My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 6]

i’m back!!

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 6

 

Jessica menangis sekeras mungkin. Ia tidak bermaksud untuk semakin melukai Yul. Sepengetahuannya, mereka bukanlah orang yang sama lagi. Bukan tanpa Yoona. Namun ia tidak bisa tinggal bersama seseorang yang tidak menginginkan bayi ini. Bukan Donghae.

FLASHBACK…

“Aku menyukai anak-anak. Mereka terlihat menggemaskan.”

Yul tersenyum ketika ia membicarakan tentang anak-anak dan hal itu membuat Jessica merasa bahagia juga.

Lalu kalau sekarang kau punya seorang anak, kau akan merawat putrimu?”

Yul melihat ke Jessica dan tertawa. Ia lalu berbalik dan memperhatikan Yoona yang tengah bermain dengan teman-temannya.

“Bagaimana kau tahu itu perempuan? Bukan laki-laki?”

Jessica cemberut. Yul kembali tersenyum hangat.

“Aku akan merawatnya. Anak-anak, mereka tidak berdosa. Seperti pakaian putih. Kitalah yang memberinya warna. Jika aku berbuat salah, aku akan bertanggung jawab sepenuhnya meskipun aku masih muda.”

END OF FLASHBACK..

Jessica sadar ini tidak adil bagi Yul namun ia tidak bisa memikirkan cara lain. Ini adalah satu-satunya cara. Jessica hanya berharap mereka bisa menemukan Yul dan merawatnya. Jessica mengambil sebuah bingkai foto di mejanya. Ia melihat foto itu dan tersenyum dengan air mata yang masih membasahi pipinya. Ia membelai foto itu dengan ibu jarinya.

“Maafkan aku, Yoong.”

~~~;~~~;~~~

Taeng berusaha menghubungi Yul lagi. Ia terus menghubungi laki-laki itu selama 15 menit terakhir, ia semakin cemas. Sooyoung tengah berbicara dengan Sunny di telepon.

“Belum. Kami belum menemukan dia.”

Taeng tidak memerhatikan obrolan mereka. Ia mencoba untuk membayangkan dirinya sebagai Mr. Jung.

“Kalau aku tidak mau orang-orang mengetahui tempat di mana aku membuang seorang anak, aku harus membuangnya di mana?”

Sooyoung masih berbicara di telepon. Tiba-tiba Taeng menoleh dan menghadap padanya.

“Aku tahu di mana dia. Ayo!”

Sooyoung segera mematikan ponselnya dan mengikuti Taeng. Ia tidak tahu di mana itu namun ia percaya pada Taeng.

~~~;~~~;~~~

Taeng dan Sooyoung tiba di tempat itu. Mereka melihat ke sekeliling dan melihat tubuh yang menghadap jalanan beraspal. Mereka segera berlari menghampiri tubuh itu.

“Yul!”

Tempat tebakan Taeng memang benar namun mereka sedikit terlambat. Yul sudah tak sadarkan diri. Taeng membalikkan tubuh laki-laki itu dan apa yang dilihatnya membuatnya marah. Yul benar-benar babak belur. Sooyoung segera membantu Taeng dan membawa Yul ke mobil. Mereka berdua masuk dan pergi. Taeng merasa sangat marah. Saat itu juga Sooyoung mengumpat Jessica.

“Apa salah dia? Ini konyol!”

Sooyoung bersandar di kursinya. Ia gagal membantu Yul saat dia membutuhkannya.

FLASHBACK…

Sooyoung merupakan murid baru di sekolah. Ia tidak mengenal seorang pun. Ia hanya berusaha untuk bersikap baik pada semua orang. Sooyoung sedang dalam perjalanan pulang ketika 5 siswa laki-laki menghentikannya.

“Kau si murid baru itu, hah?”

Sooyoung mengangguk. Murid-murid itu menertawakannya sementara Sooyoung tetap diam. Ia tidak ingin membuat masalah di hari pertamanya sekolah.

“Kami BENCI LAKI-LAKI LUCU.”

Salah satu dari mereka mendekati Sooyoung dan mencoba memukulnya namun Sooyoung menghindar tepat waktu. Melihat teman mereka tidak berhasil, empat siswa lainnya menyerang bersamaan. Sooyoung tidak bisa menangani mereka dan dipukuli. Ia menutup matanya. Lalu ia tidak lagi merasakan tinju mereka. Sooyoung membuka matanya dan melihat dua laki-laki yang lain. Laki-laki yang lebih tinggi itu mengulurkan tangannya.

“Kau tidak apa-apa?”

Sooyoung melihat mereka berdua. Ia mengangguk, laki-laki yang lebih pendek menendang mereka lagi. Ia mendengus. Laki-laki yang lebih tinggi itu hanya geleng-geleng kepala.

“Aku Kwon Yul. Yang pendek itu Kim Taeng.”

“Yah! Aku tidak pendek!”

END OF FLASHBACK…

“Kita mau membawa dia ke mana? Kurasa mengantarnya pulang bukan ide yang bagus. Mrs. Kwon akan histeris.”

Taeng menoleh pada Sooyoung dan mengangguk. Kata-kata Sooyoung masuk akal. Mereka akan membawa Yul ke rumah Sooyoung karena orangtuanya sedang pergi mengunjungi kakaknya.

~~~;~~~;~~~

Sooyoung membantu Taeng membaringkan Yul di tempat tidur. Mereka coba membantu membersihkan badan Yul namun mereka berdua merasa canggung. Oleh karena itu, Taeng memutuskan memanggil para gadis untuk mengantarkan mobil sooyung. Mereka belum memberitahu kondisi Yul karena mereka tahu Sunny akan langsung mengumpat sementara Tiffany akan mengoceh. Bukan reaksi yang bagus. Sepuluh menit kemudian Sunny dan Tiffany datang. Mereka masuk dan menyerbu pacar mereka masing-masing dengan pertanyaan yang sama dalam benak mereka.

“Kalian menemukan Yul?”

Taeng dan Sooyoung mengangguk bersamaan. Mereka memimpin para gadis ke kamar Sooyoung. Ketika mereka berada di dalam, Tiffany dan Sunny dapat dengan mudah melihat wajahnya. Bengkak.

“Apa yang terjadi, Tae?”

Taeng hanya menggelengkan kepalanya, Sunny menoleh pada Sooyoung dan melihat reaksi yang sama.

“Kami tidak tahu. Dia terlihat babak belur. Itu saja. Kami datang terlambat.”

Sunny mengambil kain dan merendamnya di dalam ember kecil berisikan air. Ia mulai mengelap darah kering di wajah Yul. Tangannya gemetar. Sooyoung bergeser ke sisinya dan tersenyum sedih, Taeng memeluk Tiffany dari samping dan keduanya melihat ke Yul.

“Apa yang membuat keluarga Jung melakukan ini pada Yul?”

Taeng tidak menjawabnya. Jika mereka ingin tahu penyebabnya, mereka hanya harus menunggu Yul terbangun.

~~~;~~~;~~~

Taeng mengantar Tiffany pulang karena mereka harus sekolah besok. Mereka tiba di depan rumah Tiffany.

“Aku akan menginap di rumah Sooyoung dan merawat Yul. Kau tidak keberatan?”

Tiffany tersenyum dan mengangguk. Taeng mengecup pipinya dan kembali ke mobilnya. Setelah mobil Taeng menghilang dari pandangannya. Tiffany mengeluarkan ponselnya.

Tiffany menarik napas dalam-dalam. Ini akan sama seperti dulu. Namun kali ini, ia berada di pihak Yul. Bukan Jessica.

+++

Setelah Taeng kembali, Sooyoung mengantar Sunny pulang. Ia tidak ingin Sunny pulang sendiri meskipun gadis itu meyakinkannya bahwa dia akan baik-baik saja. Sooyoung juga mengirim SMS dengan menggunakan ponsel Yul pada Mr. Kwon untuk memberitahunya bahwa Yul akan menginap di rumah Sooyoung.

“Bangunlah teman.”

Yul tidak meresponnya. Mata Taeng tetap terpaku pada laki-laki itu.

“Masalah-masalah ini semakin gila bukan?”

Taeng mengempaskan dirinya di kursi. Ia menutup matanya dan baru saja akan melayang ke dalam tidur yang nyenyak ketika ia mendengar suara Yul,

“Taeng….”

Taeng membuka matanya dan segera bangkit. Ia bisa melihat Yul menatap padanya dengan mata lelahnya.

“Hei kawan. Kau tidur terlalu lama.”

Yul tersenyum lemah padanya, Taeng bisa merasakan rasa sakit Yul.

“Kau menemukanku. Kukira aku akan mati di sana.”

Taeng memukul bahu Yul dengan main-main. Ia tersenyum konyol.

“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Lagipula, hanya aku yang bisa memukulmu seperti itu. Apa yang terjadi?”

Senyum Yul memudar. Ia mendongak dan napasnya tercekat.

FLASHBACK..

“Aku pulang.”

Mr. Kwon menampar Yul dengan keras hingga dia terjatuh ke lantai. Yul memegangi pipinya dan melihat ayahnya, Mrs. Kwon menangis tersedu-sedu.

“Ayah?”

Mata Mr. Kwon memerah. Yul tahu mata itu, mata yang menunjukkan bahwa dia sangat marah.

“JANGAN PURA-PURA SEOLAH KAU TIDAK TAHU!”

Yul terlihat bingung. Apa yang terjadi?

“Aku tidak mengerti ayah. Ada apa?”

Mr. Kwon meraih kerah kemeja Yul dan mengangkatnya dekat dengan wajahnya.

“Dari sekian banyak orang, kenapa Jessica?”

Yul melihat ayahnya dengan ekspresi yang semakin bingung. Apa hubungannya Jessica dengan dirinya atau mereka?

“Ayah, aku tidak mengerti. Beritahu aku jika aku salah tapi kumohon jangan seperti ini.”

Mr. Kwon melepaskannya dan merosot di kursi. Mrs. Kwon menghampiri putranya dan menangkup pipinya. Ia masih menangis.

“Kenapa kau menghamili Jessica? Apa ini karena Yoona?”

Mata Yul terbelalak mendengar berita tersebut. Ia menatap ibunya dan menggelengkan kepalanya.

“TIDAK IBU! ITU BUKAN AKU! AKU TIDAK MELAKUKAN ITU!”

Mr. Kwon berdiri dan melemparkan rokoknya.

“JANGANG MEMBOHONGIKU YUL! JESSICA MEMBERITAHU AYAHNYA KALAU ITU KAU!”

Yul melihat ke ayahnya dengan matanya yang berkaca-kaca.

“Itu bukan aku! IBU! AKU TIDAK MELAKUKANNYA!”

Yul menoleh dan melihat ke arah ibunya. Bagaimana mungkin Jessica melakukan ini padanya?

“Yul. Aku tahu kau marah pada Jessica karena Yoona, tapi bukan begini caranya.”

Tatapan Mr. Kwon terus terpaku pada anaknya. Yul menunduk. Air mata mulai jatuh dari matanya.

“Aku memang membencinya ibu, tapi aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu! Kalian harus percaya padaku!”

Mr. Kwon memalingkan muka. Yul melihat ayahnya.

“Ayah tidak mau mendengar apa pun Kwon Yul! Minggu depan, mau tidak mau kau akan menikahinya. KEPUTUSAN AYAH SUDAH BULAT!”

Yul terkesiap. Ia melihat ke ibunya berharap bahwa setidaknya Mrs. Kwon akan memercayainya namun ia terlalu banyak berharap.

END OF FLASHBACK..

“Jadi kau pergi ke kediaman Jung untuk berbicara pada Jessica?”

Yul mengangguk pelan. Taeng menarik napas dalam-dalam. Donghae dan Jessica benar-benar membuatnya marah sekarang.

“Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, Taeng. Bagaimana bisa aku memberitahu Victoria?”

Yul mencengkeram bantalnya sekuat mungkin. Taeng menarik napas perlahan.

“Si brengsek, Donghae! Aku akan menghajarnya besok!”

Taeng memukul lengan kursi dengan keras. Yul hanya menatap langit-langit kamar. Hidupnya akan hancur di depan matanya.

“Taeng…Jessica seorang pembunuh…”

+++

Tiffany duduk menunggu Jessica dengan sabar. Ia tidak memberitahu Taeng mengenai pertemuan ini. Mengetahui emosi Taeng yang tidak mudah dikendalikan, membawa laki-laki itu untuk menemui Jessica hanya akan menyebabkan masalah. Akan lebih baik jika Tiffany pergi sendiri, ia hanya berharap semoga Jessica membaca pesannya.

“Tiff….”

Tiffany menoleh, Jessica berdiri di depannya. Tiffany mengisyaratkan Jessica untuk duduk di hadapannya, Jessica menurutinya dan duduk di kursinya.

“Apa kabar, Tiff?”

Tiffany melihat ke Jessica dan tersenyum sinis.

“Tidak pernah merasa lebih baik, ‘sahabat’!”

Jessica bisa merasakan kemarahan di dalam gadis itu. Ia sudah cukup lama mengenal Tiffany untuk bisa membaca pikirannya.

“Kenapa kami menemukan Yul dalam keadaan tidak sadar? Kau tidak keberatan menjelaskannya, Jess?”

Jessica melihat ke Tiffany. Tiffany mengetahui ekspresi itu, Jessica terlihat kaget sama seperti dirinya.

“Maafkan aku…”

Tiffany menghela napas. Sekarang masalah ini semakin rumit. Jessica menceritakan semua yang terjadi pada Tiffany dan gadis itu menatapnya tercengang.

“Kau memberitahu ayahmu kalau itu Yul? Apa kau gila? Jess, Yul membencimu!”

Jessica melihat ke bawah, ia tidak berani menatap Tiffany.

“Aku tidak bisa memercayai ini! Bukankah aku sudah memberitahumu kalau Donghae itu laki-laki brengsek? Tidak. Kau lebih memilih untuk memercayai si wajah ikan itu daripada aku! SAHABATMU!”

Jessica mendongak dan menghapus air matanya.

“Aku harus melakukannya! Aku tidak bisa kehilangan Yul! Tidak setelah apa yang terjadi sebelumnya!”

Tiffany menggelengkan kepalanya.

“Kau masih mencintai Yul? Jess, kau ingat apa yang terjadi?”

FLASHBACK…

“Kau membunuh Yoong! Aku memercayai kau untuk menjadi kakak yang baik untuknya!”

Jessica berusaha menenangkan Yul namun laki-laki itu mendorongnya. Pipinya basah oleh tangisannya sendiri sama seperti Jessica.

“Yul…maafkan aku…aku benar-benar minta maaf…aku tidak bisa mengingat apa-apa…”

Yul menatap ke arahnya dan kembali mendorong Jessica.

“Kau mengambil adikku! Bagaimana mungkin aku bisa memaafkanmu!”

Jessica mencoba meraih tangan Yul namun laki-laki itu tetap menjaga jarak. Jessica benar-benar tidak mengingat apa yang terjadi malam itu.

“Aku mulai jatuh cinta padamu! Bagaimana mungkin aku jatuh cinta dengan pembunuh adikku?”

Yul berbalik dan berlari pergi. Saat itulah terakhir kali mereka saling berbicara.

END OF FLASHBACK..

Tangis Jessica semakin keras. Tiffany berdiri dan memeluknya erat-erat. Jika ada seseorang yang mengetahui rahasia Jessica, orang itu adalah Tiffany.

“Jangan sakiti dia lagi, Jess. Dia sudah cukup menderita. Tapi aku tidak bisa membiarkanmu menikahi Donghae. Jaga Yul baik-baik, aku tahu dia membencimu tapi aku ingin kau tahu kalau aku masih sahabatmu dan aku akan berusaha membantu.”

Tiffany membiarkan Jessica menangis di bahunya. Tak peduli apa yang terjadi di masa lalu, ia tidak pernah memperlakukan Jessica seperti orang asing.

“Tiff…aku minta maaf…atas…segalanya…”

~~~;~~~;~~~

TBC

“Taeng…Jessica seorang pembunuh…”

TA-DA!!! kependekan? gue balik lagi besok 😀

credit: bluppy @SSF

boiboi~

Advertisements

57 thoughts on “My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 6]

  1. Besok lho yak updet lg, w pegang tulisan lo thor.. klo ga w demo d wp lo..
    Bnyk flasback ny.. Yoong d bunuh sama Jessie ah itu cuma salah paham ajj keles.. c ikan cucut pngen w jadi-in ikan asin.. udh ngerasa enak ny eh dy ngilang ga tanggung jawab..

  2. tarra, kenapa yul oppa bilang kalau sica onnie seorang pembunuh ???
    apa yang terjadi dengan yoong dan sica onnie malam itu ??
    yul oppa beneran benci banget ya sama sica onnie, yul oppa yang sabar ya, yul oppa pasti kuat..
    sica onnie pliase jangan siksa yul oppa lagj, bener apa kata fanny onni..
    tarra kependean..
    lanjur ya, aku tunggu..
    makin penasaran sama ini cerita, alurnya maju mundur sih..
    see you..

  3. Ternyata jessica pmbunuh,tpi apa penyebabnya.
    msih penasaran.. hehehe
    Cacian yul dapet getahnya gitu,yulsic bersatu dengan cara mnyakitkn gene.. huhuhu

    lanjut Tarra

  4. Annyeong,,,,
    Hadeuhhhhhh untung ad sootae klw tdk bgaimn t nasib yul,,,,
    Sbnrnya ap yg trjdi antra yoonyulsic?? Ap alsn yul mngatkan sica seorang pmbunuh,,,syukurlh fany msh ad sbgai shbt untuk sica,,,,,
    Hufftttt trllu tragis cara yulsic brsatu,,,dan ksian skli yul yg dpt akibat dri prbuatan sech ikan cupang,,,issshhhh d jemur aj t orang biar jdi ikan asin,,,,,
    Next,,,d tunggu,,ttp smngaaattttttt,,,,
    Gomawo,,,

  5. Disini ceritanya yoong meninggal gara Jessica yah ???atau ayah Jessica yg membuat yoong meninggal????kasihan bgt yul Udh babak belur disuruh bertanggung jawab dg hal yg tdk dilakukan:…lanjut yah thor jgn lama2.

  6. Tarra lo bikin gue nangis pagi2 gini TT
    sekarang mulai ngerti chap sebelumnya “KEMBALIKAN PUTRIKU” itu maksudnya yoong ya? tinggal tunggu chap selanjutnya kenapa bisa yoong diambil mr. jung.
    aah msh banyak teka-teki, yg Jess bunuh yoong salah paham doang kan? semoga iya.
    *pelukyul* aja deh.

  7. Annyeong ……..

    Omg ak shock lah ini …. ><
    Kok bsa yoong d bunuh jessica ??? Ini pasti sebuah kesalahan .. jadi krena ini Yulsic jadi jauhan ??ckck
    Meski emang pendek ,tpi thanks for update ,,, mkin penasaran dah next chap nyah nih ….dtunggu besokk ???
    Ok SEMANGAAAAAAAAAAAT

  8. Duuhhhhh makin rumit niihhh,,,
    Panny emg sahabat terbaik buat njess,,(semoga di dunia nyata juga)
    knpa njess di tuduh bunuh yoong??

  9. Ooo jdi yoong mati krna jessica, pantes aja yul benci sama sica …. & Sica dulu suka sma yul tapi ga kebales krna yul udh terlanjur benci , hhmmmmm tambah pnsaran nih tarra lanjutkan!!!!

  10. sebenarnya ada apa dgn yoona ? flashback tntang yoonsic dong thor
    tippany sahabat yg sangat baik dan setia
    makin penasaran sama kelanjutannya

  11. lanjut lagi thor penasaran kenapa yul bilang sica pembunuh dan sica tidak ingat apa2 dan next chapter diterangkan apa yg terjadi dg yoona

  12. Bikin gugatan hukum aja yul!! Atas dasar fitnah, pencemaran nama baik, dan penganiayaan!! Gregetan gw! JessJung, u DIE!!!

  13. Annyeong 🙂
    uwah makin greget jja aku sma ni crita.,
    ksihan binggo tu Yul.,, #poorYul
    Sica pembunuh?? dia bunuh Yoong? mungkinkah atw???
    Fanny care banget y.,, jdi iri pingin punya sahabt kayak TaeNy n SooSun 🙂
    Sica yakin akan nikah sma Yul???
    d tgg jja deh next postnya 😉

  14. “Taeng…..jessica seorang pembunuh” jrengjreng!!!!!
    pegimane bs jessica bunuh adik yul????n dy g’ingat apa2 tentang kjadian itu!!
    mudah2an cm salh faham.

  15. wth jessica seorang pembunuh adik nya kwon yul ? dan ga inget sama kejadian nya!!!!
    JeTi kalau untuk sahabat emang sholid, walaupun tiff marah tp dia tetep ada buat sica ^^

  16. penasarn nih emng yoong di apain sm sica smpe yoong meninggal
    kl udh kyk gini, sica psti butuh sahabtnya, nangis2 krn udh bikn yul babak belur
    haduh sica seneng bngt bikn yul mnderita, kasian tau
    untung aja ada sootae yg nolongin yul, mereka emng bs diandalkn
    yul ntr gmn ya ngejelasin ke vic

  17. Jujur gue sebenernya masih belum ngerti jalur ceritanya
    Knp yul ngatain sica pembunuh?
    Terus kenapa jg keluarga mereka saling benci?

  18. huu njess mulai deh -_-
    abang yul kasian , bru pcrn ama vic uda ada masalah ajeu
    njess egois jahara

    taeng ngpain njess ya ? wah seru 😀

  19. ngenes yul. untunglah tiffy ga berubah walau jessica sdh pernah menyakitinya. setidak nya masih ada seseorang di sampingnya.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s