Ice Boy [Chapter 18]

alohahahahaha….. “I love you too, Sica.” 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

XVIII

Seikat bunga yang indah, sebagian besar adalah mawar, berada di lengannya.

Saat ia  berjalan di sepanjang koridor, benda-benda di tangannya kian bertambah. Dan bertambah.

“Selamat hari Valentine, Jessica!”

“Jessica, ini untukmu!”

“Aku mencintaimu, Jessica!”

Fanboys (dan fangirls) kerap menghalangi jalannya. Mereka mencoba menarik perhatiannya dan memberikan hadiah spesial mereka.

Jessica hanya bisa tersenyum dan berterima kasih pada mereka.

Karena hari ini adalah hari spesial, para siswa hanya bermalas-malasan di sekolah, hampir semua kelas mereka dibatalkan.

“Sica, sini aku bawakan.”

Donghae tiba-tiba muncul entah dari mana. Ia mengambil semua hadiah di lengan Jessica dan membawanya.

“Dan ini.” Donghae mengulurkan seikat mawar merah. “Untukmu. Selamat hari valentine!”

Jessica menerimanya dengan senang hati. “Terima kasih, Donghae.”

“Jadi, Uh…maukah kau menjadi-”

“SICA!” panggil Soo yang berjalan di depan mereka. “Itu cokelat?”

Matanya mendarat ke tumpukan cokelat yang dibawa Donghae.

“Sica, bolehkah aku memilikinya?” bahkan tanpa menunggu jawabannya, Soo mengambil semua cokelat di tangan Donghae yang mana membuat laki-laki itu sedikit kesal.

“Hei, Shikshin, hati-hati!” bentak Donghae.

Menoleh ke Jessica, ia tersenyum dan melanjutkan. “Sica, seperti yang aku katakan tadi…”

“Ayo, Jessica, kita pergi ke kelas. Aku mencium aroma cokelat di mejamu yang menunggu kedatanganku.” Kata Soo antusias. Menarik Jessica dengannya, meninggalkan Donghae sendirian.

“Sica, tunggu! Aku mau tanya sesuatu!”

“DONGHAE OPPA!!!”

Sekelompok fangirls menghalangi jalannya, Jessica hilang dari pandangannya. “Sica!”

Ketika Jessica dan teman Shikshin-nya memasuki ruang kelas, ia melihat banyak hadiah di mejanya.

Cokelat, mawar, kartu, dan bahkan pengakuan cinta. Tapi semua itu tidak mengejutkannya. Baginya, pemandangan seperti itu adalah hal biasa.

Jessica mendengar seseorang berdeham.

Yul berdiri di sebelahnya, sedikit kesal.

“Ini.”  ia menyerahkan dua buket bunga, hal yang tidak biasa.

“U-Untukku?” bunga dari Yul?

“Ya. Bunga-bunga itu ada di mejaku.” Katanya, tanpa ekspresi. “Kurasa itu milikmu karena namamu tertulis di atasnya.”

“Oh, maaf.” Jessica mengambilnya, merasa kecewa setelah mengetahui kalau bunga-bunga itu bukan darinya.

Yul kembali duduk di mejanya.

Mengemasi tumpukan hadiahnya, mata Jessica mendarat pada setangkai mawar putih yang kesepian. Itu hanyalah mawar putih biasa namun paling mencolok di antara semua hadiahnya.

Sebuah catatan tercantum di atasnya.

Selamat hari Valentine, Ketua Jung.

Bisakah kita bertemu saat makan siang nanti? Aku akan ada di rooftop.

Aku akan menunggumu.

Rooftop? Jantungnya mulai berdebar kencang. Siapa dia?

“Hai, Princess.”

Jessica berbalik dan tersenyum. “Taecyeon.”

“Selamat hari Valentine, Princess.” Satu buket mawar merah lainnya berada di tangannya.

“Terima kasih.”

“Aku menunggu sesuatu selain itu.”

Jessica memandang ke arahnya, merasa bingung dengan pernyataannya.

Seulas senyum antusias tersungging di bibir laki-laki itu. “Ingat janjimu?”

“Jessi…”

Jessica membuka mulutnya dan baru saja akan mengatakan sesuatu ketika suara seseorang memanggil namanya.

“Hai, Tiff!” sapanya.

“Jessica Jung Sooyeon, aku ingin berbicara padamu.” Katanya.

Tiffany jarang memanggil Jessica dengan nama lengkapnya dan ketika Tiffany melakukannya, itu artinya dia serius.

Tiffany menggenggam tangannya dan hendak menariknya pergi namun Taecyeon segera menghentikannya.

“Tiffany, bisakah kau bicaranya nanti saja? Aku belum selesai bicara dengannya.”

Tiffany menoleh ke arahnya, matanya sedikit melotot. “Permisi, Taecyeon.”

“Tidak, aku bicara padanya lebih dulu.” Katanya tegas.

“Taecyeon,” sebelum hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi, gadis di antara mereka langsung menyela. “Maafkan aku. Aku akan berbicara padamu nanti.”

Tidak ada satu pun orang di sekolah mereka yang tidak setuju dengan Jessica, termasuk Taecyeon.

Taecyeon menghela napas putus asa. “Oke, Princess. Sampai nanti.”

~

Dua orang itu berdiri di samping ruang loker.

Jessica menatap sahabatnya dengan hati-hati. “Ada apa?”

Tiffany tiba-tiba merangkulnya dalam pelukan erat. “Maafkan aku.”

“Eh? Untuk apa?” sedikit terkejut, Jessica balas memeluknya.

“Untuk segalanya.”

Jessica melepas pelukannya dan menatap lurus ke mata sahabatnya. “Kau tidak salah apa-apa, Tiff.”

“Aku hanya…benar-benar minta maaf, Jessi. Selama ini aku tidak menjadi sahabat yang baik untukmu.”

“Hentikan.” Jessica memotong ucapannya. “Dengar. Namaku Jessica Jung, sahabat dari Tiffany Hwang.”

Tiffany menatapnya tercengang, lalu mulai tertawa. “Hei, itu kata-kataku!”

Jessica menirukan ekspresinya.

Setelah tawa mereka mereda, mereka menjadi hening dan tersenyum satu sama lain.

“Jadi, sejak kapan kau mulai menyukai dia?” tanya Tiffany.

“Huh?”

Tiffany mengangkat alisnya melihat reaksi sahabatnya. “Kwon Yul?”

“A-Apa?” merasa kaget dengan pernyataannya, Jessica memberikan pandangan terkejut.

Tiffany terkekeh. Wajah Jessica mulai memerah begitu Tiffany menanyakan tentang si laki-laki dingin itu.

“Ya?”

Tiba-tiba, Jessica meraih pergelangan tangan Tiffany dan memandang berkeliling, menyadari bahwa seseorang mungkin akan mendengar obrolan mereka. “Mungkin kita bisa membicarakan hal ini di tempat lain.”

Pernyataan Jessica membuat Tiffany kembali terkekeh.

“Kau benar-benar lucu saat kau tersipu. Jessi.”

Mereka duduk berdampingan di sebuah sudut tidak jauh dari ruangan mereka.

“Jadi?” Tiffany memulai.

“Bagaimana kau tahu?” tanpa sadar Jessica merapikan poninya.

“Taeng memberitahuku.”

“Oh.” Jessica mengangguk perlahan dan menambahkan. “Bisakah kau merahasiakannya?”

“Kenapa? Kau tidak mau Yul mengetahuinya?” Tiffany menyipitkan matanya.

“Sebenarnya.” Jessica menundukkan kepalanya, memainkan jari-jarinya. “Dia sudah tahu.”

“MWO? APA YANG DIA KATAKAN?” tanpa sadar Tiffany meninggikan suaranya dan siswa-siswa di sekitar mulai menatap ke arah mereka.

Jessica tersenyum meminta maaf pada mereka dan kembali menatap sahabatnya, mengangkat bahu.

“Dia tidak mengatakan apa pun?” kali ini, suara sahabatnya berubah menjadi bisikan.

Jessica mengangguk, tidak yakin.

Tiffany mengembuskan napas dan beranjak dari duduknya. Ia mulai berjalan menuju ruang mereka, namun Jessica dengan cepat meraih pergelangan tangannya. “Kau mau pergi ke mana?”

“Aku akan menanyakan bagaimana perasaan dia padamu.”

“Apa?”

“Jessi,” ia menghela napas lagi dan menatap lembut sahabatnya. “kau tidak bisa hanya menunggu selamanya.”

Menggeleng-gelengkan kepalanya, Jessica bersikeras. “Kumohon?”

Tiffany menatapnya sejenak dan pada akhirnya menyerah, kembali duduk di sebelah Jessica. “Aku hanya ingin kau bahagia.”

“Aku bahagia.” Jessica menyunggingkan seulas senyum, menenangkan sahabatnya.

Tiffany menatapnya dengan lembut. Ponselnya tiba-tiba berdering.

Kim Taeng: Happy Valentines Day to my 미국 여자 친구 ♡♥♡

Tiffany tidak bisa menahan senyumnya sampai-sampai matanya tidak terlihat dan Jessica menyadari hal itu.

“Siapa itu?”

Tiffany membalas pesannya, menaruh ponselnya kembali ke dalam saku kemejanya, dan menoleh pada Jessica dengan antusias.

“Apa?”

Ia menggenggam tangan Jessica dan tersenyum.

“Kita bicarakan hal ini di tempat yang lebih sepi.”

+++

Waktunya makan siang.

Ia tidak lagi memedulikan siapa yang ditubruknya maupun siapa yang menyapanya ketika dirinya tengah berjalan di sepanjang koridor.

Selama itu ia kerap memikirkan seseorang yang akan ditemuinya begitu ia tiba di rooftop.

Ia mengambil langkah terakhir. Rooftop itu berada di depannya.

Ia memandang ke sekitar dan tidak melihat seorang pun. Ia melangkah lebih jauh.

“Jessica.”

Jessica berbalik dan kakinya terhenti dengan kaget.

“K-Kau?”

Laki-laki itu berjalan mendekat, seikat mawar merah dan putih berada di tangannya.

“Selamat hari Valentine, Sica!”

“Yoong, apa ini?”

“Untukmu.” Yoong tersenyum dan memberikan buket bunga tersebut.

Jessica ragu-ragu sejenak namun kemudian menerimanya dengan senang hati. Ia merasa bingung.

“Kau terkejut, bukan?” tanyanya, masih tersenyum.

Tidak tahu harus berkata apa, Jessica menatapnya dan diam tanpa kata.

“Sica…” Yoong meraih buket di tangan Jessica dan menaruhnya di samping.

Ia meraih kedua tangan Jessica dan menggenggamnya. “Kita sudah berteman selama beberapa tahun. Aku tidak tahu kapan, di mana, dan bagaimana aku jatuh cinta padamu. Ini hanya terjadi begitu saja.”

“Yoong…”

“Hari-hari berlalu, aku mulai berpikir kalau aku ingin menjagamu. Aku tidak ingin melihatmu terluka ataupun menangis. Aku ingin kau bahagia.”

Yoong menelan ludah dan mengembuskan napas. “Aku menyukaimu, Sica.”

Jessica terlihat tidak memahami semua yang dikatakannya dan memilih untuk tetap diam.

Dan setelah hening sejenak, ia akhirnya mengatakan sesuatu. “Aku juga menyukaimu, Yoong.”

Ia mendongak pada Yoong. “Tapi hanya sebagai salah satu sahabatku. Kau adalah salah satu teman terdekatku dan aku tidak mau kehilanganmu.”

Jessica melepaskan genggamannya dan menambahkan dengan lembut. “Maafkan aku.”

Yoong terdiam, menatap lembut matanya.

Ekspresi wajahnya tak terbaca. “Kau menyukai Kwon Yul, kan?”

Terkejut dengan pernyataannya, Jessica mendongak. Bagaimana dia tahu?

“Seperti yang kau bilang, aku adalah salah satu teman terdekatku. Aku sangat mengenalmu, Sica.” Katanya, seolah-olah ia bisa membaca apa yang ada di dalam benak Jessica.

“Dari caramu bertingkah setiap saat dia berada di dekatmu, semuanya terlihat jelas; kau menyukai dia.”

Jessica menggigit bibir bawahnya, merasa malu. “Maafkan aku.”

Yoong tersenyum. “Kau tidak perlu meminta maaf. Aku tahu ini akan terjadi.”

Jessica memberikan pandangan ragu. “Tapi, kenapa…”

“Lebih baik mencoba dan kalah daripada menyesal. Sebelum semuanya terlambat, kurasa kau harus sudah tahu bagaimana perasaanku padamu.”

Jessica tidak bisa berkata-kata lagi. Ia memeluk laki-laki itu dengan erat.

Tingkahnya membuat Yoong sedikit terkejut namun kemudian balas memeluknya.

“Aku mencintaimu, Yoongie.”

Ia tahu kata-kata manis itu hanyalah untuk seorang teman semata dengan tidak ada maksud lain.

Yoong terkekeh, tersenyum pahit, dan ketika ia memejamkan matanya, air matanya terjatuh.

“Aku juga mencintaimu, Sica.”

~~~:~~~:~~~

 TBC

미국 여자 친구 = American girlfriend

credit: Juri @SSF 

boiboi~

Advertisements

51 thoughts on “Ice Boy [Chapter 18]

  1. annyeong…

    JJA-DII yg selama ini??? Yoong?? o.0 hhiiiaakk #ngaJengkang 😦

    Yakin da pas YoonSic bilang lope-lope an Bang Yul pasti ada disana dan dengerin ntar salah paham lagi #iya ajalah *sotoy*

    Selamat aja deh buat Hae dan Taec,mau nembak Jejes tapi ke Jegal sama Soo juga ppany jadi ga jadi 😉 *congrats :p

  2. mwo? Y0ong? Ugh, ga nyangka. Kau menyukai ummamu cndri nak? *plak!
    Tp y0ong keren. Hnya skdar mngungkpkn, tnpa mmaksa.
    Yul kpn kmu sprti yoong?

  3. ude nyangka yoong suka sica.-.
    ah gemeeessss… yull kapan nembak sicaaa, jadi gregetttt, udh taecyeon, donghae, dan sekarang yoong .___.
    oke thor ditunggu kelanjutanya ^^

  4. Waaaah jessi bener2 deh banyak banget tuh yg mencintaimu..curiga sebenernya itu emang bunga dari yul tpi pura2 aja..
    Taeny meski dikit tpi tak apalah..

  5. Lah jd yg selama ini yoong yg slalu ngasih surat buat sica kah?
    Ya mkin belibet ah yul kau kapan??
    Lanjut tara.semangat

  6. Gak nyangka ternyata yoong. Yang selama ini ngirim bunga ‘putih’ itu ckck
    Ah. Seneng deh, hae sama taec gagal total buat nembak sica hehe #plakk
    Yul, kapan atuh? Diem mulu :/

  7. yoong?
    ga kget sih, cm sdkt shock 😀
    apa smw mawar ptih yg sllu ad s meja sica itu dr yoong? criga deh kyny sbgian yul jg ngsih bunga itu s atas meja sica.

    poor donghae n taec yg gagal bwt nytain cntany ke sica. hahahaaha

  8. YEY TEBAKAN GUE BENER… HADIAH DONG THOR THR YE BUAT TAMBAHAN TIKET GGWT ‘0’ #plak#asbakmelayang

    ah.. padahal yoong udah sweet gitu 😦 KWON cesmen parah buru napa bergerak :@

  9. #gubrakkk
    ternyata yoong,aishhh…kapan tuh kwon yul nyatain perasaannya ?
    kayanya masih jauh yah dari kata pacaran untuk yulsic 🙂

  10. Aihhh krain si dongwook ..
    Ekh tryta si yoong ..
    Dah yoong ma seo aja ea …
    Yul jgn ngulur2 wktu lgi sica bnyak yg suka lho …
    Klu gx cpet2 ntar sica cpek nggu ea ….
    Sica bner2 primadona sekolahh ea ..
    Xeexeexe …
    Ps.saat2 yg plng membhgiakan bgi soo pas hri valentine sal ea sica dpet bnyak coklat ..
    Haahaahaa

  11. w sangka yg ngajak ketemuan itu Yul ternyata si Yoong toh
    Yoong pasti lagi skit hati ya
    cepat ktemu Seo deh Yoong biar gg patah hati

  12. Yeyeyeye….tebakan nae ali3n plut0 bener….dari awal secret admirer ntuh yoongie my sweetie hubby….berhubung tebakan nae bener da hadiah na gak ne unn??
    😉
    unn, yulsic kok lom da kemajuan yg berarti masih gitu2 jha ce?!

    Tarra unnie, nae agak kecewa deh ama unnie gegara IB DIANAK TIRIIN
    HIKS…HIKS…

    Pay…pay…chu~
    ~_^

    salam rusuh ali3nplut0 pamit…# nae ma youngie makanin coklat na sica di ataz atap dorm soshi…
    :-q

  13. kirain yang kasih bunga itu yul ternyata yoona
    jangan2 pas yoonsic lagi berpelukan n ucapin lope-lopean yul ada disana lagi secara
    Rooftop kan tempat kesukaan ya yul

  14. Annyeong ,,,,,

    Lama amat ya,Yul nya nyatain ..,,
    Kgak ada ksempatan emng ,,,ckckck
    Tpi gak ada jga tanda” kek nya..,,

    Kirain ” I love You too,Sica ” dri si Ice Boy ,,,,,,,,,
    Gemes doh,,d tunggu aja next chapter nyaah,,,,
    SEMANGAAAAAAAT

  15. good usaha soo dan ppany (?) krn berhasil mengagalkan rencana donghae dan taecyeon.
    ternyata itu yoong. moga yul gak liat scene yoonsica blg love2.
    tunggu lanjutan dan hwaiting

  16. hahahhaha suka ama fany dan soo menggagalkan usaha dongtaec buat nyatain perasaannya pada sica~ ekh kukira itu dongwook atau yul ternyata yoong~ wah untuk gak jadi yoonsic 😛

  17. bruakakakak
    ngakak pas sooyoung bilang udah nyium coklat di meja sica
    wkwkwkwkwkwk
    btw
    lanjut dah thor
    kikikikikikikik

  18. hii aq readers bru..aq komentnya di part ini gpp??
    yah aq kira itu yul oppa,,ternyata ittu yoong…tp aq salut sma kbraniannya yoong..ditunggu part selanjutnya ^_^

  19. Kirain pengagum rahasia Sica itu Yul eh tau Yoong, Gubrak!
    Dongek mau nembak Sica, untung dsingkirin sama Soo..
    Tecon mau sama Sica, untung dsingkirin sama Ppany..

  20. Yoong….
    sebegitu kharismanya kah sica???
    hahaha…
    tp dia emang punya kharisma tersendiri…
    yul lanjut nyatainnya…
    sebelum keduluan yg lain..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s