Unlike Him [Chapter 2]

Hi…..

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 2

 

Still Flashback 

Beberapa hari kemudian, Jessica tak terlihat di mana pun. Dia tidak bersama TaeNy Couple setiap kali mereka berdua pergi kencan dan bahkan membatalkan les privatnya bersama Yoona dan untuk beberapa alasan itu membuat Yul tidak nyaman dan penasaran. Yul juga tidak melihat dia di kelas mereka, dan akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya dan meminta maaf padanya. Tapi karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia bergabung dengan TaeNy couple saat mereka makan siang. Mereka berdua berada dalam dunia mereka sendiri, saling menyuapi bekal makan siang yang disiapkan oleh ibu Tiffany. Tapi melihat mereka seperti ini malah membuat Yul tersiksa, ia sedang diam-diam membuat dirinya sendiri kesal.

“Aku tidak tahu bagaimana memulainya.” Pikirnya.

“Yul, kalau kau di sini hanya untuk mempengaruhi kita dengan suasana hatimu itu, kumohon pergilah.” kata Taeyeon ketika ia menyadari sahabatnya terlalu banyak menghela napas.

“Oppa, apa yang membebanimu?” Tanya Tiffany.

Yul hanya menutupi wajahnya dan merebahkan kepalanya di meja kantin.

Taeyeon mengangkat bahunya. “Jangan pedulikan dia, Fany. Sepertinya dia dicampakkan oleh gadis yang sedang digodanya.” Ejek Taeyeon.

“Oppa, kau bisa menceritakannya padaku, oke?” kata Tiffany, mengabaikan kata-kata pacarnya.

“Aku…Aku…Aishh.” Yul memulainya tapi berakhir dengan menutup wajahnya lagi.

“Uhm, Mushroom, kudengar Jessica sedang di Taiwan, bagaimana kabarnya?” tanya Taeyeon tiba-tiba sambil ia mengunyah makanannya.

“Aku tidak tahu.” Tiffany menghela napas. “Kau tahu bagaimana unnie selalu meninggalkan ponselnya sebelum dia pergi keluar negeri.”

Yul tiba-tiba hidup kembali setelah mendengar percakapan mereka. Yul bangkit dan dengan cepat menarik Tiffany dan keluar dari kantin.

“Yah. Kwon Yul!!!” Ia mendengar Taeyeon berteriak padanya.

“Oppa! Ada apa?”

Yul terus menarik Tiffany hingga mereka berhenti di taman sekolah.

“Di mana dia?”

“Siapa?” Tanya Tiffany dengan tatapan bingung.

“Jessica.”

“Ah, kakakku? Kau mencarinya?”

Yul mengangguk malu-malu. “Apa dia ada di rumahmu?”

“Tidak, sebenarnya aku belum melihatnya selama beberapa hari ini.” Tiffany terkekeh. Sepertinya Yul tidak mendengarkan percakapannya dengan Taeyeon tadi. “Dia di Taiwan.”

“Taiwan? Kenapa? Apa dia melarikan diri atau semacamnya? Apa dia begitu marah padaku?”

Tiffany terkekeh lagi. “Tidak, bodoh. Unnie tidak akan melakukan itu. Dia pergi karena Ayah mengirimnya untuk menghadiri pameran bisnis. Bahkan jika unnie sangat marah pada seseorang, dia tidak akan melakukan itu tapi kau akan mati dengan semua tatapan dingin yang dia berikan.” Tiffany tersenyum dengan eye smile-nya, menenangkan laki-laki itu.

“Pameran bisnis?”

“Kau tidak tahu? Kupikir aku pernah memberitahu kau dan Taeyeon?” Gumamnya. “Yah mungkin kau tidak mendengarkannya. Unnie sering dikirim untuk seminar di luar negeri, konferensi, pameran dan bisnis yang berhubungan dengan proyek karena ayah menginginkannya menghadapi dunia industri, semua itu dilakukan untuk mempersiapkan Unnie ketika ia kelak mengambil alih perusahaan sebagai putri pertama.”

“Whoa…aku tidak tahu itu. Kakakmu sesibuk itu, uh?” Yul tertawa malu-malu, menggaruk belakang lehernya.

“Bolehkan aku tahu alasanmu, Oppa?”

“Ya…aku hanya menyimpulkan kalau…kau tahu…dia tidak di sini karena….aku…” katanya.

Gadis itu tersenyum. “Kakakku memang marah padamu, tapi seperti yang telah kukatakan dia akan diam-diam menyiksamu dengan tatapan dinginnya.” katanya sambil menirukan tatapan kakaknya. Mereka berdua tertawa.

“Aku minta maaf karena membawamu ke sini, Tiff. Aku hanya penasaran dan tidak nyaman karena tidak melihat dia di sekitar. A-aku tidak tahu apa yang harus kulakukan atau bagaimana cara melakukannya.”

“Minta maaflah! Dan lakukan dengan tulus, oke?” Tiffany tersenyum. “Aku sudah pernah mengalaminya berkali-kali dan ketika kami berdebat atau bertengkar, suasana rumah terasa seperti neraka. Pokoknya aku percaya padamu, kau bisa melakukannya! Hwaiting!!”

Yul menelan ludah dan tersenyum pada gadis yang menyemangatinya. “Terima kasih.”

Mereka berdua mulai berjalan kembali menuju kantin ketika mereka melihat Taeyeon berdiri di depan pintu masuk kantin.

“Kwon Yul! Apa yang kau lakukan pada pacarku?” Tanya Taeyeon sambil menunjuk pada sahabatnya kemudian dengan cepat beralih pada Tiffany. “Apa kau baik-baik saja, Tiffany?” Tanyanya cemas.

Menampilkan eye smile-nya, Tiffany menenangkannya, “Aku baik-baik saja Oppa, jangan khawatir, dia hanya menanyakan beberapa hal padaku.”

“Jangan pernah melakukannya lagi, Yul. Lain kali aku tidak akan membiarkannya!”

“Hey, jangan berlebihan, Tae Tae. Aku baik-baik saja, oke? Ayo kita pergi, kita harus menyelesaikan makan siang kita.”

Entah kenapa, Taeyeon merasa kecewa dengan cara Tiffany bertindak di depannya dan Yul. “Lupakan, aku kehilangan selera makanku.” kata Taeyeon lalu berjalan menjauh dari mereka.

“Oppa.” Tiffany memanggilnya namun ia diabaikan dan laki-laki itu tetap melanjutkan langkahnya. Ia menghela napas dan kembali ke meja mereka di kantin.

“Maafkan aku, Fany-ah.” Yul meminta maaf.

Tiffany tersenyum padanya. “Tidak apa-apa, Oppa. Ini bukan salahmu. Jangan khawatir.”

+++

Selanjutnya di kelas pertama mereka, Taeyeon masih bersikap dingin terhadap Yul. Dan ketika Yul tidak bisa menahannya lagi, ia menoleh pada Taeyeon dan menghela napas. Ia menulis di atas kertas dan menyerahkannya pada Taeyeon.

TAENG, MAAFKAN AKU

KAU MARAH PADA TIFFANY?

KUMOHON JANGAN MARAH PADANYA

INI SALAHKU

KUMOHON

 

Taeyeon menoleh padanya dan membaca suratnya. Ia hanya menghela napas dan perlahan menulis jawabannya.

AKU TIDAK BISA MARAH PADANYA LAMA-LAMA

BAGAIMANA MUNGKIN? AKU MARAH PADAMU…

PABO! *MERONG*

 

Yul tersenyum dan membalasnya.

KALAU BEGITU MAAFKAN AKU! KUMOHON!!! :3

PLEASE!!! PLEASE!!! PLEASE!!!

MAAFKAN AKU TAENG…

Keduanya saling bertukar pandang dan Yul mengambil kesempatan untuk meminta maaf pada sahabatnya dengan puppy-eyes-nya, menggosok kedua tangannya, seperti sedang menarikan tarian Super Junior Sorry Sorry.

“Kumohon!!” Bisiknya.

Taeng tertawa dan mengangguk kemudian menulis lagi.

PASTIKAN KAU TIDAK AKAN MELAKUKANNYA LAGI YUL

Saat Yul membacanya, ia mengangguk berkali-kali dengan semangat baru dan pada saat yang sama ia senang karena telah berdamai dengan sahabatnya.

Setelah kelas mereka selesai, keduanya sepakat untuk pergi ke ruang kelas Tiffany. Kelasnya baru saja selesai ketika mereka berdua datang. Banyak siswa yang tertawa genit ketika mereka melihat dua laki-laki menawan sedang menunggu di pintu kelas mereka. Bahkan kelas yang lainnya mulai melihat dan memperhatikan kedua laki-laki itu karena cukup jarang untuk siswa senior datang ke kelas junior.

“Oppa!!” panggil seseorang.

“Oh…Im Yoona-ssi.” Taeyeon mengingat-ingat.

“Halo Yoona!” sapa Yul.

“Annyeong.” Yoona membungkuk. “Sedang apa kalian di sini?”

“Ah, kita ke sini untuk menemui Tiffany.” Jawab Yul.

“Oh? Tiffany? Kalian tidak tahu? Ibunya masuk rumah sakit.” kata Yoona pelan.

“Benarkah?” seru Taeyeon kemudian segera mengambil ponselnya dan menelepon pacarnya, ia berlari menuju pintu keluar sekolah seperti sedang berada dalam pertandingan marathon.

Yul berlari mengejarnya dan dengan cepat pergi ke mobil mereka masing-masing.

“Tiffany!” Panggil Taeyeon.

Gadis itu mengangkat kepalanya, matanya merah karena terlalu banyak menangis dan ia menoleh. “Oppa!”

Taeyeon berlari lebih cepat untuk memeluk pacarnya yang sedang menangis setidaknya untuk menenangkannya. “Apa yang terjadi, Tiff?”

“A-aku tidak tahu.” isaknya. “Ibu pingsan…dan kemudian kepala pelayan kami meneleponku…dan darah tercecar di lantai kamar mandinya.” Tiffany menangis lebih keras.

“Shh…berhentilah menangis.” Taeyeon menenangkan.

“Sudah hampir empat jam dia ada di dalam ruang operasi, bagaimana Oppa?”

“Dia akan baik-baik saja. Kita akan berdoa untuknya, oke?” Ia meyakinkan dan menarik gadis yang sedang menangis itu untuk duduk. Yul diam-diam menyaksikan pasangan itu dan duduk tidak terlalu jauh dari mereka. Beberapa saat kemudian, Tiffany mulai tenang.

“Stephanie!!!” panggil Jessica.

Yul terkejut, ia cepat berdiri dan menatapnya, matanya melebar.

“Unnie!” Seru Tiffany dan cepat melepaskan pelukan dari Taeyeon dan mulai menangis lagi di pelukan kakaknya.

Untuk beberapa alasan, kehadiran Jessica membawa keringanan dan kekhawatiran dalam diri Taeyeon. Meringankan karena, setidaknya sekarang kakaknya akhirnya di sini, seseorang yang kuat dan cukup berani untuk tinggal dan merawat ibu mereka, sementara khawatir karena setelah proses yang lama hanya untuk menenangkannya, Tiffanykembali menangis mengira bahwa tangisannya itu mungkin akan sangat mempengaruhinya…dan seperti yang Taeyeon perkirakan, Tiffany tiba-tiba jatuh pingsan. Jessica segera menangkap adiknya, bersamaan dengan Taeyeon dan Yul mendekati mereka.

“Tiffany!!”

~~~;~~~;~~~

 TBC

Oke udah gue ganti jadi Donghae yah 😀

dan karena per-chapter nya pendek banget gue bakal sering update ^^ see you~

credit : zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

55 thoughts on “Unlike Him [Chapter 2]

  1. Hm, yul lucu dech gk ktmu sica rsany ky kehilangan sesuatu n uring2an smp2 ganggu wkt taeny. Fany pingsan???
    Lanjut thor…

  2. annyeong ….
    ok,Yul udah mulai nih.,terasa hampa tanpa adanya sica ,, ..kkkeee
    TaeNy tetep Unyu lah .,,,,,
    ganti donghae???? oh my ,siap” deh …. ><
    dtunggu next chap nyah…….
    SEMANGAAAAAAAAAAT

  3. hmmm…yul c ksih kesan prtama jelek k sica…oh smga sica bs ubah cr pndang dy k yul…smga cpt jd yulsic…lnjut thor…

  4. chap awal banyak taeny yak..yulsic mah masih dingin:)) tp yul uda mulai luluh tuh..suka lah jeti jd sodaraan ..

  5. Uhm..
    Donghae better lah..kekekekkkk
    Yul segeralah minta maaf k jessi jgn bikin hell sica muncul dimana mana..hehehehe
    For taeyeon just wanna say please take care fany forever..

  6. yul udh mlai2 tkut khilangan jessi ni yaaa 😀
    tarik terosa yullll
    ebujukkkk taeng cmburuan bgt pas pannyny d pnjam 😀

    mamany jeti itu cba bnuh dirikah????

  7. yul yul…bru jg beberapa hr di tggl sica udh kyk gtu…gmna klo bertaun?merana deh pasti..
    omo!ppany ampe pingsan saking shock nya…untung taengsic siap tanggap…

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  8. Annyeong…

    Oke sipp…gnti Donghae ya cast ny si kutu kupret.
    Mkin sipp tarra klo sering apdet,,tpi gue g’ bsa sring2 ol.sibuk*tarra:opoyotakpikir.

    Lnjut tarra… You’ll the prince jga…
    Mian gue lngsung coment di mari,, gue reader lma ye cma gnti id doang *gaknanya.

  9. weleh weleh si yul kangen nih sm sicababy, hampa trasa hidupnya yul tnpa sica:-):-):-):-)
    itu ummanya jeti knp?
    yaelah si kim pake cemburu sm sahbatnya sndri….

  10. Cie cie..Yang kangen…haha
    Tinggal ngaku aja ama tiffany kalau kamu tuh bener” kangen ma jessica,yuuul…Fany pasti dukung hubungan kalian.haha

  11. bener” tom bareng jerry ni dua anak kalo bareng berantemm kalo satu ga ada yang satunya nyariin … maniiis yeee

  12. Ka tarra#bolehkanPanggilBeginian?
    Kalo bisa kan, orang ke3 diYulSic jgn donghae lagi, cast itu bikin nyesek dan nick/Tai bikin Polip(?)
    kalo bisa juga org ke3nya itu LSG(seunggi) ntah kenapa image LSG lebih baik2 gitu? Klo hae sma Tai kerasa gak memadai gitu#sorryfansnya,, tpi tu terserah kaka aja 😉

    • Oke gue lebih suka dipanggil Tarra kok ^^

      Nah kenapa juga harus LSG? lol~ sorry ya gue cuma translate dan kenapa gue ganti ke donghae? karena banyak yang ga suka kalo pke yang sebelumnya dan gue udah izin sama authornya buat ganti cast dan dia setuju. Kalo ganti lagi? Hmm…Mending ga usah baca deh 🙂
      Makasii~

  13. ah yul oppa mulai kangen ya sama sica onnie..
    jadi sica onnie sering keluar negeri ya…
    yul oppa jangan putus asa ya, segarah lah minta maad dengan sica onnie ..
    aduh fany onnie kalau nangis bisa langsung pingsan ya, jadi ikut sedih, semoga mrs.jung bisa cepat pulih..
    nah loh si donghae disini jadi apa yah ??
    orang ketiga di antara yul oppa and sica onnie ??
    makin penasaran…
    lanjut chingu ditunggu ya..
    semangat…

  14. anyeongg tarra,,,
    certinya pendek dan singkat…
    bikin tmbh pnsran jah…

    untung sica dah dtng jd fany-ah lbih tenang…
    tp sica tunben jd orng yg lebih tegar perannya…bguslah Klo gthu…hehe

  15. seneng liat tae yg posesif 😀
    haha si yul malu2 meong…
    udh cepetan minta maaf biar selesai masalah ma sica…

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s