You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 3]

Hi…wow long long long time no see 😀 well you know what happened to me if you read my tweets lol

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 3: Here Comes the Crown Princess

 

Ia melihat bayangannya di cermin, kaget dengan penampilan barunya. Hilang sudah rambut hitam panjang yang tergerai indah, sebaliknya rambutnya kini terlihat lebih pendek namun rapi, rambut berwarna cokelat yang memancarkan ketampanannya.

“Astaga…kau terlihat persis seperti Yang Mulia Pangeran…” komentar Sooyoung, takjub dengan kemiripan mereka.

Ia baru saja mendarat di Seoul 6 jam yang lalu dan langkah transformasi pertama telah selesai di bawah tangan terampil seorang konsultan image yang berpengalaman, orang keempat yang telah mengetahui rahasia ini.

G, begitulah dia memperkenalkan dirinya, dia adalah teman dekat Sir Yoon. Yuri menyamakan dia dengan karakter Edna Mode dari film ‘The Incredibles’. Ia bertanya-tanya bagaimana bisa kepala pelayan kerajaan yang biasanya serius bisa berteman dengan G yang sembrono.

“Tidak, tidak sayang… kau harus senyum tanpa menunjukkan gigimu!”

Yuri sudah mencoba itu untuk yang kesepuluh kalinya, dan gagal total dengan seulas senyum canggung.

“Posturmu salah semua. Berdiri tegak. Busungkan dada. Berperilaku seperti kau keturunan bangsawan-”

“Aku memang… keturunan bangsawan…” gumam Yuri pelan.

“Ya ya… tarik napas dan tahan di perutmu… Apa kau mengatakan sesuatu?”

Yuri menggeleng.

“Tidak? Kalau begitu lanjutkan… Tunggu… Hmmm kita perlu melakukan sesuatu dengan dadamu… kalau kau tahu apa maksud-”

Wajah Yuri memerah. Ia segera diantar ke kamar kecil oleh Sooyoung.

“Kau tahu apa yang harus dilakukan…” Kata G saat ia menyerahkan sepotong kain dan lakban pada Sooyoung. Beberapa menit kemudian, Yuri keluar dengan ekspresi seperti sedang sembelit, sementara Sooyoung menahan tawanya.

“Bagus… sekarang coba pose berdirimu lagi… BAGUS! Tapi masih ada waktu untuk penyempurnaan…”

“Tidak bisa napas…”

“Tidak, kau melakukannya dengan cara yang salah…”

“Tidak, tidak sayang… sekarang kau tidak boleh menggerakkan bokongmu seperti seorang gadis … berjalanlah seperti laki-laki!”

“Tidak… tidak kaku seperti zombie!”

“Lebarkan kakimu saat kau berjalan…”

“Tidak, tidak sayang… bukan seperti bebek!”

Pada saat itu, Sooyoung sudah berada di lantai, memegangi perutnya dan tertawa terbahak-bahak. Ia segera menyeka air mata yang terbentuk di sudut-sudut matanya.

“’S’ line-mu sudah hilang! Bwahahaha!”

“YAH! Berhentilah tertawa!” Yuri menjerit dengan suara bernada tinggi.

“Tidak, tidak! Sayang…kau harus memperdalam suaramu agar terdengar seperti seorang pria. Tidak berteriak seperti gadis!”

Hal itu hanya mengintensifkan tawa Sooyoung.

G geleng-geleng kepala, “Kau perlu pelatihan intensif selama 10 jam ke depan…”

*****

“Mobilnya sudah siap, Tuan.” kata seorang pria bertubuh tegap yang dibalut setelan hitam.

“Panggil Jessica,” Dia memerintahkan pelayannya. Tak lama kemudian,  pelayan itu turun dari tangga sambil membawakan koper. Putrinya berjalan dibelakang tanpa kata. Dia telah mengenakan gaun putih sederhana. Wajahnya sedikit tanpa ekspresi dengan kacamata besar menutupi hampir setengah dari wajahnya. Ayahnya tahu dia menyembunyikan mata merah bengkaknya karena terlalu banyak menangis.

Ibunya berdiri di samping ayahnya, menangis tanpa suara.

“Dia tidak akan dianiaya…” Ayahnya berbisik pelan.

“Aku tahu… tapi… aku hanya…” Dia kembali menelan kata-katanya. Dia tidak bisa tahan begitu teringat putri sulungnya akan meninggalkan sisinya untuk hidup di tempat setengah dunia jauhnya.

Setiap gadis bermimpi untuk menikah dengan pangeran yang menawan.

Namun itu juga impian setiap gadis untuk menikah dengan seseorang yang mereka cintai.

Ini akan menjadi kisah yang sempurna jika sebelumnya Jessica telah bertemu sang pangeran dan jatuh cinta padanya sebelum pertunangan atau pernikahan ini terjadi. Namun sayang, kisahnya tidak seperti itu.

Tidak ada cara yang akan mampu dilakukan ayahnya untuk menolak lamaran yang datang hampir seperti perintah kerajaan. Perjodohan ini telah lama diputuskan bahkan sebelum Jessica dilahirkan. Kandidat yang memungkinkan untuk menjadi putri mahkota adalah dia dan adiknya, sang pangeran berusia sama seperti dirinya dan adiknya baru saja berusia lima belas tahun, dia terlalu muda untuk menikah.

Jessica telah memasrahkan dirinya pada nasib. Lebih baik dia sendiri yang menjadi korban daripada adik tercintanya.

“Ayah…Ibu… Kalau begitu aku akan pergi sekarang…” kata Jessica dengan suara bergetar.

“Unnie!” Gadis yang lebih muda datang melalui pintu depan. Dia baru saja pulang dari sekolah. Dia segera berlari untuk memeluk kakaknya.

“Sudah waktunya pergi…Krystal…lepaskan kakakmu…” Ayah mereka berbicara.

Krystal menggelengkan kepalanya sambil terus menempel pada Jessica, tidak mau melepaskan kakaknya dengan air mata mengalir di pipinya. Di luaran, Jessica terlihat tidak tersentuh dengan tindakan adiknya dan tampil biasa saja. Namun, di balik kacamata gelap itu, dia berjuang untuk menahan air matanya yang di ambang meluap.

Dalam tindakan yang terlihat kasar, dia mendorong adiknya dan berjalan cepat menuju Mercedes putih yang sedang menunggunya. Dia takut jika dia diam lebih lama lagi, tekadnya untuk berpisah akan goyah.

“Jalankan…” Perintah Jessica dengan suara serak saat ia memasuki mobil. Setelah mobil itu keluar dari rumah mereka, ia tidak bisa menahannya lagi dan membiarkan air matanya mengalir bebas. Dalam 20 jam dan mungkin selama sisa hidupnya, ia akan berada di tempat yang asing dengan wajah-wajah asing.

*****

“Ya ya, silakan masuk!”

Sekelompok petugas wanita memasuki kamar, dilengkapi dengan alat pengukur dan beberapa orang mendorong troli dengan berbagai jenis pakaian. Dengan langkah cepat mereka berbondong-bondong menghampiri Yuri, tangan mereka mulai menjelajahi seluruh tubuhnya. Yuri terlalu lemah untuk menolak tangan mereka yang berkeliaran. Matanya yang merah bukanlah masalah jika penyebabnya jelas.

Yuri telah memaksa dirinya untuk tetap terjaga selama dua puluh jam terakhir, ia sedang mengikuti kursus kilat pada pelajaran ‘bagaimana-cara-menjadi-seorang-pangeran-kerajaan’ yang dilakukan oleh ‘Iblis G’ setidaknya itulah bagaimana Yuri memanggilnya dalam hati.

Para wanita itu saling meneriakkan nomor-nomor dan ada seseorang, mungkin, pencatat resmi, sedang mencatat nomor-nomor tersebut. Samar-samar Yuri mendengar tinggi badannya sedang diteriakkan .

“Cobalah ini.” G memilih sendiri sebuah kemeja putih ditambah dengan rompi hitam dari troli. Salah satu petugas segera mengambil pakaian yang dipilih dan dalam sekejap, Yuri sudah mengenakannya.

“Hmmm, tampan… sekarang coba ini!” Kali ini, itu adalah tuksedo berwarna krem. Kemudian, diikuti dengan setelan hitam dengan dasi kupu-kupu hitam, diikuti dengan kemeja pink pucat sederhana dengan dasi dan yang lainnya dalam waktu sekejap.

Setelah mempertimbangkan semuanya, Yuri telah dilengkapi dengan pakaian sambil tetap berdiri diam, tanpa menggerakkan satu otot pun.

G bertepuk tangan untuk mendapatkan perhatian semua orang.

“Bagus bagus! Sejauh ini kalian sudah melakukan pekerjaan yang hebat. Sekarang wanita-wanitaku, kalian memiliki bahan-bahan yang dibutuhkan dan pakaian yang terpilih. Aku akan senang kalau perubahannya bisa dilakukan dalam 3 jam berikutnya.”

Mereka mengosongkan kamar secepat mereka datang sebelumnya.

“Oh astaga… sayangku, kau tampak mengerikan!”

Yuri menatap kosong padanya. Itu adalah efek-setelah menghabiskan cangkir demi cangkir espresso agar tetap terjaga dan segar.

G melihat jam. Masih ada beberapa jam sebelum Yoon tua itu akan datang untuk mengambil ‘Yang Mulia’ dan Yuri telah berhasil menguasai 101 teknik menjadi seorang pangeran. Meskipun itu belum mencapai sempurna, G pikir dia telah melakukan yang terbaik. Hal terakhir yang diinginkannya untuk ‘pangeran’ yang telah ia latih adalah jatuh pingsan karena kelelahan selama pertemuan pertama mereka, siang hari nanti.

“Go go…tidurlah… Putrimu tercinta baru akan tiba dalam 5 jam.” kata G sambil mendorong Yuri ke kamar tidur. Di tempat tidur besar, Sooyoung yang tertidur nyaman sudah mulai mendengkur dalam cara yang agak tak sedap dipandang.

“Aish, wanita ini!” G memberikan pandangan menentang ketika ia mendudukkan Yuri sebelum melempar bantal ke mulut terbuka Sooyong. Diluar dugannya, Sooyoung malah melanjutkan tidurnya yang terganggu, kini dengan dengkuran yang teredam karena bantal yang menutupi mulutnya.

“Dan dia adalah pengawalmu?”

Yuri hanya tersenyum. “Baiklah, tidur nyenyak sayangku…”

Yuri berbaring di tempat tidur, ia tidak bisa tidur karena pikiran hiperaktifnya. Dia berbalik dan melihat teman tidurnya.

“Beruntungnya dia…” gumamnya. Pertama overdosis pil tidur dan sekarang overdosis kafein, Yuri bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada dirinya nanti. Pikirannya mulai mengembara pada solusi lain yang masuk akal untuk mengakhiri penderitaannya. Mungkin bagaimanapun juga pasti ada jalan keluar…

*****

“Bangun, Yang Mulia…” Sooyoung memberinya sentuhan lembut.

Yuri menyipitkan matanya, “Oh, ternyata kau…” Setelah melihat kalau itu Sooyoung, ia kembali tidur dengan segera.

“Yang Mulia, kau tidak boleh tidur sekarang-”

“…Satu jam lagi…”

“Tidak! Kau harus bangun-”

“…Biarkan aku bolos sekolah hari ini…”

“Sekolah?” Sooyoung menggaruk kepalanya, “Ahhhh, kita ada di Korea! Putri Mahkota akan segera tiba!”

“…Putri Mahkota apa…” Yuri bergumam dalam tidurnya.

Putri? Dia langsung duduk tegak. 48 jam terakhir hidupnya bukanlah apa-apa kecuali kekacauan yang riuh. Pertama, dia ‘diculik’ kembali ke Korea, setelah itu dia diberitahu untuk meniru kakaknya, dan terakhir, dia akan bertunangan dengan seorang gadis dalam waktu 5 hari.

“Katakan semua itu hanya mimpi” Yuri menatap Sooyoung, berharap untuk mendengar bahwa semua itu hanyalah mimpi buruk.

“Tidak…tunanganmu benar-benar datang. Dia akan tiba di Seoul satu jam lagi! Bangun!”

Yuri segera diseret keluar dari tempat tidur ke ruang ganti di mana sekelompok petugas yang sama sedang menunggu. Beberapa saat berikutnya, ia diantar keluar ke ruang keluarga, di mana G dan Sir Yoon menunggu dengan sabar, semua berpakaian dalam setelan rapi – kemeja putih ditambah dengan rompi hitam, sepasang celana dan dasi abu-abu yang sesuai. Sooyoung berdiri di sampingnya, memegang blazer hitam.

“Sempurna, bukan, Yoon?” komentar G bangga.

Sir Yoon terkesan. Meskipun pangeran dan putri kembar, dia tak pernah menduga Yuri akan terlihat persis seperti Yul setelah melakukan make over. Itu adalah keberhasilan 100%. Sir Yoon menganggukkan kepalanya dengan berterima kasih kepada teman lamanya.

“Apa Anda siap, Yang Mulia?”

“Aku rasa begitu…”

“Mulai sekarang, setelah kau melangkah keluar ruangan ini, kau akan menjadi Yang Mulia, Putra Mahkota Korea, Pangeran Yul. Harap ingat itu, Yang Mulia.” Yuri menarik napas dalam-dalam. Tidak akan ada jalan untuk kembali lagi.

“Ya tentu saja. Silakan memimpin jalan.”

*****

“Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, ini adalah Kapten yang berbicara. Kita akan mendarat di Seoul dalam sepuluh menit. Waktu saat ini pukul 13:25 waktu setempat. Suhu tanah 22 derajat. Mohon kencangkan sabuk pengaman kalian untuk mempersiapkan pendaratan. Terima kasih telah terbang bersama United Airlines dan selamat datang di Korea.”

Jessica menatap keluar jendela saat pesawat mulai turun. “Sebuah pemandangan asing.” pikirnya. Ia belum pernah ke Korea sejak kunjungan terakhir 15 tahun yang lalu untuk perjalanan liburan dengan orang tuanya.

Ia tidak punya banyak kenangan di tempat ini, kecuali hanya satu insiden tertentu.

Jessica hilang di sebuah taman hiburan besar di antara kerumunan orang-orang dewasa yang menjulang tinggi dan ia tidak melihat orangtuanya. Hari itu adalah hari Karnaval dan terdapat banyak orang. Takut dan sendirian, ia berkeliaran di sekitar untuk waktu yang lama, menangis tapi tak seorang pun mendengarnya, tidak ada yang peduli dengannya, hingga seorang gadis kecil seusianya, datang padanya.

Kenapa kau menangis?” Gadis kecil itu bertanya dengan nada sangat ingin tahu.

Jessica tidak menjawab. Ia terus menangis untuk mendapatkan perhatian orangtuanya. Mereka akan selalu buru-buru menghampirinya setiap kali ia melakukan  hal itu. Tapi hari ini, mereka tidak di sisinya.

“Jangan menangis” Gadis kecil itu menepuk bahunya, “Ini, ambillah permen superpower-ku!”

Jessica mendongak. Sebuah botol kaca kecil dengan berbagai macam permen warna-warni berada tepat di depannya.

“Ambil saja!” Kata gadis kecil itu, mendorong botol itu ke tangan Jessica. Terkejut dengan tindakannya yang tiba-tiba, Jessica menatap gadis itu. Dia mengenakan t-shirt hitam dan terdapat sepasang telinga beruang lucu menempel di kepalanya.

“Katakan ahhhhh~”

Ahhhh~” Jessica mengikuti tindakan gadis kecil itu, memasukkan permen ‘superpower’ ke dalam mulutnya. Itu adalah permen terlezat yang pernah ia rasakan.

“Power-up!”

“…Power-up!”

“Dan sekarang, kau adalah Super White Bear!” Gadis itu melepas telinga beruang dan meletakkannya di atas kepala Jessica.

“Wheeee~ Super Black Bear untuk menyelamatkan!” Gadis kecil itu mengepakkan tangannya seperti sepasang sayap dan berlari mengelilingi Jessica. Segera, Jessica berhenti menangis dan bersama-sama, ia dan teman barunya bermain dengan bahagia untuk waktu yang cukup lama sampai ia mendengar suara yang tak asing lagi meneriakkan namanya.

Itu adalah suara ibunya yang cemas. Jessica berlari menghampiri ibunya, menangis dengan suara keras karena semua emosinya meledak dari dalam. Imerindukan ibunya tersayang, memeluknya dengan erat, takut ibunya akan menghilang lagi. Seorang gadis kecil berlari bersama di belakangnya, dengan botol permen yang mereka tinggalkan di lantai ketika mereka bermain.

“Super White Bear! Senang kau sudah menemukan ibumu! Jangan lupa permen superpower-mu!Gadis itu melemparkan botol permen dan berlari ke arah yang berlawanan.

“Siapa namamu?” Teriak Jessica, terisak.

“Super Black Bear!” Teriak si gadis kecil, sebelum menghilang ke dalam kerumunan.

Mulai hari itu, setiap kali Jessica merasa sedih atau tidak bahagia, dia akan mengambil permen yang diberikan Super Black Bear kepadanya dan berteriak ‘Power-up’.

“Awak kabin, persiapkan untuk mendarat.” Pengumuman di dalam pesawat datang.

Jessica segera mengambil permen dari botol kaca kecil yang ia bawa dan memasukkannya ke mulutnya. Ia membenci perubahan tekanan tiba-tiba, dan ia akan membutuhkan seluruh kekuatannya untuk ‘pertempuran’ mendatang dengan anggota keluarga raja.

“Power-up! Super White Bear! Akan melawan mereka!”

Jessica tersenyum untuk pertama kalinya dalam beberapa hari. Kode nama Super White Bear memang telah cocok dengannya. Ia mengenakan gaun putih.

~~~ ~~~ ~~~

TBC

😀 see you next week~ FIGHTING FOR MY EXAMS…

credit : choki @SSF

boiboi~

Advertisements

45 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 3]

  1. Power-up !!!!
    kekekeke

    akhirnya author comeback juga,
    aku nungguin ini ff terus loh,sampe aku sering banget main kesini buat ngeliat ini ff update,
    ditunggu dech kelanjutannya 😀

  2. Ini knpa lma amat yach prosesx yul sma jessica ampe ketemu n terxta jessica sma yul prnah ktemu wktu kecil toh mkin pnsaran sma lnjutannx…

  3. annyeong…

    10 jam latihan buat jadi ‘pangeran Yul’???? tepar dah tepar -_-”
    ‘Power-Up! Super White Bear! Akan melawan mereka! <– tiba-tiba Jessica berubah jadi Power Ranger wkwkwk 😀

    Thank's for update Tarra-ssi 😉 *winkeu*

  4. hai apa kabar tara 🙂
    kasian si yuri di siksa ituh hahha
    itu pasti yuri ya yang ketemu sica waktu kecil
    weh jd penasaran klo ketemu lagi masih kenal gak ya
    secara yul nya jd pangeran sekarang kekeeke
    ah lanjut tara semangat 🙂

  5. Super black bear pasti itu Yuri??
    Power up….
    Hahhahahah
    Seruu…
    Yuri mah cewek “tampan”,Sica pasti gak bisa nolak pesona nya pangeran Yul abal-abal dh entar…
    Hohohohhoho

    Gak sabar nunggu lanjutannya…

  6. Super Black Bear apakh yuri? Tambah seru g sabar nunggu jessica ktmu dg yuri.. Pasti yuri oppa nya gnteeeng bngt bikin ice princess meleleh.. Ditunggu next chapter thor

  7. annyeong tarra..

    yuri pasti ganteng bgt dech setelah berubah jd prince yul..

    gadis kecil yg ketemu sama sica itu yuri ya..
    betarti mereka pernah bertemu..

    di lanjut tarra..heeeheee:-)

  8. sooyoung ketawa diatas penderitaan yul…
    klau udh ada black2 ny pasti yuribirg pertama yg terlintas…
    itu permen dr super black bear gk abis2 y dr kecil…

  9. Akhirny apdet jg thor udah 1 taun gw nungguin ny……
    Soo suka bngt liat yul menderita….yuri pst gk kalah ganteng dr yul……
    Msa sica bakal nolak klo udah liat yul….
    Itu yg flashback msa kecil ny sica pst yuri dech ada bau2 black ny….wkwkwkkkkk…..
    Kelamaan x thor klo next week….
    Lanjut dech thor….semangat…..

  10. author yang baik itu ice boy kapan di alnjud?? hehehehe
    hohohoho sumpah pas baca scane yuri yg dipaksa bergaya ala cowok ngakak abis,, haahha enak bangt jd soo yg kerjaannya cuma nemenin yuri kemanapun yuri pergi dan bisa istirahat dan tertawa kapan saja hahahh…
    setelah overdosisi pil tidur sekarang overdosis cafein hahahah
    aigo… itu pasti sica ama yuri waktu kecil,, tercium dari sifat yuri yang hyperaktif hahahah…………
    super power black bear” dan ” super power white bear” hahahah lucu juga kata sandinya … jd penasaran bagaimana hari hari mereka hahahah

  11. trnyta yulsic udah prnah ketemu wktu kecil
    udahlah sica gk usah khawatir,, pangeran yul palsu psti bikin kmu bahagia
    soo bukanny bantuin malah ngetawain yuri

  12. Annyeong…

    Si Super Black Bear itu Yuri ya.
    Yuri udh dri sno nya ‘tampan’, mau pke apa aja psti te2p ‘tampan’. Bhkan gak pke apa2 aja udh ‘tampan’ #yahyadong*plaaak.

    Oke smpe jmpa minggu dpan,,semangat buat ujian nya.

  13. Waahhh… Yuri pasti tampan deh. Jd mereka tmn kecil yah , tar ??? Guw tau sih masih panjang, tapi gue jg pngn cepet2 mrk pada ‘ngeh’ satu sama lain kalo mereka udah prnh ketemu.
    Lnjut yaaa tara….

  14. duuhhh sii yul jdi pangerann…
    hemmm not bad lah yul emg pantes jdi seorang prince apalagi untuk seorang ice princess…hehe

  15. Aaaaahhhhhhhhhh TBC penggangu -_-”
    Lu juga thor thor kemana aja ……..
    Penasaran chap berikutnya 🙂 🙂

    Semangat thor

  16. klo si super black bear nya si yuri,,brarti yulsic udh pernah ktemu wktu kecil,,
    ksian yuri,,stlh overdosis pil tidur eh malah overdosis kafein,,

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  17. kasian yuri, gara2 kakaknya kabur, stelah overdosis obat tidur sekarang overdosis kafein. tp klo ga gitu dia ga bakal ketemu sama sica baby hehehe….
    super black bear itu pasti yuri, ternyata sica udah ketemu yuri dari kecil dong klo kaya gitu

  18. keren ..
    yul oppa pasti ganteng banget itu mah ..
    aduh sica onnie jangan nangis dong, dijamin keluarga kerajaan gak bakalan nyiksa onnie kok ..
    Super Black Bear itu siapa ??
    yul onnie (yul oppa ) kah ??
    makin penasaran…
    welcome to korea onnie .. 🙂
    lanjut chingu…
    selalu ditunggu ceritanya…

  19. power up. super white bear akan bertemu calon tunangan nya. hahaha…..
    yuri kah itu, gadis kecil yg jadi super power black bear?.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s