Unlike Him [Chapter 27]

hi…i’m going to take a break for a while, see u later 😀

btw ABANG!!!! please stop maen ke WP gue!!!! 😛

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 27

 

Setelah saling berpamitan, Jessica akhirnya kembali masuk ke kamarnya. Namun ia merasa sedikit haus, ia memutuskan untuk pergi ke dapur mereka hingga ia melihat orangtuanya yang tampaknya sedang menikmati minum teh larut malam mereka.

“Ayah, Ibu.” serunya.

“Sooyeon ah, kenapa kau belum tidur, Sayang?” Tanya Mrs. Jung.

Jessica tersenyum dan duduk di samping ibunya, “Aku baru saja dari kamar Yuri. Tapi aku haus dan aku ingin minum.”

Mrs. Jung memeluk putrinya sementara Mr. Jung menangis. Tanpa sadar Mr. Jung terisak, mendapatkan perhatian mereka.

“Ayah? Ada apa? “Tanya Jessica khawatir, menarik dirinya dari pelukan ibunya, sementara Mrs. Jung hanya tersenyum pada suaminya.

“Bukan apa-apa, tolong luangkan sedikit waktu untuk ayahmu.” Kata Mr. Jung sambil menyeka air matanya. “Sekarang, putri-putriku mempunyai pria mereka sendiri. Aku tidak percaya saat-saat seperti ini benar-benar terjadi.”

“Ayah,” Jessica merengek dan berjalan menuju ayahnya, memeluknya.

“Kumohon jangan bersedih, Ayah. Aku sudah bicara dengan Yuri dan meyakinkan dia untuk tinggal di sini untuk sementara waktu,” ia tersenyum, merebahkan kepalanya di dada ayahnya.

“Sungguh?”

Jessica mengangguk dan menatapnya. “Kami tidak akan pindah, tapi dengan satu syarat. Aku harap ayah bisa membantuku.”

“Apa itu?”

“Aku ingin kembali ke perusahaan.”

“Kau ingin kembali?” tanya ayahnya antusias.

Jessica mengangguk, ia menarik dirinya. “Aku ingin melakukannya secara diam-diam, ayah tahu, tanpa sepengetahuan Yuri.”

“Kenapa? Dia tidak menyetujuinya?” Mrs. Jung, meskipun merasa bahagia, bertanya dengan cemas. Ia mengira jika pasangan tersebut memiliki beberapa perjanjian.

“Bukan begitu,” jawabnya, sambil menggeleng. “Dia sudah menyetujuinya. Itu sebabnya kami tidak pindah,” ia tersenyum pada mereka, meyakinkan orang tuanya. “Aku sedikit ingin mengejutkan dia.”

Orangtuanya menghela napas lega.

“Jika itu yang kau inginkan, besok ayah akan menelepon ke kantor.”

“Satu hal lagi, Ayah, aku akan memulainya dari posisi rendah dan aku mungkin akan menggunakan nama yang berbeda.”

Seperti biasa, pikir Mr. Jung. Ia tahu bahwa putrinya tidak suka perlakuan khusus dari semua orang. Bahkan meskipun dia sudah berpengalaman, sekarang dia ingin memulainya dari awal lagi. Ia senang bahwa putrinya tidak pernah berubah, sebaliknya, tumbuh lebih dewasa.

“Baiklah, tentu saja. Bagaimana kalau kau mampir ke kantor ketika kau ingin memulainya? Berbicara tentang itu, kapan kau akan memulainya?” Tanya Mr. Jung.

“Setelah pernikahan, aku berencana mengunjungi Donghae di pemakaman, mungkin seminggu setelahnya.” Jessica tersenyum. Ia tidak sempat memberikan penghormatan terakahir pada Donghae. Sekarang dengan Yuri dan Jisoo, ia ingin mereka bertiga pergi ke sana untuk berterima kasih atas semua yang telah Donghae lakukan.

“Apakah kalian akan tinggal di sana selama seminggu?” Tanya Mr. Jung.

“Tidak, Yuri dan aku sudah memiliki waktu pribadi kami. Tidak lama, hanya mengunjungi Hae lalu kembali ke sini. Kalau Yuri ingin kembali ke kantor, aku akan mengizinkan dia. Tapi aku akan mulai bekerja seminggu setelahnya.”

“Tentu, tentu. Omong-omong terima kasih sudah mau tinggal di sini,” ayahnya tersenyum dan memeluknya.

“Sama-sama, Ayah. Ayah tahu betapa aku merindukan ayah.”

“Omong-omong, apa kau ingin Yuri dipindahkan ke cabang Seoul?”

Jessica mengangkat bahu. “Itu tergantung padamu, Ayah. Tapi tentu saja aku akan berbohong kalau aku mengatakan tidak.”

“Oke. Ayah  akan menetapkan dia di sini. Berkat calon suamimu, cabang di Jepang sudah lebih stabil daripada sebelumnya. Ayah senang ayah tidak harus menjodohkan kalian,” Mr. Jung terkekeh.

Jessica dan Mrs. Jung ikut tertawa. Ia senang dan bangga pada Yuri, yang sangat cakap, pekerja keras dan berbakat.

“Oke, Sayang, biarkan dia kembali ke kamarnya sehingga dia bisa tidur,” kata ibunya. “Selamat malam, Sooyeon-ah.”

“Selamat malam, Sooyeon.”

*****

Yuri bangun pagi-pagi sekali untuk melakukan joging. Ia sangat gugup untuk perayaan besar hari ini. Kembali ke rumah Jung, Yuri kemudian menyiapkan Jus Ma dan seperti pertemuan pertamanya dengan putranya, Jisoo datang menghampirinya sambil menggosok-gosok matanya.

“A-ppa…” gumamnya.

Meneguk setengah dari minumannya, Yuri tersenyum kepadanya, mendengar putranya memanggilnya Appa. Berjalan menghampiri anak kecilnya, ia mengangkatnya dan hendak mendudukannya di meja ketika Jisoo mengerutkan keningnya.

“Ada apa?”

“Appa bau…”

Yuri tertawa, “Itu karena Appa baru saja selesai joging.” Yuri mendudukkan Jisoo di meja dan memberi sisa minumannya pada anaknya. Menggoyang-goyangkan kakinya, Jisoo mulai meneguk minuman favorit mereka. “Setelah kau menghabiskannya, Appa akan mandi lalu kita akan bermain. Apakah Jisoo mau bermain dengan Appa?”

“Bermain! Ya!”

Setelah menghabiskan Jus Ma masing-masing, mereka berjalan bergandengan tangan menuju kamar Yuri. Yuri mengantar Jisoo ke kamarnya saat ia mandi. Setelah ia selesai mandi, ia mengenakan handuk dan hanya ketika ia hendak melepasnya, seseorang dengan mata terbelalak mengejutkannya. Dan tanpa sadar mereka berdua berteriak.

“YAH!!!”

Keduanya berteriak. Ia tiba-tiba menyadari bahwa yang kini menutupi wajahnya dengan tangannya itu Jessica.

“SICA!!”

“Yah, Yuri apa yang kau lakukan?” Teriak Jessica, wajahnya memerah.

“Ganti baju,” ia mengangkat bahu. “Ayolah,” katanya sambil membuka tangannya, berjalan ke arah Jessica.

“Jangan berani bergerak, Kwon Yuri!”

Yuri tertawa dan mengabaikan ancamannya. Ia terus berjalan ke arahnya dan ketika Jessica mundur selangkah, ia akan mengambil langkah besar ke depan. Dan kemudian mereka berdua mulai berlari-lari di sekitar kamar Yuri. Tanpa sepengetahuan mereka berdua Jisoo sedang mengawasi mereka, tertawa bersama mereka.

Memojokkan Jessica, Yuri akhirnya menangkapnya dan mengangkatnya. Ia membaringkannya di tempat tidur dan mulai menggelitikinya. Keduanya tertawa keras. Tapi kemudian Jisoo tiba-tiba melompat dengan bahagia dan naik ke tempat tidur mendapatkan perhatian kedua orangtuanya.

“Ayolah, pakai bajumu Yuri,” napas Jessica terengah sambil mendorong dia pergi.

“Oke, oke, diam di situ,” katanya, mengatur napas dan mencium kening Jessica.

Dengan cepat Yuri turun dari tempat tidur, Jessica tetap berbaring di tempat tidur dan meminta Jisoo untuk bergeser lebih dekat dengannya. Segera, Yuri kembali dengan mengenakan kaos ketat dan celana pendek, mengapit Jessica di antara dirinya dan Jisoo, Jessica merasa bahwa dua pria-nya memeluknya, membuat wanita berambut pirang itu merasa senang dan lebih aman dari sebelumnya. Ia menghadap anaknya ketika Yuri memeluknya dari belakang.

“Seobang…”

“Hmmm…” Yuri tersenyum mendengar nama panggilan barunya.

“Aku ingin mengunjungi Hae,” bisiknya sambil membelai pipi anaknya. “Bisakah kita pergi setelah pernikahan nanti?”

“Oke, apa pun yang kau inginkan, Sica,” katanya dan mencium lehernya.

“Terima kasih dan juga, aku akan mulai bekerja minggu depan,” kata Jessica sambil tersenyum.

“Benarkah?” Tanya Yuri terkejut. “Di mana?”

“Rahasia,” Jessica terkekeh dan Jisoo tersenyum padanya.

Sebelum Yuri bisa bertanya lagi, mereka mendengar ketukan. Setelah membuka pintu, Taeyeon dan Tiffany yang tersenyum lebar menyapa Yuri.

“Selamat pagi,” sapa mereka.

“Waktunya mendandani pengantin,” dengan antusias Tiffany mengumumkan, membuatnya tidak dapat menyembunyikan eye-smile berbentuk bulan sabit  yang dimilikinya.

*****

Setelah seharian menghabiskan waktu untuk bersiap-siap, saat-saat yang dinanti pun akhirnya tiba. Mengenakan gaun pengantin putih strapless, Jessica mulai merasa gelisah di ruang yang digunakan sebagai ruang gantinya di salah satu kamar di dalam rumah kediaman Jung. Ya, lokasi pernikahannya di rumah kediaman keluarga Jung itu sendiri. Ia tidak percaya bahwa semuanya sudah siap di hari yang sama ketika dirinya akan menikah. Kebun mereka dihiasi dengan keanggunan nuansa putih. Lantai berkarpet membuat tempat itu terlihat lebih sempurna dan dengan suasana santai, Jessica merasakan mulutunya menganga dengan kagum.

Dan seiring dengan berlalunya waktu yang semakin dekat dengan pernikahannya, ia tidak tahu bahwa menikah akan membuatnya merasakan perasaan seperti ini, bahagia, gugup dan takut. Jessica mencoba mengatur napasnya, khawatir terkena serangan jantung lainnya. Jika ia adalah Jessica yang dulu, ia mungkin akan tergeletak di lantai sambil kesulitan bernapas. Suara ketukan tiba-tiba membuyarkan lamunannya.

“M-masuk,” ia tergagap.

Jisoo masuk sambil berlari, “UMMA!!”

Yang berjalan di belakang Jisoo adalah Mr. Jung dan adiknya Tiffany, yang menjadi pengiringnya.

“Kau sudah siap?” Tanya Mr. Jung saat ia berjalan ke arahnya.

“A-apa kau dulu merasa seperti ini juga, Tiff?” Tanyanya gugup.

“Begitulah,” jawabnya, tiba-tiba bersemangat saat mengingat pernikahannya. “Tapi jangan khawatir, setelah kau melihat mempelai pengantinmu, semua perasaan itu akan hilang dengan begitu saja.” Tiffany tersenyum padanya.

“Umma…” panggil Jisoo sambil menarik roknya.

Jessica membungkuk dan menyadari anaknya mengenakan setelan jas. Ia menyunggingkan seulas senyum di bibirnya, menyadari betapa tampan putranya. “Oh Tuhan… Jisoo… tampan sekali. Siapa yang mendandani Jisoo?” Tanyanya dan mendudukkan Jisoo di pangkuannya.

“Appa membantu Jisoo. Merapikan rambut Jisoo.” Kata Jisoo, ia meraih tangan Ummanya dan menaruhnya di rambutnya.

“Whoa. Apakah Appa menata rambutmu juga?”

Jisoo mengangguk dengan polos.

“Tuan, segera bersiap-siap. Upacara pernikahannya akan dimulai sebentar lagi.” kata seorang pria.

“Terima kasih.”

“Setelah Aunt Tiff, Jisoo akan berjalan masuk secara perlahan, oke?” Kata Jessica kepada anaknya.

Dan ketika mars pernikahan mulai dimainkan, Tiffany, berjalan keluar dari ruangan menuju jalan berkarpet menuju pelaminan, Jisoo berada di sampingnya.

Dari kamarnya, Jessica bisa mendengar sorak-sorai dan seruan dari tamu-tamu mereka. Ia semakin gugup.

“Ayolah Sooyeon-ah, Tenang. Tanganmu berkeringat,” kata ayahnya. Jessica menoleh. “Ayah ada di sini,” dia tersenyum dan Jessica merasa sedikit tenang.

“Terima kasih Ayah,” gumamnya.

Ayahnya terkekeh. “Tidak masalah. Sekarang, setelah pintu itu dibuka, kita akan berjalan perlahan, oke?”

Jessica mengangguk.

Dan seperti yang dikatakan, pintu terbuka dan keduanya mulai berjalan. Begitu Jessica melihat ruangan, ia terkejut dengan jumlah orang yang berkumpul di sana. Ia lalu merasakan jantungnya berdetak cepat saat ia melihat calon suaminya yang berdiri tampan dengan tuxedo hitamnya, rambutnya ber-gel dan senyum lebar terpampang di wajahnya. Tak ada seorang pun yang semempesona dirinya sekarang. Dan seperti yang baru saja dikatakan adiknya, semua kekhawatirannya telah menghilang.

Sementara Yuri, ia menyunggingkan senyum terbaiknya saat ia melihat si pengantin wanita yang mengenakan gaun putih strapless. Ia tidak sabar menunggu pengantin wanita itu untuk tiba di pelaminan. Setelah beberapa saat, Jessica akhirnya berada di depannya.

“Yuri, tolong jaga dia dan Jisoo.” Kata Mr. Jung dan menaruh tangan Jessica di atas tangannya.

“Ya, Ayah.”

Setelah memeluk putrinya, Mr. Jung lalu berjalan menuju istrinya dan mendudukkan Jisoo di pangkuannya.

“Keluarga dan sahabat terkasih,” Pendeta itu berkata. “Dengan penuh kasih untuk Jessica Jung Sooyeon dan Kwon Yuri, kita telah berkumpul dalam tempat yang indah ini untuk menyaksikan dan memberkati pernikahan mereka. Dalam upacara yang suci ini mereka membawa kegenapan hati mereka sebagai harta dan karunia dari Tuhan untuk saling berbagi. Mereka membawa mimpi-mimpi yang menyatukan mereka dalam sebuah komitmen abadi. Mereka membawa hadiah-hadiah dan bakat-bakat mereka, kepribadian dan roh mereka yang unik, yang akan Tuhan satukan bersama menjadi satu kesatuan yang utuh karena mereka membangun kehidupan mereka bersama-sama. Kami turut berbahagia dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan penyatuan hati, yang dibangun atas dasar persahabatan, rasa hormat, dan cinta mereka.”

Jessica tidak bisa menahan air mata yang mulai menggenangi matanya. Selama upacara berlangsung, ia kerap mencuri-curi lirikan pada pasangannya yang terfokus pada setiap kata yang diucapkan pendeta.

Sekarang waktunya untuk mengucapkan janji pernikahan mereka dan Yuri menoleh padanya, menatap lurus ke matanya.

“Aku mengambil engkau Jessica Jung Sooyeon menjadi satu-satunya istri, mencintai engkau sekarang dan seterusnya. Aku berjanji setia, bertanggung jawab, menghargai, menghormatimu, dan selalu membahagiakanmu. Aku juga berjanji akan hidup rukun dan damai bersamamu apa pun keadaannya, suka maupun duka, kaya maupun miskin, sakit maupun sehat, sampai maut memisahkan. Aku akan menghormati semua mimpimu dan membantumu untuk mewujudkannya. Dari lubuk hatiku yang terdalam, aku akan mencoba bersikap terbuka dan jujur padamu sesuai apa yang dikatakan firman Tuhan.” Ucap Yuri dan mencium tangan Jessica,

“Aku menerima engkau Kwon Yuri sebagai suamiku yang sah mulai sekarang dan seterusnya. Aku berjanji setia, bertanggung jawab, menghargai, menghormatimu, dan selalu membahagiakanmu. Aku juga berjanji akan hidup rukun dan damai bersamamu apa pun keadaannya, suka maupun duka, kaya maupun miskin, sakit maupun sehat, sampai maut memisahkan. Aku akan menghormati semua mimpimu dan membantumu untuk mewujudkannya. Dari lubuk hatiku yang terdalam, aku akan mencoba bersikap terbuka dan jujur padamu sesuai apa yang dikatakan firman Tuhan.” Ucap Jessica dengan mata berkaca-kaca.

Setelah menyematkan cincin di jari meraka masing-masing, sekarang tiba pada saat-saat yang mereka nantikan, untuk menjadi pasangan suami istri yang resmi di mata Tuhan dan hukum.

“Dan sekarang, melalui kebajikan yang dikuasakan kepada saya sebagai pendeta dari jemaat yang terkasih ini, dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh jemaat, Saya mengumumkan anda sebagai suami dan istri, bukan lagi dua melainkan satu, satu dalam perhatian, dalam takdir, dalam kasih, dan dalam hidup, sampai selamanya. Mereka yang telah dipersatukan Tuhan tidak akan mengizinkan orang lain untuk memecah mereka.” katanya. “Sekarang Anda boleh…

.

.

.

.

.

.

.

mencium…

.

.

.

.

.

.

.

.

Mempelai pengantin wanita!” Seru para hadirin, mengikuti pendeta.

Tersenyum gugup pada mereka, Yuri menoleh ke mempelai wanitanya dan dengan perlahan mengangkat kerudungnya. Jessica menangis.

“Aku mencintaimu.” Bisik Yuri, menyeka air matanya.

“Aku juga mencintaimu.”

Yuri membungkuk ke depan dan menciumnya, para hadirin bersorak untuk mereka. Begitu mereka melepaskan ciuman, Jessica memeluknya erat-erat dan terus menangis. Ia telah cukup lama memimpikan pernikahan ini hingga ia tidak pernah menyangka pernikahan ini akan menjadi kenyataan.

“Ayolah jangan menangis, cintaku.” Yuri menenangkan, mengusap-usap punggungnya.

Jessica melepas pelukan, tersenyum padanya.

Yuri membungkuk ke depan dan kembali menciumnya untuk yang kedua kalinya seolah-olah tidak ada seorang pun yang menonton mereka.

Beberapa saat kemudian keduanya menemui teman-teman dan keluarga mereka. Meskipun orangtua Yuri tidak ada di sana, Mr. dan Mrs. Jung yang menjadi orangtua angkatnya sejak awal memeluknya seperti anak mereka sendiri.

“Selamat.” Itulah yang hampir semua orang katakan. Hingga mereka menghampiri Jisoo, Yuri segera menggendong putranya dan mencium pipinya sementara Jessica memeluk mereka berdua.

~

Pergi langsung menuju ke kebun keluarga, yang sekarang diubah menjadi tempat pesta yang kecil, semua orang berkumpul dan menyantap makan malam mereka. Jessica dan Yuri saling menyuapi secara bergantian dan juga menyuapi Jisoo mereka. Tak lama kemudian, pidato untuk pasangan tersebut diberikan, mulai dari orangtuanya, Tiffany, dan Taeyeon, kemudian tiba saatnya untuk memberikan pidato mereka sendiri kepada satu sama lain.

“Mari kita dengar pidato dari pria yang paling tampan saat ini, Kwon Seobang, silakan naik ke atas panggung.” Panggil Taeyeon yang bertugas sebagai MC. Para hadirin tertawa pada mereka sementara Jessica tersenyum dengan Jisoo yang duduk di pangkuannya sambil memainkan ponsel Yuri.

“Selamat malam semuanya,” Yuri memulai. Jessica tersenyum lebar melihat suaminya yang gugup. Ia bahkan membisikkan ‘Hwaiting’ padanya, membuat senyum laki-laki itu mengembang. “Pertama-tama.” Lanjunya. “Aku ingin berterima kasih kepada semuanya yang sudah hadir malam ini bahkan hanya dengan pemberitahuan singkat. Aku juga ingin berterima kasih kepada ayah dan ibu mertuaku yang telah melimpahkan dukungan mereka untuk aku, istriku dan juga Jisoo. Juga tidak lupa kepada pasangan di keluarga kami yang baru menikah juga, Taeyeon dan Tiffany,” ia terkekeh. “Dua orang ini telah membuat pesta di malam ini menjadi memungkinkan. Diawali dengan kegagalan penculikan mereka untuk menjebak aku dan Jessica di sebuah tempat terpencil sampai pernikahan ini sendiri. Terima kasih Taeng, Tiffany, tapi tetap saja tusukan yang diberikan orang-orang suruhanmu itu sangat menyakitkan, jadi aku akan mencuri semua dookong-mu.”

“Sekedar informasi, Kwon Seobang, mereka bukanlah orang suruhanku.” Jawab Taeyeon, memutar bola matanya.

Yuri terkekeh dan memberikan ‘maerong’ padanya. “Tapi aku berterima kasih. Yang terakhir kepada istriku yang cantik, seksi, pergertian, dan perhatian. Terima kasih,” Ucapnya dengan mata berkaca-kaca. “Terima kasih telah mencintaiku apa adanya, terima kasih telah menerimaku setelah semua yang pernah terjadi. Terima kasih telah membawa Jisoo ke dalam hidup kita. Aku bahagia dan bangga untuk memiliki seorang anak seperti dia. Aku ingin meminta maaf atas semua rasa sakit dan air mata yang disebabkan olehku.” Yuri menangis habis-habisan, Jessica menyerahkan Jisoo pada Tiffany dan bergegas naik ke atas panggung untuk memeluk suaminya.

“Tidak apa-apa.” Kata Jessica, membelai punggungnya.

“Aku sungguh minta maaf, Sica.” Kata Yuri, menghadapnya.

“Bukankah kita sudah berbaikan? Kita sudah berbaikan.” Jessica menenangkannya, menghapus air matanya.

“Aku sangat mencintaimu.” Yuri terisak.

“Aku tahu.”

“Mulai sekarang aku akan menjadi suami terbaik untukmu. Aku akan selalu membuatmu tersenyum dan tertawa. Aku akan menjagamu, aku akan selalu ada di sampingmu hingga maut memisahkan kita.”

Bergabung dengan aliran air mata dari mata mempelai pengantin pria, para hadirin pun bahkan ikut menangis.

“Juga,” Yuri melanjutkan setelah ia pulih. “Aku ingin berterima kasih kepada Donghae yang telah memberikan jantungnya kepada istriku. Aku akan selalu mengingat apa yang telah kau lakukan untuk kami. Dan aku berjanji untuk mencintai Jessica seperti kau mencintainya.” Katanya dan menatap ke langit seolah-olah ia sedang berbicara padanya.

“Whoaa…” kata Taeyeon sambil menyeka air matanya. “Itu sangat menyentuh, Kwon Seobang. Sekarang mari kita panggil Sica baby kita.” Ia terkekeh namun berhenti setelah menerima tatapan dingin dari Jessica, secara tidak langsung menyatakan bahwa hanya suaminyalah yang boleh memanggilnya dengan sebutan itu.

Jessica menarik napas dalam-dalam dan menoleh menghadap suaminya. “Tiga tahun lamanya kita saling berjauhan, aku tidak pernah menyangka kalau kita akan berada di sini, menikah dan sekarang berkeluarga. Tiga tahu yang lalu, aku sangat jatuh cinta pada pria yang sama yang berdiri di hadapanku sekarang,” Jessica tersenyum dan membelai wajahnya. “Jisoo lahir tapi kita berpisah, aku berusaha untuk melupakannya tapi aku kembali lagi ke Korea, seolah-olah ada tali takdir yang menarikku untuk semakin dekat denganmu. Kita sudah berbaikan dan sekarang berdiri di hadapan semua orang sebagai Mr. dan Mrs. Kwon. Dan tidak ada seorang pun yang tahu betapa bahagianya diriku saat ini. Setelah hujan reda, kita masih bisa melihat matahari dan setelah semua rasa sakit ini hilang, sekarang aku bisa tersenyum. Kwon Seobang-ku, Yuri, ayah Jisoo, Kwon Yuri, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu.”

Keduanya tidak menunggu para hadirin untuk bersulang dan segera berciuman.

“Mereka pasangan yang cocok, bukan?” kata Taeyeon saat keduanya terus berciuman. “Sekarang, bagaimana kalau kita mendengar pidato dari putra mereka, Jisoo-ah!”

Tiffany membantu dia menaiki panggung dan bergabung dengan orangtuanya. Yuri menggendongnya sementara Jessica merapikan jas kusutnya.

“Dengan berbangga hati aku ingin memperkenalkan keluargaku pada kalian.” Yuri mengumumkan. “Dia putra kami, Jisoo. Perlu diketahui, aku ayah kandungnya dan dia anakku. Tidak lama lagi dia akan menjadi Kwon Jisoo.” Yuri berteriak ke microphone, ia merasa bahagia untuk akhirnya bisa bersama dengan keluarganya hingga ia ingin melompat setinggi mungkin dan berteriak sekeras-kerasnya. Ia benar-benar orang yang paling bahagia saat itu.

“Oke, oke. Simpan energimu Tuan Mempelai Pria, malam masih belum larut.” Goda Taeyeon. “Siapa tahu, tidak lama lagi akan ada Jisoo lain yang melemparkan semua dookongku.”

Semua orang menertawakannya dan pasangan itu pun tersipu.

“Sekarang, mari kita melanjutkan acara ke couple dance.”

Bukan hanya Jessica dan Yuri yang berada di lantai dansa, namun ketiganya berada di sana, YulSic + Jisoo. Tak lama kemudian mereka bergabung dengan keluarga mereka.

*****

Malam telah larut ketika pesta berakhir; Jessica membaringkan anaknya yang tertidur di tempat tidur sementara Yuri bersama dengan TaeNy berterimakasih kepada para tamu mereka. Beberapa saat kemudian Yuri memasuki kamarnya yang sekarang menjadi kamar mereka, ia melihat Jessica hampir memejamkan matanya, mengikuti anaknya menuju alam mimpi. Yuri tersenyum dan berjalan berjingkat ke sisi lain tempat tidur dan menggendong istrinya,

Jessica bergerak dan melihat ke mata Yuri.

“Kau belum mengganti pakaianmu, istriku.” Yuri tersenyum lebar dan menggendongnya ke tempat tidur mereka.

Jessica mendengus dan duduk begitu Yuri menurunkannya. “Tuhan…aku merasa sangat lelah hari ini,” ia merengek, merenggangkan tubuhnya.

“Berdirilah Mrs. Kwon dan ganti pakaianmu dengan baju tidur.” Yuri tersenyum lebar saat mereka mulai melepas dasinya.

“Baju tidur? Kukira malam ini kau akan memintaku menggangtinya dengan lingerie seksi.” Jessica tersenyum menyeringai.

Yuri membungkuk padanya. “Seberapa besar aku menginginkannya, desahanmu mungkin akan membangunkan Jisoo.” Bisiknya.

“Oh, kau tidak tahu? Kita punya kamar lebih, di sebelah.”

“Aku…aku…”

Sebelum Yuri bisa menyelesaikan kalimatnya, Jessica telah mengeluarkan sebuah kunci dan mengecup bibirnya, membuatnya lengah.

Yuri merasa sangat beruntung. “Oke!! Ayo kita lakukan!”

~~~;~~~~;~~~

TBC

asli gak ada NC-nya, bukan gue yang motong 😀 *iamnotbyun* lol

gue mau hiatus dulu ya hahahaha

credit: zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

48 thoughts on “Unlike Him [Chapter 27]

  1. yulsic akhirnya menikah juga dan sica bilangnya lelah tapi malah dia yg ambil inisiatif dulu menggoda seobangnya
    jgn lama2 hiatusnya thor dan ditunggu YBPIBP karena lagi seru ceritanya

  2. Part ini bener” bikin gw sedih 😦 Apalagi pas bagian ini ” gue mau hiatus dulu ya hahahaha”. 😦 😦 😦 😦 😦

  3. Annyeong !!!!!!

    Trbngun d tngh mlam gini,tpi seneng y drimu apdet …kkee
    Yng dtunggu akhirnya, mreka menikah .. mski bgtu gugup jg trnyta … wkwk
    Kirain akn biasa …
    Adh ,sweet bngt kwon family ini. ..
    Sica lelah ,tpi bgtu pling semngat ..lol
    Malam pnjaaaang >< ..

    Hiatus ya … ok ttp dtunggu aja lah ,smga gk lma ….ok sukses untuk hiatusnya,dn cept kmbali !!!!!
    SEMANGAAAAAT malam!!

  4. Hiatus? Jgn lma2 y thor 😦
    Ak sll nunggu update ff km apalg ff ini
    Thor, ntar kl update jgn lpa nc ny y 🙂
    #byun reader mode on
    Ttp smangat thor ‘-‘)/

  5. Ini authornya pling polos ia.. Slalu panik klw ada nc bahahaha… Aduuuh knpa hiatus thor? Yulsic lh seru2nya author malah hiatus-__-

  6. Hadehhhhhhh……sica bilang nya capek…eh mlh nantangin si kwon tu….
    Yah….thor kok hiatus….trz yg YBTP nya gimana donk pas seru2nya…..

  7. mengharu biru rasanaya kya lg di pernikahan beneran…
    romatis abis , sweet bgt yulsic di sini…

    yaaah qo hiatuuus..”?
    jng lma” ya thor..

  8. Annyeong…

    Tulisan yg paling gue benci di tiap wepe favorit adlh tlisan ‘HIATUS’.
    Tarra, kq g’ apdet ybtp dlu sih bru hiatus. Coz ybtp yg kmaren blum gue bca. Abs bca dlu comen2an nya, trz isi nya pda gtu, gue g’ mau sdih berkepanjangan #halahbahasanya. Jdi tuh ff gue save dlu, bca nya nunggu lo apdet tuh ff lgi. Tpi klo next nya msh sad jga ya gue save dlu lgi, nunggu lo apdet lgi, bgtu sterus nya, kyak awl2 unlike him kmaren. Trz jdi gue bca nya ntar lngsung panjang gtu, udh gtu gak pke sad lgi.
    Tpi ini lo mau hiatus, jdi gue bca nya mesti sbar nunggu lgi ya #halahbanyakomong.
    Yg pnting hiatus nya jngan lma2 deh.

    Tarra, mian ya klo gue coment nya kpnjangan.
    Btw, thx gue udh ktnggalan UH 3chap, jdi gue bca nya bsa lngsung pnjang, ahahaha…*plaaak*ketinggalanbangga.

  9. whoaaaa yulsic merid jg akhrnya, chukaeee
    nah lho sica yg ngebet tuh kyknya pngn bikin adek bwt jisoo hehehe
    asyeeekkk brarti ntar ada nc an yulsic donk#yadong kumat
    mo hiatus:'(:'(:'(

  10. akhirnya yulsic nikah juga..
    selamat ya..
    terharu aku atas apa yang yul oppa katakan..
    selamat berbahagia yilsic dan juga taeny..
    semoga tidak ada lagi masalah yang menghadang..
    byun nya kumat deh..
    lanjut tarra..
    di tunggu ya..
    see you..

  11. Finally merid juga mreka bedua ya hmm haha
    Itu pidato yul agak nyedihin ya, sangat mengharu biru sekali hikzhikz
    Takut banget ya sama yg ber-rate M hahaha
    Buset sica santai aja elah udah halal juga ckckck

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s