Unlike Him [Chapter 4]

Hi…..gue lagi mumet banget ini, bentar lagi mau UTS British History lol sorry kalo banyak typo 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 4

 

Setelah kelas berakhir, Yul berjalan malas menuju kantor guru mereka. Merasa tubuhnya lemah dan mungkin bisa pingsan kapan saja karena kurangnya istirahat, segera setelah ia memasuki kantor ia melihat Jessica sudah berada disana.

“Mister Kwon, duduklah…”

Yul duduk di samping Jessica dan melihatnya sebelum mengalihkan tatapannya ke guru mereka.

“Jadi, pertama, saya kecewa padamu Mr. Kwon, saya bisa memahami kasus Miss Jung karena ayahnya menelepon saya dan meminta maaf karena ibu dan adiknya berada di rumah sakit, dan tetap saja dia berupaya untuk menghadiri kelas meskipun dia baru saja datang dari Jepang tadi malam dan saya sangat yakin kalau dia benar-benar lelah sekarang. Tapi kau Mister Kwon, saya tidak berpikir kau punya alasan untuk tidur di kelas saya.”

“Tidakkah Ibu berpikir Ibu terlalu pilih kasih? Ibu tidak bisa mendengarkan apa yang akan saya katakan, juga?” Kata Yul jengkel kepada gurunya.

“Baiklah, jelaskan Mister Kwon.”

“Saya…saya…sebenarnya dengan mereka tadi malam, Bu. Saya dengan Taeyeon. Dia tidak ada di sini hari ini karena dia akan sedang merawat Tiffany tapi saya, saya memilih untuk pergi ke sekolah, meskipun saya belum beristirahat dengan cukup seperti orang lain. Tidakkah seharusnya saya diberi keringanan untuk itu, Bu?

Guru mereka mengerutkan kening mendengar jawaban Yul, “Apa hubunganmu dengan mereka, jika boleh bertanya? Apa kau pacar seseorang?” Menatap kedua orang yang berada depannya.

“Bukan saya!” Jessica segera membantah, menggelengkan kepalanya.

“Teman Tae-Taeyeon. saya ada di sana sebagai teman Taeyeon, Bu. Jessica dan saya berteman!” Jawab Yul.

“Kalian hanya teman…dasar anak muda.” Dia mendengus. “Baiklah, saya akan memercayainya, tapi tetap saja tidur di kelas saya berarti melanggar aturan sekolah kami dan saya tidak bisa membiarkan kalian berdua pergi begitu saja. Kalian tahu bahwa setiap pelanggaran memiliki konsekuensinya masing-masing, kan?”

“Ya, Bu,” jawab keduanya serempak.

“Kalian berdua harus dihukum, tapi karena Mister Jung meminta saya untuk membantu putrinya untuk mengejar ketinggalan dalam tugas-tugas sekolah, saya akan memberimu sebuah tanggung jawab Mister Kwon. Mulai minggu depan Miss Jung akan lebih sering pergi ke luar negeri untuk perjalanan bisnis mereka dan semacamnya, dan karena kau, Mister Kwon, seorang mahasiswa golongan A, saya tahu kau bisa banyak membantunya. Dan saya rasa hukuman itu tidak akan sangat sulit, bukan begitu Mister Kwon?”

“Tentu saja, Bu!” Jawabnya. Ia agak bersyukur karena hukuman yang diberikan itu tidak seburuk yang ia pikirkan.

“Bagus…jadi bimbingan belajar itu akan dimulai secepatnya, mengerti Mister Kwon?”

“Ya, Bu!”

“Kalian berdua boleh pergi sekarang, dan saya berharap untuk mendapatkan hasil yang positif dari ini, oke?”

~~~

Dalam perjalanan pulang, Yul dan Jessica mampir ke rumah sakit untuk memeriksa Mrs. Jung yang masih tak sadarkan diri hingga Mr. Jung datang dan meminta mereka untuk pulang. Pergi dengan Limousine keluarga Jung, Jessica sudah tertidur nyenyak bahkan sebelum mereka tiba di rumah mereka dengan kepalanya bersandar di bahu Yul, yang juga tertidur. Yul terbangun begitu ia merasa mobil itu berhenti. Petugas keamanan keluarga Jung langsung membuka pintu mobil dan mengangkat Jessica yang sedang tertidur menuju kamarnya.

“Selamat siang, tuan, sayaKepala Pelayan Lee, saya yakin Anda adalah Mister Kwon?”

“Panggil aku Yul, paman!” Yul tersenyum sambil melihat sekeliling.

“Baiklah, Mister Yul dan atas nama keluarga Jung kami ucapkan terima kasih telah menemani nona-nona kami.” ia membungkuk.

“Itu-itu bukan apa-apa.” kata Yul mengibas-ngibaskan tangannya. “Mereka adalah teman-temanku, dan berbicara tentang mereka Anda tahu di mana aku bisa melihat Taeyeon?”

“Mister Kim? Lewat sini, tuan.” kata pria tua itu. Yul mengangguk dan mengikutinya, membawanya ke taman dan segera setelah ia melihat pasangan itu ia cepat-cepat membungkuk dan menghentikan Mr. Lee. “Aku baik-baik saja di sini, paman. Terima kasih.”

Pria tua itu membungkuk dan berpamitan padanya. Yul tersenyum berjalan menuju pasangan yang sedang berpelukan. Dengan melihat bagaimana Taeyeon memegang Tiffany dalam pelukannya, Yul merasa iri. Taeyeon tampaknya benar-benar jatuh cinta pada Tiffany dan begitu juga sebaliknya. Kalau saja ia bisa menemukan seseorang seperti Tiffany, mungkin ia bisa memahami bagaimana perasaan sahabatnya pada saat ini. Yul pernah jatuh cinta juga. Tapi baginya, itu hanya perasaan sedih, marah dan benci itulah sebabnya ia tidak percaya bahwa mencintai akan membawa kebahagiaan dalam hidup seseorang, tidak sampai ia melihat pasangan di depannya. Ia menyeka air matanya bahkan sebelum air mata itu menyentuh pipinya, ia memutuskan untuk berdiri dan melihat-lihat. Ia segera menemukan bangku di dekatnya dan duduk di atasnya. Ingin mendapatkan tidurnya, ia memejamkan mata dan diam-diam mengharapkan sesuatu bersamaan dengan berembusnya angin.

******

“Aku mencintaimu, Noona,” akunya. “Aku sangat mencintaimu, jadilah pacarku.”

Mereka tengah makan malam di sebuah restoran terbaik, Yul berlutut di depan noonanya dan mengharapkan respon positif sambil tersenyum penuh kemenangan padanya.

“Yul, aku juga mencintaimu.” Dia tersenyum dan memeluknya dengan erat.

Yul sangat bahagia. Ia melakukan tindakan-tindakan manis seolah-olah ia masih terus mengejar pacarnya sampai suatu hari, ketika ia dan Taeyeon sedang berjalan-jalan di sekitar jalan-jalan dingin di Seoul…

“Taeyeon-ah! Kita harus pergi ke mana malam ini?” Tanyanya. Ia tiba-tiba menyadari bahwa Taeyeon tidak di sampingnya, ia menoleh ke belakang dan melihat Taeyeon membeku di tempatnya sambil menatap pada sesuatu. Ia mengikuti tatapan sahabatnya, dan melihat seorang gadis yang tidak asing lagi. Air mata mengalir di pipinya secara tidak sadar ketika ia melihatnya. Berciuman dengan seorang pria, dalam mobil kekasihnya.

“Mister Kwon! Mister Kwon!”

“Guru?” Teriak Yul. Dia memandang sekeliling dan mencari gurunya dengan gugup.

Dia mendengar suara tawa dan melihat Taeyeon memegangi perutnya, berusaha untuk tidak tertawa begitu keras.

“Yah!”

“Kau lucu, Yul!” Ujar Taeyeon begitu ia sudah tenang.

“Kau…kau…Kim Taeyeon!! Aku akan membunuhmu!”

Taeyeon meraung tertawa lagi. Dan kemudian Yul mulai berlari mengejar Taeyeon.

 *****

“Huh!” Yul kembali terjaga…Dia segera melihat sekeliling dan mencari Taeyeon yang tertawa. Tapi dia tidak ada di sana. Tidak ada orang. Ia baru sadar saat itu sudah larut malam dan melihat pasangan itu masih tidur di dekat pohon. Ia segera berjalan ke arah mereka.

“Taengoo…” bisiknya, sedikit mengguncangnya.

Setelah beberapa guncangan, Taeyeon menguap, meregangkan anggota tubuhnya. “Yah! Kau ingin masuk angin? Ayolah, Taeng, ayo masuk ke dalam!” Taeyeon melebarkan matanya dan mendarat ke arah Tiffany yang masih tertidur. Ia segera bangkit ketika menyadari apa yang dikatakan Yul. Ia perlahan-lahan mengangkat pacarnya dan mendengus sambil merengkuh Tiffany seperti bayi tapi kemudian gagal karena sistem tubuhnya belum sepenuhnya bangun.

Yul tersenyum di sampingnya dan mengulurkan tangan, “Biarkan aku membantumu.”

Meskipun ia ingin merengkuh Tiffany di sepanjang jalan menuju kamarnya, ia tidak bisa.

“Aku sudah bilang untuk pergi ke gym denganku , bukan?”

“Tentu, tentu,” katanya. Tapi karena mereka terus berjalan, tiba-tiba Tiffany bergerak di bawah lengan Yul. Matanya melebar dan cepat melihat sekeliling.

“Op-oppa…bisakah kau turunkan aku sekarang?” Katanya malu-malu begitu ia menyadari situasinya.

“Ah…ne…”

Begitu ia turun, ia langsung melihat Taeyeon dan berlari ke sampingnya.

“Kau kedinginan?” Tanyanya sambil merapikan poni pacarnya.

Tiffany menggeleng.

“Ayo masuk sekarang? Aku lapar.” Taeyeon tersenyum.

“Aku juga.”

“Aku juga.” Kata Yul.

Tiffany cepat menoleh kepadanya dan membungkuk. “Terima kasih, oppa”

~~~

Keesokan paginya, Taeyeon meminta Yul untuk menemaninya ke gym di rumah keluarga Jung. Yul langsung memulai latihan rutinitas sehari-harinya sementara Taeyeon mulai melakukan latihan pemanasan. Tapi karena ia ingin memulai secepat mungkin ia melewatkan bagian akhir dari latihan pemanasan dan melakukan angkat beban. Hanya dalam satu jam ia merasa otot-ototnya sakit dan akhirnya menyerah.

“Tiffany?” panggil Yul.

Matanya dengan cepat menemukan Taeyeon, “Oppa?” Ia duduk di sampingnya. “Wah…kau berolahraga?”

Taeyeon tersenyum, “Ya. Aku rasa aku harus melakukannya sekarang. Aku ingin menjadi kuat seperti Yul.” Setelah melihat situasi tadi malam, betapa lemahnya ia jika dibandingkan dengan Yul, ia merasa cemburu. Ia ingin menjadi kuat seperti Yul.

Tiffany merasa sedih saat ia menatap tajam pada mata Taeyeon, ia segera mengambil handuk di samping mereka dan mulai menyeka punggungnya.

“Fany, aku bisa melakukannya.” Katanya, menghentikan pacarnya.

“Tidak apa-apa.”

Taeyeon menatapnya dengan cemas. Setelah mengeringkan punggungnya, Tiffany memintanya untuk melepas kausnya dan mulai menyeka keringat di dadanya.

“Bahkan jika kau kuat atau tidak, bahkan jika kau langsing atau gemuk, itu tidak masalah untukku, selalu ingat itu.”

Tiffany hendak berjalan keluar ketika Taeyeon menyambar pergelangan tangannya dan mendudukkannya di pangkuannya. Ia membelai wajah Tiffany dan tersenyum padanya.

“Aku tahu. Hanya saja…aku terlalu lemah. Aku bahkan tidak bisa mengangkatmu. Apa aku akan selalu menunggu Yul hanya untuk membantuku mengangkatmu? Kecuali jika kau ingin dia yang mengangkatmu?”

Tiffany menggeleng dengan kekanak-kanakan.

“Aku ingin menjadi kuat untuk mushroom-ku.”

Tiffany tersentuh dengan kata-katanya, membuatnya tersenyum dan memeluk pacarnya. “Mungkin berat badanku bertambah, benar kan?”

“Lain kali aku akan menemanimu ke gym .” katanya sambil tersenyum dengan eye-smile yang sempurna dan mencium pacarnya. Ia hanya berencana untuk memberinya sebuah kecupan, tapi Taeyeon segera meletakkan tangannya di pinggang dan yang lainnya di belakang leher Tiffany, memperdalam ciuman mereka. Seolah-olah mereka tidak pernah berciuman sebelumnya.

“Aku di sini, teman. Jangan lakukan itu di depan kedua mataku yang tak berdosa,” kata Yul sambil berdeham.

Keduanya menarik diri dan mengabaikannya. Taeyeon membelai wajah kekasihnya, penuh cinta. “Kau sudah sarapan?”

“Belum, itulah alasan kenapa aku di sini sejak awal. Ayo kita pergi?”

~~~;~~~;~~~

TBC

Part 5 gue update pas pulang ngampus ya 😀

credit : zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

42 thoughts on “Unlike Him [Chapter 4]

  1. Lagi dan lagi~~~ TaeNy ga ada acara lain gitu selain makan? Perasaan dari part 1 ampe sekarang kerjaan mereka cuma makan dan makan (–“). Eh,itu masalalu nya Yul kebawa mimpi yah?

  2. annyeong ………

    heeh,ksian Yul yah blom punya gandengan …. kkkee
    sabar Yul, sbntar lagi psti dpet …..
    eh siapa noona itu yng brani selingkuhi my Yul …. ckckck
    wahh TaeNy mkin sweet,mkin mesra speryi biasanya ….. keee
    ok ,dtunggu next chap nyaaaah …..
    SEMANGAAAAAAAAAAT

  3. Taeny sweettttt bngettt mda”han hubungan nya langgeng trus . . .

    Yul ksian pernah di hianati cintanya . . .
    Mda”han ada seseorang yg dpt menyembuhkan rasa skit yul dengan cinta . .

  4. Wah…yul yg akn bimbing sica nich….jd yul dlu prnh d khianati m pacarny tow….
    Taeny ttp ye…..
    Thor, ff yg yulsic mau k jeju kapan d apdet lg? Penasaran nich kencan ny yulsic…
    Lanjut…

  5. wahhh yulsic bkalan cinlok kgak y???
    tarny suit bangt tp itu knapa yg ngangkt yul tae payah ah..

    plang kmpusnya lama gk tor??

  6. Yul bakaln sering ketemu jessica karena hukuman gurunya.haha#Setejumaguru.

    Trus itu taeny diman” memang gk pernah tau tempat,kan kasian yul yg liat jadi pengen nyipok sicababy juga#haha

  7. Bgs hukumannya gak brt tuh buat yulsic, Pasti pany berat ya smp taeng gak bs ngangkat :pђέ:Dºђέº:pђέ:D -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶ thor dah update

  8. pendek amatt.. kyak sunny eon#peace.
    taetae pngin kuat seperti yul karna gk kuat ngangkat pany.. so sweet taetae.

  9. tenang yul jgn ngerasa sndiri gtu,,suatu saat nanti saat part brikutnya diterbitkan lu bkl gandeng sica sbgaii pacar lu…hihiihii tp trgantung authornyaa jugaa berdoa aja lu yull supayaa authornyaa cpt2 bkin moment lu barengg sicaa kkkkkk

  10. haha ksian mata yul…msh pagi udh liat taeny kissu…
    yul bakal jd tutor nya sica yah…
    haha ada yg bakalan deket nih…

  11. Itu noona siapa???
    Ahaha emang si taeng perlu ke gym biar tar bisa angkat terus lemparin pany ke kasur .. Hahahahaaaa

  12. mata yul udh trnoda tuh liat taeny kissing:-):-):-)
    makanya yul cpt dapetin sica, biar bs kyk taeng, sayang2an hehehe
    taeng ke gym, okelah biar bs gendong fanny ya

  13. aduh kasihan yul oppa selalu jadi obat nyamuk..
    makanya oppa cepat pacarin sica onnie..
    nanti dia ambil orang loh..
    yulsic makin sering bertemu ya..
    lanjut chingu..
    selalu ditunggu..

  14. panas ya yull oppa….lihat kemesraan taeny…kasiannn…haha..

    ngomong” sica kok gk muncul lg nehhh???

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s