Unlike Him [Chapter 7]

Hi….

enjoy~

~~~ ~~~~~ ~~~~

Chapter 7

 

Sementara Jessica mandi, Yul memasak sarapan untuk mereka. Tidak seperti kemarin, ia terlihat lebih bahagia, sangat bahagia. Ia bersiul-siul sendiri dengan gembira sambil menyiapkan segalanya. 

“Uhm…baunya enak,” kata Jessica saat ia keluar dari kamar Yul dengan mengenakan baju Yul yang kebesaran untuknya yang biasa Yul pinjamkan setiap kali ia memiliki sesi les mereka di malam hari.

“Woah…aku tidak tahu baju itu terlihat cocok denganmu,” katanya sambil menatap Jessica dari kepala sampai kaki. “Ayo kita makan.”

Jessica mengangguk dan berjalan menuju meja. Mereka sarapan dalam keheningan. Tidak ada yang tampaknya memiliki kekuatan untuk membicarakan apa yang terjadi tadi malam. Mereka hanya saling mencuri pandang secara diam-diam dan ketika ada yang tertangkap, mereka akan tersenyum dan dengan canggung kembali menyantap makanan mereka. Permainan mereka berakhir ketika ponsel Jessica berdering. Ia langsung berdiri dan menjawab telepon.

“Halo!”

“Unnie? Di mana kau?” Itu Yoona. “Apa kau akan ke sekolah hari ini? Aku sedang di rumahmu dan Tiffany unnie bilang…”

“Aku di rumah temanku, kenapa?” Jawabnya cepat.

“Kau melupakannya bukan?” Rengeknya. “Bukankah kau bilang kita akan merayakan ulang tahunku bersama-sama?”

“Oh…ya. Tentu saja, bagaimana mungkin unnie melupakannya?” bohongnya, sebenarnya ia tidak ingat tanggal berapa sekarang. “Aku akan menemuimu di sekolah oke? Sampai jumpa.”

“Benarkah? Oke! Aku akan menunggumu, Dah!”

Ia menghela napas dan kembali ke meja, ia merasa tidak enak karena melupakan ulang tahun Yoona. Begitu ia duduk, Yul yang mengerutkan kening menarik perhatiannya. Ia menggodanya dengan mengerutkan keningnya juga.

“Siapa itu?” Tanya Yul.

“Yoong,” kata Jessica sambil tersenyum. “Hari ini adalah hari ulang tahunnya dan aku sudah berjanji untuk merayakannya di tempat favoritnya. Permisi sebentar.” ia menelepon Mr. Lee.

“Aku akan ke sekolah, juga.” Kata Yul begitu panggilan Jessica berakhir.

“Kau yakin? Kau sudah merasa sehat?” Tanya Jessica, bingung dengan keputusan mendadak Yul.

Yul tersenyum, “Tentu saja, aku baik-baik saja. Kau menanganiku tadi malam, ingat?”

Jessica tersipu ketika mendengar kata ‘tadi malam’ dan aktivitas malam terakhir mereka terlintas kembali dalam benaknya.

Yul tertawa, “Kau lucu sekali, Jessica Jung. Aku mau mandi dulu atau kita akan terlambat.” ia berdiri dan mencium pipi Jessica sebelum menuju ke kamarnya, meninggalkan Jessica yang kembali tersipu.

Setelah beberapa saat, sopir Jessica datang dan memberinya seragam sekolahnya. Karena Yul masih di kamar mandi, ia masuk ke dalam ruangan Yul dan melepas baju yang kebesaran itu membiarkan tubuhnya yang hanya dibalut dengan pakaian dalam. Ia mengambil bajunya yang tergeletak di tempat tidur dan melihat sosok yang berdiri membeku di ambang pintu. Ia mendengking dan malu-malu menutupi tubuhnya dengan baju milik Yul yang kebesaran.

“Maafkan aku, aku kira kau masih di kamar mandi…”

Yul, yang hanya ditutupi dengan jubah mandi, tertawa dan berjalan ke arahnya. “Jangan malu-malu, aku melihat lebih dari itu tadi malam,” bisiknya sambil berjalan melewatinya.

“Yah! Dasar mesum!” Jessica memelototinya.

Yul tertawa keras dan memeluknya. “Kenapa kau lucu sekali, Jessica Jung, huh?”

“Karena aku Jessica Jung,” jawabnya bangga dan mendorongnya. “Cepat pakai bajumu.” Ia menjulurkan lidahnya sebelum berbalik dari Yul.

~~~

Di sekolah, Taeyeon langsung menyadari luka-luka di wajah Yul. Ia bertanya tanpa henti begitu melihatnya.

“Aku terlibat perkelahian!”

“Kenapa kau tidak meneleponku? Kau tahu kalau aku selalu bisa membantumu Yul!”

“Tidak apa-apa, yang lalu biarlah berlalu dan aku baik-baik saja. Jangan khawatir,” ia meyakinkannya ketika mereka duduk di tempat biasa. Yul langsung melihat Jessica yang baru saja duduk di depannya, di tempat yang biasa. Yul sedang menatap gadis berambut cokelat itu ketika tiba-tiba Jessica berbalik ke arahnya dan mendapati laki-laki itu sedang menatapnya. Jessica mendengus dan berbalik untuk melihat papan tulis. Tiba-tiba ponsel Yul bergetar.

 

FROM: SICA ❤

Berhentilah menatapku, mesum! * Maerong *

 

Yul tersenyum lebar dan segera membalasnya.

 

TO: SICA ❤

Kenapa kau seksi sekali?

 

Jessica langsung memelototinya.

 

TO: SICA ❤

Keke, aku bercanda.

 

Yul menunggu balasannya tetapi ponselnya tak kunjung berbunyi. Ia memutuskan untuk melihat Jessica lagi dan dan mendapati Jessica tengah mengobrol dengan teman duduknya yang biasa, Onew. Hidungnya membesar dan hendak berdiri ketika guru mereka datang.

Selama pelajaran berlangsung, Yul merasa cemas setiap kali ia melihat Jessica mengobrol dan bahkan tersenyum atau tertawa dengan Onew.

“Yah, Kwon Yul! Kau baik-baik saja?” Bisik Taeyeon, mendapatkan perhatiannya. “Kau bertingkah seperti ada seseorang yang sedang membakar pantatmu.”

Setelah pelajaran berakhir, Taeyeon tidak melepaskan pandangannya dari Yul dan menariknya ke kantin sementara Jessica pergi ke perpustakaan.

 

FROM: SICA ❤

Aku akan bersama Yoong, oke?

 

TO: SICA ❤

Tunggu aku, aku akan pergi denganmu.

 

FROM: SICA ❤

Tidak apa-apa. Pergilah dengan Taeng dan Fany dulu, oke? Sampai nanti. ^ – ^ V 

 

“Aissh…aku membencimu Kim Taeyeon!” Gumamnya pelan.

Tapi itu cukup keras untuk bisa didengar Taeyeon. “Whooa, lihat siapa yang berbicara. Apa kau ada kencan dengan Gyuri hari ini? Bisakah kau jalan-jalan dengan kami? Kami merindukanmu.”

“Aku? JATUH CINTA?” Tanyanya dengan suara keras mendapatkan perhatian semua siswa di kantin. ia tersenyum malu-malu pada mereka dan melotot pada Taeyeon yang sedang tertawa. “Aku? Jatuh cinta?” Bisiknya. “Pada siapa?”

“Aku tidak tahu,” Taeyeon mengangkat bahunya. “Tanyakan pada dirimu sendiri. Bukankah Gyuri yang kau sms sepanjang pagi tadi? Kukira kalian berdua kembali bersama?”

Raut wajah Yul kusut dan menjadi serius, “Kami sudah berakhir. Aku melihat gadis lain sekarang.”

“Benarkah? Baguslah!”

Kemudian Tiffany datang dari belakang untuk mengejutkan Taeyeon. “Ggakkung!”

Taeyeon berbalik untuk melihatnya dan tertawa sebelum mengecup bibirnya dan Tiffany duduk di sampingnya.

Mata Tiffany melebar kaget saat melihat memar di wajah Yul. “Astaga! Apa yang terjadi padamu?” Tanya Tiffany sementara menyiapkan bekal makan siang mereka.

“Jangan mengkhawatirkannya, Fany. Dia terlibat perkelahian, tapi dia baik-baik saja.”

“Ah…ngomong-ngomong, di mana Unnie? Kukira dia denganmu?”

“Dia dengan Yoong…” Yul cemberut dan membaca ulang sms terakhir Jessica untuknya.

“Ah, ya. Hari ini ulang tahun Yoona. Aku yakin mereka berdua akan pergi ke tempat favorit mereka,” katanya sambil tersenyum.

“Di mana tempat itu?” Tanya Yul penasaran.

“Rahasia!” Tiffany tertawa dan mulai makan bersama Taeyeon.

~~~

Malam telah larut dan Yul berjalan mondar-mandir di sekitar ruang tamunya dengan cemas setelah ia belum menerima sms dari Jessica. Ia mencoba meneleponnya tapi ponsel Jessica tidak bisa dihubungi. Ia lalu merenungkan apakah ia akan menelepon Tiffany atau tidak. Dan karena ketidaksabarannya, Yul akhirnya memutuskan untuk menelepon Tiffany.

“Halo!”

“Tiffany! Kumohon beritahu aku di mana Jessica? Kumohon.” pintanya melalui telepon.

“Oh, Oppa! Dia sudah tidur di kamarnya. Seperti biasa sopirnya sendiri yang menggendong sampai ke kamarnya. Kenapa oppa? Apakah seharusnya kau memberinya les malam ini?”

“Ah…” Yul tidak ingat ia memiliki les dengan Jessica hari ini karena ia terlalu mengkhawatirkannya. “Y-ya.” bohongnya.

“Oh, mungkin Unnie lupa. Aku akan memberitahunya besok pagi. Jangan khawatir.” Tiffany meyakinkan.

“Oke, terima kasih. Selamat malam.”

++++

Keesokan paginya, Jessica menerima telepon dari perusahaan. Ia sekarang dikirim ke Filipina untuk perjalanan bisnis. Meskipun ia harus terbiasa dengan pekerjaannya, ia tetap merasa sedih saat ia menyadari ia sedang membangun sebuah hubungan dengan Yul, hubungan percintaannya. Ia melompat malas dari tempat tidurnya dan menyiapkan barang-barangnya. Ia sangat ingin menelepon Yul, tapi ia menahan dirinya, dan ia tahu ia harus menahan dirinya lebih lama lagi sampai ia tahu hubungan apa yang ia miliki dengan Yul. Setelah menyelesaikan persiapannya, ia bergegas mandi.

~~~~

“Unnie!” Tiffany memanggil Jessica yang akan berangkat.

Jessica berbalik dan menatapnya. “Selamat pagi, Tiff.”

“Apa kau memiliki janji hari ini?”

“Uhm, ya,” ia tersenyum. “Aku mau pergi ke Filipina.”

Tiffany mengangguk, “Benarkah? Ngomong-ngomong, Yul Oppa meneleponku tadi malam. Dia bilang kalian berdua memiliki pelajaran tambahan tadi malam. Dia pasti mencarimu. Kau harus meneleponnya.

“Benarkah?” Tanyanya acuh tak acuh, tidak ingin adiknya menyadari betapa bahagianya dirinya. “Kurasa aku akan meneleponnya sendiri, Aku harus pergi!”

“Dah, unnie!” Tiffany tersenyum sambil melambaikan tangannya.

Di dalam mobil, Jessica tidak bisa menyembunyikan senyum lebar yang terpampang di wajahnya. Yul mencarinya. Ia memutuskan untuk meneleponnya dan berdeham sebelum berbicara di telepon.

“Sica!!!!”

“Halo,” katanya sambil tersenyum.

“Di mana kau? Aku meneleponmu semalaman. Kalau aku tidak bertanya pada Tiffany, aku akan mati mengkhawatirkanmu!Teriaknya melalui telepon dan Jessica tidak bisa menahan tawanya.

“Apanya yang lucu?” Tanya Yul serius.

“Kau lucu,” katanya, masih cekikikan.

Ngomong-ngomong, apa kabar?” Tanyanya. “Apa kau akan ke sekolah hari ini?”

“Rahasia,” kata Jessica sambil terkekeh.

“Lagi? Kau pergi dengan Yoona rahasia, lalu bersekolah juga rahasia? Hngg…..

Jessica menghela napas dan mencoba serius. “Hari ini aku tidak akan ke sekolah. Aku sudah di bandara. Aku hanya ingin memberitahumu kapan aku akan kembali.” bohongnya.

“Eh? Kau mau pergi? Kenapa tidak memberitahuku?

Jessica mendengus, “Asal kau tahu saja, Mister Kwon, Aku baru saja menerima telepon pagi ini, aku baru mengetahuinya,” jelasnya.

“Kau…kau keterlaluan

Jessica tertawa, “Aku sedang bercanda. Aku masih dalam perjalanan ke bandara. Tapi seperti biasa aku harus meninggalkan ponselku di sini. Aku akan meneleponmu ketika aku kembali, oke?

“Oke. Bolehkah aku tahu setidaknya berapa lama kau akan pergi?

“Uhmaku tidak tahu, 2 atau 3 minggu mungkin?” Jawabnya, masih tidak yakin karena ia tahu mungkin ada hal-hal yang tak terduga di jalan.

“Aisshh, lama sekali. Tapi telepon aku! Oke?Katanya. Itu bukan pernyataan, itu adalah permintaan darinya.

“Ne! Bye Bye!”

“Okay…

 .

uhmm…

 .

hati-hati

 .

Aku

 .

 .

 .

 .

 .

 .

 .

 .

Aku…” ia tergagap.

 .

 .

“Bye!” Katanya, buru-buru mengakhiri pembicaraan mereka.

Jessica tercengang dan melihat layar ponsel sambil tersenyum konyol seperti yang ia lakukan sebelumnya.

~~~

Setelah tiga minggu yang panjang untuk Jessica, ia memutuskan untuk langsung pergi ke apartemen Yul, bahkan setelah pesawat menyentuh tanah Korea tanpa beristirahat atau tidur sama sekali. Ia sangat gembira sehingga yang ia pedulikan hanyalah bisa bertemu Yul sesegera mungkin. Tapi meskipun ia telah berjanji untuk meneleponnya, ia memutuskan untuk tidak melakukannya dan memberinya kejutan.

Mengetuk pintu dengan antusias, dengan sabar Jessica menunggu bersama barang-barang dan oleh-oleh yang dibelinya dari Filipina. Entah kenapa hatinya berdetak lebih cepat, saat ia mengingat kejadian yang memilukan hatinya setelah ia pulang dari Cina dulu. Ia melihat pintu terbuka dengan gerakan lambat dan membuat suara-suara menyeramkan dari engselnya. Dan hanya seperti itu, Yul muncul di depannya dengan potongan rambut baru, menggosok matanya, memakai baju yang kebesaran, yang Jessica kenakan terakhir kali.

“Itu bajuku!” Kata Jessica sambil tersenyum.

Setelah menyadari siapa yang berada di depannya, mata Yul melebar dan Jessica tertawa.

“S-SICA! Kau-kau di sini!Ia berseru, masih kaget dengan tamu malamnya.

“Kenapa? Kau bersama seseorang?Godanya sambil menunjuk rambut Yul yang berantakan.

“Tidak,” Yul langsung menggelengkan kepalanya dengan kekanak-kanakan dan merapikan rambutnya. “Aku tidur di sofa, sambil menonton pertandingan baseball. Masuklah!Katanya meraih pergelangan tangan Jessica. “Kau sudah lama pergi,” kata Yul.

“Apakah itu caramu untuk mengatakan kalau kau merindukanku?” Pikir Jessica. Ia hanya tersenyum padanya. “Ya, aku terlalu lama pergi.” Ia menyadari bagaimana rumah Yul kembali menjadi nyaman, terorganisir, bersih, dan ia melihat barang-barang yang ia berikan beberapa waktu lalu. “Wow, Kau benar-benar menggunakan hadiahku, bukan?”

“Tentu saja, Kau memberinya. Dan sepertinya ada tambahan baru?Tanyanya sambil mengangkat pergelangan tangan Jessica yang memegang tas. Yul tersenyum dan berhadapan dengannya. Wajah mereka berjarak beberapa inci. “Terima kasih.”

Jessica segera menyadari jarak kecil di antara mereka berdua, ia menelan ludah dengan gugup mendapatkan perhatian Yul. Yul tersenyum dan menatap gadis gugup itu sambil perlahan mendaratkan ciuman lembut di bibirnya. Ia masih tersenyum padanya saat ia menjauhkan wajahnya perlahan.

Ia menyeringai ketika melihat Jessica yang terkejut di depannya.

Kau lucu sekali, Jessica Jung,” Yul terkekeh sambil mencubit hidungnya.

“Yah! Hentikan!Keluhnya saat ia terbangun dari lamunannya. “Ouch!” Rengeknya begitu Yul melepaskan cubitannya. “Kau keterlaluan, Kwon Yul!” Ia memelototinya dan melihat senyum malu-malunya. “Apa ada yang lucu? Berhentilah tersenyum seperti idiot!

Hal itu tiba-tiba membawa percakapan lalunya dengan Taeyeon kembali.

FLASHBACK

“Yah! Kim Taeyeon, kau tersenyum seperti orang idiot.” ejek Yul .

“Pergilah cari pacarmu sendiri dan kau akan tahu. Aku benar-benar mencintainya.” akunya sambil menjawab sms dari pacarnya.

END OF FLASHBACK

“Apa artinya ini?” Bisiknya pada diri sendiri.

“Apa?” Tanya Jessica tapi Yul tidak menjawab. Jessica menunggu Yul sampai ponselnya berdering.

Ibu!” Ucapnya antusias.

“Sooyeon! Di mana kau? Ibu rasa ibu mendengar ayahmu bilang kalau kau seharusnya berada di Seoul sekarang?

“Aku di Seoul, Ibu. Aku sedang dalam perjalanan, jangan khawatir.ia tersenyum.

Berhati-hatilah, ya?”

“Ne.”

“Kau sudah mau pulang?” Tanya Yul begitu panggilan berakhir.

“Ya, lagipula aku hanya datang ke sini untuk memberikan ini padamu,” katanya dan menunjuk tas di samping kakinya.

“Benarkah?” Tanyanya sedikit sedih.

Jessica mengangguk. “Tapi aku harap kau akan mengajarku nanti. Bagaimana kalau kau mampir ke rumahku besok?

“Itu bagus! Oke, aku akan mampir besok.

“Aku harus pergi, sekarang.”

Kalau begitu, biarkan aku mengantarmu keluar.”

++++

TBC

see you later 😀

credit : zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

64 thoughts on “Unlike Him [Chapter 7]

  1. aaaah yulsic ini lucu lucu membingungkan deh
    tepat nya aku yg bingung sih kekkekke
    kok yoonsic ngerayain ultahnya main rahasia”n sih hayooo???
    tarra aku mau pw nya dong boleh kaga nih heheheh

    thanks tarra 🙂

  2. Rasanya gue pengen getok yul..Kenapa dia juga belum bilang kalo dia itu CINTA ama sica??Walaupun dari perlakuan yul ke sica itu ngebuktiin kalo dia cinta ma sica tapi tetep aja cewek butuh kepastian Yul pabo!!Janganbuat sica bingung ama perlakuan yang dia dapet dari Yul..Arrgh!!

  3. udh lm g bc nh ff thor.yulsic dh mlai dkt bgt n slg cinta tp blm d yg nyataon msg msg y thor.tp knp jdulny unlike him.hehe oiy cr dptin pw prt 6 gmn thor

  4. yah pendrk…gpp lah yulsic lg suka2…tp msh ga jlz hubunganx official aj blm….lnjut thor…

  5. Aaaaiiissshhh….
    Yul tu jg udh pny rasa k sica tinggal ngomong k sica….
    Yulsic lucu klo lg malu2 gt…
    Thor, yg prince yuri ny kpn d lanjut….
    Semangat thor….

  6. Kapan mau jadiiian’aa ..
    Ampun dahh si kwon ,, padahal apa susahnya sii dia tinggai ngomong SICA I LOVE U …. Heeeeeuuuuh

  7. Jadi yulsic masih ngegantung nih…
    Ayoo buruan diresmiin yul ntar sica diambil orang atau gyuri bakal balik lagi nih hhmmmm…

  8. tara, gw g bca part 6 ny. gmn cara dptinnya? u.u
    tetiba gw baca part 7 udh romantis aja yulsicnya…
    tp blm pacaran kan mreka???

  9. “̮ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ “̮ yulsic msh malu” ya, sweet dah, taeny blm tau nih hubungn yulsic.. (y)[̣̇o̲̲̲̅]̣̇[̣̇κ̲̲̲̅]̣̇[̣̇e̲̲̲̅]̣̇(y) deh dtunggu lanjutannya n -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶ dah update

  10. annyeong …..

    heeyy …. apa yng terjadi ??? ak penasran apa sbnerny trjadi. ><,, YULSIC dah jdian kan???? …
    lgi nunggu blasan PW dri author nih,blm ksih jga,,klo gak ksih y terpksa ,lewat …. u,u
    ak dah mnta lwat gmail thor,, ada gak ???
    dtunggu aja deh, Pw ny ,,, jga next chap nyah …..
    SEMANGAAAAAAAAT

  11. yulsic msh ngegantung yah,,
    haha akhr nya yul tau knp taeng bs senyum” sendiri mskpn hanya membygkn ppany,,
    oke stlh baca komen” yg ada di ats ternya ada bocoran utk pw chap 6,,ntar tak coba bobol deh,,hehehe

  12. pnya perasaan cinta,udah ngelakuin itu tp blm ada kata jadiannn oohh cinta mrka cinta org dewasaa jdi g perlu pke tembak2an kkkkkkk

  13. Eumz pantesan ceritanya agax gmna gtu ,, eh ternyata aku blom tau klo part 6 nya udah d update ..
    Part ini agax monoton ya thor hehe .. Ahh klo gtu aku ke part 6 dlu aja deh ,,
    paipai
    FIGHTING !!

  14. Aaiihh Yul pabo !!
    Katakan saranghae jesica jung !!
    Katakan SARANGHAE !!
    Aaiihh~ tarra, knp part sbelumnya aku gk bsa comment yaakkk

  15. yulsic maki dekat aja..
    tapi kurang ngerti sama cerita ini, kenapa yul oppa bisa berkelahi gitu..
    chingu aku mknta pw nya unlike him part 6 dong..
    pliase, aku uda mati penasara..
    pliase ya bales..
    ditunggu..

  16. itu yul udh jadian sama sica???
    agak kurang ngeh, karna belom baca part 6..
    ada clue nggak thor buat part 6???

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s