Unlike Him [Chapter 13]

Hi….YulSic anyone? nah~ i’ll give you HaeSica instead lol just skip this part out if you don’t wanna read it.

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~~

Chapter 13

 

Donghae tetap menemani Jessica yang masih lemah dan tidak mampu beranjak dari tempat tidurnya. Donghae bersikeras untuk menyuapinya dan membantu segala sesuatunya. Meskipun Jessica ingin menolaknya, ia tidak bisa, tidak ketika Donghae memarahinya bahkan sebelum ia bisa menyelesaikan rengekannya.

Sedangkan bagi Donghae, meskipun ia telah mengetahui situasi Jessica yang sebenarnya, ia bahkan tidak mengubah pandangannya terhadap Jessica. Sebaliknya, ia merasa harus merawatnya, menjaganya, seolah-olah itu adalah tanggung jawabnya. Ia memeriksa ponselnya dan mengabaikan atasannya yang terus menelepon. Tidak sekarang, pikirnya.

~~~

Menjelang sore, Jessica terbangun dalam keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Setelah berhasil duduk di tempat tidurnya, ia melihat sekeliling dan melihat Donghae tertidur di sofa. Ia berhasil turun dari tempat tidur dan berjalan menghampiri Donghae. Ia tersenyum membayangkan betapa keras dan disiplinnya Donghae sebelumnya. Ia membungkuk perlahan-lahan dan mengecup pipinya, tapi kecupan yang tiba-tiba itu berhasil membangunkan Donghae. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya melihat wajah gadis di hadapannya. Matanya melebar.

“Je-jess…”

Kecanggungan menyelimuti keduanya, Donghae segera berpamitan sejak ia harus pergi bekerja dan ia berjanji bahwa ia akan kembali  memeriksanya besok pagi.

~~~

Keesokan paginya, Jessica telah benar-benar pulih dan ia bersiap-siap untuk pergi bekerja. Ia tidak tahu apakah bosnya masih akan menerimanya kembali tapi tetap saja jika perlu ia akan mengemis-ngemis kepada bosnya. Setelah mandi, Jessica mengganti pakaiannya – kemeja polos dan celana jeans. Setelah mengunci pintu, Jessica berjalan di koridor dan tiba-tiba bertemu dengan Donghae yang tengah menguap. Mata laki-laki itu melebar kaget.

“Oh, Jess, kau mau pergi ke mana? Tunggu, kau sudah sehat sekarang?” Tanyanya.

“Ah, aku sudah merasa baikan. Terima kasih.”

“Kau sudah sarapan?”

“Ummm, ya”

“Bohong,” katanya sambil menjulurkan lidahnya. “Aku mengenalmu.”

“Aku tidak tahu orang Amerika melakukan Maerong,” gumamnya dalam bahasa Korea.

“Apa katamu?”

“Lupakan, aku akan pergi dulu. Aku harus pergi ke tempat kerja lebih awal sehingga aku bisa menjelaskan ketidakhadiranku kepada atasanku.”

“Tunggu,” katanya menggenggam pergelangan tangannya. “Aku akan mengantarmu ke sana.”

 *****

“Jam berapa kau selesai bekerja?” Tanya Donghae ketika mereka memasuki pintu masuk karyawan.

“Jam 5 nanti, kenapa?” Tanyanya kembali.

“Tidak,” ia tersenyum. “Aku akan pergi dulu. Hati-hati, ya? Kalau kau tiba-tiba merasa sakit lagi telepon saja aku dan aku akan berada di sini dalam sekejap, kau tidak keberatan kan?”

Donghae menunggu jawabannya, namun Jessica malah memeluknya, membuat laki-laki itu tersipu. “Terima kasih, Hae,” bisiknya ke telinganya dan seperti tadi malam ia mengecup pipinya dan bergegas lari menuju tempat karyawan.

Donghae tercengang dan tersipu di posisinya, senyum lebar tersungging di bibirnya setelah ia menyadari apa yang terjadi.

*****

“Siapa laki-laki itu?”

Jessica menoleh ke arah asal suara itul. Ia menyapanya dengan seulas senyum dan kembali ke lokernya. Lee Sunny, Korean-American seperti dirinya. Jessica menguncir rambutnya.

“Pacarmu? Kalian berdua sangat cocok. Aku merestuimu, Jess.”

“Siapa kau untuk merestui dan tidak merestuiku?” Godanya. “Dia hanya teman.”

“Wah, aku sudah sering mendengar hal seperti itu, biasa sekali, Jung,” ia tertawa sambil mengganti seragamnya juga.

Jessica memutar bola matanya tapi tiba-tiba ia menghentikan langkahnya saat dirinya hampir menabrak rekan kerjanya yang lain. Ia meminta maaf dan mengembuskan napas berat.

“Kau baik-baik saja, Jess?”

Jessica mengangguk, meyakinkan temannya.

“Oh, ngomong-ngomong akhir-akhir ini kau tidak kelihatan, aku dengar kau sakit,” kata Sunny.

“Ya, bagaimana kau tahu? Seingatku, aku sangat sakit sehingga aku lupa menelepon atau bahkan menginformasikan manajer kita. Ck, matilah aku.”

Sunny tertawa kepadanya, “Laki-laki yang kau bilang bukan pacarmu itu datang ke sini dan berbicara dengan manajer kita. Dia bahkan membawa dokter untuk meyakinkan pria tua itu.

“Benarkah?”

“Ini membuktikan teoriku, laki-laki itu benar-benar sesuatu,” dengan itu Sunny keluar dari tempat karyawan, meninggalkan Jessica yang masih kebingungan.

*****

“Jessica! Tunggu aku!” Teriak Sunny ketika Jessica berjalan menuju pintu keluar. Mereka sudah selesai dengan pekerjaan mereka dan untuk pertama kalinya mereka akan pulang bersama-sama karena pacar Sunny, Sooyoung, tidak bisa menjemputnya. Saat mereka mulai berjalan, Sunny langsung menyikut Jessica, yang sedang berjalan letih. Jessica menoleh dan melihat Sunny yang tersenyum lebar.

“Halo,” Sapa Sunny.

“Halo, aku Donghae.”

“Aku Sunny, senang bertemu denganmu,” katanya sambil melambai kepadanya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Jessica.

“Aku di sini untuk mengantarmu pulang. Aku ingin memastikan kalau kau baik-baik saja.”

Sunny tidak bisa berhenti tertawa setelah mendengar apa yang dikatakan laki-laki itu dan terus menyikut gadis yang tersipu di sampingnya. Jessica menoleh kepadanya dengan jengkel, “Aku benar, kan?”

Jessica mendengus.

Sunny berdeham, “Kurasa aku harus pergi sekarang, aku baru ingat ibuku menyuruhku membeli sesuatu,” katanya dan segera pergi.

Kejadian itu terus terjadi selama beberapa minggu. Donghae mengikutinya tanpa memberitahukan niatnya yang sebenarnya. Saat mengantarnya pulang, Donghae memikirkan bagaimana cara untuk mengajak gadis itu kencan. Mereka berjalan dengan lebih tenang dari biasanya. Donghae merasa gugup dengan apa yang akan ia lakukan.

“Apa kau mau?”

Donghae terlalu sibuk dengan pikirannya sehingga ia tidak mendengar apa yang dikatan gadis itu.

“Ya?”

“Apa?” Tanya Jessica, terkejut, menatapnya tak percaya.

“Apa?” Tanya Donghae, ia merasa bingung.

“Aku bilang apa kau mau pergi membeli es krim sebentar. Aku bermaksud mentraktirmu.”

“Ah, tentu saja. Dengan senang hati.” ia tersenyum sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.

Jessica tersenyum cerah membuat laki-laki itu terpesona dengan senyumnya, kemudian ia berbalik penuh semangat menuju kedai es krim. Sejujurnya sudah berminggu-minggu ini ia sangat menginginkan es krim, karena hari itu adalah hari gajiannya ia ingin mentraktir dirinya, bayinya dan tentu saja Donghae, itulah sebabnya ia merasa senang juga. Tapi setelah ia merasa Donghae tidak beranjak dari tempatnya, Jessica berbalik untuk melihatnya dan cemberut saat melihat Donghae tersenyum seperti orang bodoh.

“Yah! Ajusshi, Kaja!”

“Apa?”

“Ayo kita pergi!” Jessica melanjutkan langkahnya sementara Donghae menggelengkan kepalanya dan mendengus sebelum diam-diam berlari sampai berada tepat di belakang gadis itu. Dalam sekejap Jessica kembali berbalik setelah puas menggoda Donghae tapi ia terkejut ketika melihat wajah laki-laki itu begitu dekat dengannya. Kedekatan mereka memungkinkan Jessica menghirup aroma maskulinnya. Jantungnya mulai berdebar begitu keras seolah-olah ia sedang mengalami serangan jantung, tapi ia tahu ini berbeda. Secara naluriah Jessica berbalik tapi Donghae segera meraih pergelangan tangannya dan membuatnya kembali berdiri di hadapannya.

“Jessica…” katanya sambil menatap tulus ke matanya.

“Hae, ayo kita pergi.”

“Kumohon dengarkan aku,” katanya, menangkup dagu gadis itu untuk menatapnya. Meskipun jantungnya berdebar hebat, ia hanya memikirkan kata kutipan teman-temannya, ‘Lebih baik malu sekali seumur hidup karena menyatakan cinta pada seseorang ketimbang menyesal sampai akhir karena menyimpannya dalam hati’. Ia berdeham dan mengumpulkan semua keberaniannya untuk menyatakan perasaannya. “Aku, Lee Donghae, mencintaimu, Jessica Jung.”

Hening…

Itu adalah satu-satunya jawaban Jessica. Ini adalah pertama kalinya seorang laki-laki menyatakan perasaan kepadanya dan yang paling buruk adalah Donghae menyatakannya saat ia tengah hamil. Ia merenungkan apa yang harus dilakukan.

“Hae…Kau… Kau tampan, perhatian, dan laki-laki yang menawan, tapi… Aku merasa aku tidak pantas untukmu. Aku akui aku mulai menyukaimu juga, tapi… tidak, dan mencintaiku tidak akan baik untukmu. Aku tidak ingin kau terluka seperti diriku beberapa bulan yang lalu, Kau tidak boleh mencintaiku.” Kata Jessica dan tanpa sadar menangis.

“Aku mencintaimu Jessica,” Donghae keberatan. “Aku tidak peduli jika mencintaimu akan merusak citraku, reputasiku, aku akan pindah jika kau mengkhawatirkan reaksi ibuku. Jangan mengkhawatirkan ibuku, lagipula ibuku terus menyuruhku pindah. Aku akan melakukannya, dan aku tidak peduli akan rasa sakit yang akan aku dapatkan, dan jika kau sedang hamil, bukankah fakta bahwa aku di sini menjerit, meneriakan betapa aku mencintaimu berarti hal itu bukan masalah bagiku? Aku akan menjagamu dalam situasi apa pun. Kau sangat penting bagiku, aku mencintaimu. Aku akan berada di sini kapan pun, di mana pun, dan apa pun yang terjadi. Izinkan aku memasuki kehidupanmu, Jessica. Aku berjanji akan melakukan apa pun, aku akan melindungimu, kumohon…” katanya sambil menarik napas dalam-dalam, menyeka air mata yang jatuh bersama dengan pengakuannya. Sebagian dari dirinya merasa malu karena menangis di depan Jessica.

Tapi untuk Jessica, itu bukan pertama kalinya ia melihat seorang laki-laki menangis di hadapannya. Yuri pernah menangis di hadapannya, dan itu karena dia sedang patah hati. Tapi tidak seperti Yuri, Donghae menangis ketika ia menyatakan cintanya dan karena itu Jessica merasakan ketulusan dan kemurnian dari kata-katanya.

Ia hanya berharap ia tidak akan menyesal pada akhirnya. “Kita akan mencobanya.”

Donghae memeluknya erat-erat. Mereka melepaskan pelukan dan Donghae menyeka air mata gadis di hadapannya itu. “Terima kasih, jadi kau…kita…”

Jessica mendengus dan memeluknya, “Ya.”

*****

“Ini pesanan Anda, nona. Selamat menikmati!” Kata si pelayan sambil tersenyum kepada Jessica.

“Terima kasih,” ucapnya dan mulai memakan es krimnya dengan gembira. Di sisi lain, Donghae memerhatikan Jessica yang makan dengan cantik dan lucu. Bagaimana bisa memakan es krim bahkan  membuatmu cantik dan lucu? Pikir Donghae.

Ia tidak bisa menahan senyumnya pada setiap gerakan lucu yang dilakukan Jessica. Ia bangga, senang dan puas memiliki gadis yang menawan, seorang bidadari kekanak-kanakan di depannya. Ia tiba-tiba mengingat salah satu rencananya.

“Jessica.”

“Uhm?” Tanyanya kembali sambil menatapnya, menyendoki es krim dengan sendoknya.

“Karena kita…emm semacam resmi…bagaimana cara kita memanggil satu sama lain? Maksudku, uhm… sebutan sayang?” Tanyanya.

“Maksudmu, panggilan sayang?”

Donghae mengangguk malu-malu.

“Uhm…itu. Terserah, aku tidak keberatan,” katanya sambil tersenyum. “Kau mau?” tawar Jessica.

Donghae menggeleng. “Kalau begitu aku harus memanggilmu apa?”

“Yah, aku belum pernah berpacaran sebelumnya jadi aku tidak tahu apa-apa. Kau yang memutuskan, aku tidak akan keberatan.”

“Kalau aku, Aku sudah pernah menjalin beberapa hubungan sebelumnya tapi semua itu tidak serius. Tapi aku senang, aku adalah pacar pertamamu.” katanya dengan bangga.

Jessica tertawa. 

Donghae tersenyum dan mencubit pipinya, “Kenapa kau lucu sekali, Jessica Jung?”

Jessica tiba-tiba berhenti.

FLASH BACK

“Maafkan aku, aku kira kau masih di kamar mandi…”

Yul, yang hanya ditutupi dengan jubah mandi, tertawa dan berjalan ke arahnya. “Jangan malu-malu, aku melihat lebih dari itu tadi malam,” bisiknya sambil berjalan melewatinya.

“Yah! Dasar mesum!” Jessica memelototinya.

Yul tertawa keras dan memeluknya. “Kenapa kau lucu sekali, Jessica Jung, huh?”

“Karena aku Jessica Jung,” jawabnya bangga dan mendorongnya. “Cepat pakai bajumu.” Ia menjulurkan lidahnya sebelum berbalik dari Yul.

END OF FLASHBACK

Yuri…dia pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya. Jessica tidak bisa menahan kesedihannya.

“Apa aku melakukan kesalahan, sayang?” Tanyanya begitu ia merasakan keheningannya yang tiba-tiba. “Apa aku mencubitmu terlalu keras? Maafkan aku.”

“A-aku baik-baik saja, aku… aku hanya teringat pada seseorang,” jawab Jessica dan kembali memakan es krimnya.

Donghae bertanya malu-malu, “Apakah…orang itu….adalah… ayah dari bayimu?”

Jessica terdiam sejenak. “Ya. Tapi jangan membicarakan dia. Dia tidak layak untuk disebut sebagai seorang ayah. “

“Maaf, aku tidak bermaksud…”

“Tidak apa-apa Hae, kaulah yang kumiliki sekarang, bukan dia.”

Donghae tersenyum dengan apa yang dikatan Jessica.

Jessica tiba-tiba membentaknya, “Kau memanggilku apa tadi?”

“Sa-sayang?”

Jessica tersenyum, “Kurasa sudah diputuskan. Sayang, katakan ahh …” katanya sambil menyuapinya sesendok es krim.

*****

Setelah mereka pulang, Donghae langsung pergi ke rumah mereka untuk menyiapkan makan malam mereka sementara Jessica mengganti bajunya dengan piyama dan mengempaskan tubuhnya di sofa, ia memejamkan matanya.

Sudah berminggu-minggu dan perlahan-lahan, sekarang ia bisa merasakan sulitnya menjadi seorang wanita hamil. Ia menghela napas saat ia ingat betapa ia berusaha menyembunyikan rasa lelahnya saat ia berjalan dengan Donghae sebelumnya.

“Bagaimana kabarmu di sana?” Tanyanya pada perutnya yang rata. Jika ia tidak memeriksanya ia tidak akan percaya dirinya hamil. (A/N: Terdapat situasi ketika seorang ibu ingin menyembunyikan kehamilannya, perut mereka cenderung tidak membesar seolah janin mereka bekerja sama. Ini hanya untuk memperjelas situasi Jessica saat ini ^ ^.) “Beberapa minggu lagi, oke? Akhirnya ibu bisa memeriksanya dan membelikan vitamin untuk kita.” Getaran tiba-tiba dalam dirinya membuatnya merasa seolah janin itu mengerti dirinya. Ia tersenyum, lalu tiba-tiba ia teringat untuk memberitahu bayinya tentang apa yang terjadi sebelumnya. “Ibu harus memberitahumu sesuatu, kau ingat teman yang pernah ibu ceritakan sejak bulan lalu? Dia berjanji akan merawat kita dan sepertinya ibu juga menyukainya, Ibu harap kau tidak keberatan.”

“Ibu, aku juga sangat menyukainya. Bolehkah dia menjadi ayahku?” Kata Donghae dengan suara kekanak-kanakan dan yang berdiri di ambang pintu. Ia tersenyum, “Aku menyiapkan makanan kita, dan aku yakin kau lapar?”

“Sangat.”

Keduanya makan malam dengan hening dan setelah mereka makan mereka meringkuk di sofa, saling berpelukan karena Jessica mengeluh kamarnya terasa panas.

“Sayang, bagaimana menurutmu kalau kita tinggal bersama?”

Jessica menoleh kepadanya, “APA?

~~~;~~~;~~~

TBC

butthurt!!!

credit: zhel @SSF

boiboi~

 

Advertisements

52 thoughts on “Unlike Him [Chapter 13]

  1. Sica hamil knpa ga bilanng ke yuri siehh psti dia akan brtanggung jawab . .

    Akh thorr kngen sma yulsic momen

  2. anyeonng …..

    oh my ,, knpa Yul blm mncul jg …. sabar, sabarr…. ><
    oh iya,dia mncul stelah lhir anknya ya …aih kmhon jngan lma" ….. skrang mreka sdah resmi.,tk ada ybg perlu d koment selain ..congrats sica …T_T

    dtunggu next chapnyah, smga ini akn segera berakhir….ok
    SEMANGAAAAAAAAAAT

  3. Ah so sweet…!!
    Taengkyu neng Tarra udah mau ngeganti namanya jd donghae kalo msh namanya versi asli gw pasti mencak2.
    Eheee..

    Jessie agresif iihhh.. Baru kenal udah maen cium2. -_-
    Tapi suka cara jessi ngajak anaknya komunikasi&nerima kehadiran anaknya.
    Kerasa hangat…

  4. Haaaah sebenernya suka sm donghae oppa tp tetep aja ga suka aja liat mereka udah jadian-__- kyaaaaa kwon pabo dimana kau? Lama bgt nyusul sica>.<
    hm ff yg mau end ini kak? Atau si pangeran yul? Huhh paliwaa oenni u,uuu

  5. Yul mana ini? Dr kmren donghae melulu.. Sica udh trima donghae mau tinggal brsama lg.. Kgak iklas guee (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

  6. jinja yul kau hrus cri sica rebut sica lg jgn sampe kau mnyesal.sica bgtu mdhmy kau jth cinta hny sgtu j cintamu sm yul…..

  7. HaeSicca co cweet #plak #plak #plakkkkk 😀 😀 😀
    Tapi setidaknya di ff ini hae lebih tanggung jawablah dripda sie itu tu #tunjukgedebongpisang 😀 😀
    Maaf Yul Maaf lu tetep kok prince plink kece #sungkeman 🙂

  8. yahh tak ada yulsic kah..
    sbenar’a gw mlaz bca chapter ni, tpi krna pnasaran gw lnjut ja..hhehe

    knapa sica mau nrima tu cwok ya..ya wlaupun tu cwok lbih brtanggung jwab dr pd si Kwon babo tu..
    okay yul wlau bgaimana pun gw ttap ngedukung lo ko’.. ayo rebut kmbali Sica!!!

  9. waaaaaa . . . .
    dia menemukan pengganti yuri?
    yuri gmN kabarmu? kMN kau 2 episodE?
    dasar Loe kagak tanggung jawab,, taunya buat aja . . :O
    kasian jesicca? 😥

  10. apa blh dibuat… yul gk nongol2 yah sica nerima apa yg ada didepan mta nya…
    ok lgi siap2in hti buat moment haesica d episod slanjut ny…

  11. hadehh
    padahal udh sekuat g mau baca part ini. tp ya sudahlah…
    butthurt bacanya u.u
    yul g ngelakuin apa2 gt? g nyari sika???
    hadehhh payahhh!

  12. Asdfhjklzxcnxnm?? Aaaaah!! Hate hate hate.. Why?? Why?? Why??
    Sica knp terima Dongek??
    Gmn Yul?? Kpn Dongek yg pertama??
    Yul dimna?? Knp sica oon?? Knp Yul nggak cr?? Knp knp knp?? Aahhh!! What The……-_-
    Yul muncul!! ato gua bunuh lo!!
    Tauk ah gelap-____-

    Lanjut aja deh thor

  13. kyaaa haesica so sweet bnget, donghae sayang bnget sm sica, tuh sica mau gak ya di ajak tinggal bareng
    si kwon pabo mn sih?kgak kliatan sm sklai batng idungnya

  14. annyoeng unn. setelah d chap 6 skrg gue comment di chap 13 ya. maaf unn, krna gue udah tertinggal jauh jadinya comment gak di smua chap ya unn. tp stlh mncpai chap yg paling baru nnti gue akan slalu comment di setiap part ^_^

    kayaknya salah paham ini benar2 fatal deh. jessica ngiranya yul gak brtnggung jawab tp yul juga sih bikin gregetan gak bisa ambil keputusan jd malah nyakitin jessica. gpplah, untuk saat ini gue stuju donghae bnr2 cinta sica. tinggal liat kelanjutannya aja nih. wah seruuu 🙂

  15. nyesek tarra aku bacanya..
    sica onnie jadian sama namja ikan itu..
    apa lagi sica onnie menyukainya..
    terus apakah mereka beneran tinggal bersama ??
    nasib yul oppa bagai mana yah ??
    sampai sekarang belum ada kabar tentangnya, yul oppa yang sabar ya..
    perasaan yul oppa selalu sedih deh kisah cintanya..
    lanjut tarra..
    selalu ditunggu ceritanya..
    see you, semangat..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s