My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 4]

Yo guys…slow down! don’t be mad please 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 4

 

‘Aish…berhentilah bersikap kikuk Yul!’

Gadis itu berhenti tertawa dan mengulurkan tangannya pada Yul.

“Victoria Song. Senang bertemu denganmu, Yul.”

~~~;~~~;~~~

5 minggu kemudian…

Yul sedang dalam perjalanan untuk pergi berkencan bersama Victoria. Ia merasa gugup karena hari ini adalah hari yang istimewa. Hari ini, ia akhirnya akan menyatakan perasaannya.

“Yul!”

Suara Victoria membuat Yul menoleh ke samping kanannya dan melihat gadis itu berdiri. Ia tersenyum dan menghampiri gadis itu.

“Untukmu.”

Yul memberikan setangkai mawar pada Victoria dengan seulas senyum lebar di wajahnya. Victoria menerimanya dan mencium bunga itu.

“Terima kasih, Yul.”

Yul memegang tangan Victoria dan menciumnya. Ia sudah mengencani Victoria selama empat minggu terakhir ini dan Yul mulai jatuh cinta pada gadis tersebut. Sikap perhatian Victoria telah menarik hati Yul.

“Kita mau pergi ke mana?”

Pertanyaan Victoria membuat Yul tersenyum lebar seperti anak kecil. Ia kemudian menggenggam tangannya dan memimpin gadis tersebut.

“Apa kau percaya padaku?”

Victoria mengangguk. Ia kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Yul.

“Ya. Kenapa?”

Yul tidak menjawabnya dan terus berjalan. Ia benar-benar menyukai Victoria. Ia hanya ingin membuat kencan mereka mengesankan.

~~~;~~~;~~~

Jessica berjalan mondar-mandir di kamarnya. Ia sedang menunggu sesuatu. Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Jessica kerap memperhatikan benda di tangannya. Masih tidak ada perkembangan. Ia semakin cemas.

“Aku harus menunggu berapa lama lagi?”

Jessica kembali melihat benda itu. Kali ini ia melihatnya. Tanpa sadar, benda itu terjatuh ke lantai. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia bisa melihat hidupnya hancur di depan matanya.

FLASHBACK..

Donghae bersandar di papan tempat tidur Jessica. Napasnya terengah-engah dan tubuhnya mengeluarkan banyak keringat. Jessica bahkan tidak bisa bergerak dan seluruh tubuhnya terasa sakit terutama di bagian bawah.

“Terima kasih sayang.”

Donghae tersenyum manis pada Jessica dan bermain-main dengan jemari gadis itu. Jessica menatapnya dengan tatapan cemas.

“Kenapa kau tidak memakai pengaman?”

Donghae menatap padanya namun ia terus bermain-main dengan jemari Jessica.

“Aku tidak bisa menahannya. Maafkan aku.”

Donghae memasang raut sedih palsu di depan Jessica. Jessica bisa merasakan matanya mulai berair. Apa yang akan terjadi jika dirinya hamil?

“Aku…aku bisa…hamil…” katanya agak tergagap

Donghae membungkuk dan mencium kening Jessica.

“Tidak akan terjadi apa-apa. Percayalah .”

Donghae kemudian memeluk gadis itu dan membiarkan dia menangis di bahunya. Jessica merasa bahwa Donghae sangat mencintainya. Apapun yang dilakukan laki-laki itu adalah demi dirinya juga. Ia memercayai Donghae. Namun tanpa sepengetahuan Jessica, mata Donghae dipenuhi kebencian.

END OF FLASHBACK…

“Ini terjadi.”

Jessica merosot ke tempat tidurnya dan menangis habis-habisan. Ia harus menemui Donghae.

~~~;~~~;~~~

Tim basket sudah mulai berlatih beberapa jam sebelumnya. Terlepas dari apa yang terjadi di antara Donghae dan Taeng beberapa minggu yang lalu, termasuk kebencian Taeng terhadap Donghae, keduanya merupakan dynamic duo di tim mereka. Taeng merupakan satu-satunya bintang lapangan yang membenci sikap rekan timnya sendiri.

“Oke semuanya, istirahat! 5 menit!”

Tiffany duduk di salah satu bangku yang jauh dari tim, ia tengah menonton latihan. Taeng mengambil tasnya dan menghampiri Tiffany.

“Kukira kau ada rapat dengan OSIS?”

Tiffany menyerahkan sebotol air padanya dan memancarkan eyesmile-nya. Taeng bisa merasakan energinya bertambah setelah melihat eyesmile Tiffany.

“Senyum itu hanya untukku. Oke?”

Taeng tersenyum lebar sebelum ia duduk di hadapan Tiffany.

“Reschedule. Terlalu banyak orang yang suka berbicara tapi hanya sedikit yang tahu bagaimana cara kerjanya. Aku benci itu.”

Taeng tertawa melihat ekspresi cemberut Tiffany. Ia kemudian mengacak-acak rambut Tiffany dengan main-main.

“Yah! rambutku!”

Tiffany memukul bahu Taeng dan merapikan rambutnya.

“Bukankah itu Jessica?”

Suara Taeng membuat Tiffany mendongak dan melihat Jessica yang datang dari pintu masuk utara ke dalam aula basket.

‘Dia terlihat kacau.’

Taeng dan Tiffany mengawasi gadis itu. Jessica tengah berbicara pada Donghae. Beberapa saat kemudian mereka terlihat sedang bercekcok. Jessica mengentakkan kaki keluar sambil menangis sementara Donghae hanya berbalik dan kembali ke teman-temannya sambil tertawa.

“Oke. Apa yang terjadi?”

Taeng terlihat kebingungan. Tiffany menggenggam tangan Taeng. Taeng menoleh dan menghadapnya.

“Terjadi sesuatu. Kurasa aku harus pergi dan mengejarnya.”

Taeng mengangguk. Ada sesuatu yang benar-benar salah dan seseorang harus berbicara pada Jessica. Seorang perempuan.

~~~;~~~;~~~

Yul membawa Victoria ke sebuah pantai. Ia menyukai tempat ini terutama sejak ia meninggalkan semua hal yang berkaitan dengan basket. Yul berhenti ketika tiba di tempat yang biasa ia kunjungi, ia berbalik dan menghadap Victoria. Dengan hati-hati tangannya ia membelai pipi gadis itu.

“Ada yang ingin aku katakan padamu.”

Victoria yang masih terlihat bingung dengan tingkah laku Yul hanya tersenyum.

“Hmm…”

Yul kemudian menangkup wajah gadis itu sebelum mengecup bibirnya. Ciuman itu hanya sekejap namun bagi Yul ciuman itu terasa lama.

“Maukah kau menjadi pacarku?”

Victoria benar-benar terkejut. Ia menatap mata Yul dalam-dalam dan kembali tersenyum. Ia merangkulkan lengannya di leher Yul dan mencium laki-laki itu. Mereka tidak melepaskan satu sama lain hingga mereka kesulitan bernapas. Yul tercengang namun ia menikmatinya.

“Apa itu berarti ya?”

Victoria kembali menciumnya.

~~~;~~~;~~~

Tiffany berusaha mengejar Jessica namun karena Jessica merupakan seorang cheer leader, mengikutinya bukanlah hal yang mudah bagi seseorang seperti Tiffany yang selalu bergelut dengan pekerjaan kantoran. Salah satu hal yang dapat dilakukan Jessica adalah melarikan diri.

“Jess! Tunggu!”

Tiffany berteriak sekeras mungkin, Jessica mendengarnya namun ia tidak berhenti.

“Apa yang kau inginkan, Tiff!”

Tiffany bisa merasakan napasnya terengah-engah, ia berhenti dan membungkuk sedikit menandakan dirinya kekurangan stamina.

“Tunggu…bisakah…kita…setidaknya…berbicara?…Donghae…dia….membuat…taruhan…dengan…timnya…dia…akan…melakukan…’itu’…tanpa…pengaman…Taeng…mendengarnya…aku ingin…memperingatkanmu…”

Kata-kata Tiffany menusuk dalam ke lubuk hati Jessica. Ia berhenti dan berbalik, pipinya basah karena air matanya, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Sudah terlambat Tiff! Dia MENANG!”

Jessica kembali berlari dan meninggalkan Tiffany yang terkejut. Matanya terbelalak.

FLASHBACK…

“Donghae bukan laki-laki baik, Jess.”

Jessica berbalik dan menampar pipi Tiffany dengan keras. Tiffany bisa merasakan rasa sakit yang menyengat di pipinya.

“Diamlah Tiff! Apa yang kau tahu tentang dia! Kau bahkan memacari playboy sekolah!”

Tiffany tidak bisa memercayainya. Jessica tidak memercayai sahabatnya hanya karena Donghae.

“Jess, aku mencoba menyelamatkanmu! Taeng tidak berbohong. Aku melihatnya!”

Jessica berbalik.

“Pilih Tiff. AKU ATAU TAENG!”

Tiffany terkesiap. Jessica tidak boleh melakukan ini padanya, mereka sudah lama berteman.

“Jess….aku…”

Jessica mendengus.

“Mulai sekarang, kita bukan sahabat lagi. KAU TIDAK PERNAH DATANG KE DALAM HIDUPKU.”

END OF FLASHBACK…

“Jess…maafkan aku…”

Mata Tiffany berkaca-kaca. Ia tidak bisa menahannya lagi dan membiarkan air matanya jatuh.

~~~;~~~;~~~

Jessica berlari seolah-olah ia bisa berlari selamanya. Namun tak ada yang bisa melakukan itu. Ketika kakinya merasa lelah, Jessica terjatuh ke tanah dan lututnya terluka. Rasa sakit di lututnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan rasa sakit di hatinya. Matanya sembab sementara jejak air mata yang mengering terlihat di pipinya. Jessica mencengkeram dadanya dan menangis habis-habisan. Menangis kesakitan karena patah hati.

FLASHBACK…

“Kita harus bicara.”

Jessica berhenti di depan Donghae yang sedang tertawa dengan teman-temannya. Melihat pacarnya, mempermisikan dirinya dan membawa Jessica ke sebuah sudut jauh dari rekan timnya.

“Ada apa?”

Jessica mengendalikan air matanya yang mengancam keluar. Ia mencengkeram bajunya erat-erat.

“Aku…aku…”

Ia tidak bisa mengucapkan kata-katanya dengan baik. Jessica merasa takut namun ia harus memercayai Donghae dan ia masih memegang janji-janji Donghae.

“Sayang? Ada apa? Kau bisa menceritakannya padaku.”

Donghae mengusap-usap bahu Jessica dengan telapak tangannya mencoba untuk menenangkan pacarnya. Ia tersenyum.

“Donghae…aku…hamil.”

Mulutnya menganga, tangannya membeku. Donghae bisa merasakan jantungnya berhenti berdetak. Berita itu tidak terduga, ia menarik tangannya dan menatap Jessica.

“Kau bercanda, kan?”

Donghae berharap bahwa Jessica akan menganggukkan kepalanya namun dia tidak mengangguk. Jessica menggelengkan kepalanya perlahan. Donghae melangkah mundur.

“Berapa lama?”

Donghae menelan ludah dan bersusah payah menelan bongkahan pahit yang tersangkut di tenggorokannya.

“Dua minggu.”

Donghae mulai merasa cemas. Ia tidak bisa membesarkan seorang anak di usianya yang masih remaja.

“Kita bisa mengaborsinya…semuanya akan kembali seperti semula.”

Jessica menatap Donghae. Ia benar-benar terkejut setelah mendengar cara Donghae untuk memecahkan masalah itu. Ia berbuat salah sebelumnya, kenapa harus menambah kesalahan lagi.

“Aku tidak bisa melakukannya. Kita berbuat salah Donghae, aku tidak mau membuat kesalahan lainnya.”

Donghae berdiri dengan gelisah. Ia tidak menyukai hal itu.

“Aku tidak bisa memiliki bayi ini. Aku masih terlalu muda, kau masih terlalu muda.”

Jessica bisa merasakan ribuan jarum yang menusuk hatinya. Donghae tidak mau bertanggung jawab.

“Tidak! Kau bilang kau akan bertanggung jawab!”

Jessica setengah berteriak. Ia mencoba untuk memukul dada Donghae namun Donghae berhasil menangkap tangannya.

“AKU TIDAK BILANG BEGITU! AKU TIDAK PERNAH BERJANJI TENTANG MEMBESARKAN ANAK!”

Air mata Jessica mengalir tak terkendali. Jessica tidak bisa diam lebih lama lagi dan mendengar alasan-alasan lainnya dari Donghae. Sudah cukup. Jessica tidak bisa berkata-kata lagi dan pergi dari lapangan basket.

END OF FLASHBACK….

Jessica tidak tahu lagi harus berbuat apa. Ia bahkan tidak bisa berpikir jernih, ia bisa merasakan jantungnya berdebar kencang. Napasnya mulai tersendat-sendat. Segalanya yang telah ia bangun runtuh di depan matanya.

“Yul…rasanya sakit sekali…aku tida bisa…menahannya…lagi…”

~~~;~~~;~~~

Yul sedang dalam perjalanan pulang setelah mengantar Victoria. Hari ini ia mengambil rute berbeda karena ia ingin menghabiskan waktu berjalan-jalan sambil memikirkan Victoria. Sekarang, ia bisa menyombongkan diri pada SooSun couple bahwa Kwon Yul sudah memiliki seorang pacar. Yul tersenyum sendiri.

Dari kejauhan, Yul bisa melihat seseorang terbaring telungkup di dekat sebuah bangunan. Tanpa ragu, Yul berlari menghampiri orang tersebut. Ia membalik tubuh orang itu dan terkesiap setelah melihat wajahnya.

“Jessica?”

Yul tidak menunggu lebih lama lagi dan mengangkat gadis itu pulang ke rumahnya. Ia benar-benar khawatir melihat keadaan Jessica yang seperti ini. Dia tak sadarkan diri. Yul berhasil tiba di rumah Jessica kurang dari 30 menit. Ia mengetuk pintu dan masuk setelah seorang pembantu membukakan pintu.

“Tolong bawakan air minum!”

Pembantu itu mengangguk sementara Yul menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar Jessica. Dengan hati-hati ia membaringkan tubuh Jessica di atas tempat tidur dan menunggu si pembantu. Pembantu itu datang dan menyerahkan segelas air. Dengan perlahan Yul membantu Jessica duduk dan memberinya minum. Jessica meminumnya pelan-pelan. Setelah itu, Yul kembali membaringkannya.

“Apa yang terjadi padamu Jessica?”

Jessica membuka matanya dan melihat sosok yang tak asing lagi. Kwon Yul. Jessica memeluknya dan menangis di bahunya.

“Kumohon. Maafkan aku…maafkan aku…”

Yul mengusap-usap punggungnya. Segera Jessica tertidur di bahu Yul. Yul melepaskan pelukannya dan membaringkannya sekali lagi. Ia menyelimuti Jessica perlahan.

“Kuharap masalah-masalah ini akan lebih mudah bagiku.”

~~~;~~~;~~~

Jessica terbangun dan kepalanya terasa sedikit ringan. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya untuk melihat sekelilingnya berharap melihat wajah yang sangat dirindukannya. Tapi laki-laki itu tidak ada di sana.

“Itu hanya mimpi. Rasanya seperti nyata.”

Jessica menolehkan kepanya ke kiri dan melihat ayah dan ibunya duduk di kursinya.

“Ayah? Ibu?”

Raut wajah Mr. Jung terlihat serius sementara Mrs. Jung menangis. Jessica terlihat kebingungan. Mr. Jung mengangkat tangannya dan menunjukkan sebuah benda pada Jessica.

‘Alat tes kehamilan!’

Jessica agak gelisah. Mr. Jung menemukan alat itu, ia lupa membuangnya.

“Siapa ayahnya, Jessica?”

Jessica tidak bisa melihat mata ayahnya. Bagaimana mungkin ia memberitahu ayahnya mengenai seseorang yang tidak pernah berniat untuk bertanggung jawab? Mr. Jung berdiri dan melemparkan alat itu. Dia sangat marah.

“Ayah tanya sekali lagi. Siapa ayahnya, Jessica?”

Jessica menutup matanya. Ia bahkan tidak bisa bernapas dengan benar. Tenggorokannya tercekat, namun ia harus memberikan jawaban pada ayahnya.

“Yul. Kwon Yul.”

~~~;~~~;~~~

TBC

OMG the author of this fanfic came and gave me some comments and i’m just- Thank you SO MUCH! 😀 you were really giving me support 🙂 @blip89

*bagian awal, gue lupa masukin part itu di chapter 3 XD sorry~

credit: bluppy @SSF

boiboi~

Advertisements

66 thoughts on “My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 4]

  1. Whaaaattttt…!!!!
    Sica tekdung
    tuh kn rasain loe sica
    Haduh kok yul seh yg sruh tanggung jwb.

    cepetan update next chap Tarra
    pngen taux lanjutannya

  2. sica onnie kok bawa-bawa nama yul oppa sih..
    yul oppa kan gak tau apa-apa tentang masalah ini..
    ini kan kesalahan sica onnnie sama si ikan itu..
    aduh yul oppa gimana ya dengar berita ini..
    masih belum jelas sih chingu kenapa sica onnie dan yul oppa itu gak dekat lagi..
    terus adiknya yul oppa kemana ??
    lanjut chingu..
    aku makin penasaran sama ceritanya..
    semangat, see you..

  3. Annyeong,,,,,
    Issssshhh sica skrng bru nysal kmren2 aj sllu bnggakan ikan cupang,,,,
    Skrng stlh mnis sepah dbuang iissss pngen gue jemur jd ikan asin tu ikan cupang,,,
    ksian fany psti sngt mrsa brslh mlht keadaan shbt nya yg jtuh trpruk bgtu dlam,,,,,uhhh smga taeng CS bsa mmbumi hbguskn ikan cupang,,,
    Dannn knpa sica ssh amt blng yg sbnr nya,,knpa pula ngmng yul ayah byi nya,,,yg ad ortu nya bkln mmbnci seorang kwon yul,,,
    Hadeuhhh bnr2 pnsran,,,,,
    Nextttt d tunggu chingu,,jngn lma2 ttp smngat,,,,,
    Gomawo,,

  4. Whaat ?? Jess lo ngaku yuri yg hamilin ? Gooooddddd (y) hahahaha

    Donghae lo pengen gw panggang(?) kali yee lama2 . Mau enaknya aje lo . Disuruh tanggu jwb malah ga mau , klo gw yg hamilin sica gw pasti dgn senang hati mau tnggu jwb#Plaaak hahaha

  5. mak jlebbbb!!!!
    setau gw yul gk berani mcm2 sama jessica kok knp yg kudu tanggung jawab malah yul..
    udh dibilangi jga jgn sama donghae!!!! tuh org freak,,, bikin kesel aja gni jdinya,,,
    ksian yul kan jdinya gni,,,,,,,, tpi aq lbh suka sama yul sih,, yul itu tipe cowo yg setia kok buat jessica jung,, hahaha,,,,
    semoga yul sama jessica bnr2 jdian..
    amin..amin…aminnnn…

  6. jess ngapa lu tega sm yul. aggh ga suka kalo ky gini walopun ntar yulsic bersatu tp ga gni jg caranya, yul baru aja bahagia malah dgituin, kmrn2 ga inget yul sekarang udah tekdung aja malah yul yg kena,
    hwaaa TT

  7. Gw kessel sama jessica skrang dia bru nyessel kan stelah semuanya udah terlambat trus pke’ bilang klo yul yg bkin dia hamil lagi..

  8. poor yul gak makan nangka tp kena getahnya ..
    sedih sih liat jessie hamil trs ditinggalin gtu tp tau dia mau jebak yul kok jd sebel ua. thor jangn lama2 updatenya penasaran nih kalo bisa panjangin dikit ya hehehe

  9. ih wow kok yang di sebut nama yul sih kenapa coba kasian yul lagi bahagia itu ama pacar barunya hhihii
    tak robek”donghae nih nyebelin
    hahhaah berat beban yul nih kedepan kayanya T_T

  10. sica astaga kenapa malah bilang yul pelakunya
    gimana nasib yul nanti, baru seneng sama tante vic langsung di suruh tanggung jawab

  11. sica harus menerima akibatnya karena donghae memilih utk tdk bertanggung jawab dan dia merasa sangat bersalah pada fany dan yul
    yul sepertinya akan mendapatkan masalah karena sica bilang kepada mr.jung kalau yul yg menghamilinya,padahal yul baru aja bahagia karena baru jadian dg victoria
    lanjut lagi thor penasaran apa yg akan dilakukan yul setelah tau kalau ia dituduh menghamili sica

  12. Annyeong…

    gue ska YulVic,, mreka sweet…brharap next nya mreka bsa lbh sweet lg…jrang2 kan nih kopel… 😀

    Aish Sicca, nyesel kan skrang…

    Untk chap2 awal ini gue msh bnci krakter nya Jess #justff.

    Plesbek nya jga ngeselin tuh!!!#emosi.

  13. Tuh kan sica……
    Pdhl udh d ksh tau fany klo si ikan tu cwok gk baek mlah msh aj d belain…tau sndr kan akibatnya….
    Skrg giliran yul ni yg bkal kena masalah….
    Lanjut thor….

  14. parah sica yg naruk benih siapa yg disalahin siapa……
    parah udh….poor uri yulyulk jd ntr happy ending nya ma vic noona #sh

  15. Annyeong …….
    Waduh ,bneran trlambat sudah -_-
    Jessica bneran keras kepala dan gak mau dngr tmn nya ,skarang dpt akibatnya ,,,,
    Adduh,yulvic sweet dah .. hhaaa
    Tpi pdhal baru mulai ,gak nyangka sica bklan bgtu, ksian kwon nya ini … u,u
    Mkin penasaran tpi….
    Wah ,congrats dpt support dri pnulisnya langsung ya …kkkee,dtunggu next chap nyah …
    SEMANGAAAAAAAAAAAT !!!!

  16. Aisssh jessica jung knp nyeret2 nama kwon yul,ciiihh enak aja yg seneng khan si ikan hae koq yg disuruh tanggung jawab yul!aduuh yul bru jg bahagia sama vic,oh jess kau tega sekali

  17. Idih jessie ngaku2 😦
    ikan yg makan nangkanya kok Oppa gw yg harus kena getahnya. Ckckck…. Mana Oppa gw udah punya pacar lg. Trus gimana nasib YulVict yg baru jadian?
    Update soon ya Tarra… Dan jangan lupa u’ll the prince & i’ll be the princess nya. Gw nungguin bgt ^^

  18. Entah kenapa suka sama hubungan yulvic disini.Haha#evil
    jessica jahat banget bilang klau yg ngelakuin yuri…appa yul yg sabar ya..(sejak kpn gue jdi anak yuri)
    Tapi dengan begini yulsic bakaln bersatu..hihi

  19. why,,,,jesi kmu bilang yul ayah dri anak yg kau kandung?????
    padahalkan dy nglakuinnya ma donghe????
    padahal yul gak tau apa apa????
    wah jahat amat sie jenong !!!!!!!!

  20. Wah si donghae bnt” minta dhajar ya, sica udh dkasih tau sm pany ngeyel jg ya, ini akibtnya, trul yul deh yg jd korban suruh tanggung jwb, tp gpp seeh :pђέ:Dºђέº:pђέ:D

  21. Annyeong., 🙂
    OMMO.,, knp bgini.,??? Sica knp kau??
    Aigoo.,, aku smpai bingung mau komen apa.,, bkin greget sih.,,
    gemes jga lht YulVic.,, tpi aku tetep YulSic 😀
    aku greget sma Sica knp dia sebutin nma Yul.,??? tpi jka itu awal mreka bersma it’s okey lah 🙂
    .

  22. knp pl sica sebut nama yul yg hamilin dy pdhl kan si donghae n sdh jls bgt daonghae itu jaat ama dirimu sica n lu lbh prcaya donghae d banding tiffany,krn donghae jg lu putusin persahabatan
    karna egois lu n ice lu itu mkny ga ada yg bertemen ama lu
    makan tuch kata2 manis donghae brengsek itu
    pingin g hajar tuch donghae

  23. tuhh kan si ikan cuma mau enak nya aja. .
    dan apa maksud lo sica?
    aduh kasian lah yul baru berbunga” abis pacaran dan skrang sica bilng apa? yul ayah dr anak.y. .
    omg. .
    lanjut
    keepwriting
    fighting (Y)

  24. haduuhhh sica loe apa2an sih, knp yul yg hrs loe salahin sih
    ya ampun kasian bngt hidupnya yul, pdhal yul udh jadian sm vic, lg seneng2nya tuh

  25. jessica. >:) edan lu , gw sebel sama lu ..
    ga dongek ga enjess bikin om yul sakit mele hatinya ,
    Just YulVic jjang 😛

  26. What the f**k
    Siccaaaaaaaa apa yg kau lakukan??!
    Udah bagus yul bahagia ma victoria, lu yg menderita malah menyeret dia ke lubang penderitaan lagi 😥

    Yul yg tabah y.
    Aish. si donghae itu.. gaahh! #asah golok

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s