Unlike Him [Chapter 28]

Hi….sorry baru balik lagi 😛

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 28

 

Seperti yang telah mereka rencanakan, keesokan harinya mereka mengunjungi Donghae di pemakaman Jeju. Setelah memberi penghormatan dan pada saat yang sama berterima kasih padanya, mereka segera kembali ke Seoul.

Mereka bertiga pergi ke taman tema, mall, dan makan di restoran. Dengan waktu luang yang mereka miliki, mereka bertiga terlihat sangat menikmati dan masih tidak merasa puas dengan waktu yang mereka dapatkan karena Yuri harus kembali bekerja. Dan seperti yang dijanjikan, Yuri ditugaskan di cabang Seoul.

Setelah mengobrol dengan suaminya di telepon, membicarakan rapat yang akan dihadiri  Yuri beberapa menit lagi, Jessica memanfaatkan waktunya dan memutuskan bahwa ini saatnya untuk melapor ke perusahaan. Karena Jisoo sedang tertidur, ia akan lebih mudah keluar rumah.

~~

Tidak ingin menyebabkan banyak perhatian, dengan santai ia berjalan ke kantor Human Resource Manager, dengan mengenakan celana jins biru dan baju polos.

“Selamat siang.” Sapanya saat ia menghampiri meja resepsionis.

“Selamat siang, Bu. Ada yang bisa saya bantu?”

“Saya kemari untuk bertemu dengan Mrs. Lee. Saya yakin beliau sedang menunggu saya hari ini?” ia tersenyum.

“Apakah Anda…” pegawai itu berhenti sejenak dan melihat layar komputernya, “Ms. Kang Jonghee?”

Jessica mengangguk dan tersenyum padanya.

“Mrs. Lee sudah menunggu Anda, silakan masuk.” Katanya setelah berbicara melalui intercom dan dengan penuh perhatian memimpinnya ke ruangan Mrs. Lee.

“Selamat si-”

“Selamat siang, Mrs. Lee.” Sapa Jessica.

“MA’AM!!!” sapanya hampir berteriak, yah itu bukan hampir lagi. Dia berteriak pada Jessica.

“Halo, Mrs. Lee, sudah lama tidak bertemu, bukan begitu?”

“Sudah lama sekali, Ms. Jung, oh, biar saya benarkan, Mrs. Kwon. Saya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan Anda, saya minta maaf karena saya tidak bisa datang.” Ia meminta maaf, membungkuk pada Jessica. “Silakan duduk di kantor saya yang sederhana. Anda mau minum apa?”

“Tidak apa-apa, Mrs. Lee. Dan mengenai pernikahan itu, terima kasih atas ucapannya.” Ia tersenyum dan duduk. “Sebelum aku lupa, apakah ada hal-hal yang harus aku selesaikan sebelum kembali bekerja?”

“Tidak ada.” Jawabnya, menggelengkan kepalanya. “Direktur Jung sudah mengatur semuanya. Beliau bilang hanya ini yang dapat beliau lakukan karena Anda akan kembali bekerja dengan posisi yang masih rendah, benar?” tanyanya setelah meninjau ulang dokumennya. Jessica mengangguk.

“Sebagai Kang Jonghee.” Kata Jessica.

“Ya, Ms. Kang Jonghee. Baiklah, Ma’am Anda akan ditugaskan di tim desain karena Anda memiliki latar belakang pendidikan di bidang tersebut. Dengan kata lain Anda dapat bekerja kapan pun Anda mau.”

“Aku berencana memulainya senin nanti. Dan terima kasih Mrs. Lee.” Ia membungkuk padanya.

“Dengan senang hati, Ma’am.”

“Semoga tidak ada seorang pun yang mendengar semua ini.”

Wanita yang lebih tua itu mengangguk padanya.

Setelah berbicara dengan Mrs. Lee, Jessica segera kembali ke rumah. Ia menghela napas lega saat Jisoo masih tertidur dan segera mendekatinya, mengagumi kelucuannya.

*****

Sudah waktunya makan malam saat Yuri pulang ke rumah dan dengan antusias ia berjalan ke kamar mereka karena ia sangat merindukan keluarganya. Namun begitu ia masuk, kamarnya begitu hening yang mana terlihat aneh, terutama karena anaknya cukup berisik. Dengan cemas ia mencari anak dan istrinya, dan menemukan mereka tengah tidur dengan saling berpelukan. Ia memiringkan kepalanya dan duduk di tepi tempat tidur. ‘Mereka berdua suka tidur’, pikirnya dan tersenyum kecil. Ia merapikan poni Jisoo dan mengecup keningnya. Merasakan sentuhan yang tiba-tiba, Jisoo bergerak namun untungnya dia tidak bangun, dia berbalik menghadap ibunya dan membenamkan wajahnya di dada ibunya. Sementara Jessica mengencangkan pelukannya dan meringkuk lebih dekat. Pemandangan itu membuat Yuri merasa bahagia. Ia merasa heran kenapa dengan hanya melihat keluarganya bisa membuatnya lebih bahagia daripada sebelumnya. Namun meskipun demikian ia menyukainya.  Ia memandangi mereka cukup lama hingga ia memutuskan untuk tidak makan malam dan hanya mandi dan tidur di tempat tidur yang sama di mana keluarganya berbaring. Tempat tidur itu cukup besar untuk ditempati mereka bertiga.

*****

Hari berlalu dengan begitu cepat dan hari pertama Jessica di perusahaan akhirnya tiba. Makan pagi dengan setiap anggota keluarganya, Yuri kerap melirik istrinya yang sudah sangat rapi, dengan mengenakan blouse coklat yang dimasukkan ke dalam celana panjangnya dan dengan rambut pirangnya yang diikat rapi.

“Sica…” Yuri merengek, diam-diam. “Aku akan…”

“Seobang.” Jessica merengek juga. Untuk yang kesekian kalinya suaminya memaksa untuk mengantarnya ke tempat kerjanya. Jessica menoleh padanya dan berhenti menyuapi anaknya sejenak. “Kita sudah membicarakan hal ini sebelumnya, bukan?”

“Ya, tapi…” Yuri cemberut.

“YAH!!! KWON YURI, jangan merengek saat sarapan kau bayi hitam cengeng.” Teriak Taeyeon. Tiffany menertawakan suaminya dan Yuri yang sekarang mengerutkan alisnya dengan kekanak-kanakan, mengembungkan pipinya.

“Oppa, unni tidak akan mengubah pikirannya apa pun yang terjadi. Dia keras kepala.” Goda Tiffany dan kembali tertawa, tidak sampai ia melihat tatapan kakaknya. Ia tersenyum malu dan kembali makan.

“Yuri, jangan khawatir. Dari dulu Sica selalu naik angkutan umum. Tidak usah terlalu membujuk dia.” Mr. Jung ikut bicara sambil menyesap kopinya.

Jessica yang secara diam-diam berterima kasih pada ayahnya, meyakinkan suaminya dan mengangguk padanya.

“Dan ayah yakin kantor dia berlawanan arah dengan kantormu.” Lanjutnya.

“Ya, Ayah.”

“Dan juga kita harus menghadiri rapat jama 9 pagi. Kau tidak boleh terlambat. Ayah akan mengenalkanmu pada Dewan Pengurus, oke?”

“Ya, Ayah.”

“Jangan khawatir Seobang, jika terjadi apa-apa aku akan meneleponmu, oke?” ia menenangkannya.

“Appa!!!” Jisoo tiba-tiba memanggilnya entah dari mana.

“Ya?” dengan penuh semangat Yuri menoleh padanya dan tersenyum lebar.

“Jisoo akan merindukan Appa!”

Kata-kata itu membuat Yuri tersenyum dan begitu juga dengan Jessica. Ia merasa bahagia bahwa Jisoo tidak memiliki masalah dengan memanggil Yuri sebagai ayahnya.

“Bagaimana dengan Umma?” tanya Jessica, cemberut.

“Jisoo cinta Umma, Jisoo akan merindukan Umma.” Dia tersenyum dan mencium pipi ibunya.

“Appa juga akan merindukan Umma.” Ulang Yuri dan menirukan Jisoo.

Segera, mereka saling berpamitan sementara Jessica masih berada di rumah memastikan semuanya baik-baik saja dengan pengasuh Jisoo.

Beberapa saat kemudian, ia berangkat. Dan sebelum memasuki perusahaannya, rambut pirangnya dibiarkan tergerai  dan ia memakai kacamata bacanya. Dengan penuh percaya diri ia pergi menemui Mrs. Lee di kantornya. Setelah beberapa pengarahan singkat, Mrs. Lee memimpinnya ke kantor barunya. Dan begitu ia masuk, para karyawan laki-laki dan perempuan tidak mampu menyembunyikan kekaguman mereka pada penampilan menarik nan cantik dan sosoknya yang anggun.

“Selamat pagi semuanya, sambutlah Ms. Kang Jonghae.” Mrs. Lee mengenalkannya pada mereka.

“Selamat pagi, saya Kang Jonghae; senang bertemu kalian semua. Saya mohon bimbingannya.” Jessica membungkuk.

Suara halus bernada tinggi itu tidak pernah gagal untuk membuat para lelaki semakin terpesona padanya.

“Saya harap kalian memperlakukannya dengan baik dan sekadar informasi, Ms. Kang hanya akan bekerja selama beberapa hari atau minggu karena dia hanyalah seorang pengikut latihan, jadi jangan terlalu menyulitkannya, oke?”

“Ne…” jawab mereka.

Jessica membungkuk sebelum berpamitan.

Dan sama seperti saat SMA dulu, pendatang baru itu di kelilingi karyawan-karyawan yang kekanak-kenakan. Dan satu per satu mereka memperkenalkan diri pada Jessica. Namun karena kurangnya keakraban, Jessica membutuhkan waktu selama 10 menit bahkan lebih untuk melihat seseorang sebelum menyerasikan nama mereka dengan wajah mereka, Jessica mengernyitkan dahinya.

Setelah berantusias menemui si pendatang baru, semua karyawan kembali ke pekerjaan mereka. Jessica merasa aneh untuk kembali bekerja dan tidak berdiam di rumah. Namun meskipun demikian, hari berlalu dalam sekejap mata. Ia sibuk membantu timnya karena mereka sedang melakukan proyek yang sangat penting.

Setelah seharian bekerja, anehnya ia telah akrab dengan Dara, Bom, Uee, Seungyeon dan juga dengan karyawan laki-lakinya, Junho, Jinwoo, Taecyeon, dan Siwon.

****

Jessica tengah dalam perjalan pulang ketika ia melihat karyawan-karyawan perempuan yang berkumpul di pantry kantor. Alisnya berkerut, sekarang sudah jamnya pulang, dan mereka masih saja berada di pantry. Ia memutuskan untuk bergabung dengan mereka. Mereka terlihat sedang bergosip, Jessica tersenyum sedikit, merasa tertarik.

“Nona Kang, bergabunglah dengan kami.” Dara menawarkan.

Jessica terenyum. “Tentu. Lagipula belum terlalu larut. Apa yang sedang kalian bicarakan?”

Mereka tersenyum malu-malu. “Bukan apa, tapi siapa.”

Jessica mendengus. “Oh, siapa?”

“Pria paling tampan di perusahaan ini.” Dara terkekeh.

Jessica mengerutkan kening. Wanita tetaplah wanita. Bukannya pulang ke rumah mereka malah bergosip.’ Jessica tertawa dalam hati. “Siapa dia?”

“Direktur Kwon!!!” mereka terkekeh.

“EH???”

“Aku melihatnya tadi dan astaga dia…sangat tampan. Dan senyumnya, dia sungguh seperti dewa!” kata Bom heboh. Dan mereka turut fangirling pada seseorang dengan karakter seperti dewa yang dimiliki suaminya. Ia tidak tahu kalau Yuri merupakan seorang idola di perusahaan ini. Ia akan menanyakan hal ini padanya nanti.

“Kenapa dengan dia?” Jessica terkekeh melihat tampang mereka. Apa? Bingung?

“Aku melihat Direktur Kwon tadi,” Seungyeon menceritakannya dengan bangga.

“Aku sudah bilang, dia terlihat berubah, bukan?” kata Uee.

“Apa maksudmu, Uee? Dia tetap sama. Dia tersenyum saat dia kebetulan melihat kita. Dia tetap mempesona dan sangat sopan.” Kata Sohee.

“Maksudku adalah dia terlihat…kau tahu, bahagia. Kau mengerti maksudku?” Jelas Uee. Mereka menggeleng-gelengkan kepala. Uee menghela napas. “Sejak dia ditugaskan di Jepang, dia tidak sebahagia ini. aku bisa melihatnya.”

“Bukankah dia sudah menikah?” tanya Jessica.

“TIDAAAAAK!” mereka berteriak padanya.

‘Oh, mereka tidak tahu.’

“Aku bercanda.” Jessica terkekeh.

“Tapi,” Dara memotong. “Pernahkah kalian mendengar wanita yang bernama Jessica ini?”

Mendengar namanya disebut, Jessica tiba-tiba merasa gugup. Ia berterimakasih bahwa mereka terlalu larut dalam topik baru mereka hingga tidak menyadari Jessica yang kikuk di dekat mereka.

“Oh, aku pernah mendengarnya.” Kata Sohee. “Jessica Jung, putri pertama dari Direktur Utama Jung.”

“Kenapa dengan dia?” tanya gadis yang lain.

“Aku pernah bekerja dengan tim luar negeri sebelumnya, dan mereka bilang kalau mereka sering melihat dia karena dia bekerja secara eksklusif di sana. Dan selain mereka, belum ada yang pernah bertemu dengan dia.” Jelas Sohee.

“Kurasa aku pernah mendengar nama dia sebelumnya, bukankah dia cinta pertama Direktur Kwon?” tanya Bom.

‘Salah, aku yang kedua.’

“Ohhh…”

“Karena Direktur Kwon berada di perusahaan ini dengan posisi yang tinggi, apakah menurut kalian mereka sudah bertunangan?” Dara menerka-nerka.

‘Ck, kita sudah menikah.’

Mereka mulai menganalisa apa yang dibicarakan Dara.

“Mungkin tidak,” yah kecuali, Seungyeon. “Kalau mereka sudah bertunangan lalu seharusnya Jessica Jung akan bekerja dengan dia di perusahaan ini, benar?”

‘Oh!!! Aku di sini teman-teman!’

Jessica terkekeh. “Oke teman-teman, ayo kita pulang.” Katanya, mengakhiri waktu bergosip mereka.

*****

Setelah turun dari bus, Jessica lalu mulai berjalan menuju rumah mereka. Ia merasa sedikit lelah namun mengingat obrolan dengan teman-temannya di kantor tadi ia tertawa.

“Mungkin aku harus mengenalkan diriku nanti.” Gumam Jessica sambil melihat ke langit yang gelap.

“Mengenalkan dirimu pada siapa, Nona?” tanya suara yang berasal dari seorang pria.

Menoleh untuk melihat siapa orang itu, matanya terbelalak saat ia melihat suaminya.

“Seobang!” seru Jessica dan memeluknya dengan erat.

Yuri terkekeh pada istrinya. “Bagaimana hari pertama Umma?” tanyanya.

“Sedikit melelahkan,” Jessica cemberut, melepas pelukannya.

“Kau lelah dan sekarang kau jalan kaki?” tanya Yuri, memiringkan kepalanya. Ia menggendongnya dengan bridal style dan tersenyum lebar padanya. “Kau mau pulang sekarang, baby?”

“Ne Appa.” Ia tersenyum dan merebahkan kepalanya di dada Yuri.

“Apakah ada yang mencoba menggangu sang ‘Jessica Jung’?” tanyanya saat mereka mulai berjalan.

“Tidak, tapi aku menarik banyak teman baru.” Jessica terkekeh saat ia merasa Yuri sudah mulai kelelahan. “Seobang, kau bisa menurunkan aku kalau kau lelah.”

“Kita hampir sampai, jangan khawatir, otot-otot Seobang bisa membawamu pulang.” Yuri meyakinkannya. “Omong-omong, kembali ke topik tadi, apakah menarik itu berarti kau sudah menarik para lelaki juga?”

“Mungkin?” Jessica mengangkat bahu.

“Ayolah. Beritahu aku, jika ada seseorang yang mencoba mendekatimu, aku akan memukul wajahnya dengan keras,” Yuri menggertakan giginya.

Jessica menatapnya dengan takut.

“Aku hanya bercanda.” Yuri kembali tersenyum.

“Bodoh.”

~

Keduanya telah tiba di rumah ketika Yuri menurunkan Jessica. Jisoo datang berlari menghampiri orangtuanya dan itu melenyapkan semua rasa lelah yang mereka dapatkan setelah seharian bekerja.

“Appa! Umma!”

Setelah memeluk putra mereka, keluarga itu pun pergi ke kamar mereka dan menceritakan apa-apa saja yang mereka lakukan sepanjang hari tadi.

*****

Keesokan harinya, Jessica bangun lebih awal. Ia mencoba menghindar agar suaminya tidak kembali memaksanya. Tidak seperti hari pertamanya, semuanya terasa tidak begitu canggung dan lebih nyaman.

“Nona Kang.” Panggil Taecyeon. Jessica mengangkat kepalanya dan melihat ke arahnya. “Bisakah kau mengambilkan dokumen untukku? Dokumennya ada di kantor Direktur.”

“Baiklah!” jawabnya segera dan mulai melangkahkan kakinya tidak hingga ia menyadari ke mana ia akan pergi. Jika dia akan pergi ke kantor direktur, berarti…Yuri…ia mendadak panik namun ia kemudian mengingat bahwa sebelumnya Yuri mengirimkan pesan padanya kalau dia sedang rapat. Jessica mengembuskan napas keras-keras dan memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya.

“Selamat pagi.” Ia menyapa dan membungkuk pada Kim Jong Kook, sesuai dengan nama yang tertera di tanda pengenalnya, sekretaris Yuri.

“Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?” tanyanya.

“Saya trainee dari tim Design dan Mister Ok Taecyeon menyuruh saya untuk mengambil dokumen dari Kantor Direktur.”

“Ah, ya. Mari ikut saya.”

Sekretaris itu memimpin Jessica ke dalam kantor direktur dan menyuruhnya duduk. Setelah beberapa saat, sekretaris itu akhirnya muncul dengan beberapa map di tangan. Setelah menyerahkan dokumen-dokumen itu padanya, tiba-tiba pintu terbuka.

“Umma!!!!”

OH…TUHAN

Mata Jessica melebar ngeri saat ia menoleh untuk melihat ke asal suara yang dikenalnya, itu suara Jisoo. Diikuti pengasuhnya, Jisoo berlari menghampirinya. Jessica membungkuk dan menggendong anaknya.

“S-sedang apa Jisoo di sini?” Jessica tergagap.

“Jisoo rindu Appa, dan Umma tidak ada di rumah.” Dia cemberut.

“Mrs. Kwon, ibu Anda meminta saya untuk membawa Jisoo kemari, karena dia terus menangis sepanjang pagi.” Jelas pengasuhnya.

“Ah, ya. Terima kasih.” Ia tersenyum malu-malu.

“M-Mrs. Kwon?” panggil sekretaris Yuri. “Anda Jessica Jung?”

‘Oh, sial.’ Jessica menggerutu. Dengan malu-malu ia tersenyum padanya dan mengangguk sebelum mengatakan ‘ya’ dengan pelan.

“Saya…Saya min…”

“Tidak apa-apa,” Jessica memotongnya. “Tolong jangan beritahu Yuri kalau tadi aku ke sini, oke?”

Jong Kook mengangguk, kebingungan.

“Omong-omong, rapatnya masih berlangsung, kan? Aku akan pergi sekarang.”

“Se-sebenarnya, Mrs. Kwon. Rapat Direktur Kwon selesai lebih cepat dari yang diperkirakan. Beberapa saat yang lalu beliau ada di sini. Beliau baru saja pergi keluar dengan mereka.” Jelasnya dan menunjuk dua orang lainnya. Dengan gugup Jessica menoleh pada Jisoo dan pengasuhnya.

“BENARKAH?” tanyanya, hampir berteriak.

“Saya yakin Mister Kwon sedang dalam perjalan kemari,.” Tambah pengasuh Jisoo. “Dia sedang mengobrol dengan beberapa kenalan dan menyuruh kami untuk pergi duluan.”

“TUHAN!” dengan cepat Jessica mengambil dokumen-dokumen itu dan segera keluar dari ruangan setelah menyerahkan Jisoo kepada pengasuhnya.

“UMMA!!!!” Jisoo hampir menangis sambil memanggilnya.

Dilanda rasa panik, Jessica menengok ke belakang, mata anaknya berkaca-kaca. Ia kembali menghampiri mereka. “Ikut dengan Umma dulu, ya?”

Jisoo mengangguk.

“Beritahu Yuri kalau Jisoo sedang bersama kakeknya, oke?” katanya pada si pengasuh.

“Ya, Ma’am.”

Dalam perjalan mereka keluar, mereka tengah berjalan menuju balkon kantor ketika mereka melihat Yuri yang menatap ke arah mereka dengan mata terbelalak, menyadari siapa yang dilihatnya. Seolah-olah melarikan diri demi menyelamatkan hidup mereka, Jessica menarik Jisoo dan pergi ke arah lain.

“YAH!!!” panggil Yuri.

“UMMA!!! Kita mau pergi ke mana? Appa ada di sana!”

“Kalau Appa menangkap kita berdua, kita akan dimakan hidup-hidup, kau mau?” katanya, menakut-nakuti anaknya untuk mendorongnya agar terus berlali.

Menoleh ke belakang, untungnya Yuri sudah tidak kelihatan lagi dan mereka memutuskan untuk sedikit memperlambat langkah mereka.

“Appa dan Umma sedang bermain petak umpet.” Jelas Jessica kepada anaknya, sambil dirinya bernapas terengah-engah. Ini merupakan kali pertamanya ia berlari seperti ini. meskipun demikian, itu terasa menyenangkan.

Mereka berdua setengah berlari dan mencoba mencari tempat persembunyian. Tiba-tiba Yuri muncul dari ujung, ibu dan anak itu menjerit melihat Yuri berlari lebih cepat dan hampir mendekat. Kali ini giliran Jisoo yang menarik ibunya, begitu Jisoo melihat pintu terbuka, ia langsung masuk ke dalam, mengabaikan seorang pria bertubuh tegap yang ditubruknya.

Keduanya terkekeh dengan kekanak-kanakan seolah-olah mereka berada di dunia mereka sendiri, mereka berhenti di depan pintu setelah berhasil menutupnya. Tiba-tiba menyadari semua mata yang tertuju pada mereka, Jessica merasakan kegagalan lainnya di hari itu. Semua rekan kerjanya menatap mereka dengan penasaran.

Di sisi lain, melihat Jessica dan Jisoo yang berdiri berdampingan dari kaca jendela kecil, Yuri tersenyum menyeringai dan segera masuk. Ia memeluk istrinya dari belakang, mengangkatnya ke udara, tentu saja Jessica berteriak dengan jeritan lumba-lumba yang memekakan telinga.

“EEEEK!!”

Yuri tertawa terbahak-bahak dan memutar Jessica. “Gothca Jung Sooyeon!!!”

“Yah!! Tolong, Appa akan memakan Umma hidup-hidup!!!” teriak Jisoo dan berlari menghampiri ayahnya.

“Yuri turunkan aku!!!!” teriak Jessica, merasa pusing. “SEOOBANGGG!!!”

Mematuhi perintah istrinya, Yuri menurunkannya dan terus tertawa, memeluknya dengan erat.

“Karena kau, aku ingin muntah,” Jessica cemberut dan menampar lengannya, melepaskan diri dari pelukannya.

“Apakah Appa akan memakan Jisoo dan Umma sekarang?” tanya Jisoo polos, menyadari kekalahan mereka.

“Memakan Jisoo dan Umma?” tanya Yuri, menggendong anaknya. “Appa tidak akan melakukan itu.” Ia tertawa. “Umma pasti sedang bermain-main. Jadi kenapa Umma kita ada di sini?” tanyanya dan menoleh ke istrinya. Alisnya berkerut.

“Aku sedang…”

‘Omo. Omo. Omo.’

Jessica menyadari keadaan sebelum suaminya masuk dan memutarnya. Ia mulai memandang berkeliling. Ia memang sedang berada di kantornya.

~~~;~~~;~~~

TBC

OMO!!! kekeke 

sorry gue lagi banyak kerjaan banget, ditambah tadi gue disuruh nerjemahin buku dan parahnya lagi cuma dikasih waktu sebulan 😥

see you next time fellas~

credit: zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

41 thoughts on “Unlike Him [Chapter 28]

  1. hahahha klo TaeRi pst kocak KWON YURI bayi hitam cengeng, Yulsic sweet abis dah, nah kan ketahuan deh tuh sica krj, penasaran pgn tau reaksi para karyawannya klo tau itu adlh Mrs kwon

  2. Hahaha..
    Seneng bgt liat kluarga yulsic bgitu bahagia..
    Nah loh, sica udh ktahuan tuh..
    Kira2 gmn tanggapan rekan kerja sica y kl mereka tau syp sica yg sbnrny? 😀

  3. Ah, neng Tarra akhirnya comeback ^o^

    yulsic sweet bgt ❤

    u'll be d prince & i'll be d princess-nya jgn lama2 lg y Tarra. Sumpah udah nungguin banget ^^

  4. haha yulsic ky anak kcil maen ptak umpet p lagi pas sica blg mw di mkn itu hoho kocak dh…mhmmm sica vru sdr klo dy dh di kntornya btw yulsic msh satu gedung kn y thor

  5. Annyeong ….

    Heyyy akhirnya Author YulSic satu update .. kkee
    Oh may,lhat kluarga kecil Kwon ini bneran dah … bner” kseruan nya , sweet juga mreka … kkke
    Wahh ,, msih blm puas lhat kluarga Mr.Kwon ini ….. msih tbc ya syukurlah ….
    Thanks dah update d sela ksibukan .. smga cpet selesai segala sesuatu nya … kk .. OK
    SEMANGAAAAAAAAAT !!!

  6. Gila Hahaha lucu bgt sumpah pas tae bilang yuri bayi hitam cengeng…hahaha
    Kwon family lucu bgt dah..
    Ayo sica mo gmn tuh penyamarannya udh mo ktauan?..d tunggu lanjutannya ya thor

  7. akhirnya engkau kembali jg hehehe
    kwon fam emng slalu bikn senyum2 sndiri and always funny
    yaelah sica udh kepergok
    yul si bayi hitam cengeng wkwkwk

  8. wwhhoooaaaaaaa~~~
    sweett YULSICJISOO suka..suka..ssuukkaaa
    hahahaha
    penyamaraaann sica gagal hahahaha xD
    oke semangat utk tugas mu thor..
    dn semangat utk update lagii yooo 😉

  9. hahahah maen petak umpetnya udah selesai.. ternyata yul sama sica satu kantor. wah bakal ketahuan nih sica. kekekeke jadi kang jonghee nya cuma berhasil 2 hari

  10. hahaha kocak, para seobang selalu aja bertengkar, melebihan anak-anak..
    yulsic +jisoo main kejaran di dalam kentor, aduh parah..
    apakah identitas asli sica onnie akan ketahuan ??
    seperti ia..
    lanjut tarra, selalu ditunggu..
    see you, semangat..
    .

  11. okeh sbln full kaga main di sini dan gw ketinggalan banyak epep 😦
    Haha ketauan kaga tuh klo ternata yulsic dah nikah,,,
    Siap deh bwt jessie…

  12. Wkwkwk seeu kejar2annya ga ngebayangin anak sm mak langsung triak liat yul hahaha
    Eng ing eng ketauan deh sembunyinya di kantor sendiri. Yah bertahan bentar doang penyamarannya hahaha

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s