Unlike Him [Chapter 19]

Hi….

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 19

 

“Mommy,” bisik Jisoo.

“Sst… berhentilah menangis Jisoo…” kata Donghae, menenangkan anaknya. “Mommy tidak ingin melihatmu menangis atau dia akan sedih.”

Sehari sebelum pernikahan TaeNy, setelah membawa Jessica ke rumah sakit, saat Jessica membuka matanya, ia meminta mereka untuk pulang meskipun dirinya masih lemah. Mr. Jung segera meminta pengawalnya untuk menyiapkan kamar untuk putrinya. Dan Jisoo yang tengah menangis segera berlari menuju ayahnya saat mereka datang.

Sebuah ketukan tiba-tiba memecah keheningan di ruangan itu. Dan dengan perlahan Mrs. Jung berjalan dengan segelas susu di tangannya.

“Bagaimana keadaannya?” Tanyanya, meletakkan susu itu di meja samping.

Kurasa dia baik-baik saja sekarang,. Dia sudah tidak pucat,ia tersenyum sedikit untuk menenangkan wanita tua itu. Mrs. Jung mengisyaratkan Jisoo untuk menghampirinya. Jisoo segera mematuhi dan berlari ke pelukan neneknya.

Di rumah kalian dulu, apa dia sering mengalami serangan jantung?”

Donghae menggeleng perlahan dan menelan ludah. “Sebenarnya, Aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Mungkin dia merasa sakit dada tapi dia tidak pernah memberitahuku.Tiba-tiba Donghae ingat ketika Jessica melahirkan Jisoo. Para dokter menganggap hal itu sebagai keajaiban karena keduanya dapat bertahan hidup bahkan ketika jantung Jessica sangat lemah. Ia ingat kunjungan konstan mereka ke ahli jantung Jessica untuk membantu mereka saat Jessica akan melahirkan.

Tetapi dengan serangan jantung mendadak yang dialami Jessica tadi, Donghae menelepon ahli jantung Jessica di San Francisco dan ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari dokter itu setelah menceritakan kembali apa yang terjadi.

“Tapi dia memberitahumu tentang kondisinya, bukan?”

“Ya. Dia memberitahuku.” ia mengangguk. “Dan aku minta maaf aku tidak melakukan apa pun untuknya,” ia menunduk merasa bersalah. Selama bertahun-tahun, ia merawatnya, selalu memberinya makanan sehat, dan membuatnya bahagia setiap kali ia merasa gadis itu tidak nyaman atau tertekan ia mencoba sebaik mungkin untuk mengalihkan perhatiannya ke hal yang lebih ringan dan membuat dia tenang. Tapi sekarang, ia tidak tahu apa yang terjadi, ia terlalu banyak berpikir. Ia terlalu memikirkan hal yang kurang penting. Tapi apakah itu benar-benar kurang penting, Yuri ada di sana, tepat di depan matanya. Tidak penting? Ia menanyai dirinya sendiri secara berulang-ulang.

“Kau tidak perlu minta maaf, Hae. Kita semua sadar akan penyakitnya dan kita tahu kalau serangan itu mungkin terjadi kapan saja. Aku merasa lebih menyesal karena aku tidak dapat melakukan apa pun untuk membantu anakku,” gumamnya dalam tangis tapi kemudian ia segera menyeka air matanya dan tersenyum. “Sudah larut, aku hanya mampir untuk membawa Jisoo tidur.”

“Terima kasih Bibi.”

“Tidak, akulah yang harus berterima kasih, Hae,” Mrs. Jung berjalan ke arahnya dan mereka berpelukan sebelum mencium dahinya. Kemudian menghampiri Jessica yang masih tidur dan perlahan-lahan membungkuk ke arahnya, ia melakukan hal yang sama. “Selamat malam, Sooyeon-ah. Jisoo, katakan selamat malam pada Umma.

Selamatterisak “Malam, Umma.” Katanya. Lalu keduanya menghampiri Donghae, “Selamat malam Daddy.”

“Selamat malam, Nak.”

Hanya berdua dengan Jessica, Donghae mulai merasa sedih, sangat sedih sehingga air mata mengalir tanpa henti dari matanya. “Apa kau akan pergi sekarang? Yuri, dia ada di sini. Bisakah untuk saat ini aku bersikap egois dan menjagamu untuk diriku sendiri? Aku akan tinggal di sisimu, Jess. Aku akan selalu berada di sini, sama seperti apa yang telah aku janjikan padamu, oke? Tapi… apa kau masih menginginkanku di sisimu? Katakan saja… Bangunlah dan katakan padaku…” gumamnya sambil tanpa sadar terisak lebih keras dari yang ia perkirakan dan akhirnya menangis sampai tertidur sambil memegang tangan Jessica.

+++

Donghae bangun dan segera mencari-cari tubuh Jessica. Ia membuka matanya dan menemukan tempat tidur itu kosong. Ia melihat sekeliling dan mencari gadis itu.

“JESS!!! JESS!!!”

Di luar masih gelap, tiba-tiba dinginnya angin pagi membuatnya menoleh untuk melihat pintu menuju balkon Jessica. Perlahan-lahan ia berjalan ke luar dan di sanalah gadis itu, memeluk dirinya merasakan dinginnya angin pagi. Perlahan-lahan ia berjalan ke arahnya dan merangkulkan lengannya, memeluknya dari belakang.

Di sini dingin, Kau harus kembali ke dalam,” bisik Donghae.

Jessica mengencangkan pelukan tangan laki-laki itu di pinggangnya, “Tidak lagi, kau ada di sini.”

Donghae meletakkan dagunya di bahu Jessica dan menghela napas berat.

“Maaf, aku membuatmu khawatir.”

“Kau melihat dia,” kata Donghae.

“Aku melihat dia dan Aku merasa harus pergi. Tapi sebaliknya, hal itu mengarah pada sesuatu yang lebih buruk.

Pengakuan gadis itu membuat hatinya seperti tertusuk. Tiba-tiba ia merasa tidak sebanding untuk melawan seorang Kwon Yuri. Mereka telah hidup bersama selama hampir tiga tahun, tetapi hanya dengan melihat laki-laki itu masih mengakibatkan dampak besar bagi Jessica. Tidak diragukan lagi ia akan kalah. Ia dapat merasakan bahwa Yuri dapat dengan mudah menggantikan kenangan-kenangan bahagia yang coba ia bangun dengan Jessica.

‘Tidak mungkin.’

Ia membalikkan gadis itu untuk menghadapnya dan menempelkan dahinya dengan dahi Jessica. “Jess…” bisiknya pelan sambil menutup matanya, tidak ingin gadis itu melihat ia menangis. Ia menarik napas dalam-dalam karena ia tahu pertanyaan berikutnya membutuhkan banyak energi untuk ditanyakan pada gadis itu, “A-aku harus mengetahui apa yang kau rasakan. Katakan padaku apakah aku harus tinggal atau pergi begitu saja. Jika kau ingin…”

“Sssshhh…” Jessica memotong ucapannya. “Tinggal. Tinggalah bersamaku, jangan pergi dari sisiku. Kita akan kembali ke rumah kita, dan melupakan segala sesuatu yang kita lihat atau apa pun. Kita akan melanjutkan hidup kita,” ia meyakinkannya. Dan dengan itu Donghae menangis, terisak keras saat Jessica memeluknya. “Kumohon tinggallah bersamaku.”

Melihat Donghae menangis di depannya, membuatnya merasa sedih.

“Aku tidak ingin kehilanganmu dan Jisoo, Jessica,” katanya dalam tangisnya. “Aku sangat mencintaimu. Jika aku harus mengemis, Aku hanya ingin kau tinggal bersamaku…”

Jessica memeluknya lebih erat dan dia terus menangis dalam pelukannya.

Donghae sekarang merasa yakin, Jessica mencintainya dan dia tidak akan meninggalkannya. Itu saja yang ia butuhkan, berharap momen ini tidak akan berakhir untuk mereka.

Semua terlalu mendadak ketika pelukan Jessica perlahan-lahan melemah. Matanya melebar saat ia menyadari bahwa Jessica tak sadarkan diri, ia melihat alis Jessica berkerut, dan tangannya mencoba meraih dadanya, ia mengangkatnya ke tempat tidurnya dan memasangkan masker oksigennya kembali.

Ia sangat takut, ia merasa seolah-olah jantungnya akan meledak. Ia hanya berdiri di samping gadis itu, mendoakan pacarnya agar baik-baik saja, ia mencengkeram tangan Jessica dengan erat. Tapi tiba-tiba cubitan di tangannya mendapat perhatiannya dan ia kembali meremas tangannya.

Diam di sini dan beristirahatlah, cintaku,” gumam Donghae sambil mendekapnya di bawah selimut. Jessica perlahan membuka matanya dan tersenyum. Dengan lemah ia mengangkat tangannya yang bebas dan meraih wajahnya.

Kita pergi ke pernikahan Fany,” bisiknya lirih, terhalang masker oksigen yang terpasang ke wajahnya.

Tapi mendengar ini membuat laki-laki itu kembali menangis. “Kau tidak bisa,” bisiknya. “Kau lemah…

.

.

.

.

.

…. kau hampir meninggal.

******

“Selamat pagi...”

Se-selamat pagi,” sapanya, menggosok matanya saat ia melihat sekelilingnya. “Apa yang paman lakukan?” ia mengambil segelas minuman dan mengendusnya sebelum berpaling kepadanya. “Apa ini?” Tanyanya lagi.

Dia tersenyum.

“Itu ‘Ma’. Minuman sehat, paman selalu meminumnya untuk memiliki tubuh yang kuat. Cobalah.

Mengikuti instruksinya ia meneguk sedikit demi sedikit sampai ia menghabiskan seluruhnya. “Yummy, bolehkah aku memintanya lagi?” Ia tersenyum terhadap laki-laki berkulit kecoklatan itu.

Laki-laki itu semakin tersanjung, tidak ada orang lain yang mengatakan bahwa ‘Jus Ma’ buatannya lezat. “Baguslah, Jisoo,” katanya, menepuk kepalanya sambil berlutut di depannya. “Ini.”

Jisoo tersenyum lagi dan menjilat bibirnya meski minuman itu masih berbekas. Yuri tersenyum lebar dan menyeka bibir Jisoo dengan kemejanya. “Nah, kiddo. Ngomong-ngomong aku Yuri.”

Jisoo hanya tertawa dalam hati dan meminum jus itu sementara Yuri menonton si kecil.

*****

Mr. Jung dan Mrs. Jung pergi untuk menghadiri pernikahan Tiffany dan Taeyeon. Di sisi lain, Yul memilih untuk diam di rumah dan memutuskan bahwa ia hanya akan pergi ke resepsinya. Jisoo ditinggalkan juga, karena orangtuanya juga berada di rumah.

Sepanjang pagi, Yuri mendampingi anak itu. Mereka berjalan-jalan di taman, bermain di ayunan dan makan sarapan bersama-sama. Ia tidak tahu, tapi Yuri merasa sangat bahagia dan santai hanya dengan melihat Jisoo.

“Paman, aku mau melihat Mommy,” kata Jisoo setelah mereka makan sarapan. Tapi mendengar ini membuat laki-laki berkulit kecokelatan itu gugup. Ia tidak tahu apa yang terjadi. Tetapi bahkan ketika ia tetap pada tempat duduknya, dengan tidak sabar Jisoo menarik bajunya dan menariknya ke arah lorong. Ia menghela napas dan hanya mengikuti apa yang diinginkan Jisoo. Mereka berjalan bergandengan tangan menuju kamar Jessica. Mereka berhenti di depan pintu kamar Jessica dan Jisoo segera memutar kenop dan menyerbu ke dalam.

“Hei, hei, pelan-pelan!” Bisik Yuri, menghentikan Jisoo yang sangat gigih.

Donghae cepat menoleh ke arah mereka, ia berhenti mengusap lengan Jessica dan mengerutkan keningnya. Bagus... Mereka bersama-sama,” pikirnya.

Daddy!” panggil Jisoo sambil berlari ke arahnya. Ia pura-pura tersenyum padanya sebelum memeluk ‘anaknya’ dan mencium pipinya. “Paman Yuri dan aku bermain bersama di luar,” katanya penuh semangat kepadanya.

Begitu…kah… Ji-Jisoo?” gumam seseorang dengan suara lemah.

Yuri dan Donghae memalingkan wajah mereka ke arah Jessica secara bersamaan. Matanya tertutup. Jessica kemudian mencoba untuk duduk tapi lengannya terasa lemah.

“Sayang! Jangan bergerak,Donghae segera berlari ke sampingnya. “Ini, Jisoo, sapa Mommy.”

“Mommy, selamat pagi!” sapanya antusias begitu ia memeluk ibunya.

Jessica membuka matanya dan tersenyum saat ia mencoba untuk menghadap anaknya. Donghae mendesah dan membantunya. Melihat Jessica yang terlalu lemah membuat hatinya seperti tertusuk dan hal itu semakin menyakitinya. Di sisi lain, Yuri merasa kakinya mati rasa.

Tapi kemudian jalan pikirannya terputus ketika Kepala Pelayan Lee masuk.

Tuan Yuri, para dokter di sini. Mr. Jung menyuruh mereka untuk memeriksa Nona Jessica.

Dia mengangguk, “Suruh mereka masuk.”

~~~;~~~;~~~

TBC

Yuri and Jisoo bounding time 😀 why do i find that calling ‘uncle’ is way more cuter than ‘paman’? lol but yeah too bad~

 credit: zhel @SSF

boiboi~

 

Advertisements

44 thoughts on “Unlike Him [Chapter 19]

  1. Hadeeeeeeehhhhhhh….
    Ni kpn yulsic ny kambek…..
    Bosan ni liat dong2 nempel sica mulu….bingung mo koment ap…
    Lanjut thor…..
    Semangat…oya klo bz prince yuri ny sgra d apdet…thx thor….

  2. yah sdh lah haesica j g usah yulsic krn dr bbrp chap sica dh benci bgt yul ap lg dy mnt hae ad disisiny n ky ny sica dh lp yul udh cintaxm hae
    sbr y yul klo jdh g akn kmn bkin yul lpsin sica n prgi jauh y thor ksian yul dh g d hrpn sica bnr bnr unlike him nh

  3. Diihh knpa sica malah milih dyaaa,,,
    Bru minta tetap tinggal ajja udah 2x serangan jantung,, apalagi idup breng sma ajja bunuh diri. Sicca,,

  4. yuri dah kembali dan bermain2 dgn jisoo tapi sica te2p milih bersama donghae
    lanjut lagi thor next chapternya

  5. Yahh tuhh yuri bru nongol tp yul tau ga klo jisoo itu anaknya . . .
    Jd bngung !!!!
    Mda”han apa yg jd keputusan sica itu adlh yg terbaik

  6. Yahh tuhh yuri bru nongol tp yul tau ga klo jisoo itu anaknya . . .
    Jd bngung !!!!
    Mda”han apa yg jd keputusan sica itu adlh yg terbaik

    lanjuttt . .

  7. seneng liat jisoo sm appanya
    nah lho sica dah yakin udh gak pnya perasaan apa2 ke yuri
    gmn pun jg si yuri kn appa kandungnya jisoo, psti msh ada perasaan cinta bwt yuri

  8. yuri dh mulai dekat sama jisoo, tpi moment yulsicnya gk ada, yasudahlah..
    Lanjut thor, smoga dichapt slnjtnya ada YULSIC.

  9. Kaaaa kok haesica masih lanjut aja? Kpn yulsic ada moment manis-____- duh dasar anak-bapak yee jd ada aja ikatan batin gituuuu, iiissh pasti sica jg masih suka kan sm yuri?? Udeh hae tendang ajee ke amerika 😀 *ups mian oppa :*

  10. hadeuhhh knpa tu org msh ada jg!! emosi+capek+bosan gue baca moment” mreka!!!
    dan kapan yulsic comeback nya?? YULSIC…. pweaseee comeback…
    berharap di next chapt’a bner” ada yulsic moment..:(

  11. bkn cuma sica doang yg skit jantung, yang baca jg sakit jantung ini mah
    sica masa iya pilih donghae ? yakinn ? ga kangen apa sama yul seobang ? =))

  12. yg tau pnyakit sika cm donghae kan ya???
    ahh, yuri siap2 nunggu lama klo pd akhirny sika bner2 pilih donghae n balik ke rumah mreka.
    karma itu yul, karmaa~
    sini gw pukpukin 😦

  13. annyeong ……

    aduh.. ok,gw kasian dikit ama dongee,, tpi gak deh,gw lbh kasian sma kwon yul yng skranf lbh mnahan rasa sakt na …kkee
    jisoo and appanya udh mlai akrab … >_~ mski sma ” gak tau,,
    tpi Yul, kok gak ngomong” ya …. deuh gmna sih…
    so, mkin dtunggu next chap nyaaaah ….
    SEMANGAAAAAAAAAAT

  14. Huft, masih ada aja nii orang si dong dong hae..
    Em terobatilah sama moment yul appa and jisooo..
    Kaapan yulsic-nya tarra, miss them..
    Ditunggu deh next chapter nyee..
    pai~

  15. Haduhhh.. Walopun Yul udh nonggol tapi HaeSic kok nggak pisah??-__-
    Yul lo sma gw aja.. haha
    Sica hati lo udh bwt Hae?? Nooooooooo!!
    Moga aja Jisoo lebih nyaman sma Yul,dan akhirx Hae ditinggal.. Hahaha #TawaLampir
    I agree with you.. Uncel more better than ‘paman’.. Wakaka

  16. serius sica onnie berharap namja ikan itu ada sampingnya ??
    beneran sica onnie akan balin lagi dan ninggalin yul oppa ??
    aduh makin emosi gue lihat namja itu dekat sama sica onnie..
    yul oppa beneran senang lah, itukna anaknya oppa..
    yul oppa yang sabar ya, apa yul oppa gak akan ganggu hidup sica onnie lagi ??
    jangan bilang kalau yul oppa berpikir kalah jisoo itu anak sica onnie sama namja ikan itu..
    aduh makin penasaran..
    lanjut chingu..
    see you..
    yul oppa hpd ya, yul seobangnya sicababy..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s