My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 18]

i love 22 😀

enjoy~

~~~ ~~~~ ~~~

Chapter 18

 

Taeng mengajak Tiffany pergi makan malam di luar. Mereka makan dengan bahagia dan mengobrol banyak hal. Tiffany menggenggam tangan Taeng.

“Aku sungguh menikmati makan malam ini. Terima kasih.”

Taeng tersenyum lebar dan memegang tangannya.

“Apa pun untukmu, mushroom.”

Tiffany tersenyum dan tertawa kecil ketika ia melihat wajah konyol Taeng. Namun senyumnya dengan cepat memudar ketika ia teringat akan waktu mereka yang semakin sempit. Taeng menyadari raut sedih di wajah Tiffany.

“Fany-ah, ada apa?”

Tiffany berusaha tersenyum namun senyumnya tidak terlihat seperti apa yang diinginkannya.

“Kita hanya punya waktu empat bulan lagi, Tae. Bagaimana mungkin aku bisa tersenyum.”

Taeng benar-benar terkejut namun ia tetap tersenyum. Ia berdiri dan berlutut dengan satu kakinya, ia meraih tangan Tiffany.

“Tiffany Hwang Miyoung, aku, Kim Taeng berjanji dengan segala yang kumiliki bahwa aku akan menunggumu sampai kita bertemu lagi meskipun itu akan memakan waktu selamanya hanya untuk menunggumu. Dan jika kau menemukan orang lain sebelum kita bertemu lagi, aku akan berdoa keras agar dia membawa kebahagian untukmu melebihi apa yang pernah kuberikan, tapi cintaku padamu akan tetap abadi untuk selamanya karena AKU MENCINTAIMU.”

Taeng lalu mencium tangan Tiffany sebelum kembali menatapnya. Mata Tiffany mulai berkaca-kaca namun ia tidak bisa menangis sekarang karena orang-orang memerhatikan mereka. Taeng kembali berdiri dan memeluknya. Tiffany merangkul pinggangnya dan membenamkan kepalanya di dada Taeng.

“AKU JUGA MENCINTAIMU, Kim Taeng.”

~~~;~~~;~~~

Donghae berjalan di sepanjang jalan sambil membawa dua tangkai bunga. Setangkai Lili dan Hyacinth ungu. Donghae memandang kedua bunga tersebut dan tersenyum sedih. Ia berhenti di depan sebuah pemakaman. Ia berbelok dan berjalan memasuki pintu masuk. Kakinya terus melangkah seolah mengetahui ke mana arah tujuannya. Donghae akhirnya berhenti di depan sebuah makam, ia berlutut dan menaruh dua bunga itu di atasnya. Ia memandangi makam tersebut.

“Apa kabar? Semalam aku memimpikanmu.”

Air mata Donghae bergulir membasahi pipinya. Ia tidak mencoba menghapusnya.

“Aku tahu seberapa besarnya kau menyukai bunga lili. Aku membawakan satu untukmu.”

FLASHBACK

“Oppa!”

Yoona cemberut pada Donghae ketika laki-laki itu lupa membelikannya sebuah buku cerita yang dia janjikan minggu kemarin. Donghae berusaha membujuk gadis itu namun Yoona tidak mengindahkannya.

“Maafkan aku, Yoong! Aku benar-benar lupa. Kumohon maafkan aku.”

Yoona malah semakin cemberut dan mengabaikannya.

“Aku akan beritahu Yul oppa! Kau membohongiku!”

Tubuh Donghae berkeringat. Yul akan membunuhnya.

“Kumohon jangan beritahu Yul. Maafkan aku.”

Donghae tiba-tiba teringat sesuatu. Ia menyuruh Yoona untuk menunggunya. Donghae segera berlari menuju kebun sementara Yoona tetap berdiri bingung di sana. Donghae kembali dengan setangkai bunga di tangan. Ia memberikan bunga tersebut kepada Yoona.

“Setangkai lili untuk dongsaeng favoritku.”

Wajah cemberut Yoona lenyap seketika dan ia mengambil bunga itu dari Donghae. Laki-laki itu menghela napas lega, ia menatap Yoona dan tersenyum padanya.

“Kenapa kau sangat menyukai bunga lili, Yoong?”

Yoona melihat ke arahnya dan tersenyum juga.

“Karena bunga lili membuatku tenang dan bahagia.”

END OF FLASHBACK

Air mata Donghae mengalir tanpa henti. Kenangan-kenangan yang ia miliki bersama Yoona bahkan membuatnya merasa semakin sedih.

“Maafkan aku, Yoong. Aku sungguh menyesal. Kumohon maafkan aku.”

Donghae kembali berdiri dan berlalu pergi. Ia tiba-tiba berhenti dan menoleh ke belakang.

“Aku tidak bermaksud melakukannya. Aku tidak tahu.”

+++

Yul membawa Jessica untuk mengunjungi makam Yoona karena terakhir kali ia pergi ke sana adalah sebulan lalu. Yul menautkan jari mereka bersama dan berjalan hingga akhirnya menemukan makam Yoona. Mereka berjalan ke sana dan berhenti di depan makamnya. Yul melihat setangkai lili dan Hyacinth ungu. Dahinya berkerut.

“Siapa orang ini? Dia selalu menaruh bunga ini di sini.”

Jessica menoleh pada Yul dan mencoba menenangkannya.

“Mungkin seorang teman? Jangan marah, Yul.”

Yul menoleh pada Jessica.

“Lili adalah bunga kesukaan Yoona tapi Hyacinth ungu?”

Jessica mengencangkan genggaman tangannya. Ia menatap Yul dengan penuh cinta.

“Mungkin dia hanya harus berada di sini, Yul.”

Yul menghela napas. Ia menggelengkan kepalanya.

“Aku pernah bertanya pada seorang penjual bunga, Sica. Bunga Hyacinth ungu berarti dukacita; artinya orang ini sangat minta maaf. Dia mengirim bunga ini setiap hari, Sica. Dia menyesali sesuatu dan aku tidak tahu kenapa.”

Jessica memeluknya dari samping. Yul merangkul bahunya.

~~~;~~~;~~~

Sooyoung sedang mengobrol lewat SMS dengan Sunny hingga ia merasa seseorang menepuk pundaknya. Ia menoleh dan melihat siapa orang tersebut.

“Oh, Victoria. Kau mengagetkanku.”

Victoria tersenyum padanya. Ia duduk di sebelah Sooyoung.

“Kau banyak tersenyum. Terjadi sesuatu yang menyenangkan?”

Senyum Sooyoung mengembang. Jika rahangnya dapat terbuka lebih lebar, ia akan tersenyum lebih lebar lagi.

“Tidak ada. Aku hanya mengalami akhir pekan yang sangat hebat.”

Pikiran Sooyoung mulai melayang ke kejadian kemarin. Victoria menyadari hal itu dan mendorongnya sedikit.

“Boleh kutebak? Apakah ini karena Sunny?”

Sooyoung tidak bisa menahan senyumnya. Victoria merasa sedikit berbeda ketika ia melihat Sooyoung mengangguk seperti itu.

“Oh. Kurasa…itu bagus.”

Sooyoung mengangguk lagi dan kembali menatap ponselnya. Ia terlihat sedang membalas pesan lainnya. Victoria mengerutkan dahi.

“Soo. Bagaimana kau menggambarkan aku di dalam kehidupanmu?”

Sooyoung menoleh padanya dengan ekspresi bingung. Ia memiringkan kepalanya sedikit.

“Kau adalah temanku. Aku tidak tahu kenapa tapi kurasa, kita sedikit cocok. Terutama sejak kau menceritakan bagaimana perasaanmu terhadap Yul padaku.”

Victoria mengangguk dan tersenyum padanya. Ponsel Sooyoung berbunyi. Ia menjawabnya.

“Bunny? Tunggu.”

Sooyoung menoleh pada Victoria dan tersenyum manis padanya.

“Aku harus menjawab panggilan ini. sampai jumpa di sekolah.”

Dengan itu, Sooyoung pergi menjawab ponselnya. Victoria menaruh tangan di atas dada. Ia bisa merasakan jantungnya berdebar kencang.

“Soo….”

~~~;~~~;~~~

Taeng bertemu dengan Yul di sebuah kafe di pusat keramaian kota. Keduanya duduk, dahi Yul berkerut.

“Soo tidak bisa mendapatkan namanya. Bagaimana kita bisa tahu?”

Taeng mengusap-usap dagunya sementara pikirannya dipenuhi dengan banyak hal.

“Yul, sebelumnya kau bilang kalau Jess memberitahumu kalau Donghae masuk ke dalam kehidupannya setelah kejadian itu, bukan?”

Yul terlihat bingung, ia menatap sahabatnya.

“Apa hubungannya dengan Donghae?”

Taeng menatapnya dan menaruh tangannya di atas meja.

“Bagaimana kalau semua yang terjadi ini ada hubungannya dengan dia?”

Yul terkesiap. Ia menggelegkan kepalanya.

“Taeng, dia tidak mungkin melakukan itu. Dia sudah menganggap Yoona seperti adiknya sendiri.”

Taeng menyesap kopinya dan kembali bersandar di sandaran kursinya.

“Yul, lihatlah kenyataannya. Setelah peristiwa itu segalanya berubah. Keluarga Jung dan Kwon tidak lagi berhubungan dengan baik. Jessica berpacaran dengan Donghae dan kemudian hamil. Donghae meninggalkannya begitu saja.”

Yul masih tidak memercayai penjelasan Taeng. Ia menepisnya.

“Kecalakaan itu melibatkan Yoona, seseorang yang Donghae perlakukan seperti adiknya sendiri. Perseteruan keluarga kami tidak ada hubungannya dengan dia. Ya, Sica jatuh cinta padanya dan memberikan dia segalanya tapi yang aku salahkah adalah tindakan Sica itu sendiri. Bukan Donghae. Kau menuduh dia, Taeng.”

Taeng tahu seberapa besarnya semua ini berubah sejak kejadian itu tapi Yul harus melihat kenyataan, jangan tetap terpaku pada masa lalu.

“Kalau begitu jawab ini, Yul. Kenapa Donghae berusaha keras untuk membuat kau membenci Jessica?”

Yul tidak bisa menjawabnya. Melihat keheningan Yul, Taeng melipat tangan di atas dada.

“Aku tidak bilang dia bersalah, Yul. Kita harus memulai dari yang terdekat dan Donghae adalah permulaan yang sempurna.”

Yul terlihat kalah namun ia tetap menatap Taeng.

“Tapi apa alasan dia membenciku? Kyuhyun? Itu hanyalah kecelakaan, Taeng.”

“Yul, setelah pertandingan itu, pernahkah kau mendengar apa pun dari Donghae? Tidak. Satu-satunya hal yang kita ketahui tentang Kyuhyun adalah dia mengalami kecelakaan di Amerika dulu.”

Yul menganggukkan kepala dan menghela napas.

“Oke. Tapi aku harus mendengar penjelasan dari Hodong dulu sebelum kita mulai menyelidiki Donghae. Setuju?”

Taeng menatapnya dan menghabiskan kopinya. Ia tiba-tiba berdiri.

“Tunggu apa lagi? Ayo?”

~~~;~~~;~~~

Hodong menunggu di sebuah gang di dekat tokonya. Dia mendapat panggilan dari orang tak dikenal. Si penelepon itu menakut-nakutinya, tapi apa yang membuatnya takut adalah ancaman si penelepon.

FLASHBACK

“Halo?”

“Hai, Pak Hodong.”

“Ada yang bisa saya bantu?”

Hodong selalu memakai suara lembutnya setiap kali dia berbicara kepada seseorang karena orang itu mungkin saja seorang pelanggan.

“Ya, kau bisa membantuku. Bagaimana kalau kau memberitahuku apa yang terjadi dengan uang 200 juta yang ditransferkan ke dalam akun bankmu?”

Hodong terkesiap, ia menggertakan giginya.

“Apa yang kau bicarakan? Jangan membuatku marah!”

Suara tawa si penelepon semakin membuat Hodong geram. Ia mulai kehilangan kesabarannya.

“Kau tahu apa yang kubicarakan. Temui aku di gang dekat tokomu satu jam dari sekarang. Kalau kau tidak datang, aku akan mengirimkan ini ke orang-orang perpajakan dan siapa tahu apa yang akan terjadi dengan bisnismu. Oh dan Pak Hodong, datang sendiri.”

Sebelum Hodong bisa menjawabnya, sambungan terputus. Hodong mengumpat si penelepon.

END OF FLASHBACK

Hodong kembali melirik jam tangannya, ia mengepal tinjunya. Siapa pun si penelepon ini, dia berurusan dengan orang yang salah.

‘Tidak ada seorang pun yang berani mencari masalah denganku!’

Ia bersandar ke dinding dan memandang sekitarnya. Ia akan berhati-hati dan bersiap-siap jika terjadi sesuatu.

Yul melihat ke dalam gang dan mendapati Hodong yang tengah berdiri di sana sambil mengamati sekitarnya. Sooyoung dan Taeng mengintip dan menertawakan Hodong.

“Dia sungguh terlihat tegang. Sudah kuduga, itu uang kotor.”

Yul menoleh dan menghadap mereka dengan raut wajah serius. Ia mengisyaratkan mereka berdua untuk mendekat.

“Kita belum tahu siapa yang mengirimkan dan untuk apa uang itu. Kita di sini untuk mencari tahu kebenarannya. Jangan coba-coba memancing atau melukai dia. Lebih sedikit kekacauan yang kita buat lebih sedikit masalah yang mungkin terjadi.”

Sooyoung menoleh pada Yul dan kemudian pada Taeng.

“Aku tidak tahu, Yul. Di antara kita semua, si pendek ini yang paling temperamental. Dia mungkin akan meledak duluan.”

Taeng memukul bahunya. Sooyoung mengerang kesakitan.

“Katakan sekali lagi dan aku mungkin akan mengirimkan seorang Sooyoung yang cacat kembali kepada Sunny.”

Sooyoung menggelengkan kepalanya. Yul membungkam mereka berdua dan kembali melihat ke dalam gang.

“Ayo.”

Hodong melihat tiga remaja yang berjalan ke arahnya. Ia mengenali dua dari mereka dan menggertakan giginya. Hodong berdiri mantap dan menunggu mereka untuk mendekat.

“Hai Pak Hodong.”

Suara Yul membuat Hodong teringat akan si penelepon tadi. Ia menatapnya dengan tatapan mematikan.

“Jadi kaulah yang meneleponku tadi. Apa yang kalian inginkan dariku?”

Taeng terus menatapnya dan membiarkan Yul melakukan semua pembicaraan sementara Sooyoung hanya tersenyum polos. Sesuatu yang ia pelajari dari Bunny-nya. Bertingkah polos.

“Apa kau merusak rem mobil merah beberapa tahun ke belakang? Pemilik mobil itu bernama Jessica Jung.”

Hodong merasa gelisah ketika ia mendengar nama itu. Telapak tangan dan wajahnya berkeringat. Taeng menyadari hal itu.

“Kenapa kau berkeringat sangat banyak, Pak Hodong?”

Senyum Sooyoung semakin lebar. Hodong tidak pernah terlibat dalam kejahatan apa pun sebelumnya jadi jika mereka benar-benar mengetahui apa yang mereka bicarakan, mereka bisa menaklukan Hodong dan membuat dia menceritakan kebenarannya.

“A-apa y-yang…”

Sebelum Hodong sempat menyelesaikan kalimatnya, Yul menyela.

“A.P.A. K.A.U M.E.R.U.S.A.K M.O.B.I.L I.T.U?”

Hodong berusaha menghindari tatapan Yul namun ia tidak bisa. Ia berusaha melarikan diri namun Taeng menghentikannya dengan menghalangi jalannya.

“Jawab pertanyan dia atau kau lebih memilih kami untuk membawamu ke kantor polisi?”

Hodong bisa merasakan lututnya gemetar. Mata Taeng menatapnya dengan penuh amarah. Hodong mundur beberapa langkah dan menghadap Yul.

“Ma-maafkan aku…”

FLASHBACK

Hodong mencoba memperbaiki sebuah mobil dengan melihat ke bawah kapnya. Bisnisnya masih baru dan ia harus bekerja keras untuk melunasi utangnya. Hodong membungkuk dan membongkar mesinnya, ia berhenti bekerja ketika seseorang menepuk pundaknya. Ia mendongak dan melihat seorang anak laki-laki.

“Ada yang bisa saya bantu?”

Anak laki-laki itu tersenyum dan menyerahkan selembar kertas padanya. Hodong melihat kertas tersebut dan berbalik untuk menghadap anak itu.

“Apa ini?”

Anak laki-laki itu menaruh kertas tadi di telapak tangannya. Hodong mengambilnya dan membukanya.

Hodong menatap laki-laki itu dengan pandangan bingung. “Aku bisa melunasi utangmu jika kau melakukan pekerjaan untukku.”

“Bagaimana kau tahu mengenai utangku?”

Anak laki-laki itu tersenyum menyeringai, ia menjejalkan tangan ke saku celana jinsnya.

“Aku tahu semuanya dan aku tahu kau berusaha mati-matian untuk melunasi utangmu dalam waktu seminggu, bukan?”

Hodong menggenggam kertas itu dan melemparkannya.

“Aku tidak butuh bantuanmu untuk melunasinya. Pergi!”

Anak laki-laki itu menertawakannya.

“Kau hanya memiliki waktu satu minggu lagi untuk melunasi semuanya atau keluargamu akan berada dalam masalah besar. Tidakkah kau mengasihani putrimu?”

Hodong teringat akan istri dan putri tercintanya. Ia tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi pada mereka. Melihat hodong yang kebingungan, anak laki-laki itu tersenyum jahat.

“Lakukan pekerjaan untukku dan utangmu akan lenyap untuk selamanya.”

“Pekerjaan apa?”

Anak laki-laki itu tersenyum.

“Besok, seorang gadis akan membawa mobilnya kemari. Aku ingin kau memutus kabel remnya. Itu saja.”

Hati Hodong tidak mampu memutuskan apa yang harus dilakukan tapi rencana ini sepertinya berbahaya baginya.

“Kau akan menyebabkan kecelakaan.”

Anak laki-laki itu tersenyum setelah mendengar Hodong.

“Tidak ada yang akan terjadi padanya. Jangan khawatir. Lakukan saja pekerjaanmu dan kau selesai.”

Hodong bergelut dengan batinnya sendiri memutuskan apa yang harus dilakukan namun pada akhirnya ia menganggukkan kepalanya.

“Siapa namanya?”

Anak laki-laki itu maju dan berdiri di dekat Hodong.

“Jessica. Jessica Jung.”

END OF FLASHBACK

Yul memukul tepat di wajahnya. Hodong tersungkur ke tanah. Yul lalu mencoba menendangnya namun Sooyoung bertindak lebih cepat dan menahannya sementara Taeng menyingkirkan Hodong. Yul berusaha meronta-ronta namun gagal karena Sooyoung menahannya dengan kuat.

“LEPASKAN AKU! KAU MEMBUNUH ADIKKU!”

Hodong memandang Yul dengan terkejut. Ia lalu menoleh pada Taeng dan laki-laki itu menganggukkan kepalanya. Hodong jatuh berlutut.

“A-aku tidak…tahu…dia bilang…tidak akan…terjadi apa-apa…m-maafkan aku…”

Mata Yul benar-benar dipenuhi dengan amarah. Ia memandang Hodong dengan penuh kebencian.

“KAU TIDAK TAHU? ADA DUA GADIS YANG TERLIBAT DALAM KECELAKAAN ITU! SALAH SATU DARI MEREKA MENINGGAL SEMENTARA GADIS LAINNYA HILANG INGATAN! BAGAIMANA MUNGKIN KAU BISA TIDAK TAHU?”

Sooyoung masih menahan Yul ketika Taeng mendekat dan meninju Yul. Taeng menatapnya.

“YUL! SADARLAH! Mister Jung menutupi berita kecelakaan itu, kau ingat? Tentu saja Hodong tidak tahu!”

Yul bisa merasakan darah di sudut bibirnya, ia mendongak melihat Taeng. Yul tidak bisa menahan air matanya lagi.

“Dia membunuh Yoong…dia membunuh adikku…dialah yang bertanggung jawab atas kehancuran hidupku…KEHANCURAN HIDUP Jessica!”

Sooyoung melepaskan Yul namun ia masih mengawasinya sementara Taeng melihat kebawah, merasa menyesal karena meninjunya namun itu adalah satu-satunya cara yang ia tahu untuk menenangkan sahabatnya.

“Aku tahu, Yul. Aku tahu. Tapi kita tidak bisa menyalahkan dia sepenuhnya. Ada seseorang di balik ini semua dan kami akan membantumu untuk menemukan orang itu.”

Sooyoung menganggukkan kepalanya dan menoleh untuk menghadap Hodong.

“Siapa anak laki-laki itu?”

Hodong yang masih terkejut melihat kepada Sooyoung, ia lalu mengalihkan pandangannya ke tanah.

“A-aku tidak pernah…tahu.”

~~~;~~~;~~~

TBC

victoria mencurigakan :/

Image result for purple hyacinth

(purple hyacinth) 

credit: bluppy @SSF

boiboi~

Advertisements

55 thoughts on “My Valuable Treasure is Your Love [Chapter 18]

  1. I’m the first?
    Hehehe.. Hope so..
    Wah, kek udh hampir klimaks nih critany..
    Apa emg Donghae yg nyebapin kmatian Yoong?
    Smg cpat ktahuan syp plakuny..

  2. hae lbh mencurigakan ak jd yakin hae penyebab semua ini bunga hyacinth buat makam yoong…
    vic jgn smpek kmu ngelakuin cra kotor jg buat dptin soo jgn smpek…

  3. teka teki kematian yoong hampir terpecahkan euy .. kira” siapa ya? donghae bukan? kita semua pasti nyangka’a donghae .. iyakan temen”??? ..

    ish had0ng gmana x pan dikasih tugas sama org masa gax tanya nama’a dulu ..

  4. Anyeong ……..

    Wah sneng bngt bsa liat update an …kkkeee
    Wah udh mkin kliatan nih siapa pelaku nya ,gak laen gk bukan dah..
    Cieeh soo sneng bngt dah …wkwk
    Tp kok vict ????????? Knpa nih ,iya bner curiga jdinya …..><
    wah mkin pnasaran lnjutn nyah ,dtunggu ….
    SEMANGAAAAAAAAAT

  5. Donghae keterlaluan udah dosanya berlipat lipat uda nyelakain mobil yoonsic hingga yoona meninggal,sica hilang ingatan,pisahin yulsic lalu perkosa sica dan gak tanggung jawab pula eh bisa bisanya masi dendam sama yul pula,dasar gak punya otak donghae,victoria mulai suka soo kayaknya,author fighting!

  6. akhirnya terungkap jg sebab musabab kecelakaan jessica, walaupun blm sepenuhnya sich.
    yul yg sabar y nanti pasti terungkap semua

  7. wah apa vic punya maksudkah ma soo atau mank vic beneran suka ma soo
    taeng tebakan analisanya keren kenapa taeng bisa tepat sasaran kalau hae yang jadi dalang tinggal nunggu kebenarannya terungkap

  8. Wah jgn2 Victoria suka sama Soo lg.. atw Vic kolaborasi sama Ikan cucut.. semakin terang benerang ni masalah semoga ikan cucut masuk penjara

  9. sebenernya penyebab kematian yoong dah terjawab sebelumnya dan sekarang pelakunya dah terjawab juga yaitu mr.hodong.tapi orang yg menyuruhnya belum diketahui dan sepertinya donghae yg jadi dugaan tersangkanya
    bener kata soo,taeng ga bisa nahan sifat tempramennya tapi sayang bukan hodong yg jadi korbannya tapi yul yg jadi korbannya
    lanjut lagi tarra penasaran kenapa donghae merasa bersalah kepada yoong dan apakah vic menyukai soo?

  10. waahhh bakalan gagal focus dah itu hae ato siapa sih pelakunya? jangan bilang vic suka sama sooo, udah sih thoor biar cepet kelar ceritanya hehehhe

  11. jgn jgn vic suka m sooyoung lg.hmmm gpp yul klo dgn memukul bs bkin lu lega.. smnt y buat crt slnjutnya..bkin sequel princese itu dong

  12. nah lho tuh si vic suka sm soo ya???
    jd emng bnr hae yg bikn yoong meninggal, tp kok hae bilng mnyesal???
    taeny msh di landa kegalauan nih

  13. Lah itu victoria ngapa degdegan wktu sm soo?jngan bilng vic naksir 😒
    trnyta hae merasa berslah juga dh bikin yoona kecelakaan.. tp ttep ajh benci ke yul kaga ilng2 😡
    next chap thor, fighting

  14. gawat gawat ..jangan. jangan vic punya perasaan ama soo. kasian kalau sampai ada.
    sayang banget pak hodong ga tau siapa laki2 itu?.

Comment ^^~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s