Unlike Him [Chapter 3]

Hi……

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 3

 

Setelah keributan yang terjadi karena Tiffany pingsan, Taeyeon segera membawanya ke ruangan, sementara Yul dan Jessica tetap menunggu di luar ruang operasi. Beberapa saat kemudian, dokter keluar dan menyatakan bahwa kondisi Mrs. Jung telah stabil dan dia telah dipindahkan ke ruang perawatan.

Malam telah larut dan semua orang berkumpul di ruangan Tiffany, Taeyeon memegang tangan pacarnya dengan erat, Jessica duduk di sisi lain tempat tidur menghadap Taeyeon dan Yul duduk di sofa besar seperti orang buangan. Meskipun Yul dan Jessica ditinggal di luar ruang operasi, mereka tidak saling berbicara.

Semuanya hening dan tiba-tiba Yul melihat gadis berambut cokelat itu mengangguk. Setelah sejenak mengamati dari belakang, Yul tersenyum dan mengetahui bahwa Jessica tertidur. Ia tertawa sendiri, menyukai betapa lucunya Jessica meskipun hanya punggungnya yang ia lihat. Dan ia tertawa sendiri ketika Jessica mengetukkan kepalanya ke pagar logam pada sisi tempat tidur Tiffany. Mata Taeyeon melebar melihatnya sementara Yul berhenti tertawa sebelum Jessica menyadarinya dan hanya mendengarkan mereka.

“Aduh!” Jessica meringis, mengusap dahinya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Taeyeon. “Kurasa kau harus pulang sekarang, kau tidak lelah?”

“Aku lelah tapi ibu dan Tiffany ada di sini, jadi aku harus tinggal dan menjaga mereka.” jawabnya.

“Kalau begitu setidaknya kau harus makan, oh ya! Kau sudah makan malam? Kalau kau mau, aku bisa membelikan sesuatu untukmu?” Taeyeon menawarkan.

Jessica perlahan menggeleng dan tersenyum padanya, “Aku tidak makan malam setelah jam 6. Aku baik-baik saja, jangan khawatir. Tapi kalau kau tidak keberatan, aku mau keluar dan membeli kopi. Kau mau?” tanya Jessica.

“Ya, tentu. Aku mau Cappuccino dan jangan mengkhawatirkan Fany, aku akan menjaganya.” Taeyeon tersenyum.

“Aku bersyukur adikku memiliki laki-laki sepertimu, Taeyeon.” Kata Jessica sambil berdiri.

“Terima kasih, Jess,” tiba-tiba Yul yang sedang menguap menarik perhatiannya. “Yul, kau sudah mau pulang? Masih ada kelas besok. Aku tahu kau merasa terbebani hanya untuk bolos satu kelas saja. Kau boleh pergi jika kau mau.” kata Taeyeon.

Yul tersenyum, “Tidak apa-apa, Taeng.” Ia kemudian menoleh ke Jessica, “Bolehkah aku ikut denganmu?”

Sedikit terkejut dengan saran Yul, mata Taeyeon melebar ke arah laki-laki yang tersenyum sendiri dengan bodoh.

“Ide bagus, Yul,” Taeyeon setuju. “Pergilah dengannya!”

Jessica hanya mengangguk pada mereka dan perlahan berjalan menuju pintu. Yul tersenyum pada Taeyeon sebelum mengikuti Jessica. Keduanya berjalan dengan hening menuju kedai kopi terdekat. Setelah mengatur pesanan mereka, keduanya pergi ke tempat duduk mereka. Jessica merasa aneh karena meskipun ia tahu betapa jengkelnya ia, ia tidak bisa menahan untuk tidak merindukannya. Ia terus melihat ke bawah seolah-olah lantai adalah hal yang paling menarik untuk dilihat.

“Jadi…” Yul memulai. “Kau sedang di Taiwan?”

“Y-ya?” Ia tergagap.

“Kudengar kau berada di Taiwan, benar?”

“Ya…” jawab Jessica dan menunduk lagi.

Yul melihat Jessica yang menjawabnya dengan malu-malu, untuk beberapa alasan ia merasa tindakan gadis itu menarik, dan ia hanya tersenyum. Kemudian pesanan mereka datang.

Jessica mengambil kesempatan untuk mencuri lirikan padanya dan ia tahu kalau Yul tengah tersenyum pada si pelayan, terlihat seperti sedang menggoda. Jessica memutar bola matanya, darahnya mulai mendidih.

“Jadi, kenapa kau di sini?” Tanyanya dingin, mengejutkan Yul. Ia tak dapat memercayai seberapa cepatnya Jessica berubah.

“Aku…aku…” ia memulai, tergagap dan ia tidak tahu kenapa ia merasakan hawa dingin. “Tadi aku hanya mengikuti Taeyeon ke sini ketika dia tahu kalau ibumu masuk rumah sakit.” jelasnya.

Jessica mengangguk sambil menyesap kopinya.

Namun kemudian Yul teringat akan misi yang sebenarnya, yaitu untuk meminta maaf kepada Jessica. Yul menarik napas dalam-dalam, mengerahkan seluruh keberanian yang dimilikinya. “Aku ingin meminta maaf padamu!” katanya secepat mungkin, Yul menutup matanya, tidak ingin melihat reaksi gadis di depannya. Namun Yul segera membuka matanya setelah mendengar Jessica meringis. Yul segera berdiri dan menarik Jessica ke sampingnya. Ia melihat tumpahan kopi di atas meja dan juga di pakaian Jessica.

“Apa yang terjadi padamu? Ada yang sakit?” tanya Yul khawatir.

“A-aku baik-baik saja.” Jessica berbohong namun begitu Yul melihat luka bakar di pergelangan tangan Jessica, ia mengernyitkan dahi dan mencubit luka tersebut. Jessica kembali meringis, “Aduh! Hentikan!”

“Pembohong!” omel Yul. “Mana lagi yang sakit? Bagaimana dengan pahamu? Apa kau terluka?”

“Aku baik-baik saja, sungguh. Aku mengatakan yang sebenarnya,” kata Jessica. “Aku hanya basah.”

Kening Yul berkerut, ia berdiri dan memandang ke sekitar. “Tunggu di sini,” katanya. “Jangan bergerak sedikit pun, oke? Aku akan segera kembali.” Ia lalu berlari secepat mungkin.

15 menit kemudian, Jessica mulai panik dan memandang sekitarnya dengan cemas. Haruskah aku pergi sekarang? Mungkin Yul hanya bercanda. Aish. Seharusnya kau tidak memercayainya, Jessica! pikirnya dan hendak berdiri.

“Yah!!” seru seseorang. Orang itu adalah Yul yang tengah susah payah bernapas. Mata Jessica terbelalak. “Bukankah aku menyuruhmu untuk tidak bergerak sedikit pun?” omelnya begitu ia berjalan menghampiri Jessica dan menariknya untuk kembali duduk.

“A-Aku kira kau hanya main-main…” jawab Jessica.

“Kau kira aku akan main-main dalam keadaan seperti ini? Ini…” kata Yul setelah meneguk segelas air. “Nona, bolehkah saya minta segelas air!” teriaknya kepada si pelayan.

Jessica menatapnya dan melihat kantong kertas di meja mereka. “Apa itu?”

“Lihatlah,” katanya sambil tersenyum, napasnya masih terengah-engah.

Dan seperti apa yang Yul katakan, Jessica memeriksanya dan mendapati laki-laki itu membelikan sebuah mini-dress dan pakaian dalam untuknya. Jessica tersipu seketika setelah melihat semua itu.

“Kau…kau…membelikan ini untukku?” kata Jessica tergagap.

“Ya,” jawab Yul malu-malu. “Dan aku harap pakaian itu akan cocok denganmu. Kau harus menggantinya sekarang.”

Setelah beberapa saat, Jessica keluar dari toilet dengan mengenakan hadiah dari Yul. Yul tersenyum melihat betapa cocoknya pakaian itu di tubuh Jessica.

“Apa pakaian dalamnya pas?” tanya Yul malu-malu.

Dan tanpa sadar Jessica mengangguk. Yul tersenyum bangga. Dan mereka duduk di sana dengan kikuk.

“Aku ingin minta maaf secara tulus atas apa yang sudah aku perbuat beberapa hari yang lalu.” Gumam Yul.

Tidak butuh waktu lama untuk akhirnya Jessica menjawab. “Permintaan maaf diterima.”

“Benarkah?” sahut Yul. “Kalau begitu haruskah kita memulainya dari awal, aku ingin kita berteman,” saran Yul, seperti seorang anak kecil yang menyarankan sebuah permainan baru kepada kenalan barunya.

“Ide bagus.” Jessica tersenyum. Melihat tingkah Yul yang dirasanya lucu.

“Aku Kwon Yul.” Yul memperkenalkan dirinya, mengulurkan tangannya.

“Jessica Jung, senang bertemu denganmu,” Jessica membungkuk dan menjabat tangannya.

Keduanya terus mengobrol tentang diri mereka sendiri sampai mereka memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Keduanya terus mengobrol saat mereka memasuki ruangan Tiffany.

“Unnie!” Tiffany memanggilnya dengan lemah.

“Oh? Miyoung! Kau baik-baik saja sekarang?” Tanya Jessica sambil berjalan menuju adiknya yang bersandar di bahu Taeyeon.

“Maaf telah membuatmu khawatir.” Tiffany tersenyum lemah.

“Ya, kau membuatku khawatir…” kata Jessica dengan wajah yang sangat serius sambil melipat tangan di atas dada. Ketika ia melihat Tiffany yang tertipu, bibirnya menyunggingkan seulas senyum dan melakukan merong ke arahnya.

Keduanya saling bertukar pandang dan tertawa.

“Oh! Jess, apa yang terjadi dengan pakaianmu?” Kata Taeyeon, tiba-tiba memperhatikan perubahan pada pakaian Jessica.

“Ah, baju Sica tertumpahi kopi jadi aku membawakan yang baru untuknya.” Kata Yul dengan bangga sambil menyerahkan kopi yang dipesan Taeyeon.

“Terima kasih. Sepertinya kalian berdua sudah berdamai.” Taeyeon tersenyum, sambil menyeruput kopinya.

Yul melangkah maju ke sebelah Jessica dan merangkulnya, “Sebenarnya sekarang kita bersahabat.”

Jessica mendengus, “Begitulah menurutnya.”

“Aku tidak percaya kau akan mencampakkanku untuk teman barumu.” Goda Taeyeon.

Yul melakukan maerong padanya, membuat semua orang di ruangan itu tertawa.

“Stephanie!” panggil seseorang bersamaan dengan pintu yang terbuka keras, Jessica dan Tiffany menggumamkan kata ‘ayah’ dengan pelan. Taeyeon dan Yul langsung berdiri tegak dari posisi mereka.

“Jessi! Steph!” panggil Ayah mereka lagi. “Oh, Jess, ayah kira kau sedang di Taiwan? Tapi ayah senang kau berada di sini, tadi ayah meneleponmu.” katanya sambil memeluk putri sulungnya. “Dan kau Steph, apa yang terjadi padamu, huh?”

“Dia pingsan saat melihatku.” sindir Jessica yang masih memeluk ayahnya yang memeluk maknae mereka.

Saat mereka melepaskan pelukannya, Mr. Jung melihat kedua laki-laki itu, “Apakah mereka ini pacar kalian, nona-nona?”

“BUKAN!!!”

“Ya!”

Jawab mereka masing-masing, Tiffany menjawab pertanyaan itu dengan gembira, sementara Jessica menyangkalnya takut bahwa hal itu mungkin akan meretakkan persahabatan barunya dengan Yul.

“Ayah, ini Taeyeon, dia pacarku.” Tiffany memperkenalkan sambil memegang tangan Taeyeon. Dan Taeyeon membungkuk kepada Mr. Jung. Itu adalah pertemuan pertama mereka sejak Tiffany dan Taeyeon berpacaran. “Lalu dia sahabatnya, Kwon Yul.”

“Selamat malam, paman!” Sapa mereka.

Mr. Jung tetap diam, menganalisis kejadian…lalu menatap Tiffany. “Beritahu ayah Stephanie…” kata Mr. Jung, mendekat kepada putrinya, “Apa…kau…ha-mil?”

“Eh???” Seru mereka. Jessica menatap Tiffany dengan mata melebar.

“Benarkah, Miyoungie?” Tanya Jessica, tidak percaya.

Bahkan Yul melihat ke arah Tiffany dengan terkejut, sementara Taeyeon menelan ludah dengan gugup, mempererat genggamannya pada tangan Tiffany.

“Ayah! TIDAK!!” bantah Tiffany sebisanya, hampir menangis, menggelengkan kepalanya.

“Katakan dengan jujur.” Kata Mr. Jung serius, mengerutkan kening terhadap putrinya.

“Ayah…” rengeknya. “Aku masih perawan!” Teriak Tiffany panik untuk menjernihkan pikiran mereka.

Jessica dan Mr. Jung terkekeh.

“Oke…Oke…Ayah percaya padamu, Stephanie.” Ayahnya memeluknya lagi, menciumnya sebelum ia berdiri. “Ayah akan pergi dan memeriksa ibumu. Cepat sembuh, oke? Kembalikan kekuatanmu. Dan kau Mr. Kim,” ia melihat ke arah Taeyeon. “Jangan pernah pernah pernah menyakiti putriku, mengerti? Atau jika tidak…”

“Ayah!”

Untuk kedua kalinya, Taeyeon, menelan ludah karena gugup dan mengangguk.

Sama seperti yang dilakukan Jessica sebelumnya, ketika ia melihat Taeyeon tertipu, Mr. Jung tersenyum dan menepuk pundak Taeyeon. “Saya bercanda, tapi sebaiknya kau tidak membuat dia menangis oke?”

“Ye-ya, paman!”

***

Keesokan harinya, Tiffany keluar dari rumah sakit, tetapi pacarnya (Taeyeon) menyarankannya untuk beristirahat dan diam di rumah. Karena hari itu adalah hari Jumat, mereka (Yul dan Jessica) telah sepakat kalau Taeyeon harus menemani Tiffany seharian, yang langsung disetujui Taeyeon. Sementara Yul dan Jessica pergi ke sekolah di saat mereka bahkan belum beristirahat. Sepanjang malam keduanya menjaga Mrs. Jung ketika Mr. Jung berangkat dikarenakan suatu hal yang sangat penting. Meskipun Jessica tidak memintanya, sebagai sahabat yang baik, Yul bersikeras menawarkan diri untuk menemaninya.

“Mr. Kwon! Mr. Kwon!” Seru gurunya. “Mr. Kwon Yul!”

Akhirnya, Yul terjaga. Guru mereka tersenyum berseri-seri padanya dan Yul berdiri dengan gugup dan melihat sekelilingnya. “Ma’am!” Jawabnya, seolah menghormat pada tentara. Semua orang menertawakannya.

“Kau tidur di kelas saya, itu adalah pertama kalinya kau melakukan hal ini Mr. Kwon, yang mana sudah membuat saya sangat kecewa. Pergi ke kantor saya saat istirahat nanti. Kau juga, Ms. Jung.” katanya kepada Jessica.

Yul menundukkan kepalanya ketika guru berbalik dan melanjutkan pelajaran mereka. Ia menatap Jessica yang berdiri pada waktu yang bersamaan. Kantung mata bisa terlihat di bawah mata indahnya. Ia tersenyum dan Jessica membalas senyumannya dengan seulas senyum sinis sebelum kembali duduk.

~~~;~~~;~~~

TBC

makasii ya udah pada mau baca 😀

credit : zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

54 thoughts on “Unlike Him [Chapter 3]

  1. Taeny no coment gw lgi kessel bnget sma tiffany…
    Cieee yulsic akhirx berdamai jga dan skrng udah jdi shabat bntr lgi bkal jdian nih kekeke…

  2. Haha kirain mr jung bakalan galak..Eh ternyata dia setuju ama hubungan taeny..#god!

    Dan buat yulsic,akhirnya mereka berdamai..Kan kalau udh damai bentar lagi pacaran!haha#nGarep!

    Semangat trus buat author..Fighting!!

  3. awal yg baiikk untukk yul buay dktin sica,,ayoo yull masa kagak bsa dptn sica…
    di dunia ff taeny ttp jdi psgn yg g trpshkan walau didunia nyata brbda..

  4. haha mr jung bisa aj ‘ngerjain’ taeny,,ampe taeng gugup gtu jd nya hihihi
    cieee yg skrg udh sahabatan*lirik yulsic*smoga cpt jdian#eh

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  5. annyeong …….
    akhirnya yng d tunggu lanjut jga….kkeee

    yeeyee Yulsic dah sahabtan ,awal yng baek,,,
    tpi trnyta cpet jga ya ,kyaknya Sica dah suka yul deh ,kok malu” gtu sih ….. cieeeh… wkwkwk
    TaeNy ,psangan Unyu…. kkeeee

    mkin seru aja ….kkee
    dtunggu next chap nyaaah…..
    SEMANGAAAAAAAAAAT

  6. Yyyyeeeee…..yulsic udh baikan….
    Yulsic lucu klo lg canggung gt…
    Krna udh baikan brarti tnggal nunggu jadian ny nich….
    Lanjut thor…

  7. perdamaian.. perdamaian.. perdamaian perdamaian..
    cie yag udah jd shabat..
    kyaknya sica udah tertarik sm yul deh..

  8. Akhirnya yulsic berdamai juga mana dagh jadi sahabat lagi
    Mr jung seneng banget ngegodain taeny nyampe taeng dibuat gugup tapi untungnya taeny direstuin

  9. sipp..yulsic memulai dgn baik…haha…mr.jung lucu amat ppany d bully…d bcndain hamil..tae jg ….hahaha…lnjut thor..

  10. Ciyeee yg udah ada perkembangan~ duh yul tau aja sih ukuran daleman nya sica wkwk good soebang 😀

    taeny mah anteng2 ajaaa padahal real life mah taeng lg galau bangett huhuhuhh

    oiya thor ff yg lain ga di lanjutin nih?

  11. annyeong..

    jessi sama mr.jung jail juga..
    haahaa

    yeah akhirny yulsic jadi sahabat…
    di tunggu jadiannya..heehee

  12. Yul hebat, bisa nebak pkain dlm jessica.. Yulsic bnyk kmjuan.. Taeny gue nahan sesak aja.. Krna gue bosan liat rumor kunti2 melulu

  13. hahaha kirain mr. jung bokap yg galak gak taunya lucu jg smpe bikn taeng gugup:-):-):-)
    kyaaaa yulsic akhirnya baikan, wah mr.kwon keren lho tau size bju dlmnya sica hehehe
    udh yulsic cpetan aja jadian

  14. cieee yulsic udh tmenan cieeee.
    mlai ad perkembangan. biasa yul modus mnta jd shbatan. ntar lama2 jg pcaran 😀

    taeny lucukkk :p

  15. mooooodus amettt tu si kwon bilang aja kalo cinta kaga perlu ada *basabasibusuk* ngajakiin temenan segalaa haaaadeuh

  16. Anak sama bapak punya hobi yg sama yah kaya-nya. Suka bikin orang mati kutu. Makasih buat insiden kopi Jessica yg tumpah,gara” itu YulSic jadi akrab deh 😀

  17. Hahaha.. Gw ketawa mulu bawaanya waktu ppany bilang “aku masih perawan” sumpeh.. Itu lucu banget rau ga?#LebayKlimax
    oke,, menurutku bahasa penulisan di sni masih kurang aku pahami,,#author: Ne orang tinggal baca aja susah amat?
    Tapi , memang aku yang oon kaliya?

  18. yul oppa pinter banget milihin baju untuk sica onnie.

    apa sica onnie beneran sukak sama yul opp ??
    akhirnya mereka berteman juga..
    cepat sembuh ya fanny onnie, mrs. jung..
    lanjut chingu..
    makin penasaran..

  19. Ya elah gw kira Yul lari mau beliin obat + salep untuk Sica kan kta nya luka eeeh malah beli dress + daleman nya, Yul tau juga ukuran nya Sica..
    Mr. Jung suka bnget ngegoda anak & camen nya..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s