You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Final Chapter]

finally!!! the last chapter is up 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Title1d

Chapter 26: Today was a Fairytale

 

“Yang Mulia, apakah Anda yakin dengan semua ini?”

“Ya.”

“Kami bisa menyiapkan juru bicara untuk media-”

“Aku memahami kekhawatiran Sir Yoon tapi ini tanggung jawabku…kali ini aku tidak akan melarikan diri.” Jawab Yul dengan nada tegas. Mereka berdua berada di balik pintu yang membatasinya dari para media yang penasaran. Mereka akan mengadakan jumpa pers.

“Yang Mulia, Anda telah berubah.”

“Mungkin.”

Kepala pelayan tua itu menanggapinya dengan senyuman. Mengakui kesalahan seseorang itu baik tetapi memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan tersebut di hadapan seluruh masyarakat adalah suatu tantangan yang lebih besar. Menjadi pusat perhatian masyarakat bahkan sejak kelahirannya merupakan kehidupan kerajaan di zaman modern. Hanya dibutuhkan satu kesalahan yang membawa sial untuk meruntuhkan kehormatan seseorang. Sampai saat ini kerahasiaan menjadi salah satu penyebabnya dan itu sudah pasti berujung celaka.

Setelah terungkapnya rahasia Taewoo dan ibunya; setelah perlawanan yang dilakukan putra Pangeran Jin terhadap ayahnya dan melindungi seseorang yang dicintainya; mungkin saja, kini semua itu akan terasa sedikit berbeda.

Tidak ingin mengulang sejarah yang sama dan demi menjunjung tinggi keutuhan kerajaan, Yul telah memutuskan bahwa dirinyalah yang akan menghadapi rakyatnya.

Setelah bertahun-tahun, sang pangeran muda yang selama ini ia amati akhirnya telah mengambil sebuah langkah besar menuju penobatan raja. Dan itulah penyebab dari seulas senyum yang tersungging di bibir si kepala pelayan.

“Mungkin tidak,” Sir Yoon tertawa saat ia mengatur lencana kerajaan di lekuk bahu sang pangeran muda. “Anda memasang lencana ini dengan terbalik.”

“Kuharap kau tidak akan segera pensiun.” Komentar Yul begitu ia mendorong pintu terbuka dan menampakkan kerumunan wartawan yang telah menunggu, dengan kilatan-kilatan lampu blitz kamera mereka.

*****

“Hari ini Anda terlihat sangat sehat, Yang Mulia.” Komentar dokter sambil membaca grafik klinisnya.

“Tentu saja! Aku akan bebas hari ini. Jangan tersinggung, tapi tinggal di rumah sakit selama tiga minggu benar-benar membuatku bosan. Dan belum lagi, aku pingsan selama minggu pertama.” Yuri bersuara, duduk di tepi tempat tidur sambil dengan sabar menunggu pemeriksaan selesai.

Jessica yang berdiri di samping tertawa kecil, “Yah, setidaknya kau menghabiskan dua minggu yang damai di sini. Aku tidak bisa mengatakan hal yang sama pada Yang Mulia Pangeran.”

Seperti yang telah diperkirakan, pengumuman mendadak akan pembatalan pertunangan kerajaan antara Yang Mulia Putra Mahkota Yul dan Nona Jessica Jung, yang dibuat sendiri oleh Yul dua minggu yang lalu, telah mengejutkan negeri ini. Keputusan itu dibuat bersama; dengan alasan bahwa kedua belah pihak mengharapkan untuk mencari cinta sejati mereka sendiri.

Seolah-olah situasi belum cukup kacau, Yul menyatakan cintanya pada Sooyoung di depan publik, yang mana membuat gadis itu kecewa. Namun tidak banyak yang bisa Sooyoung lakukan. Jatuh cinta pada seorang public figure terkemuka berarti tidak bisa menghindar dari perhatian publik. Dan berkat pengalihan taktik yang dibuat Yul, semua orang kini sibuk memerhatikan identitas Sooyoung, calon Putri Mahkota yang baru, tanpa memerhatikan kehidupan cinta Jessica.

“Jangan mencemaskan Yul. Dia mungkin masih menikmati liburannya di daerah tropis, cara terbaik untuk menghindari media-”

“Aloha!”

Dengan suara keras, pintu mengayun terbuka lebar dan sosok berkulit terbakar sinar matahari berjalan masuk sambil menggoyang-goyangkan kantong-kantong belanjaan berukuran besar di lengannya. Dengan cepat Yul melemparkan kantong-kantong itu ke atas tempat tidur, mengabaikan penghuninya dan mengaduk-aduk kantong tersebut sebelum mengeluarkan sebuah nanas berukuran besar, yang segera ia tawarkan pada dokter, berterima kasih sebesar-besarnya karena telah merawat adik kecilnya. Tingkahnya membuat Yuri merasa malu.

Yuri mengeluarkan erangan samar. “Untuk yang ke-sepuluh ribu kalinya, aku bukan adik kecilmu!”

“Oh ayolah, kau akan selalu menjadi adik kecilku! Kau merindukanku? Untungnya aku tidak melewatkan upacara pembebasanmu dari rumah sakit.”

“Kau hanya lebih tua 8 menit! Dan itu mungkin karena kau menendangku agar kau bisa keluar lebih dulu. Dan tidak, tidak ada upacara apa pun.”

“Oh Jessica! Kau ada di sini juga. Ini, ambillah beberapa nanas! Langsung dari Hawaii!”

“Keluarlah, kakak bodoh!”

Sebuah bantal menghantam bagian belakang kepala Yul begitu dia hendak menawarkan dua nanas emas Maui pada Jessica.

*****

Perjalanan menuju rumah pun penuh akan percekcokan tanpa henti si kembar dan pernyataan yang sesekali ditambahkan Sooyoung. Jessica menonton dari samping, ia tersenyum melihat interaksi ketiganya.

“Sepertinya kalian berdua benar-benar menikmati Hawaii.” Kata Jessica.

Sooyoung tersenyum malu-malu dan mengangguk penuh semangat.

Yuri mengalihkan perhatiannya pada Sooyoung dan melihat sebuah batu mahal di jari tangan kanannya.

“Tunggu! Apakah itu…!” Yuri menoleh ke belakang, menghadap kakaknya. “Kau melamar dia?”

“Tentu saja,” jawab Yul bangga dan angkuh sementara wajah Sooyoung berubah merah padam.

“Selamat! Kapan pernikahannya digelar?” tanya Jessica.

“Tanggalnya masih belum pasti tapi kami berharap pernikahan itu akan dilaksanakan bulan depan. Kau tidak akan segera meninggalkan Korea, kan? Kumohon datanglah ke pernikahan kami!” pinta Sooyoung antusias.

“Aku akan mengusahakannya.” Jawab Jessica pelan, menghindari tatapan Yuri.

Selama beberapa minggu terakhir ini Jessica memikirkan hubungan mereka. Sekarang setelah Yuri sembuh total, bab dari cerita mereka ini akan berakhir. Dan apa yang akan terjadi selanjutnya dan bagaimana nasib mereka di masa yang akan datang?

“Bagaimana cara kakakku melamarmu?” Yuri segera mengalihkan topik pembicaraan setelah menyadari nada suara Jessica. “Kudengar dia sangat buruk dalam hal-hal romantis!” tambahnya dan mengolok-olok kakaknya tanpa ampun. Untungnya, kakaknya bereaksi keras terhadap tuduhan itu dan terus membela diri. Di luarnya, Yuri dan Jessica tertawa bersama dengan cerita-cerita mereka, namun ada sesuatu yang mengganjal dan mengganggu dalam hati mereka.

Mungkinkah ada masa depan bagi mereka berdua?

*****

Kamar yang dicat biru dan furnitur di dalamnya persis seperti yang diingatnya. Sudah cukup lama ia tidak masuk ke sana dan kini akhirnya ia kembali ke rumah dengan jati diri yang sebenarnya.

“Akhirnya aku kembali.”

Yuri memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam, menikmati kenyamanan tempat tinggalnya sendiri.

“Kuharap aku tidak merusak apa pun selama aku tinggal di sini.” kata Jessica dengan nada menggoda, menutup pintu perlahan. Sebelum ia dapat berbalik, Yuri memeluk gadis itu dari belakang. Keduanya tetap berada di posisi seperti itu, tidak mendengar apa-apa kecuali bunyi detak jantung mereka yang berdetak selaras.

“Terima kasih…”

“Yuri…”

“Terima kasih karena kau tidak pergi…”

Jessica menelusuri lengan yang merangkul pinggangnya, sampai tangannya berhenti di punggung tangan Yuri.

“Aku takut, Yuri.”

Yuri meresponnya dengan mengencangkan pelukannya pada sang putri.

“Bodoh, aku ada di sini. Kau tidak usah takut.”

“Kau adalah seorang putri. Kau memiliki masa depan sempurna yang telah disiapkan untukmu sejak lahir. Kau harus memiliki pernikahan layaknya dongeng dengan seorang pria yang kau cintai. Masa depanmu sama sekali tidak ditakdirkan bersamaku-” Jessica menahan isakannya.

“Hanya ada satu orang yang akan aku cintai dan aku sudah menemukannya. Tak ada seorang pun yang bisa menggantikanmu.”

“Apa yang akan orangtua kita pikirkan? Apa yang akan orang-orang pikirkan? Akankah mereka menerima kita?”

“Aku tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan.”

“Kau adalah seorang public figure. Setiap langkah yang kau buat, kau akan diawasi. Setiap langkah salah yang kau ambil, kau akan dikritik. Aku tidak mau kau menderita karena aku!” Jessica berusaha keras menahan tangisnya dan dengan perlahan melepaskan pelukan Yuri.

“Sica…” Yuri meraih tangannya. “Aku tidak akan melepaskanmu.”

“Yuri…”

“Bagiku kau lebih penting daripada apa pun di dunia ini.”

Dengan perlahan ia menarik Jessica dan memberikan kecupan lembut di keningnya.

“Dan aku akan melakukan apa pun semampuku, untuk menciptakan masa depan bagi kita.”

*****

Jessica duduk gelisah di kursinya, ia menatap lurus pada Yuri yang duduk di sisi lain meja makan. Steak di piringnya tidak tersentuh sama sekali, ia hanya memakan beberapa gigit sayuran. Orangtuanya mengerti jelas penyebab dari tingkah laku putri mereka. Demikian juga dengan seseorang di seberang meja, Yuri hanya memutar-mutar spaghetti dengan tidak berniat memakannya.

Raja Chung berdeham untuk memecah suasana canggung tersebut dan mengangkat gelas wine-nya ke udara.

“Bersulang untuk sahabatku sejak kecil. Cheers!”

Suara denting gelas wine tersebut berdering keras di ruangan pribadi itu.

“Kuharap kalian menyukai makan malam ini.”

“Kau tidak perlu bermewah-mewah seperti ini teman lamaku.”

“Siapa yang tahu kapan kita bisa bertemu lagi, kau akan pulang dalam dua hari lagi?”

“Ini-”

Yuri menjatuhkan sendok dan garpunya di atas piring dengan bunyi denting keras dan berdiri dengan kasar.

“Maafkan saya karena memotong pembicaraan kalian tapi saya ingin mengumumkan sesuatu-”

“Koreksi, kami ingin mengumumkan sesuatu.”

Jessica segera berdiri dan tersenyum menenangkan pada Yuri. Ia tidak ingin membiarkan Yuri mengatasi semua ini sendirian. Ia menoleh pada orangtuanya dan menyuarakan pikirannya dengan bebas.

“Ayah, ibu…aku sudah memutuskan. Aku akan tinggal bersama Yuri. Aku tahu ini mungkin terdengar konyol, tapi aku tahu dia adalah jodohku. Aku sungguh mencintai dia dan-”

Yuri langsung memotong ucapannya. “Aku juga mencintai dia! Aku tahu hubungan kami sangat sulit diterima tapi aku sungguh berharap-”

“Kami semua tahu.”

“-kalian bisa menyetu- tunggu…Apa?”

“Kami tidak buta dan kami memerhatikan hal itu.” Komentar Ratu Hyun. “Kami sudah melihat cinta dan dedikasi yang Jessica miliki untukmu ketika dia merawatmu selama penderitaanmu.”

“Kau sudah melindungi putriku dari tembakan dengan tubuhmu sendiri. Akan jadi orang seperti apa aku jika aku mengatakan itu bukanlah ungkapan rasa cinta?” kata Lord Jung.

“Maksud ayahmu, dia tahu kalau Yuri mencintaimu.” Tambah Lady Jung dengan seulas senyum. “Dan mulai sekarang kuharap kau akan menjaga putriku dengan baik.”

“Jadi…itu artinya…”

Sang Raja berdiri dan mengisyaratkan keduanya untuk maju.

“Sebelum pertemuan ini kami sedikit berdiskusi dan kurasa kami semua sepakat untuk menghargai keputusan kalian.”

Ia memegang tangan mereka dan menyatukannya.

“Kalian memiliki restu kami.”

*****

“Mengagumkan! Kau terlihat tampan, sayang. Hmm, sekarang coba yang ini!”

“Tidak lagi!” Yul mengerang. Ini adalah pakaian kedelapan yang sudah ia coba selama dua jam terakhir dan fisiknya sudah merasa lelah karena terus-terusan mengganti pakaiannya.

G memajukan bibirnya dengan meremehkan. “Aku akan membuatmu menjadi pengantin pria terbaik, jadi berhentilah merengek dan cepat pakai pakaianmu yang selanjutnya!”

Seorang konsultan image ternama telah dengan hangat diundang untuk mengurus pernikahan kerajaan karena keterampilannya yang mengesankan dalam mengubah sang putri menjadi seorang pangeran. Dengan demikian, hal itu menjadi agenda pribadinya untuk membuat pernikahan kerajaan termegah di zaman modern.

Duduk dengan nyaman di sofa dan memakan berbagai macam makanan yang tersedia di atas meja, Yuri tertawa kecil. “Sekarang kau tahu penderitaanku, kakakku tersayang!”

“Aish! Dasar…”

“Yul!” panggil Jessica dari kejauhan, menarik perhatian si kembar yang sedang bercekcok.

“Kau pasti ingin tetap membuka matamu dan…jangan pingsan!” Jessica terkekeh sambil ia perlahan menarik tirai ruang ganti, menampakkan Sooyoung dalam balutan gaun pernikahan yang mewah, memancarkan kecantikannya yang tersembunyi.

Yul terbiasa melihat Sooyoung mengenakan seragam sekolahnya dulu ketika mereka masih sekolah atau setelan hitam biasa ketika melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pengawal. Dan untuk pertama kalinya, Yul benar-benar terpukau oleh kecantikannya.

“K-Kau terlihat m-mengagumkan…” kata Yul terbata-bata.

Sooyoung memalingkan muka dengan malu-malu. Namun kemudian ia mencium aroma sesuatu.

“Apakah itu…?”

Gadis bertubuh jangkung itu mengendus beberapa kali dan dengan segera ia menemukan dari mana aroma itu berasal. Ia mengentakkan kakinya menuju meja di mana sekotak ayam goreng berada dan diluar dugaannya, kotak itu hampir kosong. Ia melihat jari-jari Yuri berminyak dan ia menjerit tajam.

“Seharian ini aku sudah menahan lapar hanya untuk menjaga tubuhku cocok dengan gaun pengantin ini dan kau menghabiskan ayamku?!”

Yuri berjalan cepat untuk menyelamatkan dirinya dan menarik Jessica keluar dari studio sebelum Sooyoung dapat melepaskan tali iblis di dalam tubuhnya.

“KWON YURI!!!”

Suara itu bergema di seluruh penjuru gedung.

*****

“Seharusnya kau tahu lebih baik sebelum menghabiskan makanannya! Sooyoung yang lapar adalah Sooyoung yang marah.” Kata Jessica.

“Tapi tadi aku sedang lapar…” Yuri cemberut.

“Kau baru saja makan siang…?”

Yuri mengangkat bahu. “Kurasa aku masih dalam proses pertumbuhan, uh?”

“Kau dan alasan bodohmu. Pergilah mengantre kalau kau ingin makan ayam!”

“Sesuai keinginan Anda, Yang Mulia!” gurau Yuri, menyebabkan tamparan lembut dari gadis itu.

Mereka baru saja hendak memasuki toko ketika seorang pria berjalan keluar dengan terburu-buru dan menabrak langsung ke Jessica, ia hampir terjatuh jika bukan karena refleks cepat Yuri sementara pria setengah baya itu jatuh ke lantai, tanpa mendapatkan bantuan apa pun.

“Sica, kau tidak apa-apa?”

“Ya, aku tidak apa-apa…”

Pria itu membeku saat mendengar dua suara yang tak asing lagi.

“Anda tidak apa-apa, Pak? Maafkan saya.” Jessica meminta maaf dengan panik dan mengulurkan tangannya pada pria bertubuh kurus pucat itu. Pandangan mereka bertemu dan sebelum Jessica pulih dari kekagetannya, pria itu mendorongnya dengan kuat, membuat Jessica kembali terjatuh ke pelukan Yuri dan dalam sekejap pria itu keluar dari toko.

“Sica, kau tidak apa-”

“Pamanmu! Pria itu adalah pamanmu!”

“Apa?”

Menyimpan penjelasan itu untuk nanti, Jessica berdiri dan segera mengejar pria tadi. Yuri mengikuti tak jauh di belakangnya, nyaris tidak bisa mengejarnya karena tubuhnya yang sedang dalam proses penyembuhan sudah mencapai batas maksimalnya. Kwon Jin berlari secepat mungkin. Setelah berhasil sembunyi selama berminggu-minggu, ia tidak akan menyerahkan dirinya dengan semudah itu.

“Berhenti!” Jessica menjerit sekeras-kerasnya sambil terus berlari dengan langkah yang nampaknya tak bertenaga. Mungkin karena dorongan adrenalinnya yang sedang marah atau karena kebencian yang dimilikinya terhadap pria keji itu atas semua yang telah dia perbuat untuk menyakiti Yuri yang mendorongnya terus berlari. Apa pun itu, ia tidak berencana untuk melepaskan pria ini lagi.

Kwon Jin melirik sekilas ke belakang, ia terkejut melihat Jessica yang mendekat dengan cepat. Merasa panik, ia mendorong dirinya maju dan kembali berbalik hanya untuk melihat sebuah dinding yang dipenuhi pakaian hitam dari bulu binatang sebelum bertuburukan dengan benda tersebut dan terjatuh bersamanya. Ratusan pamflet iklan beterbangan di udara.

Pangeran yang lebih tua itu mengerang kesakitan akibat tubrukan tadi dan sebelum ia sempat kembali berdiri, sebuah tendangan muncul entah dari mana dan mendarat tepat di wajahnya dengan cetakan sepatu yang terlihat jelas.

“Itu untuk Yuri!” terang Jessica, sebelum melakukan serangan dengan kekuatan penuh.

“Owwww…” suara teredam berasal dari dalam maskot beruang.

“Apa yang kau lakukan?” teriak Jessica mengejutkan si maskot beruang tersebut. “Bantu aku menangkap pria ini!”

Seseorang di dalam kostum berbulu itu melompat ketakutan dan menghormat seketika.

“Y-Ya!!”

Tak lama kemudian Yuri tiba di tempat kejadian, terkejut ketika melihat Jessica dan sebuah maskot beruang menahan pamannya dalam gerakan gulat di tengah-tengah kekacauan.

“Yuri! Kita mendapatkannya!”

“Lepaskan aku!” pamannya meronta-ronta dengan sekuat tenaga namun tampaknya sia-sia.

Yuri bergegas maju dan menarik Jessica untuk berdiri, meninggalkan si maskot beruang itu menangani pamannya.

“Itu sangat berbahaya! Bagaimana kalau terjadi sesuatu?”

“Tapi kami menangkapnya-”

Jessica menghentikan kalimatnya ketika Yuri menariknya ke dalam pelukan erat.

“Jangan pernah lakukan itu lagi…”

“Yuri…”

“Eunhyuk! Apa yang sudah kau lakukan?!” suara jeritan keras terdengar dari belakang, menunjuk kekacauan yang terjadi. Bagian depan toko dikotori oleh pamflet-pamflet dan dengan melihat ekspresi wajah si pemilik toko, pria di dalam kostum beruang itu tahu kalau dirinya sedang dalam masalah.

Dengan hati-hati sekali ia melepas kostum kepalanya dan memberikannya kepada bosnya dengan seulas senyum malu-malu. Yuri dan Jessica seketika mengenali pria di balik setelan tersebut.

“Kau laki-laki resepsionis dari Jeju itu!!” seru keduanya bersamaan.

“Eunhyuk, kau dipecat!!!” jerit wanita pemilik toko tersebut.

*****

Mengikuti penahanan Pangeran Jin dan penghukumannya karena menjadi dalang dalam penculikan dan percobaan pembunuhan, akhirnya kedamaian kembali ke keluarga kerajaan untuk sesaat sebelum persiapan pernikahan telah kembali membuat seisi kerajaan kacau balau, selama hari ke hari karena pernikahan abad ini kian mendekat. Semua undangan telah disebar ke seluruh penjuru dunia, dengan jumlah total kira-kira seribu tamu undangan. Dengan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, semua orang di kerajaan ditugaskan dalam tugas mereka masing-masing.

Ibu Suri dan Jessica bertanggung jawab di bagian dekorasi bunga sementara Yuri membantu perencanaan logistik. Dengan mendesaknya waktu, keduanya jarang memiliki waktu untuk bertemu apalagi berkencan. Bahkan jika mereka bertemu, itu mungkin pada pukul 10 malam dan Yuri akan mengantar Jessica yang sudah mengantuk kembali ke kamar eksekutifnya di hotel bintang 5 yang dimiliki keluarga Jung di bawah desakan Ayah Jung yang protektif yang bersikeras bahwa Jessica tidak boleh tidur di istana kerajaan (terutama di kediaman Yuri).

Jessica menahan kuap sambil meregangkan punggungnya setelah duduk selama hampir tiga jam lamanya. Penyusunan bunga hampir selesai dan ia hanya harus menambahkan sedikit sentuhan.

“Minum teh dulu, putriku.”

Gadis itu langsung beranjak dari kursinya untuk mengiringi Ibu Suri yang berjalan melintasi ruangan dengan teko teh di tangan.

“Itu sangat indah,” puji Ibu Suri saat ia mengamati kerajinan tangan di atas meja panjang, tempat di mana Jessica bekerja selama seminggu terakhir.

“Bagaimana kabarmu dan Yuri?”

“Akhir-akhir ini kami jarang bertemu. Dia sedang sibuk dengan perencanaan dan lain-lain.”

“Kenapa kau tidak tinggal di istana? Sangat tidak praktis untuk berpergian bolak-bolik setiap hari.”

“Aku tidak mau membebani Yuri dan di samping itu, tidak baik untuk orang luar sepertiku tinggal di istana.”

“Omong kosong.”

“Ayahku juga keberatan. Tidak apa-apa, aku tinggal di hotel milik keluargaku dan biayanya sudah ditangani.”

“Hmmm…” Ibu Suri tersenyum. Sebuah ide cemerlang terbentuk dalam otaknya yang cerdas.

“Nenek…aku punya satu pertanyaan.”

“Teruskan…”

Jessica menggigit bibirnya, rasa penasarannya mengambil alih.

“Aku bertanya-tanya, apakah sejak awal nenek tahu kalau Yuri berpura-pura menjadi Yul?”

Ibu Suri tersenyum dan menjawab, “Ya, Nenek mengetahuinya.”

“Tapi kenapa Nenek tidak mengungkapnya?”

“Nenek hanya ingin melihat bagaimana semua ini akan terungkap,” ia tertawa.

“Bagaimana cara Nenek membedakan mereka?”

“Nenek boleh saja sudah tua dan penglihatan nenek semakin memburuk dari tahun ke tahun, tapi itu terlalu jelas. Yuri memiliki tahi lalat kecil di lubang telinga kirinya dan begitulah cara nenek membedakan si kembar ketika mereka masih kecil.”

“Sungguh?”

“Yah, kau bisa melihatnya dari dekat…tapi bukan hanya itu tahi lalat yang dimiliknya…” Ibu Suri mengedipkan sebelah matanya dan kemudian berbisik ke telinga Jessica, yang mana membuat gadis itu tersipu malu mendengar sarannya. Ibu Suri tertawa kecil menanggapinya.

*****

“KBS News melaporkan langsung dari Istana Gyeongbokgung. Hari ini ditandai sebagai peristiwa yang paling spesial untuk semua warga Korea karena Yang Mulia Pangeran Yul, pewaris takhta berikutnya, menikahi seorang warga biasa, Nona Choi Sooyoung. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah di mana seorang Putri Mahkota berlatar belakang orang biasa dan telah diterima baik oleh masyarakat umum. Banyak orang yang menganggap penyatuan ini sebagai sebuah dongeng sempurna dan mereka menghargai sang Pangeran Yul karena pengakuannya yang berani pada jumpa pers beberapa minggu lalu.”

“Lebih dari seribu tamu telah diundang ke pernikahan yang diagung-agungkan menjadi pernikahan termewah di Korea di era modern ini. Dan juga untuk pertama kalinya dalam sejarah, istana kerajaan telah membuka pintunya untuk menyambut para tamu undangan. Keseluruhan acara pernikahan ini akan ditayangkan dalam liputan langsung. Kim Taeyeon dari KBS News, melaporkan langsung dari Istana Gyeongbokgung.”

*****

Sejak bangun pada pukul 4 pagi, Yuri telah berlari keluar masuk aula untuk memastikan bahwa tak ada yang akan terlewatkan. Sekarang setelah semua persiapan hampir selesai, ia akhirnya dapat beristirihat sejenak.

“Eunhyuk, bagaimana dengan pekerjaanmu? Kuharap kau menyukainya.”

“Y-Ya, Yang Mulia!” Eunhyuk tersenyum malu, “Saya tidak pernah tahu pakaian ini terlihat cocok dengan saya.”

Merasa menyesal karena telah menyebabkan Eunhyuk kehilangan pekerjaannya dua kali berturut-turut dan dengan posisi Sooyoung yang sekarang kosong, Yuri menawarkan Eunhyuk untuk menjadi pengawal pribadinya, yang mana diterima laki-laki itu dengan senang hati. Dan sejak saat itu, Eunhyuk mengerjakan pekerjaannya dengan serius dan rajin. Hari ini ia ditugaskan untuk menjadi bagian dari tim yang bertanggung jawab atas pemeriksaan keamanan di aula utama.

“Senang kau menyukainya. Pertahankan kerja bagusmu. Aku tidak akan mengganggumu lagi.”

Dengan memberi hormat, Eunhyuk berpamitan dan melanjutkan pekerjaannya.

“Hei, Alex!”

Tanpa perlu menebak, Yuri tahu siapa orang itu.

“Sunny, Sungmin. Akhirnya kalian datang.”

“Bagaimana kondisi tubuhmu? Sudah sembuh?” tanya Sunny khawatir.

“Ya, aku merasa lebih baik akhir-akhir ini. Bagaimana kondisi kakimu?”

“Sangat sehat berkat obat penguat yang selalu kuminum. Aku sekuat lembu jantan.” Jawab Sungmin sambil memamerkan otot bisepnya, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kaki.

“Kami harus pergi. Pamanku terus menelepon tanpa henti. Kurasa dia membutuhkan sedikit bantuan dengan susunan acaranya. Kuharap bisa bertemu denganmu nanti, Alex.”

“Yuri…namaku Yuri, bukan Alex lagi.”

“Tentu, kalau begitu sampai nanti, Yuri.”

Dengan itu, mereka berpamitan.

“Jadi…kau yang namanya Yuri…”

Yuri berbalik, dikejutkan oleh seorang gadis remaja yang terlihat berumur di bawah 15 tahun namun memanggil namanya secara langsung. Untuk beberapa alasan, gadis itu terlihat familiar namun ia tak dapat mengenalinya.

“Em…y-ya?” Yuri menelan ludah dengan gugup ketika gadis muda itu mengamatinya dari kepala sampai kaki.

“Aku bertanya-tanya orang seperti apa yang bisa membuat kakakku tergila-gila…”

Yuri bergerak-gerak dengan gelisah. “Kakakmu?”

“Tidak buruk, sama sekali tidak buruk…”

“Krystal, sedang apa kau di sini?” Jessica menghampiri mereka, terkejut dengan kemunculan tiba-tiba adiknya.

“Unnie!” gadis muda itu menghambur ke arah Jessica dan memeluknya. “Aku kemari untuk menghadiri pernikahan atas nama Ayah, ada masalah mendesak yang harus ayah selesaikan. Tapi ibu datang bersamaku. Dia mungkin pergi mengobrol dengan teman-temannya. Dan aku sangat merindukanmu!”

“Aku juga merindukanmu!” Jessica membalas pelukannya.

“Unnie?” gumam Yuri, akhirnya menyadari mengapa gadis itu terlihat familiar.

“Oops, aku lupa memperkenalkan. Yuri, dia Krystal, adikku. Dan Krystal, dia Yuri-”

“Ya, aku tahu…calon kakak iparku.”

Krystal memelankan suaranya dan berbisik ke telinga kakaknya, “Pilihan yang bagus, dia sangat keren!”

“Krystal!” Jessica memukul kepala adiknya.

“Jessica! Aku butuh bantuanmu di sini!” teriak G nyaring dari dalam aula.

“Maaf, aku harus pergi, dekorasinya membutuhkan sentuhan akhir.” Jessica meminta maaf dan menoleh pada adiknya, ia menambahkan, “Dan Krystal, bersikaplah dengan baik.”

“Tantu saja! Apa yang kau bicarakan?” Krystal menyunggingkan seulas senyum polos.

Ketika Jessica berbalik, Krystal berbicara dengan nada penuh ancaman. “Aku tidak peduli jika kau adalah seorang putri atau bukan, tapi kalau sampai kau menyakiti kakakku, kau akan menerima balasannya dariku; sepuluh kali lipat!”

Yuri tersenyum lemah. Sepertinya darah kekerasan mengalir di keluarga mereka dan tidak diragukan lagi, dia sudah pasti adik Jessica.

*****

Prosesi pernikahan berlangsung tanpa hambatan. Dan tak berapa lama, para tamu mulai membanjiri halaman istana yang didisain untuk perjamuan makan malam. Dekorasinya, penempatan bunga-bungannya menerima sanjungan yang luar biasa, membuat Jessica merasa senang.

Saat pengucapan janji pernikahan, Ratu Hyun mulai menangis dengan bahagia sementara Yuri dan Jessica bertepuk tangan dengan keras. Seperti biasa, Ibu Suri tengah menikmati tehnya dengan santai.

“Semuanya, bolehkah saya meminta perhatian kalian sebentar? Saya ingin mengumumkan sesuatu,” Raja Chung berdiri di podium.

“Ada apa dengan kerajaan dan pengumuman mendadak mereka?” komentar Tiffany begitu saja pada Taeyeon sambil mencoba berkomunikasi dengan van siaran KBS yang diparkir di luar istana.

“Saya akan mengambil kesempatan pada hari bahagia ini untuk membuat pengumuman istimewa atas nama Ibu Suri. Jessica, bolehkah saya mengundangmu untuk maju ke depan?”

Jessica tercengang, dan hanya karena sentuhan Krystal ia beranjak dari kursinya dan berjalan menuju podium dengan kaku.

“Nenek, apa yang nenek rencanakan?” tanya Yuri, mengamati Jessica yang berjalan melewati mejanya.

“Lihat saja.” Jawab Ibu Suri tenang.

“Nona Jessica Jung adalah anak yang sangat baik dan Ibu Suri sungguh menikmati kehadirannya selama beberapa minggu dia tinggal di sini bersama kami. Dengan itu, Ibu Suri telah memutuskan untuk mengakui Jessica sebagai cucunya.”

Menoleh pada Jessica, Raja Chung berbicara dengan nada bangga, “Dan sesuai dengan tradisi adat, adalah suatu kehormatan bagi saya untuk menganugerahkan gelar ‘Yang Mulia Putri Jessica’ kepadamu.”

Kerumunan tamu undangan bertepuk tangan sementara Jessica berdiri terpaku, terkejut dengan penobatan yang tak terduga.

*****

“Kau melewatkan hotelnya!” kata Jessica ketika Yuri melajukan mobil melewati hotel. “Kau mau pergi ke mana?”

“Ke sebuah tempat rahasia yang ingin aku tunjukkan padamu.” Jawab gadis itu singkat.

Mobil mereka akhirnya berhenti di puncak bukit sepi dengan pemandangan istana di bawahnya. Keduanya keluar dari mobil dan duduk di kap mobil tersebut.

“Tempat yang indah di malam hari, bukan begitu?” kata Yuri pelan sementara Jessica melihat pemandangan tanpa suara, menikmati kedamaian tempat itu.  Ini adalah salah satu momen damai yang jarang mereka miliki sejak pertemuan pertama mereka.

Jessica mengingat pertemuan pertama mereka di bandara. Sebersit semburan perasaan yang rumit. Ia marah dan pada saat yang sama takut. Ia merasa marah dengan perjodohannya, marah pada ayahnya dan marah pada ketidakberdayaannya. Ia merasa takut dengan hal-hal lainnya. Dan ketika hari berganti minggu, ia mengalami perubahan. Kali ini, sebuah perasaan cinta dan perasaan itu tak dapat terlukiskan. Belum pernah ia mengalami emosi kuat yang mengabaikan pemikirannya selama ini. Ada saat-saat putus asa dan kesedihan di sepanjang jalannya tetapi masing-masing kesedihannya hanya dibuat untuk memperdalam kasih sayangnya.

“Tempat ini…indah…” komentar Jessica.

Cinta mereka sangatlah indah, bukan karena keromantisannya tetapi karena mereka berbagi sebuah ikatan yang lebih dalam dari yang dibayangkan.

Perlahan-lahan, kilat-kilat cahaya kuning kecil mulai memenuhi udara terbuka.

“Bukankah itu kunang-kunang?”

“Aneh…aku tidak ingat ada kunang-kunang di sini.”

“Mungkin…mereka terbang dari tempat lain…”

Keduanya saling bertukar pandang ketika sinar lembut yang terpancarkan oleh cahaya berkelap-kelip menari di sekeliling mereka.

“Aku tahu aku sedikit terlambat untuk melakukan ini, tapi mari kita lakukan dengan sebagaimana mestinya.” Kata Yuri sambil turun dari kap mobil dan berdiri di tanah. Ia mengulurkan tangannya dan secara formal memperkenalkan dirinya sekali lagi.

“Aku Kwon Yuri dan…kau mengetahui latar belakang keluargaku yang lain.”

Jessica terkekeh melihat tindakannya tetapi meskipun demikian ia meraih tangan Yuri dan kembali memperkenalkan dirinya juga.

“Aku Jessica Jung dan aku jatuh cinta pada orang bodoh yang paling menawan bernama Kwon Yuri.”

Yuri tersenyum lalu ia mengeluarkan dua buah cincin dari sakunya.

“Kalau begitu, maukah kau mencintai si bodoh ini selamanya?” tanya Yuri.

“Ya, aku mau.” Jessica mengangguk.

Keduanya saling menukar cincin couple mereka; sebuah bentuk simbolis ikatan nyata seperti sebuah lingkaran cinta yang tak pernah berujung.

Dalam momen yang lambat dan lembut, bibir mereka bersentuhan, mengunci hidup mereka bersama saat kedua hati mereka menyatu.

“Kurasa…cerita ini bahagia untuk selama-lamanya?”

“Bagaimana menurutmu?” tanya Jessica tanpa berniat untuk menunggu sebuah jawaban saat ia mencondongkan tubuh ke depan untuk kembali mencium bibir Yuri sekali lagi.

Yang duduk di kursi belakang mobil adalah sepasang boneka beruang, masing-masing dengan jahitan berbentuk hati yang serupa di bagian sisi mereka, menyatu dalam pelukan bahagia.

YulSicbears2

~The End~

*

405 pages = 88,797 words

5135 paragraphs = 10,163 lines

2013/12/04 – 2015/02/14 it’s nearly 2 freakin years lol

Terima kasih buat yang selama ini udah baca dan komen di fanfic You’ll be the Prince & I’ll be the Princess 🙂

big thanks to choki yang udah ngizinin gue nerjemahin fanfic yang luar biasa ini, dari mulai alur, bahasa, dan karakternya gue suka banget. saking bagusnya bahasa Author gue kadang bingung gimana cara nerjemahinnya lol

see you next time~

credit: choki @SSF

boiboi~

 

Advertisements

54 thoughts on “You’ll be the Prince & I’ll be the Princess [Final Chapter]

  1. Akhirnya end jg ni ff….
    Yul n yuri kocak bngt berantem mulu….
    Tp selamat bt yulsoo yg udh nikah tinggal giliran yulsic….

  2. Akhir ny end jg tp kurang nendang bgt ending ny.. crta ny udh bagos eh finishing touch kurang mengena.. cukup menghibur.. semangat thor translated ff yg laen

  3. Udah tamat yaa ?? Akhirnya bersatu juga yulsicnya . Gw kirain pass jessica tau makin runyem dulu masalahnya . Tapi ending nya sweet banget . Sooyul udah nikah , dan kapan ni yulsic nya nyusul ? 😀

    Oiaa gw yg pnya id revan_sicababy , jd skrg gw ganti ID .

  4. Tamat jg akhirnya.. Akhirnya yulsic brsama,tp kurang puas cuma kiss doank..hehe
    Critanya bgus dri awal..

    ditunggu ff laennya tarra…

  5. yeayy happy end..g nyangka kel yulsic lsg nrima n mrestui ssuatu yg jrg trjadi di dunia krjaan nh….bkin sequel ny y thor tp khusus yurisica j

  6. yeaayyy *prokprokprok happy ending.
    yg gue penasaran yuri masih rambut pendek apa dia pake wig ya? 😀
    akhirnyaaa end jg kirain masih berapa chapter lg. terima kasih jg buat tarra yg mau nerjemahin ff yg bagus2

  7. Kerennnn,
    nungguin bgt ending ini.sederhana tapi tetep manis,dan ngena dihati.
    penyatuan yuri ma sica ngga terkesan trlalu dpksain,mskipun kedepan dua orang itu ga tw bkal merried apa ga xD

    Happy valentine yulsic

  8. annyeong
    Yeahhhh happy ending yg mnis bwat yulsic,,,,
    Smpat tkut bkln slit hbngn yulsic bwat d trimah kluarga bsar kwon dan jung tp syukur dech smua brjlan lncr,,,
    Yulsoo mntappp sdh mnkah,,yulsic kpan tu?haha
    Ttap dech yulsic pnya cra trsndri bwat mnyatuhkan cnta mrka,,,slmat dech bwat yulsic,,,
    Ok siip
    Ttap smngatttt
    Gomaomao

  9. Woah akhirnya endong juga T_T
    HAPpy endong,
    gomawo tuthor untk ff yg paling daebak spanjang masa,
    saya sngat mencintai ff ini,
    mudah2an tuthor bsa berbaik hati untk membuatkan squel dri ff ini :v #plakk! -_-
    #loveyulsic

  10. kyk ny yul bklan klah sma mknan buktiny aja soo gk trpesona tuh ngeliat yul eh mlh mata ny nangkap ayam goreng…
    rencana nenek suri emg yahut yulsic bklan tnggal 1 rmh sma 1 kmar donk

    ada ff bru lgi tar yg mau dpost…

  11. finally. yulsic bahagia..
    sedih, senang, lucu, dan tegang hadir dr stiap chapt.
    makasih thor udah hadirin ff yang menyentuh.. hehe
    walaupun taeny hanya sebatas reporter. wkwk

  12. Ahhh….bener2 ngrasa mimpi niy ff udah finish, padahal brasa baru kemaren yow….

    Ending yg sweet n romantis. Yulsic bersatu dan hidup bahagia selamanya bak dicerita dongeng ❤

    Big thx too buat Tarra yg udah mau berkerja keras nerjemahin niy ff sehingga gw bisa baca ceritanya. N tentunya thx juga buat author Choki yg tinggal dimanapun dia berada. Hehehe….

    Semangat terus Tarra… CHAYOOOO ^o^/

  13. akhirnya endon juga…
    ini gw ktggln 1 chap apa sih? kok g ada drama yuri yg baru siuman?? hahahha
    ok tara tq buat transletnya… lo belajar tp sxn hiburam buat kita semua…
    sokkk belajar yg lbh rajin lg ya??? wakakakakaaaa

  14. yeeeyyyy akhirnya kelar jg nih epep
    akhir yg membahagiakn bwt yulsic krn udh dpt restu, seneng krn cinta mereka akhirnya bs brsatu
    haduh soo msh sempet2nya ribut soal ayam ckckck
    jd pensaran nih tuh tahi lalatnya yuri ada dimn lg ya smpe bikn sica malu hehehe
    thanks tarra bwt epepnya
    di tunggu next project ya

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s