You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 15]

Hi…iya gue tau gue telat :/

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~~

Title1d

Chapter 15: The Hearts of the Princes

 

Jessica memerhatikan Yul yang membaringkan kepalanya dengan nyaman di pangkuannya. Ia menyapu poninya dari alis hanya agar bisa mengamati wajahnya secara keseluruhan. Ini adalah pertama kalinya ia bisa mengamatinya dari dekat dan secara pribadi.

“Kau tahukau tidak terlihat begitu tampan dari dekat… kau terlihat… agak feminin…

Ia teringat ciuman lembut mereka beberapa saat yang lalu dan rona samar merayap di wajahnya. Meskipun itu hanya ciuman singkat, ia bisa merasakan gairah yang tersampaikan.

Ia menempatkan jari telunjuknya di atas batang hidung Yuri, membelainya dengan lembut dalam gerakan ke bawah. Tindakan menenangkan ini tidak pernah gagal untuk membuatnya tidur dengan nyaman setiap kali ibunya melakukan itu ketika ia masih kanak-kanak.

Sungguh ekspresi tidur yang lucu…”

Ia tersenyum saat melihat kebiasaan tidur Yuri yang sedikit mencuatkan ujung lidahnya seakan sedang mengalami mimpi indah tentang makanan. Melihat pangerannya tidur dengan sangat damai, kelopak matanya menjadi semakin berat.

Jessica hendak tertidur ketika ia merasakan Yul bergerak.

“Urghhh…” erang Yuri, merasakan sakit di dasar lehernya.

“Bagaimana perasaanmu?” Suara perhatian itu datang dari atas, tangannya membelai sisi pipinya.

Yuri menyipitkan matanya, mencoba untuk menyesuaikan diri dengan cahaya terang di atas, hanya untuk melihat wajah bidadari yang sedang menatapnya. Ia tersenyum, membuat sebuah rahasia, dengan serakah berharap untuk dapat melihat wajah itu setiap kali ia bangun.

“Di mana aku?” Tanya Yuri, tidak mengingat apa pun dengan pikiran kosongnya.

“Kita berada di pesawat ke pulau Jeju.”

“Jeju? Pesawat?” Gumamnya.

“… Itu menjelaskan suara berdengung rendahmesin…

“PESAWAT!?”

Matanya terbuka lebar-lebar dan ia membeku, melihat seberapa dekat wajah Jessica dengannya. Butuh beberapa detik untuk Yuri menyadari dirinya, atau lebih tepatnya kepalanya, berbaring di pangkuan Jessica. Wajahnya merah padam.

“Kau baik-baik saja? Wajahmu merah sekali…dan… panas!” tanya Jessica, menyentuh pipi Yul yang sekarang memerah dengan punggung tangannya.

“A-aku b-baik-baik saja!” Yuri tergagap saat ia meraih tangan Jessica, membuat gadis itu terperanjat. Yuri segera melepaskan tangan Jessica dari genggamannya dan duduk tegak dengan sekali hentakan, tidak sengaja menempatkan beban tambahan pada lehernya yang sakit.

“Urghhh…” Ia memegang bagian belakang lehernya dengan satu tangan sementara memposisikan dirinya kembali ke kursi yang seharusnya.

Benar… Aku terkena pukulan karate oleh Choi Sooyoung! Iblis itu!

Yuri memandang sekeliling dan melihat mereka berada di dalam pesawat jet pribadi, pesawat jet pribadi kerajaan untuk lebih spesifiknya. Tepat 5 hari yang lalu, ia dibius dan diantar pulang ke Korea dan sekarang, ia menemukan dirinya dalam keadaan hampir sama, tidak berterima kasih kepada orang yang sama yang ia sebut teman. Semuanya adalah konspirasi dan ia bertanya-tanya apakah Sooyoung dan kakaknya telah merencanakan segalanya dari awal.

“Pasti itu! Mereka berdua pasti berencana untuk kawin lari! Pertama, Yul berencana untuk menghilang dan Sooyoung membawaku pulang agar aku bisa menangani saingan cintanya lalu mereka bisa hidup bahagia selamanya!

“Aku akan membuatnya menjadi daging cincang!” Yuri menyuarakan pikirannya tanpa sadar, menyebabkan Jessica menahan tawanya.

“Kalian berdua tampaknya cukup dekat… meskipun dia seharusnya menjadi pengawal adikmu?”

“K-Kata siapa!” kata Yuri dengan nada berwibawa, berusaha menutupi hubungan tersembunyi antara dirinya dan Sooyoung. Hal terakhir yang ia inginkan dari Jessica adalah menghubungkan semua itu.

“M-maksudku… lagipula kami tumbuh dewasa bersama!” lanjut Yuri.

“Tumbuh dewasa bersama?” Jessica mengulangi kata-katanya dengan nada penasaran.

“Ya…m-maksudku… Ayah Sooyoung, Sir Choi, adalah kepala keamanan kerajaan dan kami semacam tumbuh dewasa bersama…”

“Pasti menyenangkan dan… gaduh?” Jessica tertawa, membayangkan pertempuran antara Sooyoung dan Yul versi muda.

“Yah… tiga orang itu cukup banyak…”

“Setidaknya kau memiliki teman… Kau sangat beruntung memiliki seorang teman seperti Sooyoung! Dia orang yang hebat.”

“Apa yang terjadi di antara kalian berdua? Tiba-tiba kau mulai memujinya?”

“Perbincangan antara gadis dan itu rahasia…” goda Jessica menirukan aksi menutup ritsleting di bibirnya.

“Ya… terserahlah…” Yuri memutar bola matanya, membuat gadis itu terhibur.

*****

Rahang mereka hampir jatuh saat mereka memasuki kamar. Seluruh ruangan dihiasi dengan kelopak-kelopak mawar merah segar dan lilin-lilin yang menyala dengan aroma teh, menciptakan suasana romantis yang indah. Hampir seolah-olah kamar itu untuk bulan madu mereka. Yuri melihat si manajer hotel dengan tatapan kosong.

“Mm… Apa Anda yakin ini kamar yang tepat?”

“Ya, ini memang kamar yang tepat. Ini adalah card key Anda dan jika tidak ada apa-apa lagi, saya mohon pamit. Selamat beristirahat dan menikmati malam yang indah,” katanya penuh arti saat ia keluar kamar, menutup pintu di belakang mereka.

“Menikmati malam? Dasar mesum!” Yuri mengumpat dalam hati. Ia segera melirik Jessica yang masih terpesona oleh dekorasi kamar hotel. Untungnya dia tidak mendengar sindiran kecil tadi.

“Ingatkan aku untuk membunuh mereka ketika aku kembali…” gerutu Yuri, melemparkan kunci kamar ke meja kecil.

Namun, kata-katanya tidak terdengar oleh Jessica yang sudah mulai menjelajahi berbagai sudut kamar seperti anak kecil yang penasaran.

Sungguh seperti anak kecil yang tidak berdosa…” Ia tersenyum, mengamati Jessica dari samping. Kemudian kenyataan akan menghabiskan hari dengan Jessica, hanya dengan dia, berdua, menyadarkannya.

Yuri menundukkan kepalanya, mengakui kekalahan yang jelas.

Choi Sooyoung 1, Kwon Yuri 0

*****

“Wow, mereka telah menyiapkan semuanya! Makanan, minuman dan bahkan pakaian kita-”Jessica menghentikan kalimatnya dengan malu-malu.

Serasi adalah kata yang akan dikatakan Yuri untuk menyelesaikan kalimatnya. Tapi ia tidak mengatakannya. Sebaliknya, ia menggerutu sambil mengacungkan piyama kerajaan berwarna merah mencolok berlogo emas yang bertuliskan ‘Pangeran’ di bagian belakang. Tak perlu dikatakan lagi, piyama Jessica memiliki kata ‘Putri’ di bagian belakangnya.

“Apakah piyama ini harus sejelas itu?”

Yuri mengobrak-abrik seluruh isi lemari pakaian, berharap menemukan satu set piyama yang tidak terlalu mencolok tapi yang membuatnya heran, tidak ada sama sekali. Sebaliknya, ia menemukan gaun tidur seksi yang terbuka dan beberapa pakaian yang serasi lainnya.

Choi Sooyoung 2, Kwon Yuri 0

“Mm… Yul…” kata Jessica pelan.

Terkejut, Yuri segera menyembunyikan gaun tidur dari pandangan dan mengalihkan perhatiannya ke arah Jessica yang berdiri di samping panel kaca buram besar.

“Mungkin… Kau harus ke sini dan melihat…”

Dari nada suara Jessica, Yuri tahu ia tidak akan menyukainya. Tidak sedikit pun. Langkah kakinya menjadi lebih berat saat ia sudah mendekati panel, yang memisahkan kamar tidur dari daerah lainnya.

Kamar tidurnya sederhana.

Dekorasinya bagus.

Kamar tidur itu hanya memiliki satu kelemahan.

Hanya terdapat satu tempat tidur berukuran besar dengan kelopak-kelopak mawar yang tersebar dan di bagian tengahnya, terbaring sebuah bantal berbentuk hati berukuran besar.

Choi Sooyoung 3, Kwon Yuri -1

 *****

“Kenapa kau tidak mandi duluan? A-aku… erm… akan menunggumu…”

“Eh?” Jessica memberikan respon kaget.

Dalam benaknya, ratusan pikiran melintas sejak pertama kali ia menyadari hanya ada satu tempat tidur. Itu pasti tidak membantu ketika hanya ada mereka berdua, sendirian, bersama-sama dalam kamar yang jelas-jelas dimaksudkan untuk pasangan yang berbulan madu.

“Apa dia berencana untuk…”

Jessica menatapnya dengan gugup. Yuri beranjak dari kursinya, kedua tangannya bertumpu pada bagian bawah perutnya sambil mengetuk-ngetukkan kakinya tidak sabar. Perutnya mulai bertingkah lagi. “Pasti gara-gara roti salmon itu” Yuri ingat Sunny memberinya makanan itu selama pesta.

“Astaga…”

Jelas, pandangan akan Yul yang sedang memegangi perut bagian bawah, seolah-olah ia sedang mencoba menyembunyikan sesuatu, bersamaan dengan raut wajah yang terlihat tidak sabar agak mengerikan untuk gadis malang itu.

“Tidak.. ini tidak terjadi…

Beberapa pemikiran berkeliaran dalam benak Jessica.

“Bernapas, Jessica! Bernapas!

Ia menelan kegugupannya.

“Apakah ada yang salah? Kenapa dia menatapku seolah-olah aku akan memakannya? tanya Yuri dalam hati, melihat betapa pucatnya gadis itu.

“Jangan bilang dia sedang memikirkan sesuatu yang… aneh!

Berpikir kembali tentang apa yang telah dikatakannya sebelumnya, Yuri mengerang dalam hati.

“M-maksudku… K-kau bisa mandi duluan… Aku b-baru akan mandi setelah k-kau selesai!” Yuri mengulang pernyataan sebelumnya.

Dalam sekejap, gadis yang ketakutan itu berlari cepat ke kamar mandi dan segera menguncinya.

“Jangan terlalu lama…” rintih Yuri ketika perut malangnya menggeram protes.

*****

Jessica bersandar di balik pintu yang terkunci, merasakan debaran jantungnya yang berdebar liar  di dadanya. Sejenak ia berpikir Yul akan…

“Ahhhh!” Ia membenamkan wajahnya ke dalam tumpukan piyama di tangannya karena malu. Ia tidak bisa percaya pikiran itu benar-benar datang dalam benaknya.

Ayolah Jessica… Kau menyukainya…

“Tapi itu bukan berarti aku harus melakukannya!”

Pada akhirnya ini akan terjadi juga…”

“Kata siapa!”

“Kalian berdua telah berciuman…”

“Itu tidak berarti apa-apa!”

“Kau menyukai ciuman itu…”

“Tapi tetap saja!”

“Kau menyukainya jadi kenapa menolaknya…”

“Aku tidak menolaknya!”

Kalau begitu lakukan…”

“Arghhhh!”

Merasa bingung, ia segera melangkah ke ruang mandi, masih berpakaian lengkap, dan memutar katup, membiarkan air dingin turun melalui kepala pancuran di atas.

*****

Ketika detik berlalu menjadi menit, Yuri semakin gelisah. Ia melirik jam dinding. Sudah lebih dari tiga puluh menit sejak Jessica melangkah ke kamar mandi. Sambil memegangi perutnya yang sakit, ia terhuyung-huyung ke kamar tidur. Mungkin ada beberapa obat yang tersedia di laci.

Laci pertama. Sebuah Alkitab. Laci kedua. Kosong.

Ia berjalan ke laci lain di ujung.

Laci pertama. Sebuah bungkusan berwarna perak.

Berpikir itu bisa saja obat pencernaan, Yuri mengeluarkannya dari laci. Setelah memeriksanya lebih dekat, ia menyadari itu adalah satu pak kondom yang belum dibuka.

“Apa-apaan… kenapa benda ini ada di sini?” Gumam Yuri pelan. Sooyoung tidak akan pernah melakukan ini. Percakapan sebelumnya dengan manajer hotel kemudian menyadarkannya.

“Mereka pasti berpikir kami pengantin baru…”

Yuri tertawa, memikirkan ide konyol itu. Kemudian, ia berhenti ketika pikiran menakutkan tiba-tiba melintas di benaknya.

Kalau Jessica melihat ini, dia akan berpikir aku orang mesum dan mulai memukuliku lagi!”

“Aku selesai!” tiba-tiba terdengar suara dari belakang, memberikan Yuri kejutan besar. Ia segera berbalik, hanya untuk melihat Jessica mengenakan piyama kerajaan merahnya dengan handuk basah menutupi kepalanya, mengeringkan rambutnya yang basah. Pemandangan yang menggairahkan itu membuat jantungnya sedikit berdebar. Pikirannya tak lagi berfungsi.

“Bernapas, Yuri! Bernapas!

“Apa yang kau pegang?” Tanya Jessica polos.

Mata Yuri tertuju pada sebuah benda di tangannya dan ia segera menyembunyikan benda itu di belakang punggungnya.

“B-bukan apa-apa!”

Namun, terlambat sudah. Ekspresi terkejut di wajah gadis itu sudah menentukan nasib yang akan datang padanya. Jessica sudah melihat benda bersalah itu di tangannya.

“Tidak…Aku bisa jelaskan! Ini bukan-”

“MESUM!”

Sebuah tamparan keras bergema di seluruh kamar.

*****

Yuri menatap pantulan dirinya melalui cermin kamar mandi, ia menghela napas tanpa henti. Tanda merah berbentuk telapak tangan masih terlihat jelas di pipi kirinya.

“Aku tidak bisa memercayai keberuntunganku!” Ia mengusap pipi bengkaknya dengan marah.

Ia telah memiliki segala sesuatu yang ia inginkan selama 20 tahun hidupnya.

Tidak ada yang berani menolaknya.

Tidak ada yang berani untuk berdebat dengannya.

Tidak ada yang berani memarahinya.

Tidak ada yang berani memukulnya.

Tidak ada seorang pun… kecuali Jessica Jung Sooyeon yang telah luar biasa berhasil mendaratkan tamparan di pipinya sejak pertama kali ia bertemu dengannya.

“5 tamparan! 5 tamparan!”

Yuri menghitung setiap tamparan yang sudah ia terima dalam rentang waktu hanya 4 hari.

Tamparan pertama – bencana bandara.

“Oke, itu salahku…”

Tamparan kedua – bencana tempat tidur.

“Sekarang, itu bukan salahku!”

Tamparan ketiga – bencana taman.

“Aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi!”

Tamparan keempat – bencana ciuman.

“Oke, aku yang memintanya…”

Tamparan kelima – bencana bungkusan berwarna perak.

“…”

“Aku tidak percaya aku jatuh cinta dengan tukang tampar! Apakah dia seperti… semacam karakter dari street fighter?”

Pegulat sumo, E. Honda, dari seri Street Fighters terkenal muncul dalam benaknya. Dia memiliki gerakan yang terkenal – Hyaku Retsu Harite atau Tamparan Seratus Tangan.

Masih menghadap bayangannya, dan berada di satu-satunya tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri, Yuri memberengut dengan kekanak-kanakan.

Jessica Jung Sooyeon 5, Kwon Yuri -5

*****

“Aku tidak bisa percaya! Dia pura-pura tidak tahu tentang perjalanan rahasia ini! Dia memiliki motif tersembunyi!” Jessica mendengus marah, melemparkan tinju pada bantal tak berdosa sambil duduk di tempat tidur berseperai putih.

Ia menatap tajam ke jalan menuju ke kamar mandi. Jika laki-laki itu sedang merencanakan sesuatu yang aneh, Jessica memastikan ia akan siap menyerangnya dengan gerakan yang telah ia pelajari dari Sooyoung tadi.

“Sooyoung… erm… kau tahu beberapa keterampilan dasar dalam beladiri? Aku ingin mempelajarinya agar aku.. erm… Yah, aku bisa melindungi diriku sendiri… Kau tahu bagaimana-… ya, gadis-gadis harus selalu belajar untuk membela diri!Jessica menyatakan dengan rasa harga diri.

Sooyoung mengangkat alis, “Kau yakin?”

“Ya, tentu saja! Ayolah, ajari aku beberapa langkah! Pleaseeeeeee~

“Yah, kurasa tidak rugi untuk mempelajarinya…”

Jessica mengayunkan lengannya dalam sebuah langkah yang tampaknya terampil, jari-jarinya membentuk cakaran, menirukan gerakan Tiger dari film Kungfu Panda yang ia tonton dulu. Ia kemudian menyentuhkan jempolnya terhadap ujung hidungnya, menirukan gerakan Bruce Lee, sambil tetap duduk di tempat tidur.

Sesaat kemudian, ia menyerah, mengempaskan punggungnya di atas ranjang yang empuk. Ia cukup yakin Sooyoung tidak mengajarinya gerakan tambahan tadi.

“Yang harus kau lakukan hanyalah menendang pada bagian yang akan terasa paling sakit dengan keras…”

“Hah?”

“Lupakan tentang teknik kunci lengan terbalik atau teknik melawanKau akan menghabiskan banyak waktu untuk mempelajarinya. Taruhanmu yang paling aman adalah menjatuhkan lawanmu dengan secepat mungkinKau hanya memerlukan satu tendangan

“Hanya satu tendangan…” gumam Jessica, mengertakkan giginya. Ia sudah menyiapkan semuanya.

*****

Seluruh tubuhnya terasa sakit saat ia melepas pakaiannya dengan hati-hati. Melalui cermin, ia bisa melihat dengan jelas separah apa luka-lukanya yang diperoleh akibat jatuh. Luka dan memar memenuhi punggungnya. Dengan lembut ia memijat-mijat memar terdekat yang bisa ia jangkau dan merengek nyeri.

“Aku benar-benar membutuhkan tukang pijat sekarang…”

Ia kemudian mengalihkan perhatiannya ke tangannya. Ia mengerang dalam hati saat melihat luka bekas jahitan yang berdarah setelah membuang perban kotornya.

“Aku harap ini tidak akan memengaruhi permainan biolaku nanti…”

Ia kemudian memasuki ruang mandi dan menyalakan katup dengan hati-hati. Ketika air menyentuh tubuhnya, terutama luka yang terbuka, Yuri mengatakan beberapa kata umpatan karena rasa sakit yang menyengat dan itu tidak membantu sama sekali karena luka di punggungnya terletak di luar jangkauannya untuk dioleskan krim setelah mandi.

Ia menghabiskan hampir satu jam sebelum ia keluar dari kamar mandi, semua luka yang dapat ia jangkau sekarang sudah dibersihkan dan diobati sendiri.

“Ahhhhhh… menyegarkan!” Yuri meregangkan tangannya dengan malas. Setidaknya mandi air hangat memang meringankan tubuhnya yang sakit. Yang cukup menarik, piyama kerajaan berwarna merah itu luar biasa nyaman meskipun ia merasa jijik dengan tulisan emas yang tertulis di atasnya, yang membuatnya tampak seperti rapper wannabe, minus rantai emas.

Embusan angin dingin menerpa wajahnya, membuatnya sedikit menggigil. Ia mendekap tangannya lebih erat ke tubuhnya, menjaga dirinya tetap hangat sambil bergegas menuju kamar tidur.

Ia menghentikan langkahnya, hanya beberapa inci dari panel kaca yang memisahkannya dari kemungkinan bencana. Pengalaman sebelumnya telah mengajarinya sebuah pelajaran.

Waspada E. Honda!” Yuri mengingatkan dirinya sendiri. Hal terakhir yang ia inginkan untuk mengakhiri harinya adalah mendapatkan tamparan yang tak pantas ia dapatkan dari kekasih dalam hidupnya.

Dengan hati-hati Yuri mengendap-endap menuju kamar tidur, mengintipkan kepalanya keluar dari zona aman tepat di belakang panel kaca buram. Di sanalah Jessica, berbaring telentang dengan satu tangan di atas kepalanya. Dia telah jauh berada di alam mimpinya hanya setelah tiga puluh menit menunggu. Itu karena terlalu lama bersikap untuk pertahanan dirinya.

“Aish, gadis itu…” Yuri bergumam pelan saat ia diam-diam mendekati gadis tidur yang telah menendang selimutnya, meninggalkan dirinya terkena udara dingin.

“Dia bisa masuk angin…”Agar tidak mengganggu gadis itu dalam tidurnya, dengan hati-hati Yuri menyelimuti Jessica secara perlahan, memastikan gadis itu merasa hangat. Memperhatikan lengan Jessica yang tidak tertutup selimut, Yuri membungkuk dan mengulurkan tangannya untuk meraih lengan Jessica. Tepat ketika Yuri hendak menyentuh lengan Jessica, Jessica tiba-tiba bergumam dalam tidurnya, menyebabkan Yuri menghentikan tindakannya dan menatap Jessica. Sekali lagi, wajah mereka hanya berjarak beberapa inci dan Yuri merasa jantungnya berhenti ketika tanpa sengaja Jessica menggerakkan bibirnya dengan cara yang sensual.

Ia menatap kosong pada gadis yang tertidur tepat di bawahnya untuk waktu yang lama sampai ia teringat bagaimana caranya bernapas lagi. Ia akhirnya tahu alasan mengapa ia telah jatuh cinta pada Jessica. Itu adalah alasan sederhana, sekarang jantungnya hanya berdetak untuk gadis itu.

Butuh beberapa saat sebelum ia akhirnya melepaskan pandangannya menjauh dari gadis tidur itu. Meskipun tempat tidur itu cukup besar untuk mereka, Yuri memutuskan untuk tidak tidur di tempat tidur. Bagaimanapun, ia sebagai seorang laki-laki dan ia pasti tidak ingin dikelirukan sebagai orang mesum meskipun tidak melakukan sesuatu yang salah.

Mengumpulkan bantal di samping tempat tidur Jesscia, ia menghampiri gadis yang tengah tertidur itu dan memberikan kecupan selamat malam yang ringan di keningnya sebelum kembali ke luar menuju sofa – tempat tidurnya untuk malam ini.

*****

Dengan foto masa kecil yang usang di tangan, untuk terakhir kalinya ia melihat ke sekeliling apartemen tempatnya berlibur, tempat di mana ia tinggal selama beberapa hari terakhir ini untuk mencoba meghindari segala situasi tentang masalah pernikahan.

Ia mengangkat foto itu, tersenyum saat ia melihat tiga anak kecil dalam foto itu. Ia mengenang masa mudanya dengan penuh cinta.

Tiga anak-anak gaduh yang tumbuh dewasa di istana yang ketat…

Tiga siswa SD gaduh yang bermain di sekolah yang sama…

Tiga remaja gaduh yang bertengkar sepanjang hari…

Sedikit demi sedikit, perlahan-lahan ia menyadari keberadaan orang yang sangat istimewa ini membuat jantungnya berdetak dalam cara yang belum pernah ia alami sebelumnya. Hampir seolah-olah hatinya terkait dengan emosi gadis itu. Ketika gadis itu sedih, hatinya akan menangis. Ketika gadis itu senang, hatinya akan tertawa. Dan ketika gadis itu lapar, hatinya akan memerintahkannya untuk mencari makanan.

Andai saja ia telah menyatakan perasaanya saat gadis itu berada di dekatnya, mungkin semua ini akan berjalan seperti apa yang diinginkannya.

“Kau tidak harus menikahinya…kenapa kau tidak membujuk orangtuamu atau membiarkan mereka tahu siapa gadis istimewa itu?

Mereka tidak akan mungkin menyetujuinya…”

Kalau begitu carilah jalan lain.”

Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan!”

“Yah! Apa yang terjadi dengan orang yang memberitahuku dan Yuri untuk mengejar mimpi kita sendiri?

Selama beberapa jam terakhir ini kata-kata gadis itu berputar terus-menerus di kepalanya. Ia mengambil ransel dan disampirkan di bahunya.

“Choi Sooyoung… kau menyuruhku untuk mencari jalan, untuk memperjuangkan kebahagiaanku, untuk memperjuangkan gadis yang kucintai…”

Hanya tersisa satu hal yang bisa ia lakukan saat ia melangkah keluar dari apartemen.

“Kali ini, aku akan berjuang untukmu!” Kata Yul dengan tekad yang kuat.

*****

“ACHOO!”

Yuri berbalik dan meringkukkan kakinya, memeluk dirinya lebih dekat agar lebih hangat. AC berada tepat di atas sofa, meniupkan udara dingin langsung ke tubuhnya.

“Choi Sooyoung… apa kau menurunkan suhu AC di tengah malam… sekarang musim dingin di New York, dasar idiot bodoh…” Yuri bergumam tak jelas dalam tidurnya, menggigil kedinginan.

Ia membuka matanya perlahan dan mengerutkan kening ketika ia menyadari ia tertidur di sofa.

“Pasti karena acara larut malam yang membosankan…”

Ia duduk selama lima detik, masih merasa pening dan belum sadar sepunuhnya, ia mengambil bantalnya sambil terhuyung-huyung kembali ke kamar tidurnya, tentu saja, tidak terlepas dari insiden kecil. Ia menabrak kursi dan hampir jatuh tersungkur ke lantai berkarpet.

“Sooyoung bodoh…kenapa kau mengubah penataan furnitur ketika aku sedang tidur?”

Setelah beberapa benturan dan tubrukan, Yuri berhasil naik ke tempat tidur lembut dan meringkuk dengan hangat di balik selimut tebal.

“Ahhhh… ini jauh lebih baik…”

Ia perlahan-lahan melayang kembali ke dunia mimpinya, kali ini, bersama dengan seorang gadis yang tidur dalam kebahagiaan tepat di sampingnya.

~~~;~~~;~~~

 TBC

thanks to my weirdo bestie who has helped me translating some part of this fic~

Please remember My Name 😛 !!

credit: choki @SSF

boiboi~

Advertisements

73 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 15]

  1. nah nah akhirnya update jg huft aku pikir g bakal dilanjut . tuhkan yul emang suka ama soo u.u , akh cepetan update yg part selanjutnya >.< seru.disitu seru lah . tapi thanks udah update

  2. Jdi prince yul yg sbnerx suka sma soo tpi soo kya’x blum tau klo prince yul suka sma dia. Aduh yuri bner” deh pasti dia skrng ngira klo dia lgi sama soo msa’ ia dia lpa klo dia lgi lbrn sama jessica…

  3. Aahhhrrrggg….yul kena tamparan lg dr sica….malang sekali nasib mu yul…sica jg blm ap2 tangan ringan bngt….
    Sica minta d ajari bela dri m soo wah tr ap bkal ad adegan kekerasan yulsic nih???
    Itu yul gk sadar ye klo die lg m sica n jd tidur sekamar lg m sica. Semoga aj yul gk d aniaya sica lg…lanjut thor…..

  4. hahaha…yul ga sdar dia setempat tdur ma sica…lagi dan lagi….hehe….well…selamat menikmati…smga pas bgun ga d tampar sica…lnjut thor…

  5. eh aku baru ngerti ternya yang di cintai yul itu soo tah aaah ayo kejar cinta nya eh tapi gimana sama yulsic ya hahhah
    sica doyan amat nampar ih sian banget pipi mulus yuri tah.

    thanks tarra :))

  6. G sabaran nunggu update soon, psti seru tu acident morning nya hahaha, kira2 brapa tamparan ia yg didpt yul ?? Wkwkwkwk

  7. wow kyak.mau honeymoon aja tuh..
    haha
    yul kaasian banget sih km kna tmparan tgan mulus sica..
    aigooo yul mlah pindah tmpat tdur.. gak tau deh klo bngun yul dpat apa dr sica.. apalgi sica dah bljar bla dri dri soo.. hwaha

  8. satu rahasia terungkap..ternyata gadus yg di suka ama pangeran yul yg asli adlh choisyo :)))
    percakapan yulsic nyenengin..berasa real,hati2 yul besok pagi kau akan menerima sesuatu(?).lagi

  9. siapa yeoja yg yul cintai.jgn jgn nti dy plg krmh ktm sica sk lg.oiy thor thor yul oppa udh tw blm wjh sica.smg yuri cpt smbh y luka ny ksian bgt dh
    wah yul bs kn tmprn yg k enam nh

  10. Akhirnya ni ff muncul…thank’s for update thor..#Author panggilannya apa?#nanyabener-benernanya!haha

    Serius itu yul dapet 5tamparan…Yeaah..Gak ada yg berani ngelakuin hal kyk gitu ke yul kecuali neng jenong#Dzigh

  11. hayoo yul bersiaplah untuk mendapatkan tamparan ke 6 dari insiden dipagi harii :v
    Jessica 6 yul -6 …
    author boiboii ditunggu chapter slanjutnyaaa…kkkkkkkk

  12. Aaaaaaaa~ bner deh aku suka chap ini *treak” gaje
    mulai dri soo yg nyiapin smuanya dengan komplit ,, dan 5 tamparan telah d dapatkan oleh yul ,,
    gmna ya klo sica tau klo Yul itu Yuri ??

  13. fighting yul & dptkn soo dgn segera…
    aduuuh yuri almt di tampar lg nih bgtu sica bangun…

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  14. Akhirnya ini di update jugaaa . . . Hahaha mantap dah yul dalam 4 hari dapet hadiah 5 cap jempol dari pemaisuri nya . Ciee itu kakak yul cinta nya ama sooyoung yah . Cepetan thor update nya jgn lama2 .

  15. kasian bgt tuh pipi’y yuri udah 5 tamparan
    bangun tidur nnti yuri siap2 dpet hadiah spesial(?) lg dr sica #pooryuri
    oh jadi yul suka sooyoung

  16. annyeong ….
    yaah, aku komen dlu dsni soalnya dah buka…..
    bner” trtinggal banyk ya ….
    msti baca dri awal ….. ><

  17. Jjjiiiaaahh Yuri kena bogem lagi
    Hihihi
    gimana ceritanya klo jessi tau klo Yuri itu cewk
    hihi
    ohh kembaran Yuri si Yul suka Sooyoung yak

  18. Kasian banget sih Yuri ..
    Niatnya pengen liburan,, eh … Malah kena gampar mulu ..
    Di tunggu kelanjutannya.
    Semangat terus Thor

  19. jadi yul sebenarna suka sama sooyoung ya. yul cepat temukan cara utk bisa membatalkan pernikahanmu dgn jessica. gue dukung kok kalo lu sama sooyoung

  20. Annyeong…

    Demen bnget deh gue ma ni ff,, slalu bsa bkin gue snyum2 gaje.
    Thx yo Tara udh translit ni ff,, makasih jga tuh buat yg bntuin lo Tar. Rajin2 bntuin ye,biar yg pnya wepe jga rajin apdet :p
    Te2p semangaaat…

  21. Hahahahaaaa itu mah si kwon bukan kalah lagi scor’a di banding sica ma soo .. KO itu mahhhh …
    Si prince berniat balik ke istana kah????terus tar begimana itu kalo sica tau yul cwe???

  22. wkwkwk habis dah tuh pipi kena tampar sm sica
    nah kn si pangeran yul trnyata suka sm sooyoung, itu sebabnya dia nolak di jodohin sm sica
    next chap si yuri kena tmpar lg gak ya

  23. by guessing my name????
    hhmmm itu pw nya?
    ya ampun thor, mian baru sekarang2 komen.. saya baru ngerti caranya komen heheheh

  24. yang sabar ya yul oppa..
    aduh sica onnie makin lama makin suka aja tuh sama yul oppa..
    nanti terjadi insiden apa lagi ya setelah mereka bangun ??
    makin penasaran..
    lanjut chingu..
    ditunggu..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s