Unlike Him [Chapter 8]

HI….. 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 8

 

Di kediaman keluarga Jung, Mrs. Jung sedang membaca buku sendirian di ruang duduk mereka sambil menunggu putrinya. Tak lama kemudian, ia mendengar sebuah mobil datang dan tersenyum sendiri.

“Ibu, aku pulang!”

Ia melihat putrinya dan meletakkan buku yang sedang dibacanya, “Selamat datang kembali, sayang!”

Jessica tersenyum dan berjalan menghampiri ibunya bersamaan dengan pembantu mereka yang mengambil kopernya dari mobil. Ia memeluk ibunya dengan bahagia dan merebahkan kepalanya di pangkuan ibunya.

“Aigoo…putriku telah tumbuh begitu cepat. Tak lama lagi dia akan menjadi dewasa lalu akan menikah dan membangun sebuah keluarga sendiri. Ottohke?” Katanya sambil memainkan rambut putrinya.

“Ibu, aku baru saja 18 tahun, jalanku masih panjang.” rengeknya.

“Benar,” ibunya tersenyum, mengubah topik pembicaraan. “Jadi, bagaimana perjalananmu?”

“Apakah baru jika aku mengatakan itu melelahkan?” ia mendengus. “Ngomong-ngomong, di mana Miyoung?”

“Jangan panggil maknae kita seperti itu, kalau dia mendengarmu, kalian berdua mungkin akan berdebat lagi.”

“Baiklah,” Jessica tersenyum, terkekeh sendiri dan menguap sambil memejamkan matanya yang mengantuk.

“Tadi ibu mengobrol dengan Tiffany,” Mrs. Jung memulai dan Jessica menolehkan wajahnya untuk mendengarkan apa yang ibunya katakan. “Dia bilang pada Ibu betapa bahagianya dia pada hubungannya dengan Taeyeon. Dia sangat bahagia dan ibu tahu Taeyeon juga mencintainya.”

Tapi mendengar hal itu malah membuat Jessica menghela napas. Meskipun ia ikut bahagia dengan adiknya ia tidak bisa memaksa dirinya untuk memiliki sebuah hubungan, ketika hubungannya sendiri tidak begitu yakin. Ia menghela napas yang langsung mendapatkan perhatian ibunya.

“Kau punya masalah, Sooyeon?”

Terdapat keheningan panjang sebelum Jessica mulai berbicara. “Uhmm…” ia merenung. “Ibu tahu, aku punya seorang teman yang pernah menyukai seorang laki-laki, dia menyukainya sampai suatu hari, mereka memiliki kesempatan untuk menjadi dekat. Mereka sering jalan-jalan bersama dan kemudian temanku menyadari kalau dia telah berhenti menyukainya karena dia sebenarnya mulai jatuh cinta pada laki-laki itu. Perasaan itu lebih seperti kasih sayang rahasia untuk si laki-laki itu sendiri, tapi baru-baru ini mereka saling berciuman dan berpelukan, berjalan bergandengan tangan tanpa mengatakan ‘Aku cinta padamu’, tanpa mengatakan apa hubungan mereka yang sebenarnya. Menurutmu apa yang harus dia lakukan?” Tanyanya tanpa bertemu dengan tatapan ibunya.

Tanpa sadar ibunya tersenyum, “Kau tahu apa yang seharusnya dia lakukan? Kurasa dia harus pergi tidur sekarang karena aku tahu dia sangat lelah setelah bekerja di luar negeri.”

Jessica merengek, “IBU!”

“Oke, jadi kau menyukai Yul, tapi kemudian berkat bimbingan belajarmu kalian berdua menjadi dekat dan sekarang kau baru saja menyadari kalau kau sedang jatuh cinta padanya. Kalian mulai berciuman dan berpelukan tetapi tidak ada kepastian hubungan apa yang kalian miliki?”

Matanya melebar, tercengang karena ibunya langsung bisa mengerti masalahnya. Ia tidak bisa percaya bagaimana ibunya begitu mengenalnya dengan baik.

“Sooyeon, sayang, kau sepertinya jatuh cinta pada seorang laki-laki yang tidak biasa mendapatkan cinta. Baik dari orangtuanya atau bahkan dari mantan kekasihnya, mungkin kau harus menunggu dan membiarkan dia menyadari apa yang dia rasakan. Aku dengar Yul tinggal sendiri. Dia tidak seperti kau yang menerima banyak cinta dan perhatian dari orangtuanya. Kau harus mengerti, oke?”

Jessica mengangguk, “Terima kasih, Ibu.”

“Sekarang tidurlah, kau lelah.”

“Baiklah,” katanya dan mulai berdiri. “Ngomong-ngomong, sebelum aku lupa, Yul akan mengajarku besok, jadi dia akan datang lebih awal, bisakah Ibu membangunkanku?”

“Tentu.”

“Terima kasih, bu. Selamat malam,” ia memeluk ibunya dan dengan letih berjalan menuju kamarnya.

*******

Keesokan harinya, Yul datang lebih awal di kediaman keluarga Jung. Mrs. Jung langsung tersenyum ketika melihat dia, laki-laki yang dicintai putrinya.

“Selamat pagi, Bu,” Sapa Yul, membungkuk hormat.

“Selamat pagi, Yul, sayang. Sooyeon memberitahuku kalau kau akan datang hari ini. Tunggu, aku akan membangunkannya,” katanya sambil tersenyum.

“Tidak apa-apa, Bu. Bolehkah jika saya saja yang membangunkannya?” Tanyanya.

“Tentu, tapi tolong jangan bersikap formal, kau bisa memanggilku Bibi,” ia tersenyum.

Yul mengangguk dan menggaruk bagian belakang lehernya, tersenyum.

“Kau harus bersabar dengan Sooyeon, dia tidak bisa bangun dengan mudah,” kata Mrs. Jung saat mereka mulai berjalan menuju kamar Jessica. “Bagaimana kabar orangtuamu?”

“Saya rasa mereka baik-baik saja. Saya benar-benar belum bertemu atau bahkan berbicara kepada mereka beberapa bulan terakhir ini sehingga saya tidak bisa memberikan jawaban pasti.” jawab Yul.

“Mereka masih di Eropa?”

“Ya.”

“Kau tidak kesepian?”

“Saya kesepian. Itulah mengapa saya memilih untuk tinggal di apartemen bukannya di rumah besar tanpa keluarga,” dia tersenyum.

“Aigoo…anak yang tampan. Tunggu, aku dengar kau juga mahasiswa yang sangat berpengaruh dan menjalankan kelas pembaca pidato perpisahan, benar?” Mereka berhenti di kamar Jessica.

Yul mengangguk kepadanya.

“Orangtuamu pasti sangat bangga. Dan tidak ada yang tidak akan lebih bangga dari mereka.” katanya sambil memeluknya. “Sekarang, aku menginginkan seorang putra.” Keluh Mrs. Jung sambil melepaskan pelukannya.

“Uhmm…terima kasih.”

“Oke, bangunkan sleeping beauty kami sekarang.”

Ini adalah pertama kalinya Yul berada dalam kamar Jessica dan begitu ia menutup pintu, ia langsung menggigil. Kamarnya sangat dingin dibandingkan dengan ketika ia berkunjung ke kamar Tiffany. Secara tidak sadar matanya mendarat pada gadis yang tertindur pulas di tempat tidur berukuran Queen.

“Sica…” bisiknya tetapi gadis tidur itu tidak bergerak. Yul telah memanggilnya berulang-ulang tapi ia masih belum berhasil, seperti apa yang dikatakan Mrs. Jung sebelumnya. Tak lama kemudian senyum  jail tersungging di bibirnya dan ia memutuskan untuk melakukan apa yang pernah ia lakukan ketika mereka menghabiskan malam bersama. Ia tersenyum dan mencium bibir gadis itu. Untungnya, sama seperti sebelumnya, Jessica akhirnya mulai bergerak. Ia melepaskan ciumannya dan melihat Jessica yang sangat terkejut.

“Apa yang kau…”

“Apa kau memang sudah bangun dan hanya menungguku untuk menciummu, atau kau benar-benar tidur?”

Jessica cepat bangkit untuk duduk di tempat tidurnya dan melihat sekelilingnya untuk memastikan ia tidur di kamarnya sendiri. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“Bangunlah, berdiri di sana, Ms. Sleeping Beauty! Banyak hal yang harus kau lakukan!” Katanya seolah-olah ia tidak mendengar apa pun yang dikatakan Jessica dan menariknya berdiri.

Tapi Jessica merengek dan ingin kembali tidur. “Bisakah kau menunggu di luar? Aku mau tidur!” Tapi Yul tidak mengizinkannya dan terus menariknya untuk bangkit. Setelah beberapa saat, Jessica akhirnya menyerah, “BAIKLAH!”

“Bagus! Sekarang ambil buku catatanmu sehingga kita dapat mulai belajar sekarang.”

“Belajar? Tidak begitu cepat Kwon! Aku belum sarapan, kau ingin membunuhku, eh?” ia melotot.

“Ah, ya. Sleeping Beauty harus mengembalikan energinya, kalau begitu ayo kita turun?” Yul menawarkan.

“Tidak, aku hanya akan meminta mereka untuk membawakan sarapanku ke sini,” katanya sambil mengambil ponsel. “Kau bisa menungguku di balkon.”

“Dan kau?”

“Aku akan mandi, mau bergabung denganku?” Ia tersenyum, menggoda Yul.

Sementara Jessica mandi, Yul menghabiskan waktu untuk melihat-lihat kamarnya. Kemudian, sarapan mereka datang dan tak lama kemudian Jessica juga selesai mandi. Setelah sarapan, mereka langsung memulai sesi les mereka.

Beberapa kali, Jessica akan mendengus dan menguap sementara Yul mengabaikannya dan terus mengajarinya. Jam telah menunjukkan pukul empat sore ketika Jessica akhirnya menyerah. Ia menguap dan merebahkan kepalanya di atas meja sambil melepas kacamata bacanya.

“Lelah?” Tanya Yul sambil merebahkan kepalanya di atas meja untuk bertatap muka dengan gadis di hadapannya.

Jessica cemberut dan mengangguk kepadanya. “Bisakah kita mengakhirinya? Aku…”

“Oke, oke, nona Jung,” Yul buru-buru menjawab, menyela ucapannya dan tersenyum melihat kelucuan gadis itu. “Kemarilah,” katanya sambil meraih pergelangan tangan Jessica dan mendudukkannya di pangkuannya.

“Apa…” Tanya Jessica gugup.

Sama seperti tadi malam, Yul mencondongkan tubuhnya ke depan sampai bibir mereka bersentuhan. Tapi tidak seperti tadi malam, ciuman itu terasa lebih lama dan lebih bergairah. Juga seperti tadi malam, Jessica masih bingung tapi ia segera menepisnya dan menyerah, membalas setiap ciuman yang diberikan Yul. Ciuman bergairah itu berubah menjadi panas ketika Yul mengangkat Jessica ke atas meja, membiarkan kertas-kertas mereka berserakan di lantai. Tiba-tiba Jessica mendengar ponselnya berdering.

“Ponsel…”

.

kiss…..

.

“ku…”

.

kiss…….

.

Jessica mencoba untuk berbicara ketika Yul terus menciumnya. Yul menyandarkan kepalanya di dahi Jessica dan terengah-engah.

“Nanti,” bisik Jessica.

Jessica tersenyum padanya dan berlari meraih ponsel di dekat tempat tidurnya. Yul tersenyum dan mengikutinya. Ia duduk di tepi tempat tidur dan membuat Jessica duduk di pangkuannya ketika Jessica mulai bergumam di ponselnya.

“Halo…”

.

.

.

.

.

“Halo…”

Mata Jessica melebar ketika mendengar suara yang dikenalnya di ujung sana. “Oppa!” Panggilnya bersemangat. “Apa kabar? Sudah lama kau tidak meneleponku!”

“Oppa?” pikir Yul saat ia berhenti mengendus leher Jessica.

“Apa kabar?”

“Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Kau masih di London?”

“Tidak, sebenarnya, aku di suatu tempat…” katanya.

Jessica mengerutkan dahinya. Ia hendak mengucapkan sepatah kata ketika ia mendengar suara lain di ujung sana.

“Unnie!!” itu Tiffany. “Turunlah!! Palli!”

Oh.

.

.

.

.

.

.

.

My

.

.

.

.

God

.

.

.

“Kenapa?” tanya Yul cemas.

Mengabaikan kata-katanya, Jessica bergegas lari keluar kamar meninggalkan Yul yang bingung. Begitu ia mengumpulkan semua pikirannya, ia segera mengikutinya.

Begitu Jessica melihat seorang pria tinggi sedang mengobrol dengan Tiffany, ia berlari dan memeluknya dari belakang, pria itu berbalik dan memeluknya juga.

“Kelihatannya sekarang dia tidak membencimu, Dongwook Oppa.” komentar Tiffany.

Lee Dongwook, 19, teman SD Jessica. Dia juga anak dari keluarga kaya yang saat ini tinggal bersama orang tuanya di London.

“Apa kabar, Princess?” Tanya Dongwook.

“Aku baik-baik saja, Oppa. Bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan di sini?”

“Ibuku mengirimku untuk melakukan beberapa pekerjaan dan aku memutuskan untuk mampir ke sini karena sudah lama aku tidak bertemu kalian,” ia tersenyum.

Yul kemudian datang dari kamar Jessica dan berhenti di sampingnya.

“Oh, aku tidak tahu kalian ada tamu,” katanya begitu ia menyadari kehadiran Yul. “Lee Dongwook, Jessica berjanji untuk menikah denganku setelah lulus kuliah, senang bertemu denganmu…” katanya sambil mengulurkan tangan pada Yul. Mata Jessica melebar saat ia melihat Dongwook yang tersenyum sinis.

Pada saat yang sama, Yul terkejut tapi dengan cepat kembali ke ekspresi datarnya dan menjabat tangan Dongwook sambil tersenyum sinis. “Kebetulan sekali, aku Kwon Yul. Jessica juga berjanji untuk menikah denganku setelah lulus kuliah.”

Tiffany tertawa melihatnya, “Seharusnya aku tidak membiarkan Taeng pulang untuk melihat ini,” pikirnya.

“Unnie, ottohke?” Katanya menyikut kakaknya. “Kau sudah memiliki dua calon pengantin pria, pilih salah satu.”

Tapi Jessica tampaknya tidak mendengarkan dan menatapYul.

“Aku bercanda,” kata Dongwook saat merasakan peningkatan ketegangan di antara dirinya dan Yul yang sekarang terlihat aku-akan-melawanmu-tak-peduli-apa-yang-akan-kau-lakukan.

Yul tertawa, “Aku tahu. Ngomong-ngomong aku Kwon Yul, teman Jessica.”

“Senang bertemu denganmu.”

Entah mengapa, kata-kata itu menusuk ke dalam hati Jessica. “Kami masih HANYA teman,” pikirnya.

Tiba-tiba, ponsel Yul berdering dan bergegas mempermisikan dirinya. “Gyuri noona? Kenapa kau meneleponku lagi?” Tanya Yul di telepon.

~~~

“Jessica, kau tidak ada acara malam ini?”

Jessica mengangguk.

“Baguslah, aku akan menjemputmu jam 6 nanti untuk makan malam, oke?” Serunya gembira dan pergi keluar.

“Whoa…langsung berkencan? Bimbingan belajarmu sudah selesai?” Tanya Tiffany seperti seorang ibu. Tapi ia segera menyadari Jessica yang sedang melamun, ia melambaikan tangannya di depan kakaknya.

“Apa?” Tanya Jessica, tersadar dari lamunannya.

Tiffany mendengus, “Sepertinya ka setuju untuk berkencan tanpa kau menyadarinya. Kadang-kadang aku benar-benar tidak bisa mengerti dirimu.”

“Apa yang kau katakan?”

Tiffany memutar bola matanya, “Kau harus berkencan dengan Dongwook Oppa. Dia akan menjemputmu jam 6 sore nanti jadi lebih baik kau bersiap-siap sekarang.”

“Oke.”

~~~ ~~~ ~~~

TBC

Here we go….another drama lol i’ll see u on monday 😀

credit: zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

51 thoughts on “Unlike Him [Chapter 8]

  1. Yuri udah berani nyosor tapi belum nembak sica juga pfftttt……….
    Mana hama pengganggu mulai berdatangan lagi -_-

    • Lama-lama gue cekek tuh si yul msih php-in seorang jessica jung!!Dongwok ama Gyuri nama yg gk diharapkan muncul di ni ff.hahaha

  2. annyeong ……….

    heyyy First??? oh gak pasti !
    omg ok,feel seorang ibu kuat ..dia langsung tau itu trjadi pda anaknya sndiri,,lol
    oh my YulSic trnyta TTM ??? ada apa dngan s kwon ini ya?? bner” deh …. ckck
    ok,drma emng akan d mulai dah …. mkin seru ,dtunggu next chap nyaaah …. ak blm dpt PW adkah cara? ‘-‘)” ok deh . . buat authornyaah ..
    SEMANGAAAAAAAAAAAAT

  3. aduhhh yul, anak org lu phpin dah. udh main peluk, cium, main d ksur msa iya blm d tembak2. bru tembak….
    ini drama bkal d mulai nih gegara dtgny doongwok n gyuri lagi2 nelpon yul. hadehhh
    mkin complicated u.u

  4. Lama-lama gue cekik tuh si yul yang masih php-in seorang jessica jung!

    Tarra..Pangeran Yul,nya selalu ditunggu 😀

  5. Duh yul kesian sica klo dprlakuin kya gtu,,, kalian udah ngelakuin ‘itu tanpa ada status,,, kasi kepastian sblm sicca pergi sma si ‘kutu

  6. yaelah blom jdian udah maen nyosor yah sih yul..

    nah loh ada dongwook..
    gyuri juga..
    kpn tuh yulsic jadian..

  7. Bencaaaaana dateeeeng … hooooore
    Drama drama drama siapin popcorn buatt bca part selanjutnya ..
    Kapan mereka maooo jadiaaan’a????????

  8. yulsic hubungan tanpa setatus duuuh kok merasa kasian di sica nya sih akuuuuh.
    makin drama deh kayanya.
    lanjoot ah..hehheheh
    makasih tara 🙂

  9. Yaa dongwook ganggu yulsic aja, yul blg dong klo suka sm sica lagian Mrs jung jg dah tau tuh.. -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶ ya thor dah update

  10. Klo cinta bilang l Love U apa susahnya siehh yul lu mau klo sica pda akhirnya jadian sma dongwook . . .
    Yg ada mlah nyesel

  11. Yul main cium2 sica mulu nich…
    Pdhl jadian aj blm….
    Sica jg gk bz nolak yul lg….
    Drama bkal d mulai nich….
    Npe si dong2 n gyuri kambek lg….
    Thor, yg prince yuri d lanjut donk…semangat…

  12. wah hmpir j yulsic kebablasan….haaaa d 1 org lg yg bklan jd pnghalang yulsic.what hny tmn kau blg stlh smwa yg tlh klian lakukn

  13. ya ya ya….yul pnya saingan nii nahh lhoi yul msh mau gantungin sica????ppaliii nnti kburu diembat lhoo…

  14. Knpa yul gantungin sica sih ??
    Udah ciuman+pelukan tapi blom d tembak” juga ..
    Isssh udah ada pengganggu hub YulSic lagi .. Hufftt ..

    D tunggu thor next chap nya

  15. Sica mau curhat jja pkai blang temen lagi., :0
    untung ibunya memahami apa maksud curhatan Sica 😆
    Yul kau blm nyatain perasaan sdh sebyun itu :3
    owh., apa yg terjadi selanjutnya???
    penasaran next dah.,, 🙂

  16. is yul oppa kok php i sica onnie .
    kalian uda saling mencintai, langsung jadian aja kenapa sih..
    aduh sekarang giliran dari sica pula yang datang masalahnya, aduh hubungan yulsic kenapa selalu banyak sekalu cobaannya sih..
    aduh dongwook and gyuri kalian kenapa mesti muncul sih ??
    gerem gue lihat lho berdua..
    lanjut chingu, ditunggu ya..

  17. Kasian Sica di php-in sama Yul, Sica jga mau2an udah tau blum resmi tpi mau dicium2..
    Aiish Dongwook pngen gw cekek..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s