You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 6]

Hi…..gue update….gak telat dong 😛

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Title1dChapter 6: Three Bears

 

Di luar, di sebuah lingkungan hijau di musim panas, burung-burung pagi berkicau dengan bahagia saat matahari mulai terbit. Hari yang sangat cerah, hari yang cocok untuk tidur atau begitulah menurutnya hingga…sebuah tarikan.

Ia merasakan sebuah tarikan. Sesuatu menarik-narik pinggangnya, menariknya lebih dekat. Ia menepisnya, mengira itu hanyalah selimut yang semakin kusut di sekeliling tubuhnya. Untuk meringankan ketidaknyamanan, ia menyingkirkan belitan itu dengan mata terpejam.

Lalu ia mendengar erangan pelan, namun ia terlalu mengantuk untuk menghiraukannya.

Tak lama kemudian, ia merasakan tarikan yang sama dan berat tambahan di atas kakinya. Ia menggerutu frustrasi, cuaca hari itu sangat cocok untuk bangun siang dan ia tidak suka tidurnya terganggu

Ia meraba-raba sekitarnya dengan malas dan merasakan benda hangat, ia menelusuri garis luarnya mencoba untuk mengenali benda apa itu hanya berdasarkan sentuhan saja. Kemudian suara menggerutu pelan terdengar, kecuali kali ini suara itu sudah jelas bukan miliknya.

“Kaki? KAKI?!?!”

Matanya terbuka, ia mendapati dirinya bertatap muka dengan musuhnya. Ia langsung menutup mulutnya, menahan napas untuk mencegah dirinya agar tidak berteriak keras dan membangunkan gadis tidur itu.

Yuri menatap tubuhnya sendiri dan melihat lengan Jessica merangkul pinggangnya dengan satu kaki menutupi lebih dari setengah bokongnya. Lengan kanannya sendiri terjepit di bawah lekukan leher Jessica.

“ASTAGA…”

Yuri melihat sekeliling dengan panik, berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam. Kepalanya mulai sedikit sakit. Ia mengusap keningnya dengan tangannya yang bebas.

“Urgh…Hangover!”

Ia ingat ia terlalu banyak minum dengan Sooyoung dan hanya itu yang bisa diingatnya.

“Apa yang terjadi!?”

Yuri menarik tubuhnya perlahan, tidak ingin membangunkan ‘singa betina’ itu. Ia menarik lembut tangannya yang terjepit.

“Berhenti bergerak, Mister Bear…” gerutu Jessica pelan sambil mendekap Yuri lebih erat dalam pelukannya.

Yuri membeku. Ia tidak berani memindahkan satu otot pun.

“ASTAGA…”

Jantungnya berdebar kencang saat Jessica mendekatkan wajahnya ke depan.

“Dia memperlakukanku sebagai boneka!”

Di tengah debaran jantung dan rasa kekhawatiran, untuk pertama kalinya tanpa gangguan apapun, Yuri dapat melihat wajah tunangannya dari dekat.

“Wajahnya seperti bidadari… Apa… Apa yang kupikirkan!?”

Lalu Yuri melihat kantung mata yang bengkak dengan jejak samar air mata yang mengering di pipi Jessica.

“…Apa kemarin dia menangis?”

Ada perasaan yang tak bisa dijelaskan bangkit dari dalam dirinya. Hampir seolah-olah ia bisa merasakan rasa sakitnya, hanya dengan melihat tampilan sedih di wajahnya.

“Kenapa kau menangis?”

Tanpa sadar, Yuri mendekatkan jari telunjuknya yang ditekuk ke wajah Jessica, dalam upaya untuk menghapus air matanya yang kering.

Tiba-tiba, jam alarm di meja samping tempat tidur berbunyi keras, yang dengan cepat diikuti oleh sebuah lagu.

kom sema-ri-ga han chi-be-yi-so  (Ada 3 beruang di sebuah rumah)

Yuri kembali membeku, dengan tangan yang masih setengah di udara. Jantungnya hampir berhenti berdetak. Tapi untungnya, gadis itu tidak bergerak dalam tidurnya. Woah dia benar-benar tukang tidur!

Appa gom, Omma gom, ae-gi gom (Ayah beruang, Ibu beruang, Bayi Beruang)

Jam alarm itu masih terus bernyanyi. Yuri menarik tangannya dan mencoba memutar tubuhnya untuk mematikan alarm tersebut, tapi ia menyadari itu hampir tidak mungkin dilakukan dalam kondisinya yang tak bisa bergerak saat ini. Sebaliknya, ia memutar lengannya yang bebas ke belakang, meraba-raba secara membabi buta di meja samping tempat tidur untuk mematikan alarm yang menjengkelkan itu.

Appa gommun tung-tung-hae (Ayah beruang itu gemuk)

Jessica merasakan tarikan di lehernya yang sensitif. Ia bergidik karenanya dan membuka matanya perlahan.

Omma gommun nal-shin-hae (Ibu beruang itu langsing)

Matanya perlahan melebar ngeri ketika ia melihat Yul di tempat tidurnya. Seketika, ia melompat dan menjerit dengan suara lumba-lumba bernada tinggi.

ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo (Bayi beruang itu sangat lucu)

Yuri langsung menangkup telinganya dengan tangannya yang bebas, gendang telinganya berdenging.

“B######K!”

Jessica mengangkat tangannya dan dalam gerakan cepat, ia mendaratkan tamparan keras di pipi Yul sekali lagi. Seketika Yuri merasakan sakit yang menyengat dan dalam sekejap, ia mendarat di lantai dengan bunyi gedebuk keras, menarik lampu meja bersamanya, yang jatuh tepat di kepalanya.

hishuk hishuk cha-rhan-da (hishuk hishuk! Kau melakukannya dengan baik)

“Yah! Kenapa kau menendangku dari tempat tidurku! Dan tamparan itu! Owww…” Yuri mengusap kepalanya yang berdenyut.

“Dasar b******k! Kenapa kau datang ke kamarku dan tidur di tempat tidurku!” Jessica menjerit, menggenggam seperai tempat tidur lebih dekat ke tubuhnya. Ia setengah lega ketika dia menyadari dirinya masih berpakaian lengkap. Tak berapa lama, ia merasa seolah-olah seseorang telah memukul kepalanya. Itu adalah efek mabuk setelah meminum setengah botol anggur yang dikiranya minuman manis.

kom sema-ri-ga han chi-be-yi-so (Ada 3 beruang di sebuah rumah)

Yuri kemudian menyadari bahwa ia hanya mengenakan kaus hitam longgar dan celana olahraga. Ia tidak mengikat dadanya setelah mandi karena tidak ada kebutuhan apapun. Beruntungnya Yuri, Jessica lebih terfokus pada menutupi dirinya meskipun dia memakai hoodie dan Yuri tidak melihat perbedaan fisik yang kentara.

Yuri bergegas mencari perlindungan. Ia melihat gantungan baju yang hanya beberapa meter jauhnya dan ia berlari untuk mengambil jaket bulu milik kakaknya, mengabaikan rasa sakit di pinggulnya di mana Jessica telah mendaratkan tendangan yang kuat.

Appa gom, Omma gom, ae-gi gom (Ayah beruang, Ibu beruang, Bayi Beruang)

Jessica menangkap pandangan Yul yang bergegas pergi. Mengira dia mencoba melarikan diri setelah perbuatan mengerikan itu, Jessica meraih benda di sekitarnya secara membabi buta dan melemparkannya ke arah Yul.

Appa gommun tung-tung-hae (Ayah beruang gemuk)

Jam alarm itu memukul tepat di punggung Yuri saat ia sudah hampir mencapai jaket kakaknya, dan itu berhasil membungkam alarm tersebut, ketika alarm itu mendarat rusak di lantai berkarpet. Yuri terjungkal ke depan, menarik jaket bersamaan dengan gantungan baju kayu jatuh, menimpa kepalanya untuk kedua kalinya.

Merasa kesal atas bencana pagi yang dialaminya, ia mengenakan jaket dalam gerakan cepat dan tepat lalu berbalik menghadap Jessica.

“Apa yang kau bicarakan!” sahutnya, mencengkeram belakang kepalanya. Pertama karena mabuk dan sekarang, setiap bagian dari tubuhnya merasa kesakitan.

“Mesum! Kau menyelinap masuk ke kamarku di tengah malam dan tidur dengan-” Jessica menghentikan ucapannya, wajahnya memerah. Ia merasa malu begitu teringat kalau mereka telah tidur di ranjang yang sama.

“YAH! Ini adalah kamarKU! Tempat tidurKU! Kamarmu ada di seberang halaman!” Yuri menunjuk ke arah pintu utama.

“BUKAN! Ini kamarku dan-” Jessica berhenti saat ia mengamati sekelilingnya. Dindingnya bercat merah gelap dan penataan furniturnya sedikit berbeda. Ia menatap Yul yang pipi kanannya mulai memerah dengan bentuk telapak tangan yang terlihat jelas.

“Yang Mulia, apa terjadi sesuatu? Kami mendengar teriakan dari dalam.” Suara seseorang terdengar dari luar. Itu adalah pelayan istana.

“Tidak ada, tidak ada apa-apa…aku sedang menonton film horor! Ahahahaha,” Yuri tertawa palsu, “Erm…kalian semua bisa pergi… ya…”

“Ya, Yang Mulia. Sarapan akan siap dalam dua puluh menit. Apa Anda membutuhkan kami untuk menyiapkan mandi air hangat?”

“Eh… tidak apa-apa… erm aku masih menonton film… Jangan ganggu aku lagi!” Pinta Yuri dengan nada memerintah.

“Maaf, Yang Mulia, permisi,” pelayan itu meminta maaf, bingung dengan tindakan sang pangeran. Dia selalu ingin mandi air hangat di pagi hari.

Jessica menatapnya tercengang.

“Apa? Maksudku… bagaimana kalau orang lain tahu kau ada di sini, di tempat tidurku… apa yang akan mereka pikirkan!?”

“Aku…aku… er tentu saja! Ini tidak-” Lidah Jessica kelu. Merasa malu, ia segera melompat dari tempat tidur, menundukkan kepala dan berlari cepat menuju pintu.

“Tidak… tunggu!” Yuri segera mengejarnya. Untungnya, ia yang lebih atletis di antara mereka, berhasil mencapai pintu sebelum Jessica dan langsung memblokir pintu keluar.

“Ap-”

Yuri segera menutup mulut Jessica dengan satu tangan dan mengangkat tangannya yang lain di belakang kepala Jessica untuk mencegah dia berteriak atau menjerit lagi. Satu dosis jeritan bernada tinggi sudah cukup untuk satu hari. Satu kali jeritan lagi, ia harus membuat janji dengan dokter THT.

“Shhhhh! OW!” Yuri melolong kesakitan.

Jessica telah merespon secara agresif dengan menginjak kaki Yuri. Yuri menahan teriakannya seketika, khawatir menarik perhatian yang tidak diinginkan.

Yuri mengintip keluar jendela samping bertirai transparan. Seperti yang diperkirakan, ada pelayan muda di halaman, tampaknya sedang mengatur pot tanaman dan menyapu dedaunan yang jatuh. Jika Jessica telah menerobos keluar, dia akan terlihat oleh si pelayan, yang diartikan sebagai potensi bencana. Bukan hanya akan sulit mempertahankan ketidakbersalahan mereka, para tetua pasti tidak akan setuju dengan pembatalan pertunangan mereka, terutama karena putri mahkota telah menghabiskan malam di kamar ‘sang pangeran’.

Jessica berjuang keras melepaskan diri dari kekangan Yul.

“Aish! Ada seseorang di luar! Diam dulu di sini, jangan keluar sampai aku memberitahumu,” perintah Yuri. Jessica menyadari keadaan mereka dan mengangguk pada instruksinya.

Yuri melepaskan tangannya dari Jessica dan keluar pintu, ia terlihat tenang. Jessica memperhatikannya, matanya mengikuti sang pangeran yang sedang berjalan menuju gadis itu. Ia tidak bisa mendengar satu hal pun yang dikatakan Yul tapi yang membuatnya kecewa, pelayan muda itu pergi ke arah berlawanan dengan kedua tangan menutupi wajahnya.

“Si b******k itu pasti membuatnya menangis!” gumam Jessica marah.

Yuri tertawa melihat reaksi gadis itu.

“Ah, lucunya…”

Yuri mengamati sekitar dan puas ketika tidak ada seorang pun dalam pandangan, ia memberikan acungan jempol pada Jessica.

Jessica bergegas keluar dengan marah. Yuri sedikit terkejut dengan wajah marah Jessica.

“Kenapa kau begitu mar-”

“Dasar b******k busuk!” Jessica memberinya tamparan lain sebelum pergi ke kamarnya dengan marah. Untuk ketiga kalinya, dalam kurun waktu tidak kurang dari 24 jam, Kwon Yuri telah menerima 3 tamparan dari gadis yang sama – Jessica Jung, musuh terbesarnya.

*****

“Yah! kenapa pipimu merah?” Tanya Sooyoung penasaran. Yuri menggaruk pipinya tanpa sadar, memikirkan tamparan yang ia terima dari gadis yang duduk tepat di seberang meja makan.

“Jangan bilang kau masih merasakan efek anggur Choi yang terkenal?”

Tidak ada tanggapan dari sang pangeran dan ia merasakan keheningan yang tidak nyaman. Sooyoung menoleh ke kiri lalu ke kanan lagi, mengamati Jessica dan Yuri. Jessica berkonsentrasi pada koran berbahasa Inggris yang sedang dibacanya. Terdapat udara permusuhan menakutkan di antara keduanya.

“Apakah ada sesuatu yang aku lewatkan?” Bisiknya pada Yuri.

“Kenapa kau tidak mengunci pintu ketika kau pergi semalam?” Bisik Yuri kembali.

Sementara orang lain bisa mengalami kesulitan mencoba untuk mengetahui kalimat tersebut, Sooyoung dan Yuri, yang telah menghabiskan waktu yang lama bersama-sama, mereka mampu memahami kata-kata masing-masing secara jelas dan tepat.

“Hah? Kurasa aku menguncinya?” Sooyoung memberikan ekspresi bingung, merasa cukup yakin ia mengunci pintunya sebelum pergi.

“Intinya, gadis kasar itu memasuki kamarku dan tidur di sampingku!”

“AS-TA-GA! Apakah kalian berdua…” Sooyoung mulai membiarkan imajinasinya yang liar mengambil alih.

Seorang Yuri yang mabuk dan…

“TIDAK! Idiot!”  Yuri segera menebak apa yang dipikirkan Sooyoung. Wajahnya menunjukkan segalanya.

“Kami tidak melakukan apa-apa!”

“Ya benar. Kau selalu sensitif ketika kau mabuk. Kau menyambarku dan menciumku tadi malam, ingat?”

“AKU-TIDAK-MELAKUKANNYA!” Bisik Yuri tegas, menekankan ia tidak pernah melakukan hal seperti itu.

“Ya… kau tidak ingat apa-apa! Kau bahkan menyambar ponselku dan mengambil fotomu sendiri!” Sooyoung mengeluarkan ponsel dan dengan cepat menemukan foto yang diambil Yuri tadi malam dan menunjukkannya di hadapan Yuri.

Yuri terperangah. Foto  itu jelas menunjukkan dirinya yang berwajah merah tengah mendaratkan ciuman di pipi Sooyoung.

“Kau tidak bisa bilang apa-apa lagi sekarang?”

Yuri menggeram.

“Sooyoung-ah!” Suara nyaring dari dapur menggelegar di ruang makan.

Semua orang mengalihkan perhatian ke kiri, ke dapur. Seorang pelayan wanita tua yang telah dijuluki ‘nanny’ oleh Sooyoung dan Yuri sejak kecil, berjalan ke meja makan. Wanita tua itu mengalami sedikit masalah pendengaran dan sebagai hasilnya, dia berbicara dengan suara nyaring.

“Nanny! Rasa panekuk buatanmu fantastis! Sudah lama aku tidak memakannya! Aku sangat merindukannya!” Yuri memuji keahlian memasak wanita tua itu dengan nada genit yang lucu.

“Yang Mulia, saya rasa saya baru membuatkan panekuk itu beberapa hari yang lalu untuk Anda? Dan Omo, Anda terdengar persis seperti adik Anda! Lucunya!”

“Astaga… aku lupa… aku harus menjadi kakakku…”

Sooyoung, setelah melihat situasi yang canggung itu, segera mengubah topik.

“Nanny! Kau mencariku?”

“Oh ya! Haha Aku hampir lupa! Sooyoung-ah… kau meninggalkan botol kosong di meja lagi!”

“Eh? Botol apa?”

Wanita tua itu mengangkat sebuah botol kosong tinggi-tinggi untuk dilihat semua orang, “Ini!”

Jessica langsung mengenali botol itu.

“Ahhhhh! Anggurku! Sudah habis!?!”

“Yang Mulia!” Suara kedua menggelegar di seluruh ruangan. Semua orang mengalihkan perhatian ke kanan.

Kali ini, pelayan muda datang melalui pintu. Jessica langsung mengenalinya. Dia adalah orang yang lari menangis setelah Yul membuatnya menangis di taman tadi.

“Terima kasih banyak!”

“Huh?” Jessica sedikit bingung. Mengapa ia berterima kasih pada si b******k itu? Dia membuatnya menangis beberapa saat yang lalu.

“Ahhh… tidak apa-apa… Aku menemukannya tadi malam ketika aku sedang berjalan-jalan. Aku menyimpannya di bawah perawatan kepala pelayan. Yah, aku senang kalung itu sudah kembali ke pemiliknya sekali lagi!”

“Yang Mulia, saya tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Anda! Kalung ini sangat berarti bagi saya,” si pelayan muda itu mengangkat perhiasan perak dan meletakkannya di dada, “Kalung ini milik almarhum ibu saya. Saya kira saya tidak akan pernah melihatnya lagi!”

Jadi ini adalah kesalahan besar. Gadis itu lari, menangis dengan air mata sukacita ketika dia mendengar dari Yul bahwa kalung yang dia cari di taman itu ada di tangan kepala pelayan.

Dan Jessica, dirinya sendiri, yang mengira anggur itu sebagai minuman biasa dan masuk ke kamar yang salah.

“Ahhhh… betapa memalukannya aku!”

Jessica tiba-tiba berdiri. Kursinya terdorong mundur dalam derit. Semua orang memalingkan perhatian padanya.

“T-Terima kasih untuk s-sarapannya… a-aku… harus p-pergi.” Ia tergagap, seketika wajahnya berubah merah. Ia melirik Yul dan dalam sekejap ia bergegas pergi, meninggalkan Yuri yang kebingungan.

“Kali ini apa yang yang sudah kuperbuat?”

*****

Jessica berjalan perlahan melintasi istana menuju kediaman Ibu Suri. Ia telah memutuskan untuk tinggal di kediaman Ibu Suri, khawatir dirinya akan tidak sengaja menabrak Yul lagi, setelah merasa sangat malu karena tindakan sebelumnya.

Ini adalah pertama kalinya ia berjalan melintasi istana besar sendirian tanpa ada pelayan yang mengikuti karena dirinya menolak tawaran mereka dengan sopan, memberikan alasan bahwa dirinya ingin menjelajahi istana sendirian.

Ia melirik jam tangan kecilnya. Masih ada satu jam lagi sebelum pertemuan dengan Yang Mulia Ratu. Setelah lelah berjalan-jalan santai, ia duduk di bangku di sebuah paviliun kecil di samping kolam. Ia memejamkan mata, menikmati embusan angin hangat yang lembut. Ia mulai tertidur dalam ketenangan hingga ia merasakan tepukan lembut di bahunya.

Matanya terbuka perlahan dan melihat pria tua berpakaian rapi berdiri di hadapannya.

“Kau pasti tunangan Yul, benar?” Pria itu mengulurkan tangannya dengan hangat. Terdapat raut hangat dan ramah di wajahnya.

“Aku paman Yul.”

 ~~~;~~~;~~~

TBC

segitu dulu ya guys….comment please ^^

credit : choki @SSF

boiboi~

Advertisements

51 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 6]

  1. oh my god!! mbak jejes mengerikan, benar kata yuri, ” singa betina” hahahah
    tapi poot to yuri, hahah dia habis pagi ini,, hahahah
    nah kan mbak kau salah menilai yuri hahhahh
    itu ngapain paman yul datang??
    OMO,,, jangan bilang itu paman yg diusir dulu?
    jangan sampai dia meracuni pikiran mbak jejes

  2. annyeong…

    ah Gue rada curiga sama si Paman Yul ini -_-.
    Jessica udah nabok orang,marah-marah gaje sekarang dia malah menanggung malu gara” dia yg salah masuk kamar #lol

  3. wow…3x d tampar sica…gr2 slh paham….tu sica ga mnyesal n cb mnta maaf k yul…tu sp lgi yg jd pamanx yul?lnjut y….

  4. Uiikkk…Yul dpt 3x tamparan gk kurang dr waktu 24jam???wooww…smoga pipi Yul gk memiliki cedera permanen…
    Hahahahah

    Tadinya gw pnya fantasi liar krn Yulsic sekamar dan dlm keadaan mabuk lagi…ternyata yg terjadi hnya KDRT di pagi hari…
    Hehehehhee

    Yul uda mulai deg-deg’an ya di deket Sica,itu artinya…dia mulai…eheeemm…eheeemmm…
    Smoga mereka cepet akur lahh..
    Hahahaha

    Di tunggu dh lanjutannya…

  5. Hahahahahaha…..duh kasian yul d gaplok mulu m sica…..
    Sica sadis bngt maen KDRT gk ada habisnya….
    Yul udh deg2an deket2 m sica….
    Ngapain tuch paman nya yul ketemu m sica….
    Ice boy nya kapan thor d lanjutin lg….
    Semangat…..

  6. Waah sica nampar yul smp 3x “̮ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ “̮ , gmn mukanya yul ya..
    (y)[̣̇o̲̲̲̅]̣̇[̣̇κ̲̲̲̅]̣̇[̣̇e̲̲̲̅]̣̇(y) deh thor lanjut

  7. kasian bgt nasib yuri pagi2 udah dpt 3gamparan dr sii sica…kekekee…
    dtnggu klnjutannya thor,,,YulSic Jjaaangg

  8. annyeong…

    kasian bgt yul dpt tmparan 3x
    sm orng yg sm lagi…heehe

    sicca klo marah nyeremin
    sm galak suka mukul lagi

    jangan sampe kedatangan paman yul
    ada maksud tertentu…

  9. hahahh sica main marah aja sebelum liat”sekeliling
    aku ngakak denger alarm nya hahah seakan nyambung sama pertengkaran yulsic…
    sangat menantikan pertengkaran selanjutnya #eh hahhaha
    lanjut tara semangaaaaat :3

  10. hahaha..kasian yul,dalam kurung waktu 24jam udah dapat tamparan 3 kali dari orang yang sama.JESSICA JUNG!

    Jadi pengen senyum” sendiri,bayangin muka ice princess yang malu gara” dah nuduh yul yang enggak”.wakakakaka

  11. 3x tamparan diterima yul kurang dr 24 jam,,wow..!sica daebak,,
    paman yul??kok rada mencurigakn yah,,

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  12. Ini ntar spa ya yg bkal tersepona dlu. Jesica kah,, kan dy tau nya Yuri itu namja.

    Ih gue criga ma paman nya Yul,,wlau d stu di ktain “hangat dan ramah wajah nya”, tpi kita gak bleh liat luar nya aja kan.
    Tpi kita jga g’ bleh su uzon ya. Nahlo trz gmna tuh,,sbgai jwban ny silahkan next part nya #modusloh.

  13. kasian bnget si yul, pipinya jd tempat tamparan sica
    duh sica hobby kok nampar:-):-)
    tuh pamannya yul sp ya
    lnjut next chap

  14. Seorang Kwon Yuri 3 kali ditampar seorang Jessica Jung? XD
    kau akan menyesalinya nona Jung.. XD
    Eh, pamannya Yul? Dia punya rencana jahat?

  15. Tuhkaaaannn sicca main tampar ajja siiiii,,,, hahahaaaa kkesian yul,,,
    Paman yul yang mana yahhhhh????
    Thoorr ko yg part 7gbsa kbuka

  16. oh my..
    sica onnie hoby nya nampar orang ya..
    buktinya yul oppa uda tiga kali kenapa tamparan mautnya sica onnie..
    yang sabar ya yul oppa (yuri onnie)..
    sica onnie jangan selalh berfikir negatif sama yul oppa, kan jadinya malu sendiri…
    aduh itu paman nya siapa ya ??
    lanjut chingu..
    selalu ditunggu semua cerita nya..
    see you.. 🙂

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s