My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 13]

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 13

 

Donghae berbaring di tempat tidurnya dan tenggelam dalam pemikiran yang mendalam. Ia tidak bisa memejamkan matanya dan terus membolak-balikkan badannya namun ia tak kunjung mengantuk. Donghae menyalakan lampu di sisi tempat tidur dan duduk bersandar di papan tempat tidurnya. Ia membuka laci mejanya dan mengeluarkan selembar foto dirinya bersama Kyuhyun.

“Kau terlihat bahagia, Hyun. Kita berdua terlihat bahagia.”

FLASHBACK..

“Ibu? Apa yang terjadi?”

Mata Mrs. Lee memerah. Ia tahu ibunya habis menangis. Tapi kenapa?

“Ibu? Katakan padaku.”

Mrs. Lee menatap mata putranya. Ia masih berusaha menghapus air matanya.

“Kyuhyun. D-dia…”

Donghae menunggu ibunya untuk berbicara padanya.

“Dia tidak lagi bersama kita.”

Donghae memandang ibunya dengan tatapan bingung. Ia tidak bisa memercayainya.

“Ibu bercanda kan? Hyun sedang memainkan lelucon padaku…”

Tangisan Mrs. Lee semakin keras. Donghae pergi ke kamar adiknya.

“Hyun…ibu bilang kau sedang bermain lelucon…aku akan menemukanmu…”

Ia membuka pintu kamar dan melihat Kyuhyun terbaring di tempat tidurnya dengan mata terbuka. Ia bisa melihat bekas jeratan tali di leher adiknya. Polisi yang melihat Donghae segera menarik anak laki-laki itu keluar dari kamar namun Donghae tetap mengakar ke lantai, ia mendorong polisi itu dan menghampiri adiknya. Matanya memandangi tubuh adiknya yang tak lagi bergerak. Seorang dokter mencoba menghentikannya namun Donghae tidak memedulikannya, ia meraih tangan adiknya dan menggenggamnya dengan erat.

“Tanganmu dingin, Hyun. Bangunlah. Aku pulang.”

Kyuhyun tidak bergerak. Donghae menggoyang-goyangkan tubuh adiknya namun masih tidak ada gerakan. Ia mulai memukuli tubuhnya namun Kyuhyun tidak meresponnya.

“Bangun Hyun! Bangun!”

Polisi, dokter dan semua paramedis hanya dapat memandangi Donghae. Ia menoleh ke ayahnya.

“Ayah. Bangunkan dia!”

Air mata Mr. Lee mulai jatuh. Ia tidak tahan melihat putranya dalam keadaan seperti ini. Donghae terus mendorong Kyuhyun dan air matanya jatuh menuruni pipinya, ia berlutut di depan adiknya dan membiarkan emosinya mengambil alih dirinya. Polisi membantu Mr. Lee untuk membawa Donghae dan memindahkan tubuh Kyuhyun ke dalam ambulans. Donghae berusaha menghentikan mereka membawa adiknya namun akhirnya ia kehilangan kesadarannya.

END OF FLASHBACK..

Donghae menyeka air matanya dan meletakkan foto tersebut. Kenangan itu kerap bermain-main dalam benaknya seolah-olah peristiwa itu terjadi dua hari yang lalu. Ia kembali ke meja dan meraih selembar surat.

FLASHBACK…

Donghae duduk di kursi adiknya. Ia kerap memandang sekeliling kamar adiknya, mengingat kenangan-kenangan saat mereka bersama dulu. Donghae membuka laci meja Kyuhyun dan mengeluarkan sebuah buku. Buku playbook Kyuhyun. Sebuah buku tempat mereka menuangkan segala sesuatu mengenai basket. Donghae membuka lembar demi lembar dan melihat setiap halaman dari buku itu. Mereka menulis apa pun tentang basket dalam buku itu. Donghae membuka lembaran terakhir dan menemukan selembar surat. Donghae mengenyitkan dahinya dan mengambil surat tersebut. Ia menaruh bukunya.

Aku kehilangan segalanya. Satu-satunya hal yang aku ketahui adalah basket. Sekarang, aku kehilangannya. Aku tidak bisa membayangkan diriku tanpa basket dan tanpa sebelah kakiku. Hidupku hancur berkeping-keping di depan mataku. Aku ingin menyalahkan seseorang atas semua ini tapi aku tidak bisa. Aku tidak ingin merepotkan siapa pun. Aku tidak ingin merepotkan keluargaku. Aku mengakhiri hidupku sehingga keluargaku tidak harus menderita bersamaku. Aku terlalu sering membuat mereka merasa tertekan karena berada di dekatku. Aku berteriak kepada mereka. Aku sama sekali tidak peduli dengan perasaan mereka. Aku tahu mereka ingin membantuku tapi apa yang bisa mereka lakukan? Aku akan menjadi cacat selamanya. Aku benci menyakiti keluargaku terutamu kakakku. Tapi aku tidak bisa hidup lagi. Aku tidak ingin menjalani hidupku lagi. Ayah, Ibu. Maafkan aku…

Donghae Hyung-nim…maafkan aku…aku tidak bisa mewujudkan mimpi itu lagi…maafkan aku…

 

 

Maafkan aku…

Kyu-Hyun.

 

Donghae memukul meja keras-keras. Ia melemparkan barang-barang di atas meja tersebut. Ia terus menangis hingga tak ada lagi air mata yang mengalir.

END OF FLASHBACK..

Donghae kembali melipat surat itu dan menaruhnya di meja, ia memandang langit-langit kamar dan memainkan alat pemantik apinya.

“Kau berhutang seorang adik padaku, Kwon.”

~~~;~~~;~~~

“Pemain nomor sebelas, Kwon Yul mendapatkan bolanya. Dengan hanya sisa waktu 1 menit, dapatkah dia memimpin timnya untuk menjadi juara Korea?”

Suara komentator terdengar keras dan jelas. Yul dapat merasakan segala sesuatu di sekelilingnya bergerak lambat. Jantungnya berdebar, lebih cepat dari biasanya. Yul melihat ke sebelah kanannya dan ia dapat melihat gerakan Taeng yang menuju ke arahnya, seseorang mengikuti di belakangnya. Yul tidak bisa mengoper bola kepada Taeng, ia menoleh ke bangku dan memberi isyarat untuk istirahat sebentar. Pelatihnya segera meminta waktu istirahat.

“Pelatih dari SMA Seoul meminta istirahat penuh! Dia benar-benar harus menyusun ulang anggota timnya karena penembak terbaiknya, Kim Taeng dan MVP tahun lalu, Kwon Yul dijaga ketat oleh pemain berbakat yang baru di kota ini, Lee Kyuhyun! Jika kalian bertanya-tanya, seperti inilah pertandingan final seharusnya!”

Para pemain cadangan berdiri dan memberi jalan untuk kelima pemain itu. Taeng meneguk minumannya dan melihat ke pelatihnya.

“Aku tidak bisa bergerak. Kyuhyun menempatkan pertahanannya di sekelilingku. Aku tidak bisa memasukkan bolanya.”

Pelatih SMA Seoul melihat ke Yul. Yul menatap papan pemain.

“Kyuhyun menempatkan pemain tinggi pada Taeng. Kita harus menggunakan strategi dan jangan bergantung pada nomor 3.”

Yul lalu menoleh ke pelatihnya. Perhatian semua pemain tertuju padanya.

“Aku punya ide, tapi aku tidak tahu apakah kita bisa melakukannya atau tidak. SMA Busan akan mempertahankan dua poin itu.”

Pelatihnya tersenyum.

“Ini adalah timmu, Yul. Lakukan apa yang bisa kau lakukan.”

Yul memandang rekan-rekan timnya, mereka menganggukkan kepala; sepakat dengan si pelatih.

“Oke. Kita hanya punya satu kesempatan! Ayo kita wujudkan.”

Taeng tersenyum menyeringai, ia menyukainya ketika Yul memimpin mereka sehingga ia bisa lebih fokus dengan tugasnya. Mereka merencanakan strategi dan mengangguk. Yul memandang sekelilingnya dan melihat Jessica di dekat lapangan, ia tersenyum. Dengan sorakan dari para penonton, Yul masih bisa memahami apa yang dimaksud Jessica. Bagaimana caranya? Hanya mereka yang tahu.

“Menangkan pertandingannya, Yul.”

Jessica tersenyum pada Yul dan melambaikan tangannya. Tiffany yang duduk di sampingnya tertawa kecil melihat tingkah Jessica, ia mendekat ke Jessica dan berseru karena tempat itu dipenuhi orang-orang dari kedua sekolah. Yul menoleh pada Taeng.

“Ayo kita lakukan, Taeng!”

SMA Seoul akan mengambil bola samping. Ketika peluit ditiup, Yul berlari menuju rekan timnya; meminta bola. Yul mendapatkan bola tersebut dan melirik ke ring. Ia berlari menggiring bola dari kiri ke kanan. Taeng masih berusaha membebaskan dirinya. Kyuhyun bertukar tempat dengan rekan timnya dan menjaga Yul.

“Kau tidak bisa pergi ke mana-mana, Yul.”

Yul tersenyum menyeringai padanya.

“Aku tidak akan menyerah, Hyun. Siapkan dirimu.”

Mereka berdua berusaha mendominasi satu sama lain namun dengan waktu yang hanya tersisa 30 menit, Yul menggiring bola melewati Kyuhyun dan berhasil lari darinya namun Kyuhyun bergerak cepat, ia menepuk bola itu dan bertubrukan dengan Yul. Bola tersebut terlempar keluar lapangan. Keduanya yang masih belum tahu siapa yang terakhir menyentuh bola berlari mengejar bola itu; berusaha menyelamatkannya. Mereka melompat dan melemparkan diri mereka untuk menjangkau bola tersebut. Kyuhyun berusaha mendesak melewati Yul namun tekad Yul jauh lebih kuat, ia berhasil mendapatkan bola dan melemparkannya kembali ke lapangan dengan Taeng yang menunggu di dekat garis. Pungung Yul mendarat di lantai yang keras sementara lutut Kyuhyun membentur tiang ring basket. Keduanya terjatuh dan mengerang kesakitan. Pada saat itu Taeng mundur di belakang garis 3 poin dan menembak dari sana. Yul melihat bola melambung ke udara dan menunggu. Taeng tersenyum menyeringai.

“SMA Seoul memperoleh 3 poin! Pertandingan telah selesai! Pemenangnya adalah SMA Seoul!”

Yul tersenyum namun senyumnya memudar ketika ia melihat Kyuhyun. Laki-laki itu terlihat sangat kesakitan. Pertandingan itu tak lagi penting baginya. Yul berusaha bangkit dan berlari menghampiri Kyuhyun, ia bisa melihat lututnya bengkak dengan sangat parah.

“Hyun?”

Yul terbangun dari tidurnya. Tubuhnya berkeringat dan napasnya memburu. Yul mencengkeram selimut. Sudah lama sejak terakhir kali ia memimpikan Kyuhyun. Jessica terbangun ketika merasakan tempat tidur mereka bergerak, ia menoleh ke samping kirinya dan melihat Yul yang terengah-engah.

“Yul?”

Yul menoleh pada Jessica dengan wajahnya yang berkeringat. Jessica bangun dan menyeka keringatnya. Yul terlihat mengalami mimpi buruk.

“Kau beringat. Apa yang ada dalam mimpimu?”

Yul menenangkan dirinya dan menggelengkan kepala.

“Bukan apa-apa…hanya mimpi buruk…”

Kata-kata Yul tidak meyakinkan Jessica, ia tahu ada yang salah namun Yul tidak ingin memberitahunya. Jessica merangkul pinggangnya dan menyandarkan kepalanya di dada Yul.

“Yul, kau bilang tidak akan ada lagi rahasia di antara kita. Kumohon jangan merahasiakan apa pun dariku.”

Yul memeluk Jessica dan bersandar ke sandaran tempat tidur. Jessica dapat merasakan detak jantungnya sedikit tenang.

“Itu tidak penting. Aku hanya memimpikan Kyuhyun.”

Jessica mengembuskan napas di dadanya, Yul bisa merasakannya.

“Apakah Donghae pernah menceritakan apa pun mengenai Kyuhyun?”

Jessica menggelengkan kepalanya. Penyebutan nama Donghae adalah sesuatu yang tidak disukainya.

“Aku diberitahu kalau Kyuhyun mengalami kecelakaan dan dia meninggal setelah itu. Aku mencoba menghubungi Donghae namun dia mengabaikan semua panggilanku.”

Jessica dengan lembut menyusuri perut Yul dengan telepak tangannya.

“Ketika Donghae kembali, kami tidak pernah mengobrol sampai sekarang. Kami menjadi musuh. Terkadang aku bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.”

Jessica duduk tegak dan menatap Yul. Ia mencondongkan tubuhnya dan mencium Yul. Mereka berciuman sesaat sampai Jessica melepasnya, ia membelai pipinya.

“Bisakah kita tidak membicarakan tentang Donghae? Kumohon?”

Yul menatap istrinya. Donghae selalu menjadi topik sensitif bagi Jessica dan Yul tidak ingin dia merasa tertekan. Ia merebahkan Jessica di tempat tidur dan meringkuk di dekatnya. Yul mengangkat tubuhnya sendiri dan menopang kepalanya. Ia memainkan jemari Jessica.

“Maafkan aku. Aku tidak akan membicarakan tentang dia lagi.”

Yul lalu membungkuk dan menciumnya. Pada awalnya itu hanyalah sebuah kecupan sederhana namun segera berubah menjadi penuh gairah. Malam tidak pernah berarkhir bagi mereka berdua.

~~~;~~~;~~~

Taeng tidak bisa tidur, sama seperti Donghae. Ia bangun dari tempat tidur dan menatap keluar jendela. Ia mengambil ponselnya dan menemukan nomor telepon Yul namun ia lalu memutuskan untuk tidak menelpon si pengantin baru karena siapa yang tahu apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Sebagai gantinya, ia menelepon Tiffany.

“Tae?”

Taeng tersenyum begitu mendengar suara itu. Suara Tiffany terdengar mengantuk.

“Apa aku membangunkanmu?”

“Tidak, aku hanya sedang mengistirahatkan mataku.”

Taeng tertawa kecil ketika mendengar respon Tiffany.

“Maafkan aku. Sekarang aku akan membiarkanmu tidur.”

“Tunggu! Kau sudah menelepon. Katakan.”

Taeng menghela napas. Ia tidak tahu bagaimana untuk memulainya.

“Tae. Aku akan ganti baju dan menunggumu untuk datang menjemputku. Lalu kita akan pergi minum kopi dan berbicara.”

Sebelum Taeng sempat mengatakan apa pun, Tiffany mengakhiri panggilannya. Ia menghela napas namun tak berapa lama tersenyum.

“Kau benar-benar sesuatu, mushroom.”

Taeng mengenakan kaus dengan celana jins dan mengambil dompet dan kunci mobilnya sebelum keluar pelan-pelan. Ia segera melajukan mobilnya dan tiba di rumah keluarga Hwang. Ia melihat Tiffany berlari ke arahnya dan ia membuka pintu mobil dari dalam.

“Hai mushroom.”

Tiffany memutar bola matanya dan memasang sabuk pengamannya.

“Kau mau pergi ke mana?”

Tiffany mengetuk-ngertuk lengannya dan pada akhirnya tersenyum. Ia menoleh dan menatap Taeng.

“Ayo kita minum kopi dan pergi ke tempat persembunyian rahasia kita.”

Taeng balas tersenyum dan melajukan mobilnya

+++

“Bunny, aku merindukanmu.”

Sunny geleng-geleng kepala seakan-akan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia menempelkan ponsel itu lebih dekat ke telinganya.

“Youngie, kita bertemu di kelas setiap hari. Tidakkah kau berpikir kalau kita cukup sering bertemu?”

Sooyoung cemberut, ia membuat beberapa bunyi gaduh. Sunny mengetahui kalau Sooyoung sedang cemberut di ujung sana.

“Bunny! Kau tidak mencintaiku lagi?”

Sunny menghela napas.

“Tentu saja aku mencintaimu tapi sekarang sudah jam 1 pagi! Aku tidak bisa mencintaimu kalau aku tidak cukup tidur.”

Sooyoung tertawa. Ia lupa waktu.

“Opps…maaf, Bunny. Aku merindukanmu. Malam.”

Sunny tersenyum lebar.

“Aku juga merindukanmu. Mimpi indah.”

“Aku hanya memimpikanmu.”

+++

Taeng dan Tiffany berbaring berdampingan. Mereka telah menghabiskan kopi mereka. Taeng menawarkan lengannya untuk menjadi bantal dan dengan senang hati Tiffany merebahkan kepala di atasnya sambil memeluknya. Taeng merangkulnya.

“Sekarang waktunya untuk membicarkan hal itu.”

Taeng tertawa kecil dan mengatur posisi kakinya.

“Aku lupa mau berbicara apa.”

Tiffany cemberut.

“Kau membangunkanku tanpa alasan?”

Rengekan Tiffany dibungkam dengan sebuah ciuman. Taeng menopang tubuhnya di atas Tiffany dan terus menciuminya. Tiffany membiarkan ciuman itu bertahan lebih lama dan memejamkan matanya. Ketika Taeng melepaskan ciumannya, Tiffany membuka mata. Ia bisa merasakan tangan Taeng yang berada di pinggangnya.

“Cukup?”

Tiffany merangkul leher Taeng dan menariknya lebih dekat. Mereka berbagi ciuman lainnya. Taeng menyelipkan tangannya ke balik baju Tiffany. Tiffany mendengking. Taeng lalu melepaskan ciuman di bibir Tiffany dan kembali menciumi lehernya. Tiffany memejamkan matanya.

“Taeng…”

Taeng berhenti dan menatapnya. Napas Tiffany memburu.

“Tae, aku tidak mau…malam pertama kita-”

Taeng tersenyum dan memeluknya.

“Aku tahu…aku akan menunggu.”

Taeng mengecup kening Tiffany dan menggendongnya dengan gaya bridal ke dalam mobil sebelum pulang ke rumah keluarga Hwang.

~~~;~~~;~~~

TBC

sorry updatenya lama…maklum lagi libur kuliah malah jadi males-malesan hahah

gue lulus UPN btw XD

credit: bluppy @SSF

boiboi~

Advertisements

54 thoughts on “My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 13]

  1. yaaahhh im first hehehheh, oh jadi gitu to khunyun itu matinya grgr kakinya patah ga bias main baskt lagi. kejem juga ya donghae balesnya bunuh yoona huuuuaaaaa. taeny sama yulsic byun ya tetep hehehhe. lanjut thoor

  2. huaaa .. akhir’a apdet jga ..

    bnyak yg di skip y adegan’a 😀 ..

    mmm .. itu masalah donghae sama yul karna salah paham atau emg kesalahan yul ya?? penasaran ..

  3. ey congrats haha. oh jd itu dendamnya, aelah lebay si dongek, jejelin cabe juga nih mulutnya. ayy yulsic taeny soosun lg uciucik /?

  4. Anjir hae bner2 dendam,jahat bngt tuh. Bagian yulsic cuma dkit,mkin romantis ja.

    Selamat ya Tarra lulus UPN..
    Ditunggu next episode..hehe

  5. hay thor,, perkenalkan aku reader baru,, maaf aku langsung comment disini aja ne,, ^^

    haduuhh,, itu si donghae oppa dendam ama yul yaa,, isshh,, dasar lee donghae,, –”
    yulsic & taeny,, errr,, always sweet,, 🙂
    tp agak kesian juga ciih taeny blm bisa merasakan malam pertama,, ahaha,, xD
    *byun kumat*

  6. grr.. Kyu mati kan bukan karna Yul jugaa.. Kenapa Donghae nyalahinnya ke Yul.. Lalu Yoona matiny krn ap? Tae juga mikirin Kyu kah.. kok ga bisa tidur..

  7. Jadi hae dendam ma yul gara-gara kyu padahal kan itu bukan sepenuhnya salah yul terus kenapa juga sica mesti kebawa ke dalam masalahnya yul

  8. kebongkar rahasia yultae dan donghae, walau dlm mimpi. Pengantin baru yg romantis. Taeny gk ilang kontrol. Soo gk bisa jauh dari bunny:))

  9. Jadi hae benci yul karna itu?? Sedangkan yul ajh belum tau alesan nya knpa hae benci bgt sama yul…
    Sabar ya abg kwon…

    Next chap deh thor 😊

  10. Diihhj si muka ikan knpa jd nyalahin yul kalo kyuhyun bunuh diri 😒😒
    Hahahahah pengantin baru mah selalu melewati malam panjang 😂😂😂
    Good Job TaeNy tahan hormon kalian 👏👏

  11. Jdi hyun mati gantung diri gegara ga bsa maen basket lagi, tpi kan itu bkn kslhan yul ckk…. Pengantin baru mah ga heran deh nananina terusss haha, taeny romantisnya hemm sosun jugaa ga mo kalah wkwk

    congrats tarra sering2 updatelah kan lagi libur haha

  12. Annyeong …….
    Wah finally update jga …..thanks before ya … kkkee
    So,ternyta bgtu ya kyuhyun trnyta ngerti lah ak skarang ,,, tpi kan bkan slah yul itu, dongek udah d butakan ><
    Suka dah moment mreka , Yulsic ,Taeny soosun ,meski cuma singkat gak pa lah …., eh btw congrats klo lulus mah seneng aja lah pkonya …. dtunggu aja deh next chap nyah …
    SEMANGAAAAAAAAT

  13. Iya nih apdetnya lama bingittt .
    Msalah antara yul ama hae pling cma slah paham aja …
    Knpa thor stiap ada nc ska ga prnh diliatin 😂… Hhha tae fany itu emang sesuatu ihh greget aku klo liaat taeny pngen mreka itu cpt nikah ..

  14. Thor, annyeong, new reader.. Kayaknya bakal complicated bgt ya, gk sabar.. Yulsic so sweet bgt sh.. Semangat thor, di tnggu next chap nya.. Btw, selamat ya thor lulus di UPN.. ^^

  15. annyeong
    Idihhhh itu ikan cupang knp mlh mrh2 sm yul,,,dsar cemen jdi mnsia tukang dendam,,,,hadeuhh kcau dech,,,,
    Tp,,,,,,pngantin baru hahahaha hjar trus,,,ckckckckck sklian aj 24 jam non stop,,,,,yulsic emng luar biasa,,,, dan bwat taeny,,siippp
    Than hormon yaaaa
    Ok next d tunggu
    Ttap smngatttt,,
    And slmt ya yg llus ,,,,,,
    Gomaomao,,,,

  16. Selamat thor uda sukses masuk upn,donghae picik kalo salahkan kematian kyupil ke yuri,kyuhyun bunuh diri bukan dibunuh yuri ,ditunggu kelanjutan ff ini,gomawo tara,author fighting!

  17. jadi alasan donghae membenci yul karena kyu bunuh diri karena kakinya patah dan tidak bisa main basket lagi yg menurut hae disebabkan oleh yul
    selamat ya tarra dah lulus moga2 aja updatenya jadi lebih sering dan ditunggu lanjutan IBYP

  18. hehehe.. semangat ya thor mau msk kuliah..
    jgn lupa update ya.. gw msh penasaran knp yul bersalah atas kematian kyuhyun?? gara2 itu jga sica jd takut kan..
    huh.. dasar tuh org!!!

  19. Ooohh jd gitu ceritanya knp donghe bisa dendam sama yul..
    Trs nnti buat nyadarin donghae sama dendamnya ke yul gimana?
    Kasian sica nnti kena getahnya mulu..
    Btw taeny gimana nih ceritanya?

  20. selamat tar…
    bkn ny itu slah pham ya kyuhyun bkn mati krna yul itu kn cman permainan… yul kn jg iktan jatuh jg tpi naas ny kyu nabrak tiang
    atau ada alsan lain..

  21. oh gra2 itu Kyu nympe bnuh diri…benarkah??
    Oh TaeNy…salut ma pendirian nya, tpi agk g’ yakin nih, biasa nya kan ….
    Congrats buat kelulusan upn nya hahaha…telat!

  22. oh….jadi krna kyun bunuh diri donghe begitu membenci yul. donghe sempit banget sih pikirannya. kan bukan salah yul.
    wah….wah…. yulsic semakin mesra.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s