You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 1]

Hiiiiiiii…..sorry baru update lagi soalnya gue lagi lumayan banyak kerjaan hehe

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Title1d

 Chapter 1: Her Highness (Yuri)

Ia membantingkan tangannya di atas jam alarm digital hanya 15 detik sebelum alarm itu berbunyi.

Rise and Shine!” serunya saat ia meregangkan kedua tangan ke atas kepalanya.

Jam alarm itu hanyalah cadangan, kalau-kalau ia tidak bisa bangun tepat waktu, tapi jam biologisnya tidak pernah gagal membangunkannya.

Ia melompat dari tempat tidur dan berjalan riang ke ruang duduk.

“Pagi!” Suara ceria menyambutnya. Suara yang tidak mungkin ia dengar pada jam-jam sekarang. Ia menggosok matanya saat ia melihat sosok bertubuh jangkung yang tengah mengubrak-abrik di dapur.

“Sooyoung?”

“Kenapa kau terdengar begitu terkejut?”

“Apakah matahari terbit dari barat hari ini?” Tanyanya bingung saat ia berjalan menghampiri Sooyoung.

“Tidak, masih terbit dari timur, Yuri…” Jawab Sooyoung, berpura-pura melihat keluar jendela.

“Kau membuat sarapan?!?” Kata Yuri dengan nada tak percaya, “Ada apa denganmu hari ini?” Ia segera meraba dahi Sooyoung sebelum menempatkan tangannya yang lain di dahinya sendiri.

“Tidak demam…”

“Tentu saja tidak,” bantah Sooyoung, “Pergilah mandi dan sarapan akan segera disajikan, Yang Mulia!”

“Hei, jangan memanggilku seperti itu.”

“Ups, maaf…sekarang bergegaslah dan pergi!”

Semua itu sungguh tidak terasa benar baginya. Pertama, Sooyoung tidak pernah bangun sebelum dirinya dan ialah yang selalu membuatkan sarapan sejak hari pertama mereka tiba di Amerika tiga tahun lalu. Benar-benar aneh.

Beberapa saat kemudian, Yuri telah selesai mandi dan duduk di meja makan sambil dengan gelisah menunggu sarapan tersaji. Tak berapa lama, sepiring panekuk hangat diletakkan di depannya.

“Makanlah!”

Sooyoung langsung melahap panekuknya sementara Yuri hanya memandang ke arahnya.

“Ada apa? Ini lezat, oke! Aku bisa memasak!”

“Apa kau menaruh racun di dalamnya?”

Sooyoung hampir tersedak sesuap panekuk yang baru saja ditelannya.

“Gah! Dia mengetahuinya!

“Bercanda!” Lanjut Yuri yang lalu menggigit panekuknya, “Hmmm, ini sangat lezat…”

“Fiuh Sooyoung menghela napas lega.

“Tentu saja, sebagai ahli mencicipi makanan, aku tahu bagaimana cara memasaknya!”

“Maksudmu sebagai pelahap…”

“Aku lebih suka disebut Shikshin!”

Selama beberapa menit berikutnya, mereka mengobrol tentang ujian mendatang bersamaan dengan tumpukan panekuk yang mulai menurun tingginya.

“Yuri-ah…apa kau ingin kembali ke Korea?”

“Maksudmu selama liburan panjang?”

“Ya…semacam itulah…”

 “TI.DAK. TIDAK!”

“Dia bersikeras untuk tidak pulang!

“Kenapa tidak?” Sooyoung mencoba mencari jalan keluar.

“Menyelamatkanku dari kesengsaraan! Aku sebebas burung di sini, kenapa aku ingin mengunci diriku di dalam kandang itu!”

“Ayolah, istana tidak seburuk itu…”

“Kau tidak tahu…bayangkan saja, peraturan ketat ada di mana-mana! Dan belum lagi, nenekku yang menakutkan!”

“Yang Mulia…” Sooyoung bergidik membayangkan penampilan mengancam Ibu Suri menatap ke jiwanya.

“Aku bersumpah dia bisa membaca pikiran!” seru Yuri, “Tidak ada alasan untuk kembali…setidaknya tidak untuk 10 tahun ke depan…”

“10 tahun!!?! Tapi-”

“Kakakku ada di sana, mereka tidak akan peduli dengan keberadaanku…”

“Dia tidak akan pernah bisa pulang denganku secara baik-baikIni membutuhkan langkah tegas…”

“Ngomong-ngomong, kenapa kau menanyakan pertanyaan seperti itu?”

“Ah…tidak…Aku hanya berpikir untuk pulang dan berkunjung…”

“Yah, kau bisa pulang…aku bisa mengurus diriku sendiri. Di sini cukup aman. Sebenarnya tidak perlu untuk-”

Ding! Suara dari dapur memotong ucapan Yuri.

“Ah…susunya sudah siap!” Sooyoung bergegas pergi ke dapur. Ia menuangkan susu itu ke dalam dua cangkir terpisah namun pribadi. Mereka telah membeli cangkir khusus beberapa bulan yang lalu karena mereka berdebat atas isu mencuci piring. Masing-masing mengklaim bahwa mereka telah mencuci cangkir mereka sendiri dan yang lain tidak. Memiliki satu set peralatan makan pribadi membuat segalanya lebih mudah.

Ia memastikan dirinya tidak terlihat dari pandangan Yuri ketika ia mengambil botol dari sakunya dan mulai menuangkan bubuk putih ke dalam cangkir Yuri.

“ACHOO!”

Yuri tiba-tiba bersin. Suara bersin itu membuat Sooyoung melompat kaget dan tidak sengaja menuangkan setengah bubuk putih itu ke dalam cangkir. Susu itu mulai berbusa.

SIAL!

Ia cepat-cepat mengaduk susu itu dan menyaksikan ketika serbuk itu larut secara perlahan. Ia tidak tahu berapa banyak dosis yang masuk tapi tidak ada waktu lagi untuk menyiapkan yang lain. Dengan hati-hati ia membawa dua cangkir susu itu ke ruang makan.

“Ini!” Sooyoung menyerahkannya pada Yuri sementara ia meneguk miliknya.

“Terima kasih!”

Yuri menyesap sedikit.

“Rasanya aneh…”

“Benarkah? Punyaku baik-baik saja!” Sooyoung meminum beberapa tegukan untuk membuktikan maksudnya.

“Mungkin itu hanya aku…” Ia menyentuh hidungnya. Mungkin aku akan segera terkena flu, pikirnya. Yuri mengabaikan pikiran itu sambil terus minum. Sooyoung menatapnya terus-menerus.

“Jangan salahkan aku, Yuriini adalah satu-satunya cara untuk membawamu kembali ke Korea!”

“Aku kenyang! Terima kasih untuk makanannya! Sekarang, ayo kita bersiap-siap untuk sekolah!” Yuri berdiri. Sooyoung melompat dengan segera.

“Kau…cepat hari ini…” Yuri mengomentari aksi cepat Sooyoung yang tidak biasa. Di sisi lain, Sooyoung,  tersenyum malu-malu sambil menggaruk-garuk kepalanya dengan gugup.

Yuri baru saja akan melangkah maju ketika kepalanya merasa pusing, dan lututnya gemetar. Sooyoung yang berdiri tepat di belakangnya, bereaksi secara spontan, meraih Yuri sebelum dia jatuh ke lantai.

“Terima kasih…” gumam Yuri lemah. Ia merasa seluruh kekuatannya pergi, dan beberapa saat berikutnya ia pingsan sepenuhnya .

“Yuri? Putri?”

Tidak ada tanggapan dari gadis yang berada dalam pelukannya itu.

“Yuri, maafkan aku…Aku akan melakukan apa saja yang kau inginkan ketika kau bangun nanti.”

*****

 “Aku tidak akan pergi!”

“Sayang, untuk kali ini saja tolong dengarkan ayahmu .”

“TIDAK MAU! Dia bisa menikah dengan dirinya sendiri jika dia mau!”

“Untuk terakhir kalinya ayah katakan, kau akan berangkat ke Korea dalam dua hari!” Suara nyaring itu terdengar menggelegar di sepanjang koridor.

“TIDAK! Ayah tidak bisa memutuskannya untukku!” Jeritnya menentang.

“Ini keputusan akhir! Kau tidak memiliki hak dalam hal ini!”

“Kita ada di zaman apa? Kenapa aku tidak bisa memilih kebahagiaanku sendiri? Aku tidak mau menikah dengan orang asing yang belum pernah aku temui sebelumnya!” gadis itu mulai menangis.

“SShhhh sayang, jangan menangis…” Ibunya memeluk dengan erat, menepuk-nepuk punggungnya untuk menenangkan putrinya yang malang itu.

“Kenapa…kenapa…ini sangat tidak adil…” Dia merangkul ibunya, menangis tak terkendali.

“Ini untuk kebaikanmu sendiri, sayangku…mereka tidak akan menyiksamu…” jawab Ibunya dengan suara bergetar, berusaha menahan air matanya sendiri.

“Tidak…Ibu…Aku tidak mau meninggalkamu…”

“Jessica, sayang…ibu juga tidak mau…kau adalah bayiku! Tentu saja, ibu tidak ingin meninggalkanmu…”

Di luar ruangan, ayahnya mencengkeram surat itu kuat-kuat. Ia menghela napas berat, melihat istri dan putrinya berpelukan, menangis bersama. Pemandangan itu menyakitkan baginya. Jika ia tahu hari ini akan datang, ia tidak akan pernah membuat perjanjian dengan sahabatnya untuk menikahkan anak-anak mereka yang belum lahir. Kalau saja keduanya memiliki anak-anak perempuan.

*****

Kepalanya berdenyut-denyut seolah-olah ia mabuk berat. Suara gemuruh rendah yang konstan terdengar di latar belakang. Tempat tidur di mana ia berbaring itu pasti bukan miliknya, bukan pula milik Sooyoung. Ia membuka matanya perlahan, menyesuaikan dengan cahaya terang. Ia mengangkat tangannya untuk melindungi matanya dari asal cahaya dan melihat punggung tangan kanannya melekat pada infus. “Apakah Sooyoung mengirimku ke rumah sakit? Tungguini tidak terlihat seperti-”

Matanya terbuka lebar saat ia mengenali dekorasi yang tak asing lagi dari kabin jet pribadi keluarganya.

“Tidak mungkin…”

Ia merangkak menuju tepi tempat tidur dengan sekuat tenaga dan mengintip keluar dari jendela oval kecil.

Hanya awan yang bisa dilihatnya.

“CHOI SOOYOUNG!”

Di bilik sebelah, seorang gadis yang tengah menyeruput semangkuk ramen dengan bahagia, melompat ketakutan.

“Matilah aku

“Jelaskan…” kata Yuri marah dengan ekspresi memberengut ketika Sooyoung memasuki bilik dengan kepala menggantung rendah.

“Ini perintah Kepala Pelayan Yang Mulia Pangeran…”

“Sir Yoon?”

“Dia meneleponku pukul 4 pagi kemarin dan memerintahkanku untuk segera membawamu kembali ke Korea…”

“Pukul 4 pagi kemarin!?!?” Yuri melirik jam tangannya. Jam itu jelas menunjukkan pukul 01:25 waktu bagian US.

“Kau sudah tidur sekitar 15 jam.”

“Kau memberiku obat apa!?”

“Obat tidur… aw… jangan marah… itu adalah satu-satunya cara agar kau naik pesawat secara baik-baik!”

“Bagaimana mereka bisa mengijinkanmu untuk membawaku naik pesawat?”

“Aku berbohong… Keadaan darurat dan dengan statusmu yang spesial, kami melewati bea cukai dengan mudah.”

“Jadi semua ini… infus ini untuk rencana itu?” Jawab Yuri kesal sambil ia mengulurkan tangan untuk menarik steker infus dari tangannya.

“Tidak!” Sooyoung menghentikannya tepat waktu ketika tiba-tiba Yuri  merasa pusing .

“Berbaringlah kembali! Kau masih lemah karena efek obat penenang.” Sooyoung mendudukkannya di tempat tidur.

“Berapa banyak pil… yang kau masukkan… tepatnya?” gumam Yuri tak jelas. “Bagus, sekarang bicaraku tidak jelas …”

“Aku… er… aku tidak tahu pasti… setengah botol masuk ke dalam cangkir tanpa disengaja!” jelas Sooyoung dengan panik, berusaha menenangkan temannya.

“Apa?”

“MAAF!”

“Choi Sooyoung apa kau mencoba membunuhku kau akan merasakan akibatnya ketika aku bangun nanti

Aliran adrenalin dari suatu kesadaran dirinya di dalam pesawat itulah yang membuatnya tetap terjaga untuk sesaat. Saat ini, Yuri melayang kembali ke alam mimpi secara mental dan sedang dalam perjalanan kembali ke Korea secara fisik.

 ~~~;~~~;~~~

TBC

sebenernya rada ribet juga gue translate tema kerajaan gini :/ you know laa~ errrr…..

FYI *Choi Sooyoung itu bodyguard-nya Yuri, dia udah nganggep Sooyoung sebagai saudaranya sendiri jadi dia gak suka dipanggil Yang Mulia sama Soo 🙂 and FYI juga gue translate versi PDF nya ya guys bukan yang versi SSF 🙂

credit : choki @SSF

boiboi~

Advertisements

44 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 1]

  1. annyeong…

    aduuhh thor thor thor…. gue suka lah sama ff translatenya thor,kocak banget thor 😀
    SooRi moment nya juga thor,untung Yuri ga overdosis yah thor dikasih obat tidur ampir setengah botol sama Soo thor -_-“

  2. hahahahah soo mskin obatnya kebanyakan untung si kwon gak mati tuh.
    soori lucuk.
    itu yang mau di jodohin sapa nah loh penasaran aku.
    lanjuuuuuut tarra semangat semangat semangat 🙂

  3. huahahahah mati kau choi sooyoung hahahahahhaah
    itu jessica apakah akan dijodohkan dengan yuri????
    tapi kan sesama cewek??
    emang korea dlm cerita itu sufah mengijnkan sesama jenis??
    ditunggu ICE BOY dan KERAJAAN INI hahahahah

  4. Kocak banget ya…
    Tapi ada yg mengganjal d benak gw…*hedeh
    Yuri pnya kakak cowok kan yg di Korea itu?jadi yg mau di jodohin sama Jessica sbnernya bukan Yuri tapi kakaknya Yuri itu,dn si kakak kabur dr kerajaan…krn itu Sir Yon nyuruh Soo utk bawa Yuri kembali Korea..utk ganti’in kakaknya nikah sama Jessica??
    Begitukah???

    Okeee dhh..
    Di tunggu lanjutannya….

  5. Annyeong author-si ^^
    ntu yg mo d’jodohin spa y thor? Jessica, kh?
    Wew, untung yul g mati. K’byg minum obat tdr sbyk ntu. Bs isdat dy…

  6. Hahaha…..untung yul gk koit gra2 soo kbnyakan ngasih obat tidur bt yul….
    Itu yg mau d jodohin m sica itu yul kan thor….wajib/haruz…..
    Lanjuy thor n ice boy nya…

  7. wah soo ktrlaluan..msa ksih yul obat tdur kbnyakan…untung g knp2….smga jessica d jodohin sama yul….lnjut thor…soon…

  8. Itu sica dijodohin sma spa.. ? Sma yuri kah? Mdh2an sma yuri.. Soo kejam benar ngasi yuri obat tidur smpe overdosis.. Ditunggu kelanjutan nya thooor

  9. anneyong..
    gue suka ama ceritanya thor..
    itu si soo kaya mo bunuh anak orang aja masa smpai stengah botol obatnya untung yuri ga mati.
    yg mo d jodohin ma sica siapa sih? yuri ato abangnya? kalo abangnya napa yuri yg digeret paksa ke korea? ato abangnya kabur lagi jadi yuri dibuat ban serep ny?
    d tnggu lah chap brikutny..

  10. emang dasar tuh soori klo ketemu pasti dah bikin ngakak,,,
    itu sica di jodohin yah,,ama siapa???jgn” ama yul lagi…

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  11. Hmmm..hmmm..hmmm..
    jadi,,begini awalnya??
    Ehhh..jessica engga setuju tuh sama perjodohannya??terus gmana dong??
    Apa jessica bakalan kabur juga??apa appa nya jessica ngebatalin tuh perjodohan??
    Ahhh..ditunggu part 3 nya..

  12. keren…
    jadi jessica mau dijodohin toh sama perempuan ??
    apa itu yul oppa ?
    tapi yul oppa kan punya saudara kembar, terus saudara kembarnya hilang kemana cobak ??
    aduh sooyoung hati – hati aja yah, kalau yul oppa balas dendam.. 🙂
    lanjut chingu
    ditunggu ya
    semangat

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s