You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 14]

Hi…..

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Title1d

Chapter 14: Love on the G string

 

Tidak mungkin…

Sangat jelas dalam ingatannya…

Gadis kecil yang membantunya ketika ia tersesat dan sendirian menamai dirinya sebagai Super Black Bear…

Jadi mengapa laki-laki misterius ini menyebut dirinya super Black Bear juga?

“Kemana dia pergi?” gumam Jessica saat ia berjalan di sekitar kerumunan, mencari laki-laki misterius itu.

Ia memiliki beberapa pertanyaan untuk laki-laki itu.

Ia ingin mengetahui hubungan antara laki-laki itu dengan Super Black Bear.

“Jessica! Ternyata kau di sini!” Suara yang tak asing lagi memanggilnya dari belakang.

“Aku berusaha mencarimu! Dari mana saja kau?”

“Sooyoung, maafkan aku… Aku hanya pergi ke balkon untuk mencari udara segar…di sini sedikit berisik…”

“Jadi bagaimana menurutmu pesta ini? Menyenangkan?”

“Ya, sedikit menarik…”

“Oh, jadi namamu Jessica?” Suara menjengkelkan yang sama kembali muncul.

“Jangan dia lagi…”

“Siapa dia? Kau mengenalnya?” Tanya Sooyoung, bingung.

Sebelum Jessica bisa mengucapkan sepatah kata pun, Sungmin memegang tangannya dan berinisiatif untuk memperkenalkan diri kepada Sooyoung.

“Hai, kau pasti teman Jessica. Aku Sungmin, pacar barunya…”

“Apa yang kau bicarakan!?” Kata Jessica marah. Ia tidak menyangka seorang laki-laki bisa  begitu blak-blakan.

Sebaliknya Sooyoung hanya tertawa.

“Oh, jadi itulah kenapa kau pergi! Kau pergi kencan dengannya!”

“Tidak kau juga!” Jessica melabrak Sooyoung yang tengah bercanda.

*****

“Kenapa kau membiarkan dia mengikuti kita?” Bisik Jessica marah.

“Karena ini benar-benar lucu melihat betapa kerasnya dia berusaha untuk mendapatkanmu!”

“Ini tidak lucu sama sekali!” Ia menyenggol gadis jangkung itu dengan sikunya.

“Nona-nona, kalian ingin segelas minuman?” Potong Sungmin dan menawarkan segelas anggur.

“Ayahku menyuruhku untuk tidak menerima apa pun dari orang asing…” balas Jessica sinis, mendapatkan tawa tertahan dari Sooyoung.

“Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya yang terhormat, saya mohon perhatiannya sebentar…” Terdengar suara yang bergema di ruang dansa.

Semua orang mengalihkan perhatian mereka ke asal suara. Seseorang dengan pakaian bersinar dan mengenakan topeng merah berdiri di anak tangga marmer yang sangat mewah dengan lampu sorot yang menyinarinya. Sooyoung memegang tangan Jessica dan berjalan lebih dekat ke pusat ruang dansa. Lampu-lampu mulai meredup secara bertahap.

“Pertama-tama, selamat datang di pesta ini dan saya berterima kasih kepada semuanya yang telah hadir untuk menyemarakkan perayaan ulang tahun saya! Ini benar-benar suatu kehormatan besar, dan sekali lagi terima kasih atas semua harapan-harapan dan hadiah-hadiah yang telah kalian berikan. Saya harap kalian semua menikmati pesta ini.” Para tamu bertepuk tangan, bersorak gembira.

“Jadi, kau mengenal orang itu?” Jessica berbisik pada Sooyoung yang mengangguk sebagai jawaban.

“Aku harus memperkenalkannya padamu nanti. G benar-benar pria yang baik.”

“G?”

“Ya, hanya G.”

Sebelum Jessica bisa menanyakan lebih lanjut, G berbicara sekali lagi.

“Selamat menikmati permainan biola yang akan dibawakan oleh teman misteriusku yang tidak mau disebutkan namanya! Beri tepuk tangan yang meriah untuknya!”

Lampu sorot itu segera mengalihkan fokus pada tempat di sebelah kiri ruang dansa. Yuri berdiri di sana, dengan biola dalam posisinya. Dengan cahaya yang meneranginya dan dengan ruang dansa yang remang-remang, Yuri hanya bisa melihat siluet para penonton yang bertepuk tangan. Ia membungkuk atas penyambutannya.

Jantung Jessica berdebar kencang saat ia mengenali sosok itu, sosok laki-laki yang ia temui sebelumnya.

“Apa dia benar-benar Super Black Bear yang tadi?”

Setelah tepuk tangan penonton mereda, Yuri mengangkat lengannya dan menutup matanya saat ia mulai bermain. Semua orang terhanyut dalam penampilannya ketika Yuri menggesek senar biola dalam gerakan yang lembut.

Bach’s Partita No. 3 in E major, Movement III. Gavotte en Rondeau. Pilihan yang sangat baik!” pria tua di dekat Jessica memuji pemain biola muda itu.

“Dia sangat mengagumkan…” Seorang gadis berteriak antusias kepada teman laki-lakinya yang langsung menunjukkan kecemburuannya. Bukan hanya gadis itu. Hampir setiap gadis di luar sana terpesona oleh penampilannya yang menawan.

“Bukankah dia hebat?” Bisik Sooyoung pada Jessica yang terfokus pada penampilannya, sepenuhnya mengetahui identitas asli pemain biola tersebut.

“Ya…” jawab Jessica jujur, terpikat oleh keragaman nada dari biola. Keterampilan laki-laki itu jelas lebih baik daripada kebanyakan pemain biola yang pernah ia dengar, di sekolahnya, Sekolah Musik San Francisco.

“Mungkin tidak semuanya…” Jessica belum sepenuhnya melupakan pemain biola pertama dari seorang  mahasiswa orkestra, kegiatan yang ia ikuti. Ia mulai bertanya-tanya siapa yang akan keluar sebagai pemenang jika keduanya memiliki kesempatan untuk bersaing dalam kompetisi tahunan yang diadakan di sekolahnya. Ini akan menjadi pemandangan yang cukup menarik untuk dilihat.

Selama memperhatikan permainannya, untuk pertama kalinya ia melihat ada perban kecil di sekitar tangan kanannya, benar-benar tidak ia sadari sebelumnya.

“Dia bermain dengan tangan terluka?” Jessica menjadi lebih terkesan dengan kegigihannya.

Di tengah permainannya, Yuri merasakan ketegangan pada punggung tangan kanannya. Luka yang didapatkannya dari kecelakaan berkuda itu mulai menusuk tidak nyaman dan tuntutan untuk menggesek biola tidak membantu sama sekali. Meskipun tidak nyaman, ia hanya berkonsentrasi pada biola, mengesampingkan semua pikiran-pikiran itu. Ia sudah lama tidak menyentuh biola dan ia sangat rindu memainkannya.

“Hmmpf…kau menyebut itu bermain biola?”

Jessica melirik Sungmin dengan marah. Sungmin berdiri di sampingnya dengan kesombongan yang terlihat di raut wajahnya.

Sebelum ia bisa membalas pernyataan itu, seorang gadis pendek di dekatnya menginjak kaki Sungmin, sementara Sooyoung yang bereaksi pada saat yang sama, memukul kepalanya dengan keras. Kedua gerakan mereka yang terkoordinasi membuat laki-laki bodoh itu menjerit kesakitan. Penonton terdekat memberikan tatapan terganggu dengan aksinya. Sooyoung dan gadis itu ber hi-five, dengan seringai di wajah mereka.

“Apa yang kalian lakukan kerdil dan…rak-raksasa”

“Shhhhhhhhh!” Seorang pria bertubuh besar di depan berbalik dengan jari di bibirnya dan melemparkan tatapan menakutkan pada Sungmin, yang segera diam.

“Dia pantas mendapatkannya!” Gadis mungil itu berbisik pada Jessica yang balas tersenyum. Gadis itu melemparkan kedipan mata genit sebelum mengembalikan perhatiannya pada permainan biola itu.

*****

Nada terakhirnya berakhir dengan indah di bawah permainan berdedikasi Yuri. Segera setelah itu, semua orang di ruang dansa bertepuk tangan dengan pujian-pujian dan siulan-siulan dari mereka. Bahkan ada teriakan untuk sebuah encore.

Jessica tersenyum senang. Ia benar-benar terkesan dengan penampilannya.

Di sisi lain, Sungmin, ditelan oleh api cemburu saat melihat penampilan pemain biola itu diterima dengan baik oleh para penonton. Terutama dari cara Jessica menatapnya. Itu benar-benar berbeda dengan respon yang ia terima dari gadis itu. Tidak adil. Ia berada di sini lebih dulu dan orang ini hanya muncul entah dari mana, mencuri gadis itu tepat di bawah hidungnya.

“Apanya yang hebat?” Ujarnya.

Itu adalah kesabaran terakhir Jessica.

“Jika kau berpikir kau lebih baik, kenapa tidak naik dan bermain untuk kami?” ejek Jessica.

“Ya, majulah! Jika kau berpikir kau lebih baik dari Alex!” Gadis yang lebih pendek bergabung, membuat Jessica terkejut.

“Dia memanggilnya Alex? Mereka pasti berteman…tidak, tunggu, dia bisa saja orang yang dibicarakan laki-laki itu? Gadis yang dia cintai?” Jessica merenung. Mungkin ia bisa membantu mereka untuk lebih dekat, sebagai bentuk rasa terima kasih atas bantuannya.

Sooyoung bingung dengan campur tangan yang tak terduga. Mengapa gadis itu memanggil Yuri, Alex?

Bagaimanapun, Sungmin, mulai gagap, “A-aku er-”

“Jika kau tidak bisa bermain biola, simpan saja komentarmu untuk dirimu sendiri…” komentar gadis itu.

“S-siapa bilang a-aku tidak bisa b-bermain b-biola!”

“Benarkah? Kurasa pamanku tidak akan keberatan untuk menampilkan sebuah permainan biola lagi!”

“P-Paman? Paman apa?” Tanya Sungmin, menanyakan sebuah pertanyaan yang dipikirkan Jessica dan Sooyoung sedari tadi.

“Dia!” Gadis itu menunjuk ke seorang pria yang berdiri di kaki tangga. Ia melambaikan tangan di udara, berusaha untuk mendapatkan perhatian pamannya.

“Arghhhhh! Mereka menghancurkan rencana yang sempurna!” Teriak Sooyoung dalam hati, frustrasi atas semua gangguan yang tiba-tiba.

“Jadi dia adalah keponakan G. Ah, aku mengerti maksudnya. Itu sebabnya laki-laki itu diundang untuk tampil!” Jessica akhirnya bisa menghubungkan semua itu bersama-sama.

“TUNGGU!” Sungmin berusaha menahannya, mencegahnya untuk menarik perhatian pamannya.

Melihat gadis pendek itu diintimidasi oleh laki-laki yang menjengkelkan, Jessica dan Sooyoung segera datang membantunya.

“Berhentilah mengganggu rencanaku!” Sooyoung memukul kepala laki-laki itu sekerasnya, melampiaskan kekesalannya pada laki-laki itu. Setelah Sungmin melepaskan pegangannya pada gadis mungil itu, Jessica bergegas ke depan untuk menahan tubuh gadis itu dengan lembut.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Jessica khawatir.

“Ya, aku baik-baik saja…Terima kasih!”

Berada jauh dari kegaduhan, G mendekati Yuri dengan senyum nakal, yang langsung diartikan sebagai pertanda buruk. Sebelum Yuri bisa mengucapkan sepatah kata, G tiba-tiba mengumumkan kepada orang banyak.

“Apakah ada seseorang di sini yang bisa bermain piano?” Tanya G pada orang-orang yang masih terus memuji pemain biola muda itu.

Tanggapan dari penonton sangat antusias. G benar, dia memang seorang pangeran tampan dan disukai banyak orang.

“Aku melihat beberapa tangan…” Dia terus menggoda gadis-gadis yang bersemangat melambaikan tangan mereka .

“Apa yang kau inginkan!” Yuri mendesis ke telinganya.

“Kau akan mengerti,” bisiknya kembali sebelum sekali lagi beralih ke kerumunan, “Jadi adakah seseorang yang ingin berduet dengan laki-laki baik kita di sini?”

Lebih banyak tangan diangkat ke udara dengan teriakan ‘aku’ yang terdengar. G mengedarkan pandangannya dengan cemas untuk mencari seorang gadis tertentu.

Kembali ke kegaduhan, Sooyoung sedang berjuang untuk menjauhkan Sungmin ketika ia mendengar aba-aba dari G. Ia menoleh dan melihat tangan-tangan yang melambai di udara dalam jumlah yang luar biasa.

“Argh sialan!” Sooyoung mengumpat, mendorong Sungmin ke samping dan mengabaikan protesnya.

“Aku Sunny!” Gadis yang lebih pendek di antara keduanya memperkenalkan diri dengan jabat tangan, yang diterima Jessica dengan senang hati.

“Aku Jessi-”

Sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, sebuah tarikan tiba-tiba menyeretnya dari arah yang berbeda, lebih dekat ke arah depan dan sebelum ia bisa menanggapi tindakan mendadak Sooyoung, tangannya terangkat ke udara, didukung oleh gadis jangkung yang melambai-lambai dengan bersemangat.

“Apa yang kau lakukan?!” Jessica mendengking kaget saat ia berusaha keras untuk menurunkan tangannya ke bawah. Ia merasa malu ketika penonton di sekelilingnya menyaksikan interaksi mereka dengan bingung.

“Ahhhhh aku melihat seorang wanita muda di sana!” G menunjuk kearah mereka, menyebabkan semua orang berbalik dan melihat duo yang tengah meronta-ronta.

“Jessica, kau bisa melakukannya!”

“Melakukan apa?” tanyanya pelan.

“Bermain piano!”

“Piano apa?”

“Kenapa tidak, mari kita berikan tepuk tangan untuk mengundang wanita cantik itu ke atas?” Tambah G, mengambil inisiatif untuk memulai bertepuk tangan.

Segera kerumunan di sekitarnya mulai bertepuk tangan dan bersorak untuk mendukung gadis yang sangat malu-malu itu. Dengan dorongan terakhir dari Sooyoung, Jessica terdorong ke depan dan menjadi pusat perhatian.

“Dia?” Yuri menatap gadis itu dengan heran.

G mendekati Jessica yang masih berdiri dengan bingung.

“Jadi, kau orangnya…” G memandangnya dengan rasa ketertarikan yang besar. “Selera yang bagus, Prince Charming…”

“Mm…a-aku…”

“Jangan bicara lagi! Aku benar-benar berharap untuk mendengarkan duet indah darimu dengan ‘Pangeran’ kami…” goda G dengan pandangan penuh arti.

“Huh?”

“Ayolah! Jangan biarkan para penonton kami yang bersemangat menunggu!” G mendesak Jessica untuk maju menuju grand piano di sebelah pemain biola.

Semua orang melihatnya. Dengan tidak ada pilihan lain yang tersedia, Jessica memasrahkan nasibnya. Setidaknya, ia tahu bagaimana cara bermain piano. Menarik napas dalam-dalam, ia bergegas menuju ke sebuah grand piano dan dalam sekejap mata ia telah siap.

“Hei,” sapa Yuri pada gadis pemalu yang sedikit melompat kaget.

“Kita bertemu lagi…”

Jessica menelan benjolan di tenggorokannya dengan gugup, mengangguk-angguk setuju.

“Jadi…apa yang ingin kau mainkan?” tanya Yuri, merasakan kegugupan gadis tersebut.

“Eh?”

“Mm…piano? Kau baik-baik saja?”

“Ah! A-aku baik-baik saja!” Jessica tertawa lemah. Bertemu dengannya dalam situasi yang aneh benar-benar di luar dugaannya.

“Santai saja. Kau tidak perlu khawatir dengan penontonnya. Bersikaplah seperti tidak ada orang yang mendengarkan kecuali kau dan aku. Mainkan dalam duniamu sendiri. Setidaknya ini berhasil untukku!” Kata Yuri perhatian.

Mungkin itu adalah cara dia mengatasinya…

Aura keyakinan di sekelilingnya…

Mengingatkannya pada Yul…

“Tidak…dia adalah dia, Yul adalah Yul. Mereka adalah dua orang yang berbeda…” Jessica menutup matanya dan mengulangi pikiran itu terus-menerus, berusaha untuk tidak terkecoh. Ia mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia jatuh cinta pada Yul; bukan pada orang di depannya; bukan orang yang memproklamirkan dirinya sebagai Super Black Bear. Selain itu, laki-laki ini sudah memiliki seseorang yang dikasihinya; dan ia memiliki seseorang ia cintai.

“Mm…apa ada yang salah?” Yuri menepuk bahu gadis itu ketika dia tidak menjawab. Jessica melompat untuk kedua kalinya pada sentuhan tiba-tiba saat ia tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Maaf! Aku…h-hanya memikirkan lagunya!”

“Oh, kau membuatku takut, aku pikir kau tertidur! Haha konyolnya aku…jadi emm… apa yang ingin kau mainkan?”

“Er-bagaimana dengan Air on the G string?” Jessica menyarankan salah satu karya favoritnya, “Aku tahu iringan pianonya!”

Yuri tersenyum. Itu adalah salah satu irama klasik favoritnya, Aria, atau Air from Overture No. 3 in D major  dari JS Bach. Air on G string, diaransemen oleh A Wilhelm J untuk piano dan biola, lagu itu telah di-transpose dari D mayor ke C mayor dan dengan menurunkan melodi satu oktaf, seseorang bisa memainkan seluruh iramanya hanya dengan satu senar, senar G pada biola, oleh karena itu dinamakan Air on G string.

“Ayo kita mainkan!” Yuri lalu memberikan seulas senyum menenangkan sebelum berbalik menghadap penonton.

Untuk Jessica, senyum itu terlihat akrab dan hangat. Ini tentu saja mengingatkannya pada seseorang yang terus-menerus berada dalam benaknya selama beberapa hari terakhir ini. Ia bahkan tidak tahu kapan atau bagaimana itu dimulai.

Seolah-olah tidak ada isyarat yang diperlukan, duo ini memulai dalam keselarasan yang sempurna. Semua mata terpaku pada keduanya saat mereka memainkan duet yang indah dengan sempurna. Bahkan, mereka sendiri, terkejut dengan permainan mereka, meskipun itu pertama kalinya mereka bermain bersama.

Persis seperti apa yang dikatakannya, tapi dengan sedikit perbedaan. Jessica tidak bermain di dunianya sendiri. Mereka bermain bersama dalam dunia mereka sendiri. Tidak ada gangguan sedikit pun. Mereka hanya mengikuti setiap langkah dan suasana hati masing-masing tanpa merencanakannya.

Itu adalah pengalaman yang menggembirakan bagi Yuri. Tak pernah ia memiliki seorang pianis yang mampu menuangkan emosi yang menyatu sempurna dengan permainan biolanya. Yuri terkesan, dan ia ingin tahu lebih banyak tentang gadis itu. “Siapa dia sebenarnya…”

“Keduanya benar-benar terlihat cocok!”

“Perpaduan yang sempurna!”

Kata-kata seperti itu terucap di antara para penonton yang mengelilingi Sungmin yang menggertakkan gigi sebagai balasannya.

“Hmmpf…si laki-laki cantik itu hanya harus memperhatikan punggungnya …”

Setelah mendengar komentar itu, Sunny menginjak kakinya untuk kedua kalinya, “Kau harus tetap tenang ketika menonton pertunjukan, tidak sopan!”

“Dasar…kerdil!”

“Dasar bodoh!”

Mereka saling melotot, mengabaikan orang-orang di sekitarnya.

*****

Sorakan yang bergemuruh pecah setelah keduanya selesai menampilkan sebuah duet yang menakjubkan. Yuri, sebagai seorang pria, menuntun Jessica ke depan dan bersama-sama membungkuk pada para penonton sebagai ucapan terima kasih atas dukungan mereka.

G masuk dan segera memusatkan perhatiannya pada para tamu.

“Sudah tiba waktunya untuk berdansa waltz!” Dia mengumumkan sambil mengisyaratkan pemain orkestra kecil untuk mulai bermain. Para tamu mulai melepaskan diri dari kerumunan, membentuk kelompok-kelompok kecil untuk berdansa berpasangan sementara yang lain hanya berdiri di samping, terlibat dalam percakapan dan menikmati minuman mereka.

“Dansa?”

Mata mereka segera berbinar dengan ide yang tiba-tiba muncul di kepala mereka meskipun sebelumnya melakukan kontes saling melotot.

“Kau dapatkan laki-laki itu…” Ujar Sungmin pelan.

“Dan kau dapatkan gadis itu!”

Tak mau kalah, keduanya cepat berjalan melalui kerumunan orang yang tengah berdansa, dengan masing-masing target dalam pikiran masing-masing.

*****

“Hei, permainan yang bagus,” puji Yuri saat keduanya mundur ke sudut yang lebih tenang.

“Permainanmu juga sangat bagus,” jawab Jessica. Mungkin sekarang adalah kesempatan yang sempurna untuk bertanya tentang asal usul Super Black Bear padanya.

“Mm…apa kau keberatan kalau aku mengajukan pertanyaan?” tanyanya hati-hati.

Merasa sedikit bingung tetapi tidak memiliki keraguan, Yuri memberi lampu hijau.

“Pernahkah kau membantu seorang-”

Dan sekali lagi, sebelum ia bisa menyelesaikan kalimatnya, pembicaraan mereka terganggu.

“Penampilan yang indah!” seru G, merasa senang dengan hubungan mereka, “Kalian berdua benar-benar harus bersama!”

Keheningan canggung jatuh di antara mereka.

Yuri menatap G, berharap dia akan mengerti isyaratnya untuk tidak membocorkan apa-apa.

“Dia sudah punya pacar!” Jessica memecah keheningan dan menjelaskan dengan cara yang menggoda.

“Tentu saja…” G melemparkan lirikan penuh hati pada Yuri yang mengerang dalam hati, “Kapan dia akan berhenti!”

“Hei, tarian dansa baru saja dimulai…kenapa kalian tidak bergabung? Ini akan menyenangkan!”

Keduanya saling berpadangan dengan malu-malu.

“Kau harus berinisiatif untuk mengundang sang putri berdansa!” Tambah G ketika ia memberi Yuri dorongan yang tak terduga, menyebabkannya tanpa sengaja menabrak Jessica. G tertawa riang sambil pura-pura melihat ke tempat lain.

Dia bisa saja mengatakan ‘Tidak’.

Dia bisa saja menganggapnya sebagai komentar lalu dari G.

Dia bisa mengelak dengan semua alasan di dunia ini, hanya untuk menghindari berdansa dengan Jessica.

Tapi Yuri tidak melakukannya.

Sebaliknya ia mengangkat tangannya dengan gugup.

“Erm…h-haruskah kita b-berdansa?” Tanya Yuri gelisah.

Jessica sangat senang ketika dia mengangkat tangannya, mengundangnya berdansa. Namun, ada perasaan lain yang membingungkan.

Yuri memiliki seseorang yang ia kasihi.

Jessica memiliki seseorang yang ia cintai.

Mereka jelas-jelas telah memiliki seseorang yang istimewa dalam hati mereka sendiri.

Namun, pada akhirnya, ia menganggukkan kepalanya perlahan dan menerima undangannya.

Yuri membawanya menuju pusat ruang dansa di mana pasangan lain sudah menari dengan suasana hati dinamis dalam tarian waltz berirama cepat. Ketika mereka mengatur posisi mereka, tanpa sadar Yuri menempatkan tangannya di bahu gadis itu, membuat gadis itu tertawa.

“Bodoh…seharusnya kau meletakkan tanganmu di atas pinggangku!” Jessica tertawa karena kesalahan yang dibuatnya dan menuntun tangan kirinya ke posisi yang benar, mengambil langkah hati-hati untuk menghindari wilayah yang diperban. Ia kemudian meletakkan tangannya di bahunya. Yuri menelan ludah dengan gugup, ia kehilangan semua konsentrasinya saat ia meletakkan tangannya di atas pinggang gadis itu dengan hati-hati.

“Kenapa kau begitu kaku?” goda Jessica, melihat ekspresi tegang di wajahnya dan kecanggungan di sekelilingnya.

“A-aku…” Yuri tergagap gugup akan kedekatan mereka.

“Santai saja…” Ujar Jessica dengan suara menenangkan. Menari Waltz adalah keahliannya.

Dan seolah-olah peran mereka telah terbalik, dalam ruang dansa yang seharusnya dipimpin oleh laki-laki, sebagai gantinya tarian mereka dipimpin Jessica. Yuri hanya bisa mengikuti langkahnya dan tersandung ke sana ke mari, tanpa sengaja bertabrakan dengan beberapa pasangan.

Lambat laun, saat mereka telah terbiasa dengan tariannya, Yuri mulai memimpin, mengejutkan Jessica dengan gerakan halusnya.

“Sebelumnya, kupikir kau tidak bisa menari,” Jessica menggodanya. Yuri menjawab dengan mengangkat tangan kanannya dan dengan hati-hati memutar Jessica dalam putaran lambat.

“Aku tidak pernah mengatakan aku tidak bisa…” balas Yuri menggoda dengan genit.

“Oh, jadi kau hanya berpura-pura…”

“Berpura-pura bukan kata yang baik untuk digunakan…”

“Kurasa kau pandai dalam menyembunyikan sesuatu…”

“…Mungkin?”

Mereka saling melirik, dan tertarik dengan mata masing-masing. Jantung Jessica berdebar-debar. Untuk beberapa alasan, mata memukau itu mengingatkannya pada mata Yul. Namun, ia segera menepis pikiran itu dan kembali memfokuskan perhatiannya. Ia ingin tahu lebih banyak tentang cerita di balik Super Black Bear. Apakah itu kartun terkenal Korea yang tidak diketahuinya? Atau apakah itu pepatah umum di masa lalu? Apa pun itu, Jessica harus mencari tahu. Itu satu-satunya kesempatannya untuk menemukan pahlawan kecilnya.

*****

“Aduh! Perhatikan langkahmu!” Sunny mendesis jengkel,untuk yang keempat kalinya Sungmin telah berhasil menginjak kakinya. Apakah itu karmanya karena menginjak kaki Sungmin sebelumnya?

“Ah maaf maaf maaf maaf…” Sungmin segera meminta maaf, merasa malu dengan keterampilan berdansanya yang buruk. Berdansa bukanlah keahliannya.

“Kau harus santai dan bergerak dengan musik…”

“Bagaimana?”

Sunny menggelengkan kepala dalam kekecewaan, “Bagaimana kau akan bisa berdansa dengannya?”

“Eh…ajari aku berdansa?” jawab Sungmin malu-malu.

*****

“Kenapa kau menyebut dirimu ‘Super Black Bear’? Apakah ada cerita di balik itu?” Tanya Jessica.

“Itu hanya sebuah ungkapan kecil yang biasa aku gunakan…”

“Dari kartun atau film? Sebuah ungkapan yang umum?”

“Aku tidak tahu…kenapa kau begitu tertarik dengan Super Black Bear?”

“Hanya ingin tahu?” Jessica berbohong.

“Aku tidak ingat bagaimana itu dimulai…kurasa ungkapan itu diambil dari film Care Bears. Kau tahu…beruang-beruang dengan beberapa lencana pada perut mereka?”

Jessica mengangguk ketika Yuri menjelaskan acara kartun dari tahun 80-an itu.

“Dan itu saja…”

Setelah mendengar ceritanya, Jessica yakin bahwa Super Black Bear yang ia temui di masa lalu itu bukanlah laki-laki ini. Salah satu perbedaan yang jelas, orang di depannya ini adalah laki-laki. Ia ingat jelas pahlawan-nya saat itu adalah seorang gadis kecil. Perbedaan kedua, laki-laki ini tidak menyebutkan apa-apa tentang membantu seorang anak hilang. Ia menertawakan kekonyolannya sendiri untuk berpikir bahwa Super Black Bear di depannya adalah gadis kecil yang sama, “Itu benar-benar pemikiran yang menggelikan.”

“Kenapa kau tertawa?” Tanya Yuri, bingung apakah ceritanya itu aneh.

“Tidak apa-apa…itu hanya…Aku sedang konyol, itu saja!” Jawab Jessica. Tampaknya identitas sejati Super Black Bear itu masih akan tetap menjadi misteri untuknya.

“Ingin menceritakannya?”

“Kau ingin mendengar cerita tentang Super White Bear?”

Super White Bear?” tanya Yuri. Ia teringat sesuatu akan istilah itu tapi ia tidak bisa mengingatnya.

“Ya, Super Black Bear…bukan kau, maksudku Super Black Bear yang aku temui ketika aku masih sangat muda, dia memberikan nama itu untukku…”

Melihat ekspresi bingungnya, Jessica melanjutkan ceritanya tapi hanya saat ia hendak berbicara, seseorang menubruk mereka, memisahkan keduanya.

Beberapa saat berikutnya, ia mendapati dirinya bertatap muka dengan seseorang yang sangat tidak ia harapkan.

“Kau lagi!”

“Hehe, kumohon berdansalah denganku?” Kata Sungmin sambil mengangkat tangannya mengundang Jessica untuk berdansa.

Di sampingnya, Sunny menarik-narik tangan Yuri, memintanya untuk berdansa.

“Ayo kita berdansa! Alex! Ayo!”

Yuri melihat Jessica yang sedang menatapnya.

“Tentu saja! Dia adalah pacarnya!” Jessica mengumpat dirinya dalam hati.

Sebelum Yuri bisa menjelaskan, Jessica memotongnya.

“Kau harus berdansa dengan pacarmu!” Dia tertawa.

“Eh?”

“Ayolah…erm…Sungmin kan? Aku akan berdansa denganmu…”Jessica pura-pura membuang muka. Hal terakhir yang ia inginkan adalah menyebabkan kesalahpahaman di antara pasangan itu.

“Serius!?!” Seru Sungmin dengan nada tidak percaya ketika Jessica mengangkat tangannya, menyetujui ajakannya.

“Ayo, mari kita berdansa!” Sunny menarik Yuri yang enggan pergi.

*****

“Terima kasih sudah bersedia untuk berdansa denganku,” kata Sungmin dengan nada rendah hati. Hilang sudah aura kearoganannya.

Terkejut dengan perubahannya yang mendadak, Jessica bertanya, “Apa yang terjadi padamu? Kau terdengar sangat berbeda…”

“Aku pasti bertindak seperti orang tolol sebelumnya…dengan pemilihan kata-kataku yang konyol dan yang lainnya…seharusnya aku tidak mendengarkan nasihat temanku dalam ‘bagaimana-cara-mengencani-seorang-gadis’.”

“Senang kau menyadarinya…” bisik Jessica tanpa sadar.

“Maaf? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.”

“Mm-aku bilang tidak apa-apa…” Jessica kembali tersenyum.

“Aku minta maaf karena mengacaukan perkenalanku sebelumnya…bolehkah aku mendapat kehormatan untuk kembali memperkenalkan diriku?”

Kata-kata itu mengingatkan Jessica pada saat pertama kali ia bertemu dengan Yul dan bagaimana dia mengacaukan pertemuan pertama mereka. Ia tersenyum manis memikirkannya.

“Tentu…”

“Aku Lee Sungmin!”

“Jessica Jung.”

“Maukah kau menjadi pacarku?”

 “…”

Jessica menghela napas. Beberapa orang tidak pernah belajar.

*****

“Berhentilah melihat ke sana…Sungmin tidak seburuk itu…” kata Sunny ketika Yuri terus mengalihkan perhatiannya pada pasangan lain.

“Tapi dia sudah melecehkannya, gadis itu yang bilang sendiri …”

“Gadis? Oh ya…Aku tidak ingat siapa namanya…Jessie atau siapa itu…”

“Jessie?”

“Mungkin…tetapi sekarang mereka baik-baik saja…lihatlah…bukankah mereka berdansa dengan baik-baik saja? Biarkan saja mereka…”

*****

Kembali ke sebuah sudut yang jauh, G dan Sooyoung tengah merencanakan langkah mereka selanjutnya ketika Sooyoung melihat Yuri sedang berdansa dengan gadis lain dan Jessica sedang berdansa dengan Sungmin.

“Siapa gadis yang berdansa dengan Yuri itu?”

“Itu keponakanku, Sunny tapi…apa yang dia lakukan?”

“Apa lagu berikutnya?” Tanya Sooyoung, saat ia mencoba mengingat-ingat susunan acara.

“Tarian lambat!” Seru G.

“Astaga!” Keduanya mendengking kaget.

Lagu berikutnya adalah tarian lambat romantis di mana mereka telah membuat rencana untuk penutupan.

“Apa yang harus kita lakukan!” Tanya Sooyoung cemas.

“Aku punya ide! Ayo ikuti aku!”

*****

“Ahem…maaf mengganggu!” G mengumumkan melalui mikrofon emasnya.

“Untuk membuat malam ini lebih menarik, mari kita sedikit bersenang-senang! Permainan sekarang adalah bertukar pasangan dansa! Setelah musik game dimulai, siapa pun yang bertukar pasangan paling banyak akan memenangkan hadiah yang sangat istimewa…” G melemparkan kedipan mata pada Sooyoung yang langsung mengerti idenya.

Hal ini tentu membuat kerumunan orang bersemangat.

“Tertarik? Jadi tanpa basa-basi, kita mulai permainannya!” G memberi isyarat kepada orkestra yang terus memainkan musik pesta Irlandia yang riang.

G dan Sooyoung segera bergabung ke dalam kerumunan sambil menari secara dramatis menghampiri dua pasangan, menangkap perhatian semua orang di ruang dansa.

“Target Pertama! Pangeran! Aku akan mengurus Sunny!” Bisik G. Saat mereka mendekat kepada pasangan, G memutar Sooyoung secara berlebihan. Ketika lepas kendali, Sooyoung mengambil kesempatan untuk mencegat di antara Yuri dan Sunny dalam kesalahan yang tampaknya kebetulan. Dia mencengkeram sang pangeran dan menariknya pergi, membuat pasangan dansa di dekatnya terhibur.

“Raksasa! Kau mau membawa Alex kemana!” rengek Sunny, tidak mengetahui nama Sooyoung.

“Kerdil! Aku menculik pangeranmu! Mwahahaha!” Sooyoung tertawa secara berlebihan.

Sebelum Sunny bisa bertindak lebih jauh, G menghalangi jalannya, dengan mengundangnya untuk berdansa. Dia melihat pamannya, bingung dengan tindakannya.

“Itulah bagaimana permainan ini dimainkan! Ayo! Chop chop! Sebelum musik berakhir!” Kata G saat ia kembali berdansa dengan keponakannya.

“Apa yang terjadi?”

“Ini permainan, sayangku! Nikmati saja! Oh, pada catatan yang terpisah, sang pangeran sudah punya pacar…”

*****

“S-Sooyoung?”

“KWON YURI! Apa yang kau lakukan!” Sooyoung mendesis pelan tapi marah pada sahabatnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

“Gadis itu adalah Jessica! Idiot!!!” Dia menunjuk ke arah pasangan lainnya.

“APA?” teriak Yuri, menangkap perhatian pasangan-pasangan yang berdansa di dekatnya.

“Aish! Pelankan suaramu, idiot!” Tegur Sooyoung.

“Tunggu…itu artinya…selama ini aku berbicara dengan Jessica?” Yuri terkejut. Hal-hal yang mereka ceritakan di balkon…

“Argh! Sekarang bukan waktunya untuk membicarakan ini! Seseorang sedang sedang mengambil keuntungan dari pacarmu dan kau masih mood untuk mengobrol?!?”

Bersama-sama, mereka mulai berputar-putar, mengikuti aliran musik sementara mereka semakin dekat dengan Jessica dan Sungmin. Sepanjang jalan, mereka melihat pasangan lain yang juga mulai bergabung dalam kegembiraan dengan bertukar pasangan dansa mereka dengan gaya dramatis.

“Ambil gadismu kembali!”

“Bagaimana?”

“Kau tidak mendengar apa yang dikatakan G? Ini adalah permainan bertukar pasangan!” Sooyoung menghela napas putus asa, melihat bagaimana lambatnya sang pangeran ini.

“Pada hitungan ketiga…1…2-”

“Melakukan apa?”

“Ganti pasangan!”

Tanpa peringatan sebelumnya, Sooyoung memutar dirinya sendiri ke arah Jessica dan Sungmin, membuat keduanya terkejut. Setelah berhasil memisahkan keduanya, ia dengan cepat mendorong gadis linglung itu terhadap Yuri, sementara ia berbalik untuk berdansa dengan Sungmin.

“Halo!” Sooyoung menyapa Sungmin yang mengerang protes.

“Bukan kau!” Sungmin mengangkat tangannya, melindungi kepalanya. Dia belum melupakan tamparan yang diberikan Sooyoung beberapa saat yang lalu.

*****

Jessica menjerit kaget saat merasakan sepasang tangan pelindung merangkul punggungnya, mengamankan dirinya agar tidak terjatuh. Ia mendongak dan menemukan sepasang bola mata coklat hanya beberapa inci dari wajahnya, melihat kebingungannya.

Yuri ingin menampar dirinya sendiri karena begitu bodoh, tidak dapat mengenali Jessica di balik topengnya.

“A-aku…tidak tahu bagaimana menyatakan perasaanku padanya…” Kata-kata yang dikatakan oleh Jessica terulang dalam kepalanya.

“Terima kasih…” gumam Jessica malu-malu saat ia berusaha untuk berdiri. Yuri mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk menarik gadis yang tertegun itu berdiri.

“Jadi, tadi kau bilang…kau tidak tahu bagaimana caraa menyatakan perasaan…pada orang yang kau sukai?”

“Eh?”

“Aku yakin dia sudah mendengarnya…”

*****

“Nah, waktunya untuk berganti pasangan lagi!” teriak G riang sambil melompat ke pasangan berikutnya, yang kebetulan ternyata Sooyoung dan Sungmin.

“Mengagumkan!” kata Sooyoung dan G serempak.

“Hai, aku kembali…” sapa Sungmin.

“Kau lagi?” Sunny mengerang.

“Kalian berdua benar-benar terlihat cocok!” Tambah Sooyoung dari samping.

“Sayang! Aku benar-benar bahagia untukmu!” G bersorak gembira.

*****

Jessica, bingung dengan apa yang baru saja dia katakan, meneruskan tariannya. Namun, kali ini, ia merasa dia menjadi lebih protektif di sekelilingnya. Dia berhati-hati untuk menghindari orang lain, seolah-olah dia tidak ingin berpartisipasi dalam bertukar pasangan dansa.

“Kau tidak ingin memenangkan hadiah spesial?”

“Mm…tidak… Aku telah memenangkan hadiah spesialku…”

“Huh?”

“Maksudku…aku tidak membutuhkan hadiah spesial itu…”

Segera, musik Irlandia berhenti dan sekali lagi G berbicara.

“Kami memiliki seorang pemenang! Selamat untuk Mister Jo Kwon! Dia baru saja memenangkan sebuah T-shirt eksklusif yang telah ditandatangani G.”

Seorang pria tinggi bisa terlihat melompat dengan sukacita di belakang.

“Ya ya…jangan terlalu bersemangat. Selanjutnya…selamat menikmati tarian dansa lambat…”

Segera, cahaya mulai redup sebagai respon terhadap intonasi romantis.

“Kurasa hadiah spesial itu tidak layak untuk dimenangkan…” komentar Yuri, membuat Jessica tertawa.

Keduanya tetap diam saat mereka berdansa mengikuti irama musik lambat. Mata mereka tetap tertuju pada mata masing-masing.

“Kau benar-benar cantik malam ini,” bisik Yuri ke telinganya, menyebabkan gadis pendek itu tersipu sebagai balasannya.

Jessica tahu ia seharusnya tidak memiliki perasaan apa pun terhadap orang di depannya ini tapi ada perasaan aneh antara ia dengan orang ini dan ia tidak bisa menyangkalnya. Suasana romantis di seluruh ruang dansa membuatnya lebih gugup saat laki-laki itu menariknya lebih dekat. Itu pasti tidak membantu saat dia bersikap begitu lembut padanya.

Merasa tidak enak, ia perlahan menjauh darinya, “Kurasa…kita terlalu dekat…”

Yuri terkejut dengan tindakannya.

“Tentu saja, bodohnya aku…dia masih tidak tahu aku Yul-nya…”

“Tunggu…apakah aku baru saja mengatakan Yul-nya?”

“Kurasa…Aku harus pergi…” Jessica menambahkan, ia melepaskan diri darinya.

“Tunggu!” Yuri menahannya, dengan ceroboh mengerahkan kekuatan di tangannya yang terluka. Ia meringis kesakitan. Jessica menghentikan langkahnya, matanya tertuju pada tangan mereka yang saling berpegangan. Sebuah goresan kecil darah samar-samar mewarnai perban putih yang membalut tangan kanannya.

“Kau bilang kau ingin mengetahui ceritaku,” kata Yuri.

“Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Aku akan bertunangan dua hari lagi dan aku takut…Aku bingung…Aku bahkan tidak bisa berpikir atau bahkan tidak tahu apa hal tepat yang harus dilakukan lagi. Aku kehilangan diriku. Yang aku tahu hanyalah mengikuti kata hatiku. Dan sekarang, aku benar-benar ingin tahu apa yang hatiku katakan padaku!” Ucap Yuri langsung dari lubuk hatinya.

“I-Ini s-salah!” Jessica semakin bingung, “Kau dan aku sudah memiliki seseo-”

“Sica, ini aku…”

Matanya melebar kaget. Hanya satu orang yang pernah memanggilnya seperti itu.

Saat itulah ia menyadari orang yang berdiri di depannya adalah Yul.

“Yul?”

Yuri menganggukkan kepalanya.

“Selama ini kau mengetahuinya?” Tanya Jessica sambil mengangkat tangan Yuri yang terluka. Seharusnya ia menyadarinya sejak awal. Ada begitu banyak kesemaan dari mereka.

Matanya, senyumnya dan bahkan sekarang lukanya.

Semuanya cocok dengan sempurna sekarang.

“Tidak..Aku tidak mengetahuinya…” Yuri menariknya lebih dekat, mengabaikan rasa sakit yang menyengat di punggung tangannya. “Aku baru mengetahuinya ketika Sooyoung mengungkapkan hal itu selama permainan tadi.”

Jessica mulai menangis. Ia telah benar-benar meragukan perasaan yang sebenarnya untuk Yul ketika orang ini muncul, namun bagaimanapun mereka ternyata orang yang sama.

“BABO!” Dia memukul bahu Yuri. Yuri meringis kesakitan. Pukulan itu mendarat di atas lukanya yang tidak dijahit karena Yuri menolak perawatan lebih lanjut oleh dokter kerajaan, karena takut mengungkap identitas aslinya.

“Maaf! Aku tidak bermaksud!” Jessica meraba-raba lukanya, mencoba untuk meredakan rasa sakitnya.

Sebaliknya, Yuri hanya membungkamnya dengan ciuman.

Dia membutuhkan jawaban dan ia telah menemukannya.

Hatinya telah menjadi milik gadis bernama Jessica Jung.

Tepat pada waktunya, kembang api meledak di luar, menerangi langit yang gelap gulita dan ruang dansa remang-remang dengan berbagai warna yang berkilauan. Kembang api itu adalah penutupan romantis yang telah direncanakan G dan Sooyoung, bagaimanapun, tak berarti dibandingkan dengan peryataan cinta Yuri.

Pada saat itu, tidak ada yang lebih penting bagi Yuri dan Jessica. Yang ada hanyalah cinta mereka.

*****

“Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, boleh minta perhatiannya sebentar!” G mengumumkan melalui mikrofon emasnya lagi.

Sooyoung, sekarang berdiri di samping Yuri dan Jessica, menyeringai liar saat dia melihat keduanya berdiri canggung di samping satu sama lain. Rupanya bahkan setelah ciuman panjang mereka, keduanya masih bersikap malu-malu.

Setidaknya, Yuri akhirnya jujur ​​pada hatinya.

“Sekarang adalah saat yang telah kalian tunggu-tunggu! Pemenang yang beruntung! Sekarang aku yakin masing-masing dari kalian sudah memasukkan label kecil kalian ke dalam mangkuk kaca, kan? Sekarang…sekarang…kita akan melihat siapa yang akan menjadi pemenang yang beruntung malam ini!Ada banyak hadiah yang akan dimenangkan!”

“Berapa nomor kalian?” Tanya Sooyoung pada Yuri dan Jessica.

“Aku 1205,” gurau Yuri, melihat kartunya.

“0418,” jawab Jessica.

“Angka pertama…” G memasukkan tangannya ke dalam mangkuk dan mengeluarkan sebuah label, “… 0429! Selamat, kau hanya memenangkan cangkir yang sudah aku tanda tangani!” kerumunan orang yang bingung itu tertawa.

“Itu bukan hadiah yang menarik sama sekali…” komentar Yuri.

“Hei…” Sungmin muncul di samping mereka bersama dengan Sunny.

Yuri langsung merangkul Jessica dengan protektif.

“Tenang saja…jika bukan karena kalian…Aku mungkin tidak akan bertemu Sunny…”

“Jadi kami ingin mengucapkan terima kasih!” Sunny menyelesaikan atas namanya.

“Jadi kalian berdua…berpacaran?” tanya Jessica.

“Ya semacam itulah…”

Sunny menginjak kakinya sekali lagi.

“Maksudku, tentu saja kita berpacaran!” Sungmin segera mengubah kata-katanya.

“Jessica, kan? Alex adalah laki-laki yang baik jadi pastikan untuk menjaganya!” Sunny menambahkan dengan manis.

“Alex? Aku hampir lupa…” Yuri bergeser menjauh dari Jessica namun dia jauh lebih cepat.

“Jadi itu adalah nama yang kau gunakan ketika kau mengejar gadis-gadis lain, eh?” Jessica menarik telinganya dengan keras.

“Tidak, tidak! Maksudku…tentu saja tidak!”

Ketiganya menertawakan interaksi kekerasan tapi lucu mereka.

“… 0101!”

“Hei! Itu nomorku!” Sungmin mengangkat tangannya penuh semangat, Sementara Sunny menarik tangan Sungmin ke bawah, merasa malu oleh perhatian yang tidak diinginkan yang dia buat.

G melihat keponakannya yang berusaha menenangkan kekasih barunya. Dia tertawa dengan sukacita.

“Selamat! Kau memenangkan hadiah yang sangat istimewa! Sebuah kartu undangan makan malam ke rumahku! Ingatlah untuk membawa Sunny bersamamu…Jika kau membawa wanita lain, kau yang akan menjadi makan malamku!” G menyalak ke mikrofonnya.

“Apakah dia memenangkan hadiah atau apakah hadiah itu benar-benar dimiliki dia?” goda Sooyoung.

Beberapa nomor dipanggil lagi dan hadiah-hadiah itu berkisar dari foto sampai koleksi poster G yang telah ditandatangani, yang paling konyol adalah sepasang kaus kaki.

“Kalau seperti ini, lebih baik aku tidak memenangkan apa pun!” Kata Yuri.

“Dan sekarang untuk hadiah utama…”

“… 1205!”

“Astaga…Aku berbicara terlalu cepat…”

“Ini adalah hadiah istimewa! Ini adalah setengah dari hadiah utama! Sekarang, mari kita pilih nomor lain…”

“Aku harus berbagi hadiah dengan seseorang? Apa yang akan aku dapatkan? Sebelah kaus kaki?” Rengek Yuri.

“… 0418!”

Yuri dan Jessica saling berpandangan. Terlalu banyak kebetulan.

“Ahhhh aku melihat pemenang kami! Selamat!” Sorotan lampu bersinar di atas Yuri dan Jessica. Dua pria bertopeng diam-diam mendekati keduanya dari belakang.

“Kalian masing-masing telah memenangkan satu hari perjalanan ke pulau Jeju! Penerbangan carter pribadi kalian akan lepas landas 30 menit lagi! Selamat menikmati perjalanan!”

“APA!” Seru mereka berdua.

“Aku tidak bisa pergi! Aku memiliki rapat besok dengan-” Yuri berpendapat.

Tangannya ditarik ke belakang oleh pria suruhan G. Dia merasakan logam dingin dan suara mengklik berbeda mengatup pergelangan tangannya. Dia diborgol.

“Dia curang! Dasar penipu!”

Dia berbalik dan melihat nasib yang sama terjadi pada Jessica.

“Yah! Lepaskan dia!” Yuri berjuang melawan cengkeramannya, mengetukkan kepalanya ke dagu pria di belakangnya. Rasa sakit terpancar di bagian atas tengkorak kepalanya, tapi setidaknya ia berhasil. Pria itu jatuh pingsan, mencengkeram rahang bawahnya yang kesakitan.

“Tidak ada waktu lagi! Jika harus, buatlah dia pingsan! Pesawat mereka sudah menunggu!” Teriak G, menjatuhkan dua label bernomor yang jelas sama sekali berbeda ke dalam mangkuk.

Sebelum Yuri bisa menyerbu ‘penculik’ Jessica, sebuah gerakan karate dengan cepat memukul bagian belakang lehernya, membuatnya pingsan seketika.

“YUL!” Jessica tertegun dengan tindakan Sooyoung.

“Itulah sebabnya aku selalu mengatakan, serahkan pada ahlinya…” Sooyoung tersenyum sambil menggendong Yuri di punggungnya.

“Dan jangan salahkan aku! Aku akan mentraktirmu 100 lemari makanan sebagai balasannya…”

~~~;~~~;~~~

TBC

weheiii panjang banget perasaan :/ komen ya~ kalo ga gue gak update sampe minggu depan ahahahah

credit : choki @SSF

boiboi~

Advertisements

56 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 14]

  1. Greget aku bacanya,pengen aku gigit ajah yang buat fanfic ini,
    Tulisannya bisa ngebuat aku berasa nyata,sumpah deh author,cakep kali ceritanya,AUTHOR SARANGHAE!!

  2. Kyaaaa yulsic akhirx jadian jga tuh nggak sia” sooyoung sama G ngerencanai smuax buat yulsic dan skrng mreka mau jln” ke jeju…

  3. Aaah gila keren!!! Bahkan baca subuh2 pun berasa banget suasana romantic nya, i tu yul blm tau yak super white bear nya jessica? Duuh yuri lemot banget sih dari kwon pabo hahahah
    huaaa cepet2 yaak thor update pen liat yulsic dating di jeju u,uu
    oia, ini ceritanya bagus gada unsur nc nyaa paling sekedar skinship keren banget nih! Author Jjang!! Translaternya jg Jjan!! Heheh lanjoootttt

  4. huaaaaa part ini seru menggemaskan banget deh huhuhuy soo sama G jempolan deh buat nyatuin yulsic hahhahah
    eh maaf ya tarra aku komen nya bolong”ya hehhehe
    makasih tarra 🙂

  5. Yyyyeeee…..akhir ny yulsic jadian jg….. part ni bener2 dech bca ny jd senyum2 sndr….
    Yulsic wktu duet kece n romantis bngt…
    Tp ngakak gr2 soonsun yg sering menganiaya sungmin..
    Akhir ny yul berani jg ngungkapin perasaan ny n sica jg…tp yul gk ingat tuch die pernah ngasih nma panggilan waktu kecil k sica….
    Jadian udh tinggal nunggu mrka kencan…tp tr gmna klo sica tau yul cwek….
    Lanjut thor crta ny bgz bngt…..semangat……

  6. akhirnya yul mengungkapkan perasaannya juga , weh yulsic ke jeju selama sehari , bagaimana ini siapkan pompa dan infusan . Terakir soo tindakannya weh sangat kreatif -_- dua kali yul dua kali . okey seratus lemari makanan XD

  7. Tarraaa… Nih chap bikin gue senyum3 sendiri brooo…
    Awalnye gue gregetan gegara si sungmin nempel ama sica mulu. Kedua gue ngakak pas si soo bilang yuri idiot.. Maeeennn… Kayanya cuman soo doang deh yg brani bilang gtu..
    Dan gue tambah senyum pas yul bilang kalo die yul ke sica, yg pasti acara.kissing yg panjang menjadi penutup yg manis buat FF yg ini…
    Lanjut deh tarra….

  8. Gw komen ne…kalo perlu gw pake bnyak id-name buat kasi komen di sini krn…ehmm…ini chap paling kece…paling sweet…gado-gado bener dh…
    Sumpreettt…gw gemes…
    Thx dh repot-repot nranslate’in ni epep…
    Gk sabar nunggu chapter slanjutnya…
    Yul uda gk ragu sma perasaannya…gilakk tu G sama Soo kreatif bener nyatuin kduanya…
    Next pasti seru,krn Yulsic dipaksa liburan br2 d pulau Jeju…
    Hahahahahaha

  9. Yaeeaaahhh makiin seruu yulsic mau honeymoon ke jeju . Ciee mereka udah pacaran skrg , tinggal nunggu gmna reaksi sica pas tau yul cewe . Sooyoung mah selalu somplak , sungmin ama sunny jadian jg gw kirain ntar soosun haha ,Lanjut thor

  10. whoa…akhirx yuri nyatain jg k sica klo dy jg suka..n skrg ud sm2 taw.yulsic in love…nah skrg kencan romantis yulsic k jeju…wlpun hrs ada kekerasan…hehe…lanjut thor..ASAP y…

  11. Gua udh selesai baca ff ini di watpad, tapi gua baca ulang di wp lo karna emang bagus.
    Sampe segituny usahany soo biar yuri sama sica semakin deket, sampe yul pun leherny dipukul 😀

  12. Ciiieeee ada yg jadian niyeee asyiikk wkwkwk perjuangan G & Sooyoung g sia2 dhe sii yul smpe punya nyali gtu mengungkapkan perasaannya,,tp gmna nasib hubungan mereka kalo sica tau yul yg sebenarnya??
    ok ditunggu chap slanjutnyaa..author hwaitiinggg…

  13. duh author emng pling unyu2 deh, bikn gregetan bacanya:-):-):-)
    soo sm G emng keren bs bikn yulsic brsatu
    waduh bakaln asyik nih kl yulsic ke pulau jeju uhuuyyy
    emng sunny cucok bnget kl sm sunny hehehe

  14. waaaahhh
    padahal sang pangeran dan sang putri sedekat itu tpi clueless
    hihihi
    penasaran apa yg terjadi di pulau jeju
    ^O^

  15. wah soo jht bgt m yuri maen mukul aj nh kcian kn seobangny jessica.thor sbnrny G itu tw g klo yul sbnr yeoja.trus knp mrk ngrncanain ky gt k yulsic.yul tw kn klo s yuri nyamar.smg j yul oppa g jth cinta n ngrebut sica dr yuri

  16. wah soo jht bgt m yuri maen mukul aj nh kcian kn seobangny jessica.thor sbnrny G itu tw g klo yul sbnr yeoja.trus knp mrk ngrncanain ky gt k yulsic.yul tw kn klo s yuri nyamar.smg j yul oppa g jth cinta n ngrebut sica dr yuri.lnjut

  17. aaaaaaaaaaaaahhh akhirnyaaaa ..
    gereget gw ma ni anak duaaa …

    seperti biasaaa gw baca dulu semua part yang ketinggalan #jadicomment’acepet heheheheeeee

  18. Wah rencana nya soo berhasil dan yulsic jadian yeayyy
    Yg terakhir tu dipaksain bgt sih yulsic buat ke jeju pakai di borgol lg

  19. Acungan jempol buat G ama sooyoung yang udah nyusun rencana yg begitu keren buat pasangan yulsic walaupun diakhir ada tindakan kekerasan dari seorang choi shikshin!keke…Pestanya keren bener deh,apalagi pas pengakuan yul..Akhirnya yulsic jadian permirsa!!#prokrpok..
    #Buat sunny ama sungmin selamat!#walaupun rada aneh.haha
    #Pelukauthorygudahupdate

  20. Aku pikir yul udah tau itu sica ,, makanya pas tengah” cerita aku sempat bingung ,,
    agax kecewa karna SooSun gax bersatu T_T (maklum Royal Family)
    Ishh soo ama G bner” sadis ya ,, tpi nanti gmna kalo d pulau jeju terjadi ‘sesuatu’ antara YulSic ,, bisa ketahuan tuh si pangeran ..
    D tunggu aja next chap nya *wink

  21. wah super black bear ktmu sper white bear…
    akhirnya mereka tau prasaan masing”…
    mau dibawa kmana mereka??? ternyata smua udah drencanakan G dn sooyoung..

  22. aduh yul oppa kok di buat pingsan ??
    jadi aneh, semuanya terasa kebetulan, atau memang sudah direncanakan ??
    lanjut chingu..
    semangat..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s