My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 5]

olah…. (:

enjoy~

~~~ ~~~ ~~~

CHAPTER 5

 

“Sudah berapa lama kita tidak bertemu, Kwon?”

Tatapan Mr. Kwon tidak meninggalkan Mr. Jung. Ia ingat berbicara dengan pria itu beberapa tahun lalu. Matanya tetap sama. Tak kenal takut.

“Tidak cukup lama untukku melupakanmu.”

Mr. Jung tertawa keras. Si Kwon ini tidak pernah gagal menghiburnya.

“Tidak ada salahnya mengunjungi teman lama, bukan?”

Mr. Kwon mendengus. Matanya dipenuhi dengan amarah. Ia tidak akan pernah melupakan wajah itu.

FLASHBACK…

“KALIAN SEMUA HARUS DIHUKUM!”

Mr. Kwon berteriak pada Mr. Jung yang hanya tersenyum sinis dan meninggalkan ruangan lebih dulu.

“Kembalikan PUTRIKU!”

Mr. Jung berbalik dan melemparkan setumpuk uang ke arah keluarga Kwon.

“Bagiku uang bukanlah masalah, Kwon. Selamat tinggal!”

END OF FLASHBACK…

“Sekarang apa yang kau inginkan, Jung?”

Mr. Jung duduk dan membuat dirinya senyaman mungkin di kediaman keluarga Kwon.

“Aku tidak akan basa-basi. Anakku mengandung BAYI ANAKMU.”

Mr. Kwon membeku di tempat. Mrs. Kwon yang tengah membawa nampan berisi makanan menjatuhkannya ke lantai.

“TIDAK. YUL TIDAK AKAN PERNAH MELAKUKAN ITU!”

Mr. Jung tersenyum sinis. Reaksi yang sudah terduga.

“Anakmu bukanlah malaikat, Kwon. Aku seorang publik figur. Aku tidak bisa membiarkan orang-orang tahu kalau ANAKKU hamil. Aku juga tidak bisa membunuh bayinya, aku tidak sejahat itu. Jadi aku memberikan kesempatan kedua pada anakmu.”

Mrs. Kwon menatap Mr. Jung dengan mata berkaca-kaca. Ia berjalan maju lebih dekat dengan Mr. Jung.

“Apa maksudmu?”

Mr. Jung tersenyum. Ia membenci keluarga Kwon namun apa boleh buat. Karirnya bergantung pada keputusan anak laki-laki itu.

“NIKAHI JESSICA.”

~~~;~~~;~~~

Yul menghabiskan malam bersama Victoria karena ayah dan ibunya harus pergi ke Kanada untuk menghadiri konferensi. Ia terbangun dengan kepala Victoria di dada bidangnya. Mereka menghabiskan malam dengan mengobrol dan Yul tidak ingat kapan mereka berdua tertidur. Wajah ngantuk Victoria terlihat cantik. Yul mengecup dahinya, Victoria bergerak sedikit dan membuka matanya perlahan.

“Pagi.”

Victoria tersenyum pada Yul dan menggosok-gosok matanya. Yul balas tersenyum.

“Jam berapa sekarang?”

Yul melihat jam tangannya.

“8.30.”

Victoria meraih lengan Yul dan melingkarkannya di pinggangnya.

“Aku tidak mau bangun.”

Yul tertawa kecil melihat pacarnya.

“Aku akan membuatkan sarapan yang enak kalau kau bangun.”

Victoria membuka matanya dan balas menatap Yul.

“Kau akan membuatnya?”

Yul mengecup keningnya sekali lagi dan tersenyum.

“Aku janji rasanya akan enak.”

Victoria berpikir sejenak sebelum beranjak dari tempat tidurnya. Yul tersenyum lebar dan berdiri juga.

“Kau pergi mandi sementara aku menyiapkan sesuatu, oke?”

Victoria melihat ke Yul dan tersenyum. Ia merangkulkan lengannya di leher Yul.

“Bagaimana kalau kita mandi bersama?”

Mata Yul terbelalak. Victoria mencoba menggoda Yul di rumahnya sendiri. Bagus.

“Kau mau?”

Victoria mendekat dan mencium Yul dengan penuh gairah. Ciuman itu menandakan ia mengingkannya. Yul menikmati ciumannya namun ia segera melepaskan pelukan Victoria. Ia menatap gadis itu dan merangkul pinggang kecilnya.

“Tidak sekarang. Pergilah dan mandi. Aku akan menunggumu di bawah.”

Victoria tersenyum dan melepaskan Yul. Ia berjalan menuju kamar mandi sementara Yul pergi ke lantai bawah.

‘Aku mencintaimu, Yul.’

~~~;~~~;~~~

Menyiapkan sarapan bukanlah hal yang sulit bagi Yul. Keluarga Kwon terlahir dengan bakat memasak, ia belajar memasak dari ibunya. Yul meletakkan makanan itu di meja makan dan tersenyum melihatnya.

FLASHBACK…

“Oppa. Rasanya enak!”

Yoona hampir berteriak pada Yul. Ia menikmati makanan apa pun terutama jika makanan itu buatan keluarganya.

“Aku bisa memasak lebih baik daripada kau, Yoong.”

Yoona memukul bahu Yul dan cemberut. Ia bahkan menaruh garpunya dan hanya menatap makanannya. Yul tersenyum lebar. Adiknya tidak akan pernah bisa menolak makanan. Yul menggunakan garpunya dan mencicipi masakannya sendiri.

“Hmmm…enak…”

Yoona menatap Yul dan makanannya secara bergantian. Melihat Yul makan membuat Yoona menelan ludah.

“Aku ingin memakannya lebih banyak…”

Yul tidak berhenti makan dan membiarkan Yoona menatapnya. Dengan cepat Yoona merebut garpunya dan memelototi kakaknya.

“Ini MAKANANKU! Jangan memakannya!”

Yul menertawakannya dan membiarkan Yoona melakukan apa pun yang ia inginkan.

END OF FLASHBACK..

Victoria memeluk Yul dari belakang, Yul tersenyum.

“Kau sudah selesai?”

Victoria mengangguk. Yul melonggarkan pelukannya dan berbalik menghadap Victoria.

“Duduklah dan cicipi masakanku.”

Victoria melepaskan Yul dan duduk. Aroma makanan itu menggiurkan. Ia menyukainya. Namun sebelum Victoria berbicara, ponsel Yul berdering.

“Hai ayah.”

Dahi Yul berkerut. Victoria menyadarinya dan melihat ke arahnya. Mata laki-laki itu terlihat cemas.

“Baiklah ayah. Aku akan pulang sekarang.”

Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya dan menoleh ke Victoria.

“Keluargaku menyuruhku pulang. Aku akan menjemputmu sekolah besok.”

Yul berjalan menghampiri Victoria. Ia kemudian membungkuk dan mengecup bibirnya. Victoria mengangguk dan tersenyum. Yul kemudian berjalan ke pintu dan keluar dari rumah. Begitu Yul menghilang dari pandangannya, Victoria merasa khawatir padanya.

‘Apakah terjadi sesuatu?’

~~~;~~~;~~~

Taeng dan Tiffany menghabiskan akhir pekan bersama karena mereka selalu sibuk di sekolah. Jadi sebagai alternatif lain, Taeng selalu mengemas barang-barangnya dan menginap di rumah Tiffany. Keluarga Hwang menyambut Taeng dengan hangat selama mereka tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan di dalam rumah.

“Sooyoung benar-benar jadi pendiam sekarang. Terlalu banyak Sunny-ism di kepalanya?”

Tiffany menggelengkan kepalanya melihat Taeng tertawa terbahak-bahak.

“Kalau Sunny mendengar itu…”

Taeng menutup mulut Tiffany dengan telapak tangannya. Ia tersenyum kikuk.

“Oke…oke…aku tidak mau merasakan kemarahan sang bunny hari ini, kumohon?”

Tiffany melepaskan tangan Taeng. Ia berdiri dan berjalan ke pintu. Taeng segara bangkit dan meraih tangan Tiffany. Ia memutar gadis itu untuk menghadapnya.

“Kau mau pergi ke mana, Miss Hwang?”

Tiffany memutar bola matanya dan menggunakan tangannya mencegah agar tidak dipeluk Taeng. Sifat dorky Taeng berubah serius.

“Kau tahu, kadang-kadang perubahan suasana hatimu membuatku takut.”

Tatapan mata Tiffany bertemu dengan mata Taeng. Mereka berdiri dengan saling bertatapan.

“Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu.”

Dengan perlahan Taeng mengangkat tangannya yang bebas dan membelai pipi Tiffany. Tangannya yang lain masih berpegangan pada pinggang Tiffany.

“Aku juga.”

Jawaban Tiffany sudah cukup untuk Taeng. Ia mendekat dan mendaratkan bibirnya di bibir gadis itu. Mereka berciuman seolah-olah tak ada hari esok. Ciuman itu terasa seperti ciuman pertama mereka. Lambat namun tetap penuh cinta. Taeng melepaskan ciumannya dan menempelkan keningnya di kening Tiffany. Tiffany membiarkan matanya tenggelam begitu dalam di mata Taeng.

“Terkadang aku merasa iri pada Sunny, Sooyoung selalu mempunyai waktu untuknya. Aku berharap kau bisa punya banyak waktu luang juga.”

Taeng mengusap-usapkan tangannya di pinggang Tiffany. Ia akan melakukannya, jika ia bisa.

“Aku berharap kita berdua terlahir sebagai orang biasa. Bukan seorang pemain basket yang terkenal atau ketua OSIS. Dengan begitu, aku bisa selalu bersamamu.”

Tiffany tersenyum sedih. Taeng benar. Mereka selalu disibukkan dengan kegiatan-kegiatan sekolah. Ia merangkulkan lengannya di leher Taeng.

“Aku bersyukur bertemu denganmu, Fany. Kau mengubahku menjadi diriku yang sekarang. Aku tidak pernah mengira kalau suatu hari nanti aku akan jatuh cinta padamu tapi mereka benar. Cinta itu BUTA dan aku DIBUTAKAN oleh CINTAMU.”

Tiffany bisa merasakan napas Taeng di dekat wajahnya. Jantung mereka berdegup dengan kecepatan yang sama. Entah mengapa semuanya masuk akal bagi Tiffany.

“Tapi aku merasa puas dengan apa yang kita miliki sekarang. Selama aku memilikimu, aku tidak keberatan.”

Taeng baru saja akan mencium gadis itu lagi namun terhentikan oleh ibu Tiffany.

“Miyoung, ada Sooyoung dan Sunny. Mereka di ruang duduk.”

Ibu Tiffany bahkan tidak mengetuk pintu. Dia membukanya dengan begitu saja dan mengira tidak terjadi apa-apa. Wajah Tiffany memerah, ia melepaskan Taeng dan berbalik menghadap ibunya. Mrs. Hwang tertawa melihat wajah putrinya yang merona. Tiffany mendorong ibunya pelan-pelan menunjukkan rasa malunya karena tertangkap basah seperti itu oleh ibunya.

“IBU!”

Taeng tertawa kecil. Mushroom-nya yang merasa malu terlihat lucu di matanya.

~~~;~~~;~~~

Yul berdiri di depan rumah Jessica. Ia  mengepalkan tinjunya erat-erat. Ia tidak tersenyum seperti biasanya. Yul terlihat marah. Tidak, ia sangat marah. Bagaimana bisa Jessica melakukan itu padanya?

“YAH! JESSICA JUNG! KELUAR!”

Ia bahkan tidak repot-repot mengetuk pintu. Yul menendang pintu itu dengan keras. Ketika ia ingin meninju pintu tersebut, Mr. Jung berdiri tegap di depannya. Yul menatap pria itu secara langsung.

“BIARKAN SAYA MENEMUINYA! SAYA INGIN MINTA PENJELASAN!”

Mr. Jung mendorong Yul ke tamannya. Yul menahan dirinya agar tidak memukul pria itu karena rasa hormat.

“Tidak ada yang harus dibicarakan, nak! Pulanglah!”

Yul tak peduli lagi. Ia melihat ke atas ke beranda Jessica dan kembali berteriak.

“APA SALAHKU? APA KAU BENAR-BENAR HARUS MENGAMBIL SEMUA YANG KUMILIKI?”

Mr. Jung mengisyaratkan salah satu pengawalnya untuk membawa Yul pergi. Yul mencoba lepas dari genggamannya namun pria itu terlalu kuat untuk seorang remaja sepertinya. Ia meronta-ronta. Pria itu mendorong Yul ke tanah. Wajahnya menghadap ke tanah. Mr. Jung menghampiri mereka.

“Kalau saya jadi kau, saya akan meninggalkan tempat ini. Jessica tidak mau bicara padamu.”

Napas Yul terengah-engah. Ia berusaha untuk bangkit namun ia tidak bisa. Mr. Jung menyuruh pengawal-pengawalnya untuk membawa Yul pergi. Mereka menarik Yul dan mendorongnya masuk ke dalam mobil dan berlalu. Jessica berlari ke beranda kamarnya untuk menghentikan ayahnya namun ia sudah terlambat.

‘Yul, maafkan aku.’

Mr. Jung mendongak. Tatapan Jessica bertemu dengan matanya.

“Kau membuat ayah melakukan ini. Masuklah Jessica!”

~~~;~~~;~~~

Ketika mereka tiba di jalanan yang sepi, para pengawal menarik Yul keluar dan memukulinya hingga babak belur. Setelah mereka membereskannya, Yul bahkan tidak bisa bergerak. Ia terluka parah. Pengawal-pengawal itu mengangkat kepala Yul dan salah satu dari mereka berlutut.

“Ini pesan dari keluarga Jung. Jika kau melukai putri mereka, keluargamu berikutnya.”

Mereka melepaskan Yul dan tidak repot-repot membantunya. Pengawal-pengawal itu masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan Yul. Yul bisa merasakan seluruh tubuhnya kesakitan. Setiap bagian tubuhnya terasa nyeri. Ia mencoba bangkit namun ia bahkan tidak bisa menggerakkan tangannya tanpa kekuatan.

“Sica…..”

Yul kehilangan kesadarannya.

~~~;~~~;~~~

Sooyoung menggandeng tangan Sunny sementara menunggu TaeNy couple turun. Sunny menyesap minuman yang disediakan Mrs. Hwang sebelumnya.

“Di mana mereka? Aku lapar!”

Keluhan Sooyoung membuat Sunny memberikan tatapan tajam padanya. Sooyoung dapat merasakan tubuhnya gemetar menyaksikan tatapan tersebut.

“Jaga sikapmu Youngie atau tidak akan ada makan siang untukmu.”

Sooyoung terdiam dan tidak mengeluh lagi. Kemunculan Tiffany dan Taeng membuat Sooyoung tersenyum senang. Semakin cepat mereka turun, semakin cepat ia bisa makan.

Taeng tersenyum menyeringai melihat Sooyoung yang hening.

‘Sunny pasti sudah melakukan sesuatu untuk membuatnya diam.’

Tiffany duduk di dekat Sunny sementara Taeng duduk di hadapan Sooyoung.

“Tidak ada keluhan lapar, Soo?”

Pertanyaan Taeng membuat Sooyoung menoleh padanya dan membuat ekspresi kau-mati-kalau-kau-menyebutkan-hal-itu. Tiffany menertawakannya sementara Sunny menepuk kepalanya sendiri. Kadang-kadang ia bertanya-tanya apakah Sooyoung akan bisa melupakan makanan atau tidak.

“Di mana Yul?”

Pertanyaan Sunny membuat yang lainnya menatap ke arahnya. Semuanya terlihat bingung. Taeng mengeluarkan ponselnya dan menghubungi ponsel Yul. Namun tidak ada jawaban. Ia mencoba sekali lagi dan hasilnya tetap sama, Taeng menggelengkan kepalanya.

“Dia pergi ke mana?”

Sooyoung mencoba mengingat-ingat apakah Yul mengatakan sesuatu di sekolah sebelumnya namun ia tidak bisa mengingat apa pun.

“Dia tidak bilang apa-apa kalau dia tidak akan datang hari ini.”

Sunny merasa tidak tenang. Yul selalu memberitahu mereka jika dia tidak bisa datang.

“Taeng, kau bisa mencobanya lagi?”

Sebelum Taeng menekan tombol panggil, dering ponsel Tiffany mengejutkan mereka. Tiffany segera meraih ponselnya dan tidak memercayai matanya ketika ia melihat nama yang muncul di layar ponselnya. Ia melihat pada Taeng.

“Jessica, Tae.”

Taeng mengangguk padanya, Tiffany membuka pesan itu.

To: Tiffany

Tolong temukan Yul. Orang-orang suruhan ayahku membawanya.

From: Jessica

 

“Yul sedang dalam bahaya. Kita harus menemukannya.”

Taeng mengambil ponsel di tangan Tiffany dan membaca ulang pesan tersebut keras-keras. Sooyoung mendengus sementara Sunny terlihat cemas. Taeng menjejalkan ponsel itu ke dalam sakunya dan memberikan ponsel miliknya pada Tiffany.

“Aku butuh ponsel ini untuk menghubungi Jessica kalau-kalau kita tidak bisa menemukannya. Sunny, bisakah kau menunggu di sini dengan Tiffany? Aku dan Soo akan mencari Yul.”

Sunny mengangguk. Sooyoung dan Taeng bergegas pergi. Mereka harus menemukan Yul secepat mungkin.

‘Semoga kau baik-baik saja, kawan.’

~~~;~~~;~~~

TBC

makin salah deh Jessica :/

credit: bluppy @SSF

boiboi~

Advertisements

62 thoughts on “My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 5]

  1. wah masalahnya makin sulit ini mah..
    aku masih penasaran dan bingung tentang perkelahian antara keluarga kwon dan jung, masih jadi tanda tanya besar..
    kasihan yul oppa, sica onnie kenapa onnie tega ngelakuin itu sama yul oppa..
    salah yul oppa apaan cibak, yang ada yul oppa selalu bantu onnie, walaupun onnie kagak tau, dan selalu berfikir bahwa si ikan itu yang ngelakuinnya..
    cepat taeng oppa dan youngie oppa cari yul oppa, sekarang yul oppa lagi pingsan dijalanan..
    semoga yul oppa baik-baik saja .
    lanjut chingu..
    selalu ditunggu cerita nya..
    see you.. 🙂

  2. Annyeong ……..
    Waaah,yulvic moment akn segera berakhir ..><
    Ksian kwon yul nih,sica bneran tega bkin yul bgini …T_T
    Gmna kira" jadinya ini ??
    Selamatkan yul, taeee … u,u
    Mkin penasaran …dtunggu aja …
    SEMANGAAAAAAAAT

  3. Makin ruwet tuh
    yul bner2 marah ma sica.
    Ne jdi pernikahan dini critanya
    mr.jung bner2 jahat

    ditunggu next chap Tarra
    mkin fenasaran

  4. Sica bener-bener tega ngehancurin kebahagiannya yul baru aja yul bahagia ma victoria eh sekarang malah harus tanggung jawab ma sesuatu hal yang gak dibuat

  5. ini authornya sapa sih Tarra? nyebelin masa ngegituin Yul, mr. Jung jahat anaknya jg jahat. authornya sm translator nyebelin tp gw suka ffnya haha
    Soo, Tae cepet temuin yul.
    msh ga ngeuh percakapan flashback awal antara mr. jung dan mr. kwon “kembalikan PUTRIKU” maksudnya apaan

  6. Annyeong,,,,,,,,
    Issssshhhhhh knpa jd rmit gni,,,,mr kwon dan mr jung
    trnyta tdk brhbungan dngan baik,,,,,
    Ya sica hrus nya tmuin yul bknnya smbunyi,,ksian yul hrus mndrta,,
    Smga sootae cpt mnmukan yul,,
    Dan kapan t ikan cupang pnyebab bncna sgra mti,,,,,
    Next d tunggu,,,ttp semngaaaaattttttttt,,,,,,,,,
    Gomawo,,,,

  7. wah makin rumit aja, mr.jung kok jahat amat jessie juga udah nuduh gak ada belanya yul sama sekali. sootae cepet2 deh temuin yul ..

  8. kok gue jadi kasian sama victoria??ah..andwe!pokoknya yulsic mesti bersatu…Victoria sama siapa aja deh…Yg penting jngan sama yul seobang.haha

  9. udh pendek ceritanya.. eh blm2 malah yul udh dipukulin aja sama pengawal mr jung..
    maunya apa sih!! kan ksian yul, gk tau apa2 malah kena imbasnya!!

  10. satu pertannyaan utk nih chapter.apa yg dimaksud mr.kwon dg “kembalikan putriku” apakah mr.kwon punya putri lain selain yoona
    lanjut lagi thor apakah sootae berhasil menemukan yul lebih dahulu atau ada orang lain yg lebih dulu menolongnya

  11. Jessie oh Jessie semua krna salah mu.. appa Jessie jd smkin benci dah sama Yul.. semua ny salah paham.. semoga Yul gpp.. thor panjangin dikit npa nulis ny.. kebut y thor next chap ny

  12. *puk pukin Tarra*
    tenang aja walopun nyebelin gw selalu kangenin lo ko, tetep ngefans sm lo..
    oh ralat kangenin updatean lo maksudnya kkk :p

  13. yaaelah tarra ni yulsic makin rumit aja urusanya, yul ko malah dipukulin gtu bknya mr. Jung mo nikahin mereka , ckck apes bener ye si kwon, jdi makin pnsran gmn nantinya yulsic bisa bersatu …… Lanjut!!!!!!

  14. Udh mah dituduh ehh dipukuli jga,,
    Sica kau tega bnget sma yul membuat hdup yul jga hncur, ksian kan bru aja mmbuka lmbran bru sma vic ehh ini orang mlh merusaknya. .
    Jd pnasaran sma reaksi tmen” nya yul klo tau ini smua

  15. Annyeong 🙂
    uwah makin jdi ni konfliknya 🙂
    panas deh bca moment YulVic.,,
    kawan cepat cri Yul dan tlong di semangat TaeSoo.,,
    greget deh sma kluarga Jung.,,
    .
    oh y Tarra bleh bgi pwny part 1 My Valuable Treasur Is Your Love ini gk.,,??
    wktu itu aku minta k twiitermu tpi blm dpt blsan T_T
    blehkan bgi pwnya.,, 🙂

  16. iihhh sica ada apa dngn kau. .
    ternyata apa sica jahat juga yahh. .
    coba sica bilng klo aiikan yg ngehamili, jd yul aman dehh.. .
    lanjut
    keepwriting
    fighting (Y)

  17. weewww.. sorry aku bru muncul weheheee
    ktinggalaaann buuaaaanyaaakkkk bgtt huueeeee T___T
    aku lupa dlu komen pke ID apa, ini apa deQniiez yaakk luppaaaa -,-
    aku yg di fb Mikasa Yori tarra hehe
    ijin bacaa yaakkk, penasaraan bgt sumpeehhh

  18. yeay yul marah yeay 😀 tapi dia babak belur 😥
    mr jung ama jung jess ama jahara deh -_- pengen gw masukin kepala mreka brdua ke kulkas rasanya wkwk

    yeay taeny kisseu , wkwk

  19. Perasaan Komen di chapter sebelumnya selalu fokus ke yulsic lah. Hahaha

    Yul makin ngenes 😥
    Kalau sica?? : ah Udah lah.. -_- mereka sama sama ngenes. Pengen banget lah ku culik tuh si sicaa

    Next

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s