Unlike Him [Chapter 21]

Hi…nah kan ada yang mention lagi -__-” gue mah gampang sih, kalo di mentionnya pas gue lagi rajin ya pasti gue kabulin, tapi kalo lagi males ya taulah 😀 *don’tmentionmeanymoretho*

enjoy~

~~~ ~~~ ~~~

Chapter 21

 

“Waktunya mengakhiri semuanya,” kata Mr. Jung saat ia selesai menandatangani selembar cek, ia dan Donghae telah bekerja sama sejak tiga tahun lalu. Mrs. Jung yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi membuka matanya lebar-lebar, ketika Mr. Jung menyerahkan cek itu kepada laki-laki yang lebih muda.

“Apa yang terjadi di sini, Sayang?” Tanyanya.

Pria tua itu menghela napas dan mengangkat tangannya ke arah Donghae, “Sebenarnya dia bukan pacar Jessica. Dia adalah orang yang aku ceritakan beberapa tahun yang lalu, anak yang aku lihat tergeletak di jalan, tak sadarkan diri. Aku membayarnya untuk merawat Jessica,” jelasnya.

“Tapi… Jessica… dia pikir…”

“Jangan khawatir Bu, Jessica dan saya tidak seperti yang Ibu pikirkan. Saya tidak pernah merasakan apa pun untuknya, saya hanya menganggap dia sebagai adik saya,” katanya dengan yakin, terlepas dari perasaan berat yang ia miliki dalam benaknya dengan pemikiran untuk meninggalkan Jessica. Ia sangat mencintainya. Ia menelan ludah, “P-pada saat yang sama, saya rasa dia masih mencintai Kwon Yuri.”

“Maksudmu, ini… semua ini adalah kebohongan?” Tanya Mrs. Jung melihat kedua pria itu secara bergantian. Dan mereka mengangguk bersamaan.

“Kau melakukan pekerjaan dengan sangat baik,” kata Mr. Jung sambil menepuk bahu Donghae. “Mulai hari ini, kami akan mengurus semuanya.”

“Ya, Mister Jung, tapi saya harap saya masih bisa melihatnya bahkan untuk terakhir kalinya.”

“Tentu saja,” Mr. Jung mengangguk. “Terima kasih. Terima kasih banyak, kau sungguh anak yang baik. Kalau saja Jessica tidak mengenalmu sebagai pacarnya, aku bisa mengadopsimu. Tapi kumohon, jika kau membutuhkan sesuatu, panggil saja aku. Aku akan melakukan apa saja untuk membalas kebaikanmu, oke?”

Donghae tersenyum dan mengangguk. “Tidak apa-apa Pak.”

“Kau bisa memanggilku Ayah,” kata Mr. Jung, tertawa. “Tidak apa-apa, kan?” Tanyanya kepada istrinya.

Mrs. Jung tersenyum, mengangguk pada mereka.

“Terima kasih, A-ayah.”

Mr. Jung memeluknya dengan senang hati dan tersenyum lebar setelah melepaskan pelukannya. Bahkan meskipun sedikit terlambat, keinginannya untuk memiliki anak laki-laki menjadi kenyataan. Meskipun ia memperlakukan Yuri sebagai anaknya, Donghae adalah yang pertama, saat ia datang untuk merawatnya sejak saat itu.

“Kau mau pergi ke mana sekarang?” Tanya Mrs. Jung.

“Saya akan pergi ke mana pun, memulai hidup baru, Bibi, uhm, maksudku i-ibu,” jawabnya canggung.

Seperti suaminya, Mrs. Jung mengambil kesempatan dan menariknya ke dalam pelukan. “Aku tahu kau sudah menjadi bagian dari hidup Jessica dan Jisoo, oh, Ji-Jisoo, dia, kau bukan…”

“Bukan,” ia membenarkan.

“S-siapa…”

“Kwon Yuri, dia adalah ayah Jisoo,” ia memotong ucapannya.

“Tuhan! Aku sudah mengetahuinya!” Mrs. Jung kemudian melemparkan tatapan tajam pada suaminya. “Kau… selama ini kau mengetahuinya. Bagaimana bisa kau menyembunyikannya dariku?” ia cemberut.

“Aku harus menyembunyikannya dari semua orang, terutama Yuri yang terus bertanya kenapa aku tidak mencari Sooyeon. Aku harap kau mengerti sayang,” dia tersenyum, memeluk istrinya dari belakang.

“Sekarang, aku tahu kenapa Yuri bekerja di perusahaan kita.”

Donghae yang sedang menonton pasangan itu tidak bisa menahan senyumnya. Mrs. Jung begitu mirip seperti Jessica.

“Pak…” salah satu dokter mengetuk pintu.

“Dokter Kang, silakan masuk.”

Dr. Kang masuk dan ketiganya duduk saling berdekatan. “Silakan mulai, Dokter Kang.”

Dr. Kang mengangguk dan berdeham. “Saya khawatir transplantasi jantung adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Jessica dan itu harus dilakukan sesegera mungkin karena sistem tubuhnya semakin melemah. Kita harus mempersiapkan dirinya sekarang sehingga jika kami bisa mendapatkan donor jantung, pasien akan segera menjalani operasi.”

“Apakah kau sudah menemukan jantung untuknya? Bisakah kita menemukannya dengan mudah?” Tanya Mr. Jung.

“Pak, sebenarnya untuk menemukan jantung ini sedikit lebih sulit dan proses operasinya berat. Kami sudah mencarinya sejak kemarin tapi belum ada jantung yang cocok untuknya.”

“Tolong, kumohon lakukan apa saja. Aku akan membayar berapa pun itu. Bahkan kau bisa mengambil semua kekayaan kami hanya untuk menyelamatkan putri kami,” kata Mr Jung, air mata membayang di matanya.

“Ya, Pak. Kami akan melakukan yang terbaik.”

“Terima kasih.”

*****

“Menemukan jantung…” pikir Donghae saat ia sedang dalam perjalanan menuju kamar Jessica. Begitu membuka pintu, matanya melebar melihat gerakan yang dilihatnya. Tiba-tiba, Yuri menoleh ke arahnya, menyadari kehadirannya.

“Hae…” panggil Yuri gugup. Tapi Donghae tetap diam dan berbalik berlari keluar dari ruangan. Ia menangis, ia menangis untuk yang kesekian kalinya hari itu. Ia menangis di sepanjang lorong sampai seseorang menghentikannya dengan meraih pergelangan tangannya.

“Maafkan aku,” orang itu adalah Yuri.

“Kita… kita perlu bicara,” ia menghadap Yuri, menyeka air matanya. Ia menatap matanya. “Apa kau mencintai Jessica?”

“Perasaanku… perasaanku tidak diperlukan lagi,” jawabnya sambil menunduk.

“Aku tanya!” Teriaknya. “APA KAU MENCINTAI JESSICA?”

Yuri terkejut mendengar ledakan laki-laki itu. Ia menelan ludah dan menjawab dengan pelan, “Ya, Aku mencintainya.”

“KENAPA SEKARANG? Huh! Kenapa kau membutuhkan waktu tiga tahun hanya untuk menyadari bahwa kau benar-benar mencintainya?” teriak Donghae dengan marah kepadanya, ia meraih kerah bajunya. Tapi melihat bagaimana Yuri bahkan tidak bergeming, ia memukul Yuri dengan keras hingga jatuh ke lantai. “Jessica sangat tidak beruntung karena jatuh cinta padamu! Bahkan jika aku berada di posisi dia, aku tidak akan membiarkan Jisoo mengetahui kau sebagai ayahnya!”

Keduanya terdiam setelah pengungkapan yang tiba-tiba. Donghae menampar dirinya secara mental karena kata-kata yang ia serukan sementara Yuri membelalakkan matanya. Dengan cepat, Donghae mulai berjalan keluar dari tempat itu, dan untuk kedua kalinya, Yuri meraih pergelangan tangannya untuk menghentikannya.

“Apa katamu?” teriak Yuri sambil meraih kerah laki-laki itu. Tapi Donghae tetap diam. Dengan cepat mereka bertukar posisi dari posisi mereka sebelumnya. “Sialan, APA YANG KAU KATAKAN?”

Mendorong tangan Yuri dari kerahnya, Donghae menatapnya, “Kau ingin mendengar apa yang aku katakan? Kau ayah Jisoo. puas?” Teriaknya kembali dan menunggu reaksinya. Ia mendengus saat ia melihat betapa hancurnya Yuri. “Tentu saja kau tidak tahu, kau adalah orang yang paling bodoh yang pernah aku tahu. Menyuruh Jessica mengaborsi Jisoo? Melenyapkannya? Apa-apaan kau Yuri, aku tidak memercayai pengakuan cintamu. Kau bahkan tidak memikirkan bagaimana perasaannya ketika kau menyuruh dia melakukan hal itu.” Donghae meninggalkannya dan berjalan keluar. Jessica layak mendapatkan pria yang lebih baik daripada Yuri tapi lucunya kenapa, kenapa dari sekian banyak pria di dunia ini Jessica masih tetap mencintai Yuri?

*****

“Aku minta segelas whisky lagi,” seru Donghae ke salah satu bartender.

Ia mabuk setelah menghabiskan malamnya di sebuah kelab. Ia sudah kaya sekarang, ia bisa membeli apa saja dan segalanya dengan uang yang ia dapatkan. Tapi di dalam hatinya, Donghae merasa sangat buruk, apa yang bisa dilakukan uang ini untuknya. Keluarganya, keluarga satu-satunya, kehilangan mereka seperti kehilangan hidupnya.

‘Memulai hidup baru? Siapa yang aku bodohi,’ pikirnya. Selama tiga tahun bekerja sebagai penjaga Jessica dan anaknya adalah hidupnya. Ia jatuh cinta pada Jessica dan meninggalkan mereka terasa seperti sekarat. Betapa rumit hidupnya.

“Hei,” sapa seorang gadis, menariknya keluar dari lamunannya. “Ini pertama kalinya aku melihat kau di sini, pemula?” Tanya gadis mabuk itu.

“Ya,” ia membenarkan, meneguk whiskynya.

Gadis itu menepuk bahu Donghae, membuatnya menoleh padanya. “Kau terlihat sedih. Ada masalah?”

Donghae tetap diam dan hanya menatapnya. Gadis itu mendengus padanya dan menariknya untuk berdiri dari tempat duduknya. “Ayo. Hilangkan masalahmu dengan menari. Ini mungkin solusi terbaik.”

Untungya Donghae setuju dan membiarkan dirinya diseret oleh gadis yang tidak dikenalnya. Keduanya menari seolah-olah tak ada hari esok, kemudian mereka memutuskan untuk beristirahat.

“Aku bisa lihat kalau kau akhirnya tidak menyedihkan lagi!” Teriaknya melalui telinganya.

“Ya, terima kasih. Kau?” Tanyanya sambil meneguk segelas whisky.

“Victoria. Kau bisa memanggilku Vic dan kau?”

“Donghae, panggil aku Hae.” ia tersenyum dan menjabat tangannya. Setelah beberapa minuman mereka memutuskan untuk keluar dari bar. Dengan senang hati mereka berjalan bersama tanpa tujuan.

“Katakan padaku, kenapa kau bersedih?” Tanya Victoria.

“Ceritanya panjang,” ia tertawa.

“Kita sedang dalam perjalanan tanpa tujuan, ayolah ceritakan padaku, kita punya banyak waktu untuk membicarakan hal ini.”

Donghae menatapnya dan tersenyum. “Gadisku… bukan…temanku… uhm, mungkin kau bisa menyebut kami…”

“Statusmu dengan gadis ini sungguh rumit, tidak heran kau tertekan. Ceritakan tentang gadis ini, apa yang terjadi?”

“Dia temanku yang menjadi pacarku, aku bisa merasakan kalau dia memperlakukanku sebagai teman bahkan meskipun kami berciuman dan berpelukan, tapi dia menyebutku sebagai pacarnya. Sekarang, hubungan kami sudah berakhir.”

Victoria tertawa, “Wah, sungguh tragis. Lalu kalau kalian sudah berakhir, apa masalahmu?”

“Dia sekarat, dia membutuhkan jantung,” Victoria tertawa. “Hanya bercanda.” Tiba-tiba ponselnya berdering. “OMMA!” Ia berbicara melalui telepon. “Ya… Aku di sini… tidak terlalu jauh dari bar… oke… aku akan menunggumu…” panggilan berakhir lalu cepat-cepat ia beralih ke Donghae yang sedang melamun. “Sampai di mana kita?”

Donghae tidak menjawab.

“Hei Hae!” Ia menepuk bahunya.

“Ya.”

“Kau mengantuk? Ayo kita tunggu ibuku, Aku akan memberikan tumpangan,” dia menawarkan.

“Ah… tidak, aku ingat aku harus membeli sesuatu dari rumah sakit. Apakah ada rumah sakit terdekat di sini?” Tanya Donghae, sungguh-sungguh.

“Uhmm, ya. Di sudut sana, di dekat persimpangan.”

“Terima kasih Victoria. Senang bertemu denganmu,” Donghae tersenyum.

“Aku juga,” dia balas tersenyum, bingung dengan perubahan suasana hati laki-laki itu. Donghae kemudian berbalik dan mencium bibirnya dengan singkat membuat gadis itu terkejut. Ingin memperpanjang ciuman mereka Victoria kembali menariknya dan menciumnya dalam-dalam. “Aku harap aku bisa bertemu denganmu lagi,” katanya saat mereka melepaskan ciuaman.

“Ya, Aku juga.”

*****

“Aku ingin menyumbangkan jantungku,” katanya kepada seorang perawat.

“Tuan, menyumbangkan jantung dengan keadaan Anda yang sekarang sedikit mustahil,” jawab perawat itu.

“Mustahil? Ayolah, ambil jantungku, kumohon, pacarku sedang sekarat.”

“Tuan, kami tidak bisa dan kami tidak akan mengambil jantung dari orang yang hidup dan bernapas,” perawat itu bersikeras.

“SIALAN!” Ia berteriak marah pada perawat itu dan mulai membuat kekacauan di lobi rumah sakit. Karena sudah dini hari, ia adalah satu-satunya orang yang terlihat. Untuk menghindari keributan lebih parah, perawat itu memanggil penjaga di luar.

Berpikir bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, mata Donghae tiba-tiba mendarat pada pistol si penjaga.

*****

RINGGGGGGGG…………. RINGGGGGG……….

Mr. Jung mengerang saat ia meraih telepon.

“Halo.”

“Mister Jung, maaf mengganggu Anda, kami memiliki kabar baik untuk Anda, saya Dokter Kang.”

“Oh, Dokter Kang, lanjutkan.” Kata Mr Jung.

“Kami akhirnya menemukan donor untuk putri Anda, pak.”

“Benarkah? Bisakah kau beritahu aku siapa namanya, sehingga aku bisa berterima kasih pada keluarganya, mereka harus tahu betapa bersyukurnya aku,” kata Mr. Jung.

“Pria ini bernama Donghae, Mister Jung,” jawab Dr. Kang.

Ia terkejut mendengar nama itu.

“Mereka bilang dia telah melakukan bunuh diri dan dia benar-benar memaksa perawat rumah sakit untuk mengambil jantungnya untuk pacarnya yang sekarat.” Jelas Dr. Kang.

Air mata mengalir tanpa henti di wajah Mr. Jung.

“Pak, seperti yang dijanjikan operasi akan dilakukan sesegera mungkin, kami akan membawa nona Jessica pagi ini begitu matahari terbit.”

Merasa tangannya mati rasa, ponsel Mr. Jung terlepas dari genggamannya dan Mrs. Jung yang khawatir terbangun, memeluknya.

“Donghae kami,” ia menangis dengan keras. “Dia meninggal untuk memberikan jantungnya kepada Jessica.”

 ~~~_~~~_~~~

TBC

gah Victoria jadi ketemu Donghae noh gegara kalian minta ganti cast LOL

HAHAHAHA sawry guys~

credit: zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

36 thoughts on “Unlike Him [Chapter 21]

  1. wah ternyata hae org byaran mr jung.. tp bner” cinta mati ama sica.. so.sweet deh… eh ntar jisoo mau gak y nerima yul jd daddy.nya..??

  2. hmm hae mpe rela nmbak diri krn tllu cinta pd sica tp ttp j hatiny milik kwon seobang.hmmm thor nextny moment yulsic y okey hehe.tp bmr g sih sica msh cinta m yul…smg nextny ad prsaan sica yg sbnrny k yul

  3. Annyeong ……

    Oh akhirnyaaaaah, ak bgtu mrindukan update an ini … akhirnya ….

    Donghae kami mengorbankan jantung nya untk jessica ,,, oh maay,, ak padamu donghae yaaa ……
    Yuri, dia udh tau skrang jisoo anaknya …ak hrap mreka cpet” kmbali YulSic kami cpet” kmbali … kkee
    Mkin penasran next chap nyaah ,smga gak lama ….
    Ttep SEMANGAAAAAAAT

  4. Hehehe thanks ka tarra udah mengabulkan 😀
    tp yeee sama ajeeu ini double-_-

    kpn yulsic bersatu?pffttt
    hae koit? Seneng ga seneng sih wkwk okeey lanjut yahh tiap minggu updatenya! Wkwk *reader gatau diri*

  5. Ooo jd critanya donghae suruhan daddy jung.. Nyata dia emang cinta sma neng jess.. tp sica ttp punya kwon seobang seorg.. Harga mati wkwkwk

  6. aku sangat tidak menyukai Hae oppa soalnya dia suka hadir diantara Yulsic tpi kali ini aku salut sama Hae oppa yg rela mati demi hidupnya jessica! gomawo thor uda endongin hidupnya hae oppa

  7. Hae bener-bener sayang ma sica nyampe ngerelain jantungnya buat sica
    Yul udagh tau kalau jisoo itu anaknya apa yang bakal yul lakuin

  8. hae memang udah cinta mati sama sica, sampe relain jantung ya buat sica
    untuk yg ini hae the best deh klo dibandingin yg sudah2, selalu jd perusak hubungan yulsic

  9. yaa ampun rada kasian sekarang sama donghaenya. mungkin klo jessica gak butuh jantung, si donghae bisa memulai dgn yang lain tapi ternyata dia melakukan hal yg mengejutkan. wow, speechless

  10. jadi itu toh ceritanya, sekarang gue tau siapa namja ikan itu..
    aduh yul oppa akhirnya tau kalau jisoo itu anaknya…bagus deh.. ayo oppa beejuang..
    ternyata namja ikan itu baik juga ya, dia mau relain jantungnya demi sica onnie..
    thanks donghae..
    lanjut chingu..
    ditunggu ya..
    see you,, semangat..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s