Happy Stress [One Shot]

Hi….the very first One Shot fanfic i’ve ever translated.

enjoy~

~~~ ~~~ ~~~

Happy Stress

(A hardworking Appa, a loving Umma, and a hyper 2 years old son)

~

Genre: Fluff, Gender-bender

Characters: Kwon Yuri, Jessica Jung, and Im Yoona

Status: Completed

Translator: Guitarra Spazzer

Author: yulbutt

Source: asianfanfics

Original link: Happy Stress

 ~

“Kerja bagus, teman-teman! Semoga sampai di rumah dengan selamat.”

Seorang pengusaha muda beranjak dari kursinya yang terletak di bagian ujung meja panjang lalu membungkuk 90° sebagai bentuk rasa terima kasihnya kepada para karyawannya.

Para karyawan pun melakukan hal serupa dan saling berpamitan. Sebelum pergi menuju pintu para karyawan wanita kerap melirik direktur mereka yang terlihat kelelahan, berharap untuk setidaknya mendapatkan perhatiannya.

*Ring Ring*

“Halo-” pria idaman mereka menjawab teleponnya lalu tertawa kecil. “Ya, pekerjaan Appa sudah beres.”

“Anak Direktur Kwon.” Tebak si wanita yang satu.

Wanita yang satunya lagi memutar bola matanya dengan jengkel.

“Istri Direktur Kwon benar-benar wanita paling beruntung di dunia. Aku akan menukar apa saja untuk berada di posisi dia dan menjadi ibu dari anak-anak Direktur Kwon.”

Seorang wanita lainnya mencibir. “Seolah-olah Direktur Kwon mau dengan orang seperti-”

Suara seseorang yang tak asing lagi berdeham, memotong obrolan mereka yang seharusnya ‘rahasia’.

“Err…Ahem. Saya sudah membubarkan rapatnya. Kalian boleh pergi sekarang.” Yuri, sang direktur, tersenyum sopan pada mereka.

Respon mereka terlihat konyol; wanita yang satu menggigit bibirnya setelah mendengar suara yang menyejukkan hati itu, wanita yang lain menjerit dalam hati sambil merapikan rambutnya, wanita yang satunya tersenyum lebar dan wanita yang satunya lagi mengangguk penuh semangat.

Masing-masing dari mereka berpamitan tanpa rasa malu pada Yul, diluar dugaan laki-laki itu. Setelah semuanya pergi, ia kembali bersandar pada sandaran kursi kantornya dan melanjutkan panggilan teleponnya.

“Appa, pulang SEKARANG!” perintah putranya dan nada suaranya terdengar sangat persis seperti ibunya.

“Appa sedang di jalan!” ia berdiri dan meninggalkan kantor, keluar dari gedung peusahaan sambil berusaha menyenangkan putranya yang terus merajuk.

“Yoong, kemarikan ponselnya.” Seseorang dengan suara seperti bidadari berbicara di ujung sana. “Halo, Seobang?”

Yuri kini berada di dalam mobilnya dengan seulas senyum lelah namun bodoh di bibirnya. Suara yang didengarnya cukup untuk menghilangkan rasa lelahnya seharian ini.

“Hai, Sicababy!-”

“Yul, pulang SEKARANG.” Sapaan Yuri yang penuh semangat terputus oleh istrinya. “Anakmu mencarimu seharian.”

“…” Yuri menghela napas dan baru saja akan menjawab ketika suara yang memekakan telinga kembali memotongnya.

“YAH! Jawab aku! Kau mau pulang atau tidak?!” serunya tidak sabar.

“Y-Ya! Aku sedang di jalan sekarang! Aku harus menutup teleponnya, oke? Dah, sayang! Aku mencintaimu!” ia lalu menutup teleponnya.

Mungkin wanita-wanita tadi benar. Jessica memang wanita beruntung untuk memiliki Yuri sebagai suaminya. Dia kaya, tampan, ternama, pintar dan pekerja keras. Yang paling penting, dia sangat mencintai istrinya.

Namun bagi Yuri, ia mungkin tidak seberuntung itu. (keke)

***

Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun berlari menuju pintu depan setelah mendengar suara ayahnya.

Yuri tengah melepas sepatunya sambil duduk di lantai ketika tiba-tiba tubuh kecil itu menubruk punggungnya. Lalu, ia merasakan sepasang lengan mungil merangkul lehernya erat-erat.

“Appa!” putranya, Yoong,  berseru dengan gembira.

“Hei, Yoong!” ia balas menyapa dengan nada gembira yang sama.

Ia tersenyum bangga pada Yoong. Wajah si kecil ini benar-benar mirip dengan Yuri. Matanya, hidungnya, bibirnya, dan bentuk wajahnya persis salinan wajah Yuri. Sayangnya, dia mewarisi sikap bipolar Jessica dengan campuran perilaku aktif Yuri.

“Lihat Appa!” seperti halnya setiap malam, Yoong mengangkat boneka yang sama di hadapan ayahnya.

Tentu saja, ayahnya akan bereaksi serupa.

“Oh wowo! Rilakkuma!” Yuri bertepuk tangan.

“Riwakkuma!!”

Yuri bermain dengan putranya sejenak lalu berdiri. “Appa harus ganti baju, nak.”

“Aku juga!” ia lalu melekat di kaki Yuri.

“Tapi kau-”

“Yoong! Makanannya sudah siap!” suara riang gembira memberitahukan dari dapur. Yuri hampir tidak dapat mengenali suara itu karena nadanya yang penuh semangat hingga pemilik suara tersebut muncul dari dapur dengan mengenakan celemek bergambar Minnie Mouse.

“Ayo, itu makanan kesuka-” seorang wanita berambut cokelat itu berhenti berbicara begitu ia melihat separuh jiwanya. “Oh, kau sudah pulang.”

Yuri tersenyum sambil menyiapkan lengannya untuk menyambut istrinya ke dalam sebuah pelukan.

“Sicababy- OOF!”

“Appa! Gendong Yoong, SE.KA.RANG!” Yoong melompat di antara mereka, dengan putus asa mengaitkan lengan pendeknya di leher ayahnya.

Yuri lalu mengamankan posisi Yoong dan menggendongnya dengan satu tangan.

“Yoong, Appa baru saja pulang. Appa harus mengganti bajunya.” Bujuk Jessica sambil berjalan menghampiri keduanya. “Makananmu sudah siap. Ayo.” Ia lalu mengulurkan tangannya.

“Tidak mau!”

“Yoong…”

“Tidak mau!”

“Oke, coba cium dia. Appa bau.”

Tanpa sadar Yoong mengendus bahu ayahnya dan mengerti maksud ibunya. Memang benar, ayahnya berbau seperti campuran keringat dan aroma kantor.

Anak kecil bermata seperti rusa itu pun lalu menggeliat-geliat di gendongan ayahnya dan ia melompat turun sambil menjepit hidung mungilnya.

“Appa, Appa bau!” ejeknya dengan ekspresi jijik.

Yuri cemberut.

“Oke, pergilah. Bawa hidungmu ke tempat lain.” Jessica menepuk popok anaknya.

Dengan enggan Yoong melepaskan dirinya dari Yuri dan pergi menuju ruang makan, di mana aroma mengundang menarik perutnya yang lapar.

Yuri mengehela napas dengan lelah dan pergi ke kamar tidur utama, tanpa menyadari seseorang yang mengikuti di belakangnya. Begitu ia memasuki kamar, ia mendengar seseorang berbicara.

“Bagaimana pekerjaanmu?” istrinya berjalan di hadapannya, sedikit mengejutkannya.

“Whoa! Apa kau seorang ninja atau semacamnya?”

“Ya, aku seorang ninja. Jadi bagaimana pekerjaanmu?” tanyanya sambil melepas dasi suaminya, seperti halnya apa yang para istri lakukan pada suami mereka yang pergi bekerja.

“Begitulah…”

“Kenapa? Apa yang terjadi?”

“Karena kau tidak ada di sana…dan aku merindukanmu.”

Yuri menyiapkan bibirnya dengan mata terpejam, mengharapkan sebuah ciuman dari orang yang dicintainya. Jauh dari dugaannya, telapak tangan yang lembut menyentuh wajahnya dengan kasar dan mendorongnya. Suara tawa kecil yang terdengar seperti suara lonceng keluar dari mulut wanita itu.

“Seolah aku akan percaya padamu.”

“Kenapa tidak?”

“Yah. Asal kau tahu, Direktur Kwon…” Jessica bermain-main dengan kerah kemeja Yuri. “Sebagian besar pegawaimu, baik pria maupun wanita, mereka mengagumimu. Tentu saja, kau…seorang yang angkuh…akan menikmati tindakan nekat mereka hanya untuk mendapatkan perhatianmu. Apa aku benar?” ia lalu mengangkat alisnya.

“Y- Maksudku TIDAK! Sama sekali tidak! Buat apa aku membutuhkan perhatian mereka kalau wanita tercantik ini adalah istriku dan sedang menungguku di rumah?”

Wajah istrinya merona setelah mendengar sanjungan tiba-tiba tersebut dan menampar dada Yuri.

“Dan istri itu bukan hanya yang paling cantik, tapi juga yang paling mematikan.” Tambah Jessica dengan suara dinginnya. “Jika aku melihatmu main mata dengan wanita manapun, aku bersumpah kau tidak akan pernah melihat cahaya matahari lagi.”

Merasa bahwa dia bersungguh-sungguh, Yuri menelan ludah dan memaksakan seulas senyum.

“Itu tidak akan pernah terjadi!” Yuri menenangkan kegelisahan Jessica dan merangkul pinggang rampingnya. “Aku sudah berjanji padamu, pada keluargamu dan pada diriku sendiri kalau aku akan memberikan seluruh hidupku padamu. Aku adalah orang yang suka menepati janji, jadi percayalah…aku mencintaimu dan aku tidak akan pernah lelah mengatakan hal ini. Aku tidak akan pernah meminta seorang istri yang lebih baik, karena aku tahu kau sudah menjadi yang terbaik. Aku mencintaimu.” Ia lalu mencium hidung Jessica dengan penuh cinta.

Jessica tercengang saat mendengar kata-kata Yuri yang romantis namun serius. Yuri tidak pernah gagal membuat jantungnya berdebar-debar. Hanya dengan kehadiran laki-laki ini saja sudah cukup membuat kupu-kupu dalam perutnya terbang ke sana ke mari, apa lagi ditambah dengan pengakuan yang penuh kasih sayang ini?

“Sica. Yah, Sooyeon-ah.”

“H-huh?”

Yuri tersenyum melihat tatapan Jessica yang menawan hati, menggandakan debar jantungnya. “Tuhan, sekarang kau terlihat sangat lucu.”

Jessica menggigit bibirnya sebelum menyandarkan kepalanya di dada suaminya. Dari sana, ia dapat mendengar jantung Yuri berdebar secepat debaran jantungnya. Ia terkekeh, mereka saling berbagi perasaan yang sama.

“Aku juga mencintaimu, Yuri-ah. Dan aku percaya padamu, oke?”

“Kau tidak perlu meragukanku karena aku milikmu seutuhnya.” Katanya genit.

Sang istri pun sekali lagi terkekeh mendengar pernyataannya dan mereka tetap saling berpelukan di dalam kamar mereka. Momen itu adalah momen serius dan mengesankan bagi mereka untuk menyatakan cinta mereka terhadap satu sama lain. Yah, sepertinya setiap hari pun merupakan momen yang akan terus dijaga karena cinta mereka untuk satu sama lain tetap abadi.

“Oke, ganti bajumu big boy.” Jessica berinisiatif untuk melepaskan pelukan karena ia mulai merasa sedikit lapar. “Aku akan memeriksa Yoong. Turunlah untuk makan malam, oke?”

“Tentu.” Yuri melepas kancing baju polonya sebelum Jessica meninggalkan kamar. Dari sudut matanya, ia melihat tubuh berotot suaminya dan itu membuat wajahnya memerah.

Setelah Jessica menutup pintu, Yuri tertawa kecil dan mengenakan pakaian nyaman.

“Sica, kenapa kau lucu sekali?”

Yuri baru saja hendak pergi ke lantai bawah namun tempat tidur di depannya lebih menarik baginya. Ia sangat lelah dan stress karena semua pekerjaan yang dilakukannya seharian ini, belum lagi rapat-rapat yang akan diadakan besok. Terkadang, ia ingin melepaskan segalanya dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya.

Yuri merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan dengan perlahan terlelap.

***

Setelah beberapa jam.

“Appa! Bangun!”

“Hmmm…berhentilah memukuli Appa, sobat…”

“Tapi aku mau pelukan…”

“Oke, kemarilah.”

Yuri bergeser dengan mata yang masih terpejam dan menyambut anaknya ke dalam pelukan. Meskipun pikiran bawah sadarnya berada di tempat kerja, ia tahu bahwa anaknya membutuhkan perhatiannya.

“Appa, apa itu?”

“Hm?”

“Yang itu, Appa. Apa itu?”

Dengan enggan Yuri membuka matanya dan melihat nampan penuh makanan di atas meja samping tempat tidur. Ia perlahan bangun dengan Yoong yang masih memeluknya. Yuri menarik kertas yang menempel di sana dan membacanya.

‘Appa pekerja keras, Yuri, kuharap Yoong membangunkanmu dan menunjukkan ini padamu. Tadi aku menunggumu tapi aku menemukan kau mendengkur di sini, di kamar kita. Kumohon makanlah sebelum kau tidur, aku tidak mau kau merusak gaya hidup sehatmu dan jatuh sakit. Hehe~ Aku mencintaimu!’

– Umma Sica

Yuri tertawa kecil dengan sikap perhatian istrinya. Ia lalu melihat makanan itu dan menyadari itu adalah makanan kesukaannya. Tersenyum seperti orang bodoh, ia berbalik dan melihat Jessica yang tertidur lelap di belakangnya. Ia merapikan selimut yang menyelimuti Jessica dan mengecup keningnya.

“Terima kasih, sayang.”

Ia lalu pergi menyantap makan malamnya bersama Yoong, yang mengaku lapar lagi, dan meninggalkan Jessica yang sedang tidur.

Tanpa sepengetahuan mereka, Jessica tersenyum puas dengan mata terpejam karena ia berhasil membuat keluarganya bahagia sebelum hari berakhir.

***

THE END

 

thanks for gave me the permission, author-ssi 🙂

sorry gue jarang update, lagi sibuk BANGET 😦

credit: yulbutt @AFF

boiboi~

Advertisements

55 thoughts on “Happy Stress [One Shot]

  1. Kwon family memang paling romantis di dunia ff 😀
    Yulsic ottheke aku merindukan kalian TT
    One shootny bgus Thor, mencerminkan kluarga muda yg bahagiaa..appa yul :*

  2. Keluarga yg harmonis , kwon family jjang….
    Authornya juga jjang—– jjangan lama2 update kelanjutan ff yg lain hahaa

  3. Kwon family ni emang yg paling paling,
    jd terobsesi punya suami yg ky Yul hihi aamiin
    udah nyempetin update ini aja udah seneng, selamat sibuk2 tarra

  4. Annyeong ……
    Wahh sblm tdur pas bngt nih …
    Gilaa,, bner” sweet nih kluarga kwon yuri yaaa ….. smpurna dah …
    Manis nya kbngetan…lol
    Cool lah ..thanks for update,dtngah ksbukan .. mga segala sesuatunya lncar ..kkkeee
    So,dtunggu next update nyah …
    SEMANGAAAAAAAAAT

  5. kwon family emang selalu so swett…
    inu kwon asli ya, bukan kwon kw an..
    aduh baby yoong manja banget sama app nya..
    yul oppa, baby yoong, and sica omma aku menyayangi kalian..
    kurang baby soojung belum lahir.. 😀
    ia gak apa chingu, aku maklumin..
    lanjut chingu..
    selalu ditunggu ceritanya..
    samangat..

  6. aih…Keluarga bahagia yg sukses buat gw diabetes plus jadi dikira strez sama org” yg liat gue senyum” gaje baca nih ff.#lol

    Maaf juga emailnya beda setiap gue komen ya tarra…Gue lagi proses mengingat email sendiri.Amnesia gue kambuh..^_^

  7. hanya dalam ff kita bisa bermimpi mrk sprt itu…..cute
    yulsic jjang!!!!!…
    thur, bnr2 u bisa bikin naik turun jiwa shipper gw….jjang
    jgn berhenti membuat ff ya… *hanya dgn ini gw bisa berkhayal ttg mrk

  8. Yoong manja bnget sama Yul, tapi ksihan jga sih sama Yul, dy lg capek2 tpi digangguin sama anak nya..
    Ya ampun ini Yulsic romantis amat lah, aii aii deabetes kumat lg..

  9. aigoooooo yulsic emng slalu bikn iri deh, manis bngeettt siiihhhhh
    klurga yg harmonis, yoong mnja bngt sm yul appa
    yul appa, sica eomma, yoong all my love is for u

  10. Kwon family emang seru dan kocak hahaha dari sifat yul yg takut sama sica trus sica yg dingin dan kadang manja hihihi dan yoong yg nakal tapi gemesin

  11. Slalu demen sama crita kwon family pasti diabet konyol haha
    Punya anak seaktif yoong psti ada aja kelakuannya haha dengan miss bosy dan mr.player brantem tapi cinta haha

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s