You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 12]

Hi….

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Title1d

Chapter 12: Masquerade

 

Sooyoung mencoba menahan tawa sebisanya. Tapi ketika ia melihat ekspresi datar pada wajah Yuri dan rona merah yang sekarang hampir tidak terlihat di pipinya, ia tertawa terbahak-bahak.

Yuri menatapnya kesal saat dokter membalut lukanya. Mereka telah kembali ke istana yang nyaman dan aman. Pangeran Jin datang mengunjunginya, mengungkapkan kecemasannya atas kecelakaan berkuda yang dialami sang pangeran. Neneknya, Ibu Suri, juga mengunjunginya, khawatir dengan kondisi sang pangeran yang jatuh dari kuda, bersikeras agar dia dirawat di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Yuri berusaha sebisanya untuk meyakinkan para tetua bahwa ia baik-baik saja, tapi ia mengalah untuk diobati oleh dokter kerajaan.

“Yang Mulia, apakah Anda yakin Anda tidak ingin saya memeriksa luka di punggung Anda?” Dokter tua itu bertanya untuk yang ketiga kalinya, mengangkat alis dengan ekspresi khawatir. Yuri menolak untuk melakukan check-up keseluruhan atas desakan bahwa dirinya baik-baik saja.

“Eh-tidak apa-apa! Sooyoung akan m-membantuku!”

Sooyoung segera mengerti maksudnya.

“Ya! Dokter Kim, aku akan membersihkan luka Yang Mulia. Tolong periksa Yang Mulia Putri. Yang Mulia Pangeran lebih mengkhawatirkan dia…” kata Sooyoung, membuat Yuri lega sekaligus jengkel pada kalimat terakhir.

Dokter kerajaan itu menghela napas kecil. Anggota kerajaan dan sikap keras kepala mereka…”

“Baiklah, Yang Mulia, dimohon tidak mengangkat benda-benda berat atau melakukan tugas-tugas berat dengan tangan kanan Anda dalam beberapa hari ke depan. Untunglah urat-urat di tangan Anda tidak robek atau terluka parah.”

“Dokter Kim, apa luka ini akan mempengaruhi gerakan tanganku dalam jangka waktu panjang?” tanya Yuri pada dokter kerajaan, khawatir jika lukanya akan memiliki efek yang berkepanjangan pada tangannya, terutama karena ia adalah seorang pemain biola yang membutuhkan ketangkasan kedua tangannya.

“Seharusnya tidak menjadi masalah… tapi jika sakitnya masih berlanjut, tolong segera beritahu saya,” ujar dokter itu sambil beranjak dari kursi.

“Silakan lewat sini, Dokter Kim.” Sooyoung berubah serius saat ia mengawal dokter keluar dari kamar sang pangeran. Namun, ketika ia kembali beberapa saat berikutnya, ia mulai tertawa lagi.

“Haha, tadi itu alasan paling lucu yang pernah aku dengar!”

“Yah! Choi Sooyoung! Tak bisakah kau menunjukkan lebih banyak perhatian? Aku jatuh dari kuda dan mendapat tiga jahitan di tanganku dan-”

“Itu alasanmu? Kau menciumnya hanya untuk mengalihkan perhatiannya karena dia mencoba untuk melepas bajumu??! Bisakah kau lebih kreatif?”

“Kenyataanya memang seperti itu! Wah, seharusnya kau melihat bagaimana ganasnya dia! Aku bersumpah bajuku hampir robek-”

“Ya, aku sudah melihatnya…kita semua melihatnya!” Sooyoung tertawa, “Kau harus lihat betapa terkejutnya mereka. Haha, mereka pikir kalian berdua…ahem…err, melakukan sesuatu…”

Yuri membenamkan kepalanya ke dalam lipatan tangannya. Ia mengingat kejadian itu dengan jelas seperti diputar ulang dalam benaknya.

Yuri bisa merasakan ketegangan Jessica saat ia menciumnya untuk kedua kalinya. Satu-satunya yang berbeda adalah kali ini ia melakukannya dengan sengaja, dan ciuman itu berlangsung lebih lama dari yang ia duga.

Yuri bersumpah ia merasakan Jessica memperdalam ciuman itu tetapi mereka berhenti hampir sesaat setelahnyaDi luar dugaan mereka, ada beberapa pasang mata yang menatap mereka dengan ekspresi tak percaya tersirat di wajah mereka.

Sebelum Yuri tersadar, Jessica menamparnya dengan keras.

“YAH! Dasar MESUM!” 

Setelah menampar Yuri, Jessica mendorong pangeran tak berdaya itu ke tanah dan segera berdiri, meskipun dia sedikit terhuyung-huyung sebelum pergi karena malu.

Sekarang aku merasa bingung…apakah dia menyukai ciuman itu atau bagaimana?

*****

Jessica mulai menusuk-nusuk boneka beruang malang itu dengan kejam, membayangkan boneka itu sebagai sang pangeran. Boneka tak berdaya itu balas menatapnya dengan senyum polos, hampir seolah-olah bertanya apakah ia menikmati ciuman itu. Jessica menyerah dan kembali berbaring di tempat tidur, memikirkan ciuman itu.

Jessica terkejut ketika sang pangeran mencium bibirnya. Ia merasa tegang, tangannya masih menyambar kemeja sang pangeran sementara kesadarannya pergi ke dalam kekacauan. Hanya saja kali ini, ia tidak lagi terfokus untuk melepas bajunya, melainkan ia memperdalam ciuman itu dengan sendirinya.

Rasanya menyenangkan, hampir luar biasa, sampai indra keenamnya menyadarkannya.

Ia segera melepaskan ciumannya, dan melihat para pengawal yang tercengang saat melihat mereka.

Mengapa Yul menciumnya di depan begitu banyak orang? Tidak hanya itu, posisi mereka sedikit tidak senonoh. Merasa sangat malu, ia melakukan ciuman itu murni tanpa disengaja. Ia kembali menampar Yul, tamparan itu menjadi tamparan keempat kalinya sejak ia pertama kali bertemu dengannya.

“Kwon Yul…”

Ia memeluk boneka beruang hitam itu dan cemberut. Ia sadar dirinya kini tidak lagi berada dalam tahap penyangkalan.

*****

“Jadi apa yang sebenarnya terjadi saat itu?”

“Aku tidak tahu…kuda itu tiba-tiba ketakutan dan melesat…bagaimana kondisi kuda-kuda itu?”

“Jangan khawatir, mereka baik-baik saja. Black Pearl sudah tenang sekarang. Tapi tidakkah kau merasa itu mencurigakan?”

“Mencurigakan?”

“Ya, semuanya! Firasatku mengatakan ada sesuatu yang lebih rumit daripada yang terlihat…”

“Ya…kau adalah Food Devastator…cari tahu kebenarannya…” canda Yuri dalam menanggapi penggunaan kalimat Sooyoung dari frase terkenal di film ‘Transformers’.

“Aku serius!”

“Kuda itu ketakutan. Ada kalanya kuda itu merasa takut.”

“Kau beruntung lehermu tidak patah…jika begitu putrimu akan benar-benar menangisi mayatmu…”

“Apa kau mengumpatku?”

Sooyoung menjulurkan lidahnya menantang. Bahkan jika Yuri berencana untuk membiarkan masalah ini, dia tidak akan. Sang Food Devastator akan menyelidiki masalah itu sendiri, tanpa melewatkan satu hal pun.

“Kau akan mengobati lukaku atau tidak?!” Gerutu Yuri.

“Ok ok! Pemarah…” Sooyoung meraih kotak obat di meja.

“Berbalik dan berbaringlah agar aku bisa membersihkan lukamu!” perintah Sooyoung sambil mengambil kotak obat. Yuri berbaring dengan nyaman di tempat tidur.

“Hei…kau harus melepas bajumu dulu…atau kau ingin aku memanggil Jessica untuk membantumu?”

“Choi Sooyoung!” Wajah Yuri langsung memerah.

Setelah semuanya siap, Sooyoung mengusapkan salep pada luka dan memar di punggung Yuri. Yuri mendesis kesakitan.

“Jadiiiii, bagaimana rasanya?”

“Pelan-pelan! Kau menyakitiku!”

“Ha, jadi kau tidak merasa sakit saat kau melakukan tindakan kepahlawanan itu hah! Aku sedang membicarakan ciuman itu! Berhentilah berpura-pura!” Sooyoung menjadi bersemangat dan mulai menusuk luka-luka Yuri dengan kapas.

“ADUH! Kau membunuhku!”

“Katakan saja!”

“Kau sangat aneh!”

“Bleh! Kau sama sekali tidak menyenangkan!” kata Sooyoung, merasa kecewa dengan kurangnya berita dari Yuri. Dengan jengkel, ia mengangkang di atas punggung Yuri.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Yuri saat merasakan gadis itu duduk di atas tubuhnya. Posisinya menghalangi pandangannya, ia hanya bisa melihat sandaran tempat tidur.

Sooyoung menyeringai jahat saat ia memastikan gadis itu tidak bisa meronta dan ia mulai menggelitikinya.

“Apa kau akan memberitahuku sekarang?” goda Sooyoung.

“HENTIKAN! Ahahahaha! HENTIKAN!” teriak Yuri sambil meronta-ronta di bawah gadis jangkung yang menahannya.

“Choi Sooyoung! Ahahahaha! Aku bersumpah aku akan membunuhmu! Ahahahahaha!”

“Ckck…satu-satunya cara untuk meghentikanku adalah jika aku lapar atau kau memberitahuku…”

“Aku akan mentraktirmu 10 lemari makanan! Ahahahaha!”

“10? Itu terlalu sedikit!”

“Kalau begitu 20!”

“20? Kwon Yuri…Kau meremehkanku…Aku tidak akan mengkhianati kepentingan sahabatku demi makanan…”

Sooyoung terus menggelitikinya tanpa lelah.

“100! Aku akan mentraktirmu 100 lemari makanan!”

“Oke!”

*****

Ketukan lembut di pintu membangunkan seorang gadis dari tidurnya. Ia melirik jam di samping tempat tidur. Pukul setengah tujuh. Ketukan itu semakin keras. Merasa tidak puas, Jessica mendorong dirinya dari tempat tidur dan berjalan untuk membuka pintu. Raut wajah nakal muncul dengan gembira.

“Hei, Jessica…kau mau pergi keluar dan bersenang-senang?” tanya Sooyoung dengan nada riang.

“Eh? A-aku sedang memikirkan untuk-” Tidur adalah kata yang akan ia tambahkan sebelum Sooyoung memotongnya.

“Hanya diam di dalam istana di malam yang indah ini rasanya cukup membosankan! Aku baru saja mendapat undangan untuk pergi ke pesta malam ini! Maukah kau ikut denganku?!? Pleaaasseee…” kata Sooyoung dengan nada memohon.

“Hanya kau dan aku?” Tanya Jessica, tidak ingin membuatnya terlalu jelas dengan menanyakan apakah pangeran akan pergi dengan mereka.

“Ya! Jangan khawatir, hanya kau dan aku! Yang Mulia Pangeran tidak ikut! Aku pasti tidak meminta dia ikut setelah apa yang dia lakukan padamu! Berandal itu!”

Wajah Jessica memerah karena malu. Namun, setelah mendengar sang pangeran tidak bergabung, hatinya tenggelam dengan sedikit kekecewaan.

“Pleaseeeeee?” Sooyoung kembali memohon, “Ini akan menjadi malamnya gadis-gadis!”

Jessica menatap gadis bermata puppy itu dan akhirnya mengangguk setuju.

“Hore!” Sooyoung bersorak gembira. ”Langkah 2 berhasil!”

*****

Ia mengedarkan pandangannya dengan gelisah ketika gerombolan tamu berlama-lama dan mulai berinteraksi di ruang minum, di luar ruang pesta yang besar. Semua orang tampaknya mengenakan pakaian-pakaian aneh untuk pesta ulang tahun ini. Empat pria besar berdiri menjaga di pintu masuk yang mengarah ke ruang pesta tempat acara utama akan diadakan.

“Bagaimana bisa aku masuk tanpa kartu undangan! Dan di mana G??!”

Kemudian seolah-olah doanya terjawab, Yuri melihat seseorang berambut seperti kain pel berjalan melewatinya, mengenakan pakaian dengan warna-warna semarak. Dia adalah G.

“G!”

Bisik Yuri, bersembunyi di samping pilar marmer putih saat ia mencoba untuk menangkap perhatian G. Orang-orang yang berdiri di dekatnya menatapnya aneh. Mereka semua memiliki alasan untuk menjadi bingung. Pangeran itu mengenakan kacamata hitam besar dan syal hitam yang menutupi sebagian dari wajahnya.

“G! G!” Yuri kembali mendesis.

Kali ini ia berhasil. G langsung mengenalinya. Namun, itu karena penampilannya yang membuatnya menonjol di antara yang lain.

“Baby baby!” Sambut G gembira sampai ia melihat apa yang dikenakan Yuri.

“Astaga…kau teroris fashion!” G melemparkan tatapan hina pada penyamaran gagal Yuri sambil menarik syal dari Yuri yang berusaha menahannya.

“Tunggu! Mereka akan mengenaliku!” Yuri segera mengikat simpul pada syal di lehernya, bertekad untuk tidak melepaskannya.

“Tapi ini sangaaaat mengerikan! Kau tidak boleh terlihat mengenakan ini! Tidak di pestaku!” Tukas G, “Dan sayang, apa yang kau kenakan?!?!”

G menggelengkan kepalanya, terengah-engah tak percaya bahwa ‘Pangeran’ tampan itu hanya mengenakan tuksedo hitam sederhana.

“Setelan normal?” tanya Yuri.

“Sayang! No No No! Kau tampak seperti pelayan-teroris! Kau perlu sebuah transformasi besar sekarang! SE.KA.RANG Sekarang!”

“Tidak lagi!” Yuri mengerang.

“Tunggu, aku tidak-” Sebelum Yuri bisa menyelesaikan kalimatnya, G menarik syalnya sambil melangkah ke lift dengan seulas senyum licik di wajahnya.

*****

Langit-langit megah dan lampu gantung langsung tertangkap matanya saat mereka memasuki lobi utama hotel.

“Hotel ini memang sudah sepantasnya terkenal…” Jessica melihat sekelilingnya, terkesan dengan dekorasi hotel tersebut. Bisa dibilang itu adalah pengamatan yang biasa ia lakukan sebagai pewaris sebuah perusahaan hotel multi-miliar dolar.

“Ayo! Lewat sini!” kata Sooyoung sambil meraih Jessica dan berjalan melalui kerumunan orang yang berbaur di ruang tunggu.

“Selamat malam, wanita-wanita cantik. Mohon kartu undangannya?” Pria bertopeng yang menjaga itu menyambut sopan.

Setelah mengeluarkan dua kartu berwarna gading, pria itu berdiri di samping, memperlihatkan mangkuk kaca besar setengah penuh dengan segitiga berwarna mirip di belakangnya.

“Perkenankan saya merobek ujung labelnya untuk undian di akhir acara,” pintanya sopan.

“Oh, jadi ini kenapa ada nomor dalam kartunya,” komentar Jessica.

Sebelumnya saat Sooyoung menyerahkan kartu undangan itu padanya, ia melihat sederet nomor identik tercetak pada dua pojok atas. Gadis-gadis itu mematuhi sambil menyerahkan kartu undangan tersebut. Pria itu merobek sudut label dan mengembalikan kartu mereka ke masing-masing pemilik, sebelum menjatuhkannya ke dalam mangkuk kaca di depan mata mereka.

“Silakan lewat sini,” ia mengarahkan dua gadis itu ke depan pintu besar.

“Aku memiliki firasat yang baik pesta ini akan menjadi pesta yang besar!” kata Sooyoung gembira. Jessica tersenyum. Memang, suasana yang ia saksikan sejauh ini sangat menakjubkan.

Tepat di depan pintu kayu berukiran indah, pria bertopeng yang lain menyambut mereka.

“Nona-nona, silakan kenakan topeng ini sebelum kalian masuk. Ini adalah pesta topeng!” Ucapnya berseri-seri sambil menyerahkan masing-masing topeng yang berbeda.

“Selamat menikmati, nona-nona.”

Pintu ruang pesta terbuka dan menampilkan kemegahan di dalamnya. Dua gadis antusias itu menjerit gembira saat melihat pemandangan di depan mereka. Untuk Sooyoung, matanya berbinar melihat barisan pasokan makanan yang tak ada habisnya. Untuk Jessica, prestasi arsitektur dari dua pasang tangga marmer yang megah, langit-langit yang melengkung dan lampu emas yang membuatnya terpesona.

Semua tamu di dalam ruang pesta yang mewah sudah mengenakan topeng mereka. Tidak ingin menunda lebih lama lagi, dua gadis itu segera mengenakan topeng mereka sendiri dan berkelana di aula.

*****

“Sekarang, ini jauh lebih baik…”

“Gah! Kenapa dengan warna biru cerah ini! Dan embel-embelnya!” Yuri menatap dan meraba lapisan putih di sepanjang tepi lengan panjangnya.

“Kenapa? Kau terlihat cocok!” G mengangguk pada komentarnya sendiri.

“Aku terlihat seperti dari tahun 1800-an! Atau seorang ‘Beast’ dari ‘Beauty and the Beast’…”

“Lalu apa yang ingin kau kenakan? Sebuah mumi Mesir dengan…erm…tangan yang diperban? Dan kenapa kau melukai tanganmu sebelum pesta?!?! Sekarang, bagaimana kau akan bermain biola!” G meraung-raung.

Yuri tersentak ke satu sisi.

“Aku masih bisa bermain biola!”

“Ya, ini pesta topeng! Dan kau pemain biola! Kau harus menonjol di antara semua tamu-tamuku!”

“Yah tentu saja tidak seperti itu!” Yuri mengayun-ayunkan lengannya di depan G yang bingung.

“Baiklah… Aku tahu kau akan mengatakan itu… Aku hanya menggodamu! Masih ada pakaian lain yang aku siapkan untukmu!”

Yuri menepuk dahinya putus asa.

G berlari ke lemari pakaian, memilih setelan lain. Kali ini, sebuah tuksedo biru yang jauh lebih baik dengan hiasan emas di bagian lengan bahu. Setidaknya, itu tidak terlalu terlalu aneh dibandingkan dengan apa yang Yuri kenakan sekarang.

“Pakailah ini, Prince Charming! Dan buatlah pesonamu bekerja malam ini! Jangan lupa kartu undangan dan topengnya! Aku harus pergi untuk menemui tamu-tamuku!” Dengan itu, G bergegas pergi dengan tergesa-gesa, meninggalkan Yuri dengan kartu dan topeng putih di tangan.

*****

“Ya ampun, kau sungguh harus mencoba ini!” Kata Sooyoung sambil mengangkat makanan pembuka untuk Jessica. Atas permintaan gencar Sooyoung, Jessica menurutinya sambil membuka mulutnya untuk memasukkan salmon berukuran kecil itu. Mereka telah berjalan berputar-putar di bagian makanan sejak mereka pertama kali melangkah ke aula, meskipun sebenarnya Jessica lebih tertarik untuk melihat-lihat sekitar.

“Ooooh Jessica, lihat itu!” Sooyoung memekik girang pada nampan yang menampilkan bermacam-macam cupcakes.

“Jessica?”

Sooyoung berbalik setelah tidak mendengar tanggapan dari sang putri, hanya untuk menemukan dirinya sendirian.

“Ke mana dia?”

Pada saat itu, ponselnya bergetar. Sebuah nomor tak dikenal muncul di layar ponsel.

“Halo?” Jawab Sooyoung dengan hati-hati. Itu bisa saja panggilan dari Bank menjengkelkan yang memintanya untuk mendaftar rencana investasi mereka.

“Sooyoung! Apa kabar!” Matanya melebar kaget mendengar suara pemanggil yang tak asing lagi.

“YUL?!”

*****

Jessica mengambil kesempatan untuk menyelinap pergi sementara Sooyoung asyik dengan makanannya. Semua orang mengenakan topeng-topeng yang berbeda, beberapa orang mengenakan topeng berwarna cerah dihiasi dengan batu permata dan yang lainnya dihiasi dengan bulu, masing-masing disertai dengan sentuhan misterius di balik topeng.

Jessica merasa gembira untuk mengembara berkeliling dengan bebas tanpa memiliki beberapa pasang mata yang berbeda yang mengikutinya, mengawasi setiap gerak-geriknya. Hanya kali ini, ia merasa terbebas dari tekanan monumental menjadi seorang calon putri mahkota, tidak ada seorang pun di sini yang mengetahui identitasnya.

Dengan pemikiran itu, Jessica berjingkrak-jingkrak riang, membiarkan dirinya untuk sepenuhnya terbenam dalam kebebasan yang baru ia temukan di pesta topeng.

*****

“Minumannya, Tuan?” Tanya seorang pelayan sopan sambil mengangkat baki.

“Tentu,” Yuri mengambil gelas anggur dan berterima kasih kepada pelayan itu.

Ia meneguk sampanyenya dan melihat sekeliling ruangan. Di balik topeng yang menutupi bagian atas wajahnya, tidak mungkin orang-orang di pesta ini bisa mengenalinya sebagai Putra Mahkota.

Tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang menabraknya dari belakang.

*****

Jessica mendongak tinggi pada langit-langit, mengagumi struktur indah yang mendambakan. Ia mengambil beberapa langkah ke belakang untuk mendapatkan pandangan yang lebih luas hanya untuk menabrak seseorang tanpa sengaja.

“Maafkan aku!” Ia segera berbalik dan meminta maaf dengan panik.

*****

Yuri berbalik saat gadis itu terus menerus meminta maaf.

“Tidak apa-apa,” jawab Yuri, berusaha menenangkan gadis cemas itu yang tampak seolah-olah baru saja membunuh seseorang dan meminta maaf atas tindakannya.

*****

“Tidak apa-apa…” jawab laki-laki itu. Jessica mendongak dan sesaat mata mereka bertemu.

“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya laki-laki dibalik topeng itu ingin tahu.

*****

“Aku lihat kalian berdua sudah berkenalan.” Suara yang tak asing lagi terdengar dari belakang mereka.

“G?”

“Paman!” sapa gadis mungil itu hangat.

“Sunny, perkenalkan Yul.”

~~~~;~~~;~~~

TBC

wow itu siapa yang nelpon Sooyoung?? Kenapa ada Sunny juga?? tunggu minggu depan yaa~ 😛

credit : choki @SSF

boiboi~

Advertisements

46 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 12]

  1. Jdi yg ditabrak yul itu sunny trus siapa dong yg jessica tabrak jgn” putra mahkota bneran lgi? Wah sya jdi bner” pnasran…

  2. Annyeoong tara~….
    What ??? Tuh yg tlp sooyoung YUL asli ?
    Waaaahhh… makin seru nih….
    Nah klo yg di nabrak yuri sunny trs yg di tabrak sica spe dong ????
    Mudah2 jessica bisa ngerasain yg mana yul pangeran yg di sukainnya sama yul yg asli deh…
    Gue rada ngeri sih ama kelicikannya pangeran jin.
    Tapi gue kwatir jg nih, gmn ntr sama yuri nye nih kalo skrng si YUL asli udah mulai nongol…

  3. Yah, trnyata yuri d tampar lg nich m sica gra2 insiden ngalihin perhatian sica yg mau buka baju yuri….
    Sunny udh muncul tuch n yg telfon soo apa itu yul yg asli…
    Lanjut thor…

  4. annyeong…

    Yaaaahhh~ lagi-lagi Putra Mahkota kita kena cap 5 jari Jessica XD

    Gue kira yg nabrak-nabrak itu YulSic,ternyata bukan yah? Terus,jangan bilang deh kalo Yul yg asli udeh nongol?

  5. Tbc nya bikin penasaran aja deh ah spa yg menelpon soo pangeran yul kah?uuuh.
    Penasaraaaan pake banget deh ah

    Thanks taraaaaaa :))

  6. SooRi emang lawak di sini…
    Hahahahahah

    Kwon Yul asli kembali???
    Tidaakk…
    Dan siapa lagi tu Sunnya…
    Pinter bnget ya buat penasaran…
    Hahahahahaha

  7. wah sica ktmu yul asli?trz G itu sp?jd yg pnter main biola tu pangeran ato putri yul c?sunny jg spx pangeran yul?lnjut thor..

  8. Sampai sekarang masih bingung ama “G” sebenarnya dia itu siapa?Trus yang dinabrka yul,sunny?Trus jessica nabrak siapa?Jangan bilang kalau pangeran yg asli?!Yg nelpon sooyoung pasti pangeran yul..Ah gilaa…Makin penasaran ama jalan ceritnya..

  9. Waaaah ini benar2 greget.. Yg nlpn soo yul asli ia? Yul asli comeback.. itu yg ditabrak sica spa? Cptan update thoooooor

  10. ngahahaha Yuri digampar Jessica lagi ngahahaha
    padahal Jessica menikmati ciumn itu
    hihihi
    nah loh ada sunny untuk Sooyoung
    yipppiiiiee

  11. nuguya??? nuguya??? nuguya??? * gaya kris di showtime…
    itu siapa yang nelpon???
    aissss yul asli jgan pulang dung..

  12. mwo 100 lemari makanan???soo lu mau mkn apa ngasihh org sdkh org sekmpung???deeaabaakkk
    apa yg bkln trjdii andaii pngrn yg asli muncul,,ntahlh hnya Tuhan dan authorlh yg tau…

  13. jeng jeng jeng..,
    yg nelpon sooyoung pangeran yul bneran ato pangeran yul jd”an??
    dan jeng jeng jeng*lagi*sunny muncul sodara”,,

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  14. Annyeong…

    Wduh itu posisi Soo yg lgi ngbtin pnggung Yuri psti bkalan bkin yg liat slah paham tuh…

    Gue kra itu yg nabrak Yuri, Sica…jdi Sica yg nabrak Yuri dri blakang coz ucpan mrka sma. Mreka g’ sling tau coz mreka pke topeng…tpi yg bkin bingung prckapan t’akhr tuh…

  15. Annyeong…

    Jdi Yuri kna tmparan Sica lgi tuh,,,tpi sbnarnya Sica nikmatin ciuman itu ya…hahaha…dsar ice princes…

    Wduh itu posisi Soo yg lgi ngbtin pnggung Yuri psti bkalan bkin yg liat slah paham tuh…

    Gue kra itu yg nabrak Yuri, Sica…jdi Sica yg nabrak Yuri dri blakang coz ucpan mrka sma. Mreka g’ sling tau coz mreka pke topeng…tpi yg bkin bingung prckapan t’akhr itu tuh…
    Aaah mola…lanjutlah Tarra…

  16. pasangan syoo muncul jugak..awalnya aku nyangka yg nabrak jessie yuri..tp kok rada aneh gitu..harusnya bisa ngenalin dr suaranya..berati kemungkinan itu yul..

  17. nah lho…nah lho pngeran yul yg asli dah nongol tuh, waduh bakaln seru nih
    itu yg ditabrak sica kyknya pngeran yul yg asli
    makin seru nih critanya, ok thor lnjut

  18. youngie oppa emang raja nya makan..
    dasar oppa.
    aduh gimana yul oppa.memainkan biolanya jika tangannya sakit kayak gitu..
    yang nelpo tadi yul oppa (kemberan yuri onnie ) ??
    aduh yul oppa sama sica onnie saling ketemuan, tapi meraka gak kenal..
    lanjut chingu..
    ditunggu ya, yul oppa semangat..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s