Unlike Him [Part 12]

Hi….:D

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~~

Chapter 12

 

Waktu satu bulan itu berlalu bergitu cepat bagi Jessica, ia menyalakan lampu dan langsung mengempaskan tubuh ke tempat tidurnya. Ia merasa lelah sekali setelah seharian bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran tempatnya bekerja sejak ia tiba di San Francisco.

Terlepas dari pekerjaan barunya, setelah mendapatkan cukup uang untuk menyewa sebuah apartemen kecil, Jessica menghancurkan semua kartu kreditnya untuk benar-benar pergi dari kehidupan lamanya. Ia tahu bahwa mendapatkan pekerjaan akan melayangkan pikirannya jauh dari Yuri, cara itu efektif karena ia pernah melakukannya. Namun, ia masih sangat tertekan dan depresi saat ia berhenti bekerja, pikirannya akan melayang kembali ke masalah yang satu itu dan akhirnya ia akan menangis sampai ia tertidur.

Kamarnya lebih sederhana dan lebih kecil, di sini, ia hanya memiliki barang-barang yang diberikan oleh pemilik apartemennya. Apartemen biasa, gelap dan berantakan seperti bagaimana dirinya sekarang.

Keesokan paginya, seperti pagi hari di masa lalunya, butuh beberapa menit untuk ia keluar dari kamar mandi setelah melepaskan banyak cairan dari dalam tubuhnya. Dengan kepalanya yang pusing ia berdiri dan berjalan ke arah dapur, ia membuka lemari es yang hanya berisi sebotol air di dalamnya untuk membasuh rasa pahit yang menempel di mulutnya. Kepalanya mulai terasa berat tapi ia mengabaikannya, mengingat ia harus segera pergi bekerja.

Setelah mandi dan berpakaian – kemeja polos dan celana jeans, ia mengunci pintu apartemennya.

“Selamat pagi!” sapa wanita tua yang merupakan tetangganya. Sama seperti Jessica, mereka adalah orang baru di lingkungan tersebut.

“Selamat pagi.” sapanya kembali setelah berhasil mengunci pintu apartemennya.

“Kau mau pergi bekerja? Kau sudah sarapan?”

“Ya, tentu.” bohongnya.

“Uhmm…jika kau tidak keberatan, Aku ingin mengundangmu untuk makan malam nanti.” katanya. “Sebenarnya hari ini adalah hari ulang tahunku, tapi anakku bilang dia tidak bisa datang malam ini. Dia bilang dia memiliki pekerjaan tambahan.”

“Tentu, ma’am.” ia menyetujuinya dengan sopan. “Happy birthday, anyways.”

Thank you. Ngomong-ngomong, kau boleh memanggilku bibi.” ia tersenyum antusias.

“Aku Jessica.”

Meskipun setiap pagi mereka selalu saling menyapa, mereka belum pernah benar-benar mengobrol, itu adalah pertama kalinya untuk mereka.

“Aku mau pergi dulu bibi, sampai nanti.” ia membungkuk padanya dan berjalan menuju restoran.

~~~

Hari berlalu dalam sekejap untuk Jessica. Setelah sebulan, sekarang ia telah biasa untuk mengambil pesanan, membersihkan meja, dan bahkan mencuci piring.

Karena hari ini adalah hari gajiannya, gaji pertamanya, ia bersemangat untuk mendapatkannya.

Setelah menerima gajinya ia membungkuk dengan gembira pada bosnya dan mulai berjalan pulang. Dalam perjalanan pulang, ia menemukan sebuah toko roti kecil dan berhenti saat ia teringat pada wanita tua di sebelah apartemennya yang sedang berulang tahun. Ia membeli kue kecil dan dua potong cupcakes yang ia kunyah selama perjalanan pulang. Itu adalah caranya untuk menghadiahi dirinya sendiri atas kerja keras yang telah ia lakukan. Ia melihat uang yang ia punya dan menepuk perutnya yang masih datar.

Ibu akan mencari uang untuk pergi ke dokter. Maukah kau bersikap baik untuk ibu? Tetaplah datar selama beberapa bulan lagi, kau tahu, kita harus melakukan ini bersama-sama? Ya?” ia berbicara pada dirinya sendiri. “Apa kau menyukai cupcake? Ibu membelinya untuk kita. Kita akan membelinya lagi di gajian berikutnya, oke? Jadilah bayi yang baik di sana, oke? Ibu sangat mencintaimu.” ia tersenyum dan berhenti di depan pintu tetangganya. Ia mengetuk dua kali dan menunggu pintunya terbuka.

Tanpa diduga, seorang laki-laki tinggi berkulit putih membuka pintunya. Jessica mengambil langkah mundur dan melihat nomor pintu untuk memastikan ia mengetuk rumah wanita tua itu, sebelum melihat kembali pada laki-laki itu.

“Kau tetangga kami, bukan?” Tanyanya sambil tersenyum. Apakah dia anaknya? Pikir Jessica. Menyadari bahwa laki-laki itu menunggu jawabannya ia mengangguk kepadanya.

“Aku Donghae, tapi kau bisa memanggilku Hae, Ibu mengundangmu untuk makan malam, benar? Masuklah, dia sangat bersemangat membicarakan tentangmu.”

Bahkan setelah menerima undangan laki-laki itu, Jessica tetap tidak bergerak sedikit pun, ia hanya menatap laki-laki itu. Dalam sekejap, mereka saling bertatapan.

Hae!” Teriak ibunya, menyadarkan mereka berdua kembali ke kenyataan. “Kau!” Katanya sambil menatap anaknya. “Kenapa kau tidak menyuruhnya masuk?” Ia meraih lengan Jessica yang masih tercengang ke dapur sementara Donghae tertawa sambil menutup pintu. “Dia anakku, Donghae!” bisiknya.

Mereka berkumpul di dapur dan Jessica segera membungkuk kepada pria itu, “Halo, aku Jessica!”

Mendengar suara Jessica untuk pertama kalinya membuat Donghae kewalahan. Suara bernada tinggi yang menyejukkan dan menenangkan itu seolah-olah ia sedang mendengar suara lonceng atau bel berdering.

“Ayo kita makan!” seru wanita tua itu, menarik Jessica ke meja dan mendudukkannya di sampingnya.

“Ini untuk bibi.” kata Jessica sambil memegang kue kecil yang dibelinya tadi. “Maaf jika kuenya hanya sekecil ini.”

“Tidak apa-apa…kuenya lucu. Terima kasih.” Ia memeluk Jessica. “Yang penting kau mengingatnya, bukan?”

Jessica mengangguk dan tersenyum kepadanya. Ini adalah pertama kalinya setelah sebulan tidak melihat begitu banyak makanan di depannya, dan seolah-olah berbicara padanya, perutnya berbunyi. Ia menepuk perutnya, “Aku tahu, aku tahu.”  pikirnya dan Donghae duduk di hadapannya.

Happy birthday, Mama!” Ucapnya dan memberikan hadiahnya.

“Terima kasih, Hae!” Ia akhirnya menyuruh semuanya makan.

Mereka mengangguk, termasuk Jessica. Ini adalah pertama kalinya ia merasa bahagia lagi, ia tersenyum dan tertawa saat wanita tua itu menceritakan cerita tentang Donghae dan masa mudanya.

“Terima kasih sudah datang,” kata Mrs. Lee, memeluknya.

Tadi itu menyenangkan dan terima kasih sudah mengundangku.” katanya sambil tersenyum.

Kurasa akan lebih baik jika mulai besok kau bergabung dengan kami untuk makan malam karena kau sendirian.”

“Uhm, terima kasih tapi aku lebih suka makan sendirian selain itu, ini semacam merepotkan.” ia tersenyum pada mereka.

“Kami memaksa.” kata Donghae. “Kau diterima di sini.”

Kumohon, gadis muda?” Pinta Mrs. Lee.

“Tentu.” ia akhirnya setuju, tidak mengalihkan matanya dari Donghae yang sedang tersenyum.

~~~

Keesokan harinya, Jessica memulai hari itu dengan baik. Hari yang cerah seolah-olah ia akan pergi ke sekolah. Dengan penuh semangat ia melakukan pekerjaannya, tetapi sepanjang hari berlalu, Jessica merasa berat tubuhnya menjadi lebih berat. Ia bersyukur bahwa pekerjaannya telah berakhir ketika ia mulai merasa pusing.

Saat ia berjalan pulang ke rumah, tiba-tiba hujan mulai turun dengan lebat. Jessica berusaha berlari dan menemukan tempat berteduh.

Basah kuyup, Jessica menggigil saat angin dingin menerpa tubuhnya dan ia memutuskan untuk menunggu hujan itu reda.

“Aish, kenapa aku selalu lupa membawa payung.” keluhnya pada dirinya sendiri. Ia memeluk dirinya ketika merasa kedinginan. “Sayang, apa kau kedinginan seperti ibu? Ibumu sangat bodoh, dia harus dihukum karena tidak membawa payung, kan?” Katanya pada diri sendiri sambil menatap perutnya yang masih datar. “Tahanlah beberapa saat lagi, kumohon.”

“Jessica?” Itu Donghae.

“Apakah itu kau?”

“Hei.”

“Kau tidak memiliki payung? Ayolah. Aku akan mengantarmu pulang.”

“Tidak, tidak apa-apa. Aku bisa menunggu hingga hujan berhenti.”

“Jangan keras kepala dan pulanglah denganku, lihat dirimu, kau kedinginan dan menggigil.” katanya sambil meraih pergelangan tangan Jessica ke arahnya dan berjalan pulang bersama-sama.

“Terima kasih,” kata Jessica saat mereka berhenti di depan pintu apartemennya.

“Dengan senang hati,” kata Donghae sambil tersenyum sendiri. Entah kenapa ia merasa senang meskipun ia harus membeli payung baru karena ia juga lupa membawa payungnya, setelah berlari di tengah hujan, semua itu terbayar. Hanya untuk tetangganya yang cantik.

Keduanya saling berpamitan, Jessica merasa begitu lelah setelah bekerja seharian, ia langsung tertidur setelah mandi sebentar.

~~~

Keesokan paginya, Mrs. Lee meminta Donghae menelepon Jessica untuk bergabung sarapan dengan mereka karena Jessica tidak menjawab telepon mereka tadi malam dan berpikir mungkin dia sedang tidur. Dengan riang Donghae mengetuk pintu dan menunggu pintu itu terbuka. Senyum lemah tersungging di wajah pucat Jessica yang mengintip di balik pintu.

“Halo.” Sapa Donghae antusias.

“Hai.” jawabnya, menggenggam pintu dengan erat.

Ayo kita sarapan, Ibu sudah menyiapkan beberapa sup takutnya kau terkena flu tadi malam.”

“Tidak, uhmmm…terima kasih.” jawabnya sambil menelan bongkahan di tenggorokannya.

“Apa kau ba-…” sebelum ia bisa menyelesaikan pertanyaannya, Jessica pingsan dan Donghae segera masuk dan menangkapnya. Donghae memanggil-manggil namanya tetapi ia tidak mendapatkan jawaban. Ia merasakan suhu dahi Jessica yang panas di bawah telapak tangannya. Ia mungkin bukan dokter tetapi dengan suhu tinggi dan Jessica yang sekarang terengah-engah, ia tahu dia sakit.

IBU!” Panggilnya sambil mengangkat Jessica.

“Apa?” Tanya Mrs. Lee sambil berlari menghampirinya. Matanya melebar saat ia melihat Jessica. Ia segera menyuruh anaknya untuk membawa Jessica masuk ke apartemennya dan menyalakan lampu. Tanpa diduga, Mrs. Lee terkejut dengan gelapnya ruangan itu, semua tirai tertutup, dan ia melihat berkeliling, tampaknya tempat tidur adalah satu-satunya benda yang tersentuh oleh gadis itu. Mengabaikan hal itu, ia meminta anaknya untuk menjaga Jessica sementara ia pergi untuk memanggil anak tetangga mereka.

Donghae mengamati hal yang sama ketika ia memandang berkeliling setelah membaringkan Jessica di tempat tidurnya. Ia melihat sebuah bingkai foto di meja kecil di samping tempat tidur Jessica, tapi sebelum ia bisa melihat-lihat lebih jauh, Jessica mulai menggumamkan kata-kata yang tidak jelas.

Kata-kata itu terdengar asing baginya, Donghae merasa simpati dengan keadaan gadis itu. Ia menyeka air matanya, ia merasa terluka melihat pemandangan itu. Tak lama setelah itu, ibunya datang dengan seorang dokter dibelakangnya. Dokter itu meminta keduanya menunggu di luar saat ia memeriksa keadaan Jessica.

Memperhatikan beberapa gerakan di sekelilingnya, Jessica perlahan membuka matanya.

Anda siapa?” Bisiknya.

Saya Dokter Young, bagaimana perasaanmu?” Tanyanya.

“Dingin…”

“Kau terkena deman, Nona…”

“Jessica.”

“Nona Jessica, apa kau diperbolehkan untuk minum parasetamol? Apa kau memiliki alergi? Sehingga saya bisa memberimu obat itu,” katanya sambil menoleh ke tasnya.

“Tidak, aku tidak boleh meminumnya. a-aku sedang hamil,” jawabnya lemah saat ia merasa tubuhnya melemah. Ia menutup matanya dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia akan segera baik-baik saja.

“Tapi kau terlalu kurus untuk seorang wanita yang sedang hamil, berapa bulan?” Tanyanya cemas.

“Tidak tahu, belum diperiksa lagi,” jawabnya, suaranya melemah dan ia kehilangan kesadarannya.

~~~

Keesokan paginya, Jessica mengerjapkan matanya saat ia terbangun melihat sinar terang dari cahaya yang datang ke kamarnya. Seluruh tubuhnya terasa sakitia bangun untuk duduk dan menyandarkan kepalanya. Di sampingnya, ia melihat seorang pria yang tidur sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi. Tanpa diduga, saat ia menatap pria itu, pria itu tersentak, mengejutkan Jessica.

“Ugh! Jessica! Kau baik-baik saja?” Tanyanya segera.

“A-aku baik-baik saja, terima kasih. Kau… kau ada di sini semalaman?”

“Ya. Kau sangat lemah sehingga Ibu dan aku setuju untuk menjagamu.” jawabnya malu-malu. “Tapi jika k-kau tidak nyaman, a-aku bisa…”

“Tidak, tetaplah di sini,” bisiknya.

Baiklah,” ia tersenyum.

Keheningan yang menyelimuti mereka berdua tiba-tiba dipecahkan bunyi perut Jessica. Donghae tertawa diam-diam.

“Kau lapar, tentu saja. Ayo kita pergi, Ibu mungkin sudah memasak sarapan.”

“Ahhh, tidak, aku akan memasak untuk diriku sendiri. Aku sudah terlalu merepotkan kalian. Aku tidak apa-apa.” ia meyakinkan.

Donghae mendengus, “Bohong, jangan membuat-buat alasan. Aku sudah melihat-lihat tempatmu dan sepertinya kau tidak memiliki piring dan peralatan makan lainnya, bagaimana bisa kau makan di sini? Dan katakan padaku, apa kau pernah makan di sini?”

Jessica ingin berdebat tetapi ia tidak bisa membuat-buat alasan lagi dari otaknya yang lelah dan dengan Donghae yang memarahinya seolah-olah dia ayahnya.

“Dan kau, dengan sikapmu yang seperti ini kau tidak bisa menolong anakmu,” gumam Donghae.

Jessica langsung menoleh ke arahnya dengan kaget. “Bagaimana kau…”

“Dokter memberitahu kami…” katanya sambil melihat ke lantai.

 ~~~~ ~~~~ ~~~~

TBC

lalalalala beberapa part ke depan Donghae bakalan terus muncul lalalalala masih flashback btw 😀

 credit: zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

55 thoughts on “Unlike Him [Part 12]

  1. si donge’ ya..
    knpa hrus dia sh..agak gmna gtu baca’a
    tpi ttep bgus ko’ + ngenes bngt sica nya..

  2. annyeong ….

    oh my,udh mulai ” nih … berarti harus sabar untuk bbrapa chap kdepan ya .. gak ada Yul Pun ….. ?
    tpi bner” ya usha sica buat jauh dri Yul,bkn dia jadi bgini .. biasa dia hdup mewah ..kkee
    ok,dtunggu next chap nyah …
    SEMANGAAAAAAAAT

  3. haesica moment :))kyaknya si hae ini karakternya baek & sabar ye dr pd si yul yg emosian,buktinya di chap awal si yoong uda gede juga belom si hae belom nikah ama jessie.tp ngg tau deng baru awal muncul..buru dilanjut tarra penasaran :))

  4. Donghae muncul oke fix #gayawendi 😀 😀
    Ini msih flashback :O :O
    Baru nyadar 😀
    Ini komen gwe gk tau msuk apa kagak dah thor -_-“

  5. Si ganteng nongol?? Ahh tp tetep aja ga suka kalo dia dtg di kehidupan sicababy 😦 yuwreee nya gada nih? Waaah tuh bocah udah bikin sica hamil ga nongol pula, ntar kalo sica diambil aja nangis huhuh ayolaaah kwon pabo cepetan nyusul sicaaaa>.<

    okey lanjuuuutt kaaaa :)))))

  6. wah…hae mncul..lah masa kluarga jung ga cri sica c?yul jg gmn?ga ada reaksi ta cari sica dmna gtu…kan kasian ud hamil ankx yul sndirian d aprtemen kcil ga trawat lgi..lnjut thor…yg panjang y…

  7. Waaaa bru bsa comment aku hehe
    hadeeuuhh
    kasian sica baby ku mnderita gara” papa yul babo ku trcintaaa hhuuueeee T__T
    bete ahhh…si donghae kamprett ituuu 😡
    update soon tarraaa..fighting !!

  8. Koment ku kok gk masuk gr2 koneksi ny nyebelin nich…
    D tmbah lg si dong2 muncul lg duhhhhh….
    Yul bruan cri sica donk….
    Thor, prince yuri ny sgra d apdet ye….semangat..

  9. yah yahhhhh.. knapa abang ikan d situ.. walopun donghae itu bias ane tp we gk suka klo dpsangin ama sica.. bikos sica only for yuri..

    next harus ada yuri .. sepi hidup ini tnpa yuri *plakk

  10. duh kasian bnget sicababy, si yul kemn sih kok gak cari sica
    nah kn muncul si donghae, gak pa2 jg sih soalnya donghae sm ibunya baik bnget sm sica
    moga yul sm kluarganya sica cpt nemuin sica, trus ntr yulsic merid deh:-):-):-)

  11. Ga ada yg cari sica y, kasian sica padahal uda sebulan menghilang, kmn kluarga nya dan yul kyk ga peduli sm sica.
    Utung ada hae oppa dan omma nya yg jagain sica.

  12. Owhh.. ada si kotak-_-
    Mls baca tapi kepo juga #Labil
    Yul?? Where are you?? Sicababy need you in her’s side.. Jgn egois donk.. Ayo nongol Yul..
    Eh,WPx msh ada bhs alienx tuh.. Kkk~~ msh bs dibc kok 😛
    Berapa part ada moment HaeSic??
    Gw bsa tepar ditengah jalan klo terus2an.. #EmangFFNC
    Fighting!!

  13. tuh makin banyak aja deh badainya
    kenapa klo yulsic tuh ga bisa tenang keep woles gitu
    selalu ada aja yang bikin nyeseknya

  14. Kehidupan Jessica yg sekarang memprihatinkan banget 😦 dia harus memulai semua nya dari Nol lagi u,u Btw,feel HaeSica nya dapet banget 😉 *ditabok Rs berjamaah*

  15. kasian sica, biasa jadi princess sekarang malah menderita gitu, semua gara2 kwon pabo ga cepet tanggap, aigo baby kwon

    kwon yuri kamu dimana, klo ga cepet muncul wife kamu keburu direbut orang loh

  16. sedih chingu..
    bacanya kalau sica onnie ketemu sama namja ikan itu..
    apa lagi kelihatannya dia suka sama sica onnie..
    jangan bilang kalau sica onnie makin lama betah sama namja ikan itu..
    aku gak terima..
    tapi aku senang, sica onnie selalu menjaga anaknya..
    ngomong-ngomong kabar yul oppa bagai mana yah ??
    apa kah dia baik-baik saja ??
    apakah yul oppa belum tau masalah kehamilan sica onnnie ??
    lanjut chingu..
    jangan lama-lama ya..
    semangat..
    see you..

  17. Wow sicababy balik ke negara asalnya haha
    Utuk utuk utuk kasian banget kerja keras dikota org buat ngidupin 2org
    Oke flasbacknya masih lama jd gue nikmati ae

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s