Unlike Him [Chapter 23]

Hi Guys…how r u??? 😀

enjoy~

~~~ ~~~ ~~~

Chapter 23

 

Keluarga Jung baru saja menyelesaikan makan malam mereka ketika Tiffany memutuskan untuk pergi ke kamar kakaknya. Mr. Jung telah memberitahu mereka bahwa mereka akan mengunjungi tempat pemakaman besok pagi sehingga mereka memutuskan untuk beristirahat. Taeyeon tidur di kamar mereka karena ia merasa lelah karena ‘aktivitas’ mereka sebelumnya.

Tiffany mengembuskan napas, “Sekarang waktunya untuk menguji kemampuanmu, Tiffany Kim.” Ia kemudian mengetuk pintu, membuat air matanya lebih terlihat.

Jessica segera membuka pintu dan tersenyum begitu ia melihatnya. Tiffany langsung memasang raut ‘cemberut’ di wajahnya dan memulai sandiwaranya.

“Bolehkah aku masuk?” Tanyanya.

“Tentu,” jawab Jessica dan membuka pintu lebar-lebar. “Ada apa?” Tanyanya.

“Taeyeon,” ia mengembuskan napas keras-keras sambil duduk di sofa kecil. Jessica mengikutinya.

“Apakah kalian bertengkar atau semacamnya?” tanyanya cemas.

“Ya.”

“Apa yang terjadi? Kalian berdua sangat romantis sebelumnya!” Ia mengerutkan keningnya.

“Kami tidak mau orang lain tahu kalau kami sedang bertengkar,” ia semakin cemberut dan berada di ambang tangisnya.

“Jadi tadi itu hanya pura-pura?” Tanya Jessica, tidak percaya.

Tiffany mengangguk.

“Apa masalahnya?”

“Aku…aku…” Tiffany memulai dengan air mata yang menggenangi matanya. Pernah menjadi seorang pemain sandiwara sekali membuat semuanya terasa mudah baginya. Ia berdeham dan melanjutkan. “Aku mengirim sms padanya dan menanyakan di mana dia tadi malam untuk kencan kami yang sudah kami pesan minggu lalu,” ia terisak. “Dia tiba-tiba membalas dan memberitahuku kalau dia tidak bisa datang tepat waktu karena dia sedang mengikuti rapat yang sangat penting. Me-meskipun aku kecewa dan sedikit terluka, aku pulang ke rumah. Tiba-tiba, Taeyeon pulang tengah malam dengan kesal dan menanyakan kenapa aku tidak datang ke kencan kami. Dan kemudian, kami mulai saling berteriak,” ia menangis. “Sampai sekarang, kami belum baikan. Unnie, ottohke?”

Jessica merasa cemas dengan pernikahan adiknya. “Kalian… kalian baru saja memulai,” katanya, mengusap punggung Tiffany, berusaha menenangkannya. “Apakah kau menjelaskan apa yang terjadi?”

“Dia tidak mendengarkan, aku mencoba berkali-kali, tapi tetap saja,” katanya terisak lagi.

“Apa kau ingin aku membantumu? Aku akan bertanya padanya?”

“JANGAN! Ini memalukan bagimu. Aku akan coba menjelaskan padanya lagi.”

“Kita bereskan masalah ini, kau mengirim sms padanya?” Ujar Jessica saat ia mulai menganalisis situasi.

Tiffany mengangguk. ia tersenyum dalam hati. Sama seperti dirinya, kakaknya senang menjadi seorang detektif. Bahkan ia berpikir, kakaknya jauh lebih baik daripada dirinya terutama dalam hal-hal semacam ini. Kemampuan ini mengalir dalam darah mereka.

“Mungkin, aku akan mencoba berbicara dengan Taeyeon. Jangan khawatir Tiff, Aku akan membantumu sebisaku,” katanya, meyakinkan adiknya. “Kau tidak keberatan menjaga Jisoo sebentar? Aku akan bicara dengan suamimu.”

“Dia ada di kamar,” katanya sambil tersenyum. “Terima kasih unnie.”

Mengetuk pintu kamar Taeyeon, dengan tidak sabar Jessica mengetuk-ngetukkan kakinya ke lantai. Begitu ia bertemu tatapannya, ia menatap tak percaya ke arahnya.

“Uhmm… Jess… kenapa kau di sini?” Tanya Taeyeon mengusap matanya dan melihat sekeliling, “Tiffany tidak ada di sini.” Ucapnya dingin.

Jessica masuk ke dalam dan duduk di sofa. “Kita harus bicara, Taeyeon-ah!”

“Kurasa kau sudah tahu?” Ejeknya.

“Bagaimana kau bisa begitu tidak adil?” Tanyanya.

“Jess…”

“Dia bertanya di mana kau berada, tapi kau menjawab kau tidak bisa datang karena rapat, lalu kau mengeluh kalau Tiffany sudah mengabaikanmu?”

“Apa yang kau katakan?” Ia mengerutkan kening padanya.

“Dia mengirimmu PESAN!” Jessica menekankan.

“Aku tidak memegang ponsel, Jess. Atasanku menyitanya.”

“EH!?! Sejak kapan?”

“Seminggu yang lalu, dia memergokiku sedang mengirim sms saat kami sedang rapat. Dia bilang dia akan memberikannya kembali minggu depan.”

“Itu berarti… Itu berarti, kau bukan… yang mengirimnya?” Ia menyadari.

“Setahuku, aku tidak melakukannya,” Taeng mengangkat bahu.

“Apakah istrimu tahu tentang hal ini?” Tanyanya.

Ia berpikir sejenak sebelum menjawabnya, “Tidak, aku dan Tiffany menjagamu secara bergantian. Kami belum bicara selama beberapa hari terakhir, itu sebabnya kami memutuskan untuk merencanakan kencan makan malam.”

“Itu dia!” Jessica tersenyum. “Mungkin atasanmulah yang membalasnya.” ia mendengus, “Kurasa atasanmu menyukaimu.”

“Apa-apaan…” kata Taeyeon, membuat ekspresi pura-pura kaget.

“Kau bertengkar dengan Tiffany untuk hal tidak penting,” ia mendengus, lagi.

Rahang Taeyeon ternganga, “Oh Tuhan!”

“Kalian berdua harus membereskannya,” katanya sambil tersenyum. “Kau harus memahami dia juga, Taeng. Dia masih muda, masih belum dewasa. Kau lebih tua, seharusnya kau…”

“Maafkan aku,” katanya, tidak membiarkan Jessica menyelesaikan ucapannya. “Di  mana dia?”

“Di kamarku, jangan khawatir, aku akan menyuruhnya datang ke sini,” katanya meyakinkan.

Taeyeon tersenyum, “Terima kasih kakak ipar.”

“Aku hanya tidak ingin pernikahan adikku hancur karena kesalahpahaman seperti ini…”

“Ya, banyak pasangan yang putus karena kesalahpahaman semacam ini,” Taeyeon tersenyum menyeringai.

Jessica keluar dari kamar setelah berpamitan kepada Taeyeon, ia merasa lega karea ia telah membantu adiknya dan berjalan menuju kamarnya. Tiffany segera berdiri begitu ia melihat kakaknya.

“Apa yang dia katakan?” Tanyanya cemas.

“Kalian berdua salah paham.” Ia kembali menceritakan apa yang dikatakan Taeyeon kepadanya. Dan seperti suaminya, dia nyaris menutup wajahnya. “Tiff,” katanya sambil menepuk bahunya. “Sms bisa dengan mudah membodohi seseorang, dengan ponsel Taeyeon aku bisa mengirimmu sms kalau aku tidak mencintaimu lagi, jangan tersinggung.”

“Aku tidak tersinggung.”

“Mengerti maksudku, Tiff?”

Tiffany mengangguk.

“Kalian berdua… kalian sangat cocok, jagalah hubungan kalian, aku tidak ingin kalian menjadi seperti…” Jessica tiba-tiba menghentikan ucapannya dan menyadari situasi mereka agak sama dengan situasinya. Namun, ia segera menggelengkan kepalanya mencoba untuk menyingkirkan pikiran itu.

“Pergilah berbicara dengannya sekarang,” katanya sambil tersenyum.

Tiffany mengangguk dan tersenyum pada kakaknya, “Terima kasih.”

Setelah meninggalkan kamar itu, Tiffany tersenyum dan bertemu dengan Taeyeon di salah satu sudut.

“Bagaimana menurutmu, Tiff?”

“Dia cerdas seperti yang diharapkan. Kurasa dia memikirkannya,” ia tersenyum padanya.

“Kau juga sangat cerdas, mushroom,” kata Taeyeon dan mencium pipi istrinya. “Rencana A, sukses! Sekarang kita pergi ke kamar kita, oke?”

“Gendong aku,” ia cemberut.

Taeyeon mendengus dan menuruti istrinya. Ia mengangkat dengan bridal style dan pergi ke kamar mereka.

****

Hari sudah pagi ketika Yul tiba di Jeju. Ia sangat lelah sehingga ia jatuh tertidur saat sopirnya yang menunggunya di bandara membawanya ke rumah keluarga Jung. Begitu mereka sampai, sopirnya membangunkannya dan Yul beristirahat di tempat tidur gantung di depan rumah.

Ia tahu bahwa tinggal di rumah bersama-sama dengan Jessica tidak akan mungkin bagi mereka berdua, mereka akan saling bertemu. Ia melihat ke langit; matahari telah terbit.

“Mungkin aku harus pindah,” gumamnya. “Dan juga mungkin mengundurkan diri dari posisiku.”

“Tidak, kau tidak bisa melakukannya.”

Yul sangat terkejut mendengar suara yang tiba-tiba. Ia tersentak dan melihat sekelilingnya, ia melihat Mr. Jung berdiri tak jauh darinya. Ia berdiri dan meluruskan sikapnya.

“Ap… Pak,” sapanya, membungkuk pada pria tua itu. “Selamat pagi.”

Mr. Jung mengangkat alisnya, “Kenapa tiba-tiba tidak memanggilku Appa, Huh?” ia berjalan menghampirinya dan menyuruhnya duduk. Ia mengacak-acak rambutnya. “Bukan berarti karena kebencian anakku kau harus membiarkan hal itu terjadi dan menyerah.”

“Appa Jung,” gumam Yul.

“Kenapa?”

“Bagaimana kau tahu semua ini?”

“Aku tahu segalanya dari awal, Yul. Dan aku tahu seberapa besarnya kau mencintai Jessica terutama saat kau terus menanyakan keberadaannya,” ia tertawa. “Aku melatihmu dan membantumu karena aku ingin kau untuknya. Kau laki-laki yang pantas untuknya.”

“Bagaimana dengan Donghae?”

“Donghae,” ekspresi Mr. Jung muram. “Kau akan lihat nanti,” katanya. “Kau harus beristirahat sekarang.”

“Ne, appa.”

*****

Jessica membuka matanya dan melihat ke sekeliling ruangan. Ruangan itu putih, dengan tempat tidur berukuran queen putih dan lantai-lantai putih. Ia penasaran rumah siapa itu dan memutuskan untuk berjalan-jalan hingga ia menemukan Yul yang tampaknya sedang menunggunya di ruang makan. Dia tersenyum dan pada saat yang sama ia balas tersenyum juga.

Memasang senyum yang sama, Yul berjalan ke arahnya dan memeluknya.

“Sayang,” bisiknya, mengirimkan sengatan listrik ke tulang punggungnya.

“Uhm?”

“Aku tahu kau seksi, tapi…” Yul menarik diri sambil menggigit bibirnya. Ia menatapnya dari kepala sampai kaki. Jessica mengikuti tatapannya dan matanya melebar, ia berdiri di depannya, tanpa sehelai benang pun.

Matanya langsung terbuka saat ia terbangun, terengah-engah mencari udara. Ia cepat-cepat melihat sekelilingnya dan melihat ke balik selimutnya.

“Pakaianku utuh,” bisiknya. “Hanya mimpi. Hanya mimpi.”

Ketika ia akhirnya tenang, ia melihat sekeliling dan mendapati hanya dirinya sendiri di kamarnya. Ia tersenyum, mungkin Jisoo telah bangun lebih awal dan memutuskan untuk bermain dengan paman dan bibinya.

Ia merapikan tempat tidur mereka dan keluar dari kamarnya untuk mencari Jisoo. Ia menemukan Taeyeon.

“Selamat pagi, Jess,” sapanya.

“Hei Taeng, kau lihat Jisoo? Apa dia main dengan Tiffany?”

“Ump, tidak. Fany masih di kamar. Mungkin dia akan segera keluar, kenapa?” Tanyanya.

“Mungkin dia bermain dengan Ayah dan Ibu, bagaimana menurutmu?”

“Aku tidak tahu,” ia mengangkat bahu. “Aku baru saja keluar. Aku akan bertanya pada pelayan kalau mereka melihat Jisoo,” katanya dan mencari salah satu pembantu mereka di lantai bawah sementara Jessica menunggunya.

Setelah berbicara dengan pembantu, Taeyeon segera kembali ke Jessica, tersenyum dalam hati. “Dia ada di kamar sebelah kamar orangtuamu.”

“Apa yang dia lakukan di sana?” Tanya Jessica cemas.

Taeyeon hanya mengangkat bahunya.

Jessica memutar bola matanya dengan kesal dan berjalan menuju lorong.

Taeyeon tertawa begitu Jessica menghilang dari pandangannya. “Jisoo ingin menemui Yuri, jadi aku bawa dia ke sana.”

*****

Jessica berjalan menuju kamar di sebelah kamar orang tuanya sambil cemberut. Ia cepat-cepat memutar kenop pintu dan masuk ke dalam ruangan. Ia mendengar suara erangan. Ia terus berjalan dan melihat Jisoo yang tengah menarik boneka Mickey Mouse dari jangkauan orang yang tidur di bawah selimut.

“Jisoo…” serunya.

“Ibu,” gumamnya sambil mencoba menarik tangan tikus itu. “Jisoo mau Mickey.”

Ia menghela napas dan berjalan ke arahnya. Ia merasa kasihan pada siapa pun orang yang berbaring di bawah selimut. Beberapa saat kemudian sosok tidur itu bergerak di balik selimutnya dan menatap pada anak yang menarik bonekanya. Jessica membeku.

“Kemarilah,” gumam Yuri. Matanya masih setengah tertutup.

Dengan gembira Jisoo melompat ke tempat tidur dan menatapnya.

“Peluk Mickey dan berbaring di sebelah paman. Yul ingin tidur lebih lama,” gumamnya pelan.

Jisoo mematuhinya dan memeluk Mickey, Jisoo menatap ke arahnya. Jisoo merasa wajah laki-laki itu lucu dan memutuskan untuk mencubit pipinya. Tidak melihat gerakan apa pun, Jisoo lalu tersneyum menyeringai dan mencubit dengan lebih keras, membuat Yuri membuka matanya dan mengerang kesakitan.

“Yah!” Ia mengusap pipinya. “Kau…”

Yul berdiri dan dengan cepat menyerang anak itu, menggelitiki dia tanpa henti. Keduanya tertawa ketika tiba-tiba seseorang berdeham. Ia berhenti dan berbalik untuk melihat seseorang di belakang, ia sangat terkejut sehingga ia jatuh di atas tempat tidurnya. “Aduh,” keluhnya, mengusap pantatnya.

Jisoo terkekeh melihat kecerobohan Yul.

“Jisoo, ayo kita pergi.”

Jessica berkata sambil meraih anaknya dari tempat tidur dan keluar ruangan. Begitu ia meninggalkan ruangan, seulas senyum tersungging di bibirnya.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi ketika Mr. Jung memberitahu semua orang untuk bersiap-siap. Mereka meninggalkan rumah bersama-sama dan pergi ke pemakaman. Jisoo dan Jessica berjalan di samping Mr. dan Mrs. Jung sementara Tiffany dan Taeyeon berjalan bergandengan tangan dengan Yuri membuntuti di belakang mereka. Jauh di ujung pemakaman mereka mendengar Jessica tersentak. Kakinya melemah saat ia melihat nama yang tertulis di batu marmer itu.

*****

Mereka merasa sedih setelah Mr. Jung menjelaskan apa yang terjadi. Berita itu sangat menyedihkan terutama bagi Jessica yang tak henti-hentinya menangis bahkan setelah mereka kembali ke rumah. Mereka tidak bisa berpikir jernih. Bahkan Taeyeon, Yuri dan Tiffany merasa begitu hancur.

Tidak bisa menahan rasa sakitnya, Jessica berdiri dan berlari keluar rumah. Mereka mengikutinya dengan tatapan mereka dan menatap Yuri.

“Aku akan membawanya kembali,” katanya dan berlari mengejarnya.

Begitu keduanya keluar, Tiffany berdiri dan berjalan menghampiri ayahnya. “Ayah, maafkan aku, aku tahu ini bukan waktu yang tepat tapi…” Tiffany terisak. “Bisakah ayah membantu rencana kami?”

~~~;~~~;~~~

TBC

DetecTiffany mulai beraksi, YulSic shippers r u ready??? LoL

credit: zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

50 thoughts on “Unlike Him [Chapter 23]

  1. like father like son sampai2 harus berebutan mickey
    seprtinya rencana awalnya ga berjalan lancar sampai detective fany harus meminta bantuan orang tuanya
    i’m ready dan lanjut lagi thor penasaran dgn apa yg akan direncanakan sang detective dan apakah yul bisa membawa pulang sica walau hatinya harus terluka karena sica menangisi orang lain

  2. Aaaaaah sica udah senyum” misterius alamat cepet bae’n ni yulsic …
    Detektif hwang melebarkan sayap … hahahaahaaaa

  3. Rencananya fany kayaknya belum terlalu berjalan nyampe fany harus minta bantuan ortunya semoga rencana buat mempersatukan yulsic berhasil

  4. Hahaahaha.. Ngakak gue pas jessica mimpi. Jesica mimpi sungguh luar biasa.. Ok detektif hwang, kami royal shipper menunggu aksi mu. Royal shipper party^^

  5. Ahaahahha,,mission A succses,,,,yeaay taeny jJang
    Dih sicca bisabisa nya ke taeny ngasi saran buat ga cpt salahpahan,,nqh situ sendiri bagemana???sedik nyadar tuh sicca,,ciyee knpa senyumnya mesti sembunyi sembunyi,,
    Yaaa ampuunn itu yul sma jisso ampe brbut tikus segala,,,,
    Klo yulsic udah baean curiga sicca bukanya ngurus stu anak ajja bjsa nambah tuh ngurus yul yg kelakuannya ga jauh beda sma jisso,,

  6. Haduhhhhhh….yul n jisoo rebutan mickey….
    Sica klo senyum npe pke sembunyi2 sgla….
    N mimpi ny sica wowwww bngt….
    Ok dech smg rencana taeny n ortu ny brjln lancar…
    D tunggu prince yuri ny jg ye thor…..semangat….

  7. Wauuu donghae rela memberikan jantungx sama sica daebak ni nama cinta mati.. Donghea mati sica hdp… Fanny ternyata hebat juga yah acting…yulsic sebentar lagi jadian… D tunggu part selanjutnya thor

  8. Aseeek dahh update nya lancar 😀

    ciyeee uhuk yulsic kyknya udah ada kemajuan nihh berkat detektif kim hahaha taeny pinter bgt yehh acting nya xD

    Yess!! I’m reaaaaady…!!

  9. Kasian sica akhirnya tau klo donghae dah prg, taeny bs aja ya main sndiwaranya, penasarn sm panul py rencana -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶ thor dah update

  10. sica pasti sedih bgt tau hae oppa reala mati buat ksh jantung nya.
    smoga rencana taeny berhasil buat nyatuin yulsic.

  11. Yah sica mau lari kmn jgn di tinggl lg dong yuriny yuri hrs bisa bawa plng lg. tiffany mau rencanakan apa y pnsrn bngt di tnggu next ny

  12. Sweet ya ayah sma anak nih
    Gmn ya reaksi yulsic klo selama ini hubungan mrk rusak karna salah paham, bnr2 wkt yg panjang dan banyak luka gra2 rang yg tdk brtanggung jawab
    Untung aj ada teany yg jd majomblang mrk

  13. like father like son, jisoo sm2 suka mickey kyk appanya
    moga yul bs bawa sica pulang dn sica bs maafin yul
    trus banyakin deh moment yulsic, dah kangen sm sweet momentnya mereka
    tippa chan mnta bntuan apa ya ke mr.jung

  14. Annyeong…

    TaeNy ❤ ❤ ❤
    Gue kira di part sblum nya ntuh yg mreka di ranjang mau di lnjutin di part ini, trnyta emg gak ada ya,haghaghag.. #byunmodeon.

    DetecTiffany! Gue tunggu aksi nya.

    Gue selalu ready koq Tarra…

    Prince Yuri…

  15. hoooooaaaaaaa little kwon kaya aku pecinta mickie
    tukeran yuk aku jadi anaknya kwon hahaha
    aku siap aku siap aku siap untuk yulsic
    thor jaang lanjutkan

  16. ah taeny amang keren, akting kalian emang bener – bener buat orang percaya..
    sepertinya sica onnie mulai memikirkan tentang masalahnya..
    bagus kalau begitu..
    yul opla jangan pernah berfikir seperti itu lagi ya..
    anak sama appa sama aja maniak tikus..
    adub sica onnie lari kemana to ??
    ayo yul oppa kejar, bawa sica onnie kembali..
    lanjut tarra..
    selalu ditunggu ya..
    see you..

  17. Detektif percintaan beraksi dengan segala aktingnya haha
    Ini bocah ya berebut mickey mele yampun dah. Kalo udh jd bininya rebutan sica kali ya hahaha
    Yo yulsic time. Bye bye donghae jd cameonya udah selesai hahaha

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s