Unlike Him [Chapter 14]

Hi… i’m back…siap-siap butthurt 😀

enjoy~

~~~ ~~~ ~~~

Chapter 14

 

Mendengar suara bel pintu berbunyi, tanda bahwa Donghae sudah pulang, meskipun Jessica sudah mengantuk, ia beranjak dari sofa dengan antusias dan membuka pintu penuh semangat bahkan sebelum pintu itu dibuka dari sisi lain.

Sudah lewat pukul 12 malam dan Jessica memutuskan untuk menunggu Donghae karena hari itu adalah hari perayaan tiga bulan mereka bersama-sama. Tapi itu bukan senyum yang ia harapkan darinya, Donghae mengerutkan keningnya melihat pacarnya masih terjaga di tengah malam.

“Se-selamat datang…” sapa Jessica gugup.

“Kenapa kau belum tidur?” Tanya Donghae sambil menariknya ke sofa. “Lihat kantung matamu,” katanya cemas sambil merapikan poni pacarnya. “Kenapa kau masih bangun selarut ini? Bukankah seharusnya kau sudah tidur sekarang? Bukankah sudah kukatakan sebelumnya kalau aku akan pulang terlambat?”

Ekspresi wajah Jessica seketika menjadi muram. “Kupikir kau akan senang melihatku menunggumu pulang. Aku tidak percaya aku berusaha keras untuk tetap terjaga, hanya untuk dimarahi,” gumamnya sambil berdiri menatapnya tak percaya dan pergi ke kamar mereka, “MAKAN SAJA SENDIRI!”

Donghae menghela napas dan mengikutinya ke kamar.

Mereka sudah berpacaran selama tiga bulan sekarang dan tinggal di sebuah rumah kecil yang cukup bagi mereka berdua. Seperti yang telah Donghae janjikan, ia mengurus dan bertanggung jawab atas Jessica. Salah satu penyesuaian untuk tinggal bersama Jessica adalah ia harus berurusan dengan mood swings yang sering terjadi dan keras kepalanya. Ia ingat ketika beberapa kali mereka bertengkar karena pekerjaan Jessica, dia terus bersikeras mendapatkan uang untuk bayinya. Kemudian dengan keajaiban, Donghae akhirnya meyakinkannya dan sekarang yang harus Jessica lakukan hanyalah diam di rumah, istirahat, dan sebagai tukang tidur, tidur.

Tapi meskipun ia telah mengalami sisi lain pacarnya, bukannya kesal, ia malah semakin mencintainya. Setelah berurusan dengan Jessica selama berbulan-bulan, ia akhirnya tahu segalanya. Apa yang harus dilakukan ketika Jessica marah, apa yang harus dilakukan ketika Jessica terbangun di ujung tempat tidur, atau apa yang harus dilakukan untuk membuatnya tersenyum. Pada awalnya, tidak masalah jika gadis itu tidak merasakan perasaan apa pun untuknya, tapi sekarang, setelah melihat bagaimana upaya Jessica untuk membalas perasaannya, untuk membuatnya merasa bahwa dia merasakan perasaan yang sama juga, Donghae merasa bahagia.

Dalam perjalanannya menuju kamar mereka, tiba-tiba ia berhenti di meja makan mereka dan melihat meja itu dipenuhi dengan makanan. Terdapat hidangan favoritnya, dan sebotol anggur yang sekarang mengambang di air dingin. “Ada apa dengan makanan ini?” Pikirnya.

Ia kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar mereka dan diam-diam membuka pintu. Ia sedikit bersyukur karena Jessica tidak mengunci pintunya. Di sanalah gadis itu, berbicara dengan dirinya sendiri di balik selimut.

“Aku tidak menyangka. Dia tidak ingat hari apa ini dan dia bahkan memarahiku. Aku membencinya, hmph. Aku tidak akan memaafkannya! Aku bersumpah.”

Donghae tidak bisa menahan senyumnya melihat tingkah kekanak-kanakan pacarnya. Tapi setelah menyadari rengekannya ia mengerutkan kening, “Apakah aku melupakan sesuatu?”

“Aduh!” Jessica tersentak.

Donghae cepat berlari ke sisinya, “Apa yang terjadi?” Katanya sambil melepas selimut yang menutupi gadis itu dengan cemas.

“Aku tidak bisa bernapas,” katanya sambil menegakkan tubuhnya dari tempat tidur.

Donghae panik. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. “Kau membutuhkan obat? Aku akan memanggil dokter.”

“Tidak,” katanya, menghentikannya. “Ini biasa terjadi, jangan terlalu berlebihan,” katanya terengah-engah sambil berusaha menarik napas. “Sebentar lagi aku akan melahirkan dan Jisoo akan segera keluar,” ia tersenyum membelai tonjolan di perutnya. Jisoo, begitulah ia menamakan anaknya ketika ia tahu anak itu laki-laki saat ia dan Donghae pergi melakukan check up.

Donghae merapikan tempat tidur sambil memikirkan hal-hal yang harus ia lakukan jika terjadi sesuatu. Jessica menutup matanya dan Donghae meraih tangannya, menggenggamnya erat-erat. Segera, napasnya kembali normal.

“Sayang, kau belum tidur? Bagaimana perasaanmu?” Tanyanya cemas.

“Jangan khawatir, aku baik-baik saja,” bisiknya.

“Bisakah kau menjelaskan apa yang baru saja terjadi?”

Jessica membuka matanya dan tersenyum padanya, “Kau lihat, perutku begitu besar sehingga Jisoo bisa menendangku kapan saja dia mau. Hal ini sering terjadi jadi jangan khawatir.”

“Dan kau tidak memberitahuku?”

“Aku tidak bisa mengeluh kepadamu dan terus merengek seperti anak kecil di sini, kau sudah cukup tertekan. Dan kau tahu sepertinya Jisoo tidak setuju dengan apa yang baru saja aku katakan kepadanya,” dia terkekeh.

Donghae bergabung dengannya dan menaruh tangannya yang bebas di atas perut Jessica. “Aku setuju dengan Jisoo, Ibu harus memaafkan Ayah, kan?”

Jessica memutar bola matanya, “Jangan membuat dia menendangku lagi.”

Donghae tertawa, “Oke baiklah. Lagipula aku minta maaf.”

“Hishh, Aku tidak bisa berbuat apa-apa dengan itu. Kau memarahiku dan kau… kau lupa tentang… Hmph… Aku tidak menyangka.”

“Maafkan aku maafkan aku, Jebal.”

Jessica mengangkat kepalanya, “Apa?”

Mian, saghwaheyo,” kata Donghae gugup.

“Kapan… kau belajar bahasa Korea?”

Ne,” jawabnya dengan bangga.

Pabo!” Kata Jessica, tersenyum.

“Apa? Apa itu Pabo?”

Jessica kemudian meledak dalam tawa dan menampar bahunya. Ketika ia akhirnya tenang, “Belajar saja sendiri,” lalu ia tertawa lagi.

Donghae merasa lega karena ia membuatnya bahagia lagi. Ia meringkuk di samping Jessica dan memeluknya.

“Tidak apa-apa, aku Pabo dan aku tidak peduli apa artinya itu selama pacarku senang, Aku tidak peduli,” katanya.

“Yah! Pergi! Aku belum memaafkanmu!” Keluhnya. “Kau tidak boleh tidur di sampingku malam ini!”

“Eh, Jisoo tidak akan setuju! Benar, sobat?” Katanya dan membelai perut Jessica. “Dia ingin daddy di sebelahmu. Jadi ayo kita tidur,” katanya sambil menarik pinggangnya.

“Baiklah,” keluhnya. Tapi hidungnya berkerut begitu ia hendak memeluknya. “Pergi mandi sana, kau bau minuman keras,” kata Jessica.

Donghae tersenyum dan mencium bibir Jessica, membuatnya lengah sejak ia akan meminta lebih terutama dengan masalah hormonnya. Tapi Donghae ingin menggodanya sehingga ia menarik diri dan dengan cepat berlari menuju kamar mandi mereka.

“Aku akan segera kembali.”

Setelah mandi, sama seperti malam lainnya, Jessica tertidur dengan cepat. Donghae tersenyum dan memeluknya untuk membuatnya meringkuk lebih dekat dengannya. Jessica langsung memeluknya kembali.

“Hari ini hari jadi kita, Hae,” bisiknya.

*****

Mendengar suara tangis yang meraung-raung di siang hari, Donghae cepat bangun dari tidurnya dan berlari ke kamar anaknya.

“Shhh…” katanya sambil kembali menidurkannya.

“Daddy…” teriaknya.

“Tidak apa-apa. Daddy ada di sini,” katanya sambil mengayunnya ke samping.

Hampir tiga tahun berlalu sudah. Jessica telah melahirkan bayi laki-laki yang lucu. Beberapa bulan setelahnya, Jessica mendaftar untuk kembali sekolah. Dan dengan minatnya dalam merancang busana ia mendaftarkan diri ke kursus singkat dan segera mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan pakaian terkenal. Donghae bekerja sebagai Bartender di malam hari, sementara Jessica bekerja di pagi hari.

“Aku pulang!” Kata Jessica sambil meletakkan tasnya dan langsung pergi ke kamar anaknya. Melihat dia tidak ada di sana, ia berbalik ke arah kamar mereka. Di sanalah ia menemukan mereka berdua dengan Donghae yang memeluk Jisoo, begitu juga sebaliknya.

Ia tersenyum dan mencium pipi Jisoo kemudian pindah ke pacarnya dan mengecup bibirnya. Donghae membuka matanya, terkejut melihat wajah Jessica begitu dekat dengannya.

“Kau pulang,” ia tersenyum dan perlahan-lahan melepaskan pelukan lengan Jisoo dan berdiri. Jessica tersenyum dan berdiri juga. “Bagaimana harimu, Sayang?” Tanyanya sambil memeluknya.

“Baik, bagaimana denganmu? Apa kau cukup istirahat hari ini?” Tanya Jessica memperbaiki poni pacarnya saat mereka melepaskan pelukan.

“Ya,” ia tersenyum. “Kau lapar?”

Jessica cemberut sebelum mengangguk padanya.

Donghae tersenyum lebar dan menariknya ke dapur, membiarkan Jisoo mereka tertidur. Makan malam lebih awal, keduanya terus mengobrol.

“Besok hari libur kita, itu berarti hari keluarga kita,” kata Jessica bersemangat. “Kita akan pergi ke mana?”

“Kita pergi ke taman hiburan, Jisso terus membujukku untuk pergi ke sana.”

“Benarkah?” Matanya berbinar mendengar kata taman hiburan.

Segera setelah Donghae pergi bekerja, seperti biasa Jessica ditinggal bersama anaknya.

“Mommy!” panggil Jisoo segera setelah ia melihat ibunya.

“Hello, bagaimana tidur Jisoo?” Tanyanya sambil mengangkat anaknya dan membanjirinya dengan ciuman yang membuatnya tertawa.

“Jisoo melihat raksasa,” rengeknya.

“Raksasa? Seharusnya kau memanggil daddy. Apa kau tidak tahu daddy memiliki pedang dan perisai seperti seorang pangeran?”

“Daddy? Daddy membuat Jisoo tidur lagi.”

“Untunglah, mommy yakin daddy sudah membunuh rakasa itu. Dia juga membunuh rakasa yang selalu membuat mommy menangis,” ia tersenyum padanya. “Jadi, katakan pada mommy, apakah Jisoo lapar?”

“Lapar! Lapar!” Ia bersorak.

Jessica menyuapi anaknya dan bermain dengannya. Meskipun Jessica tidak bisa menghabiskan waktu dengan anaknya di pagi hari, ia mencoba untuk mengganti waktu yang hilang bersamanya dengan waktu yang ia miliki setiap kali ia pulang bekerja.

Keduanya bermain sepanjang malam dan waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam ketika Jisoo tertidur. Ia menatap anaknya. Beberapa bulan dari sekarang adalah hari ulang tahunnya. Ia mengenang saat-saat ketika ia tak henti-hentinya memikirkan bagaimana cara membesarkan anaknya, ketika ia sendirian ketika ia tidak memiliki siapa pun, ketika Yul meminta permintaan yang mustahil.

Hatinya tetap rapuh setiap kali ia mengingat pesan terakhir dari laki-laki itu.

FLASHBACK

To: Yuri

Yuri kumohon temui aku di taman malam ini, ada yang harus aku katakan padamu.

Jessica mondar-mandir karena ia tidak tahu bagaimana cara memberitahu Yuri bahwa mereka akan segera menjadi orangtua. Dengan gugup ia melirik ponsel berkali-kali mengharapkan balasan dari Yuri. Tapi ia tidak menerima balasan apapun, tanpa berpikir ia mengirim pesan lain pada Yuri.

To: Yuri

Yuri, aku hamil. Aku mengandung anak kita.

Lagi-lagi ia berjalan mondar-mandir, butir-butir keringat mulai bermunculan, ia semakin gelisah dan berharap untuk mendapatkan balasan darinya. Tiba-tiba ponselnya berdering dan itu dari Yuri. Ia tersenyum dan segera membuka pesan tersebut.

From: Yuri

Aku akan segera menikah. Apa kau yakin itu anakku?

Dadanya terasa sakit seolah-olah sebuah tombak menusuk jantungnya dengan paksa setelah melihat pesan dari Yuri. Air mata perlahan jatuh ke pipi dinginnya.

To: Yuri

Apa kau meragukanku? Kau satu-satunya laki-laki yang pernah tidur denganku. Apa kau tidak ingat?

Ia menyeka air matanya saat ia semakin putus asa untuk membuat Yuri mengingat malam itu. Tidak lama setelah itu, Yuri membalas.

From: Yuri

Ah ya, Aku ingat.

Jessica merasa lega saat membacanya tapi kemudian pesan lain datang padanya.

From: Yuri

Lebih baik kau menggugurkannya sekarang. Aku akan segera menikahi tunanganku dan aku tidak ingin mendapatkan masalah. Dan kumohon, aku tidak ingin melihatmu lagi.

END OF FLASHBACK

Jessica merasakan air mata segarnya bergulir di pipi. Tapi kemudian ia tersenyum saat Jisoo mendekat dan memeluknya. Sebelumnya ia tidak tahu bagaimana caranya untuk terus hidup, ia tidak tahu apa yang akan menjadi alasannya untuk bangun setiap pagi tapi sekarang setelah memiliki Jisoo, ia mempunyai motivasi untuk terus melanjutkan hidupnya. Ada kegembiraan baru, sebuah keinginan untuk melihat perkembangan anak satu-satunya itu atau bagaimana manisnya dia di hari berikutnya? Bagaimana enerjiknya dia?

Setelah merapikan tempat tidur Jisoo dan menyelimutinya, ia berjalan menuju kamarnya dan melihat fotonya bersama Donghae. Ia duduk di tepi tempat tidur dan menatap foto itu.

“Dia tidak seperti Yuri. Tidak seperti dia, Donghae peduli padaku dan Jisoo. Tidak seperti dia, Donghae mencintaiku dari awal. Tidak seperti dia, Donghae setia tinggal bersamaku, Donghae bertanggung jawab padaku ketika laki-laki itu hanya ingin menyingkirkan aku dan anakku. Tapi bagaimanapun, tidak seperti Donghae, kenapa aku masih mencintai laki-laki itu?”

Dalam tiga tahun yang telah berlalu, masih ada bagian dari dirinya yang merindukan Yuri di mana ia tidak bisa mengerti mengapa. Mengapa setelah apa yang laki-laki itu lakukan, mengapa ia masih merindukannya dan mengapa ia masih mencintainya.

Malam itu Jessica menangis sampai tertidur.

Aku tersenyum saat melihat malaikatku tertidur di pelukanku. Aku tidak percaya dia telah tumbuh dengan cepat dan sangat tampan. Dia tiba-tiba tersenyum, sepertinya anakku sedang bermimpi indah. Perlahan-lahan aku meraih jemari kecilnya dan menciumnya sambil berjalan menuju kamar kami. Tepat di depan pintu kamar hotel kami, seseorang meraih tanganku yang bebas dan nyaris melepaskan pegangan erat pada anakku.

Dia… tidak… tidak mungkin. Bagaimana dia tahu? Tidak boleh… dia tidak boleh mengetahui apa pun tentang anakku… anak kami…

“Kau…” serunya lantang. “Bisa-bisanya kau?” Teriaknya.

Aku sangat terkejut mendengar ucapannya sehingga aku tidak tahu apa yang harus kukatakan padanya. Tapi tiba-tiba gerakan di lenganku mendapatkan perhatianku.

“Mommy,” gumamnya sambil mengerjapkan mata cokelat kecilnya, hampir persis dengan laki-laki yang tiba-tiba mengerutkan kening padaku, sambil melihat sekitarnya.

“Sh…. Tidurlah, sayang. Kita sudah sampai,” bisikku sambil menidurkannya kembali.

Ketika anakku kembali menutup matanya, aku membentak laki-laki di hadapanku. “Apa yang kau inginkan? Anakku sedang tidur.”

“Apakah aku ayahnya? Katakan padaku?” Tanyanya mengabaikan apa yang aku katakan kepadanya.

“Bukan.” bohongku, ketika aku berbalik untuk mengetuk pintu, dia meraih tanganku untuk kembali menghadapnya.

“Lalu SIAPA!”

“Aku tidak akan memberitahumu, jadi biarkan aku pergi.”

“Apakah orang bernama Donghae itu?”

“Kenapa kau begitu peduli?” bentakku, tidak mampu mengendalikan suaraku dengan meninggikan suaraku padanya.

“Karena aku mencintaimu! Aku mencintaimu Jessica Jung, aku sangat mencintaimu!”

Kata-katanya kembali mengejutkanku. Cinta pertamaku, Kwon Yuri, dia mencintaiku. Aku menatapnya. Itu adalah kata-kata yang ingin aku dengar 5 tahun yang lalu.

Tapi…

.

.

Tapi…

.

.

“Jessica? kaukah itu?” panggilnya

“N-ne!” Aku tergagap sambil mengusap air mataku dan menunggu pintu itu terbuka.

“Selamat datang kembali, Sica dan malaikat kecil kami di sini. Aigoo, aigoo, dia sudah tidur,” katanya sambil mengambilnya dariku.

“Aku akan membawanya ke kamar,” bisiknya dan mengecup bibirku sebelum menuju ke kamar.

Perlahan-lahan aku berbalik dan melihat ke luar.

Dia tidak ada di sana. Dia tidak ada lagi. Aku mengulangi pernyataannya yang sebelumnya…

“Karena aku mencintaimu! Aku mencintaimu Jessica Jung, aku sangat mencintaimu!”

“Jessica!” panggil Donghae. “Oh, ada apa, Sayang? Apa kau meninggalkan sesuatu di mobil?”

“Ti-tidak ada apa-apa, Sayang.” Jawabku nyaris tersedak saat aku menahan air mataku yang ingin keluar.

“Aku hanya berpikir aku menjatuhkan sesuatu saat aku berjalan.” Aku menatapnya dan dia tersenyum.

“Ayo masuk. Aku sudah menyiapkan makan malam. Pergi ganti bajumu dulu.”

“Ne,” aku pura-pura tersenyum. Dia memelukku saat aku hendak melangkah masuk

“Terima kasih… Terima kasih telah menerima lamaranku, calon istriku… aku mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu. Terima kasih, terima kasih telah menerimaku, merawatku dan Jisoo. Terima kasih untuk segalanya.” Donghae melepaskan pelukanku dan menatapku, masih tersenyum dengan senyumnya yang indah. Laki-laki ini adalah orang yang membantuku, dengan Jisoo. Aku tidak akan berada di sini tanpa dia. Aku juga belajar untuk mencintainya, untuk membalas kasih sayang tanpa batas yang dia berikan kepada diriku dan anakku. Dia mencintaiku meskipun aku telah memiliki Jisoo yang akan menjadi penghalang jika itu adalah pria yang berbeda. Tapi dia, dia menerima semua itu. Dia menerima kesalahanku, menerima diriku apa adanya, dia mencintaiku. Aku harus bersyukur, bersyukur bahwa ia berada di sampingku dari awal sampai akhir. Tidak seperti ayah Jisoo, Donghae ada di sini, dia ada di sini untukku.

“Aku senang kau akan menjadi Mrs. Donghae Lee.”

“Aku juga… ayo masuk!” Aku merangkul pinggangnya dan menariknya ke dalam rumah.

Tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Kemudian suara tembakan terdengar.

Ketika lampu kembali menyala, Jisoo kembali dalam pelukanku lagi tapi…

Tapi kemudian aliran darah mengalir ke arahku. Mengikuti sumber cairan merah tersebut, kakiku mati rasa ketika melihat tunanganku tergeletak berlumuran darah dengan pistol di tangannya.

“SAYANG!”

“Sayang!”

Jessica membuka matanya merasakan air matanya bergulir turun.

“Sayang, apa yang terjadi? Apa kau bermimpi buruk?” Tanya Donghae sambil menyeka air mata Jessica.

Jessica memeluknya dengan erat dan menangis di dadanya, membuat laki-laki itu bingung. Donghae menyingkirkan pikiran itu dan kembali memeluknya berharap bisa menghentikan tangisnya. Ia baru saja pulang dari tempat kerjanya dan ia baru selesai mandi ketika ia mendengar Jessica menangis.

Beberapa saat kemudian, akhirnya Jessica berhenti menangis. Saat itu pukul lima pagi dan ia merasa mengantuk. Tanpa sadar ia menguap sementara Jessica menangis sampai dirinya tertidur sambil memeluk Donghae. Tapi gerakan Donghae tersebut telah membangunkan Jessica.

“Sayang?”

“Kau baik-baik saja sekarang?” Tanya Donghae saat mereka duduk. “Kau menangis lagi,” katanya, merapikan rambutnya yang berantakan.

“Ada sebuah raksasa di dalam mimpiku,” Jessica tergagap sambil memeluknya merebahkan kepalanya di lekukan leher laki-laki itu.

“Kau tidak ingat kalau aku pangeranmu?”

Jessica tertawa dan menarik diri. “Kau pangeran paling tampan dan paling aku cintai.”

Donghae membungkuk dan menciumnya. Jessica merindukan ciumannya, ia ingin Donghae menenangkannya dan mungkin dengan ini ia bisa melupakan apa yang ia mimpikan bahkan untuk sementara waktu. Ingin memperdalam ciuman mereka, Jessica merangkulkan tangannya di leher Donghae dan menariknya lebih dekat. Segera ia merasakan dirinya berada di bawah Donghae yang menciuminya dengan penuh gairah. Ia sedikit tertawa saat ia merasakan tangan hangat Donghae mencoba melepas bajunya. Hingga akhirnya ia mendengar seseorang memanggilnya.

“Mommy!”

Pintu terbuka, mereka langsung menarik diri.

“Jisoo… Selamat pagi!” sambut Jessica sambil membuka tangannya lebar-lebar meminta anaknya untuk memeluknya.

“Daddy!”

“Hei, selamat pagi!” sapa Donghae juga.

Jessica mengangkatnya dan mendudukkannya di pangkuannya, ia duduk di sebelah Donghae sambil  tersenyum meminta maaf padanya.

Donghae mengangguk singkat, ia tersenyum kemudian memeluk mereka berdua.

“Hei, Jisoo. Coba tebak? Kita akan pergi ke taman hiburan hari ini! Mommy dan daddy akan membawamu ke tempat di mana Mickey Mouse tinggal. Benar kan, daddy?”

“Benarkah?”

Keduanya mengangguk karena mereka tahu seberapa besarnya Jisoo mencintai tikus itu.

Siang harinya, setelah Donghae beristirahat dengan cukup, mereka bertiga pergi ke taman hiburan seperti yang direncanakan. Mereka menikmati menonton para karakter, terutama Mickey Mouse yang menari-nari di tengah jalan. Mereka juga menaiki setiap wahana yang bisa mereka naiki. Dan setelah beberapa jam mereka memutuskan untuk pergi ke kedai es krim terdekat untuk beristirahat. Mereka bertiga memilih rasa es krim yang mereka pesan dengan penuh semangat.

“Nona!”

Jessica langsung menoleh dan melihat pria tua yang tak asing lagi. Dia Mr. Kim, mantan sopir pribadinya.

“Mister Kim!” Ia segera berlari menghampirinya dan memeluk pria tua itu dengan erat.

“Saya tidak mengenali Anda, Nona. Anda banyak berubah dan Anda…Anda menjadi lebih dewasa dan cantik.”

Jessica mendengus, “Nah, Mister Kim tetap sama. Apa kabar? Apa yang Mister Kim lakukan di sini?”

“Yah, saya ada di sini karena…”

“Unnie!?!”

Seseorang memotong pembicaraan.

~~~;~~~;~~~

TBC

chapter ini rada pusing lol ceritanya udah balik ke masa sekarang 😀

credit: zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

61 thoughts on “Unlike Him [Chapter 14]

  1. gara2 sms..yulsic hancur..psti bkn yul yg krim sms tu…oh….kenapa?mkin trlambat buat mmprbaiki…lgian yul jg ga ada inisiati f cari…babo yul..apa hrs merelakan haesica….lnjut thor..

  2. Anak nya sica udah lahir & gede.. Te2p aja yurinya blm nongol2 jg..
    Itu ada nyang panggil unnie,. Gw kepikirannya krystal,. Gw bru inget klau disini adeknya sica, neng pany,.

  3. Tu yg ngirim sms k sica bkn yul kan wktu tu hp yul ketinggalan wkt mo ktmu sica…mkny sica lngsng kbur gt aj…
    Yul rebut sica lg donk….
    Thor….prince yuri ny donk….

  4. knapa smpai saat ini si kwon yul tak kunjung nongol” jg.pdahal anak’a dh lahir. ayolah yul…rebut kmbali sica.
    thor..biarkan ending’a yulsic ye..

    Gw lupa yg jd adik’a sica disini pan pany,smpat terpikirkan krystal..

    next thor..

  5. yul untung ada anakmu klo enggak udahalah sica udah jdi milik donghae seutuhnya,,bisakah kau kmbali yul???

  6. annyeong ……

    gak tau mau coment ap,yng jelas kwon Yuri sudah s impikan,ak harap dia segera mncul,,,, ini trlalu menyakitkan baca chap ini,, tpi yah untung cepet k masa skarang ….. kkee

    heyyyuuu,itu sms blasan dari hara bner” parah,,,ckck
    waaah ,Krys mnyusul …. argggh,kwon Yuuuul cpet muncul,mski bklan mkin nyakitin kali ya,, soalnya sica ama donghae mesra beuuh….
    tpi ternyta jga,slama 3 thn ini Sica blm bsa mlupakan kwon yul,….
    penasaran next chap nyaaaah …. smga tak lama…ok
    SEMANGAAAAAAAAAAAT

  7. anaknya yulsic dah lahir dan gede tapi sica masih bersama hae dan dikirain yul dah muncul ternyata cuma mimpi sica doang
    sica bertemu mr.kim dan seprtinya krystal juga dan apa krys dah tau kalo sica dah punya anak
    lanjut kagi thor

  8. hah yul kmana sih.. gilak yul kou jahat bgt..
    hae oppa baek bangt disini.. tp ak gk suka hae ama sica.. relakan sica ama yul y bang.. abang ama yg laen aja.. pliss abang kan baek.. ak suka hae tp gk stu jdul ff ama yulsic karna akan mnjadi pihak k3..

    nahlo itu pati pany.. tp yul mana yul..
    jgn” udah nikah deh..

  9. aku absen beberapa chapter ya eeeeh pas baca chapter ini bingung gahahhahaha
    eeeh kok yul sadis malah nyuruh ngegugurin sih.
    aih tak bertanggung jawab pisan *sebel ih.
    hah donghae aku juga tak suka ah kekkekekekekke
    #malah curhat.

    hah thank you tara :p

    :))

  10. Pasti yg balas sms itu Hara. Hadeh malas dgn haesica… Yul kemana aja sih knp gak cariin sica. Sica ketemu fany, mudah2an semua bisa secepatnya jelas. Dan yulsic bisa balik lg. Jgn smp endingnya haesica. Harus ttp yulsic dong thor.

  11. puuffttt. .
    gmna low yulsic brsatu ,,kant kasian bgt tuch si donghae..,,

    tapi jujur ku lbh suka YULSIC..
    haa dtnggu chapt selnjt.y

  12. Fany kah itu yg panggil sica ?
    Sica sm anaknya dan hae oppa keliatannya uda bahagia tu, klo yul muncul mnt sica kembali ke dia kasian jg hae oppa padahal oppa uda baik hati merawat sica am anak nya.

  13. Aaaaahhhhh!! Gw kangen YulSic bukan HaeSica.. π_π
    Huu~~ Jadi mrk msh pacaran?? Yey!! Gw kira udh nikah..
    Namax Jisoo?? Ah,klo Yul nonggol pasti namax Yoong..
    N gw kaga setuju HaeSica!! YulSic!! YulSic!!
    Gw udh seneng Hae mati taux mimpix Sica.. Gw harap mimpix Sica jadi nyata.. #SenyumEvil Hahaha #TawaLampir
    Yoo YulSic!! Gw kaga setuju di Dongek jadi pempelaix Sica!! Just Yul!! Must Yul!! No one else!!
    Fighting!!

  14. Gomawo thor ini benar2 butthurt… Dan smpe skrg yul blm muncul2.. Gue pngen jamabak2 tu org yg blz sms sica…

  15. Oh jdi itu yg ngebuat jessica prgi krn dia ngira yul pngen dia ngegugurin kandungannx tpi Pasti bkan yul tuh yg ngirin sms ke jessica…

  16. Oh ternyata..Pantes aja sica langsung kabur!!Sica..Yuri datang!!Gillaaa ..Kenapa moment SicaHae bertebaran??#Nyesek

  17. thor yul mnculin dong kgn nh pgn yulsic moment
    jd kshn sm yul nh sica dh mlai cinta m donghae dh tinggl brg lg yul rbut kmbli sica dong
    sdangkal itu kaj cinta sm yul sica
    ky ny slh phm nh sica pst sms itu bkn dr yul tp dr hara pst itu
    update soon y thor prstkn yulsic

  18. huft untunglah kjadian tembakn itu hanya mimpi..
    pasti yg teriak unnie itu ppany dan mgkn ada taeng di samping nya..

    di tggu lnjtn nya^^
    fighting

  19. nah lho udh tiga thn aja, cpt bnget tp tuh daddynya jisoo blm nongol2 jg
    jd si yuri nyuruh sica gugurin kandungannya, tega bnget si pabo
    itu si panny ya yg manggil unnie
    kangen euy sm yulsic

  20. aishhh itu untung flashback yaaa yg sika terbtembak itu. kirain bneran u.u
    yul nikah sm gyuri? trus smpe nyuruh gugurin anak yg d kandung sika???
    yul BODOHHH!!!
    awas ya ntar nyesel luuu!!! huh…!

    krystal nemuin sika? yeahh akhirny stelah bbrpa thun g ktmu u.u

  21. Wwoooaaa
    gue ktinggalaannn…
    daannnn apakah haesica akn mnikah?? Aannddwaaeee 😦
    itu krystal kah??
    Bantu YulSic kembalik krys hohoho

  22. Ternyata ini udah balik ke jaman sekarang? Pantesan aja gue baca-nya rada bingung. Mimpi nya Jessica lumayan dramatis banget yah -_-. Itu yg manggil Jessica Unnie sapose? Tiffany kah?

  23. ternyata sica dsalah paham, mang mencurigakan sih pas hp yuri keinggalan drumah, sedangkan dirumah yuri ada cewe lain
    adhu….yulsic makin jauh aja nih

  24. aaaah kesal baca part ini, ternyata hara yg balas smsnya jessica dan yul gak tau soal ini. aiiih pabo yul. kesal sama yul nya nih, gak bisa memperjuangkan sesuatu.
    baiklah, sepertinya donghae jauh lebih baik daripada yul. untuk saat ini, hehehe 😀

  25. oh my god, makin lama hubungan sica onnie sama namja ikan itu makin dalam aja ya..
    untung jisoo datang, kalau kagak gimana jadinya..
    jadi itu toh permasalahan yang buat sica onnie pergi, onnie pliase itu hanya salah faham..
    yul oppa tidak melakukan itu, itu kerjaan nha si hara, kapret lhu hara
    yang manggil itu fanny onnie kah ??
    tarra yul oppa kok belum nong juga, aku penasaran dia gimana sekarang..
    lanjut chingu
    selalu ditunggu..
    see you..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s