Ice Boy [Chapter 15]

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

XV

 

Akhir pekan tiba.

Jessica tengah berdiri di samping sofa ruang duduk, memandang sekeliling apartemennya.

Ia meletakkan tangannya di pinggang dan mengembuskan napas puas.

“Semuanya berada pada tempatnya.” Ia tersenyum lebar.

Ia benar-benar menantikan hari ini; belum lagi BENAR-BENAR antusias karena Yul akan berkunjung ke apartemennya.

Wajahnya berseri saat ia mendengar suara mesin mobil.

“Dia di sini!”

Dengan antusias ia membuka pintu; Yul telah berdiri di depannya.

“Hai, Yul!” Jessica tersenyum lebar.

“H-”

“Masuklah.” Jessica menariknya masuk dan menutup pintu.

“Duduklah.” Ia mendorong laki-laki itu ke sofa dan duduk di sebelahnya. “Kau mau sesuatu? Kau lapar? Aku akan mengambilkan sesuatu untukmu.”

Yul menatapnya sejenak. “Tidak, tidak usah.”

“Bagaimana kalau minuman? Kau haus? Apa yang kau mau?”

Yul hanya menggelengkan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun.

“Oh. Begitukah?” setelah menghujaninya dengan beberapa pertanyaan, Jessica tiba-tiba menjadi diam.

Dan itu sedikit membuat Yul terganggu.

Ia berdeham. “Mungkin segelas air.”

Jessica langsung menoleh padanya. “Tunggu di sini. Aku akan mengambilnya.”

Dan hampir seketika, Jessica kembali dengan segelas air di tangannya. “Ini.”

“Terima kasih.” Yul mengambilnya dan menyesapnya.

“Ada lagi yang kau inginkan?”

Yul kembali menggeleng.

“Kau yakin?”

“Ya.”

Jessica tersenyum padanya. “Oke. Ayo kita mulai sehingga kita bisa menyelesaikannya lebih awal.”

Jessica duduk di lantai samping meja dan mulai mengerjakan tugas mereka.

…sehingga kita bisa menyelesaikannya lebih awal? Yul mengikutinya dan duduk di dekat meja.

Dia seantusias itu untuk bertemu dengan Donghae? Begitu teringat Jessica akan makan malam bersama Donghae, ia mengerutkan dahinya.

“Ini.” Jessica menyerahkan beberapa tugas yang harus mereka kerjakan. “Kerjakan yang itu; aku akan mengerjakan setengah lainnya. Araso?”

Dengan tetap diam, Yul hanya menganggukkan kepalanya dan mulai mengerjakan tugas mereka.

+++

Kenapa dia menatapku? Jessica masih mengerjakan tugasnya sementara Yul telah selesai.

Yul tengah menatap ke arahnya yang mana membuat dirinya merasa sedikit tidak nyaman.

“Jung.” Panggil Yul.

“Hmm?” jawab Jessica, matanya masih terfokus pada kertas di depannya.

“Itu keluargamu?”

“Huh?” Jessica melirik padanya, mengikuti arah pandangannya.

Pandangannya tertuju pada foto-foto yang digantung di dinding.

Foto yang paling besar di antara foto-foto tersebut terdiri dari empat orang yang saling berdekatan.

Ekspresi mereka menunjukkan bahwa mereka, memang, sebuah keluarga yang sangat bahagia.

“Ya.” Jawab Jessica bangga. “Itu Appa, Umma, dan Krystal.”

Yul mengangguk dan mengembalikan tatapannya pada Jessica. “Kau merindukan mereka?”

Jessica menatap Yul, lalu kembali melihat foto itu.

Ia tersenyum sedih. “Sangat.”

Yul menyadari suara Jessica menjadi pelan dan itu membuatnya ingin menghiburnya. “Aku yakin mereka juga merindukanmu.”

Suara ketukan terdengar dari pintu depan dan mereka berdua berpaling ke arah pintu.

“Dia di sini?” Jessica berteriak.

Donghae di sini? Yul melirik ke arah Jessica dan mengerutkan keningnya.

Jessica menaruh pulpennya dan memutuskan untuk membuka pintu.

“Tidak. Diam di sini.” Yul beranjak dari duduknya. “Aku akan membukanya.”

Jessica mengerjap namun kemudian mengangguk.

Yul tiba di pintu dan membukanya.

“Hai, Nona Je- Oh. Apakah Nona Jessica ada di dalam?”

Seorang laki-laki mengenakan topi dan membawa kotak menyapanya.

“Apa yang Anda inginkan?” tanya Yul dingin.

“Pengiriman pizza untuk Nona Jessica Jung!” laki-laki pengantar pizza itu tersenyum lebar.

“Pizza?” mendengar kata itu, Jessica bergegas ke pintu.

“Pizza yang lezat untuk Jessica yang cantik.”

“Gary Oppa!” Jessica terkekeh.

Gary oppa? Yul melirik Jessica dan si pengantar pizza itu secara bergantian.

“Terima kasih, Oppa!” laki-laki itu menyerahkan kotak pizza pada Jessica.

“Sama-sa-”

Yul langsung menutup pintu dan menguncinya.

Jessica melihat ke arahnya, merasa bingung.

“Ayo kita lanjutkan tugas kita.” Perintahnya, menggerakkan kepalanya.

Jessica meraih lengan Yul dan mengangkat kotak di tangannya. “Kita istirahat dulu.”

+++

“Bagaimana kau kenal dia?” tanya Yul.

“Siapa?”

“Si pengantar pizza itu.”

“Oh. Gary Oppa? Dia yang selalu mengantarkan pizza setiap kali aku memesannya.”

“Apakah dia tahu kalau kau tinggal sendirian di sini?”

Jessica mengangkat bahu. “Mungkin.”

Yul menatapnya dan menyipitkan matanya. Aish. Bagaimana mungkin dia memercayai orang asing dengan semudah itu?

Ponsel Yul tiba-tiba berdering.

“Ya?”

“Kawan! Kau di mana?” itu sahabatnya.

“Aku ada di…tempat seseorang.”

“Seseorang? Siapa?”

Ia berdeham. “Jung.”

“Jung? Oh, Jeshika? Kau sedang apa di sana?”

“Hanya mengerjakan PR.”

Ia mendengar suara tawa dari ujung sana. “Akhirnya, Yul! Kau ada kemajuan sekarang!”

Pernyataan itu membuat alis Yul berkerut.

Ia melirik Jessica yang memperhatikannya dengan acuh tak acuh, kemudian berbalik. “Apa kau bilang?”

“Kau tahu pasti apa yang sedang aku bicarakan, kawan.” Suara tawa yang dibuat-buat terdengar darinya. “Lalu, apa rencanamu saat ini? kau akan membuat dia mabuk?”

“Apa?! Yah! aku tutup teleponnya!” Yul memutuskan telepon dan menaruh ponselnya dengan jengkel. Ada apa dengan dia?

“Yul, ada yang salah?” tanya Jessica dengan hati-hati, melihat raut wajahnya yang kecewa.

Yul menggelengkan kepalanya dan menghela napas kesal.

Ponselnya kembali berdering.

Namun, Yul tidak repot-repot untuk menjawabnya dan kembali makan.

“Uhm…kau tidak akan menjawabnya?” tanya Jessica.

Yul tidak merespon seolah-olah ia tidak mendengar apa pun.

Jessica mengangkat alisnya dengan reaksi Yul dan mengintip nomor si penelepon.

>>> Kim Taeng >>>

Taengoo? Seulas senyum seketika muncul di wajahnya.

Jessica tiba-tiba meraih ponsel Yul.

“Yah! Apa yang kau lakukan?” Yul berusaha mengambil ponsel itu darinya namun Jessica telah menjawab teleponnya.

“Hai, Taengoo! Ya. Uhm…ya, dia ada di sini. Ya. Oh. Uh…dia terlihat kesal. Ya. Oke, aku akan memberitahunya. Dah, Taengoo!”

Jessica menutup teleponnya, menyerahkan ponsel itu pada Yul dan memberinya seulas senyum. “Taengoo bilang dia akan meneleponmu lagi nanti.”

“Taengoo?” tanyanya, masih merasa kesal.

Jessica mengangguk dan tersenyum. “Ya, Taengoo. Aku memanggilnya dengan nama itu. Lucu bukan?”

“Tidak. Kedengarannya seperti nama hewan peliharaan.”

“Hewan peliharaan?” Jessica menatapnya dengan pandangan tidak masuk akal dan terkekeh. “Benarkah? Kurasa nama Ttae-Ttae lebih terdengar seperti nama hewan peliharaan.”

“Ttae-Ttae?!”

“Ya. Temanku, Tiffany, dia memanggilnya dengan sebutan itu.” Menertawakan reaksinya, Jessica melanjutkan. “Hmm…berbicara tentang temanku. Kurasa Taengoo mengencaninya.”

“Benarkah?”

“Aku tidak yakin. Tapi, bukankah mereka terlihat cocok?” seru Jessica bahagia.

Yul menyetujuinya. “Yah, seseorang bisa menyadarinya kalau Taeng benar-benar menyukai seseorang. Itu ketika dia melakukan sesuatu pada orang yang disukainya.”

“Melakukan sesuatu?” ulang Jessica.

“Ya.” Jawab Yul datar. “Kalau dia melakukan sesuatu yang benar-benar disukainya.”

Tiba-tiba, Jessica terkesiap, matanya terbelalak. “Omo~ Eottoke~”

Yul menatapnya dengan bingung.

“Apa yang harus aku lakukan? Malangnya Tiff. Ya ampun! Apa yang akan Taeng lakukan padanya?” ia mulai panik.

“Ada apa denganmu?” tanya Yul, melihat reaksinya.

Jessica menatapnya, ekspresinya tak terbaca.

“Apa?”

“Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?”

“Memberitahu apa?”

“Kalau temanmu akan melakukan sesuatu pada temanku.”

“Yah…kita tidak tahu pasti apakah dia sudah menyanyikan lagu untuknya.”

“Menyanyi? Menyanyikan lagu untuknya?”

Menatap ke arahnya, Yul mengangguk. “Taeng suka bernyanyi. Dia akan bernyanyi untuk seseorang jika dia menyukai orang tersebut.”

“Oh.” Hanya itu yang bisa Jessica katakan.

“Wae?” Yul menoleh pada Jessica dan gadis itu balas menatapnya dengan polos. “Kau kira apa yang suka dia lakukan?”

“A-Apa? T-Tidak ada.” Jessica mengambil buku dan pulpennya dan mencoba menutupi wajahnya yang memerah.

Yul tersenyum menyeringai dan mengambil kesempatan untuk menggodanya. “Byuntae~”

Merasakan tatapan laki-laki itu tertuju padanya, Jessica memalingkan muka dan berdeham. “Kerjakan lagi tugasnya.”

“Kau tahu, kita bisa menyelesaikannya di sekolah.”

“Huh?” Jessica berhenti menulis dan menatap ke arahnya. “Kenapa? Kau ada acara?”

“Tidak, bukan aku. Kau.” Jelasnya.

“Aku?”

“Ya. Bukankah kau harus menghadiri makan malam?”

“Makan malam?”

“Dengan Donghae.”

“Oh.” Jawab Jessica. “Makan malam dengannya. Aku sudah membatalkannya kemarin.”

Dibatalkan?

Jessica melirik ke arahnya dan tersenyum padanya. “Aku bilang padanya kalau aku tidak bisa pergi dengan dia malam ini.”

Yul hanya mengangguk. Jadi, Donghae tidak akan makan malam dengannya.

Yul berdiri tiba-tiba, membuat gadis di depannya kebingungan. “Baiklah kalau begitu. Aku mau istirahat dulu sebentar.”

“Eh? Istirahat?”

Yul mengempaskan tubuhnya di sofa, memejamkan matanya.

“Yah! Sedang apa kau?”

“Kau bisa menyelesaikannya, Jung.” Yul mengangkat tangan kanannya dan menaruhnya di bawah kepalanya.

Jessica mendengus. “Tukang tidur.”

“Ya, aku tukang tidur.” Jawab Yul. “Dan dingin dan malas.”

“Itulah kenapa aku menyukaimu.” Bisik Jessica pelan dan tersenyum lebar. “Araso. Kau boleh istirahat semaumu. Serahkan sisanya padaku.”

Jessica mengakhiri obrolan mereka dan kembali mengerjakan tugas mereka.

Merasa bahwa gadis itu tak lagi melihat ke arahnya, Yul menarik lengan dari kepalanya dan membuka matanya.

Ia berbalik, mengerjapkan matanya, dan menatap ke punggung Jessica. Kurasa aku mulai merasakan hal yang sama denganmu.

+++

“Aah~ akhirnya! Kita sudah selesai!” Jessica menaruh pulpennya, meregangkan lengannya.

Ia memejamkan matanya dan berbaring di lantai.

Ketika punggungnya bersentuhan dengan lantai, ia merasakan sesuatu yang lembut di belakang kepalanya.

Jessica membuka matanya.

“Kalau kau mau istirahat, kau bisa berbaring di sofa daripada di lantai yang dingin ini.”

Yul menggunakan lengan kanannya untuk menahan kepala Jessica dan kini bersandar padanya.

Jessica menahan napasnya.

Wajah mereka saling berdekatan.

Jessica diam tanpa kata dan terus menatapnya.

Di sisi lain, Yul tengah menatap bibir Jessica. Seolah-seolah ada sesuatu yang menariknya lebih dekat dengan gadis itu.

Menyadari apa yang hendak dilakukannya, Yul segera menarik diri dan berdeham. “Aku harus pergi.”

Jessica duduk dengan tegap dan mengipas-ngipas wajahnya. “Uh…o-oke.”

Mereka berdua berdiri dan pergi menuju pintu.

“Uhm…terima kasih sudah datang, Yul. Hati-hati.”

“Tentu. Dah.” ia berpamitan tanpa memandang ke arah Jessica dan pergi ke mobilnya.

Duduk di balik kemudi, Yul mengembuskan napas panjang. “Tadi itu apa?”

Ia menarik napas dan menyentuh dadanya.

Jantungnya berdegup semakin kencang.

Ia memejamkan matanya sejenak dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aish. Ini semua salah Taeng.” Ia menyalakan mobilnya dan melaju pergi.

~~~:~~~:~~~

Ponselnya berdering.

“Ya?”

“Hey, kawan! Kau sudah pulang?”

“Ya.”

“Lalu, apa yang terjadi?”

“Apa maumu?”

“Aww. Ayolah, Yul.” Taeng merengek. “Apakah terjadi sesuatu?”

“Katakan saja apa maumu, Taeng.”

“Apa yang kalian berdua lakukan tadi?”

Apa? Alis Yul berkerut. Ia sudah merasa jengkel dengan pertanyaan menyelidik sahabatnya. “Kalau kau tidak menginginkan apa pun, aku akan menutup teleponnya.”

“TUNGGU! Tunggu. Oke, tenanglah, ya? Aku hanya becanda.” Yul mendengar tawa dari ujung sana.

“…”

Taeng berdeham. “Oke. Tadi aku menelepon untuk memberitahumu kalau minggu depan sahabat Jessica dan Tiffany berulang tahun.”

“Siapa?”

“Choi Soo.”

“Dan?”

“Tiffany mengundangku. Dia ingin aku datang.”

“Lalu?”

“Kau mau pergi juga?”

“Kau harus datang, kawan.”

“Lihat saja nanti.”

“Oke. Aku akan menunggumu.”

Yul menghela napas.

“Kurasa aku sudah merusak malammu.”

“Maksudmu?”

“Haha! Tidak. Semoga tidurmu SANGAT, SANGAT NYENYAK, kawan.”

“Yah!”

Taeng menutup teleponnya, meninggalkan Yul yang merasa jengkel.

Yul menaruh ponselnya dan berbaring di tempat tidurnya, menatap langit-langit kamarnya sambil memikirkan kata-kata Jessica.

“Itulah kenapa aku menyukaimu.”

Ia memejamkan matanya dan tersenyum, membawa dirinya ke dalam dunia mimpi.

~~~:~~~:~~~

TBC

credit: Juri @SSF

boiboi~

Advertisements

40 thoughts on “Ice Boy [Chapter 15]

  1. anyeong…
    gary dari running man hahahhahahaa….
    gary comeo ya.
    bagus jessi batalkan makan malam dg donghae.
    moga yul ikut dtg pesta ultah choi sooyoung.
    ku tunggu lanjutan dan hwaiting

  2. annyeong…

    eeecciii Yul protektif amat sih ma Jessica,ampe” tukang pizza aja di cemburuin 😉 dduuhh segitunya ckckck…
    jadi Yul denger yah pas Jessica bergumam lirih itu 😀
    iihh lucu pas Jessica ngangkat telpon dari taeng brasa dia lg ngomong sendiri,jawaban dia juga cuma (ah,uh,oh,yeah,uhm) <~brasa lagi ngapain yah 0.o 😉

  3. yeeeee, aduh duh yulsic :3 masih malu malu pisan gitu, seriusss kissing scene?? ntar kissing scene nya si taeny lagi atau lebih parah si dongwook lagi-_- atau sama si dongdong atau taec?-_- #banyakbacot #ceburin-_- seirus nanti kissing scene nya siapa? yulsic? u,u

  4. I want more …*angkat.tangan.tinggi.tinggi 🙂

    minggu depan ka? Pestaa kan? Apa ada adegan mabuk2 lagi jadi ada kissing scene itu?*imajinasi.melebar hahaha

    ini udah chapter ke 14..tapi yulsic masih itu itu ajaa..hahaha tapi gapapa aku jadi tambah suka,, coz kesan sweet nya bener bener dapeeet banget*nyengir 😀

    annyeong tara kaka~
    hwaitting^^

  5. Kissing scene?? Next chap kah? O_o
    Wuahh,, yul udah mulai mulai nih haha.
    Untung kedengar juga noh gumaman sica wkwkw~
    Di ultah soo gimana yah? Hehe yul datangkah? Semoga #plakk
    Blind nya ditunggu (:
    O ya,, ini masih belum the end yah disononya? Sorry,, masih nanya nanya ajah ._.v

  6. ah kok gk jadi kissingnya #penonton kecewaaaa.
    Makin gereget sama si kwon yul deh gk blh sama yg laen tp dianya gituh wae..
    Taeng gokil deh godain yul mulu.wkwkwk
    lanjut tarra fighting :3

  7. Duhh bner2 gemes nie ma yul ..
    Ma tkang pizza aja mpe cmburu bgt ..
    Xeexeexee …
    Ayo yul nytain cintamu ma sica …
    Xeexeexee …
    Q gx sbar nggu yulsic jadian ..
    Haahaahaa

  8. haish…. yul dikit lagi yul dikit lagi~~ haish.. jinjja!! *kesel sendiri*
    chap ini bikit gereget bgt..
    kapan yul.. kapan? ini udah chap 15 masih aja susah ngomong nya -_________-
    lanjut lanjut.. hihihi

  9. Annyeong ,,,,,,
    Lama ” Gmes juga dah,,,, adooh…,
    Tpi sabar aja lah,,,,,sesuatu yng besar sgera terjadi,,,,,,,kkkkeee
    Berhrap ~~”

    Thanks Dah update,,,oke d tunggu Next Chapter nyaah,,,,
    SEMANGAAAAAT

  10. Omg…. Yullllllll….. Unyu-unyu-unyu!
    Buahahaha gk sabar nunggu selanjutnya… Serius itu ada kiss-kiss nya.. Haha

  11. aduhhhh
    yul msh kaku aj sikapny ke sica.
    bkin gemessssssss 😀
    okee, kiss scenes d tnggu.
    yulsic n taeny yaaa lngsung double.thor
    hahaha

  12. yah yul kau payah knpa hubungnmu ma sica lum da kmajuan ,..
    wah kiss scane yulsic kh itu ?
    hwaithing thor ,cpt dlanjtttt ye?

  13. Yey, yulsic makin bnyak m0ment. Tp yul nya mazi dingiin ajah. Huuu…..
    Tae memantau truz yak! Hihi… Kepo deh! Yul kezel tuh. Lnjuut!

  14. YEAH.,, akhirnya muncul juga part 15 🙂 😀
    wah Sica sangat bersemangat
    Yul kau merskan aneh pda detak jantungmu he he he 🙂
    aahh..,, hubungan YulSic blm ada prkmbangan y -,-
    oke lah tetap sabar 🙂
    di tgg next partny 🙂

  15. cieee…yulsic lumayan juga kemajuannya,
    kayanya yul jatuh cinta tuh ma jessjung 🙂
    hwaiting next part…

  16. ternyata sica suka cowo tipw kaya gitu yaampun -,,-

    benertuh kata sica taetae mirip nama binatang.. nama hamter ggue ajah taetae xD

  17. aduuuuh,,,,,
    yulsic biin galauuuu…
    kapan jadiannya???
    kurang panjang tarra,,,,
    yulsic,,, sukaaaaaaa bgt….

  18. Hahaha, sica parna amat ama Taeng.. >3<
    Taeny ny gw tunggu deh #tetep taengppany yeeh :p
    Kisseu??
    Taeny ato Yulsic??

  19. yul tingkahnya lucu bgt klu lg cemburu. Tp sica ga sadar gitu ckckck dasar ttp aja lola hahhaha.
    huaahh sica nnti bakal dtg ke acara soo sama siapa ya? .-.
    taeng maenannya mancing2 aja yeee wkwkwk

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s