Unlike Him [Chapter 29]

Hai….shamelessly posting this long awaited fanfic lol

enjoy~

~~~ ~~~ ~~~

*baca dulu part sebelumnya, in case kalian lupa 😀

Chapter 28

Chapter 29

 

Mengikuti tatapan istrinya, Yuri memandang berkeliling dan mendapati mereka yang pada kenyataannya mengganggu orang-orang di ruangan tersebut. Yuri tersenyum menawan dan membungkuk. “Maaf sudah menggangguk kalian, kalian bisa kembali bekerja sekarang.”

Sebelum melakukan keributan lainnya, Yuri meraih tangan Jessica dengan Jisoo yang masih di gendongannya dan pergi menuju pintu. Tiba-tiba Taecyeon yang melihat sang Direktur dan ingin membuat kesan yang baik pada seorang atasan berjalan masuk dan menatap Jessica.

“Nona Kang, kau sudah mengambil dokumen dari kantor Direktur Kwon?” tanyanya dengan nada yang sedikit memerintah yang membuat Yuri segera mengangkat alisnya.

‘Kau benar-benar mati sekarang!! pikir Jessica, menutup wajahnya dengan telapak tangannya.

“Kenapa dia memanggilmu Nona Kang? Dan kenapa kau harus mengambil dokumen di kantorku?” tanya Yuri.

“A-aku b-bekerja di sini…” gumamnya.

Mata suaminya terbelalak, sama seperti yang dialami semua karyawan tadi.

“Maafkan aku.” Lanjutnya pelan, menundukkan kepalanya.

Yuri terkejut dan sedikit cemberut namun ia memutuskan untuk membiarkannya karena akan lebih baik jika ia mendengar penjelasan istrinya di waktu pribadi mereka, hanya mereka berdua. Ia hanya tersenyum dan memeluk Jessica.

“Semuanya…mulai dari sekarang, Nona Kang tidak akan berada di Tim Design lagi.” Yuri mengumumkan.

“T-tapi aku baru saja mulai. Tolong jangan pecat aku.”

“Aku tidak akan memecatmu, ISTRIKU tersayang.” Yuri menekankan. “Kalau kau bekerja di perusahaan yang akan segera menjadi milikmu, lebih baik kau bekerja denganku,” Yuri mengedipkan sebelah matanya.

Karena merasa bersalah dengan apa yang telah ia perbuat, Jessica menyetujuinya dan membungkuk kepada semua orang. “Ayo kita pergi Sica, Seobang lapar.” Kata Yuri, lalu ia berbalik dan melihat Taecyeon yang kikuk. Ia merasa kesal pada pria itu. “Mister Ok. Bawakan barang-barang istriku ke kantorku. SESEGERA MUNGKIN. Jelas?”

“B-baik, Pak.”

“Terima kasih.”

~~

Keluarga itu berjalan bergandengan tangan dengan Jisoo di tengah-tengah mereka. Para karyawan yang kebetulan melihat keluarga tersebut, terutama Yuri dengan putranya dan seorang wanita yang cukup asing dengan mereka membuat mereka terkejut, dan beberapa mengangkat alis mereka, ingin tahu siapa wanita itu, namun yang lainnya melihat betapa harmonis dan lucunya keluarga tersebut. Begitu ketiganya tiba di kantor Yuri, Yuri memanggil Jong Kook melalui intercomnya.

“Baik, Pak.” Jawabnya begitu Jong Kook masuk.

“Beritahu Mister Lee dari HRD kalau aku ingin bertemu dengannya setelah makan siang nanti.” Kata Yuri.

“Baik, Pak.”

“Dan aku akan pergi makan siang, tolong sampaikan pesan ini kepada siapa saja yang akan mencariku.” Ia tersenyum dan berpamitan pada sekretarisnya. Ia beranjak dari kursinya dan berjalan menghampiri keluarganya yang tengah menikmati pemandangan dari kaca jendela transparan berukuran besar.

“Umma, burung.”

“Kwak! Kwak!” Jessica bergurau dan menggelitiki putranya dengan menciumnya.

“Yah! Bukankah seharusnya Twit Twit?” Yuri bergabung, berjongkok di dekat mereka. “Kwak kwak itu suara bebek.”

“Twit twit?” ulang Jisoo.

“Twit twit twit…” kata Yuri lagi dan mulai mengepak-ngepakkan lengannya.

Jisoo menirukan ayahnya dan keduanya mulai bertingkah bodoh.

“YAH!!! Kalian ayam-ayam, ayo kita pergi. Aku lapar!!!” Jessica terkekeh sambil berjalan menuju pintu.

“Twit Twit twit…” Yuri terus melakukan suara itu sambil ia berdiri dan berjalan menghampiri Jessica, diikuti dengan Jisoo.

“Kwon Yuri!!” Jessica memelototinya dan Yuri berhenti seketika sebelum tersenyum lebar dan memeluknya dari belakang.

“Ayolah, aku hanya merasa bahagia karena kau ada di sini.” Katanya saat mereka berjalan di koridor perusahaan, tidak memedulikan siapa pun yang melihat mereka.

“Aku tahu kau senang.” Jessica tersenyum dan dengan cepat berbalik, memberikan kecupan di pipi Yuri. Dan bahkan sebelum ia bisa bereaksi, istri dan anaknya sudah pergi.

~~

Mereka pergi makan siang di restoran terdekat, Jessica tengah menyuapi Jisoo sedangkan Yuri sudah merasa kenyang hanya dengan menonton keluarganya.

“Seobang, kau tidak suka makanannya?” tanya Jessica begitu ia menyadari makanan suaminya tidak tersentuh.

“Bukan begitu,” ia tersenyum. “Aku hanya sedang mengamati kalian berdua. Lucu sekali.” Katanya sambil mencubit hidung Jessica lalu mencium pipi chubby Jisoo.

Beberapa saat kemudian, pengasuh Jisoo datang karena Mrs. Jung akan membawa Jisoo ke pesta anak temannya. Berpamitan dengan Jisoo, YulSic couple ditinggal berdua dan menghabiskan waktu mereka di restoran.

“Hmmm… Seobang, maaf,” gumam Jessica saat dirinya menyandarkan kepalanya ke bahu Yuri.

“Ya?”

“Aku bilang maafkan aku.” Jessica cemberut, menatapnya dengan malu-malu.

Yuri tersenyum lebar dan merapikan poni istrinya. “Tidak apa-apa, tapi kenapa kau memakai nama ‘Nona Kang?”

“Aku hanya memilih nama secara acak dari buku telepon.” Jawabnya. “Mereka mengenalku sebagai Kang Jonghee.”

“Hmmm…Kang Jonghee, nama yang cukup bagus. Tapi aku lebih memilih Jessica.” Bisiknya dan mulai menciumi bagian bawah telinga Jessica, menggelitikinya.

“Yah! Jangan terlalu ***** Seobang,” omelnya, mendorong laki-laki itu. “Kita ada di tempat umum. Aku akan memberikan apa yang kau mau nanti.”

“Janji?” Yuri tersenyum menyeringai.

Jessica mengangguk.

“Baiklah Nona Kang Jonghee, mulai hari ini kau akan menjadi rekanku. Apa kau siap untuk bekerja?”

“Ya, Direktur Kwon!!!” Jessica tersenyum.

Yuri menghadapnya dan mengerucutkan bibirnya, meminta ciuman. Jessica tersenyum lebar, ia menuruti dan menciumnya dengan singkat.

~~

Tak berapa lama, keduanya kembali ke kantor namun kemudian Jessica mendadak ingin mampir ke kantor tim design. Ia tahu ia berhutang sebuah permintaan maaf dan penjelasan. Bahkan hanya dengan waktu sehari, ia menikmati bekerja dengan mereka. Saat mereka masuk, semua mata segera tertuju pada mereka.

“Teman-teman,” Jessica memulai, merasa sedikit malu. “Aku ingin meminta maaf atas kejadian yang terjadi sebelumnya,” katanya, membungkuk 90 . “Aku juga ingin menjelaskan kenapa aku melakukan hal tersebut. Aku hanya ingin bekerja seperti semua orang di sini dengan tanpa mendapatkan perlakuan istimewa apa pun dan aku tidak bermaksud untuk membohongi semua orang di sini. Semoga kalian mengerti.” Yuri yang tetap berdiri di dekat istrinya, ikut membungkuk dengannya.

“Ya, tolong maafkan istriku. Dia senang bermain petak umpet denganku.” Yuri tersenyum pada mereka.

Setelah kembali berdiri tegak, keduanya merasakan suasana yang canggung lalu dengan segera mereka keluar dari kantor.

“Nona Jung!” panggil salah satu dari mereka.

Jessica menoleh dengan bahagia dan melihat orang itu, Dara memanggilnya dan teman-teman yang lainnya mengikuti di belakangnya.

“Kami sebenernya terkejut tapi tim Design bangga karena pewaris perusahaan ini telah bersikap rendah hati dan bekerja dengan kami. Juga.” Ia mendekat dan mulai berbisik ke telinga Jessica. Jessica terkekeh dan mengangguk, ia menoleh untuk memandang sekelilingnya dan melihat teman-temannya memiliki tatapan yang sama dengan Dara. Yuri merasa bingung dengan apa yang mereka bicarakan namun ia tidak memedulikannya karena ia tahu itu adalah ‘Girls Talk’.

Keduanya berjalan bergandengan tangan menuju kantor mereka. Mereka dapat mendengar bisikan-bisikan dan tatapan dari semua orang. Setelah mereka memasuki kantor Yuri, Mr. Jung berada di sana, duduk di sofa.

“AYAH!” panggil Jessica.

“Oh, Sooyeon.” Jawab ayahnya. “Kalian berdua, duduklah dengan ayah.”

‘Apa yang terjadi?’ tanya Jessica dalam hati ketika mereka berdua mematuhinya.

“Ayah dengar semua orang di sini sudah mengetahui tentangmu, Sooyeon?” tanya Mr. Jung.

“Ah, ya Ayah. Itu sedikit tidak terduga,” jelasnya. “Jisoo datang dan aku sangat ingin meninggalkan dia. Tapi kami akhirnya berlari di koridor dan Yuri tiba-tiba muncul entah dari mana dan mulai mengejar kami.” Jessica sedikit cemberut ketika ia mengingat betapa takutnya ia tadi.

Di sisi lain, Yuri terkekeh melihat gadis yang seolah-olah berubah menjadi anak sekolahan yang tertangkap basah oleh ayahnya. Dan Mr. Jung tersenyum melihat pasangan muda di depannya.

“Lalu apa rencanamu sekarang?” tanya Mr. Jung, memasang raut wajah serius.

“Bolehkah kami bekerja di sini, sebagai rekan kerja?” tanya Yuri.

Mr. Jung mengangkat bahu. “Tergantung pada kalian berdua. Tapi ayah ingin memperingatkan kalian berdua, bekerja di area yang sama itu sulit. Percayalah, ayah dan ibumu pernah mencobanya dan terkadang kami bahkah tidak bisa bekerja dengan baik ketika kami memiliki kesepakatan yang belum terselesaikan.”

“Kami akan berusaha untuk bekerja seprofesional mungkin, benar kan Sica?” laki-laki berkulit kecokelatan itu menoleh ke istrinya yang langsung menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“Dan AYAH!!” seru Yuri, tiba-tiba teringat sesuatu. “Kenapa ayah mendukung dia untuk menyembunyikan hal ini dariku!!” katanya, keberatan dengan bagaimana ayah mertuanya menolaknya kemarin pagi.

FLASHBACK

“Oppa, unni tidak akan mengubah pikirannya apa pun yang terjadi. Dia keras kepala.” Goda Tiffany dan kembali tertawa, tidak sampai ia melihat tatapan kakaknya. Ia tersenyum malu dan kembali makan.

“Yuri, jangan khawatir. Dari dulu Sica selalu naik angkutan umum. Tidak usah terlalu membujuk dia.” Mr. Jung ikut bicara sambil menyesap kopinya.

Jessica yang secara diam-diam berterima kasih pada ayahnya, meyakinkan suaminya dan mengangguk padanya.

“Dan ayah yakin kantor dia berlawanan arah dengan kantormu.” Lanjutnya.

“Ya, Ayah.”

“Dan juga kita harus menghadiri rapat jama 9 pagi. Kau tidak boleh terlambat. Ayah akan mengenalkanmu pada Dewan Pengurus, oke?”

“Ya, Ayah.”

“Jangan khawatir Seobang, jika terjadi apa-apa aku akan meneleponmu, oke?” ia menenangkannya.

END OF FLASHABACK

Mr. Jung kembali mengangkat bahunya dan menunjuk putrinya. Jessica terkekeh pada suaminya namun seketika berhenti saat Yuri menatapnya dengan tajam. Jessica menutup mulutnya dengan kekanak-kanakan dan mencoba menahan tawanya.

“Yah! Kalian berdua terlihat begitu manis.” Mr. Jung tersenyum, ia merasa bahagia melihat keduanya dapat bermain-main meskipun keduanya juga pintar dan pekerja keras di bidang mereka masing-masing, ia tahu mereka berdua akan menjadi tim yang baik. “Oke, baiklah. Ayah akan menyuruh anak buah ayah untuk menyiapkan meja lain untukmu, Sooyeon. Apakah ruangan ini cocok untukmu atau kau ingin pindah ke ruangan lain?”

“Kami nyaman di sini, Ayah.” Jawab keduanya bersamaan.

“Oke, ayah pergi duluan. Pulang lebih awal, oke? Dan sebelum ayah lupa…” Mr. Jung berbalik menghadap mereka saat dirinya hendak keluar dari kantor mereka. “Jangan berbuat macam-macam di sini.” Godanya dan segera keluar ruangan.

“AYAH!!!” rengek keduanya.

Pria tua itu terkekeh keras di luar.

Tiba-tiba keheningan menyelimuti seisi ruangan. Tak lama kemudian Yuri dan Jessica saling bertatapan dan berakhir dengan tertawa. Seperti apa yang telah dikatakan ayah mereka, keduanya pulang lebih awal dan pergi ke mal terdekat, meninggalkan mobil Yuri di kantor. Keduanya tengah berjalan bergandengan ketika tiba-tiba Yuri berhenti di sebuah toko pakaian dalam. Ia tersenyum lebar yang mana membuat istrinya menatapnya dengan heran.

“Yah, seobang…apa kau memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak kau pikirkan saat ini?” tanya Jessica. “Terangsang?” bisiknya.

“TIDAK!!!” Yuri berteriak, membela dirinya sendiri. “Aku hanya mengingat sesuatu.”

“Apa?” paksa Jessica, keduanya kembali berjalan.

Yuri terkekeh, ia semakin ingin menggoda istrinya.

“Yah!! Kwon Yuri!” Jessica memelototinya.

“Eyyyy…jangan memelototiku. Aku janji aku akan memberitahumu nanti.” Bisiknya dan kembali terkekeh, berjalan di depannya.

Keduanya terus berjalan-jalan di mal meskipun Jessica terus-terusan cemberut sendiri karena godaan suaminya. Namun begitu mereka memasuki toko mainan, seketika Jessica merasa sedih mengingat Jisoo tidak bersama mereka. Ia memutuskan untuk membelikan beberapa mainan dan pakaian baru untuknya. Matahari sudah terbenam dan keduanya pulang dengan menaiki bus. Yuri yang masih diabaikan istrinya berpikir untuk turun dari bus saat ia melihat sebuah tempat.

“Yah!!! Kita mau pergi ke mana?” tanya Jessica saat Yuri mendadak menariknya.

“Ikuti saja aku, Sica!!”

Jessica menurut dan membiarkan suaminya menariknya sampai mereka berhenti di depan sebuah kedai kopi. Kedai kopi itu adalah kedai yang sama dari tiga tahun lalu. Yuri tersenyum lebar dan menoleh ke arah Jessica, mengharapkan istrinya untuk mengingat tempat tersebut.

“Oh!” seru Jessica dan menoleh pada Yuri.

FLASHBACK

Namun kemudian Yul teringat akan misi yang sebenarnya, yaitu untuk meminta maaf kepada Jessica. Yuri menarik napas dalam-dalam, mengerahkan seluruh keberanian yang dimilikinya. “Aku ingin meminta maaf padamu!” katanya secepat mungkin, Yuri menutup matanya, tidak ingin melihat reaksi gadis di depannya. Namun Yuri segera membuka matanya setelah mendengar Jessica meringis. Yuri segera berdiri dan menarik Jessica ke sampingnya. Ia melihat tumpahan kopi di atas meja dan juga di pakaian Jessica.

“Apa yang terjadi padamu? Ada yang sakit?” tanya Yuri khawatir.

“A-aku baik-baik saja.” Jessica berbohong namun begitu Yuri melihat luka bakar di pergelangan tangan Jessica, ia mengernyitkan kening dan mencubit luka tersebut. Jessica kembali meringis, “Aduh! Hentikan!”

“Pembohong!” omel Yuri. “Mana lagi yang sakit? Bagaimana dengan pahamu? Apa kau terluka?”

“Aku baik-baik saja, sungguh. Aku mengatakan yang sebenarnya,” kata Jessica. “Aku hanya basah.”

Kening Yul berkerut, ia berdiri dan memandang ke sekitar. “Tunggu di sini,” katanya. “Jangan bergerak sedikit pun, oke? Aku akan segera kembali.” Ia lalu berlari secepat mungkin.

15 menit kemudian, Jessica mulai panik dan memandang sekitarnya dengan cemas. “Haruskah aku pergi sekarang? Mungkin Yuri hanya bercanda. Aish. Seharusnya kau tidak memercayainya, Jessica!” pikirnya dan hendak berdiri.

“Yah!!” seru seseorang. Orang itu adalah Yuri yang tengah susah payah bernapas. Mata Jessica terbelalak. “Bukankah aku menyuruhmu untuk tidak bergerak sedikit pun?” omelnya begitu ia berjalan menghampiri Jessica dan menariknya untuk kembali duduk.

“A-Aku kira kau hanya main-main…” jawab Jessica.

“Kau kira aku akan main-main dalam keadaan seperti ini? Ini…” kata Yuri setelah meneguk segelas air. “Nona, bolehkah saya minta segelas air!” teriaknya kepada si pelayan.

Jessica menatapnya dan melihat kantong kertas di meja mereka. “Apa itu?”

“Lihatlah,” katanya sambil tersenyum, napasnya masih terengah-engah.

Dan seperti apa yang Yuri katakan, Jessica memeriksanya dan mendapati laki-laki itu membelikan sebuah mini-dress dan pakaian dalam untuknya. Jessica tersipu seketika setelah melihat semua itu.

“Kau…kau…membelikan ini untukku?” kata Jessica tergagap.

“Ya,” jawab Yuri malu-malu. “Dan aku harap pakaian itu akan cocok denganmu. Kau harus menggantinya sekarang.”

Setelah beberapa saat, Jessica keluar dari toilet dengan mengenakan hadiah dari Yuri. Yuri tersenyum melihat betapa cocoknya pakaian itu di tubuh Jessica.

“Apakah pakaian dalamnya pas?” tanya Yuri malu-malu.

Dan tanpa sadar Jessica mengangguk. Yuri tersenyum bangga. Dan mereka duduk di sana dengan kikuk.

“Aku ingin minta maaf secara tulus atas apa yang sudah aku perbuat beberapa hari yang lalu.” Gumam Yuri.

Tidak butuh waktu lama untuk akhirnya Jessica menjawab. “Permintaan maaf diterima.”

“Benarkah?” sahut Yuri. “Kalau begitu haruskah kita memulainya dari awal, aku ingin kita berteman,” saran Yuri, seperti seorang anak kecil yang menyarankan sebuah permainan baru kepada kenalan barunya.

“Ide bagus.” Jessica tersenyum. Melihat tingkah Yuri yang dirasanya lucu.

“Aku Kwon Yuri.” Yuri memperkenalkan dirinya, mengulurkan tangannya.

“Jessica Jung, senang bertemu denganmu,” Jessica membungkuk dan menjabat tangannya.

END OF FLASHBACK

Keduanya saling tersenyum dan memasuki kedai kopi tersebut, mengenang kebersamaan mereka dulu. Pasangan itu duduk dan memesan kopi.

Setelah kembali menaiki bus, mereka berjalan menuju rumah dengan seulas senyum puas di wajah masing-masing. Jessica tidak bisa menahan kebahagiannya atas semua yang telah terjadi dan masih akan terjadi dalam keluarga mereka.

Sementara di kediaman keluarga Jung, Tiffany dan Taeyeon duduk di sofa sambil mengawasi Jisoo yang berlarian mencari kebahagiannya sendiri. Tawa Jisoo ketika dirinya tengah bermain petak umpet dengan Taeyeon membuat Tiffany ikut tertawa juga. Tak lama kemudian Taeyeon melompat turun dari sofa dan mulai mengejar-ngejar si kecil, ditambah dengan raungan monster yang semakin memicu adrenalin Jisoo. Beberapa saat kemudian Taeyeon telah menyusul Jisoo dan keduanya berenang di lantai marmer. Akan menjadi penghilang rasa lelah jika mereka memiliki anak mereka sendiri untuk diajak bermain bersama, pikir Tiffany saat dirinya menonton suaminya bergulat dengan si kecil yang nakal.

“UNCLE TAE!!!!!!! Jisoo tidak bisa bernapas!!!” teriak Jisoo saat Taeyeon tidak berhenti menggelitikinya.

Taeyeon berhenti dan tersenyum menyeringai sebelum menggendong Jisoo dan berjalan menuju istrinya yang tersenyum pada mereka.

“Kami pulang!” seru Yuri dan Jessica bersamaan.

Melalui instingnya, Jisoo melepaskan diri dari lengan Taeyeon dan berlari menuju orang tuanya.

“APPA!!! UMMA!!”

Dan keluarga itu bertemu secara dramatis seperti di film-film. Yuri menggendong putranya dan mengecup pipinya.

“Halo Tiff, Taengoo.” Sapa Jessica.

“Halo Jess.”

Jessica dan Yuri duduk bersama mereka, berbagi cerita tentang apa yang mereka lakukan di hari itu. Mereka berempat tidak bisa menahan tawa mereka saat mendengar cerita tentang kejadian yang dibuat Jessica dan Jisoo tadi.

“Kalau kami mempunyai anak, aku ingin bermain petak umpet dengannya dan bersembunyi dari Tiffany.” Kata Taeyeon. Ia benar-benar mengharapkan dirinya dan Tiffany akan segera memiliki keluarga gaduh mereka sendiri.

“Jangan khawatir, Taeng. Kau akan memilikinya ketika kau tidak terlalu mengharapkannya dan dengan kalian berdua, mungkin anakmu akan berkelakuan baik seperti Fany.” Kata Yuri.

“Kurasa juga begitu.” Jessica membenarkan.

Tak lama kemudian, keluarga Kwon memutuskan untuk pergi ke kamar mereka dan mandi. Jessica berada di kamar mandi sementara Yuri memberikan barang-barang yang mereka belikan untuk Jisoo. Ketika tiba giliran Yuri, Jessica menidurkan Jisoo dam menyelimutinya sebelum membereskan kamar yang berantakan dengan mainan-mainan yang ia tidak tahu dari mana datangnya. Dengan segera Jessica pergi ke kamar mereka, ia merasa antusias untuk membaca buku baru yang dibelinya dari toko buku tadi. Jessica mengempaskan tubuhnya di atas tempat tidur mereka, menyandarkan kepalanya di papan tempat tidur dan tanpa sadar mengerucutkan bibirnya saat ia memilih buku yang akan dibacanya.

Setelah beberapa saat menatap pada buku-buku di depannya, atau lebih terlihat seperti melamun, ia memilih buku berjudul “Fifty Shades of Grey.” Membaca beberapa halaman dalam gerakan lambat, Yuri kemudian keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju tidurnya sambil mengeringkan rambutnya. Mengamati istrinya yang tengah membaca buku, yang tanpa disadari terlihat menggoda dengan lingerie seksi yang dikenakannya. Merangkak di tempat tidur mereka, Yuri merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya dan menatapnya melalui celah kecil di antara buku dan wajah istrinya. Yuri mengaggumi kecantikannya dan terus menatap istrinya. Ia sungguh beruntung, setelah menatap Jessica entah sudah berapa lama, Jessica tiba-tiba menatap Yuri dan raut wajahnya menjadi lembut begitu ia mulai menaruh bukunya di meja samping tempat tidur mereka.

“Sekarang giliranku.” Yuri tersenyum menyeringai.

Jessica menirukan ekspresinya dan mulai membungkuk padanya. Tak lama kemudian pasangan itu berbagi ciuman yang menggairahkan.

“Kau sudah berjanji padaku.” Kata Yuri saat ia mulai duduk berhadapan dengan Jessica. Yuri kembali menciumnya dan menikmati ciuman mereka.

Dengan segera, Jessica merasakan tangan Yuri di kulit putihnya saat laki-laki itu mencoba untuk melepas pakaiannya. Menyelesaikan misinya, Yuri tidak bisa menahan tawanya. “Jangan terlalu berisik, Sica.”

“Jangan terlalu kasar, Seobang.” Jessica tersenyum menyeringai dan keduanya memulai aktivitas malam mereka.

~~~;~~~;~~~

TBC

wow udah berapa lama gue gak update fanfic ini??? 2 chapter lagi tamat!!! yeay!!!

credit: zhel @SSF

boiboi~

Advertisements

42 thoughts on “Unlike Him [Chapter 29]

  1. Amnyeong ….
    Wah,akhirnya lanjut jg ni ff nya …kkee
    Sweet dah ni kluarga , .. sica gk berhasil lari dri seobangnya …lol
    Akhirnya jadi rekan, gk ykin bklan profesional kek mr.jung bilang …kke
    Mreka klo bduaan sesuatu(? …wkwk
    Mmm ..aktifitas malam ? Jngn berisik ,jngan kasar …*pke bhas lg #abaikan
    2 chap lg end yaaa .. penasaraaann
    Dtunggu aja ..
    SEMANGAAAAAAAAAAT

  2. thoooooorrrrrrr .. nc nya d snsor ?? -,,-”
    *plaakk kwkwkwkw
    udh lambreta sekeleeeeees keleeees gw kudu bca.ulang part sblmnya dah.gagara lupa critanya ..
    hahaha its oke gw jg udh nggu2 ff ni !
    ati2 aje bwt yulsic udh 1 prusahaan ntar mlah kerjanya ga bres gtuan wae d kntor kekekekek
    jiaaah pakaian dlamlah yg ngingetin prtmuan mreka kwkwkwkw kgak ada yg laen apa bwt d jadiin knangan .. huehehe
    thor msih lnjut kan ? jgn lama2 ye , ato ga gw inget2 aja dah part ini .. haha

  3. akhirnya dilanjut juga nih ff dah lama nunggu kelanjutan ceritanya
    rencana sica akhirnya ketahuan juga karena sesuatu yg ga diduga dan untungnya yuri mendukung rencananya
    taeny spertinya dah ga sabar ingin punya little kim dan bermain dgnya dan sepertinya byun taeyeon lagi ga mempan sama fany
    lanjut lagi thor penasaran sama ending ceritanya yg tinggal 2chap lagi dan ditunggu lanjutan YBP & IBP

  4. Annyeong,,,,
    Jiahahahahahaha gagal dech usha sica dan jisoo untuk kbur,,yang ad yul brhsil jga mnangkap mrka skligus bkin krbutan d kntor,,,bnr jga kt mr jung,,akn ssh t klw bkrja d prushaan yg sm aplgi psangan trsbut adlh yulsic,,,ayooooooo yulsic kn mau shat mrka rjin bngt olahrga malam nya#plakkkk
    Hehehehehe next d tunggu,,tetap smngaattttt,,
    Gomawo,,,,

  5. udh sngat lma tar…
    gk lupa jg kn sma princess yuri nya tar..

    klau yulsic 1 kantor bklan mcam2 lh appa jung… gk mungkin gk

  6. Finally update jg nih ff..
    Akhirny sica ktahuan jg & g bs lg mengelak dr yuri..
    Hehehe

    Btw, tarra kok bbrp chapter ff ini t’hapus?

  7. KwonJung family so sweet bngt, stlah nglewatin badai dipart sblm2nya akhirnya yulsic bhgia & bersatu , 2chapt lgi end yah, gue tunggu klanjutanya tarra….

  8. Wohoooooo akhirya apdet jugaaaaaaa ff iniii,,,
    Ciyeeeeeeee jissoooo bakal dpt adik niihhh,
    Semoga TaeNy cpet punya Little TaeNy juga yaaaa,,,

  9. Annyeong 🙂
    akhirnya kesampean juga mampir ke wp ini 😀
    aigoo.,, manis binggo moment YulSic 🙂
    bikin greget dah.,,
    Taeng bersabarlah kau psti akan punya anak.,,
    aku yakin kau akan berusaha membuatnya dgn Fany 😆
    oke aku langsung next post 🙂

  10. whoaaaa akhirnya nongol jg nih epep, stelah skian lama aq menunggu# lebay
    aiguuuuu nih yulsic bikn diabet kambuh lg nih, maniiiissss bngt dn lucuuuuu…..
    taeny yg sabar aja, brusha trus ntr jg nongol baby nya;-);-);-)
    yaaaaa knp gak di lnjut tuh aktiftas mlm nya yulsic

  11. Taeny cepetan nyusul punya momongan…….
    biar jisoo ada temen maennya…
    Kalo yulsic satu ruang kerja…
    bukannya malah kerja malah sibuk yg lain nanti..

  12. Roman2nya ada yg bakal punya dede bauu nih hahaha
    Seru juga ya walopun ada anak masih tetep bisa pacaran hoho
    Kenapa mereka harus sweet cobak ? Sedih hayati hikzhikz

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s