My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 16]

Belom telat kan gue??? HAPPY BIRTHDAY CHOI SOOYOUNG *mwah*

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 16

 

Yul mengoper bola pada Sooyoung untuk menembak. Sooyoung bukanlah pemain basket namun bermain dengan kedua sahabatnya adalah sesuatu yang disukainya. Taeng melihat bola Sooyoung memantul dari ring. Ia tersenyum.

“Yah Soo! Kapan kau bisa memasukkan bolanya dengan benar?”

Yul terkekeh sementara Sooyoung cemberut. Taeng mengambil bola tersebut dan melemparkannya pada Yul. Yul menggigiring bola sesaat sebelum menembakkannya dari belakang garis 3 point. Bola itu masuk dengan mulus.

“Kau masih memiliki sentuhan itu, huh?”

Yul tersenyum.

“Dulu basket adalah hidupku. Sekarang tidak lagi.”

Taeng mengangguk. Sooyoung mengambil bola itu dan memegangnya kuat-kuat.

“Basket benar-benar mengubah hidup kita. Lihat apa yang terjadi pada kita. Taeng akan pergi setelah kelulusan dan kau…”

Raut wajah Yul berubah sedih.

“Yoona selalu datang untuk mendukungku di semua pertandinganku. Setelah dia pergi, aku sungguh tidak bisa bermain lagi. Rasanya berbeda.”

Taeng menghela napas.

“Aku tidak mau pergi tapi apa boleh buat? Aku tidak bisa mengabaikan keinginan ayahku.”

Sooyoung melemparkan bola pada Taeng. Taeng menangkap bola tersebut dan memainkannya dengan tangannya.

“Jadi kau sudah memberitahu Jessica mengenai rekaman itu?”

Yul mengangguk. Sooyoung menatapnya.

“Dia menanggapinya dengan sangat buruk tapi kurasa itu tidak akan menyakitinya. Akulah yang seharusnya disalahkan. Dia terlalu banyak mengalami kesulitan.”

Taeng melempar bola dan bola itu masuk ke dalam ring.

“Sekarang apa yang akan kaulakukan?”

Sooyoung bertanya padanya sambil mengambil bola. Yul memandang ke arahnya dan Taeng.

“Sica menyebutkan tentang rem di rekaman itu. Aku berencana untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi hari itu.”

Taeng tersenyum dan menepuk bahu Yul.

“Aku akan membantu. Aku akan menghabiskan tahun terakhirku di sini dengan orang-orang yang aku kasihi.”

Yul memandangnya dan tersenyum. Mereka menoleh pada Sooyoung.

“Aku juga.”

Sooyoung melemparkan bola dan untuk pertama kalinya, bola itu masuk dengan mulus.

+++

Saat ini Sunny sedang duduk di kamarnya sambil berselancar di internet ketika ponselnya berbunyi.

“Sunny, aku butuh bantuan.”

Mata Sunny melebar.

“Bantuan apa, Jess? Maksudku, apa kau baik-baik saja?”

Ekspresi Sunny berubah cemas. Pikirannya memainkan situasi-situasi berbeda.

“Aku ingin es krim.”

Sunny memukul tangannya sendiri. Es krim? Yang benar saja?

“Yah! Kau membuatku takut! Kukira terjadi sesuatu yang buruk!”

Sunny bisa mendengar Jessica tertawa.

“Kumohon? Yul tidak ada di rumah dan aku yakin Sooyoung juga tidak ada di rumah.”

Sunny menghela napas. Bagaimana mungkin ia melupakan itu ketika Sooyoung memberitahunya kemarin?

“Ah…baiklah. Aku akan menjemputmu. Hanya kita berdua?”

“Tentu saja tidak! Tiffany akan bergabung juga.”

Sunny pergi ke lemarinya; masih dengan ponselnya. Ia mengeluarkan blouse dan memutuskan untuk mengenakannya.

“Baiklah. Aku akan menjemputmu setelah aku menjemput Tiffany. Aku sungguh akan membuat Yul menyesali ini.”

Jessica hanya tertawa dan mengakhiri panggilan. Sunny mengenakan blouse tersebut dengan skinny jeans sebelum keluar dari kamarnya.

+++

Yul dan Sooyoung sedang menunggu Taeng selesai mandi. Sooyoung melihat Yul yang sedang mengemas sepatunya.

“Kau mau mulai dari mana? Maksduku, kecelakaan itu.”

Yul menutup ritsleting tas sepatunya dan duduk.

“Jessica memberitahuku kalau sehari sebelum kecelakaan itu dia mengirim mobilnya untuk diperbaiki.”

Mata Sooyoung tetap terpaku padanya dan membiarkan laki-laki berkulit kecokelatan itu melanjutkan.

“Kerusakan pada rem bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Seseorang pasti menyabotasenya. Aku harus menemui montirnya.”

Sooyoung menganggukkan kepalanya. Berapa banyak orang yang meninggal karena masalah rem? JARANG.

“Kau tahu di mana bengkel itu?”

Taeng keluar dengan pakaian bersih yang menutupi tubuhnya. Ia menyisir rambutnya.

“Ya…”

FLASHBACK

Yul mendorong dirinya ke dalam posisi duduk dan memandang mata Jessica lekat-lekat.

“Sayang. Apa kau percaya padaku?”

Jessica tersenyum dan menggenggam tangan Yul.

“Kau tahu jawabanku, Yul.”

Yul menggenggam tangannya dan mengecup bibirnya.

“Kau ingat pada siapa kau mengirimkan mobilmu sehari sebelum kecelakaan itu?”

Jessica berusaha keras untuk mengingat-ingat namanya. Yul masih menggenggam tangannya dan dengan lembut mengusapnya.

“Kurasa namanya Hodong. Dulu aku biasa mengirim mobilku padanya.”

END OF FLASHBACK

“Oke. Biar aku luruskan. Kau tidak memberitahu Jessica kalau kau ingin menyelidiki hal ini?”

Yul mengangguk pada pertanyaan Taeng. Sooyoung mengangkat alis kirinya dan menatap Yul dengan ekspresi kau-ingin-berbohong-padanya.

“Dia sedang hamil. Aku tidak boleh membuatnya merasa tertekan.”

Taeng geleng-geleng kepala dan menghela napas.

“Yul, lihatlah apa yang terjadi dengan hidupmu. Itu karena kalian berdua merahasiakan sesuatu.”

Yul berdiri dan memegang tasnya.

“Aku tidak akan memberitahu apa pun tentang ini pada Sica dan kuharap kalian berdua juga bisa merahasiakan ini dari Tiffany dan Sunny.”

Taeng dan Sooyoung mengangguk dengan berat hati namun jika Yul tidak ingin memberitahu Jessica mengenai ini, apa boleh buat?

“Oke. Kuharap kau tahu apa yang sedang kau lakukan, Yul.”

+++

Tiga orang gadis duduk di sebuah kafe di pusat kota. Jessica berhasil mendapatkan es krim kesukaannya sebelum mereka pergi ke kafe itu. Tiffany melihat menu dan memikirkan apa yang harus dipesannya.

“Aku ingin minum caramel coffee tapi anehnya aku bahkan sedang tidak hamil.”

Jessica tertawa mendengar pernyataan Tiffany.

“Kau mau hamil? Aku akan dengan senang hati bertukar denganmu.”

Tiffany tersenyum namun tidak dengan senyum yang biasanya.

“Tidak terima kasih. Jangan ingatkan aku tentang itu. Dengan aku dan Taeng yang akan segera berpisah, membesarkan bayi seorang diri bukanlah apa yang kuinginkan.”

Jessica menepuk pundaknya dan tersenyum memberi harapan padanya.

“Jangan khawatir Tiff. Aku tahu kau dan Taeng akan menyelesaikannya dengan baik.”

Tiffany menganggukkan kepalanya. Sementara itu Sunny tengah sibuk dengan ponselnya.

“Apa menariknya ponsel itu sampai-sampai mengobrol dengan kita tidaklah penting?”

Suara Tiffany membuat Sunny menoleh pada mereka dan tersenyum canggung.

“Akhirnya kau melihat kami.”

Sunny menggaruk kepalanya dan mengangkat bahu.

“Apa yang mengganggu pikiranmu?”

Sunny menghela napas. Tiffany dan Jessica menunggunya untuk berbicara.

“Aku terlalu malu untuk mengatakannya.”

Wajah Sunny mendadak merah. Jessica dan Tiffany kerap berpandangan satu sama lain.

“Sunny, kita semua punya masalah tapi kurasa membaginya dengan teman setidaknya bisa membuatmu merasa lebih lega.”

Sunny memandang keduanya dan kembali menghela napas.

“Begini…kalian berdua tahu sudah berapa lama aku dan Sooyoung berpacaran, bukan? Akhir-akhir ini aku selalu mengirimkan banyak isyarat tubuh tapi…”

Jessica terkesiap tapi Tiffany masih terlihat kebingungan.

“Jangan bilang kalian masih belum melakukannya?”

Wajah Sunny semakin memerah.

“BELUM.”

Mulut Jessica melongo. Ia merasa seolah-olah rahangnya terlepas dari mulutnya. Tiffany masih tidak mengerti dan merengek pada dua temannya.

“Apa? Melakukan apa? Oh, ayolah! Beritahu aku!”

Jessica menutup mulut Tiffany dengan telapak tangannya namun pandangannya masih menatap Sunny.

“KAU MENGINGINKANNYA?”

Tiffany berusaha melepaskan tangan Jessica dari mulutnya namun ia kesulitan. Sunny menunduk dan menganggukkan kepalanya, Jessica tidak memercayainya.

“Sunny! Apa yang kau pikirkan? Kau ingin berakhir sepertiku?”

Jessica akhirnya melepaskan Tiffany namun ia mengusap-usap keningnya.

“Aku tahu apa yang kaupikirkan Jess, tapi aku tahu Soo dan aku benar-benar-”

Tiffany akhirnya mengerti dan segera memotong kata-kata Sunny.

“Apa kau sungguh, maksudku benar-benar yakin dengan hal ini?”

“Aku mencitainya dan aku tahu kita tidak seharusnya melakukan itu tapi aku tidak mau sesuatu terjadi pada kami dan aku menyesal nantinya. Soo bukanlah orang seperti Donghae, Jess. Kau tahu dia.”

Raut wajah Jessica sedikit melunak. Tiffany menaruh tangannya di atas tangan Sunny.

“Maafkan aku. Aku hanya tidak ingin sesuatu yang terjadi padaku terjadi juga pada temanku. Sangat sulit bagiku ketika Donghae tidak mau bertanggung jawab. Aku beruntung karena memiliki Yul selama ini. Tapi apa pun keputusan yang akan kaubuat, aku akan selalu mendukungmu.”

Jessica akhirnya tersenyum pada Sunny.

“Aku setuju dengan, Jessi. Kau memiliki kami, Sunny.”

+++

Ponsel Sooyoung kembali bergetar menandakan ia mendapatkan pesan baru. Ia membuka pesan tersebut dan mengerutkan kening. Taeng menyadarinya sejak Yul berkonsentrasi pada jalanan.

“Aku yakin Sunny mengirimmu SMS tapi raut wajahmu memberikan kesan berbeda.”

Sooyoung menoleh untuk menghadapnya.

“Akhir-akhir ini Sunny selalu mengirimkan hal-hal aneh padaku. Aku merasa bingung.”

Taeng menatapnya dan mengambil ponselnya. Sooyoung berteriak padanya namun Taeng menyandarkan punggungnya ke dasbor; menjauhkan dirinya. Ia melihat pesan itu dan tersenyum. Taeng menunjukkan pesan tersebut pada Yul sebelum kembali melemparkan ponsel itu pada Sooyoung.

“Beruntungnya kau, Soo. Kuharap Fany mengirimkan SMS semacam itu padaku.”

Sooyoung terlihat semakin bingung. Yul terkekeh dan membiarkan Taeng menjelaskannya pada Sooyoung.

“Apa maksudmu? Akhir-akhir ini dia sering melakukannya.”

Taeng geleng-geleng kepala. Sooyoung tidak menyadarinya?

“Bagaimana aku mengatakannya? DIA MENGINGINKANMU.”

Sooyoung masih tidak dapat memahaminya.

“Menginginkanku? Untuk apa? Kecuali…”

Mulut Sooyoung membentuk huruf O sedangkan Taeng menertawakannya. Yul ikut tertawa juga.

“Maksumu…dia…aku…astaga!”

Taeng menganggukkan kepalanya. Sooyoung mulai berkeringat.

“Dia menginginkan ‘itu’?”

Taeng mengangguk secara berulang-ulang. Sooyoung kembali bersandar.

“Aku sungguh menginginkan Tiffany untuk mengirimkan SMS itu padaku.”

“Diam TAENG!”

+++

Donghae keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga. Ia mengambil kunci mobilnya dan pergi ke rumah sakit. Ia berjalan menuju kamar yang sudah tak asing lagi dan menutup pintu. Donghae duduk di depan seorang wanita tua.

“Ibu. Bagaimana kabarmu?”

Tidak ada respon dari wanita itu. Dia terus menatap ke lantai.

“Aku membawakan makanan kesukaan ibu. Aku memasaknya sendiri.”

Donghae membuka kotak yang menampilkan makanan yang dikenali ibunya. Dia segera mengambil kotak itu dan memakannya. Donghae tersenyum.

“Sekolahku baik-baik saja, bu. Tapi aku masih berusaha untuk membuat laki-laki yang membuatmu seperti ini menderita. Dia akan membayarnya. Aku berjanji, bu.”

Wanita tua itu tidak memedulikannya dan terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Donghae membelai rambutnya.

“Dia akan menderita. Aku akan memastikannya. Aku harus pergi, bu. Sampai nanti.”

Donghae berdiri dan mengecup kening wanita tua itu sebelum melangkah keluar. Ia berbalik dan menghadap kamar itu. Pandangannya melekat pada papan tanda. Donghae mengepal tinjunya.

“Setelah aku selesai, aku akan mengeluarkanmu dari sini.”

~~~;~~~;~~~

TBC

siap-siap dapet hadiah dari Sunny, Soo~ XD

credit: bluppy @SSF

boiboi~

Advertisements

55 thoughts on “My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 16]

  1. Soo ga peka banget ma yg gituan.. kkk~ sedgkn TaeRi langsg respon cepat.. Emg Yul yg buat kyuhyun mati dan buat ibuny donghae msk rmh sakit? kan yg mengakhiri hidupny kyuhyun jg orgny sendiri.. terus harus ya nyalahin orang.. next

  2. kasian sama ibunya dongek,tapi kyuhyun kan bunuh diri jd harusnya gak salahin semuanya ke yul dong lagian kalo mau salahin org disini dongek harusnya salahin author karena uda buat kyuhyun bunuh diri *plakk ,author fighting!

  3. Annyeong,,
    Woahhhhhhh ckckckckck fany lola nya msih tngkat dewa tu sica dan fany bnr2 hrus bnyak2 sbar mnhdpi nya,,,,ettt dahhhh soo msih bngung jga mncrna isi sms dri sunny,,,tp ettt dah apaan dech taeng brisik sndri dri tadi mnhrapkn dpt sms jga dri fany,,tp soo wjib brgru sm taeri krna mrka ahli nya hahahaha,,,
    Idihhhh ikan cupang bnr2 kya banci bnget dech dendam trus sm yul,,,
    smga dtektif taerisoo mndptkn siapa plaku nya,,,
    Ok siiip
    Next d tunggu
    Ttap smngatttttt tarraaaaaaa
    Gomaomao,,,

  4. Wkwkwk byunsunny :p
    soo bego, masa ga tau apa itu ‘itu’ (?) o.O
    duh,yulsic keknya bkal ada badai lgi nih,
    dasar manusia bermuka ikan! Arggh! >.<

  5. Annyeong ……
    Seneng dngan update nya … kkkee
    Bgus lah Yul lkukan sesuatu buat nyelidiki kmatian yoona ,,,,
    Daaaan soo oh ya ampun ,sunny.klian harus menikaaaaaaah ,hadiah d dpatkan setelah itu ,,itu lbj baik ….
    Taeng ngarep dah ,sabar yaaah …. kkee

    S dongek msih blm brhnti ><
    apalg sekarang ???? Ck ,
    Dtunggu. Aja next chap nyah …..
    SEMANGAAAAAAAAAAAT

  6. sunny stop it! ngga belajar dr pengalaman sica,masa pgn gituan jg..hadeuww
    curiga ky’y dbalik kecelakaannya yoonsic emg donghae

  7. haduh si tiang sm si jamur lola ya;-);-);-)
    sunny gak salah tuh mnta bgituan, mikirin skolah dlu aja deh, gak ush bgituan dlu
    tuh si taeri sinyalnya lngsung on aja, tau mksd sms nya sunny
    hahaha taeng jg pgn bgituan ya, untung panny alim, tp tumben jg sih taeny alim hehehe
    moga aja yul bs tau kjadian yg sbnernya ttg kematian yoong
    donghae kok msh aja nyalahin yul sih??

  8. Sunny tumben dy yg ngebet bingit
    .wah Soo dpt undian yg lebih wow d banding dpt lotre.. Tae sabar y tar jg Fany ngacih sendiri ko

  9. sunny bnyak ngekode nih lngsung aja naked d dpn soo sun…
    taeng emg byun… untung ny fany gk ngrim pesan kek gtu k taeng
    apa sih pesan ny
    hae dendam tuh gk baek

  10. Hi thor saya reader baru salam knl ya,baru nemu ff ni heheheh,donghae pendendam sekali ya,trus kasihan taeny harus berpisah,saya tunggu kelalnjutannya ya^^

  11. soo ga peka dan ga ngerti saat sunny kasih kode kalau sunny lagi ingin melakukannya sampai harus diberitahu oleh duo pakarnya yg ga diragukan lagi tingkat byunnya sedangkan tae ingin sekali fany mengirim pesan yg isinya sama
    ditunggu lanjutannya tarra.penasaran siapa yg rencananya bakal lebih mulus

  12. oh my good..
    ceyeh soosun makin maju aja itu hubungan..
    aku yakin itu pasti kerjaan si namja ikan..
    kenapa dia terlalu dendam sama yul oppa..
    itu kan kecelakaan vukan karena disengaja..
    aiss makin gak suka aku sama itu namja..
    taeny pasti bisa kok kalian..
    lanjut tarr..
    see you and fighting

  13. ihiyyy.. sunny byun amat ya.. blm sah tuh.. jd ntar aja ngelakuinnya.. hehe..
    jgn2 yoona dibunuh sama org suruhan donghae.. gw yakin 100% tuh..
    dasar tuh ikan bikin kesel aja..

  14. Donghae gak bs lupakan masa lalu.
    WAH sunny menginginkan itu. Tp sebaiknya pikir2 baik duluan ya. Harus pake pengaman. Plak.
    Taeng, km sms ke fany saja.
    Yul mau cari tersangka itu. Mudahan2 dpt temukan tersangka.

  15. Itu mobil jg pasti kerjaan nya hae. Sunny napsuan, soo nya kok yg nalah polos wkakkwk. Itu mama nya hae knp? 😮

  16. jiahahahahahaha sunkyuuuu
    aseekkk soo, lu dpt jatah ‘makanan’ yg mngkn lbih nikmat dri makanan sehari” mu wakakakakaka
    ssmoga yul bsa tau dgn cepat..
    dan donghae makin menjadii -,-

  17. untung lah tiffy ga ngirim sms seprti sunny ke taeyeon. kalau tiffy kaya sunny bisa2 jam istirahat tiffy berkurang gara2 byuntaeng. hahaha…..

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s