My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 17]

enjoy~

~~~ ~~~ ~~~

Chapter 17

 

Yul dan Taeng memasuki bengkel dan memandang berkeliling. Mereka tidak ingin siapa pun mencurigai mereka. Taeng melihat seorang pria di bawah kolong mobil dan mengisyaratkan Yul untuk datang. Yul menurut dan menghampirinya. Mereka dapat melihat sepasang kaki namun mereka tidak dapat melihat badan dan wajahnya karena orang itu berada di bawah kolong mobil.

“Permisi? Pak Hodong?”

Taeng dan Yul menunggu respon pria itu. Mereka mendengar suara berisik dari pria tersebut sebelum pria itu meluncur keluar dari bawah kolong mobil. Pria itu memandang keduanya dan tersenyum.

“Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu?”

Yul menoleh pada Taeng dan mengisyaratkannya untuk mulai berbicara.

“Mobilku mogok. Bisakah Anda memeriksannya?”

Hodong mengambil alat-alatnya. Ia lalu mengisyaratkan Taeng untuk menunjukkan mobilnya. Taeng memimpin pria itu keluar dari bengkel sementara Yul tetap di sana. ketika mereka berdua sudah tak terlihat lagi, Yul segera pergi ke kantor Hodong.

FLASHBACK

“Aku sudah memeriksa bengkel dan latar belakangnya.”

Sooyoung mengawali obrolan dan menatap Yul dan Taeng. Taeng terlihat kebingungan.

“Siapa?”

Yul memukul dahi Taeng. Laki-laki itu hampir kehilangan keseimbangan.

“Yah! Kenapa kau memukulku?”

“KARENA KAU BERSIKAP BODOH!”

Taeng menggosok-gosok dahinya dan memelototi Yul sebelum Sooyoung menyela.

“Apa kau hanya memikirkan hal-hal mesum di dalam kepalamu? Kita sedang membicarakan Hodong, montir itu.”

Mulut Taeng membentuk huruf O sebelum menyadari kalimat pertama Sooyoung.

“Yah! Tidak! Maksudku jika aku benar-benar memikirkannya, aku sudah pasti akan memikirkan Tiffany dan penampilannya…caranya bergerak…”

Taeng mulai melamun. Yul memukul belakang kepalanya. Taeng kembali mengerang.

“Yah!”

“Fokus padaku Taeng! Kau bisa mengkhayal tentang Tiffany nanti!”

Sooyoung memelototi Taeng sebelum kembali berbicara.

“Dia pria yang baik. Tidak ada catatan kriminal. Tapi dia pernah meminjam uang dari lintah darat sekitar 200juta. Tapi hutang itu segera dilunasi setelah satu tahun.”

Yul menatap Sooyoung dan tidak mengerti mengapa informasi ini begitu penting.

“Yah, mungkin dia bisa membayar semuanya.”

Taeng mencoba terdengar positif namun raut wajah serius Sooyoung membuatnya ragu.

“Dia membayar 200juta secara kontan. Tidak ada seorang pun yang memiliki bengkel mobil bisa menghasilkan uang sebanyak itu hanya dalam waktu satu tahun. KONTAN.”

Yul tidak senang dengan apa yang terjadi saat ini. Ia mengerutkan kening.

“Maksudmu dia bisa saja dibayar oleh seseorang untuk melakukan beberapa pekerjaan?”

Sooyoung mengangguk. Taeng menghela napas sementara Yul sibuk berpikir.

“Apa ini sungguh bisa dipercaya, Soo?”

Sooyoung menoleh pada Taeng dan tersenyum menyeringai.

“Aku adalah hacker terbaik di sini, Taeng. Jangan meremehkan aku.”

END OF FLASHBACK

Yul memutar kenop pintu dan menyadari kalau Hodong tidak mengunci kantornya. Yul memasuki ruangan tersebut dan dengan cepat pergi ke lemari kaca yang berisikan dokumen-dokumen di dekat pintu. Ia membukanya dan mencari dokumen pada tanggal sebelum kecelakaan. Ia membaca dokumen itu dan menyadari bahwa Hodong melabelkan dokumen mobil Jessica dengan label yang berbeda.

“Aneh. Kenapa melabelkan mobil dengan masalah kerusakan kecil dengan label berbeda?”

Yul membandingkan dokumen itu dengan dokumen lainnya dan melihat perbedaannya. Yul kembali menaruh dokumen tersebut dan memeriksa barang-barang pribadi Hodong.

FLASHBACK

“Setelah kau masuk. Aku ingin kau mencari nomor rekeningnya.”

Yul menatap Sooyoung dan sebelum ia sempat menanyakan, Sooyoung menjawabnya.

“Aku harus tahu dari mana dia mendapatkan uang itu.”

Taeng dan Yul mengangguk. Sooyoung mengangkat tangannya di depan mereka sebelum Yul dan Taeng menaruh tangan mereka di atas tangan Sooyoung.

“Kita akan melakukannya.”

END OF FLASHBACK

Yul menemukan apa yang dibutuhkannya dan segera keluar dari kantor dan dengan tenang berjalan menghampiri Hodong dan Taeng. Taeng yang melihat Yul datang tersenyum padanya. Ia lalu kembali memasangkan baterai mobilnya tanpa sepengetahuan Hodong. Hodong kembali mencoba menghidupkan mesin dan berhasil melakukannya. Ia tersenyum puas.

“Yah, saya rasa sekarang mobilnya sudah benar.”

Yul tersenyum padanya sementara Taeng masuk ke dalam mobil.

“Berapa semuanya, Pak?”

Hodong hanya menggelengkan kepalanya dan balas tersenyum pada Yul.

“Tidak apa-apa. Lagipula saya tidak berbuat banyak.”

Yul lalu berbalik dan masuk ke dalam mobil sebelum Taeng melajukan mobilnya. Mereka menuju ke tempat Yul. Taeng melirik Yul sebelum mulai berbicara.

“Kau sudah mengirimnya pada Sooyoung?”

Yul mengangguk dan tersenyum lebar.

“Semoga Soo bisa mendapatkan info lebih banyak. Ngomong-ngomong bagaimana cara kau menundanya?”

Taeng tersenyum bangga.

“Yah, orang-orang tidak memanggilku Kim Taeng tanpa alasan, kau tahu.”

Yul memutar bola matanya dan memasang ekspresi jengkel.

+++

Sooyoung memandang Sunny dengan gugup. Tadi malam Sunny mengiriminya SMS untuk menghabiskan akhir pekan dengan belajar, tapi kemarin…

FLASHBACK

Sooyoung duduk gelisah di kursinya. Taeng melihat itu dan menatapnya.

“Berhentilah bergerak-gerak Soo. Kau membuatku pusing.”

Sooyoung menoleh pada Taeng.

“Dia akan datang untuk belajar. Keluargaku tidak ada di rumah dan aku sangat gugup sekarang!”

Taeng menatapnya dan tiba-tiba tertawa.

“Kau takut? Ini baru.”

Sooyoung memelototinya.

“Yah, tentu saja! Kau tidak selalu mempunyai pacar yang terus-terusan mengirimmu SMS seperti itu. Apa yang harus kulakukan?”

Taeng berpikir sejenak sebelum ia tersenyum.

“Lakukan apa yang menurutmu benar, Soo. Ini bukan hubunganku. Ini adalah hubunganmu dan kau harus membuat keputusan itu.”

END OF FLASHBACK.

Helaan napas Sooyoung terdengar oleh Sunny. Ia memandang pacarnya dengan khawatir.

“Youngie? Kau terlihat stres.”

Sooyoung menoleh padanya dan tersenyum kikuk. Sunny menggenggam tangannya dan dengan lembut mengusap-usapnya. Sooyoung menelan ludah, jantungnya berdebar dengan cara yang tak biasa dan ia tidak menyukainya.

“Bunny. Kurasa kita harus bicara.”

Sunny tetap menatap laki-laki bertubuh jangkung itu dan membiarkan dia memulai obrolan.

“Aku terus mendapatkan SMS aneh darimu dan aku ingin tahu apa yang terjadi.”

Sunny bertingkah bodoh dan pura-pura polos. Itulah yang diperintahkan buku berjudul ‘100 cara untuk mendapatkan pacarmu’ padanya.

“Aneh? Itu SMS biasa. Tidak ada yang berbeda.”

Tubuh Sooyoung berkeringat saat berusaha memancing Sunny untuk membicarakan tentang ‘itu’.

“Kau ingat ketika kau mengirimku SMS dan kau bilang kalau kau bermimpi tentang kita? Aku membalas SMSmu dan bilang mimpi seperti apa itu dan kau membalas ‘GUNAKAN IMAJINASIMU’.”

Sunny menyembunyikan perasaan malunya dan tidak menghiraukan Sooyoung.

“Apanya yang salah dengan itu?”

Sooyoung menenangkan dirinya dan menatap pacarnya tanpa berkedip.

“Bunny, ada apa? Tolong beritahu aku apa yang sudah kulakukan untuk berhak mendapatkanmu…aku ingin memastikan aku terus melakukannya!”

Sunny mengingat SMS itu karena ia mengirimnya dua hari yang lalu. Ia cemberut.

“Aku mencintaimu dan aku ingin selalu mencintaimu. Apakah itu salah?”

Sooyoung lalu mengeluarkan ponselnya dan membuka folder galerinya dan membesarkan foto yang dikirimkan Sunny padanya.

“Kau mengirimkan foto perutmu padaku!”

Sooyoung menunjukkannya pada Sunny dan gadis itu pura-pura terkejut.

“Aku pasti tidak sengaja mengirimkannya. Maafkan aku, Youngie.”

Rated!!! <—-ANAK DI BAWAH UMUR GAK BOLEH BACA….hehehehe

+++

Yul mulai berjalan mondar-mandir di kediaman keluarga Jung. Jessica menyadari tingkah aneh suaminya dan menghampirinya.

“Seobang. Kau terlihat gelisah. Sedang menunggu apa?”

Yul menoleh padanya dan menyunggingkan senyum manisnya. Ia tidak bisa membiarkan Jessica mengetahui rencananya.

“Tidak ada, sayang.”

Raut wajah Jessica memberitahu Yul bahwa istrinya tidak memercayainya.

“Aku…aku sedang menunggu Taeng untuk pergi…ke toko hardware. Ya, toko hardware!”

Jessica mendekatkan jarak mereka dengan tatapan yang masih tertuju pada suaminya. Tenggorokan Yul terasa tercekat.

“Akhir-akhir ini kau sering menghabiskan banyak waktu dengan Taeng. Kau sedang merencanakan sesuatu yang tidak boleh kuketahui?”

Suara Jessica mengintimidasi Yul. Yul segera tertawa dan berusaha keras menyenangkan hati sang ice princess.

“TIDAK! Maksudku, untuk apa aku melakukan itu?”

Jessica merangkul leher Yul dan secara otomotasi tangan Yul melingkar di pinggang Jessica.

“Kau ingat janjimu, Seobang? Tidak ada rahasia di antara kita.”

Yul menatap Jessica dan menenangkan dirinya. Ia menatap jauh ke dalam mata istrinya.

“Aku mengingatnya. Tidak ada rahasia dan aku tidak merahasiakan apa pun darimu, sayang.”

Jessica tersenyum dan mengecup pipinya sebelum memeluknya dengan erat. Yul hanya membiarkannya dan mengerutkan kening.

‘Maafkan aku, Sica. Ini untuk kebaikanmu sendiri.’

+++

Taeng berjanji pada Tiffany untuk menghabiskan waktu bersama dan karena misinya dengan teman-temannya sudah selesai, Taeng sangat menanti-nantikan kencannya bersama Tiffany ini.

“Kau sudah menunggu lama, Tae?”

Taeng tersenyum pada Tiffany dan membukakan pintu mobil untuknya.

“Aku akan menunggu bahkan sampai selamanya jika aku harus.”

Tiffany tersenyum. Taeng menutup pintu dan segera pergi ke sisi pengemudi. Ia masuk dan menyalakan mesin sebelum melajukan mobilnya. Taeng menggenggam tangan Tiffany dan mengusap-usapnya dengan lembut sementara matanya fokus ke jalanan.

“Kau, Yul dan Soo pergi ke mana kemarin?”

Taeng hampir tersedak. Ia bergeser sedikit dan menyunggingkan senyumnya yang paling palsu.

“Main basket. Bersenang-senang.”

Tiffany mengangguk namun masih tidak mengakhiri topik tersebut.

“Hanya bermain basket?”

Taeng melirik ke sampingnya dan mengencangkan genggamannya pada gadis itu.

“Hanya bermain basket. Kenapa kau bertanya?”

Tiffany menghela napas dan menceritakan tentang kemarin pada Taeng.

FLASHBACK

Tuduhan Jessica terhadap Yul sedikit agresif bagi Tiffany. Ia memandang ke arahnya dan menghela napas.

“Menurutmu Yul sedang merencanakan sesuatu di belakangmu? Itu tidak masuk akal, Jess!”

Tiffany tahu bahwa Jessica sedang merasakan sesuatu namun itu bisa saja karena hormonnya.

“Tiff, aku tidak berbohong. Aku tahu Yul menyembunyikan sesuatu dariku. Aku hanya tidak tahu apa itu.”

“Mungkin itu karena hormonmu karena wanita hamil selalu merasa sedikit berbeda?”

Kata-kata Sunny membuat Tiffany ikut mengangguk. Jessica memandang keduanya dan mencoba menyanggah namun Tiffany menyela.

“Jangan khawatir. Kau hanya terlalu banyak berpikir. Abaikan saja.”

Jessica menggertakkan giginya. Ia berharap Sunny dan Tiffany benar.

END OF FLASHBACK

Taeng bisa merasakan keningnya berkeringat.

“Fany. Jika aku melakukan apa saja di belakangmu tanpa memberitahmu, apa yang akan kaulakukan?”

Tiffany memelototi Taeng dan menampar pundaknya.

“Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku, KIM TAENG?”

Taeng segera menggelengkan kepalanya.

“TIDAK. Aku hanya bertanya.”

Tiffany bernapas lega namun masih memelototinya.

“Kalau kau berbohong padaku. Aku akan pastikan sisa waktu bersama kita di sini akan menjadi neraka bagimu.”

Taeng tertawa gugup dan menelan ludahnya dengan susah payah.

‘Jangan main-main dengan mushroom.’

+++

Sooyoung memeluk Sunny dan menggendongnya sebelum membaringkannya di atas tempat tidur. Sunny bergerak sedikit namun masih tidak membuka matanya. Sooyoung tersenyum dan mengecup keningnya. Ia lalu menarik selimut dan menutupi tubuh Sunny dengan selimutnya.

“Mimpi indah, Bunny.”

Sooyoung turun ke lantai bawah dan mengambil pakaian mereka sebelum kembali mengenakan celana boxer dan kausnya. Ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk berjaga-jaga jika pacarnya bangun. Ketika sedang memasak, Sooyoung melihat ponselnya di lantai dan mulai mencoba mengingat-ingat mengapa ia meninggalkannya di sana.

“NOMOR REKENINGNYA!”

Sooyoung bergegas mengambil ponselnya dan membuka SMS sebelum duduk di depan komputernya. Ia log in dan memulai misinya. Setelah 10 menit ia akhirnya dapat mengakses rincian rekening tersebut. Ia mengamatinya dan terkesiap. Sooyoung segera menghubungi Yul.

“Yah Choi Sooyoung! Kenapa kau lama sekali?”

Sooyoung membungkuk secara otomatis meskipun Yul tidak ada di depannya.

“Maafkan aku. Aku terjebak dengan sesuatu.”

Ia mendengar suara berisik dari sisi Yul sebelum kembali hening.

“Jadi? Ada sesuatu?”

“Seseorang mentransfer uang 200jt ke rekening banknya di tanggal yang sama saat kecelakaan itu terjadi.”

Sooyoung bisa mendengar Yul menghela napas.

“Siapa?”

Sooyoung mendesah.

“Aku tidak tahu, Yul. Aku hanya bisa menyelidikinya sampai sini. Maafkan aku.”

~~~;~~~;~~~

TBC

ff baru masih dalam tahap editing 😀

/pasti ada yang ngeluh NCnya gue potong lol/

credit: bluppy @SSF

boiboi~

Advertisements

45 thoughts on “My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 17]

  1. uhhu .. itu soosun abis ngapain ya 😀 ..

    jgn” yg ngirim uang 200jt ntu si donghae ke hadong .. bener gak? hehe

    lanjut thor .. 😉

  2. wah akhirny soosun jdi………? hehe smg j stlh selesai pnyelidikan yultaesoo sgr ksh tw m psgn msing msing dgn p yg mrk rahasia kn biar g muncul mslh baru.author smgt y

  3. Ngk nyangka byun couple alias taeny ktinggalan dr yulsic dan soosun diff nii #apanya? Hahaha.. Yulsic momentnya bnykin lg tarra

  4. Annyeong …….
    Waaah ,udh ada dpatkan titik penting nya nih ….
    Yaaaah ,hadiah sooyoung …wkwkw
    Syang gak bisa d buka juga tuh …. ini krena koneksi dah …
    Kyaknya udh tau siapa d blik kecelakaan ini … ><
    Tp mngkin yng laen,dtunggu aja next chap nyah …
    SEMANGAAAAAAAAAAT

  5. Kira2 apa yg tjadi sm yuri & taeng kl mereka ktahuan y??
    Tak ada yg bs ngalahin hellsica & hellfany.. Hahaha
    Mkin penasaran sm klanjutanny 😀

  6. Annyeong
    Woahhhhhhh taeri brni ya nympan rhsia,,aws klw jeti tau bhya bsar siap mnghdang,,,
    Idiihhh ap mngkin ikan cupang yg trnsfer tu uang 200 juta?
    Klw iya sngat brhrap taerisoo bkin bnyok lgi t ikan,,
    Ok siiip
    Ttap smngatttt
    Gomaomao,,,

  7. whoaaa soo akhirnya dpt hadiah tuh dr sunny wkwkwk
    jd cm taeng nih yg blm dpt hadiah dr fanny, sabar aja ntr jg dpt hehehe
    haduh yul lbh baik ngomng yg sbnernya deh sm sica drpd ntr knp2 malah brantem lg
    yulsic moment banyakin donk
    itu si hodong psti dpt uang dr hae, kl emng bnr brarti yg bikn yoong meninggal si bang ikan donk
    ok lnjut tarra….

  8. SooSun udah dewasa sekarang,, hahhahah
    Waahhh sayang sekali soo gbsa ngehack lebih jauuhhh, duuhhh semoga cepet ketauan tuuhhh,, pasti itu kiriman si muka ikan,,

  9. itu sooyoung bner2 gk tau atau dia bhong lrna dia tahu org ny…. misi sunny kyk ny brjlan mulus
    jgn smpek ketahuan aja klau sooyultae menyembunyikn sesuatu sma pra bini

  10. Penasaran mampus nih..
    Aishh adegaan NCx pk bhasa inggris,,ya aq gak bsa baca deh..
    Semoga rencana yul dkk berhasil..
    Di tunggu updatenya thor

    gomawo

  11. akhirnya hal yg diinginkan sunny kesampaian juga dan soo ga penasaran lagi dg pesan yg dikirim sunny
    sica sadar kalau yul sedang merencanakan sesuatu dibelakangnya dan untungnya yul masih bisa menyembunyikannya
    lanjut lagi tarra,penasaran apakah yg mentransfer uangnya adalah donghae

  12. Sabar ya sica, yul gt demi kebaikanmu kok wkkwkk kasian yul nya nunggu kabar dr soo tp malah lagi gituan sama sunny

  13. knapaa nc nyaa di cut ellaah -,-
    ccuiihhh cuuiihh.. eh salah
    ciieehh cciieehh soosun udah itu itu nih ceritaa nyaaa eettdaahhh wahahaaahaha

  14. soosun akhirnya menyusul yulsic nyanyi doremifasolasido……ahhhhh… kkkkkk….
    tinggal taeny ygbelum bernyanyi hehehe….

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s