Ice Boy [Chapter 17]

hi…hihihihihi 😛

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

XVII

“Hai, Jessica! Selamat pagi!”

Sama seperti hari biasanya, para siswa menyapanya.

Dan seperti biasanya, ia selalu tersenyum pada mereka.

“Hai, Sica!”

“Selamat pagi, Yoong.”

“Ada apa?” tanya Yoong, menyadari tingkah laku temannya yang tidak biasa.

Jessica tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau sakit?” Yoong meraba dahinya.

Jessica meraih tangannya dan meyakinkannya. “Aku baik-baik saja, Yoongie.”

Yoong balas tersenyum. “Oke, kalau kau bilang begitu. Kau membuatku cemas.”

Jessica tersenyum menenangkan sebelum duduk di kursinya.

Namun ada sedikit perbedaan. Yul telah berada di kursinya tapi Jessica tidak menyapa ataupun meliriknya.

Yul menyadari hal itu dan menatapnya.

Merasakan pandangan laki-laki itu pada dirinya, Jessica mengambil buku di atas meja dan membacanya, menyibukkan dirinya.

Ketika tengah membuka halaman demi halaman, ia berhenti di salah satu halaman. Secarik kertas putih terselip di atasnya.

Maaf

 

Jessica menatap kertas itu. Catatan itu berasal dari Yul. Lalu setelah beberapa saat, ia membuka halaman lain, seolah-olah tidak membaca apa pun.

Melihat bahwa dia mengabaikan kertas itu sepenuhnya, Yul tak ambil pusing. Ia memalingkan muka dan memasang headphonenya.

+++

Tiffany dan Jessica berdiri di samping ruang loker di koridor.

Ketika Jessica tengah merapikan barang-barangnya, sebuah catatan jatuh di kakinya.

Tiffany melihat catatan itu dan mengambilnya.

Maaf

 

“Maaf?” gumamnya.

Jessica menyadari hal itu. Dengan cepat ia mengambilnya dan menutup lokernya.

“Jessi, apa ada orang yang berbuat salah padamu?”

“Jangan khawatir, Tiff. Ini bukan apa-apa.” Jessica menenangkan.

“Siapa? Beritahu aku.” Tiffany bersikeras.

“Tidak ada, sungguh. Ini bukan apa-apa.”

“Jessica!” Tiffany menatapnya dan memegang tangannya. “Namaku Tiffany Hwang, sahabat Jessica Jung.”

“Tiff…”

“Kalau ada sesuatu atau seseorang yang mengganggumu, beritahu aku. Kau tidak perlu menyembunyikan semua itu sendirian.”

Jessica menatapnya dan menyunggingkan seulas senyum lemah.

Ia memandang ke sekitar koridor. Hanya terdapat beberapa siswa di sana.

Kembali menoleh pada sahabatnya, ia memeluknya.

“Jessi…” sahabatnya balas memeluknya.

Jessica tak dapat lagi menahan emosinya. Ia memeluk Tiffany dengan erat.

“Tiff, kenapa dia seperti itu?” air matanya mulai tumpah.

Tiffany mulai mengusap-usap punggungnya, menenangkannya. “Keluarkan saja, Jessi. Ada aku di sini.”

+++

“Hei, gadis-gadis! Mau nonton kami? Hari ini kami ada latihan dance di aula.”

“Oke, Yoongie. Kami akan menonton.” Jawab Tiffany.

“Gaja! Gaja!”

Jessica, Tiffany, Yoong, Sunny, dan Soo pergi ke aula bersama-sama.

“Kalian bisa duduk dan menonton di sini.”

Ketiga gadis itu duduk di samping sementara Yoong dan Soo pergi ke rekan dance mereka.

“YUL OPPA, SARANGHAE!”

“Astaga, dia seksi sekali!”

Beberapa fangirls pun bisa dilihat di tempat itu.

“Wow, Yul semakin terkenal, eh?” komentar Sunny dan Tiffany mengangguk.

Di sisi lain, Jessica melirik Yul sekilas.

Yul tengah melakukan pemanasan dengan Hyoyeon.

Keduanya terlihat sedang mengobrol seperti biasa, seolah-seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka.

“Lihat mereka berdua.” Seru Sunny. “Kurasa mereka semakin dekat setelah pesta Sooyoungie.”

“Ne. tapi sejujurnya, aku tidak percaya Hyoyeon melakukan itu.” Tambah Tiffany.

“Yah, dia baru saja melakukannya.”

Mereka mulai menertawakan pernyataan mereka sendiri kecuali seseorang yang memilih untuk diam, masih mencoba melupakan apa yang telah terjadi.

+++

“Oke, teman-teman! Kita istirahat dulu.”

Musik berhenti. Semua anggota dance club membubarkan diri dan pergi ke tempat mereka masing-masing.

“Sica!”

Seseorang memanggilnya. Mereka menoleh ke asal suara dan melihat Donghae.

“Hai, Sica! Kau datang untuk menontonku?”

Jessica tersenyum. “Hai, Donghae.”

“Hai, Donghae!” Tiffany juga menyapanya.

“Hai, Tiffany! Sica, kau menontonku? Aku hebat, bukan?”

“Ya, kau menari dengan hebat.”

Tanpa sepengetahuan Jessica, seseorang tengah memperhatikan mereka.

Yul duduk di sebelah Hyoyeon namun ia terpaksa melihat ke arah mereka, terutama dengan adanya Donghae di dekat Jessica.

Suara gelak tawa terdengar di sisi lain aula. Terlihat jelas bahwa Jessica dan teman-temannya menikmati kehadiran Donghae.

Dahi Yul berkerut. Ia memalingkan muka sejenak dan memikirkan sesuatu.

Ia beranjak dari tempatnya, mengejutkan orang di sebelahnya.

Ia pergi ke sudut di mana pemutar musik berada.

Tiba-tiba, musik pop dimainkan.

Orang-orang di dalam aula menghentikan apa yang sedang mereka lakukan dan menoleh ke asal suara tersebut.

Yul berjalan ke tengah-tengah aula. Tanpa mengalihkan tatapannya dari seseorang, ia mulai menari.

Super Junior – Sorry Sorry dance steps (or if you want) Girls’ Generation – Sorry Sorry  

“Astaga! Solo dance!”

“KWON YUL OPPAAAAA, JOAHAEYO!”

“Cih. Pamer.” Kata Donghae.

Semua perhatian siswa kini tertuju padanya, termasuk Jessica.

Jessica meliriknya sekilas namun kemudian mengalihkan pandangannya dari laki-laki itu, mengetahui pasti apa yang sedang dilakukannya.

Sahabatnya menyadari tingkah lakunya. Ia melirik Jessica sekilas, lalu pandangannya bergeser ke arah Yul.

Sorry sorry? 

“Lihat. Dia melihat ke arah kita.” Bisik Sunny.

Alis Tiffany berkerut, menyadari ada sesuatu yang tidak benar.

Sebuah catatan tertentu muncul dalam benaknya. “Maaf.”

Ia tiba-tiba mengingat kertas putih yang mereka lihat di loker Jessica sebelumnya.

Berdiri dengan marah, ia berjalan menghampiri Yul.

Melihat Tiffany berhenti di hadapannya, Yul perlahan menghentikan tariannya.

*PLAK*

Semua orang terkesiap.

Tiffany baru saja menampar tepat di wajah Yul.

Yul merasa kaget juga. Namun ia tidak berusaha melakukan sesuatu ataupun bergerak. Ia hanya melihat ke bawah, merasa sedih.

“Aku tidak tahu apa yang sudah kau lakukan pada Jessi dan aku tidak mau tahu.” Kata Tiffany kesal. “Berani-beraninya kau membuat dia menangis?”

Musik terus dimainkan. Tak ada seorang pun yang dapat mengartikan apa yang dikatakan Tiffany pada Yul.

Ia kembali ke tempat di mana teman-temannya berada.

“Tiff, kenapa kau melakukan itu?” tanya Jessica cemas.

“Jangan khawatir, Jessi, sekarang semuanya sudah baik-baik saja.” Ia menenangkan.

“Fany-ah, tadi itu apa?” mata Yoong terbelalak kaget.

“Dia pantas mendapatkannya.”

“Wow, Tiffany. Tidak peduli kesalahan apa yang sudah dia lakukan padamu, tadi itu tamparan yang bagus.” Donghae terkekeh dan memberikan acungan jempol.

Jessica melihat ke tempat di mana Yul berdiri. Beberapa fangirls menghampirinya, terkejut dan pada saat yang sama prihatin padanya.

Yul mengabaikan mereka dan kembali ke tempatnya.

“Yul, kau tidak apa-apa?” Hyoyeon menyentuh pipinya namun Yul menolak untuk menerima perhatiannya. Ia hanya menganggukkan kepalanya dan duduk di salah satu sudut.

+++

“Permisi sebentar, aku mau pergi ke kamar kecil.”

Selama istirahat, Jessica meminta izin keluar.

“Oke, Jessi.”

Ia keluar dari ruangan dan Yul langsung melihatnya.

Berdiri dari duduknya, Yul keluar dari ruangan juga, berjalan tanpa sepengetahuan fangirls-nya.

Ia berjalan menuju kamar kecil dan menunggu Jessica di luar sana.

~

“Hai, Jessica.”

Beberapa siswa perempuan melihat dan menyapanya di dalam.

“Hai.” Ia tersenyum.

Jessica mengembuskan napas berat. Berdiri di depan wastafel, ia memutar kerannya, membiarkan air dingin mengalir di tangannya yang juga dingin.

Ia menatap bayangannya di cermin dan memejamkan matanya.

Sama seperti waktu itu, ia tahu Yul adalah alasan kenapa ia berada dalam keadaan seperti ini.

Dan sama seperti waktu itu, ia tidak bisa marah pada Yul.

Menarik napas dalam-dalam, ia keluar dan kembali ke aula.

Dalam perjalanannya, seseorang menarik pergelangan tangannya, sedikit mengejutkannya.

“Bisakah kita bicara?” tanya Yul dengan suara lembut.

Jessica menarik lengannya dan menjawabnya dengan suara yang sama. “Tidak ada yang harus aku bicarakan.”

Bahkan tanpa menunggu jawabannya, Jessica berbalik dan mulai berjalan pergi.

“Maafkan aku, Jessica.”

Jessica berhenti berjalan.

“Aku tahu aku sudah melukai perasaanmu. Maafkan aku.”

Jessica tetap diam, mempertimbangkan apakah ia akan berbalik atau tidak. Namun ia tidak melakukannya dan memilih untuk tetap diam.

Yul berhenti sejenak. Tidak mendengar jawaban apa pun, ia berjalan dan berdiri di hadapan Jessica.

Jessica tidak melihat ke arahnya.

Yul melanjutkan. “Aku tidak bermaksud berkata seperti itu, sungguh.”

“…”

“Aku hanya sedang marah dan…aku tidak bisa mengendalikan emosiku.” Ia menelan ludah, berhenti sejenak. “Terutama ketika aku melihat kau dengan laki-laki lain.”

Apa? Jessica mendongak, matanya sedikit terbelalak. “Yul…”

“Aku benar-benar minta maaf, Jung.” Yul balas menatapnya, menatap matanya dalam-dalam. “Aku sungguh-sungguh.”

Seolah-olah terhipnotis oleh matanya, Jessica menatapnya dengan lembut.

Mereka saling bertatapan sejenak, seolah-olah mereka sedang mencoba berbicara melalui mata mereka masing-masing.

Tiba-tiba, Jessica menyentuh pipi Yul dengan tangan lembutnya.

“Pipimu sakit?” tanyanya, khawatir dengan apa yang dilakukan sahabatnya tadi.

“Temanmu benar-benar penampar yang kuat.” Balasnya, tak ambil pusing.

Jawabannya membuat Jessica terkekeh. “Ya, dia memang seperti itu.”

Baginya, melihat Jessica tersenyum adalah hal terbaik di dunia, dan itu membuatnya ikut tersenyum juga.

Untuk beberapa saat, mereka terdiam, menikmati senyum masing-masing.

“Jadi, kau memaafkanku?” tanya Yul, setelah tersenyum sejenak.

“Ya.” Jessica mengangguk dan tersenyum sekali lagi. “Dan…kau selalu termaafkan, Yul.”

Mendengar kata-kata itu darinya, ekspresi Yul tiba-tiba berubah dan menjadi serius.

Ia menggenggam tangannya, membuat gadis itu merasa bingung. “Jung.”

Jessica melihat tangan mereka dan kembali melihat Yul.

Yul menggenggam tangannya erat-erat. “Aku…”

Jessica terus menatapnya, menunggu apa yang ingin dikatakannya.

“Aku-”

“Jessi!”

Seseorang memanggilnya, menyela mereka.

Alis Tiffany mulai berkerut. Melihat Yul dengan sahabatnya membuat ia marah.

Ia menghampiri mereka dan menarik Jessica dengan kasar. “Apa yang kau lakukan?”

Yul tidak menjawab dan tetap diam.

“Tiff, dia tidak melakukan apa-apa. Tidak ada apa-apa.” Jessica membela.

Namun Tiffany mengabaikannya.

Ia menatap Yul dengan dingin dan menarik Jessica pergi. “Ayo, Jessi. Mereka sedang menunggu kita.”

“Tapi Tiff…”

Jessica tidak bisa melakukan apa-apa selain membiarkan sahabatnya menariknya, ia melirik Yul sekali lagi.

Yul melakukan hal yang sama. ia tidak melakukan apa-apa dan hanya melihat dia ditarik oleh temannya.

Setelah mereka hilang dari pandangan, Yul mengembuskan napas berat. “Jessica Jung.”

Ia melihat ke tangannya.

“Aku menyukaimu.”

~~~:~~~:~~~

“Hai.”

“Hai.” Tiffany tersenyum dan masuk ke mobil Taeng.

“Kau mau makan di mana?”

“Terserah kau saja.” Jawabnya, melihat ke luar jendela dan duduk dengan diam.

Taeng melirik Tiffany. Ia menyadari tingkah Tiffany yang sedikit berbeda namun ia tak ambil pusing dan mengangguk. “Oke.”

Mereka berhenti di sebuah restoran Jepang.

“Kau mau makan apa?” tanyanya.

Lagi-lagi, Tiffany hanya tersenyum dan menjawab. “Terserah.”

Taeng agak terkejut dengan jawabannya yang tidak seperti biasanya.

“Oke.” Ia menoleh pada si pelayan dan memesankan makanan untuk mereka berdua.

Tiffany kembali melirik ke jendela, ia tengah sibuk dengan pikirannya sendiri ketika Taeng menyelanya.

“Hei.” Panggilnya, menarik perhatiannya. “Kenapa?”

Kali ini, Tiffany tidak tersenyum. Ia melihat Taeng dengan ekspresi datar. “Temanmu.”

“Temanku? Siapa?

“Kwon Yul.”

Yul? Taeng mengangkat alisnya. “Kenapa dengannya?”

Tiffany bergeser dari kursinya. “Aku tidak tahu pasti kejadiannya tapi temanmu membuat Jessi menangis.”

“Jeshika?” Taeng memandangnya kaget. Setelah beberapa saat, ia terkekeh. “Jangan pedulikan mereka. Mereka hanya sedang terlibat pertengkaran kekasih.”

“Apa? Pertengkaran kekasih?” dahi Tiffany berkerut.

“Jangan bilang kau tidak tahu?” tanya Taeng, masih tersenyum lebar.

“Tidak tahu apa?”

“Temanmu memiliki perasaan pada temanku.”

“Apa?! Tidak mungkin!” balas Tiffany ketus, seolah-olah itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi.

Taeng cemberut, merasa sedikit kecewa dengan apa yang dikatakannya.

Tiffany menyadari hal itu dan segera menambahkan. “Maksudku. Kwon Yul tidak begitu menarik. Dia orang yang dingin, sombong, malas, sudah jelas bukan untuk Jessi.”

Tiffany mungkin benar namun Taeng, sebagai teman setia dan sahabat dari laki-laki dingin itu, tidak memedulikan pernyataannya dan tersenyum lebar. “Yah, perasaan yang sebenarnya tertarik dengan hati, bukan dengan mata.”

Pesanan mereka datang, memotong obrolan mereka.

Taeng mulai menyantap makan malam mereka sementara gadis di hadapannya menatap ke jendela, sibuk dengan pikirannya sendiri.

Tiba-tiba, Taeng memegang tangannya. “Tippani, lupakan tentang mereka dan makan, oke?”

Taeng menarik perhatiannya dan Tiffany balas menatapnya, tidak mengatakan apa-apa.

Taeng menghela napas. “Oke. Bagaimana kalau setelah kita selesai makan kita pergi jalan-jalan?”

Akhirnya, Tiffany setuju dan mulai makan.

+++

“Aku memang teman yang buruk.”

“Jangan bilang begitu.”

Taeng dan Tiffany tengah berjalan-jalan di sepanjang jalan raya di tepi sungai.

“Aku sahabatnya tapi aku tidak tahu kalau dia memiliki perasaan untuk Yul.” Kata Tiffany dengan kecewa, di sisi lain Taeng berusaha menenangkannya.

“Yah, aku juga sahabat Kwon Yul tapi aku tidak yakin dengan perasaan dia kepada Jeshika.”

Pernyataan itu membuat Tiffany mengangkat alisnya. “Bagaimanapun kita berdua teman yang buruk.”

“Tidak, bukan kita. Tapi mereka.” Kata Taeng, tersenyum lebar.

Tiffany terkekeh, melihat ekspresinya yang menggelikan.

Mereka hening sejenak.

Tiffany berhenti, memandang ke sekeliling jembatan.

Tidak ada seorang pun di sana. Hanya mobil-mobil yang melaju cepat di jalanan besar yang bisa dilihat.

Ia melihat pada Taeng. “Ngomong-ngomong sedang apa kita di sini?”

Taeng berhenti berjalan dan berdiri di sampingnya.

Melihat ke sungai, ia menghirup udara dingin.

Ia menangkupkan kedua tangannya dan menaruhnya di depan mulutnya.

“TIPPANI-AH, SARANGHAEYO!” teriaknya.

Tiffany sedikit melompat kaget dan menampar lengannya dengan lembut. “Apa yang kau lakukan?”

Taeng menoleh ke arahnya. “Kau tidak mendengarnya?”

Kali ini, Taeng naik ke atas pagar terali jembatan dan berdiri di atasnya.

“Yah, Kim Taeng, apa yang kau lakukan?” omelnya. “Turun!”

Taeng menggelengkan kepalanya dan tersenyum lebar.

Ia kembali meletakkan tangannya di depan mulut dan berteriak.

“TIFFANY HWANG MIYOUNG, SARANGHAEYO! NEOL JEONGMAL SARANGHAEYO!”

“YAH, TTAE-TTAE, TURUN!” Tiffany memegang kaki Taeng, berusaha membuatnya turun.

Tapi Taeng menolak dan terus berteriak sekeras-kerasnya. “MAUKAH KAU MENJADI PACARKU?”

“Apa?” Tiffany berhenti memegangnya.

Taeng mengembuskan napas. Ia menoleh ke belakang untuk melihat Tiffany tanpa turun ke bawah.

Tiffany menatapnya, bingung dan terkejut.

Lalu tiba-tiba, ia mendengar suara yang indah.

Lost In Love – Taeyeon & Tiffany

Neoreul saranghae,

Kkeutdo eomneun gidarimirado gwaenchanha

Niga nareul dasi chajeul ttaemyeon eonjena

Neoreul hyanghae useo jul su inneunde oh

 

Aku mencintaimu. Aku bisa menunggumu selama-selamanya

Ketika kau datang untuk menemukanku.

Aku bisa tersenyum padamu, selalu oh

 

“Tiffany…” Taeng berhenti bernyanyi dan tersenyum padanya. “Kita selalu pergi kencan sejak hari pertama kita bertemu.”

Ia menarik napas dan melanjutkan. “Dan sejak saat itu, aku berjanji pada diriku sendiri kalau aku kan membuatmu jatuh cinta padaku.”

“Ttae-Ttae…” mata Tiffany mulai berkaca-kaca.

“Aku tidak yakin bagaimana perasaanmu padaku tapi aku sangat yakin dengan perasanku padamu, Tiffany. Jadi, aku akan bertanya padamu, maukah kau menjadi pacarku?”

Tiffany terdiam. Air matanya jatuh.

Taeng melihat ke arahnya, khawatir dan panik. “Yah, Tippani, uljima! Apakah ini terlalu mendadak? Maafkan aku!”

Terisak, Tiffany mendongak padanya, alisnya berkerut. “Bisakah kau turun ke sini?”

Taeng kembali menolak. “Tidak kecuali kalau aku menerima jawabanmu.”

“KIM TAENG!” Tiffany berteriak, membuat Taeng mengubah pikirannya.

“O-Oke. Tidak perlu berteriak.”

Begitu ia akan turun, kaki kanannya terpeleset. “Ah! Pani-ah!”

“Ttae-Ttae!” dengan refleks cepat, Tiffany segera memegang kakinya dan menariknya turun.

Mereka berdua terjatuh di atas beton dengan Tiffany terbaring di atas Taeng. “Ow!”

Tiffany sedikit mengangkat tubuhnya dan melihat Taeng. “Hei, kau tidak apa-apa?”

Mata Taeng tertutup, wajahnya meringis kesakitan.

“Ttae-Ttae…” Tiffany menangkup pipinya dan mulai mengguncang-guncang tubuhnya. “Hei!”

Seulas senyum tersungging di wajah Taeng. Ia mendengus lalu mulai tertawa terbahak-bahak. “AHAHAHA!”

“Yah!” merasa kecewa, Tiffany melepaskan tangannya dari pipi Taeng dan mulai memarahinya. “Do you think that’s funny?”

Taeng berhenti sejenak dan tersenyum lebar. “No, it’s Fany.”

Taeng terus tertawa.

Di sisi lain, Tiffany mengernyitkan wajahnya, merasa kecewa dengan reaksinya. “Kau tidak ada harapan, Kim Taeng.”

Ia hendak berdiri namun Taeng segera meraih tangannya dan menariknya lebih dekat.

Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja.

Ia menatap mata Tiffany dan tersenyum. “Apa kau tidak keberatan mempunyai pacar yang tidak punya harapan?”

Tiffany merasa hatinya berbunga-bunga. Ia mengerjap dan balas menatap mata coklat Taeng.

Melihat ke bibirnya, Tiffany tiba-tiba menciumnya, membuat Taeng lengah.

Ia melepaskan ciumannya. Kali ini dengan menunjukkan eyesmile-nya. “Tidak, Ttae-Ttae, aku sama sekali tidak keberatan.”

Sama seperti waktu itu, melihat eyesmile-nya yang indah membuat jantung Taeng berdebar kencang.

Tak dapat lagi menahan emosinya, Taeng memeluknya dengan sangat erat sambil memejamkan matanya.

“Aku mencintaimu, Tiffany.”

~~~:~~~:~~~

TBC

T/N: Lost in Love.

do you think that’s funny? _ no it’s Fany *

*di line agak terakhir ada dialog yang pake english, kenapa? soalnya kalo di translate jatohnya gak lucu 😀

credit: Juri @SSF

boiboi~

Advertisements

45 thoughts on “Ice Boy [Chapter 17]

  1. yey taeny dah official ya chukae…
    suka ma yul dsini aduh coba fany ga dtg mungkin yulsic dah jdian kali ya…
    yul hrsa jgn dliatin trz dun sica na lgsg aj cipok haha
    yul romantis bgt mnt maafna i love yuri….

  2. annyeong…

    Yul kek nya berusaha banget yah,buat minta maaf ma Jessica 😦 ..
    Yul giliran Jessica udah dibawa ppany aja lancar ngomong nya kalo dia menyukai Jessica -_-”
    Taeny ccciiieee jadian juga akhirnya cuit cuit~ 😉
    Happy TaeNy Day 😀

  3. Di sini bener2 menikmati moment taeny’y..ya sayang yul ngomong suka tapi sicanya di tarik ma pany..
    Disini taeny’y jjang,di blind pany menyebalkan..huaaaa pokonya menikmati banget disini taeny’y sweet…tinggal nunggu yulsic moment sweet..

  4. taeny akhirny jdian yeeees
    tp panny dtg pd saat yg g tepat d saat yul mw mnytakan cintany ke sicca.
    hrusny kn yulsic dluan tuh yg jdian….
    ahhhhh panny 😦
    gagal lg yulsicny.
    next chap brrti yulsic jdian y thor, gmw tw pkokny 😀

  5. FF plng q tnggu nie ….
    Haaahaaahaaa …
    Yul klamaan nie nyatain cinta ma sica ea jdi kbru d sret ma fany dehh sica ea ….
    Moga chap brikut ea yulsic jdian ..
    Haaahaahaa …
    TaeNy sweet bgt nie jdian ea …

  6. Woooaaah 27st *O* . . . . <3<3<3 bulan ini paling bnyak moment taeny sptinya ,kmaren aja mereka brangkat ke LA be2 coz Sunny berangkat dari taiwan OMG!! Hahaha yg di BLIND mah enakan ngebash tippany wkwk

  7. cieleahh yulsic lama amat bersatunya .. baru juga yul mau jujur ehh? fany malah nongol & nyeret jessi

    taeny udah jadian pasti para locksmith pada kegirangan.

    update soon ..

  8. Ahhh taeny sweet dah haha. Sempet deg deg gan pas belun dijawab sama fany nya haha :p
    Happy taeny’s day ^o^
    Hmm.. Yul sedikit lagi. Ahh. Kalu didepan sica ajah gak lancar. Eh, pas udah pergi tck telat ah :/

  9. Annyeong ,,,,,

    Isssh,,, YUL Klamaan parah,,,,ckckck
    Ksel juga lhat Yul ,,, adooh ….,,

    Kduluan taeNy dah ,,,,kkkee
    Mreka dngan cpat nya ,bda dngan Yul ,,,,
    D tunggu next chapter nyaaaah,,,
    SEMANGAAAAAAAT

  10. La la la Yey ye yey, taeny jdian. Cenengnya!
    Gt dunk yul! Jd org tuh hruz gerak cpat, kya si taeng tuh. Jgn cma tarik ulur aja. Ntar kburu dsambet org, ptah hti deh. Cpt kjar jessinya!

  11. eh fany ganggu moment yulsic aja..
    Hahaha taeny nya udah jadian ya aw kim taeng manis shekaleeee.
    Dan yulsic kapan jadian nya.????

  12. Yahhh unnie kau curang….dah lama gak di lanjut ne ff sekali na di lanjut pendek + nyesek pula gegara yulsic my parent lom nyatu u6….inget loh unn ini dah part yg ke berapa masa yulsic my parent may geto2 jha ce….

    Yah….phany~ phany~ tiffany~ yg gak jelaz wujud na….berani2 na kau menampar appa nae kalo sekali lagi kau melakukan ke2rasan ma appa nae….nae lapopin ma kak seto lho?!# mg kak seto ada di korea ea

    tarra unnie, timbulkanlah rasa perikehewananmu pd reader yg suka read yulsic kaya nae ini jgn terus2an blind terus yg update phi ice boy u6 donk?!# ngomongpakebahasaapacenehali3nanehbener

    pay…pay…chu~
    ~_^

    salam RuSuh…ali3nplut0 pamit…

  13. Noooh! Kalo inikan aku jadinya ga mencak2 kalo liat tuh monster pink ..hkhkhk aku malah favorite banget tuh sama baby steph di chapter inii ..khaaahh jeti always sweet kkekeke 😀 luv luv jetii ..johaeyo yulsic ..errr happy happy taeny lol haha 🙂 Do you think that’s funny? No it’s fany *krik krik bwahahaha taeng taeng ..ga ada matinya yaa*nyari tombol off(?)

    oww ..yulsic moment nya ..eaaaaaa 🙂 tapi fany keren loh, narik jessie ..nampar yul,, waww fany fany so hot ..haha

    okelah ..ditunggu next update nya ya kaa ..HWAITTING! 😉

  14. yeah.,
    wk wk wk 😀
    lucu jga tu moment TaeNy.,
    Taeng gokil banget nembak Fany 🙂
    wah psangan Yul n Sica blm tentu (‘o_o’)
    Yul kau kpn nunjukin prasaanmu pda Sica??
    cpt Yul sblm ada yg ngambil ntar.,
    xi xi xi.., 😀

  15. anyeong.
    bahagia banget krn taeny udah offical.
    tp kurang bahagia krn yulsic blm offical gara2 fany mendadak dtg.
    ku tunggu lanjutan dan hwaiting.

  16. Yah yulsic masih ruwet… 😦 sementara taeny dah happy tuh… next yulsic hrus da kmajuan yg thir..
    ok lanjutt.,
    go go go semangat..^_^

  17. weh tiffany nampar yul xD kasian yul~
    disini taeny udh hampir jadi official /?/
    yulsic nya kapan T-T
    oke ditunggu kelanjutanya thor ^^

  18. Taeny dah jadian,,, Yulsic nya kapan??? ayolah,,,
    Yul Fighting,,,,
    Sica harus lebih extra sabar ama yul,,,,
    Yulsic Jjang,,,

  19. Taeny akhirnya jadian juga…
    fany datang disaat yg tidak tepat…
    coba aja fany dateng agak lamaan pasti yulsic udh jadian…

  20. yaelah fanny lu yg bikin gagal yul ungkapin perasaan ke sica, ujung2nya yg pacaran malah taeny. Ini tuh gagal moment bgt ga sih buat yulsic wkwkwkwk….

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s