You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 7]

Hiiiii. Udah lama ternyata 😛

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Title1d

Chapter 7: Confession to a Bear

 

“Ahhhh… Yul pasti sangat beruntung sudah bertemu denganmu…”

“T-Tidak … Aku tidak sebaik itu…” kata Jessica merendah ketika Pangeran Jin kembali memuji untuk yang kesekian kalinya. Mereka sudah duduk di bawah naungan paviliun sejuk itu selama hampir satu jam, sebagian besar mengobrolkan tentang kehidupan baru Jessica di istana dan pengalaman pribadi Pangeran Jin yang tumbuh dewasa sebagai anggota kerjaan – sesuatu yang akan Jessica pelajari setelah ia resmi menjadi bagian dari keluarga kerajaan. Dan sama seperti Ibu Suri, Pangeran Jin meminta Jessica untuk berhenti menggunakan gelar kehormatan, dan hanya menganggap dia sebagai pamannya.

“Kau masih mengkhawatirkan pertunangan itu?”

Jessica tidak berani mengutarakan pikirannya. Bagaimana mungkin dia memberitahu Pangeran Jin bahwa dirinya tidak benar-benar ‘jatuh cinta’ pada keponakan kesayangannya? Jika ia tidak tahu sebelumnya kalau mereka adalah paman dan keponakan, Jessica mungkin mengira dia sebagai ayah Yul karena dia terus memuji sang pangeran muda.

“Yul tidak seburuk itu. Aku mengatakan ini bukan karena karena dia kebetulan keponakanku!”

“Tentu saja… H-hanya saja…” Jessica menarik napas pendek, “Aku belum mengenalnya dengan baik…”

“Mungkin hanya waktu yang akan menjawabmu…”

Waktu. Ia mungkin membutuhkan banyak waktu. Pertunangan itu akan digelar dalam 4 hari dan jika ada kata yang menggambarkan hubungan mereka saat ini, kata itu adalah ‘canggung’. Tapi bagaiamana mungkin ia berteman dengan Yul ketika yang mereka lakukan hanyalah ‘bertengkar’?

“Kenapa kalian berdua tidak menghabiskan waktu luang bersama-sama? Mungkin kau akan menemukan sesuatu yang tak terduga?”

“Tak terduga?”

“Di mana hatimu berada, sayang…”

*****

“Itu saja yang akan Anda lakukan untuk beberapa hari ke depan sebelum pertunangan…”

“Kau menyebutnya…itu saja?” Yuri melongo melihat jadwal padat yang telah disiapkan Kepala Pelayan Yoon untuknya.

“Makan siang dengan Perdana Menteri, Pertemuan dengan Putra Mahkota Jepang Naruhito, konferensi pers dan pertemuan sosial dan bukan hanya itu!” Gerutu Yuri ketika jadwalnya dibacakan tanpa henti. Rasanya ia bisa mati begitu kakak tersayangnya kembali.

“Yang Mulia, saya sudah menunda beberapa acara yang bisa ditunda. Mohon bersabarlah sampai Yang Mulia Pangeran kembali.” Jawab Sir Yoon sopan.

“Ada berita tentang keberadaan kakakku?”

“Kami masih mencoba mencari Yang Mulia Pangeran.”

“Kalau dia tidak kembali tepat waktu untuk pertunangan itu, apa yang harus kulakukan? Mengambil alih tempatnya dan mengumumkan kalau aku akan menikahi seorang perempuan?”

Sir Yoon tidak mengatakan apa-apa tetapi sebaliknya, hanya mengangguk.

“Sungguh Sempurna...”

*****

“Maaf aku terlambat!” Jessica meminta maaf dengan panik, napasnya terengah-engah. Ia berlari di sepanjang jalan menuju kediaman Ibu Suri setelah menyadari dirinya terlambat karena mengobrol panjang lebar dengan Pangeran Jin. Sudah lima belas menit berlalu sejak pertemuan yang dimaksud  berlangsung, dan pelajaran merangkai bunga dijadwalkan untuk dimulai dalam tiga puluh menit, di luar istana.

“Yang Mulia! Anda tidak apa-apa?” Tanya para pelayan perempuan yang melihat Jessica terengah-engah.

“Aku… baik-baik saja… apakah Yang Mulia Ratu sudah pergi?”

“Belum, Yang Mulia Ratu masih menunggu Anda. Silakan masuk.”

Jessica segera mengikuti pelayan itu. Tak berapa lama, mereka sampai di mana Ibu Suri menunggu. Ruangan itu diselimuti keheningan yang mencekam. Raut wajah para pelayan di ruangan itu pun terlihat serius.

Jessica menundukkan kepalanya, ia sudah bersiap-siap untuk menerima omelan dari Ibu Suri.

“Maafkan aku, Yang Mulia.” Jessica meminta maaf dengan tulus. Namun diluar dugaannya, ia malah menerima ketukan lembut di kepalanya.

“Apa yang nenek bilang sebelumnya… panggil aku nenek… tidak sulit, kan?”

Jessica mengangkat kepalanya hanya untuk melihat raut wajah tersenyum dan tidak lebih. Bukan raut wajah marah, bukan raut wajah tegas, namun hanya terlihat raut wajah ramah. Setiap orang yang telah ia temui sejauh ini baik kepadanya – Ibu Suri, Pangeran Jin, Sir Yoon, Sooyoung, dan bahkan, pada tingkat lebih rendah karena insiden mereka sebelumnya, Yul. Dengan pemikiran itu, matanya mulai berkaca-kaca lagi.

“Aigoo… kenapa kau menangis, anakku? Apa Yul mengganggumu?” Ibu Suri menangkup wajah Jessica dengan lembut sambil menariknya lebih dekat untuk memeluknya. Jessica menggelengkan kepalanya. Mengapa semua orang begitu baik padanya?

“Nenek…” Jessica memeluk wanita tua yang mengingatkannya pada kehangatan sebuah keluarga. Sekarang dirinya tidak benar-benar sendirian di Korea.

*****

Beruntungnya Yuri, pertemuan makan siang dengan Perdana Menteri itu berjalan dengan cepat. Diskusi itu membicarakan mengenai bantuan bagi para petani yang baru-baru ini dilanda kekeringan. Masalah itu kurang lebih sudah disepakati oleh ayahnya untuk menarik sumber daya dari perbendaharaan kerajaan.

“Jadi tidak ada lagi jadwal selama sisa hari ini, benar?” Tanya Yuri saat mereka berjalan keluar dari restoran.

“Ya, Yang Mulia. Saya sudah membatalkan rencana makan malam Anda dengan Menteri Perhubungan. Ternyata dia juga sedang terserang flu.” Jawab Kepala Pelayan Yoon.

“Kurasa sekarang sedang musim flu…”

“Memang, jaga diri Anda baik-baik, Yang Mulia. Anda tidak boleh sakit sebagai wali kerajaan dalam ketiadaan Yang Mulia Raja.”

Yuri mengangguk patuh.

“Hei, karena nanti tidak ada jadwal …Aku ingin pergi belanja!”

“Yang Mulia? Saya mohon maaf?”

“Belanja! Hanya aku dan Sooyoung! Kalian,” Yuri menunjuk pengawal lainnya, “bisa meninggalkan kita berdua!”

“Tapi-”

Yuri segera berbisik ke telinga Kepala Pelayan, “Apa kau lupa dengan perjanjiannya?”

“Tidak… tapi-”

“Sooyoung sudah lebih dari cukup!”

“Yang Mu-”

“Kami sudah menyiapkan penyamaran kami! Kami hanya akan berjalan-jalan, berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Tidak ada yang akan mengenali siapa aku!”

“Ya! Benar, Sir Yoon! Jangan khawatir aku akan melindungi Yang Mulia!”

“Pleaseeeeee!”

“Baiklah kalau begitu-”

Yuri dan Sooyoung saling memberikan hi-five.

“Anda mau memakai mobil yang mana? Tapi mobil-mobil ini… agak-”

Mudah dikenali, itu adalah kata yang akan dikatakan kepala pelayan jika mereka berdua memutuskan untuk memakai mobil Audi Hitam yang membawa lambang kerajaan.

“Saya lihat Anda sudah menyiapkannya!” Sir Yoon tertawa begitu melihat keduanya naik ke mobil Mini Cooper pink yang diparkir di dekatnya. Namun plat nomor mobil itu merupakan nomor yang sangat familiar.

“Bukankah itu mobil Yang Mulia Pangeran? Kurasa seharusnya mobil itu biru tua.”

*****

“Berjalanlah secara alami!” Bisik Yuri pada gadis di sampingnya, dengan hati-hati menyesuaikan kacamata sporty Oakley yang dikenakannya. Keduanya berjalan menyusuri kawasan perbelanjaan yang sibuk, menyamar sebagai warga biasa dengan pakaian kasual mereka.

“Rasanya aneh…”

“Kita harus bertingkah seperti sepasang kekasih!”

“Ya, tapi rasanya aneh… dan orang-orang melihat kita!”

“Itu karena kau terus bergerak. Berhentilah menggeliat!”

“Ahh… aku lebih tinggi dan aku menggandeng lenganmu dengan posisi canggung!”

“Hanya beda 3 cm! Duh! Aku ‘laki-laki’… kau adalah ‘perempuan’… apa yang kau harapkan!”

Sooyoung tiba-tiba berhenti. Bukannya menggandeng lengan Yuri seperti apa yang seorang gadis biasanya lakukan pada kekasihnya, ia meletakkan lengannya di bahu Yuri.

“Nah, itu lebih baik…”

“Apa yang harus kulakukan?”

Sooyoung meraih lengan Yuri dan melingkarkannya di pinggang dari belakang. Peran mereka sepertinya beralih.

“Sekarang kau membuatku terlihat seperti seorang perempuan…”

“Kau memang seorang perempuan!”

“Terkadang aku bersumpah aku bisa membunuhmu…”

Terlupa akan sekitar mereka, terdapat kamera yang mengikuti di belakang mereka secara diam-diam.

“Aku mengintai sesuatu yang besar di sini!” Seorang perempuan muda berbicara di ponselnya, “Putra mahkota berkencan dengan wanita lain!”

*****

“Kau sedang mencari apa? Kupikir seharusnya kita belanja…”

“Belanja pakaian laki-laki? Duh, apa yang bisa kubeli ketika aku terlihat seperti seorang pria…”

“Atau kau bisa membelikan gaun untukku seperti apa yang dilakukan pacar sungguhan…”

Sebelum Yuri bisa mengetuk kepalanya, ia diseret tiba-tiba.

“MAKANAN!”

Shikshin itu melihat deretan warung pinggir jalan yang menjual makanan lezat khas jalanan Korea, menyeret Yuri yang malang bersama.

“Dokbokki! Sudah lama aku tidak mencicipinya!”

Ia mengangkat telapak tangan terbuka di depan Yuri dan menunggu dengan penuh semangat.

“Untuk apa itu?”

“Tentu saja uang! Kau pacarku!”

“Aku sungguh akan putus denganmu ketika hari ini berakhir,” gerutu Yuri sambil menyerahkan uang untuk camilan shikshin itu. Mempunyai pacar seorang shikshin bisa dengan mudah menguras kekayaan seseorang, bahkan untuk seorang ‘pangeran’ seperti dirinya.

“Jangan marah begitu sayang, katakan Ahhhhh~” Sooyoung menggoda Yuri dengan menyuapi dokbokki yang ia beli dengan uang Yuri, dan tentu saja, tingkah itu hanya berperan meningkatkan nilai uang untuk foto yang diambil dengan kamera mata-mata.

*****

“Toko permen?! Kau mau membelikan permen lolipop untukku?” Sooyoung terus menggodanya.

“Kau sudah cukup banyak makan hari ini! Sekarang giliranku!”

“Hahaha hanya bercanda. Hei aku ingat toko ini. Bukankah kita sering datang ke sini ketika kita masih kecil? Aku ingat saat itu kau membeli permen buatan tangan dengan jumlah banyak. Kau menyebut mereka-”

“Permen superpower…” Yuri menunjuk susunan permen warna-warni di rak best seller. Itu adalah permen kesukaannya.

*****

“Kau gila… kau hampir membeli seluruh isi toko! Dan kau menyuruh mereka untuk mengantar sebagian besar dari itu ke rumahku?!”

Sooyoung menegurnya saat mereka melangkah keluar dari toko.

“Yah, aku tidak bisa seenaknya memberikan alamat istana pada mereka, kan?”

“Apa yang kau pikirkan? Membuka toko permen?” Tanya Sooyoung.

“Kau akan tahu nanti.”

“Tunggu,” sesuatu menarik perhatian Yuri saat mereka berjalan melewati sebuah toko.

“Ada apa dengan tatapan nakal itu…”

Yuri mengisyaratkan ke toko bernama ‘Fred & George pranksters House’.

“Waktunya untuk tipuan!”

*****

“Kau sungguh-sungguh? Bagaimana kalau dia terkena serangan jantung!?”

“Tidak akan, kau terlalu khawatir…”

“Tapi itu rencanamu? Untuk menakut-nakutinya dengan kisah hantu yang ada di istana?”

Yuri mengangguk.

“Rencana itu seperti rencana yang paling DUH yang pernah kudengar…”

“Hei, kau akan memainkan peran paling penting dalam menceritakan kisah hantu tanpa kepala yang terus berkeliaran di sekitar istana mencari kepalanya.”

“Dan itu adalah alasanmu membeli kepala berdarah menjijikkan itu?”

Yuri mengangguk gembira.

“Ya ampun, kau gila…”

*****

Jessica merasa sangat lelah tapi pada saat yang sama senang. Ia tidak mengira pelajaran merangkai bunga itu akan terasa menyenangkan dan Ibu Suri sangat baik padanya.

Ia mengempaskan tubuhnya di tempat tidur, memeluk boneka beruang besar dengan erat.

“Mister Bear, banyak hal yang ingin kuceritakan padamu… tapi kita tunggu sampai malam tiba, oke?” Ia menepuk kepala lembut boneka beruang itu, dengan hati-hati menaruh boneka tersebut di tempat tidurnya. Ia menatap pot tanaman lavender kecil di meja, pot tanaman itu khusus dibuat di waktu luang selama pelajaran hari ini. Lavender selalu memiliki efek menenangkan pada dirinya.

“Semoga dia tidak akan keberatan dengan permintaan maaf kecil dariku…”

*****

“Di mana Yang Mulia?” Tanya Jessica gugup saat mereka tengah berada di meja makan. Hanya Sooyoung yang hadir.

“Ahhh, Yang Mulia merasa sedikit tidak enak badan. Dia sudah minum obat dan mungkin sedang tidur sekarang.”

Makan malam telah disajikan dan sudah siap, dengan sekejap Sooyoung telah menelan banyak makanan.

“Ah… astaga! Aku harus makan perlahan untuk memberi Yuri beberapa waktu…”

“Yang Mulia,” Sooyoung berbicara dengan gelisah.

“Panggil aku Jessica… Aku tidak begitu suka dipanggil ‘Yang Mulia’…”

“Oooh… oke kalau begitu Jessica…erm… apakah makanannya sesuai dengan seleramu?”

Sooyoung mulai terlibat dalam percakapan yang menarik tentang makanan dengan Jessica untuk menahannya sementara Yuri sedang sibuk menyiapkan perlengkapan tipuannya.

*****

“Kenapa aku harus menyelinap untuk masuk ke kamarku sendiri?” Yuri mengutuk dalam hati. Ia memegang tas besar yang dipenuhi barang-barang tipuan sambil dirinya bersembunyi di balik semak-semak tinggi, menunggu para pelayan lewat.

“Kenapa ada begitu banyak pelayan hari ini!”

Perlahan tapi pasti, ia berjalan melintasi halaman menuju kediaman putri.

“Yang Mulia, Anda membutuhkan sesuatu?” Yuri melompat kaget saat mendengar suara tiba-tiba dari belakang.

“Tidak… tidak… semuanya baik-baik saja,” Yuri tersenyum lemah, “Oh, mungkin kau bisa membuatkan roti bakar untukku? Ya, roti bakar! Astaga, aku benar-benar lapar…” Yuri mengeluarkan senyum mega watt-nya.

“Y-Ya, Yang Mulia.” Gadis pemalu itu tersipu. Apakah sang pangeran baru saja tersenyum padanya? Dia telah menunggu hari ini sejak dia dipindahkan ke kediaman pangeran beberapa hari yang lalu. Putri Mahkota adalah orang yang beruntung untuk menikah dengan pria dari mimpinya sendiri.

“Mm… k-kau boleh pergi?”

“Y-Ya! Maafkan aku!” Dengan itu, si pelayan muda berlari menuju arah lain.

“Fiuh…”

*****

“Aku tidak mau mengatakan ini, tapi apa kadang-kadang kau merasa dingin di sekitar sini?”

“Eh?”

“Maksudku bahkan jika itu malam musim panas, kadang-kadang kau masih merasakan embusan angin dingin, kan?”

“Ya…” Jessica teringat akan angin dingin tiba-tiba yang ia rasakan tadi malam saat ia pergi ke dapur.

“Istana ini berhantu!” Sooyoung berbicara dalam bisikan keras yang mencekam.

Sekarang Sooyoung telah menyatakannya dengan jelas, Jessica merasa sedikit takut. Tentu saja, dengan setiap bangunan kuno yang masih ada selama berabad-abad, cerita horor pasti ada bersamaan dengan itu.

“Tunggu!” Jessica menghentikan Sooyoung tepat sebelum dia akan melanjutkan ceritanya, “Apa perlu…m-menceritakan semua i-ini?” Suaranya mulai bergetar.

Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya secara lambat tapi tegas.

“Tentu saja, agar kau bersiap-siap…”

“D-Dari?”

Sooyoung memandang sekitarnya dengan hati-hati. Jessica mengikuti arah pandangannya. Dia bisa merasakan suasana dingin meningkat.

“Yang akan kuceritakan padamu adalah legenda hantu tanpa kepala Lady Gu…”

*****

“Misi berhasil!”

Yuri menutup lemari sambil tersenyum licik.

“Hahaha… ketika dia membuka lemari… hahahaha…”

Tawa jahat dalam pikirannya berlanjut saat ia berkeliaran di sekitar kamarnya sendiri. Ia pasti merasa senang berada kembali di kamarnya yang nyaman.

Dinding berwarna biru yang mengingatkannya pada langit cerah, partitur musik kecokelatan yang mengingatkannya pada semangatnya untuk bermain biola, tempat tidur lembut yang mengingatkannya-

“Tunggu sebentar…”

Yuri melihat sesuatu yang bukan miliknya. Sebuah boneka beruang hitam berukuran besar yang berada di tempat tidurnya.

“Beruang hitam? Dari semua warna yang ada?”

Sedikit tidak biasa boneka beruang berwarna hitam. Bukan berarti itu langka, hanya saja orang-orang jarang mencampurkan warna hitam dengan boneka. Putih dan coklat adalah warna yang biasa digunakan.

Yuri memegang benda itu dengan penuh rasa keingintahuan. Apakah ‘beruang’ ini yang dibicarakan Jessica, sambil dipeluknya erat-erat pagi ini? Semburat merah samar muncul di wajahnya begitu teringat momen ‘intim’ mereka.

Ia lalu melihat jahitan berbentuk sebuah hati kecil di bagian sisi beruang tersebut, dengan jahitan kata-kata samar.

“S-U-P-E-R…”

Klik! Klik!

Yuri membeku. Seseorang memutar gagang pintu.

Jangan bilang Sooyoung sudah selesai dengannya?

Yuri menaruh beruang itu dan mencari tempat untuk bersembunyi.

“Di bawah meja!”

Ia menukik di bawah meja dengan sekaligus, tidak sengaja membenturkan kepalanya ke meja kayu keras saat ia sedang mencoba untuk masuk ke bawah. Ia menahan napas saat ia mendengar percakapan yang terjadi di luar.

“Jessica! Tunggu! Aku belum menyelesaikan ceritanya! Aku hanya baru mencapai bagian tentang bagaimana kepala itu hilang setelah eksekusi!”

“Tidak, tidak… berhenti menceritkannya! Aku tidak mau mendengar semua itu!” Jessica segera menutup pintu dan menguncinya. Ia berbalik untuk mengamati sekelilingnya. Semuanya tampak baik-baik saja. Ia cepat-cepat menenangkan dirinya, dan mulai bersenandung lagu untuk meredam cerita horor yang diceritakan Sooyoung.

“Ah, Mister Bear!” Ia memegang beruang itu dengan erat. ”Kau akan melindungiku, kan?”

“Eh? Dia berbicara dengan beruang?”

“Kita pura-pura tidak mendengar cerita dari Sooyoung malam ini!” Kata Jessica teguh.

“Sejauh ini semua orang bersikap baik padaku… sangat baik… tapi aku merindukan rumah. Aku bertanya-tanya kapan aku akan kembali lagi?”

Yuri menyadari sedikit kesedihan di nada suaranya.

“Jadi itu alasan kenapa dia menangis kemarin?”

Jessica menatap pot tanaman di meja dan menarik napas.

“Mister Bear… apa yang harus kulakukan? Apa menurutmu dia akan menerima permintaan maafku?”

“Permintaan maaf?”

“Seharian ini aku merasa tidak enak. Ini semua salahku karena memasuki kamarnya tadi malam dan… Aku mengira dia sebagai orang mesum dan menamparnya…”

“Kau lupa menambahkan tendangan itu…”

“Aku sungguh bisa mengerti kalau dia marah padaku tapi… itu salahnya juga! Kalau saja dia tidak mempunyai ekspresi mesum di wajahnya setiap kali aku melihat dia…”

“APA!”

“Baiklah, Mister Bear… bisakah kau menjadi Yul sebentar?”

“Eh…?”

Pertama, saat mereka tidur bersama sebelumnya dia dikira sebagai Mister Bear dan sekarang, dia sedang diwakili oleh Mister Bear.

Hening sejenak, Jessica mengangkat beruang itu, ia merasa ragu. Meminta maaf kepada boneka beruang tentu terdengar bodoh. Tapi itu pasti suatu kehormatan besar bagi Yul untuk bisa digantikan oleh Mister Bear, beruang yang telah bersama Jessica selama 15 tahun.

“Yul… Aku sungguh menyesal atas insiden pagi ini. Ini semua… salahku… maukah kau menerima permintaan maafku?”

“Hmm … aku akan memikirkannya… Gah… permintaan maaf diterima!”

Yuri mendengar helaan napas lembut.

“Yah, sebenarnya kalau dipikir-pikir, Yul tidak terlihat seperti orang jahat… jika pamannya saja memujinya, seburuk apakah dia? Mister Bear… menurutmu akankah aku jatuh cinta pada Yul?”

“APA!” Yuri hampir berseru.

“Dia terlihat baik dan sopan kepada semua orang di sekitar. Dan sejujurnya, dia memberiku kesan pertama yang sangat baik sampai bagian ketika kami tersandung…”

Jessica berhenti ketika wajahnya memerah. Di bawah meja, wajah Yuri pun memerah sambil menatap tangannya yang menyambar dada Jessica tanpa sengaja.

“Arghhhh! Berhentilah bersikap mesum!” Yuri menampar tangannya.

“Menurutmu apakah aku harus memberinya kesempatan, Mister Bear?”

Yuri menunggu respon Jessica dengan cemas. Ia tidak tahu pasti jawaban apa yang benar-benar ia harapkan. Sebagian besar dari dirinya ingin mendengar kata ‘tidak’ sehingga ia akan kembali mendapatkan kebebasannya setelah pertunangan dibatalkan. Namun, ada sebagian kecil dari dirinya yang ingin mendengar kata ‘ya’, tanpa alasan yang jelas.

Yuri mendengar helaan napas lagi.

“Tidak!”

Yuri merasa sedikit putus asa.

“Seharusnya aku tidak memikirkan tentang hal ini sekarang. Kurasa kau benar, Mister Bear…”

“Huh? Jadi apakah itu ‘tidak’ atau ‘ya’?”

“Kurasa kita akan menyimpan hal itu untuk nanti!”

“Tunggu! Tidak ada jawaban?”

Jessica berjalan ke lemari dan melewati meja. Yuri memeluk kakinya lebih dekat ke tubuhnya saat melihat langkah kaki yang semakin mendekat dan ia menunggu dengan sabar.

“Ok! Saatnya mengganti pakaian yang nyaman.”

“Huh? Tidak… tunggu!”

Sudah terlambat untuk menghentikan tipuannya dan Yuri tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Jessica menjerit tajam ketika kepala berdarah muncul keluar dari lemari. Ia terpaku di lantai ketika kepala itu berguling ke lantai dan akhirnya menyentuh kakinya.

Legenda Lady Gu mencari kepalanya yang hilang telah mengaburkan pikirannya, sebelum pandangannya menjadi gelap.

Tak berapa lama, Yuri mendengar bunyi gedebuk keras. Ia segera merangkak keluar dari tempat persembunyiannya dan melihat Jessica berbaring di lantai, di samping kepala berdarah.

Gadis itu pingsan karena kaget.

~~~;~~~;~~~

TBC

Sorry kelamaan update :-X

credit : choki @SSF

boiboi~

Posted from WordPress for Android

Advertisements

47 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 7]

  1. Yaaaaaa yullll keterlaluan,, kesiankan sicca nyaaaaa,,,
    Hayooooloooohhh skrg gmna bwt mempertanggung jawabkann nya,,, hadeeeuuuhhh

  2. annyeong…

    *Re-post -_-* teng seu Kaka~~~

    SooRi kencan nya kok koplak sih,yg di beli makanan mulu 😐
    Yg ngikutin wartawan yah?

    Kenapa sih disaat Jessica mau minta maaf soal kelakuan dia sama Yul,dia malah ngerjain Jessica? Salah banget timing nya,Mampus aja kalo ketauan Yul ngerjain Jessica.

  3. Hahahaha…..soori koplak bngt lah…makanan mulu….aplg kencan mrka d ketahui wartawan ye duh bz berabe tu n yul malah ngerjain sica pke lelucon yg parah smp bt sica pingsan d saat dia mo minta maaf….
    Tu si yul pngn sica jwb ‘iya’ kan…
    Lanjut thor jng lma2 donk…..

  4. hadyuh,,,,, -____- yul,,ri bercanda kamu keterlaluan,, noh liat sicababy mu jatoh plus keluar kecap nya pula,,,
    siap siap abis ini menerima hadiah berasr dari sang ratu hahhaah
    tapi penasaran juga sich,,, hahhah
    ICE BOY? kapan dilanjud?

  5. Semalem muncul tp gak bisa kebuka…
    Dan itu buat gw frustasi,sangking kangennya ma epep ini…
    Hahahahahha

    Kencan Soori sumprett bikin ngakak…
    Dan itu permen superpower-nya di borong Yul kah?buat apa coba??
    Ati-ati kena diabet Yul…
    Hahahhaha
    Sica pingsan gegara keusilan Yul…kapan coba mereka bisa akur???
    hmm….di tunggu dh lanjutannya…

  6. lma bnget nggu updatannya thor.
    gk bsa byangin saat soo ama yul kncan.. *ngakak guling”..

    smoga sica gk knapa”..
    yul hayo bertanggungjawablah..

  7. aduh yuri keterlaluan bgt nih sm sica,, gmana kalo sica benci yuri lagi,,
    curiga si wartawan yg ngikutin soori itu taeng ato fany
    kencany soori kocak banget

  8. anyeong…

    kasian sicca ampe pingsan saking kagetnya
    sama takut jg kali ya..hehehehe

    yul bercandamu keterlaluan dech..
    semoga sicca bakal maafin…

  9. akhirna comeback juga author 🙂
    woh..yul bener2 jail ye..hayoloh jessie pingsan tuh !!
    itu yg ngikutin yulsoo pani kan ye ..

  10. oh my gosh bercandanya yuri keterlaluan..
    yaelahh soori dikuntit paparazi nih. paparazinya salah paham tuh dikiranya yuri selingkuh sama orng lain eh trnyata itu sooyoung.. wkwkwk pasti jadi scandal heboh tuh

  11. aigoo yul becandanya trllu oohh my sica smpe pingsan gtu..ckck
    hahahaa beruangnya itu lho versi yul item gmna gtu…wkwkwk :v
    updatenya jgn klmaan yaa thor…

  12. aduh….yuri kamu bercandanya keterlaluan sampe pinsan gitu sicanya, hayo tanggung jawab
    soori kencan ya kocak amat si, kaya ya bakal ada masalah besar tuh gara2 ada yang ngenalin mereka
    bear ya sica itu penggantinya sosoknya yul waktu kecil kan ya

  13. yah yuri~aaah keterlaluan nya diri mu,,saking shock nya sica ampe pingsan..,tanggung jawab lu yul,,bikin anak org pingsan pan ksian u,u
    pdhl bru aja sica berniat bwt minta maaf,,eh malah kena supertrap nya yuri…

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  14. hmm soori trlslu asik jd g sdr ad kmera mngintsi bs jd brt hot nh hehe.jgn mpe kakany yul blik k istnA trus ngrbut sica dr yul andweeeee

  15. Annyeong mianhae sebelumnya saya siders yg udah tobat hehe *senyum GJ #plakkk
    mianhae ya thor bru coment d chap ini ,, aku janji deh akan coment d setiap FF author ,, aku janji 100 % hehe ,, sebelumnya annyeong new reader (sider tobat) in here ,salam knal ya author .. Aku bner” minta maaf sma author ,, d maafin gax nih ?? Berharpnya d maafin ,, ^_^ *puppy eyes

  16. yuri jail ny gk ketulungan…
    pdahal sica mau minta maaf
    pingsan dah ank org…
    sapa yg motret soori,,, siap2 aja digosipin
    pink…. ak curiga nih klau ada pink2 ny

  17. Annyeong…

    Ini knpa moment nya Yul n Soo sweet bgni xD.
    Trz itu yg ngkutin mreka sapa ya,, Taeng or Ppany…??? Mreka wartawan kan…

    Wah curhat nya Sica ke mr.bear lcu tuh… Bkin gue snyum2,, aplgi ada Yuri yg dngerin…

    Kmaren udh brburuk sangka ja ma pman nya Yul,, trnyta dia g’ sjhat yg d pkirkan…

    Lanjut ah…

  18. ahahahaaaaa gila tu si kwon kalo sica serangan jantung teru mati bagemana???
    tapi gw demen ma kelakuan dia gw jadi dapet ide buat ngembangin jiwa usil bin jail gw .. hahhahahahahaaaa

  19. ah parah..
    yul oppa super jahil..
    aduh ada yang salah paham to antara yul oppa (yuri onnie) dengan sooyoung onnie..
    pakek acara foto-foto segala..aduh sica onnie pingsan..
    yul oppa sih bercandanya berlebihan..
    kan kasihan sica onnie nya..
    makin penasaran sama ini cerita..
    lanjut chingu..
    selalu ditunggu semua ceritanya..
    jangan lama-lama ya, see you.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s