You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 9]

Hi….it’s me again ^^

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Title1d

Chapter 9: The bodyguard’s help

 

Deg deg… deg deg…

Jantungnya berdebar kencang bercampur dengan berbagai emosi. Yang mana rasa cemas berbeda; ia memikirkan pembalasan kejam yang mungkin terjadi. Namun, perasaan lainnya yang lebih menonjol; campuran emosi yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Yuri tetap diam terpaku, tidak bisa menyingkir juga karena sekarang ia terjepit di lantai, bagian belakang kepalanya di atas karpet lembut dan bibirnya menempel pada bibir Jessica.

Buku-buku jarinya memutih saat ia mencengkeram selimut dan lantai berkarpet kuat-kuat. Sekujur tubuhnya lumpuh karena ciuman tak terduga. itu

Deg deg… Deg deg…

Hanya berjarak beberapa senti dari jantung Yuri yang sedang berpacu, muncul lagi satu set detak jantung yang berdebar, yang terancam meledak secara metafora. Terkejut adalah hal pertama yang muncul dalam benak Jessica. Itu adalah ciuman pertamanya dan dari semua kemungkinan skenario romantis yang ia impikan, adegan itu jelas bukan di antaranya.

Amarahnya bangkit tetapi sesuatu yang lain akhirnya membayangi pikirannya; sesuatu itu menarik-narik di dalam hatinya yang mana belum pernah ia alami.

Deg deg… Deg deg…

Boneka beruang yang terjatuh itu berbaring di samping keduanya. Dengan wajah tersenyum yang sama sejak pembuatannya, Mr. Bear bersikap seolah-olah terlahir untuk menjadi saksi awal dari sebuah perjalanan cinta yang luar biasa.

Apa yang seharusnya hanya terjadi selama beberapa detik tampaknya berlarut-larut tanpa henti bagi mereka berdua, hingga bunyi dering ponsel Yuri menarik mereka kembali ke kenyataan.

Merasa malu, Jessica segera melepaskan bibirnya dari bibir Yul. Ia langsung menangkupkan tangan ke mulutnya.

Mata mereka bertemu dan dalam sekejap, keduanya saling menghindar dan memalingkan muka malu-malu.

“I-Itu adalah d-dare-ku…”

Yuri tidak mengerti dengan apa yang baru saja digumamkan Jessica.

“Apa?”

“Aku bilang itu dare-ku!” Jessica memalingkan mukanya secara anggun, seolah-olah semua itu hanyalah permainan. Tapi wajahnya yang memerah mengatakan hal yang lain.

Lalu terbersit dalam dirinya bahwa Jessica sedang berusaha untuk keluar dari situasi sulit mereka. Tentu saja!  Yuri lebih setuju dengan alasan ini daripada mendapatkan tamparan yang tidak masuk akal lagi.

“Jika kau bilang b-begitu…”

“Kau b-berhutang d-dare padaku…” Jessica menambahkan.

Yuri menatapnya dengan tatapan tak percaya.

“Persetujuan macam apa itu?”

Tapi bukannya memprotes, Yuri hanya menganggukkan kepalanya.

“Ku-kurasa aku sudah merasa baikan… kau bisa kembali ke kamarmu…” lanjut Jessica, tanpa melirik sedikit pun pada Yuri.

“Aku… er… kau harus turun dariku dulu…” kata Yuri malu-malu.

Jessica lalu menyadari kalau dirinya masih berada di atas tubuh Yul. Ia bangkit dengan malu.

“Baiklah, kalau begitu lebih baik aku pergi…” Yuri segera berdiri. Hanya ketika ia hendak pergi, Jessica menghentikannya. Ia kemudian bergegas ke meja dan mengambil sebuah tanaman dalam pot kecil, menyerahkannya pada Yuri yang menerimanya dengan pandangan bingung.

“Ini… u-untukmu… sebagai bentuk permintaan maaf untuk p-pagi ini…”

Yuri mencoba membuka mulutnya untuk berbicara, tapi tidak ada sepatah kata pun yang keluar.

“Emm… eh… s-selamat malam!” Jessica lalu mendorong Yuri keluar menuju pintu. Setelah sang pangeran tak terlihat lagi, Jessica bersandar di pintu yang tertutup dan menghela napas lega. Jantungnya masih berdebar-debar.

Terlepas memeluk beruang yang tidak pernah gagal untuk membawanya ke alam mimpi, ada sesuatu yang kerap mengganggunya malam itu sehingga ia terus berbalik dalam tidurnya, bahwa perlahan tapi pasti ia terpengaruh sedikit demi sedikit oleh sang pangeran.

“Kwon Yul, kenapa kau mempengaruhiku…”

Di ujung lain dari istana tempat tinggal mereka, Yuri membolak-balikkan badan di sekitar tempat tidur, ia juga tidak bisa tidur. Tanaman lavender di meja samping tempat tidur tampaknya menatap ke arahnya. Ia lalu berbalik dan menghadap tempat kosong di mana ia menemukan Jessica di tempat tidurnya pagi ini.

“Jessica Jung, kenapa kau mempengaruhiku…”

*****

“KALIAN SUDAH BERCIUMAN!?!?”

Sooyoung hampir menjatuhkan semangkuk sereal yang dipegangnya.

“Kubilang itu hanya kecelakaan!! Dan berhentilah membuat kekacauan di tempat tidurku” Yuri merapikan tempat tidur sambil menyapu sisa-sisa makanan Sooyoung si Food Devastator, julukan yang didapat Yuri setelah menonton film Transformers: Revenge of the Fallen, yang jatuh di tempat tidurnya untuk yang ketiga kalinya dalam sepuluh menit terakhir.

Hari ini Yuri meminta untuk disajikan sarapan di tempat tidur.

“Kalau tidak ada yang terjadi lalu kenapa kau menghindarinya?” Tanya Sooyoung.

“S-Siapa bilang aku menghindarinya!” Yuri meraih segelas jus jeruk dan mulai menelan seluruh isinya.

“Sarapan di tempat tidur… kau pikir kau masih anak-anak? Atau kau sedang membodohi seorang anak-anak?”

Yuri hampir tersedak saat ia menelan jus itu.

“Kau terlalu mudah dibaca…” komentar Sooyoung.

“Makan saja makananmu!” balas Yuri, mendorong sandwich di depan wajah Sooyoung.

“Jangan bilang kau mulai merasakan sesuatu padanya!” Sooyoung mengejutkannya dengan meraih tangan Yuri secara dramatis, “Tidak bisa! Dia … dia tunangan kakakmu!”

“Yah! Choi Sooyoung! Asal kau tahu, kakakku sendiri yang kabur meninggalkan tunangannya dan kau sendiri yang membiusku untuk pulang ke Korea, meninggalkanku terjebak dengan tunangannya!” balas Yuri dengan kegugupan yang jelas.

“Kwon Yuri! Aku telah mengenalmu selama dua puluh tahun … yah dikurangi beberapa tahun di mana tak satu pun dari kita memiliki ingatan apa pun … tetap saja itu masih mendekati tujuh belas tahun?! Dan kau pikir aku tidak bisa membaca pikiranmu?“

“Aku mengatakan yang sebenarnya, aku tidak punya perasaan apa pun padanya! Aku seorang perempuan! Kenapa juga aku memiliki perasaan pada perempuan lain?” kata orang yang sama yang telah menaruh pot lavender di samping meja.

“Tapi Jessica tidak tahu kalau kau adalah perempuan…”

Yuri berteriak jengkel dan meraba dahinya, menyerah kalah, khawatir jika Sooyoung dan teknik interogasinya yang luar biasa akan mengungkapkan sesuatu yang tidak mau ia akui.

Sooyoung lalu menepuk bahu Yuri.

“Kau sungguh menyukainya, bukan? Jangan khawatir, aku akan meminjamkan bantuan.”

“…”

“Apa kau punya akun e-bay?” Tanya Yuri tiba-tiba.

“Ya, kenapa…”

“Tolong bantu aku, belikan aku pistol agar aku bisa menembakmu sekarang…”

*****

“Apa dia menghindariku?”

Ketukan lembut di bahunya membuatnya melompat kaget.

“Anakku, kenapa kau melamun?”

Sekali lagi, pikiran Jessica dibawa kembali ke realitas ketika ia menyadari bahwa ia berada di tengah-tengah upacara minum teh khidmat dengan Ibu Suri.

“Eh, tidak apa-apa, a-aku hanya sedang memikirkan sesuatu…” kata Jessica pelan.

“Memikirkan tentang cinta?”

“T-tidak, Nenek! N-nenek salah paham!” seru Jessica. Wajahnya kian memanas. Ia bertanya-tanya apakah pembuluh darah di wajahnya sudah terbiasa dengan seringnya lonjakan beberapa hari terakhir ini.

Ibu Suri tertawa sambil perlahan-lahan mengisi cangkir Jessica dan menawarkan cangkir itu padanya. Sekali lagi, Jessica menerimanya dengan anggun.

“Tidak apa-apa kau memikirkan tentang cinta dan dia...” jawab Ibu Suri dengan senyum serba tahu sebelum meneguk tehnya.

*****

Ia merasakan getaran lain dari ponselnya yang jauh berada di dalam saku celananya saat ia tetap memperhatikan pertemuan resmi dengan Putra Mahkota Jepang. Seseorang telah menelepon setidaknya tiga puluh kali selama satu jam terakhir. Untungnya, sebelum pertemuan ia mengaktifkan ponselnya ke modus diam. Ada kemungkinan tipis telepon itu dari istana, melihat bahwa Sir Yoon dan Sooyoung duduk di sampingnya. Jika seseorang dari istana mencoba untuk menghubunginya, sudah jelas, kemungkinan besar mereka akan memanggil salah satu dari dua orang yang berada di dekatnya.

“Jessica?”

Tapi ia yakin tidak ada seorang pun kecuali Sooyoung dan Sir Yoon mengetahui nomor barunya yang ia dapat ketika ia pertama kali mendarat di Seoul tiga hari lalu untuk mencegah identitasnya terekspos.

“Yah, saya yakin kita akan memiliki kerjasama yang besar di masa depan!” Ujar Yuri sambil berjabat tangan dan berpose dengan Putra Mahkota Jepang di depan media, menandai penutupan pertemuan antara perwakilan kedua negara.

“Kudengar kau akan segera menikah. Lain kali ajak istrimu ketika kau berkunjung ke Jepang.” Undangnya ramah.

“Tentu… Aku pasti akan membawa dia bersama…” jawab Yuri riang, “Kalau saja dia tahu yang sebenarnya…”

Tak lama setelah pembicaraan berakhir, Yuri bergegas untuk menjawab panggilan lain lagi dari penelepon putus asa tadi. Nomornya tidak diketahui.

“Halo?”

“ASTAGA! Si pangeran yang sibuk akhirnya menjawab teleponnya!”

“Eh?” Yuri mengenali suara itu. Rasanya ia pernah melihatnya.

“G?” Dia adalah orang yang membuat dirinya menjadi seorang pangeran.

“Tentu saja aku, menurutmu siapa lagi!” G berdecak mencela.

“Jess-” Yuri memotong ucapannya, “Maksudku… bagaimana kau-”

“Mengetahui nomormu? Siapa lagi! Ck ck… dari sobatku yang tua dan baik hati tentu saja!”

“Sir Yoon… Tentu saja, itu pasti dia…”

“Ngomong-ngomong sayang, aku butuh bantuanmu… Kau bisa bermain biola, kan?”

“Mm… ya…”

“BAGUS! Datanglah ke Grand Hyatt pukul 7 malam nanti! Aku ingin kau memainkan biola untuk pesta ulang tahunku! Ini bantuan, bukan permintaan…”

“EH!?” Yuri terperangah dengan deklarasi tiba-tiba G.

“Jangan khawatir … Aku akan menutupi semuanya! Tak seorang pun akan tahu kalau kau adalah Putra Mahkota Yul yang Agung…  datang saja dan kau akan tahu! Baiklah, TATA!”

“Tunggu! Aku bahkan belum-” sambungan telepon tiba-tiba terputus sebelum Yuri dapat menyelesaikan kalimatnya, “… menyetujuinya…” Ia terdiam sedih.

“YAH! Kapan aku bisa memiliki hari yang damai di Seoul!”

*****

“Ok, sang pangeran akan muncul… kurasa sekarang giliranmu untuk melakukan bagianmu…” G berbicara dengan nada menakutkan di telepon.

“Tentu saja, aku akan memastikan kalau sang putri juga akan muncul… dan semua rencana kita akan berjalan dengan lancar…” seseorang berbisik ke ponsel.

Mereka saling tertawa histeris melalui ponsel mereka.

“Astaga, sang pangeran sedang mengarah padaku… sampai nanti!” Ia segera menaruh ponselnya, sementara langkah kaki semakin mendekat.

“Kenapa kau tertawa seperti itu?”

Sooyoung hanya mencuatkan lidahnya keluar pada Yuri dan menjawab, “Tidak apa-apa…”

*****

“Yang Mulia, Yang Mulia Pangeran ada di sini untuk menemui Anda.” Lady Park, petugas wanita senior yang ditemui Jessica pada hari pertama di istana, memberitahukan dengan sopan saat ia memasuki ruangan.

“Yul?”

Jantung Jessica berdegup kencang ketika mendengar Ibu Suri menyebutkan namanya. Semburat rona merah samar muncul di wajahnya saat ia teringat pada ciuman yang tak disengaja sebelumnya.

Suara tawa terdengar dan beberapa saat berikutnya, seseorang masuk.

“Ibuku tersayang! Yang Ibu pikirkan hanyalah cucumu dan bukan anakmu sendiri?!? Sungguh menyedihkan!”

Jessica langsung mengenali suara dan wajah itu. Ia pernah melihat orang itu sebelumnya, Pangeran Jin, adik dari sang raja. Ia merasa sedikit kecewa.

“Oh, dan putri kecil kami ada di sini juga? Kejutan yang menyenangkan! Senang bertemu denganmu lagi!” Pangeran Jin tersenyum lebar.

“Kalian berdua sudah saling bertemu?” tanya Ibu Suri ingin tahu.

“Ya, aku sudah bertemu Jessica di taman kemarin saat aku mampir untuk bisnis kecil… dan berbicara tentang itu, hari ini adalah hari yang indah untuk melakukan beberapa kegiatan outdoor… hmmm…” Pangeran Jin berhenti sejenak, “Aku punya ide untuk jalan-jalan ke kandang kuda sore ini. Kau mau bergabung, Jessica?”

“Eh?” Jessica agak terkejut.

“Itu ide yang bagus! Kalian anak muda seharusnya berada di tempat terbuka, menikmati sinar matahari daripada menjaga wanita tua yang membosankan!”

“Awww… Ibu! Ibu juga boleh ikut! Sudah lama sejak terakhir kali aku melihat ibu di atas kuda…”

“Ahhhh mengistirahatkan punggungku, aku sudah terlalu tua …” Ibu Suri bergurau.

“Omong kosong! Ibu tidak setua itu! Bukan begitu, Jessica?”

“T-Tapi a-aku tidak tahu bagaimana cara menunggang kuda!” Jawab Jessica gugup.

Ibu Suri tertawa terbahak-bahak, “Suruh Yul mengajarimu!”

“T-Tapi-”

“Yul adalah seorang ahli dalam memanah di atas kuda! Jangan khawatir!” Pangeran Jin meyakinkan, “kita hanya harus menelepon Yul! Kurasa pertemuan itu seharusnya sudah berakhir…”

Di bawah desakan kuat dari Ibu Suri dan Pangeran Jin, Jessica tidak punya pilihan selain menurutinya.

*****

“Apa Yul mengubah nomornya? Aku tidak bisa menghubungkan panggilan…” Pangeran Jin mencoba untuk keempat kalinya tetapi nihil. Tidak ada nada sambung sama sekali.

“Hmmm, coba telepon Sir Yoon? Mereka pasti sedang bersama-sama saat ini.” Usul Lady Park.

“Kenapa tidak membiarkan Jessica berbicara dengan Yul? Aku yakin Yul akan datang kalau Jessica yang memintanya…” Ibu Suri  menambahkan, membuat Jessica kecewa. Pangeran Jin langsung mendorong ponsel itu pada Jessica.

“A-aku…”

Namun terlambat sudah, panggilan itu terhubung dan terdengar suara yang tak asing lagi.

“Ya, Yang Mulia? Anda menelepon?” Jawab Sir Yoon, mengira itu adalah Pangeran Jin karena nomornya muncul pada layar ponsel.

“Mm…halo Sir Yoon, bolehkah aku bicara dengan Yul?” Pinta Jessica malu-malu.

“Oh, ini Putri Jessica. Tentu saja, Yang Mulia. Mohon tunggu sebentar sementara saya mencari Putra Mahkota…. Yang Mulia, ada telepon untuk Anda!”

“Putri Jessica…” Sir Yoon berbisik sebelum Yuri mengambil alih ponsel. Di dekatnya, Sooyoung memekik gembira. Yuri teringat pada percakapan mereka sebelumnya saat mereka sarapan di tempat tidur dan memberikan tatapan dingin pada Sooyoung yang kemudian mereda tapi dia lalu menempelkan telinganya dekat ponsel.

Memang, beberapa saat kemudian, suara menenangkan yang lain terdengar. Suara Jessica lah yang ia harap untuk ia dengar lagi.

“Halo?” Yuri terdengar sedikit kesal karena Sooyoung terus menekan. Ia membuat aksi menyapu cepat untuk menangkalnya. Tak lama kemudian, ia mengulurkan tangannya lurus-lurus untuk mencegah Sooyoung menguping.

“H-Halo!” kata Jessica gugup, “Bagaimana p-pertemuan h-hari ini?”

“Ahhhh, pertemuannya sukses…”

“Mm… apa kau i-ingin pergi ke kandang kuda? Pangeran Jin dan Yang Mulia i-ingin k-kau untuk …untuk… m-mengajari k-ku…”

“Mengajarimu menunggang kuda!?” Yuri tersedak kaget.

“Erm, kalau k-kau sedang sibuk, t-tidak apa-apa!”

Sebelum Yuri bisa menjawab, Sooyoung segera bergulat dengan lengannya dan melakukan penguncian  siku. Yuri yang tidak menaruh curiga merengek kesakitan. Sooyoung mengambil keuntungan dan menyambar ponsel itu dengan lebih mudah.

“Sang pangeran sedang bebas! Sebentar lagi kami akan menemuimu! Dah!” kata Sooyoung terburu-buru. Setelah mengakhiri panggilan, Sooyoung tersenyum sendiri.

Jessica sedikit bingung.

“Jadi, apa Yul akan datang?” Tanya Pangeran Jin cemas.

“Ya, kurasa begitu…”

“Yah! Choi Sooyoung! Apa yang kau lakukan?” teriak Yuri. Lengannya masih tertahan.

“Maaf!” Sooyoung meminta maaf sambil merilis cengkeramannya pada Yuri.

“Aku tidak akan pernah memiliki hari yang damai di Seoul…”

Yuri memasrahkan nasibnya dengan murung.

~~~;~~~;~~~

TBC

how how how? sorry banget ya gue jadi jarang update gara-gara jadwal kuliah yang ternyata makin banyak :/ gue cuma bisa update tiap weekend 🙂

HAPPY BIRTHDAY TAEYEON~ HAPPY BUTTDAY TAEYEON~

HAPPY BIRTHDAY HAPPY BUTTDAY…

HAPPY BIRTHDAY TAEYEON~

#26thTaeyeonDay

credit : choki @SSF

boiboi~

Advertisements

44 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 9]

  1. Thank’s for update thor..keke
    Gila..Ni cerita bikin gue penasaran setiap partnya…penasaran ama hubungan yulsic selanjutnya.Soo bener-bener pengganggu!Kasian yul yang gk bisa melewati harinya dengan tenang diseoul..haha

    #Happy26thTaeyeonDay

  2. Omooo….fantastiko ^o^
    demen deh gw klo udh mlai lope lope gni. Bkin gemes n pnasaran. Ugh author jjang bgt dah ^o^
    lnjtnx jgn lama2 y thor ^^

  3. Hahahaha…..soori msh ttp koplak ye…
    Yyyeeee….yul gk d gaplok sica gra adegan kiss yg tk sengaja mlh bt yulsic mrsakan sesuatu…
    Soo bener2 dech bt yul gk tenang hidupnya…..
    Ada rencana apa tuch bt yulsic…
    Part berikutny sprtny seru tuch….lanjut thor jng lma2 ya….
    Semangat…..

  4. annyeong…

    Thor,makasih udah apdet thor XD

    Itu dering ponsel-nya Yul ganggu banget yah,jadi YulSic udahan deh tempel tempel cium nya 😦 menyebalkan sekalllleeeee -_-.
    Udah ah,gue mah da cuman pengen komen soal tempel tempel cium nya doang hahaha~ *pikasebeleun tah*

    Oh iyah,Happy birthday buat Uri Kid Leader Taengoo~ Wilujeng Tepang Taun~ 😀 #26thTaeyeonDay~

  5. Happy buttday??
    Ngakakkk…
    Happy buttday hanya di taeyeon’s day pastinya…
    Hehehehhehehe

    Yepp…tambah seruu ne…
    Yulsic malu-malu mau…smoga pangeran Yul yg asli kluarnya nanti-nanti aja…
    Mereka sweet dh…
    G??dia mencurigakan…

    Di tunggu dh lanjutannya…

  6. cieee cieeee yulsic jatuhnya pas bnget heheheh
    mulai ada yg jatuh cinta nih, haduh gmn ntr si pngeran yul nongol bneran

  7. Awww.. Itu ciuman pertamanya Sica? Itu pertama juga gak yah buat Yuri? :3
    makin cocwit aja nih mamah dan papah.. :3

  8. w kengen sama ff inii tp gomawo udah mau update.. 🙂
    hahhahahaa gara accident ciumanrka jdi canggung gtu,,wahhh yul udah tumbuh benih2 cintanya???

  9. Hai tara hhehe
    Getar getar cinta mulai tumbuh nih kayanya??*plak
    G ntu sapa kok aku penasaran ya hehhe
    Setia menanti next chapter nya deh.ekkee

  10. Annyeong reader lama tp baru nongol, waduh duh yulsic udah mulai bersemi nih.. Jadi ga sabar nunggu kelanjutan nya u,u oia thor mau nanya dong ice boy nya kapan di update?

  11. Yulsic kenapa kau mempengaruhiku????????
    Lama-lama jadi beneran di sangka gila gw *liatin laptop sambil cengar-cengir mulu

  12. Annyeong…

    Byangin posisi jtuhnya bkin snyum2 sndri,,apalagi yg Sica nya malu2 di ats tbuh Yuri cuitcuit…

    Soo usil tuh,,tpi berjsa bnget buat dketin Yuri ma Sica…
    Gue mkin ska deh ma ni epep. Tpi syang yah pndek.
    Trz gue pnasaran nih ntar pngeran Yul nya mncul gak yah…gue hrep gak mncul deh,,biarkan Jesica sma Yuri.

    Lanjut Tara…

  13. yul oppa sama sica onnie uda mulai malu-malu ya..
    rencana apaan sih ??
    penasaran aku ??
    yang sabar ya yul oppa, mungkin emang betul oppa tak akan pernah merasakan kebebasan selama di seoul.
    berkuda ???
    lanjut chingu..
    selalu ditunggu..
    see you..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s