My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 14]

gak lama kan? haha 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 14

 

Victoria tengah berjalan di koridor ketika Donghae menghentikannya. Ia menarik gadis itu ke samping dan memandang sekelilingnya untuk memastikan tidak ada seorang pun yang melihat mereka di sana. Merasa puas, Donghae menoleh dan menghadap Victoria lagi.

“Apa maumu, Donghae?”

Victoria tidak menyukai cara Donghae mendekatinya. Donghae tersenyum padanya.

“Apa aku harus mempunyai alasan untuk menyapa kawan sekolahku?”

Victoria merasa sedikit tidak nyaman berbicara dengan Donghae, tidak setelah apa yang dia perbuat pada Jessica dan Yul. Donghae geleng-geleng kepala.

“Ayolah, Vic. Aku hanya ingin mengobrol. Hanya obrolan biasa.”

Victoria memandangnya sejenak lalu setuju untuk mengobrol sebentar dengannya.

“Oke. Kita bisa mengobrol tapi jika aku merasakan ada sesuatu yang berbeda, kita akan mengakhirinya. Setuju?”

Donghae tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya. Victoria mengisyaratkan Donghae untuk duduk di meja yang berada tak jauh dari mereka. Donghae tidak menentang dan mengikutinya.

“Jadi bagaimana hidupmu sekarang?”

Victoria memandanginya.

“Apa maksudmu?”

Donghae menyunggingkan senyum yang paling manis.

“Kau putus dengan Yul, kan? Aku merasa simpati terhadapmu. Kau tidak pantas diperlakukan seperti ini.”

Victoria berdiri dan menatapnya dengan sangsi.

“Apa yang terjadi di antara aku dan Yul tidak ada urusannya denganmu.”

Donghae memasang ekspresi wajah yang paling tulus dan dengan lembut menariknya kembali duduk.

“Maaf kalau aku menyinggungmu. Aku hanya ingin tahu bagaimana kau melakukannya. Maksudku, aku berusaha melupakan Jessica tapi dia membenciku tanpa alasan.”

Victoria menatapnya dan mengerutkan dahi.

“Kau sendiri yang meningalkan Jessica. Ingat?”

Donghae mengepalkan tinjunya namun tetap berusaha tenang.

“Tidak. Ya, aku membuat kesalahan tapi aku siap untuk menghadapi resikonya tapi Jessica malah lari pada Yul. Dia menggoda Yul untuk bertanggung jawab. Siapa di dunia ini yang akan melakukannya jika tidak ada seseorang yang memainkan peran di sini.”

Kata-kata Donghae mengejutkannya. Semuanya terdengar masuk akal. Mengapa Yul mau bertanggung jawab? Victoria menggelengkan kepalanya berusaha mengabaikan pertanyaan itu.

“Yul mencintainya, tentu saja dia akan melakukannya. Maksudku, aku akan melakukannya jika seseorang yang aku cintai melakukan kesalahan besar seperti itu.”

Donghae tertawa kecil.

“Lalu jawab aku, Victoria. Jika Yul benar-benar mencintai dia dari awal, kenapa dia datang padamu?”

Victoria tidak dapat menjawabnya. Donghae tersenyum ketika ia tidak mendengar jawaban dari gadis itu.

“Kalau kau membantuku, kita bisa mengembalikan Yul padamu.”

Victoria menatap Donghae lekat-lekat. Ia mencengkeram taplak meja.

“Apa yang akan kau dapatkan?”

Donghae mendekat dan berbisik ke telinganya.

“Aku mendapatkan pembalasan dendamku, dan aku mendapatkan Jessica kembali. Setuju?”

+++

Ujian tengah semester telah berakhir. Yul meregangkan tangan dan kakinya. Ia menoleh ke sampingnya dan melihat Jessica dengan kepala di meja. Dia tertidur selama satu jam atau lebih. Dengan lembut Yul menepuk pundaknya.

“Sica?”

Jessica bergerak namun ia tidak membuka matanya. Yul tersenyum melihat istrinya yang kelelahan. Ia tahu Jessica memiliki banyak kesulitan dalam menangani hal-hal yang menyangkut kehamilan dan terkadang itu membuat Yul merasa sedikit khawatir namun mereka berdua hanya mengambil langkah-langkah kecil untuk membantu satu sama lain.

“Sica. Kau harus bangun. Aku akan menggendongmu pulang kalau kau bangun sekarang.”

Jessica perlahan membuka matanya. Ia menggosok-gosok matanya dengan tangan dan memandang Yul.

“Sudah selesai?”

Yul menganggukkan kepalanya dan meraih tangan Jessica. Ia perlahan menarik gadis itu berdiri dan membantunya untuk seimbang dengan merangkul pinggangnya.

“Yah, Yul. Jessica bukanlah satu-satunya orang yang bisa tidur di tengah-tengah ujian yang sangat penting.”

Sooyoung menunjuk Taeng yang tengah tertidur dengan kepala di atas meja menghadap ke samping. Yul tertawa kecil. Sunny menyingkirkan jari Sooyoung dan menghampiri Taeng untuk membangunkannya.

“Taeng?”

Sunny lalu mencoba membalikkan Taeng namun kemudian melepaskan laki-laki itu dengan raut wajah gelap. Sooyoung yang menyadari hal itu segera menghampiri Sunny.

“Sunny? Wajahmu terlihat pucat.”

Sunny geleng-geleng kepala dan bersembunyi di balik badan Sooyoung. Yul, Jessica dan Sooyoung mengerutkan kening melihat Sunny yang ketakutan. Sooyoung menyikut Taeng dan menolehkan kepala Taeng untuk menghadap sisi mereka.

“YAH! KIM TAENG! BISA-BISANYA KAU BERLIUR DI MEJA! KAU MENAKUTI BUNNY-KU.”

+++

Taeng membasuh muka dan memandang cermin. Suara nyaring Sooyoung membangunkannya dalam SAAT-SAAT YANG MEMALUKAN. Taeng menghela napas. Sekarang, reputasi kerennya di sekolah jatuh.

‘Terima kasih, Soo!’

Taeng kembali membasuh mukanya. Ia menutup keran air dan berbalik dengan punggung bersandar di ujung wastafel. Benaknya sedang memikirkan sesuatu.

FLASHBACK

“Taeng! Kau mendapatkan beasiswa!”

Ibunya sangat bahagia. Mr. Kim memeluk Taeng dan menepuk-nepuk punggungnya.

“Ini berita bagus, Taeng! Akhirnya kau mendapatkan beasiswa basket!”

Taeng tidak bisa menahan kegembiraannya bersama dengan keluarganya. Ia mengambil surat penawaran tersebut dan membacanya. Taeng lalu mengerutkan dahinya. Ia memandang keluarganya.

“Perancis?”

Mrs. Kim mengangguk bahagia.

“Setelah kau lulus, kau akan pergi ke Perancis dan mewujudkan impianmu.”

Taeng merasa tidak nyaman. Hatinya terbagi dua. Karier dan Tiffany.

“Tapi ibu, ini terlalu jauh. Kurasa aku tidak bisa pergi.”

Raut wajah Mr. Kim berubah serius. Ia menepuk bahu anaknya.

“Taeng, ini adalah mimpimu. Mimpi kita. Jangan menyia-nyiakannya.”

Taeng memandang ayahnya dan memaksakan seulas senyum.

“Ya, ayah. Mimpi kita.”

END OF FLASHBACK

“Ada yang mengganggumu benakmu, Taeng?”

Taeng tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa itu. Ia mengenali suaranya.

“Aku hanya…”

Ia menghela napas dalam-dalam. Yul berpindah ke sampingnya dan bersandar ke dinding.

“Beasiswa itu?”

Taeng mengangguk. Ia menggenggam wastafel dengan kuat.

“Kau sudah memberitahu Tiffany?”

Yul melipat tangan di depan dada. Ia memandang sahabatnya dengan raut wajah sedih.

“Belum. Aku tidak tahu bagaimana cara memberitahunya.”

Yul menepuk pundaknya dan tersenyum.

“Aku mengenalmu, kawan. Kau akan menemukan cara untuk memberitahunya. Tapi kumohon Taeng, jangan biarkan dia mendengarnya dari orang lain. Dia harus mengetahuinya darimu.”

Taeng memandang Yul dan menganggukkan kepalanya. Ia akan mencari cara.

+++

Sooyoung duduk bersama para gadis yang tengah mengobrol dengan bahagia meninggalkan ia sendiri. Ia menghela napas.

‘Kenapa mereka lama sekali?’

Ia bisa mendengar ketiga gadis itu saling berbisik dan tertawa. Ia mengerutkan kening.

‘Apa yang suka dibicarakan gadis?’

Ia sedikit mencondongkan tubuh ke sampingnya dan mencoba mendengarkan obrolan mereka namun nihil karena satu-satunya hal yang ia dengar adalah bisikan.

‘Tuhan, tolong ingatkan hamba untuk tidak berkumpul dengan hanya hamba sebagai satu-satunya laki-laki di antara mereka.’

Ia mengunyah makanannya dan membiarkan para gadis mengobrol dengan bahagia. Ia lalu melihat Taeng dan Yul berjalan ke arah mereka dan duduk. Sooyoung segera memeluk Yul.

“Terima kasih Tuhan, kalian akhirnya kembali! Aku bisa gila karena berbicara sendiri!”

Yul mendorongnya namun Sooyoung mengencangkan pelukannya.

“Yah! Lepaskan aku, Soo! Aku tidak semenyedihkan itu!”

Taeng menertawakan mereka. Para gadis berbalik dan ikut tersenyum. Jessica dan Sunny saling berpandangan dan tersenyum lebar. Keduanya menarik telinga pacar/suami mereka.

“Aduh. Bunny!”

“Sica baby. Dia mulai duluan!”

Taeng tidak bisa menahan tawanya. Tiffany ikut tertawa juga. Sunny dan Jessica melepaskan telinga mereka dan cemberut. Yul langsung mengusap-usap telinganya yang merah dan pada saat yang sama mencoba menjelaskan pada Jessica sementara Sooyoung kesusahan untuk menyenangkan Sunny.

“Kami minta maaf!”

Tiffany terus tertawa namun ia tidak menyadari Taeng yang menatap ke arahnya. Ia tersenyum sedih.

‘Maafkan aku, Fany.’

FLASHBACK

Tiffany dan Taeng berbaring di taman rumah Tiffany. Setelah tugas dari ibu Tiffany untuk membersihkan taman selesai, keduanya hanya berbaring di sana sambil menikmati pemandangan.

“Tae. Setelah kita lulus nanti, apa yang akan kaulakukan?”

Taeng hanya menggelengkan kepala dan tersenyum.

“Kau?”

Tiffany memandangi langit.

“Aku ingin menjadi seorang dokter. Aku berencana untuk pergi ke Amerika.”

Taeng menganggukkan kepalanya namun tak berapa lama dahinya berkerut.

“Lalu, bagaimana denganku? Kau akan meninggalkanku di sini?”

Tiffany menoleh ke sampingnya dan membelai pipi Taeng.

“Tidak. Jika kau tidak bisa mengikutiku, maka aku akan ikut denganmu. Jika kau tinggal, maka aku akan tinggal. Aku ingin berada di sini bersamamu.”

Taeng tersenyum senang dan memeluknya.

“Aku juga.”

END OF FLASHBACK

Taeng menghela napas. Ia benar-benar tidak tahu bagaimana cara membuat segalanya menjadi lebih baik.

+++

Yul pergi keluar untuk berbelanja karena malam itu Mr. dan Mrs. Jung memaksa kalau mereka ingin menghabiskan waktu bersama putri mereka. Mereka mengeluh karena Yul mencuri putri mereka. Perselisihan mereka tidak seperti sebelumnya. Sejak pernikahan mereka dan penerimaan Yul terhadap Jessica, keluarganya dan keluarga Jung mengumumkan perdamaian dan berjanji untuk tidak mengungkit malasah itu lagi.

“Yah, setidaknya semua ini terlihat jauh lebih baik.”

Ponsel Yul bergetar di sakunya dan ia mengeluarkannya untuk segera menjawabnya.

“Halo?”

“Mister Kwon? Saya Shinyoung dari kepolisian.”

Yul mengingat si polisi wanita itu. Dengan sopan ia menjawabnya.

“Oh. Ada yang bisa saya bantu?”

Yul bisa mendengar suara berisik dari ujung sana namun ia terlalu fokus pada panggilan daripada suara berisik itu.

“Saya minta maaf karena menelepon Anda selarut ini tapi saya rasa salah satu benda dari mendiang adik Anda masih ada pada polisi.”

Dahi Yul berkerut, ia ingat bahwa ayahnya sudah mengambil semuanya.

“Saya rasa kami sudah mengambil semuanya. Kami meninggalkan sesuatu?”

“Benda ini tergabung dengan kasus lain. Itulah sebabnya Anda tidak menemukannya saat itu. Anda ingin memilikinya?”

Yul berhenti dan menjejalkan tangan ke saku jaketnya.

“Ya. Apa pun yang dimiliki Yoona sudah seharunya kembali pada kami. Tapi kenapa Anda salah menaruhnya?”

“Item 117. Sebuah ponsel.”

Yul mengira kalau ponsel tersebut hancur bersamaan kecelakaan itu.

“Anda menemukan ponselnya?”

“Ya, Mister Kwon, tentu saja saya menemukannya. Untuk apa saya menelepon Anda jika saya tidak menemukannya?”

Yul menepuk keningnya dan tersenyum. Ia lupa.

“Saya harus menemui Anda di mana? Maksud saya, saya menginginkan benda itu sesegera mungkin jika itu tidak memberatkan Anda.”

Yul bisa mendengar opsir Shinyoung tertawa.

“Tentu saja, Mister Kwon. Ini adalah kesalahan kami jadi saya akan dengan senang hati mengembalikan ponsel ini sesegera mungkin kepada Anda. Di mana Anda sekarang?”

Yul tersenyum.

“Bagaimana kalau saya saja yang pergi ke kantor polisi? Akan lebih mudah seperti itu.”

“Oke. Kalau begitu saya akan menunggu di sini.”

Yul mengakhiri panggilan dan pergi ke kantor polisi.

+++

Yul pergi ke pantai dan duduk di pasir. Ia telah memandangi ponsel itu sejak ia meninggalkan kantor polisi tadi. Yul mencengkeram ponsel tersebut. Ponsel Yoong. Gadis itu sangat menyayangi ponselnya. Yul membuka ponsel tersebut. Anehnya, beterai ponsel tersebut masih berfungsi setelah sekian lama dan terima kasih pada opsir Shinyoung yang telah mengisi ulang baterainya sebelum Yul datang. Hal pertama yang dilihatnya adalah wallpaper dirinya dan Yoona.

Yul tersenyum melihatnya. Ia ingat mereka mengambil foto itu di sini, di pantai ini. Yul kemudian menggulir ponsel tersebut dan melihat setiap foto di dalamnya. Foto orangtuanya, Yoong, dirinya dan Jessica tersimpan dalam sebuah folder. Yul berusaha keras untuk tidak menangis. Ia lalu membuka galeri dan melihat sebuah rekaman dengan waktu dan tanggal yang sama saat kecelakaan itu terjadi. Yul menggosok-gosok matanya untuk memastikan bahwa dirinya tidak sedang berhalusinasi. Tangannya gemetar dan berkeringat.

“Kecalakaan itu…mungkinkah?”

Yul menenangkan jantungnya dan kembali menatap layar ponsel.

“Mungkinkah ini…”

Yul menekan tombol putar.

“Unnie. Bolehkan aku menanyakan sesuatu?”

“Apa kau mencintai Yul oppa?”

“Unnie. Kumohon jawab aku. Jangan tertawa seperti itu.”

“Ya. Tapi aku tidak bisa menyatakannya begitu saja. Aku seorang perempuan.”

“Yoong! Aku bisa tuli!”

“Yul oppa menyukaimu. TIDAK…DIA MENCINTAIMU!”

“Aku tidak bisa menghentikan mobilnya! REMNYA!”

Setelah itu Yul bisa mendengar mobil mereka berayun dan menabrak sesuatu. Rekaman itu berakhir di sana. Air mata Yul bergulir di pipinya. Ia menyalahkan Jessica untuk sesuatu yang tidak dia perbuat. Selama bertahun-tahun ini ia membencinya tanpa alasan. Kebenciannya hanyalah kesalahpahaman semata. Yul membiarkan air matanya mengalir tanpa henti.

“Maafkan aku, Sica. Aku menghukummu untuk sesuatu yang tidak pernah kau perbuat. Maafkan aku!”

~~~;~~~;~~~

TBC

*btw kalian tau kan UPN itu apa? kalau-kalau ada yang ngira itu nama universitas atau semacamnya. well you know what? it’s not lol*

credit: bluppy @SSF

boiboi~

Advertisements

56 thoughts on “My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 14]

  1. Kampret donghae,pengen gw tonjok mata ikan nya,victoria terpengaruh sama donghae ya thor?thor masukin changmin dong biar victoria gak terpengaruh si ikan busuk,gomawo author uda update ff ini,author fighting!

  2. Nah lo tuh mahluk lum puas klo lum dimusnahin.
    Yul akhirnya tau bukan sica pnyebabnya.. hmmm agak was2 tkut da konflik lg.. hihihi

  3. mmm .. bakal ada rencana apa ya itu donghae ngajak” victoria :-\ ..

    tae .. ajak ajah fany’a ke prancis .. kalo gak abis lulus langsung nikah aja biar gak takut keilangan trus nyusul pnya anak kya yulsic yg bentar lg sica lahiran .. hehee

  4. Annyeong …….
    Wah asik gak lama deh …
    Tuh kan s dongek berencana bruk lagi ,s vict psti terpengaruh ><

    Tae galau yah ….U,u
    Nah skarang udh ada sdikit pencerahan tntang kecelakaan Yoona …
    Penasaran next chap nyah ,dtunggu ..
    SEMANGAAAAAAAAAAAT

  5. huuh donghae memengaruhi vic.. Taeng harus segera ngomg ke Fany sblm terlambat.. moga Fany ngikut Taeng.. jd kasian ma Sica yg sebelmny dislhn trs sama Yul.. Next

  6. kayaknya mau ada gelombang lagi nih diantara yulsic, dengan bergabungnya donghae-victoria udah sih thoor badainya buat yulsic ga kasian apa heheheh. taeny lagi ngegalon hehehheeh yang adem ayem soosun kayaknya.

  7. Waduh taeny lagi dilema nih soalnya tae akan ke prancis,, emmmm akhirnyA kebenaran juga akhirnya terungkap.. Kayanya disini ada yg sengaja buat rem mobil yoonsic blonk…. Mank tuh upn tuh apa???

  8. yulsic udh mulai membaik eh ntr mlh taeny yg bklan galau…
    vic k makan omongan nya hae… knp hae slalu ngandalin cew sih… loser

  9. oh gtu ya kecelakaannya.. bkn gara2 sica kok..
    knp jga vic mau diqjak kerjasama sama donghae buat gangguin yulsic!!!
    awas aja ya, klo ada apa2 sama yulsic, bsa gw teror lu yaa….

  10. Tae bilang sm pany soal beasiswa itu, kan msh bs pcr hehehe, mg yulsic gak ada badai lg ya, si donghae dendam mulu krjaannya, mdh”an vic gak tepengaruh sm donghae

  11. Tae bilang sm pany soal beasiswa itu, jarak kan gak jd mslh buat pcr hehehe, mg yulsic gak ada badai lg ya, si donghae dendam mulu krjaannya, mdh”an vic gak tepengaruh sm donghae

  12. Asiiik author cpet apdet nyaa,,,
    Waahhhh itu si muka ikan ckck belomnyerah juga,, gw bakar pake kecap baru tau,,,
    Daannnn pda akhirnyaa yul tau bukan sica penyebab nya kecelakaan,,, tambah tambah tambah sayaang lagiiii doonk,,

  13. annyeong
    hadeuhhhh sech ikan cupang brani2 nya,mlh mnghsut victoria,,,idih dsar bnci dendam nya ngak usai2,,duel sm yul tkut tp klw lwat yeoja aj cma dia yg brni,,,smga victoria lbih brsikap bjak sprti omngan ny dengan yul wktu itu,,,dan jga brhrap taeng mau jjur dngan fany,,biar bdai ngak turun mnrpa hbungan mrka,,,yeahhh akhirnya yul tau bkan sica pnyebab kcelakaan,,smga kluarga panda mkin rmntis dech,,,
    Ok siiip
    Next d tunggu
    Ttap smngatttt cuy,,
    Gomaomao,,,,

  14. Firasat buruk sama kelakuan donghae dan victoria,semoga aja gak aneh-aneh 😳
    So…akhirnya yul tau juga tentang kecelakaan sebenernya yang terjadi sama yoong 😁

  15. Hahahaha..ga usah sedih thor w jg sering ujian perbaikan nilai..

    Ikan julung2 berkoalisi sama Victoria.. semoga Vic ga mao deh d ajak berkoalisi..
    Nah lho Yul tao kebenaran ny kn.. selama ini salah paham.. wah harus tanggung jawab Yul sama Jessie.. dikit mlu updet ny

  16. Akhirnya kebenaran terungkap,yeiii sica ga salah yul!!!! Ehm Taeng ga usah pusing bawa aja fany k perancis sambil honeymoon khan disana tempat yg romantis

  17. Victoria udh kemakan(?) sama omongan donghae.Tinggal menunggu drama selanjutnya…
    Taeny juga kyknya bkln ada drama.haha
    Yul pasti merasa bersalah sama mba jess..#pooryul

  18. haduh si hae mo ngapain lg sih?gak kapok jg, awas aja ntr kl yulsic knp2
    taeny lg galau, moga gak ada badai nih
    nah kn akhirnya yul tau yg sebnernya kl sica gak salah

  19. Donghae mau berulah apalagi ini ?ngajakin vic sekongkol lagi…. Taeny dilema nih , apa mereka bakal LDR ?
    Syukur deh yul udh tau kbnaranya klo bkn sica penyebab kmatian yoong , semoga aja cepet terungkap juga klo pelakunya donghae biar masuk penjara…..

  20. donghae lagi2 punya rencana utk menghancurkan hidup yulsic dan sekarang dia mengajak victoria utk memuluskan rencananya
    taeng dihadapkan oleh pilihan antara tiffany dan impiannya dan orangtuanya setelah mendapatkan beasiswa di perancis
    yul akhirnya tau dan yakin kalau kecelakaan bukan kesalahan sica tapi memang ada masalah dg mobil yoonsic
    lanjut lagi tarra penasaran apakah ditemukannya hp yoong adalah bagian dari rencana donghae dan apa pilihan yg akan dipilih taeyeon

  21. Ya elah si donghae mesti digimanin sih biar kapok..
    Kesel dendam mulu yg dipikirin..huft
    Gw jd penasaran sama taeny bakal kaya gimna..hehhe
    Buat yul apapun yg terjadi yulsic harus ttp saling percaya jgn sampe ikatan kalian goyah..

  22. yeah akhirnya yul twyg sbnrny…smg dgn ky gni yul bs mnjga n pcy sica wlaupun nti bkln d badai…jujur w td ny suka m sica tp smnjak mslh itu n pas dy ditny soal yuri tp mlh blg “SHE” G NYEBUT NAMA ky g knl dh.hufff…

  23. Annyeong..
    Kayanya badai bwt yulsic dkk msh bakal terus lanjut..hmmm
    saya baca borongan dari part 1-14,emosi beneran dicabik2 ;-(
    ditunggu next part’y

  24. aiiidaahhh si vic smpe mai kehasut gitu 😦

    ayolah taeng jujur atuh, jgn disimpan2 ntar nyesel loh

    nah kan udh ketahuan yg sbnrnya terjadi, jd kecelakaannya krn yoong gangguin sica pas lg nyetir

  25. Jngan sampe victoria terhasut hae!!
    Tae ajak fanny ajh ke perancis.hehe
    Akhrnya kebenaran berpihak sm sica, kebukti deh sica gak salah,danhanya salah paham yul..

  26. donghae jadi penghalang mulu deh!!
    semoga taeny bisa memahami satu sama lain, aduuhhh shinyong knp terlambat ngsh tau hp yoong msh ada.
    semoga yulsic bisa melewati badai berikutnya 🙂

  27. Keluarga jung n kwon jg udh akur ya, bagus lah. Masa hp yoong msh sehat gt? Tp gpp lah, yg penting yulsic malah jd lebih terbuka

  28. naahh kaann yul salah pahaamm ckckck
    oke okeee berlanjut si ikan anjritt itu malah membolak balikan fakta ke vic,
    sudah bagus dsinu vic protagonis -,-
    balik ke antagonis nih jdi nyaaaa ellaaagg

  29. taeny mulai galau ni hahag
    yul mulai tau kebenaran
    asik nih
    tinggal beresin ikan julung2 sama vic ya kali kehasut wkwk

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s