My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 12]

hi…i’m back 🙂

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 12

 

Jessica terbangun dan merasa sedikit pusing. Ia mendorong selimutnya dan pergi ke kamar mandi. Ia tidak hanya mendorong selimutnya namun juga lengan Yul yang memeluknya. Jessica muntah di wastafel. Sudah tiga hari ini ia selalu seperti ini. Ibunya bilang bahwa ketika seorang wanita sedang hamil dia akan selalu seperti ini namun mengingat usia kehamilannya sekarang, sekitar satu bulan, seharusnya mual-mual ini sudah mereda. Ia bisa merasakan seseorang mengusap-usap punggungnya dengan lembut.

“Sayang? Kau tidak apa-apa?”

Jessica menganggukkan kepalanya dan mencuci mulutnya. Ia benci saat dirinya mual-mual seperti ini. Ia berbalik dan melihat raut cemas di wajah Yul.

“Aku baik-baik saja, Yul. Hanya mual-mual.”

Penjelasannya tidak membuat Yul tenang. Ia meraih tangan Jessica dan menariknya ke tempat tidur dan mendudukannya.

“Itulah sebabnya kau selalu menghabiskan banyak waktu di kamar mandi?”

Jessica mengangguk sambil masih berusaha tidak merasakan mulutnya. Yul berlutut dan menatap Jessica.

“Hari ini jangan berangkat ke sekolah. Aku akan memberitahu guru.”

Jessica menangkup wajahnya dan tersenyum. Jika ini adalah surga, dia sudah menyukai tempat ini.

“Yul, aku tidak bisa. Minggu depan kita akan melakukan ujian dan aku tidak mau ketinggalan pelajaran. Lagipula aku ingin pergi ke sekolah sehingga aku bisa menghabiskan banyak waktu…denganmu.”

Yul memegang tangannya dan menatap Jessica dengan tatapan murung.

“Aku bisa mengajarimu. Maksudku…kalau aku tidak bisa, kita bisa membuat kelompok belajar dan aku yakin Fany dan Sunny bisa mengajarmu dengan lebih baik…KUMOHON?”

Jessica menggelengkan kepalanya. Ia tidak bisa membiarkan Yul pergi ke sekolah dan menerima semua tatapan dingin mereka sendirian. Setidaknya ia bisa mengambil setengah tatapan dingin mereka dari Yul.

“Yul. Aku tidak bisa diam di rumah, tidak tanpamu.”

Yul menatapnya dan menghela napas. Kalau dipikir-pikir, Jessica adalah orang yang keras kepala juga. Yul berdiri dan memeluknya. Jessica merangkul pinggang Yul dan membenamkan wajahnya di dada telanjang Yul. Ia merapat lebih dekat.

“Baiklah. Karena aku sudah mengalami malam yang hebat denganmu. Kali ini aku akan meloloskanmu. Tapi kalau aku merasakan ada sesuatu yang salah, kau pulang ke rumah. Oke?”

Wajah Jessica memerah ketika ia mendengar kata ‘malam yang hebat’. Kadang-kadang Yul terlalu terang-terangan.

“Aku tidak…mau membicarakan…tentang tadi malam…”

Kata-katanya terucap dengan terbata-bata. Yul tersenyum, ia tahu Jessica merasa sedikit malu sehingga ia memutuskan untuk semakin menggodanya.

“Kau memang hebat. ASTAGA, AKU SUDAH MULAI MERINDUKANNYA!”

Jessica mendorong Yul dan cemberut. Yul menatapnya dan kembali memeluk gadis itu. Ia membungkuk sedikit dan mengecup keningnya.

“Aku senang kita sudah membereskan semuanya. Sekarang, aku tidak peduli dengan apa yang orang-orang katakan tentang kita. Aku tidak peduli.”

Jessica tersenyum. Akhirnya, ia bisa mengklaim Yul sebagai miliknya. Ia akhirnya bisa pergi ke sekolah dan tidak memedulikan apa pun. Kening Jessica berkerut.

“Yul, bukankah kita tidur di sofa?”

Yul terkekeh. Jessica baru menyadari hal itu sekarang?

“Tidak. Aku menggendongmu ke tempat tidur karena kau terus mendorongku dari sofa.”

Wajah Jessica memerah. Ia menutupi wajahnya dengan dada Yul.

“Kau menggendongku dengan telanjang?”

Yul bisa merasakan wajah hangat Jessica di dadanya. Ia menyukainya.

“Ya dan sama seperti sekarang, aku tidak bisa melepaskan pandanganku darimu.”

Jessica merasa bingung. Sekarang?

“AH!”

Jessica langsung melepaskan pelukan Yul dan berlari ke kamar mandi. Ia mengunci pintunya. JESSICA MASIH TELANJANG. Ia bisa mendengar tawa Yul dari luar.

~~~;~~~;~~~

Jessica bisa merasakan tatapan dingin yang diberikan orang-orang padanya namun karena ia memiliki Yul yang tengah memegang tangannya, entah mengapa Jessica merasa aman. Yul mengetik pesan di ponselnya.

Screenshot_2014-12-16-13-37-42“Ayo.”

Yul melihat ke arahnya, ia menggandeng tangannya dengan sedikit erat menandakan bahwa ia baik-baik saja.

“Yul? Ada apa?”

Raut wajah Yul berubah serius dan hal itu membuat Jessica merasa penasaran.

Jessica tersenyum dan mengikuti Yul ke kelas mereka. Mereka duduk di kursi yang biasa mereka duduki. Pandangan Yul menangkap Donghae yang menatap ke arah mereka.

Jessica tengah berusaha membersihkan debu di mejanya ketika ia merasakan sensasi hangat di pipinya. Yul mengecup pipinya dan tersenyum pada Jessica. Gadis itu mendorong Yul dengan main-main dan cemberut.

“Jangan curi-curi ciuman dariku.”

Senyum Yul mengembang, ia membungkuk dan mengecup bibirnya.

“Yang ini tidak apa-apa?”

Jessica tidak bisa menahan senyumnya. Yul tertawa kecil dan melirik ke arah Donghae tanpa sepengetahuan Jessica.

‘Sakiti dia lagi dan aku akan membunuhmu.”

Donghae menggerutu. Ia bisa merasakan darahnya mendidih. Yul tidak terpengaruh dengan video itu?

‘Kau bukan ancaman bagiku, Kwon! Aku belum selesai!’

Taeng memasuki kelas dan melihat Yul dan Donghae yang saling bertatapan dengan tatapan mematikan. Ia pergi ke kursinya dan memanggil sahabatnya.

“Yul, hentikan. Kalian membuatku takut.”

Jessica tidak mengerti apa yang dimaksud Taeng namun Yul melihat laki-laki itu dan tersenyum menyeringai. Taeng mengangkat sebelah alisnya.

“Jadi, kalian berdua kembali bersama? Tolong katakan ya karena buku-buku jariku terasa sedikit sakit setelah memukulmu tadi malam.”

‘Itu sebabnya bibir Yul terluka.’

Jessica memberikan tatapan tajam pada Taeng. Taeng segera meminta maaf padanya, tatapan dingin itu terasa tidak nyaman baginya.

“Yah Kwon Yul! Hentikan tatapan istrimu itu!”

Yul menertawakan Taeng dan membiarkan Jessica memberikan semua tatapan mematikannya pada Taeng.

“Itu karena pukulanmu tadi malam, Taeng.”

Yul tidak bisa menghentikan dirinya mengatakan hal itu. Yah, ia sungguh berterima kasih pada Taeng karena tindakan aku-memukulmu-karena-kau-bodoh kemarin namun melihat sahabatnya membeku di bawah tatapan Jessica sungguh membuatnya terhibur.

+++

Donghae tidak berkonsentrasi di kelas. Pikirannya dibanjiri dengan semua tentang Yul dan Jessica. Ia menggenggam pulpennya erat-erat.

‘Bagaimana mungkin video itu tidak memengaruhi Yul?’

Sesekali ia melirik mereka dan melihat Jessica dan Yul yang tersenyum bahagia seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Hae, kurasa rencanamu berantakan. Mereka terlihat semakin intim dengan satu sama lain.”

Donghae menoleh pada temannya dan mendesis.

“Kurasa Jessica tidak melihat videonya. Aku masih punya kesempatan.”

Temannya geleng-geleng kepala. Bukan karena ia tidak menyetujui metode Donghae namun ia benar-benar ingin tahu apa yang menyebabkan Donghae menjadi seperti ini.

“Aku benar-benar tidak memahamimu. Apa yang dilakukan Yul hingga membuatmu membenci dia?”

Donghae menatapnya dan beranjak dari kursinya. Ia berjalan keluar dari kelas, tidak memedulikan gurunya.

‘DIA MENGHANCURKAN KELUARGAKU!’

~~~;~~~;~~~

Bel sekolah berdering. Yul mengusap-usap wajahnya dengan telapak tangan. Belajar bukanlah sesuatu yang disukainya tidak seperti Jessica yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk belajar. Ia menoleh ke samping kirinya dan melihat istrinya masih berkonsentrasi untuk memecahkan pertanyaan sebelumnya. Ia mencondongkan tubuhnya lebih dekat dengan Jessica.

“Sicababy, sekarang waktunya istirahat. Aku tidak mau mengatakannya tapi aku lapar dan aku tidak mau makan siang dengan buku.”

Jessica menoleh pada Yul dengan mata puppy-nya.

“Sebentar lagi saja dan setelah itu aku selesai. Kumohon?”

Yul menggelengkan kepalanya dan menutup buku Jessica. Ia lalu beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Jessica.

“Ayo kita pergi makan siang. Kau harus makan. Setelah kita pulang, kau boleh belajar sesukamu, oke?”

Jessica tersenyum malu-malu dan meraih tangan Yul. Senyum Yul mengembang.

“Yah! Berhentilah menunjukkan PDA di sini. Aku harap Fany berada di kelas yang sama dengan kita.”

Taeng keluar dari kelas tanpa menunggu teman-temannya yang lain. Sunny yang melihat hal itu menoleh pada Sooyoung.

“Dia mau pergi ke mana?”

Sooyoung hanya mengangkat bahunya. Yul tidak bisa menahan tawanya.

“Yah, aku yakin dia akan menyeret Fany ke kantin.”

Sooyoung menatapnya dengan bingung, Sunny hanya geleng-geleng kepala sejak ia bisa membaca pikiran Taeng saat itu juga.

“Dia cemburu, huh?”

Tiffany keluar dari kelasnya dan melihat Taeng yang berdiri di dekat pintu kelasnya dengan wajah murung.

‘Ini baru.’

Laki-laki itu melihatnya dan dengan cepat menghampirinya. Wajah cemberut Taeng membuat Tiffany ingin tertawa namun ia tahu Taeng jarang bertingkah seperti ini. Jadi jika ia menertawakannya sekarang itu akan menjadi langkah yang buruk.

“Tae, apa yang terjadi?”

Taeng semakin cemberut. Tiffany memancarkan eye smile-nya dan menggandeng lengan Taeng. Ia merebahkan kepalanya di bahu Taeng.

“Kenapa kita tidak berada di kelas yang sama?”

“Kau cemberut karena ini?”

Taeng mengangguk. Kenapa mereka berdua tidak bisa berada di kelas yang sama.

“Taetae. Aku tidak bisa pergi ke kepala sekolah dan meminta untuk pindah kelas tanpa alasan yang jelas begitu saja. Dan karena kelas ini dekat dengan ruang OSIS, mereka pikir kelas ini akan cocok denganku.”

Tiffany menoleh dan melihat Taeng langsung ke matanya.

“Aku pemain basket. Seharusnya mereka menaruhku di dalam lapangan.”

Tiffany tersenyum padanya dan memeluk lengannya. Sooyoung dan Sunny berada di kelas yang sama sejak lama. Sedangkan Yul berada di kelas yang sama dengan istrinya. Tentu saja Taeng akan merasa sedikit kesepian.

“Aku berjanji padamu. Aku akan menghabiskan waktu soreku denganmu.”

Mata Taeng berbinar mendengarnya. Suasana hatinya berubah dari yang murung menjadi sangat gembira. Tiffany terkekeh padanya. Dia sangat sulit dihibur tapi setelah Tiffany mengetahui caranya, itu akan sangat mudah.

“Aku lapar karena terlalu lama cemburu. Bisakah kita pergi sekarang?”

Dengan senang hati Taeng membawa Tiffany ke kantin.

+++

Kegaduhan dapat di dengar dari dalam kantin. Semua orang terlihat sedang makan sambil mengobrol. Beberapa orang hanya mendengarkan sementara yang lainnya berbicara pada mereka. Yul  membuka bungkus sandwich dan memberikannya pada Jessica. Jessica memandangnya dengan tatapan tidak percaya.

“Yul, aku tidak bisa makan lagi. Kau terlalu banyak memberiku makanan!”

Yul menggelengkan kepalanya dan mendorong sandwich itu ke tangan Jessica.

“Wanita hamil membutuhkan banyak makanan agar tetap sehat dan aku tidak mau kedua bayiku kelaparan.”

Jessica semakin merengek. Sunny menatap mereka dan tersenyum. Badai sudah mereda.

“Kedua bayi?”

Sooyoung terpaksa harus bertanya. Sunny melihat ke arahnya dan menghela napas. Pacarnya bisa benar-benar tidak peka dengan apa pun.

“Youngie, maksud Yul si jabang bayi dan Jess.”

Mulut Sooyoung membentuk huruf O. Ia melihat ke Sunny dan tersenyum.

“Aku juga mau bayi!”

Beberapa siswa yang berjalan melewati meja mereka menatapnya dengan terkejut. Sunny menutupi wajahnya dengan telapak tangan sementara Jessica dan Yul menertawakan suara nyaring Sooyoung.

“Apa?”

Tiffany dan Taeng tiba di meja mereka dan duduk. Mereka melihat wajah Sunny yang memerah dengan Sooyoung yang masih tidak peka berusaha menjelaskan sesuatu pada Sunny. Mereka melihat Yul dan Jessica dengan wajah bertanya-tanya. Yul menyeringai.

“Jangan bertanya padaku. Kalian tidak ingin mengetahuinya.”

Donghae mengisyaratkan beberapa temannya untuk mengikutinya. Mereka berjalan menuju meja di mana Yul dan teman-temannya duduk. Taeng melihatnya dan raut wajahnya berubah gelap. Donghae dan teman-temannya berhenti di depan meja mereka.

“Kau masih terlihat bahagia, Yul?”

Yul menatapnya dengan penuh kebencian. Ia mendengus.

“Apa maumu, Donghae?”

Sooyoung menggenggam tinjunya sementara Taeng menatap Donghae dengan tatapan menusuk. Donghae tersenyum licik.

“Kau sudah melihat postingan kemarin?”

Taeng ingin menyelanya namun Yul menyuruhnya untuk tidak ikut campur.

“Ya. Kenapa?”

Donghae dan teman-temannya tertawa. Salah satu dari mereka berbicara.

“Kau melihatnya dan kau masih duduk dengannya? Kau benar-benar seorang pecundang, Yul.”

Gelak tawa mereka bergema di dalam kantin dan membuat murid-murid yang lain terdiam dan menatap ke arah mereka.

“Yul, apa yang mereka bicarakan?”

Suara Jessica membuat Yul menoleh dan tersenyum padanya. Yul beranjak dari kursinya dan memukulkan tangannya ke meja.

“Kau tidak ada urusan di sini, Donghae. Kalau aku jadi kau, aku akan pergi.”

Donghae berhenti tertawa namun seringainya masih terlihat.

“Jadi, katakan padaku Jessica. Kau tidak menontonnya bukan?”

Taeng segera berdiri namun Yul menahannya.

“Menonton apa?”

Jessica tidak bisa menahannya lagi. Semua orang terlihat mengetahui hal itu. Ia mendapat firasat semua ini ada hubungannya dengannya.

“Ini.”

Donghae menaruh ponselnya di atas meja dan menggesernya ke depan Jessica. Sebelum Yul bisa menghentikannya, tangan Jessica telah mencapai ponsel itu. Ia melihat video tersebut dan matanya mulai berkaca-kaca. Jessica menghentikan video itu dan menaruh ponsel itu kembali di atas meja. Ia menatap Donghae dengan air mata yang jatuh dari matanya.

“Tega-teganya…kau?”

Donghae tersenyum dengan penuh kemenangan. Ia tahu Jessica tidak mengetahui video itu.

“Aku bersenang-senang. Kau bintang film kita yang baru.”

Donghae menoleh ke kanan secara paksa. Ia bisa merasakan nyeri di pipinya.

“Aku akan pastikan pernyataan ini akan sampai ke telinga Kepala Sekolah untuk tindakan disipliner lebih lanjut.”

Tiffany menampar pipi Donghae dan kata-katanya membuat Donghae marah. Ia berbalik dan baru saja mengangkat tangannya ketika seseorang menghentikannya. Taeng.

“Jika aku jadi kau, aku tidak akan memukulnya. Pacarnya adalah orang yang sangat pemarah.”

Yul mendekat padanya dan tersenyum menyeringai.

“Hapus video itu atau Tiffany akan membuat hidupmu menderita.”

Yul meninju Donghae dengan keras hingga pantatnya mendarat di lantai. Teman-temannya mencoba untuk membantunya namun Donghae mendorong mereka. Bibir Donghae berdarah, ia berdiri namun lekas terjatuh lagi saat Sooyoung mendaratkan pukulan lain di wajahnya.

“Oh rasanya melegakan!”

Yul meraih kerah kemeja Donghae.

“Kalau kau menyakiti Jessica lagi. Aku akan pastikan kau membayarnya.”

Ia mendorong Donghae. Teman-teman Donghae menariknya pergi dari Yul dan meninggalkan kantin. Yul memandang berkeliling dengan raut wajah marah.

“JIKA AKU MENDENGAR SIAPA SAJA YANG MENCOBA MELAKUKAN SESUATU PADA JESSICA, PERCAYALAH SAAT AKU BILANG AKU AKAN MEMBUAT HIDUPMU MENDERITA! JADI MENJAUHLAH!”

Semua siswa di dalam kantin tersebut memalingkan wajahnya and mengobrol dengan mereka sendiri. Kwon Yul bukanlah seseorang yang bisa dianggap remeh, begitu juga Taeng dan Sooyoung. Yul duduk di kursinya dan memeluk Jessica erat-erat.

“Shh…aku di sini. Semuanya akan baik-baik saja.”

Jessica membiarkan Yul menenangkannya.

“Kau mengetahuinya?”

Yul menunduk, ia lalu mendaratkannya dagunya di atas kepala Jessica.

“Kemarin. Aku tidak memberitahumu karena aku tidak ingin kau terluka lagi.”

Jessica menatap Yul dan kemudian pada Tiffany, Taeng, Sunny, Sooyoung, sebelum kembali menatap Yul lagi.

“Terima kasih semuanya.”

Tiffany tersenyum hangat padanya. Taeng dan Sooyoung benar-benar bahagia karena mereka berhasil melukai Donghae sementara Sunny menepuk-nepuk punggung Jessica. Kening Sooyoung lalu berkerut.

“Kita memukul dia di sekolah. Bukankah itu termasuk tindakan yang melanggar aturan?”

Taeng tertawa.

“Jangan khawatir, aku bisa menangani hal itu dengan mudah.”

Tiffany tersenyum licik. Setidaknya ia bisa melakukan itu untuk temannya.

~~~;~~~;~~~

TBC

Doakan saya lulus UPN -_- till next time, byebye

credit: bluppy @SSF

boiboi~

Advertisements

53 thoughts on “My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 12]

  1. aminn tarra, semoga lhu lulus ya..
    makin penasaran sama ini cerita..
    sebenarnya apa maksud si ikan kalau yul oppa telah merusak keluarganya ??
    semoga setiap pasangan semakin baik-baik saja tanpa ada masalah..
    lanjut chingu..
    selalu ditunggu ya ceritanya..
    fighting untuk ujiannya..
    see you..

  2. Hahaha sica gak menyadari kalau dia masih naket,, pantasan aja yul senyum2.. AkhirnyA sica tahu juga soal video nya untung aja ada yul. Taeny n Soosun yang membantu sica… Lanjut Thor makin seru aja nih

  3. akhirnya trio gangster brhasil jg ngehajar hae…
    emg yul ngelakuin apa ke keluarga nya hae… smpek dia bnci gtu… yul gk mungkin kn ngebunuh adk ny hae
    mungkin sica mual2 krna itu giliran benih ny yul…
    yaele taeng manfaatin sang pacar… kebyakn mkn buat otak soo lambat

  4. ahh puas banget baca donghae di pukulin yul dkk tapi itu belum seberapasih sama kejahatannya.
    yaelah taeng cemburuan amat hahaha

  5. Gw suka gw sukaaaaaaaaa,pas yul and the gank nonjok tuh manusia laknat,hahahahhaahahhahah
    Rasain luuuuu,,,gw bahagia banget liat taeny yulsic ama soosun,,
    Taeng klo cembukur segitu nya yak,sampai ngadu ama ppany,,,ciee yg mau kencan berdua,hahahhaah
    Semoga lulus upn nya ya tarra,,
    Mian klo gw komennya bolong2,maap ya,hehehhehe

  6. Annyeong …………
    Aduh Yulsic ku sweet bingitttt ….kkee
    Suka ,suka dah …
    S dongek psti gak akan tnggal diam nih, butt sikap kwon aduh juara dah ,mkin cnta lah sma seobang satu ini .><kkee

    Iyaaa!! Ak do'akan Lulus !!!
    Ok,dtunggu next chap nyah….
    SEMANGAAAAAAAAAAAT

  7. Hoaa kereenn bgt yul and the genk , gw sukaaa pas mereka mukul donghae , mewakili gw yg dri awal emng pngen mukul si ikan wakakakaa

    Lucu bagian yulsic masih di ranjang and masih bugil hahaha

  8. Makin seru yulsic udh romantis euy..
    Tuh mahluk pengganggu mnta diracun obat tikus.
    Ditunggu next chap Tarra

    Gue doain dpet nilai yg memuaskan
    amin….

  9. Sica lucu bngt ms baru nyadar klo die n yul msh bugil….
    Seneng bngt liat yulsic udh baikan n makin mesra….
    YulTaeSoo kurang bnyk tu mukul si ikan cupang ny….

  10. IKAN MOKPO!! MENJAUHLAH DARI JESSMOM AND YULDAD!!!
    Kenapa gak sekalian di jemur biar jadi ikan asin mokpo?!!!!

    Yuldad… tetaplah bersama jess jadi teman hidup jess berdua yulsic hadapi dunia…. *ehkenapajadiabangtulus.-.lol

    Fighting thorr^_^

  11. annyeong,,,
    Hahahahha yul suka bngt godain sica,,hadeuhhh ckckckckck dsar nona jung,, trllu nyaman d plukkan yul smpai ngak sdar msih naked hahahah,,,
    ahaiiiii yang d tunggu2 ikan cupang ngrasain juga enak nya d bogem taerisoo,,,knpa ngak sklian aj d cincang d jdkan mknanan hani,,,
    Smga yul sllu dpat jdi plndung yg baik bwat sica,,,
    Next d tunggu
    Ttap smngatttttt
    Gomaomao,,,

  12. Yey yul udah kagak kepancing lagi ma omongan donghae
    Sica kamu gak usah sedih deh kan bang yul selalu ada buat kamu
    Hahaha..
    Lanjut aja dah thor

  13. Amin, harus lulus ya tarra hehe

    puas gue liat donghae dihajar. Hahaaa….
    Yulsic makin so sweet aja nih ‘ , sica beruntung bngt pnya yul dan sahabat2nya , seru-seru , ditunggu next partnya tarra….

  14. amiin amiin ya rabb semoga kamu lulus memuaskan..

    aiiiis yulsic kalo dah damai bikin senyum”ya kekekek
    puk puk kasian taeng kecepian.hahhaha

  15. yaelah sica smpe gak sadar kl msh naked hehehe
    seneng bngt kl yul udh mulai godain sica
    seneng akhirnya yulsic bs mesra2an, gitu donk jgn bikn sica nangis trus, kasian
    rasain tuh donghae, bikn perkara aja, udhlah apapun yg nanti di lakukn hae ke yulsic gak akan mempan
    itu mksd hae si yul mnghncurkn kluarganya apa ya??
    haduh soo bikn sunny merah padam aja ckckck

  16. Sica malu malu maomao :v
    Yulsic sosweet,
    Tolong jgn lagi ada badai di antara mereka,
    Saya jdi kasihan juga sama sica 😦

    Tuthor tolong dong habisin saja si mata ikan itu,tolong dgn sangat thorrr!!!! #plakk

  17. gue skaaa part ini, bwaan nya pngen senyum2 mulu.
    Gue jga bahagia, krna mreka berhasil melukai si ikan hahaha…#tawaalakakros.

    Aamiiin Tarra.

    Ehm…Princess Yuri…

  18. hhaa finally di keroyok geng nya si yul tu ikan
    goreng aja goreng haha
    tiffany pemberani ihhh jd takut ma dia

  19. hahaaha….. jessi blushing.
    jessi benar beruntung memiliki teman seperti taeny dan soosun.
    si wajah ikan apa yg akan di rencanakan selanjutnya?.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s