Ice Boy [Chapter 16]

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

XVI

Beep beep~

Sebuah mobil berhenti di depan Yul.

Ia menarik pegangan pintu dan berusaha membukanya namun pintu itu terkunci.

Ia melirik ke dalam jendela mobil dan melihat Taeng yang geleng-geleng kepala tidak setuju dan sebaliknya Taeng menyuruhnya untuk duduk di bangku belakang.

Membuka pintu belakang, ia menemukan Seohyun yang tersenyum padanya. “Hai, Oppa.”

“Selamat pagi, Juhyun.” Sapanya singkat dan masuk ke dalam mobil.

Setelah berada di dalam, Yul melihat Taeng di kaca spion-belakang. “Kau tidak perlu menjemputku. Aku bisa bawa mobilku sendiri.”

Taeng tersenyum lebar. “Tidak apa-apa, kawan.”

Mobil Taeng berhenti di sebuah rumah besar berwarna putih. Tiffany tengah berdiri di depannya, terlihat jelas sedang menunggu mereka.

“Selamat pagi, Ttae-ttae!” sapanya begitu ia membuka pintu mobil.

APA-APAAN. Ttae-ttae? Taengoo jauh lebih baik. Pikir Yul.

“Hai Seohyun! Hai, Yul!” tambah Tiffany.

“Hai, Unnie!” Seohyun balas menyapa sementara Yul hanya mengangguk.

“Oppa, apanya yang lucu?”

“Huh?” Yul menatap Seohyun dengan pandangan bertanya.

“Kenapa kau tersenyum?”

“Eh?” menyadari ekspresinya, Yul berdeham dan  langsung menyembunyikan senyumnya. “Tidak, aku tidak tersenyum.”

“Kau tersenyum.” Seohyun bersikeras.

Dua orang yang duduk di depan memperhatikan mereka.

“Mungkin dia sedang memikirkan seseorang.” Goda Taeng.

“Memikirkan seseorang?” seru Seohyun dan Tiffany bersamaan.

Yul memelototinya, membuat laki-laki itu menelan ludah dengan gugup.

“Y-Yah, M-maksudku seseorang yang lucu.” Taeng tersenyum masam.

Kedua gadis itu melihatnya dengan ekspresi bingung.

Yul kembali memelototinya. “Ya. Aku sedang memikirkan seseorang yang akan aku bunuh nanti.”

“Ahahaha! Ide bagus, Yul.” Taeng tertawa gugup dan memutuskan untuk tetap diam dan hanya terfokus pada jalanan di depannya.

Seohyun dan Tiffany saling berpandangan dan tidak memedulikannya, tidak begitu tertarik dengan obrolan lelaki.

~~~:~~~:~~~

“Hei, teman-teman! Aku senang kalian datang.”

“Selamat ulang tahun, Choi Soo!”

Taeng, Tiffany, Seohyun, dan Yul tiba di rumah Soo dan mereka disambut oleh yang ulang tahun itu sendiri. Teman-teman mereka yang lain, Jessica, Yoong, dan Hyoyeon, sudah berada di tempat itu termasuk pacarnya, Sunny.

Yul? Jessica melihatnya dan berjalan menghampirinya.

“Oh. Hai, Yul! Aku tidak tahu kau akan datang.” Namun Hyoyeon telah berada di sampingnya.

Hyoyeon menariknya menuju sofa dan duduk di sebelahnya.

Jessica berhenti dan menatap mereka.

“Hai, Jessi!” Tiffany memeluknya, mengacaukan perhatiannya dari mereka.

“Shika! Apa kabar?” Taeng memeluknya dan kali ini giliran Yul yang menatap mereka.

“Hei teman-teman, sudah cukup dengan sapa-menyapanya!” potong Soo. “Karena semuanya sudah ada di sini, sekarang saatnya untuk BERPESTAAAA!”

 +++

Setelah jam-jam berlalu dan mereka semua terlihat bersenang-senang. Dan mabuk.

“Kunbeh!” teriak Hyoyeon. Sepertinya dia satu-satunya orang yang sedikit mabuk di antara mereka.

“Yah. SeoHyun-ah.”

“Ya, Unnie?” Seohyun duduk di sebelahnya.

“Apa kau- #!$^”/#  dan Yoong- #!$^”/# berkencan?”

“Apa?!” Yoong yang duduk di samping Seohyun bereaksi. “Noona, kenapa kau berpikir seperti itu?”

“Tapi- #!$^”/# kalian berdua terlihat- #!$^”/# cocok.” Hyoyeon tertawa dengan sedikit mabuk. “Bukan begitu- #!$^”/#, teman-teman?”

“Aku setuju. Yoongie dan Seobaby terlihat sangat cocok!” Tiffany menyetujui dan Taeng yang duduk di sebelahnya pun setuju. “Ne. sama seperti kita berdua.”

Semua orang menggoda mereka dan wajah Seohyun terlihat sangat merah.

“Bagaimana denganmu, Yul?” Hyoyeon menoleh padanya setalah menggoda pasangan muda itu.

“Bagaimana denganku?” tanyanya.

“Apa kau- #!$^”/# punya pacar?”

Yul hanya menggelengkan kepalanya.

“Oh- $&/^$* tapi apa kau pernah punya- $&/^$* pacar?”

Yul tidak langsung menjawabnya dan sebelum ia bisa, sahabatnya segera memotong. “Tidak ada. Sahabatku tidak begitu tertarik dengan wanita.”

“Benarkah?” komentar Sunny.

“Ya.” Taeng mengangguk dan melirik sahabatnya sekilas.

Yul menatapnya dengan dingin.

Taeng tersenyum lebar dan menambahkan. “Dan dia belum pernah berpacaran.”

“Wah. Yul pasti pria setia.” Kata Yoong kagum.

“Dan gadis yang akan dia nikahi akan sangat beruntung!”

“Karena dia hanya akan mencintai gadis itu seorang. Aww, manisnya.” Seru Tiffany dan Sunny.

“Cih. Apanya yang manis? Mungkin dia seorang gay, itulah sebabnya.” Kata Soo cemburu.

Ketika yang lainnya sibuk membicarakan kehidupan cinta Yul, Hyoyeon mengambil gelas dan meneguk isinya.

Setelah mengosongkannya, ia menaruh gelas itu di atas meja dan menarik perhatian semua orang. “Baiklah- #&/^* kalau begitu.”

Tanpa peringatan, ia menarik leher Yul dan mencium bibirnya.

Ketujuh orang lainnya melongo melihat tindakan tiba-tiba itu, termasuk Jessica yang duduk di samping Yoong sambil mengamati mereka dalam diam.

Yul terdiam, sangat terkejut dengan apa yang dilakukan rekan dancenya.

Hyoyeon segera menarik diri dan tersenyum padanya sementara yang lainnya masih terkejut.

Menyadari suasana yang berubah canggung, Taeng segera memecahnya dan bertepuk tangan dengan gembira. “Kwon Yul, chukahae! Itu adalah ciuman pertamamu!”

“Apa? Ciuman pertama Oppa?” tanya Seohyun dan yang lainnya memiliki ekspresi yang sama dengannya.

“Yah, Hyoraengi! Kenapa kau mencuri ciuman pertamanya?” sahut Sunny.

“Wooh~ bagus, Hyo! Kau gadis itu! Himnae!” Soo bersorak.

Sunny memelototinya sementara Soo tersenyum lebar.

Hyoyeon melihat ke arah mereka dan mengacungkan jempolnya.

Setelah beberapa saat, dia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Dia tiba-tiba pingsan di pelukan Yul.

“Unnie!” Seohyun segera menahannya.

“Araso! Satu jatuh, tinggal tersisa delapan lagi!” Taeng mengumumkan.

“Uh…permisi.” Sementara itu, Jessica, yang sedari tadi diam, mempermisikan dirinya, tidak begitu tertarik dengan hal-hal tidak penting yang terjadi di depan matanya.

Yul menyadari tingkah laku Jessica namun ia memilih untuk tetap duduk dan hanya menatap ke arahnya.

“Sica, kau mau ke mana?” tanya Yoong.

“Aku m-mau mengambil makanan di dapur.”

“Oh, oke.”

Ia lekas berdiri dan pergi ke dapur.

Setelah berada di dapur, ia menarik napas dalam-dalam.

Ciuman pertamanya. Jessica menyentuh bibirnya. Hyoyeon adalah ciuman pertama Yul.

Jessica memejamkan matanya, terlihat jelas bahwa dirinya merasa terluka dengan apa yang baru saja dilihatnya. Gadis itu adalah Hyoyeon.

“Bukan aku.”

+++

Ponsel seseorang berdering dan mereka kecuali Yoong terlalu sibuk untuk mendengarnya.

Ia melirik ke sampingnya dan menemukan ponsel tersebut. “Oh, ini ponsel Sica.”

Ia mengambilnya dan berjalan ke dapur.

“Hei, Sica. Kenapa lama sekali?”

Jessica tengah berdiri di depan wastafel, membelakangi Yoong.

Menyadari diamnya, Yoong berdiri di belakangnya dan menepuk pundaknya. “Sica? Kau baik-baik saja?”

Tidak ingin membuat temannya khawatir, Jessica segera berbalik dan tersenyum padanya. “Ya, tentu saja.”

“Kau yakin?”

“Aku tidak apa-apa, Yoongie. Kenapa aku harus merasa seperti itu? Ini harinya Shikshin.” Jessica tersenyum, membuat laki-laki itu pun ikut tersenyum.

“Tentu saja.”

“Maaf kalau aku membuatmu menunggu. Sekarang waktunya makan?”

“Tidak. Ini.” ia menyerahkan ponsel Jessica. “Ponselmu berdering.”

“Oh, terima kasih.”

“Karena sekarang aku ada di sini, biar aku bantu menyiapkan makanannya.”

“Oke.”

Mereka berdua kembali ke ruang duduk di mana pesta itu digelar.

“Yah! Kenapa makananku lama sekali?” tuntut Soo.

Jessica tersenyum dan membungkuk sedikit. “Mianhae, Shikshin.”

“Yah! kenapa kau memarahinya?” balas Yoong. “Sica, kau tidak perlu meminta maaf padanya.”

“Apa? Ini hariku.” Kata Soo bangga dan mereka berdua mulai cekcok.

“Tenanglah, teman-teman.”

Ketika keributan itu terjadi, Jessica melirik ke arah Yul.

Laki-laki itu pun tengah menatapnya sehingga Jessica segera memalingkan muka.

“Di mana Hyoyeon?” tanya Jessica, menyadari teman mereka tidak ada di sana.

“Dia ada di kamar Soo Oppa, Unnie.” Jawab Seohyun dan ia mengangguk.

“Ini, Shika. Dari tadi aku belum melihatmu minum.” Taeng mengulurkan segelas beer padanya.

“Terima kasih.” Jessica menerimanya dengan senang hati dan meneguknya.

“Tapi jangan sampai mabuk juga.” Tambah Taeng dan tertawa.

Jessica menatapnya. “Maksudmu?”

Taeng tersenyum lebar. “Kau tahu apa maksudku.”

Jessica tidak bisa menahan senyumnya. Lalu mereka berdua tertawa.

Di sisi lain, Yul tengah memperhatikan mereka.

Ia mengambil segelas minuman.

Ia meneguknya dengan cepat dan menaruh gelas itu di atas meja begitu kosong.

Lagi-lagi, ia melihat dua orang yang tengah tertawa itu dan menghela napas. Taeng tahu benar bagaiman cara membuat Jessica tertawa. Hanya Taeng yang bisa membuatnya bahagia.

“Bukan aku.”

 +++

Hari sudah menjelang sore ketika Jessica memutuskan untuk pergi.

“Maaf teman-teman, tapi aku harus pulang.”

“Secepat ini? tapi kau belum mabuk, Princess.” Soo cemberut kecewa.

“Yah! kenapa kau ingin membuat dia mabuk?” sahut Yoong dan itu membuat Jessica terkekeh dan yang lainnya tertawa.

“Aku benar-benar minta maaf, Sooyoungie. Masih banyak yang harus aku kerjakan.” Jessica berjalan menghampirinya dan memberikan pelukan. “Selamat ulang tahun.”

Soo balas memeluknya. “Oke, kurasa aku tidak bisa menghentikanmu. Terima kasih sudah datang.”

Jessica melepas pelukannya dan tersenyum. “Sama-sama.”

“Shika, kalau kau mau aku akan mengantarmu pulang.” Taeng menawarkan.

“Tidak usah, Taengoo. Lagipula, kau harus membawa Tiffany pulang dengan selamat.” Jessica menolak dan mengedipkan sebelah matanya pada sahabatnya.

“Tapi Jessi, siapa yang akan mengantarmu?” tanya Tiffany.

“Aku! Sica, aku bisa mengantarmu pulang!” seru Yoong.

“Tidak, Yoongie. Kau terlalu mabuk untuk mengantarnya pulang.” Kata Sunny.

“Tidak, aku tidak mabuk.” Ia bersikeras.

“Tidak apa-apa. Aku bisa pulang sendiri.” Gumam Jessica.

“Kau yakin, Unnie?”

Ia melirik Yul sekilas sebelum meyakinkan teman-temannya. “Ya. Jangan khawatir.”

Yul tak sadarkan diri dan sudah tertidur di kursinya.

“Oke, Jessi. Hati-hati, ya?”

Ia berpamitan pada mereka semua dan kemudian pergi.

~~~:~~~:~~~

Salju mulai turun ketika ia berada di luar.

“Aku lupa membawa jaketku.” Merasa kedinginan, ia memeluk dirinya lebih erat dan kembali berjalan.

Saat tengah berjalan-jalan, ia kerap memikirkan tentang ciuman pertama Yul.

Seulas senyum kecil terbentuk di bibirnya. “Ice boy-ku sudah dewasa.”

Ia berhenti berjalan.

Memejamkan matanya, ia mengangkat kepalanya, membiarkan butiran salju lembut terjatuh di wajahnya.

Ia tengah menikmati dinginnya salju ketika tiba-tiba sebuah jaket menyelimutinya.

Jessica membuka matanya tiba-tiba.

“Seharusnya aku membawa mobilku.”

Yul tengah berdiri di sampingnya. Ia menyelimuti Jessica dengan jaketnya.

“Yul? Kenapa kau ada di sini?”

“Ayo kita pergi minum teh.” Yul menatapnya sejenak dan mulai berjalan pergi.

“Apa? Tunggu! Apa kau mengikutiku?” tanpa mendapatkan jawaban apa pun, Jessica menghela napas dan mengikuti di belakangnya.

Mereka berjalan-jalan sebentar, mencari-cari sebuah kafe.

Yul membawa Jessica ke sebuah kafe kecil terdekat.

“Kau cari kursi kosong. Aku akan memesan.”

Jessica mengangguk dan mencari kursi kosong.

“Hai yang di sana.” Seorang pemuda menyapanya.

Jessica tersenyum padanya. “Hai.”

“Kulihat kau sendirian. Apa kau dengan seseorang?”

Jessica mengangguk.

“Pacarmu?”

“Err…” ia melirik ke tempat di mana Yul berdiri.

Laki-laki itu mengikuti pandangannya dan tersenyum menyeringai. “Aku mengerti.”

Dia duduk di samping Jessica yang mana membuatnya kebingungan.

“Jadi, siapa namamu?” tanyanya.

Jessica mengangkat alisnya.

Laki-laki itu tersenyum dan mengulurkan tangannya. “Aku Simon Curtis.”

Jessica melihat ke tangannya yang terulur dan menjabatnya setelah beberapa saat. “Jessica.”

“Nama yang bagus, Jessica.” Dia menggenggam tangan Jessica erat-erat dan tiba-tiba mencium tangannya.

Jessica langsung menarik tangannya perlahan dan mundur, benar-benar terkejut dengan tindakan manisnya.

Wajah Jessica memerah.

“Kau lucu sekali.” Laki-laki itu terkekeh, menikmati reaksinya.

“Permisi, itu kursiku.” Yul kembali.

Ia berdiri di samping Jessica dan menatap orang asing itu.

Laki-laki itu tersenyum menyeringai dan mengejeknya. “Apa namamu tertulis di atasnya?”

Mata Yul terbelalak, terkejut dengan kata-kata laki-laki itu.

Di sisi lain, Jessica segera meraih pergelangan tangannya, menyadari Yul yang akan marah. “Err…senang bertemu denganmu, Simon, tapi kurasa kau harus pergi.”

Simon melihat ke arah Jessica dan tersenyum. “Dengan senang hati. Senang bertemu denganmu juga, Jessica.”

Ia merogoh ponsel dari kantong celananya. “Bolehkah aku meminta nomor teleponmu?”

“Mwo?”

Yul menepis tangannya. “Kau tidak boleh memiliki nomor teleponnya. Sekarang, pergilah.”

Laki-laki itu mendengus. “Permisi? Aku tidak berbicara padamu.”

“Dengar. Ini bukanlah bar. Jangan ganggu dia.” balas Yul ketus.

Laki-laki itu pun merasa marah dan beranjak dari duduknya. “Siapa kau-”

Tiba-tiba, Yul memukul tepat di wajah laki-laki itu.

Simon tersandung ke belakang tanpa menyelesaikan apa yang hendak dikatakannya.

Jessica terkesiap dengan apa yang dilihatnya. “Astaga! Yul!”

Yul terus memukulinya hingga wajah laki-laki itu mulai babak belur.

“Yul! Hentikan!”

Beberapa karyawan kafe keluar dan mencoba menghentikannya. Mereka menahan Yul namun Yul meronta-ronta.

“Lepaskan aku!”

Kedua pria itu tidak menurutinya namun terus menahannya.

Yul berhenti bergerak dan memberikan tatapan dinginnya.

“Le.pas.kan!” kata Yul tegas, membuat kedua pria itu melonggarkan pegangannya.

“Permisi, Pak.” Jessica menyela. “Kami sangat menyesal dengan apa yang terjadi. Tolong lepaskan dia sekarang.”

Kedua pria itu melepaskan lengan Yul.

“Terima kasih. Kami benar-benar meminta maaf.” Jessica meminta maaf dengan berulang-ulang dan menarik Yul keluar dari kafe. “Ayo kita pergi.”

Setelah berada di luar, Jessica mengembuskan napas berat dan menatap ke arah laki-laki di sampingnya. Pandangannya lembut.

“Kau tidak apa-apa, Yul?” tanyanya dengan nada yang sangat tulus.

Yul menunduk dan tetap diam, menenangkan dirinya. “Dia *******.”

Jessica memandanginya dan menyadari tangan kanannya sedikit terluka.

Ia mengeluarkan sapu tangan dari tasnya.

Meraih tangan Yul yang terluka, ia mulai membalutkan sapu tangan itu.

Namun Yul mendorong tangannya, mengejutkannya.

Yul menggertakkan giginya dan menatap Jessica. “Haruskah kau main mata dengan orang asing?”

“Apa?”

“Kau bahkan tidak mengenal laki-laki itu?” teriak Yul.

Jessica terkejut. Ia tidak mengira Yul akan mengatakan hal seperti ini.

Jessica mengerjap. “Yul, kau mabuk?”

“Jangan mengganti topik pembicaraan.”

Dahi Jessica berkerut, terlihat jelas tidak menyukai tingkahnya yang terkesan dingin. “Aku tidak main mata dengan dia.”

“Ya, kau melakukannya!” Yul bersikeras. “Kau bahkan membiarkan dia duduk di sebelahmu!”

“Dia sendiri yang duduk di sana.”

“Benarkah? Dan kau membiarkannya.”

Jessica menutup mulutnya. Air mata mulai membayang di matanya.

“Apa kau selalu menganggapku seperti itu?” tanya Jessica dengan suara lembut, benar-benar terluka oleh kata-katanya. “Orang genit?”

Yul terdiam dan memalingkan muka, tidak ingin melihat matanya yang mulai berkaca-kaca.

Mendapatkan perlakuan dingin, Jessica mengembuskan napas.

Ia melepaskan jaket Yul dan mengembalikannya. “Pulanglah, Yul. Kau mabuk.”

Bahkan tanpa memandang ke arahnya, ia mulai berjalan pergi, meninggalkan Yul berdiri sendirian.

Yul melirik tangannya dan menggenggam sapu tangan itu erat-erat.

Ia memandangi Jessica yang semakin menjauh, merasa frustasi, dan pada saat yang sama, sedih.

Ia mengembuskan napas kesal. Lihat, Yul? Kau tidak bisa membuat dia bahagia.

“Kau tidak akan pernah bisa.”

~~~:~~~:~~~

TBC

credit: Juri @SSF

boiboi~

Advertisements

44 thoughts on “Ice Boy [Chapter 16]

  1. annyeong…

    Oh My Gawd!!! Hyo kisseu Yul?? dan itu first kiss nya Yul? o.0 ahh~ ga percaya TITIK!! 😀
    pasti first kiss Yul itu Jessica,yg pas Jejes ketiduran di mobil Yul dan mimpi di cium Yul,itu beneran kejadian kan? iya kan? bener kan?

  2. Hyo kissue yul :v
    yaolloh si jessi sakit ati banget pasti :3
    udah itu dikatain genit pula… *pukpuk jessi
    Yul Emosian banget -,-

  3. Yaah,, eonnie kok pendek bgd ce?! Mana update na lama bgd gi?!

    Hyo eonnie,, kau curang masa nyolong start duluan ce?! Phi, nae yakin kalo ntu bukan first kisseu na appa? Ea kan eon? Ea donk?!

    YAYAYA.,..SIMON SIALAN DASAR B%§$/_.* RU KENAL JHA DAH BERANI CIUM UMMA NAE, AWAS JHA KALO KETEMU SAMA NAE TARRA EONNIE YG BAKAL NAE LEMPARLIN PAKE LOBAK?!

    Aishh.. appa, napa ce gak bza ngontrol diri and slalu ngerusak moment… Liat noh umma jd mewek kan?!

    Tarra eonnie, update ice boy na jgn lama2 donk nae kan readers setia na ice boy..# gakadaygnanya?!dasarali3naneh?!

    Pay…pay…chu~
    ~_^

  4. woooohhoooooo….. sbuah tindakan yang cukup berani dari yul. tapi apa hubungan yul daan jessica akqnnberubah? ditunggu lanjutannya

  5. Huahhhh.. Sabar sabar haru nahan kesel nih buat chap ini ckck
    Yul, bilang ajah cemburu yo’? Ckck -_-
    Sica, kecewa kah? O_o
    Hufft ternyata bener. Gak mungkin secepat itu yulsic kissing haha. Ternyata hyo noh :p
    Hmm.. Next ff blind! Hehe. Kesell lagi entar -_-

  6. kenapa yang Kissing Yul bkan Sica tapi Hyo bkin bte deh
    Yul kalau cemburu tuh bilang aja kali gg usah mukul-mukul orang
    Cieeee kyaknya hri ini YulSic lgi cemburu nih
    Lanjut thor 🙂

  7. Yul klu suka tnggl blang aja ma sica ea gx usah mrah2 gx jelas sica kan gx tw dya slah apa tohh dya bkan pcr yul kan ..
    Fiuhhh …
    Agak kesel nie ma yul …
    Ksian sica d blang genit ma yul wlaupun gx srca lngsung ,,,

  8. yahhhh
    ksian sica bkn jd yg prtama kissnya yul.
    hyoyen frontal ya main kiss yul, sica bner2 cmburu itu 😦

    aiissss shit simon curtis bkin yul marah n geram.
    wahhh, yul klo mrah serem bgt 😀

    pernyataan yul yg trakhir ky dy bkn nyerah sm sica cz g bsa ngebahagiain sica. yahhh yul smngattt dptin sica.
    chap depan jdian ya thor, please…. 😀

  9. Aku udah baca tadi pagi kak ..pagiii bangett*ngga juga sih*plakk haha tapi cukuplah bwt jadi yang coment pertama*nyengir 🙂 tapii..aku ga sanggup coment ,, nyesek, bakal kaya drable nanti coment ku kalo coment’y tadi pagi hahaha .. 😀 aku sihh gapapa sama kisseua’y .. Hyo sesuatu bangett, daebakk! Tapi aku nyesegg beud sama yulsic nya..

    Ga tahan kalo liat sica nangis, ngikut kebawa, apalagi ni ff, kaka gambarin nya jelas banget .. 😦 jadi pengen gedek kepala yul. Sumpah dia benar2 agpjajxhy&# deh! Huhh 😡 aku bener bener nunggu buat update’an kaka selanjut nya.. Eh, BLIND juga dalam fase nyebelin juga yahh.. End lagih, khaah ..*teparr

  10. Aaaaargk
    asdjkfdfsauergfldoswudyerwqoakxcjvnhbghtfdsdfghjhgfdkjhg

    apa…. ??
    Yah… Sica ngambek kan….?

  11. Annyeong ,,,,,,,,

    Waeee ??? Knpa Hyo ???
    Ooowwh,,><
    Makin sini mkin gemes perasaan ,,,
    Adooh,,,ckckck

    Penasran lanjutan nya,,,,,,,d tunggu SEMANGAAAAAT

  12. ff yg paling bikin gereget ya ini.
    Aku kira di dalam nya ada apa eh lagi dan lagi yul yul kapan majunya gth”mulu.ckckck
    ambil nafas buang pelan-pelan sekian dan terimakasih tara. 🙂

  13. ni ff bener menguras emosi, hubungan yulsic ga ada kemajuan malah tambah parah
    yul kenapa ga terusterang aja klo suka sama sica, klo gitu kan ceritanya ga jadi rumit gini

  14. Aigooo Tara gue kira ada apa2 nya. Gk taunya….
    Yahh Hyo parah bgt ya. Gue tau si itu efek mabok tp ttp aja parah pake bgt.
    Yul brhenti ngomong dlm hati & Ungkapin tuh lu punya rasa. Orng sica jg dmn ama lu ko. Msa jealous ama taeng si. Orng jls2 taeng udh mlkukan’ itu ‘ke Ppany kn lu sndri yg bilang. Di tunggu deh kabar yulsic jdiannya.
    Oklh Paypay Taraaa

  15. anyeong….
    simon curtis bintang tamu kedua setelah gary hehehee..
    acung jempol buat hyoyeon berani cium yul tp hati2 hyoyeon punya pacar.
    tunggu lanjutan dan hwaiting.

  16. Halah, blum apa2 uda brantem aja. Sica slah pham tuh. Pdhl yul brsikap bgitu gra2 dya care sma sica. Hadeuh, mqin rumit deh. Yul, kjar sica. Cpet!
    Waah, hyo kece neh. Lgsg serang aja!

  17. Kemaren Dongwook nyium Sica skarang Hyoyeon nyium Yul, huh kapan Yulsic nya..
    Sica bner2 marah dkatain genit sama Yul..

  18. hyooooo apa yg telah kau lakukan kepada yul ! Hyo emang paling pemberani wkwwkwk
    yaampun baru jg sosweet an, eh udah bertengkar aja. duh!

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s