You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 20]

Hi….sebenernya ini belom waktunya gue balik dari hiatus tapi gue disuruh balik sama kakak yang mention gue tadi -___-“

enjoy~

~~~~ ~~~~ ~~~~

Title1d

Chapter 20: Two is better than One

 

Jessica gemetar ketakutan saat sang pangeran berbaring tak bergerak dalam pelukannya. Pemandangan dari darah tipis, bercampur dengan air hujan yang mengalir menuruni tangan dan ujung jemari Yul semakin membuat gadis itu panik.

“Tolong! Seseorang tolong kami!” ia berteriak putus asa tapi teriakan itu terdengar semakin jelas karena hanya mereka sendiri di taman yang sepi itu.

“Yul, kumohon…” Jessica memohon, air matanya jatuh menuruni pipinya.

Kalau saja ia tidak lari dan terlibat masalah…

Kalau saja ia tetap tinggal untuk mendengarkan penjelasannya…

Kalau saja ia percaya padanya, memercayai cintanya…

Semua ini tidak akan terjadi…

Ia mencoba membangunkannya dengan menepuk-nepuk lembut pipinya tapi usahanya sia-sia. Yuri terkena demam tinggi dan selain itu, luka akibat botol kaca itu terlihat dalam.

Jessica tidak mampu menunda lebih lama dalam mencari bantuan medis. Mengetahui sepatu high heelsnya akan menyulitkannya berjalan, ia melepasnya, meringis kesakitan saat tangannya dengan ceroboh menyentuh pergelangan kakinya yang bengkak. Dengan hati-hati untuk tidak menyentuh lengan laki-laki yang terluka itu, ia merangkulkan tangan kanan laki-laki itu di bahunya, memerhatikan luka di kulitnya yang kembali terbuka.

Mengabaikan pergelangan kakinya yang terkilir, Jessica berusaha menarik tubuh berat itu untuk berdiri. Rasa nyeri yang semakin menusuk pada pergelangan kakinya tidak lagi penting baginya, juga kerikil-kerikil kecil yang menggores telapak kaki telanjangnya tidak menghentikan langkahnya.

Ia berhasil terhuyung ke depan untuk beberapa langkah sebelum pergelangan kakinya menyerah, menyebabkan ia kehilangan keseimbangan dan dengan gabungan berat badan mereka, mereka jatuh ke depan. Air berlumpur itu menciprat ke segala arah dan ia bisa merasakan lumpur mengerikan itu di mulutnya. Tapi gadis tanpa pamrih itu tidak peduli. Jessica merangkak ke depan, mengabaikan pergelangan kakinya yang terkilir dan menggunakan seluruh kekuatannya yang tersisa, ia membalikkan tubuh pangeran itu sehingga jatuh telentang. Merasa sangat lelah, Jessica melakukan satu-satunya hal yang ia bisa lakukan selain berteriak meminta bantuan. Ia memeluknya dalam pelukan erat, melindunginya dari hujan yang turun tanpa henti.

*****

Sepanjang perjalanan, keheningan tidak nyaman menyelimuti Taewoo dan Sooyoung. Taewoo duduk di balik kemudi sementara Sooyoung duduk di sampingnya dengan raut wajah cemas, mengkhawatirkan Yuri dan Jessica. Hujan tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti dan sudah lebih dari satu jam tidak ada berita dari kedua belah pihak; pihak yang mencari dan pasangan kerajaan. Dan yang paling membuatnya kesal adalah karena ia tidak diizinkan untuk bergabung dalam proses pencarian. Sebaliknya, ia diperintahkan untuk kembali ke istana di bawah instruksi ayahnya dan Yang Mulia Raja. Tapi ia tidak mengetahui bahwa ini semua diputuskan dengan niat baik. Raja dan Ratu tahu, untuk terlihat di muka umum sekarang ini akan membahayakan Sooyoung, terutama setelah menyaksikan suasana kacau di ballroom tadi dan mungkin komentar-komentar tidak enak dari masyarakat umum yang akan gadis malang itu terima.

“O-Oppa, kumohon… biarkan aku pergi dan ikut mencari! Aku tidak mungkin duduk di sini dan tidak melakukan apa-apa!” Sooyoung memohon, memecah keheningan menjengkelkan.

“Kau tahu aku tidak bisa dan lagipula kau akan mencari ke mana?” Jawab Taewoo sebaik mungkin sambil tetap fokus pada jalanan di depan di tengah-tengah hujan deras.

Tiba-tiba, sosok seseorang menyebrangi jalan. Taewoo langsung bereaksi, menginjak pedal rem kuat-kuat. Audi R8 hitam mereka berhenti, sementara tubuh mereka tiba-tiba sedikit maju ke depan, terlindungi oleh sabuk pengaman yang menahan mereka sementara pria itu jatuh terduduk, terkejut dengan sebuah mobil yang hampir menabraknya.

Mereka segera keluar untuk memeriksa pria yang jatuh tersebut. Setelah memeriksa lebih dekat, mereka terkejut saat melihat kemeja laki-laki itu berlumuran darah dan wajah memarnya terlihat jelas. Keduanya saling menatap dengan bingung. Mereka cukup yakin mobil mereka tidak menabraknya. Saat mereka mendekat, bau alkohol tercium kuat. Ternyata pria itu mabuk dan mungkin dia terlibat dalam suatu perkelahian di suatu tempat.

“Apakah Anda baik-baik saja, Pak? Apakah Anda ingin diantar ke rumah sakit?” Tanya Taewoo sambil berlutut, menepuk bahunya.

Pria ketakutan itu melihat ke arah dua orang berpakaian rapi. Pemikiran bahwa orang-orang ini mencari dua orang yang ia temui di taman tadi segera terlintas dalam benaknya. Sebelum Taewoo bisa bertanya lagi, teriakan samar meminta tolong menarik perhatian mereka.

Telinga Sooyoung bersemangat setelah mendengar suara yang sangat dikenalnya dan berbisik, “Jessica…itu Jessica!”

Pikirannya melayang ke mana-mana. Darah di baju pria itu… Darah siapa itu? Pikirnya

Seketika, pria mabuk itu tahu mereka semua terhubung. Merasa takut mendapatkan lebih banyak masalah, ia mendorong Taewoo dengan dorongan kasar dan berjalan tergesa-gesa secepat mungkin. Taewoo melirik punggung pria mabuk itu sebelum menuju ke taman, mengikuti jejak Sooyoung.

*****

“Siapa pun! T-tolong k-kami!” bisik Jessica serak, suaranya terdengar lirih karena terus berteriak. Embusan angin dingin menerpa kulitnya yang telanjang dan ia menggigil tak terkendali tapi ia memeluk Yul seerat mungkin.

“Jessica! Yul!”

Suara itu terdengar nyata.

“… T-tolong…”

“Jessica! Yul!”

Suara itu semakin keras dan semakin dekat. Jessica mengerjap-ngerjapkan matanya, menyingkirkan rasa lelahnya. Ia tahu siapa orang itu. Ia mengerahkan semua upaya dan berteriak putus asa.

“T-tolong!”

“Oppa! Di sana!” Sooyoung berteriak untuk menarik perhatian Taewoo dan berlari menuju suara itu berasal. Rasa lega langsung membanjiri Sooyoung ketika akhirnya ia menemukan temannya yang hilang. Tapi ada sesuatu yang tidak benar.

“Jessica! Apa yang terjadi?”

Sooyoung berlutut dan tersentak tajam setelah melihat Yuri tak sadarkan diri.

“T-tolong dia… dia terluka dan… dia terkena demam tinggi…” gumam Jessica, gemetar karena suhu dingin yang ekstrim.

Sooyoung langsung menempelkan tangannya ke wajah Yuri dan merasakan suhu tubuhnya yang panas. Saat itu, Taewoo telah berhasil mengejar Sooyoung dan melihat mereka mengelilingi sang pangeran yang tak sadarkan diri.

“Kita harus membawa Yang Mulia ke dokter,” kata Taewoo tenang, melepas mantelnya dan menyelimuti putri yang menggigil dengan itu. Tanpa basa-basi, ia mengangkat pangeran itu, menggendong sang pangeran di punggungnya. Sooyoung mengulurkan tangan untuk membantu Jessica berdiri dan bersandar padanya.

Setelah ia yakin sang pangeran aman di punggungnya, Taewoo bergegas pergi dengan dua gadis yang mengikuti tidak jauh di belakangnya. Meskipun pergelangan kakinya masih terasa sakit, Jessica menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakitnya. Sooyoung bisa tahu dari langkahnya yang pincang dan ia merangkulkan lengannya di bahu Jessica, menyokong berat badannya, mengejutkan gadis itu.

“Yul akan baik-baik saja…” ia menenangkan sang putri dan pada saat itu, Jessica membenamkan kepalanya ke dalam lekukan leher Sooyoung, mencari pelipur lara yang dapat ditawarkan seorang teman.

*****

Anggota keluarga yang cemas menunggu di istana kediaman Putra Mahkota dengan gelisah sementara dokter kerajaan dan beberapa pelayan termasuk Lady Bae, pelayan wanita senior yang dipanggil sebagai ‘nanny’ oleh si kembar dan Sooyoung, berada di dalam ruangan yang tertutup, menyertai sang pangeran.

Di bawah instruksi yang jelas dari Yang Mulia Raja, tak seorang pun diizinkan untuk mengganggu saat sang pangeran menerima penanganan medis. Sir Yoon dan Sooyoung hanya bisa mondar-mandir di lorong dengan gelisah, khawatir identitas Yuri yang sebenarnya akan terungkap bahkan sebelum Yuri bisa memberitahu Jessica.

Pintu berderit terbuka, menangkap perhatian semua orang.

“Bagaimana keadaan Yul?!” seru Sooyoung tanpa berpikir, sejenak melupakan formalitas di istana tetapi dengan situasi yang sedang dihadapi, tidak ada yang terbebani dengan aturan-aturan itu.

“Tolong beritahu kami, Dokter Kim… apakah anakku baik-baik saja?” tanya Ratu Hyun gugup, petugas pribadinya menggandengnya.

Dokter senior, dengan masker bedah di wajahnya, menatap setiap orang dengan ekspresi tak terbaca, menyebabkan orang-orang yang berada di sana gelisah. Yoon dan Sooyoung saling bertukar pandang sekilas dan Yoon tahu apa yang terjadi, rahasia itu terbongkar.

*****

Kembali ke istana kediaman Putri, Jessica menerima perawatan yang tepat untuk pergelangan kakinya yang bengkak. Ia sedikit meringis ketika dokter melakukan pemeriksaan.

“Apakah ada yang patah? Oh Tuhan, putriku yang malang,” tanya Lady Jung cemas.

“Lady Jung tidak perlu khawatir. Pergelangan kaki Yang Mulia Putri terkilir, tidak seserius patah pergelangan kaki,” jawab dokter itu tenang. Setelah pemeriksaan cepat, pergelangan kaki Jessica sekarang dibalut dengan perban kompresi dari ujung kaki sampai pertengahan betis.

“Yang Mulia, mohon untuk tidak berjalan-jalan malam ini dan istirahat dengan baik. Kaki Anda akan sembuh dalam satu atau dua hari. Saya akan meresepkan beberapa obat penghilang rasa sakit, untuk berjaga-jaga jika nyeri berlanjut dan beberapa vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda setelah terlalu lama berada di bawah hujan.”

Jessica mengangguk.

“Terima kasih.” Ayahnya berdiri, berterima kasih pada dokter itu. Sebelum ia hendak pergi, suara lembut memanggil.

“Dokter… bagaimana keadaan Yul?” tanya Jessica hati-hati, menyebabkan orangtuanya tersentak tidak nyaman. Ayahnya hendak mengatakan sesuatu, tapi istrinya segera menghentikannya, memelototi matanya dengan tatapan tegas. Semua itu tidak penting lagi sekarang setelah putri mereka kembali dengan selamat.

Dokter itu membenarkan letak kacamatanya dan berbicara hati-hati, “Saya sendiri tidak terlalu yakin dengan hal itu. Tapi sepertinya Yang Mulia Pangeran terkena demam yang sangat tinggi…” ia mengakhiri kalimatnya perlahan, melihat ekspresi khawatir Jessica.

“Saya mohon pamit…”

Setelah dokter itu pergi, Jessica bangkit dari posisinya, mengabaikan saran yang menyuruhnya beristirahat.

“Menurutmu apa yang kau lakukan, nona?” tanya ayahnya dengan tangan yang bersilang di dadanya.

“Aku akan menemui Yul.”

“Tidak! Apa bagusnya laki-laki tak berperasaan itu?”

“Dia bukan laki-laki tak berperasaan! Dan kenapa ayah harus memukulnya?”

Ayah dan anak itu saling melotot satu sama lain.

“Jessi sayang, kau harus beristirahat.” Kata Ibunya, memecah situasi tegang. Ia tahu ayah dan anak ini memiliki sifat keras kepala yang sama.

“Bu! Alasan kenapa aku selamat dan aman duduk di tempat tidur ini adalah karena Yul menyelamatkanku dari seorang preman! Dia terluka karena aku dan kalian menyuruhku untuk beristirahat? Bagaimana mungkin?”

“Dia selingkuh! Dan Tuhan tahu sejak kapan? Bagaimana kalau selama ini dia dan pengawalnya itu berpacaran? Bukankah kau telah menjadi pihak ketiga yang bodoh?” Ayahnya menyuarakan kekecewaannya.

“A-aku…”

Jessica menggigit bibir bawahnya, tidak dapat membantah pernyataan ayahnya. Ia ingin meneriakkan bahwa ia percaya pada Yul, tapi bagaimana bisa ia akan menjelaskan asal-usul foto-foto itu? Bagaimana mungkin ia akan membela Yul ketika ia sendiri tidak memiliki petunjuk atau penjelasan untuk dijelaskan kepada orangtuanya?

Ia harus mendengar penjelasan dari Yul juga.

*****

Ratu yang cemas itu sedang menunggu jawaban dokter.

Dr Kim menurunkan maskernya.

“Kim-” Yoon berbicara, berharap menegosiasikan cara yang lebih baik untuk memecahkan berita itu kepada keluarga kerajaan yang khawatir, namun dokter itu memotong ucapannya.

“Yang Mulia -”

Sooyoung menelan ludah.

Jantung mereka berdebar. Dokter kerajaan, serta seluruh tim di dalam ruangan itu mengetahui kebenarannya.

“-Ahem… Yang Mulia, tidak usah khawatir… Yang Mulia Pangeran akan baik-baik saja…”

Yang Mulia Pangeran? Apakah mereka salah dengar? Yoon dan Sooyoung saling memandang dengan tatapan bingung.

“Tapi dalam pandangan wabah flu H1N1 baru-baru ini, saya akan menyarankan kalian semua untuk sementara menjauh dari Yang Mulia Pangeran sampai hasil konfirmasi tes darah keluar.”

“H1N1?” Ratu Hyun tersentak, “Maksudmu penyakit berat itu…”

“Untuk saat ini kami tidak tahu tapi saya telah memberikan Yang Mulia antivirus untuk berjaga-jaga. Yang Mulia sedang tidur sekarang tapi saya akan tetap memantau kondisi kesehatannya.”

“Bolehkah kami melihat dia?” Tanya Ratu Hyun sementara Raja Chung berdiri di belakang ratunya dengan tatapan prihatin.

“Saya khawatir dengan kesahatan Anda Yang mulia, ini bukan ide yang baik…”

“Aku mengerti…” pada akhirnya Raja Chung angkat bicara.

Meletakkan tangan hangatnya di bahu istrinya, ia menenangkannya, “Sayang, mari kita tidak menambah tekanan pada Dokter Kim…Aku percaya dengan keterampilan medisnya dan Yul akan berada di tangan yang benar…”

Setelah mendengar kata-kata sang Raja, dokter itu merasa bersalah, “Mereka harus memiliki alasan yang baik dari semua ini…”

“Mari kita bergerak… masih banyak hal yang menunggu untuk diselesaikan.”

Raja Chung menghela napas, memikirkan kekacauan yang telah dibuat putra tercintanya. Ia berpaling ke arah Sooyoung dan menangkap tampilan bingung jelas di wajahnya.

“Sooyoung…”

Gadis itu tersentak ketakutan mendengar namanya disebut. Alih-alih wajah yang marah, raut wajah sang Raja malah ramah lembut.

“Kau mengalami malam yang melelahkan juga. Mohon tinggal di istana untuk malam ini, aku sudah berbicara dengan ayahmu dan kami cukup sepakat bahwa kami akan menunda segalanya untuk besok… jadi beristirahatlah dengan baik,” katanya ramah pada gadis yang ia perlakukan seperti anaknya sendiri.

Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya sedikit, tidak yakin dengan respon yang pantas. Jika keluarga kerajaan mengetahui seluruh kebenarannya, bagaimana reaksi mereka terhadap hubungannya dengan pangeran yang sebenarnya?

Raja Chung tetap tenang sepanjang kegagalan pertunangan anaknya. Tapi mungkin untuk saat ini, kunjungan ke ‘calon besan’ akan diperlukan, kata ‘calon’ menggantung hampir dengan ketidakpastian. Ia tidak akan terkejut jika mereka akan membatalkan pertunangan dan itu akan menjadi tugas paling awal besok. Dengan itu, ia memegang istrinya dan mengantarnya keluar dari istana kediaman Putra Mahkota dengan berat hati.

Sekarang dengan hanya Sir Yoon, Sooyoung dan dokter kerajaan yang tersisa di aula, dokter senior itu berbicara dengan serius.

“Saya harus bicara dengan kalian berdua…”

*****

Setelah mengikuti dokter kerajaan, Sir Yoon dan Sooyoung masuk ke kamar tidur pangeran di mana beberapa pelayan perempuan berdiri di samping dengan raut sedih yang tercetak di wajah mereka. Tetapi disamping kesedihan mereka, tidak satu pun dari mereka mengenakan masker.

Sir Yoon benar-benar bingung.

“Aku kira- ”

“Aku berbohong… Yang Mulia tidak terkena virus H1N1,” kata Dr. Kim tenang.

“Apa?!” Seru Sooyoung keras, “lalu kenapa Anda memberitahu kami sebaliknya? Tuhan, aku hampir terkena serangan jantung sekarang!”

“Sama seperti kami semua yang hampir terkena serangan jantung ketika kami mengetahui tentang Yang Mulia… Yoon, apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa Putri Yuri berpakaian seperti Pangeran Yul?” Dr. Kim menanyakan pertanyaan yang ada di benak semua orang di ruangan tersebut.

Sir Yoon menatap wajah semua orang yang hadir di ruangan itu. Ia bisa tahu dari ekspresi wajah mereka bahwa mereka benar-benar khawatir dengan sang putri. Tidak ada alasan untuk menyembunyikan kebenaran dari mereka lagi.

Seperti yang diharapkan, semua orang terkesiap keras setelah mendengar seluruh cerita tentang pangeran yang hilang dan taktik penyamaran sang putri untuk menyamar sebagai pangeran. Bahkan, kebanyakan mereka terkejut karena tidak ada seorang pun yang mencurigai atau menangkap tanda-tanda apa pun dari sang putri. Dr. Kim menggelengkan kepalanya dan mengerutkan alisnya tidak senang.

“Seharusnya kau memberitahuku sebelumnya, jauh lebih awal! Setidaknya aku bisa mengobati luka di punggung Putri Yuri! Apakah aku begitu tak layak dipercaya, teman lamaku?”

“Punggung?”

“Demamnya terjadi karena infeksi dari luka di punggung dan bahu Putri Yuri! Dan tentu saja, ada masuk angin yang mendasari tapi sekarang dengan tingkat kekebalan Yang Mulia yang sangat rendah…penyakitnya bertambah!” kata Dr. Kim marah. Itu adalah pemandangan langka untuk melihat dokter yang biasanya tenang berbicara dengan marah.

Butuh beberapa saat untuk mengungkapkan kebenaran tetapi ketika itu terjadi, itu menyentak Sooyoung dengan keras.

“Ini salahku…”

Suaranya melemah, menatap tajam pada temannya yang dipasangi infus, semua terjadi karena kelalaiannya. Ialah yang seharusnya membersihkan dan mengobati luka Yuri dengan benar, tetapi di tengah-tengah tingkah main-main mereka, ia telah mengabaikannya.

Sooyoung bergegas ke depan dan berlutut di dekat tempat tidur, tangannya mencengkeram lengan Yuri yang tidak terluka. Ia menggigit bibir bawahnya dan menahan air matanya, mengetahui jika Yuri sudah bangun sekarang, dia akan mengetuk kepalanya dan menegur dia karena menangis.

“Ini bukan salahmu, Sooyoung…”

Lady Bae yang berdiri di dekatnya, menenangkan gadis itu sambil mengusap punggungnya.

“Nanny…”

Kepala senior yang memandang sekeliling, merasakan emosi yang melayang-layang di benak setiap orang.

“Saya rasa kita semua di sini harus tahu apa yang harus dilakukan sekarang… Mari kita jaga rahasia Yang Mulia sampai dia mengatakannya sendiri…tapi mari kita berharap semoga semua ini akan segera berakhir… Yang Mulia Raja dan Ratu tidak bisa dibiarkan bersedih terlalu lama…” kata Lady Bae bijak, mencapai persetujuan umum.

*****

Dengan hati-hati Jessica menurunkan selimut dan melongokan kepalanya keluar. Sebelumnya, putri yang keras kepala itu mengamuk dan bersembunyi di balik selimut untuk menghindari perdebatan dengan ayahnya. Dengan alasan lelah setelah peristiwa yang dialaminya, ia pura-pura tidur, meninggalkan orangtuanya tanpa pilihan selain menunda masalah-masalah itu.

Secara bertahap matanya disesuaikan dengan kegelapan, satu-satunya sumber cahaya hanyalah lampu meja yang berada jauh di sisi. Samar-samar ia bisa melihat dua sosok yang tidur di sofa tempat tidur. Dengan cara sembunyi-sembunyi, Jessica diam-diam turun dari tempat tidur, bergerak sesedikit mungkin sambil ia mengenakan sandal. Ia berhati-hati untuk tidak menumpukan berat badannya pada pergelangan kakinya yang terluka. Ia menyambar Abercrombie & Fitch hoodie-nya dan meraih kruk yang disandarkan ke dinding dekat tempat tidur untuk memudahkan aksesnya. Setelah memosisikan dirinya dengan tepat, Jessica berjalan tertatih-tatih keluar dari ruangan. Kruk aluminium itu berderit pelan selama beberapa kali tapi untungnya orangtuanya sedang tertidur nyenyak. Lantai berkarpet pun membantu meredam suara yang dihasilkan kruk setiap kali kruk itu mendarat di lantai.

Butuh waktu cukup banyak berusaha untuk menjadi setenang mungkin dan akhirnya, ia keluar di tempat terbuka. Jessica merapatkan mantelnya karena dinginnya malam dan perlahan-lahan, gadis itu berjalan melintasi taman kecil yang memisahkan dua tempat tinggal. Dari kejauhan, ia melihat lampu yang menyala dari kediaman sang pangeran. Sedikit kecemasan menghampirinya, bertanya-tanya apakah dokter kerajaan masih berusaha untuk mengobati sang pangeran.

Ia membuka pintu dengan hati-hati, tidak ingin mengganggu siapa saja yang mungkin sedang beristirahat di dalam. Ketukan lembut pada bahunya menyebabkan gadis itu melompat kaget.

“Oh, saya minta maaf, Yang Mulia! Sa-saya tidak bermaksud me-menakuti Anda…” pelayan junior meminta maaf, menjadi lebih takut daripada gadis itu sendiri. Nampan berisikan handuk basah yang dibawanya hampir terguling dari tangannya yang gemetar.

“Apakah Anda di sini untuk melihat Yang Mulia Pu-pangeran?” Gadis itu tergagap, hampir menyebutkan gelar Yuri yang sebenarnya.

“Apa dia baik-baik saja? Aku tidak ingin mengganggunya jika dia tidur…”

Sebelum pelayan wanita muda itu bisa menjawab, pintu berderit terbuka lebar, mengungkapkan sosok yang lelah.

“Yang Mulia!” sapa Yoon heran.

“Sir Yoon… A-aku di sini hanya untuk melihat apakah Yul baik-baik saja…” Jessica menggigit bibir bawahnya, sepenuhnya menyadari bahwa ia tidak akan bisa tidur malam ini, tanpa mengetahui keadaan sang pangeran.

Kepala pelayan senior itu melihat kruk yang menyangga tubuh Jessica dan dahinya yang berkeringat dan mengetahui gadis itu pasti telah kelelahan setelah berjalan melintasi halaman. Ia tahu itu akan menjadi sangat tidak berperasaan untuk mengirim Jessica kembali ke istana kediamannya, tanpa membiarkan dia melihat pangerannya. Setelah melihat kekhawatiran di mata gadis itu, Yoon mengalah.

“Yang Mulia, silakan masuk”

Mungkin dengan kehadirannya, Yuri bisa lebih cepat pulih.

*****

Dengan bantuan Sir Yoon, Jessica melangkahkan kakinya dengan hati-hati di ruangan yang tenang. Hal pertama yang ia lihat adalah Sooyoung yang tengah merawat Yul, menyeka dahinya dengan handuk basah sementara pria yang jauh lebih tua berdiri di dekatnya, menyesuaikan tetesan saline dengan hati-hati.

Sebersit kecemburuan muncul dari dalam hatinya tapi ia segera menyingkirkan perasaan itu, ia mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia harus mendengar penjelasan mereka sebelum menyimpulkan. Kejadian sebelumnya adalah contoh yang sempurna.

“Yang Mulia, saya tidak tahu Anda datang.” Sapa Dokter itu saat melihat Jessica didampingi Sir Yoon.

Sooyoung segera berbalik saat mendengar nama Jessica disebutkan.

“Dokter Kim, apa Yul baik-baik saja?” Tanya Jessica, mengingat nama dokter kerajaan yang mengobati luka lecet kecil yang dialaminya setelah insiden berkuda beberapa hari yang lalu.

“Untuk saat ini demamnya sudah mulai turun, tapi kami harus memonitor suhu tubuh Yang Mulia selama beberapa jam lagi… Dia akan baik-baik saja setelah istirahat selama beberapa hari…” dokter itu menghela napas, tidak sengaja menunjukkan kelelahannya. Bagaimanapun, ia telah merawat sang putri selama beberapa waktu, tanpa beristirahat.

“Kim, kau mau kopi?” saran Sir Yoon, memberi petunjuk tak terucap bagi dokter itu untuk meninggalkan ruangan, mengizinkan anak-anak muda itu untuk ditinggal sendirian.

“Ya, segelas kopi terdengar menyegarkan…” jawab Dr Kim, “Saya akan ada di luar kalau kalian membutuhkan saya…”

Setelah meninggalkan instruksinya, Dr Kim dan Sir Yoon melangkah keluar ruangan, meninggalkan dua gadis yang berdiri canggung di ruangan yang tenang. Dengan gugup Sooyoung meletakkan handuk basah itu di atas nampan. Ia tidak benar-benar siap menghadapi Jessica sekarang ketika mereka sendirian. Bagaimana jika gadis itu ingin tahu penjelasan tentang foto-foto skandal itu?

“Terima kasih.”

Sooyoung sedikit bingung. Ia tidak pernah menduga hal itu.

“Kalau bukan karenamu, kami bisa-” Jessica berhenti, memikirkan akibat yang mungkin terjadi. ”Kau menyelamatkan Yul…”

“Tidak, aku tidak menyelamatkannya…kaulah yang berada di sana untuk dia… Kau melindunginya.”

“Tidak, dia terluka karena… aku…” ucapannya melemah.

Tidak dapat tetap diam atas situasi itu, Sooyoung mengutarakan pikirannya.

“Dia terluka karena dia mencintaimu.”

Jessica tetap diam, merasa bersalah dengan kondisi sang pangeran. Sooyoung melangkah lebih dekat menuju gadis itu.

“Aku telah mengenalnya selama hampir dua dekade. Aku belum pernah melihat dia begitu terlibat dengan siapa pun. Dia sungguh tidak bisa berkelahi. Dan baginya untuk berkelahi melawan orang itu… hanya untuk kau…”

Sooyoung menaruh tangannya di bahu Jessica.

“Ini menunjukkan seberapa besarnya dia mencintaimu.”

*****

“Duduklah dan jangan bergerak… Kau harus beristirahat, pergelangan kakimu belum sembuh sepenuhnya,” Sooyoung segera mendorong Jessica kembali ke posisi duduk. Ia telah menggeser kursi untuk ditempatkan di dekat tempat tidur sehingga Jessica bisa tetap duduk sambil merawat sang pangeran.

“Tapi kau juga lelah,” kata Jessica, merasa malu karena seluruh tim diutus untuk mencarinya dalam cuaca buruk.

Sooyoung mengambil handuk dari Jessica dan menyerahkan handuk baru, “Apa kau tidak memperlakukanku sebagai seorang teman?”

“Tidak, bukan begitu maksudku-”

“Bagus. Kalau begitu tetaplah di sini dan serahkan sisanya padaku. Yang paling dibutuhkan oleh pasien ini sekarang hanyalah perhatian Perawat Jessica yang lembut dan penuh cinta…” Sooyoung membuat ekspresi mabuk cinta dan Jessica hampir melemparkan handuk ke wajahnya jika ia tidak membutuhkannya untuk menyeka dahi dan leher Yul agar membuatnya tetap dingin.

Sebuah bisikan yang terdengar samar-samar menarik perhatiannya dan ia segera berbalik menghadap asal suara.

“Dia sudah bangun!” Jessica memanggil Sooyoung penuh semangat. Gadis itu langsung bergegas menghampirinya, dan yang membuat mereka kecewa, ternyata Yuri hanya bergumam dalam tidurnya.

“Aku rasa… itu terjadi… sekali-sekali…” jawab Jessica malu-malu. Sooyoung hanya bisa menertawakan kesalahan gadis itu.

“Tentu saja.”

Jessica terus merawat sang pangeran sepanjang malam, memeriksa suhu tubuhnya dengan termometer digital secara berkala. Suhunya sudah cukup konstan, tidak lagi menunjukkan tanda-tanda demam. Ia berbalik ke belakang dan menemukan gadis yang tertidur lelah di sofa.

Menaruh handuk basah itu ke samping, dengan lembut Jessica meletakkan jarinya menuruni batang hidung Yul, melewati luka samar di bibir sang pangeran yang ia tahu adalah perbuatan ayahnya. Ia mencondongkan wajahnya ke depan, mengecup luka itu dengan ringan, berharap luka itu akan sembuh seketika. Ia terus menatap wajah tidur laki-laki itu sambil jemarinya menelusuri lembut garis wajahnya.

“…Jangan tinggalkan aku… Sica…”

Kali ini, Jessica bisa mendengar kata-katanya dengan jelas. Matanya seketika basah karena air mata saat ia memegang tangan Yul, dan berbisik ke telinganya.

“Aku di sini… Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi…”

*****

Kedua orangtua bingung itu keluar dari istana kediaman sang putri dengan terburu-buru, tidak sengaja menabrak Raja dan Ratu yang datang berkunjung.

“Di mana anakku? Di mana kau menyembunyikannya?” Tanya Lord Jung menuduh.

“Apa yang kau bicarakan?” Jawab Raja Chung.

“Jessica hilang! Dia tidak ada di mana-mana!”

“Tenanglah! Apa maksudmu dia hilang?”

“Yah! Kita sudah lama berteman… apa kau mencoba untuk menyembunyikan dia sehingga dia tidak bisa berbicara demi dirinya sendiri? Ini adalah konspirasi, bukan? Kau mencoba melindungi anakmu sendiri!”

“Tidak, tentu saja, tidak! Apa kau sudah mencari dia secara menyeluruh? Mungkin dia ada di kamar mandi- ”

“Yah! Kau rubah tua licik! Aku sudah muak denganmu!” Lord Jung menerjang maju.

“Oh ya! Kau monyet tua gila! Aku belum menyelesaikan masalah lamaku denganmu!”

Raja Chung membuang citra baiknya dan bergulat dengan kawan lamanya, berperilaku seperti dua anak laki-laki sekolah dasar yang berebut mainan. Istri-istri mereka berdiri jauh dengan ekspresi yang sama, “Laki-laki…”

Para pengawal berdiri di dekat mereka bersiap untuk melerai perkelahian, hanya untuk tercengang ketika keduanya tertawa terbahak-bahak dan jatuh ke lantai.

“Hanya ada satu tempat di mana dia mungkin berada…”

“Ya… kamar anakmu…”

Orangtua berisik, lebih tepatnya kedua ayah berisik, berjalan melintasi halaman, berdebat tentang kesejahteraan status anak mereka.

“Anakmu harus menjelaskan semuanya dengan jelas!”

“Tentu saja…”

“Dan anakmu harus meminta maaf atas semua perbuatannya!”

“Anakku punya nama, Yul… Kwon Yul!”

“Terserahlah!”

“Yah! Kau masih kasar seperti dulu.”

“Oh ya! Bagiku, kau hanyalah anak nakal yang duduk di sampingku selama kelas berlangsung, kau yang kebetulan menjadi Putra Mahkota Korea dan tumbuh dewasa menjadi Raja!”

“Sama! Kau hanyalah monyet kecil yang memakan bekal makan siangku, kau yang kebetulan menjadi Kepala marga Jung dan sekarang Direktur Utama Perusahaan multi-miliar Jung.”

Kedua istri yang mengikuti di belakang mereka menghela napas, “Laki-laki…”

Mereka terus berisik sampai mereka melihat pemandangan anak-anak yang tertidur berdampingan dengan nyenyak. Jessica membaringkan kepalanya di samping Yul dan tangan mereka terjalin nyaman di samping.

Kedua ibu itu segera mengantar suami mereka keluar dari ruangan, melindungi privasi anak-anak mereka.

“Aku rasa…” kata Lord Jung lebih dulu, diikuti oleh Raja Chung, “Mereka benar-benar jatuh cinta…”

*****

“Kami memang melihat Yang Mulia Pangeran Yul mencari putri mahkota di tengah hujan! Jika kau bertanya apakah skandal antara putra mahkota dan pengawalnya itu benar atau tidak, aku pasti akan mengatakan tidak!” Gadis yang sedang diwawancarai itu menyatakan gambarannya betul-betul. Di latar belakang, beberapa siswi mengangguk setuju.

“Dari penemuan baru, foto baru dari putra dan putri mahkota yang sedang berlibur di Jeju telah dirilis oleh sesama rekan kami yang kebetulan sedang mengambil foto berdua di pantai.”

Sebuah foto jelas menggambarkan seorang gadis yang tersenyum ke depan, berpose ke arah kamera sementara dua orang yang diidentifikasi sebagai pangeran dan putri tengah berbagi minuman di bawah payung di latar belakang yang jauh.

“Keaslian gambar telah diverifikasi oleh juru bicara Istana yang menegaskan bahwa baru-baru ini pangeran dan putri memang melakukan perjalanan singkat ke Jeju. Kami juga telah berbicara dengan manajer hotel tempat menginap pangeran dan putri selama liburan mereka.”

“Oh, ya… Aku tidak menyadari itu adalah putra dan putri mahkota ketika mereka tinggal di hotel kami. Aku benar-benar berpikir mereka baru menikah! Haha, oh…dari caraku melihat interaksi mereka, mereka jelas-jelas jatuh cinta! Tidak diragukan lagi!” Manajer hotel berkacamata itu melambai penuh semangat di depan kamera tapi rekaman itu segera digantikan oleh rekaman live dari studio penyiaran.

“Foto-foto yang terungkap hanya disiarkan dengan singkat sebelum siaran langsung selama pertunangan tadi malam dihentikan dan jutaan pemirsa di rumah sedikit terkejut karena pergantian acara secara mendadak. Ribuan netizens yang menyerbu server Naver hanya beberapa menit setelah siaran mengungkapkan keterkejutan mereka atas skandal itu dan di luar dugaan, sebagian besar dari mereka telah mengambil sikap pembelaan untuk sang pangeran yang telah mempertahankan citra yang baik di masyarakat selama bertahun-tahun. Analis politik telah memberikan pendapat mereka bahwa sangat tidak mungkin Yang Mulia Pangeran Yul, Pangeran Mahkota Korea, akan kehilangan posisinya sebagai pewaris takhta kekaisaran. Penyelidikan masih berlangsung, dan keluarga kerajaan belum menghapuskan kemungkinan tindakan yang menyabotase nama putra mahkota itu. Pernyataan resmi dari istana akan dirilis di kemudian hari.  Berita pagi KBS-”

Layar televisi kosong seketika ketika remote dibanting di atas meja dengan keras.

“Aku tidak memercayai keberuntungannya…”

“Yang Mulia…”

“Taewoo… beritahu aku apakah ada cara lain yang bisa membuat anak nakal itu kehilangan posisinya?”

Dia berdiri diam di samping. Pangeran Jin menempelkan ujung jari kedua tangannya dan membentuk segitiga.

 “Aku rasa… kita harus melangkahi mayatnya terlebih dahulu…”

Pangeran licik itu menyeringai.

“Taewoo ah… Taewoo ah…” Pangeran Jin beranjak dari kursinya dan berjalan dengan bangga ke arah ajudan trampilnya, menepuk bahunya.

“Kau harus tahu aku melakukan semua ini untukmu… Aku hanya mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu…”

Taewoo mengertakkan giginya. Setelah bertahun-tahun menderita, dan tahun-tahun panjang ia lalui seorang diri setelah kematian dini ibunya ketika ia hanya seorang anak kecil, ia akhirnya akan mampu merebut kembali gelar yang pantas dimilikinya setelah Pangeran Jin kembali ke posisinya.

“Ya… Ayah…”

~~~;~~~;~~~

TBC

besok gue edit lagi deh *yawn* i’m sleepy *yawn*

credit: choki @SSF

boiboi~

Advertisements

41 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Chapter 20]

  1. akhirnya lu update juga thor dah bosen gw nunggunya
    akhirnya rahsia yuri diketahui oleh tim dokter kim untung mereka mau menjaga rahasianya dan sica masih mau mendengarkan perkataan soo kalau yuri mencintainya
    ditunggu next chapternya thor dan kelanjutan unlike him

  2. Eeehhhh si neng tarra apdet nih….
    Gilliiiing,,,,,, gue udah nunggu lama beud buat nih ff.
    Jadi. Si. Taewoo. Anaknya. Pangeran. Jin? Ko pada gk ada yg tau sih ????
    Nahh itu bapaknya yulsic kelakuannya kocak ya… Dasar kelakuan,,,, kelakuaaannn… Bodor lah
    Lankut deh tarraa….

  3. akhirnyaaa update jugaaaa,,,
    jadi taewo itu anakna pangeran Jin,, hmmmm ,,tp ko pda gga ngeh,,
    Raja Chung sma Lord Jung kocak yeeee,,,,, hahahahah,,,,
    semoga putri yuri sgra mengakuinya,,,

  4. Akhirny ni ff d lanjut jg setelah nunggu berabad2….
    Jd nambah lg yg tau soal identitas yul…tp untung smua ny mo nutupi rahasiany yul…
    Bapak ny yulsic kocak jg nich…
    Oh….jd trnyta taewoo anakny om jin…
    Duh yul mo d celakai lg m om jin…
    Lanjyt thor…semangat…

  5. ak deg2an bca ny…
    takut identitas yuri ketahuan sbelum waktu nya
    untung aja tuh dokter bsa jaga rahsia…

    ayah yg kekanak2an..
    jd taewoo ank nya si jindanjun…

  6. Aaaaaah terakhri gw mampir kapan yeee ????
    Miaaan yang laen beluum ke baca jadiii jejakkk di sini duluu yeee …

  7. Yeaay update juga akhirnya . Untung aja tuh dokter bisa di ajak kerja sama . Ahh sweet banget si yulsic beda ama bapaknya udh kaya tom and jerry haha

    Makin seru ceritanya , di tunggu thor 😀

  8. Annyeong…

    Tarra, akhrnya lo kombek jga.
    Miss u…

    Blum di bca part ini,, mau di save dlu.
    Next nya jngan lma2 ye.
    Bye…

  9. Akhirnya nih ff apdet juga kekkeeke
    Walaupun identitas yuri udah ketahuan sama dokter kim tapi gw masih nunggu sica yang tau :3
    Tiap chapter makin bikin penasaran aja nih ff~~

  10. Akh… Akhirnya update jg ^o^. Thx buat author, thx jg buat yg udah mention… Gw emang udah nungguin bgt klanjutn ff ini ^^

  11. skrg bknny yoon n soo j y tw klo itu yuri bkn yul smg smw ny slesai dh….dsr “laki-laki” haha kocak…pangeran yul knp blm nongol y kn ksian yuri soo n org2 yg udh tw trus2an boong ap lg boong m sica jd pgn cpt cpt end pnsrn

  12. Akhirnyaaa… Datang juga!
    Selamat dataaaang… “ƗƗέƗƗέƗƗέ”

    Itu scene duo ayah geje bikin ngakak dah.
    Ahaha

    Hatur taengkyu buat apdetannya…

  13. wakakakakaaaa asek lo update buat gw nih plaaaakkkk #keGRan
    oksip gomaomao^^ tarra
    Hahaha untunglah Dr.Kim bisa ngertiin keadaan… ettdaahh tawon itu anaky jin ?
    okdahhh next musti gw mention lg nih biar lo update lg hahahaaa… g udab di edit… paham kok ^^

  14. wakakakakaaaa asek lo update buat gw nih plaaaakkkk #keGRan
    oksip gomaomao^^ tarra
    Hahaha untunglah Dr.Kim bisa ngertiin keadaan… ettdaahh tawon itu anaky jin ?
    okdahhh next musti gw mention lg nih biar lo update lg hahahaaa… g usah di edit… paham kok ^^

  15. akhir.y lo update jg.. uhhh ampe bosen gw nunggu.y
    ni drama ngk ada abis”.y yeeee dan makin lama badai pun makin bertambah.. hufftt kacian yulsic nyaaaa
    Eehh btw, Taengkyu ye neng..akhir.y lo comeback jg hehe

  16. wah taewoo n pangeran jin jahat mw rncana pke bunuh yul sgla buat rbut psisi pgran mhkota..gawat…smpe skrg sica gtw klo yul itu putri yuri…hadeh…mkin rumit…..trz pngeran yul asli kmna?kok hilang?lnjut y..

  17. Untungnya permasalahan yulsic gak nyampai berlarut-larut walaupun identitas yul diketahui ma sica tapi untungnya yulsic bisa balikan lagi

  18. Hampir aja identitas asli pangeran yul kbongkar,, untung dokter kim bisa bkerja sama,,
    raja chung sma lord jung kocak bgt,,
    yuri cepet bgt sbelum pangran jin sm taewoo bunuh kamu

  19. Yeess update!! Khaaaa untung dr.kim bisa jaga rahasia, jd identitas yuri ga ke buka dehh.. Waaaa sicababy hebat bgt yaaa bela2in nyamperin yul>< yulsic sweeeettt{}

  20. akhirnya update juga.. hampir bintitan nih mata ngintip wp ini terus#plak hahahaha
    dilaniut update nya ^^

  21. “Laki-laki”
    Hhaha.. kocak abis aki aki pada berantem, lol..
    Ey ey ey yulsic makin dalem aja nii, dan ternyata taewoo tuh anaknya pangeran jin kok semua pada gag tau yah, ada apa ini ? Hemm…
    Aigoo hiatus luw lama kali tarra, & makasih udah kembali #cengirkuda.. next ye..

  22. hahhaha.. turut berterimakasih sama kk yang udah mention author…
    tdi lagi cek baby cek..
    kirain tadi halusinasi klo author udah bakil… ekh pas diliat bener2 udah update… hahahh jingkrang2.

    back ke fanfic
    oh good, gimana cara jelasihnya. masalah klo yul itu perempuan… bakalkah sica tetep cinta yul?
    trus gimana sama pernikahannya????
    andwee, trus kisah cerita yul dan sooyoung bakal berlanjut??
    oohhh ini bener2, dan itu pangeran jahat.. mau rebut sooyoung kan??? licik bgt

    gomawo thor udah bakil dan kk yg mention author..
    kereeennn

  23. akhirnya nongol jg nih, welcome back:-D:-D
    udh brjamur nungguin nih epep
    whooaaa yulsic so sweet, dokter kim keren bs jaga rahasianya yuri
    para babenya yulsic kok pd lucu ya:-D:-D

  24. wahhh akhirnya update juga.
    maaf thor baru bisa koment di part ini,
    karna sebelumnya aku baca melalui hp jadii kagak bisa komen

  25. ia dasar pangeran jin kenapa jahat banget sih lhu jadi orang..
    yulsic makin mesra aja..
    kayak mana ya jadinya kalau yul oppa ketahuan..
    aduh makin penasaran..
    lanjut tar .
    ditunggu ya..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s