbelalak melihat pesan itu. “Dia belum tidur?”

Ia kembali ke mejanya dan mulai mengetik dengan beberapa keraguan.

jesSooyeon22: yul,

jesSooyeon22: apa kau marah?

kwon21yul: sedikit.

“Sudah kuduga. Dia marah.” Jessica menggigit bibir bawahnya dan mulai mengetik.

jesSooyeon22: aku benar-benar minta maaf.

jesSooyeon22: aku tidak bermaksud.

kwon21yul: yah, aku sedikit marah karena kau belum tidur.

“Eh? Dia marah karena aku belum tidur?”

kwon21yul: sudah malam.

kwon21yul: Kenapa kau masih belum tidur?

“Aku tidak bisa tidur karenamu!” teriaknya.

Jessica menghela napas dan berpikir sejenak. “Bagaimana aku membalasnya?”

kwon21yul: apa kau sedang chatting dengan seseorang?

jesSooyeon22: tidak.

kwon21yul: kalau begitu tidurlah, Jung.

kwon21yul: aku tidak ingin berurusan dengan rekan yang tertidur besok.

 

Jessica tersenyum lebar.

jesSooyeon22: lihatlah siapa yang berbicara?

jesSooyeon22: tukang tidur.

kwon21yul: aku bukan tukang tidur.

jesSooyeon22: ya.

jesSooyeon22: dan dingin dan malas.

kwon21yul: itulah kenapa aku memilihmu sebagai rekanku.

Jessica mengerjap melihat pesannya.

kwon21yul: karena kita benar-benar bertolak belakang.

Jessica mendengus dan mulai mengetik.

jesSooyeon22: aku mau tidur sekarang.

jesSooyeon22: kau juga harus tidur.

jesSooyeon22: selamat malam, Yul.

jesSooyeon22: jangan sampai terlambat besok!

kwon21yul: selamat malam.

~~~:~~~:~~~

 TBC

credit: Juri @SSF

boiboi~~

Advertisements

49 thoughts on “Ice Boy [Chapter 14]

  1. anyeong.
    jessi, jauhi dongwookn krn dia pria tua dan gak pantas disandingkan dgmu.
    ampe skrng yul masi dingin.
    ku tunggu lanjutan. hwaiting.

  2. annyeong…

    hadeeehh bener kan tebakan gue,ICE BOY nongol boooo~ 🙂

    cara Yul ngejauhin Jessica dari Guru Ahjussi itu lucu deh,berasa punya pacar yg protektif banget hehehe…
    De~ ternyata bener yah lo suka ngelonin ssica umma,buktinya namaMu Ada di daftar terakhir chat nya HAHAHAHAAA #anakBerbakti 😉

  3. Annyeong ,,,,,,,

    Akhirnya Update jugaaaa,,,,,,,,kkee
    Wah YUL Masih aja dngin ,,,
    Tpi mngkin sdikit lbi peduli,,,dan yaah,saingan Yul bnyak….,,kkkee

    Dan kyaknya saingan sesungguhnya,,Dongwook ,,,,,

    Dtunggu Next chapter nyaaah,,,,
    SEMANGAAAAAT

  4. Wakkhh kangen bgt nie ma FF nie ..
    Teryta yulsc msi lum jdian jga ..
    Q berhap ea chap nie Yulsic jadian ekh tryta gx ..
    Tp bnyak kmjuan nie antara yulsic ..
    Sica bner2 gx peka ea ma sikap yul yg cemburu ma si guru ..
    Xeexeexee ..
    D tnggu bgt2 lanjutan ea thor ..

  5. cieeee
    yul cemburu sm dongwook oppa.
    cihuyyyyy aku suka sikap yul pas lngsng nrik sica bwt msuk ke dlm mobilny bwt ngnter sica plg.
    sica jgn dket2 sma dongwook lahh, mles aj.bca line it huft.
    secret admirerny sica msh blm trungkap. apakah yul?
    jgn lma2 updateny thor 🙂

  6. Masih ketus ketus ajah nih yul ckck
    Sica harus sabar kayaknya =p
    Hmm.. Mau tanya kenapa harus nunggu lama lagi? Apa disananya belum sampai the end??

  7. Akhirnya update jg,,,
    Lama bgt nunggunya,,,
    Tp ko msh belum jelas yulsicnya,,,
    Kurang panjang ceritany,,,
    Jngn lama2 ya, update part 15nya,,,

  8. Whaatt!!!!!!
    Tarra unnie, napa pendek bgt dah gitu masa my parent gak da perkembangan sama sekali eoh??

    Tarra unnie,…bikin yulsic lagi donk ea ea ea# nae masang face super duper manizz+fishy eyes biar nambah imoet
    kalo gak bikin yoonae jha unn, nae gak pha2 kok walau harus jadi couple na yoongie my sweetie hubby# yeee…ntu mah mg lu yg mau

  9. Yul jangan dingin gitu donk sam Sica entar di tinggalin Sica loh:)
    seneng deh kalau liat Yul cemburu sama Sica
    lanjut aja deh thor:)

  10. kayanya yul sedikit cemburu nih ma jessica dan dongwook 🙂
    yul ketus amat ya,tar jessie ga suka lagi tuh…hihi bikin gregetan ma hubungan yulsic
    kapan jadian nya thor ?

  11. aku datang…hahaha
    Ih yul ngegemesin amat ya.
    Makin gereget lho aku
    tinggal bilang jujur gth aja kok repot..
    Udah ah met bobok lg.. 😀

  12. Hahaha, yul cemburu neh yew. Tp ok jga cih. Mzqipun ga prnah mngungkapkanya lgsung tp seenggaknya dya slalu tgas l0w ada yg m0w mmbwa sica drinya.

  13. yul.. jujur ajah kali kalo suka.. entar keburu di embat tau rasa loh beb u,u

    siapa si screet admrnya sica.. yul aja deh yah.. jangan yoong.. >,< #goyah

  14. ms aje dingin loe yul….kapan mencair sih….entar sica diambil dongwook baru tau rasa loe

    ehm lanjut thor jgn lama y 🙂

  15. hadewh yul nya belum mencair juga , sepertinya yul cemburu dengan kedekatan sica ama dongwook ~ thor mau tanya ini ff terjemahan ya? apa bukan mianhae thor #bow

  16. Annyeong…ahh nie ff udah kehapus dari memori otak w,dan sekarang muncul lagi,jdi lupa part sebelumnya gimana! -_-

    Lanjut thor…Hwaitaeng…!

    W ijin mau baca part sebelumnya!

  17. Dongwook menganggu lagi -_- di sklh brani amat deketin sica nya, kasian sica sampe dibicarain org laen

  18. haha sikapnya yul malu2 dingin bgt ye. Haduh, lam amat mereka jadian. keburu sica didapetin cowok lain, kan yulsic shipper bakal nangis kejer 😂

  19. haha sikapnya yul malu2 dingin bgt ye. Haduh, lam amat mereka jadian. keburu sica didapetin cowok lain, kan yulsic shipper bakal nangis kejer 😂 …

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s